
Wanita yang di maki-maki dan di pecat dari restoran itu sungguh kebingungan dengan uang yang berada di di rekeningnya, namun ada satu kalimat yang dia ingat, yaitu kalimat Ranti yang menanyakan kepadanya, soal uang mau diapakan jika memiliki uang 1 milyar.
Dia sudah memikirkan untuk membeli rumah, motor buat ayahnya dan juga buat dia sendiri, dan akan meminta ayahnya agar berhenti bekerja dan dia berkeinginan membuka warung sembako buat ayahnya.
Berbanding terbalik dengan wanita sombong yang kebingungan dengan tabungan dia yang hilang, dan yang tertinggal adalah uang 45 juta transferan dari Ranti.
Tak terasa sudah mau ujian semester, dan pastinya mereka akan berlibur, dan liburan kali ini mereka berencana akan ke Eropa, tepatnya Perancis.
Masih ada sekitar 2 Minggu lagi mereka akan liburan, tapi Persiapan mereka sudah sangat heboh apalagi rombongan kali ini sangat banyak, hingga pesawat Ranti penuh.
Dan akhirnya waktu yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba, Yaitu hari penerimaan raport, dan hasilnya seluruh mereka mendapatkan juara 1 di kelasnya masing-masing.
Dengan diterimanya raport, menandakan liburan dimulai, Tiara di ajak tapi dia tidak bisa, alasannya ada acara keluarga, dan ada sepupunya yang akan menikah.
Sonia juga tak bisa ikut, karena alasan keluarga juga, akhirnya hanya Mora dan Yati yang bukan keluarga Ranti yang ikut dalam perjalanan ke Eropa.
Si kembar juga sudah datang dari Jogja, hingga mereka hanya akan menjemput, orangtua Ranti di Jakarta, termasuk Vanya, Lukman, Suratmi, Velove dan Vexia.
Tiga bulan hidup bersama Suratmi dan Lukman, kedua gadis kecil itu menjelma menjadi gadis yang cantik dan Pintar, mereka adalah Velove dan Vexia.
Sudah bisa di pastikan mereka berdua akan menikmati kekayaan Lukman dan Suratmi yang lebih dari 1000 triliun. Apalagi Suratmi begitu memanjakan kedua anak angkatnya, beruntunglah kedua anak angkat itu tetap menjalani hidup sederhana dan rendah hati, sebulan 2x Suratmi akan mengantarkan kedua anaknya untuk ke Jogjakarta, bahkan Suratmi sampai membeli rumah di Jogja,
Sedangkan anak-anak panti asuhan darurat juga sudah menjelma menjadi anak-anak yang mandiri dan pintar, Suami istri yang menjadi koki, merangkap menjadi Kepala pengasuh anak-anak.
Juwita dan Poppy dalam 3 bulan ini, juga sudah menjelma menjadi hadis yang cantik dan juga kaya raya, setidaknya mereka memiliki 360 milyar, bahkan saat ini mereka berdua sudah lancar menyetir mobil, dsn Ranti menyarankan agar mereka membeli mobil Saja.
Akhirnya kedua gadis itu membeli mobil Toyota Corolla Cross, sungguh sebuah perubahan yang sangat besar, nilai raport mereka juga sangat bagus.
Kembali ke Ranti.
Saat ini Ranti sudah dalam perjalanan menuju Bandara Soekarno Hatta, disana mereka sudah Tunggu.
Ada omongan negatif terkait tetangga keluarga Mora, yang mengatakan kalau orangtua Mora sengaja mengajarkan Mora untuk memanfaatkan kebaikan Salma.
Ayahnya Mora, yang mendengar omongan itu langsung marah besar, dan mendatangi keluarga yang mencela mereka, beruntung Ranti dan Salma datang tepat waktu, hingga masalahnya tidak menjadi besar.
Tak terasa satu jam setengah di pesawat, mereka tiba di Bandara Soekarno Hatta, dan sesuai jadwal mereka akan berangkat satu jam setengah lagi.
Mereka semua dari pesawat dan menuju ke ruang VVIP dimana kedua orang tua Ranti dan yang lainnya sudah menunggu, Vanya langsung memeluk saudara-saudaranya, karena sudah hampir 2 bulan dia tidak bertemu langsung dengan mereka.
Para bocil mereka di temani Yati, mereka banyak mengambil gambar, Velove dan Vexia juga tak ketinggalan, mereka mengunggah foto mereka di Instagram, dengan caption Tour to Europe with big Familly.
Salma dan Mora juga tak mau ketinggalan, apalagi saat ini followers Salma yang sudah 700 ribu pengikut, Mora 200 ribu, sudah banyak yang ingin mengendors Salma tapi dia menolaknya, dengan alasan dia hanya ingin fokus ke pendidikannya.
Salma yang begitu humble, membuat Velove dan Vexia merasa nyaman bermain dengan Salma, apalagi mereka didik harus menyayangi keluarga, Salma juga bahagia karena mendapat keluarga lagi.
Akhirnya waktu keberangkatan tiba, mereka semua di arahkan untuk segera naik ke pesawat. dan tepat pukul 4 Sore waktu Jakarta, Gulfstream G 700 berhasil take off, dengan tujuan Paris Perancis, dan akan transit sekali di Istambul, Turki.
* Tuan, Poin Pengabdian anda sudah melebihi batas 20 milyar, saat telah berjumlah 25 milyar, jika tidak di tukarkan maka, sistem akan menjadikannya tambahan modal untuk berbuat baik, ujar Rose.
" Baiklah nanti segera tukarkan dan masukkan ke Rekening Global Intercontinental, sebanyak 20 milyar Poin Pengabdian, bagaimana apakah bisa Rose", tanya Ranti.
* Sudah bisa Tuan, silahkan anda menunggu", ujar Rose.
Sementara menunggu penukaran Poinnya Ranti sudah membayangkan apa yang akan terjadi di Bank Global Intercontinental, dan kira-kira hadiah apakah yang akan di berikan oleh pihak Bank Global Intercontinental.
Setelah menunggu selama 15 Menit, akhirnya Rose melaporkan bahwa Proses Penukaran sudah selesai, dan sementara di atur oleh Bank Global Intercontinental, dan menurut Rose pihak Bank Global Intercontinental akan menghubungi Ranti setelah semuanya beres.
Sementara itu, di pihak Bank Global Intercontinental terkejut melihat dana Ranti kini berubah menjadi 270 Kualidrium Rupiah, atau lebih dari 17 triliun dollar, dan sekaligus menjadikan orang terkaya nomor 1 sejagat versi Bank Global Intercontinental.
Para Petinggi Bank itu, dibuat repot oleh penambahan dana Ranti yang sangat fantastis untuk tahun ini, mereka sibuk memilih hadiah apa yang Pantas untuk Ranti, namun ada bocoran dari Rose bahwa Ranti membutuhkan 1 lagi pesawat Jet Pribadi, mengingat keluarganya sudah bertambah.
Akhirnya, pihak Bank Global memutuskan untuk memberikan, Pesawat Jet Pribadi Bombardir Global 7500 dan Helikopter super puma h225.
Setelah seluruh petinggi membuat keputusan, akhirnya mereka memutuskan untuk segera menghubungi Ranti, dan memberitahukan soal dana yang sudah masuk dan serta hadiah yang akan Ranti dapatkan.
" Halo Nona Ranti Putri Setiawan, saya Direktur keuangan wilayah Asia Pasifik, ingin mengkonfirmasi bahwa dana Anda sudah kami terima dan akan di masukkan dalam deposito berjangka waktu 1 tahun, dan akan di gabungkan per tanggal 1 Januari, dengan saldo sebesar 270 Kualidrium Rupiah", Ujar ketua Bank Global Intercontinental.
" Terimakasih Pak, dan seperti biasa deposito berjangka di bayar di muka dan seperti biasa transfer ke kartu yang biasa", ujar Ranti.
__ADS_1
" Kami akan mengganti kartu anda dan kami akan ada pertemuan tingkat Dunia, Juli tahun depan, namu saat ini kami segera mengganti Kartu Anda dengan Mengubah angka pada kartu anda menjadi #1. Dan tahun depan kami akan memberikan 1 Kartu Khusus bepergian keseluruh dunia, tiap saat dengan fasilitas khusus.
" Terimakasih Pak, karena sudah merepresentasikan Anda", ujar Ranti.
" Sama sekali tidak merepotkan, kami juga memberitahukan, bahwa kami telah bersepakat untuk memberikan anda 2 hadiah sekaligus, yaitu 1 unit Pesawat Jet Pribadi dari Bombardir Global 7500 dan Helikopter Super Puma H225, dan kami akan mengirimkan besok Pagi kedua hadiah itu ke Indonesia", Ujar Direktur Asia Pasifik.
" Saya dalam perjalan ke Paris, dan akan tiba besok Sore, dan jika kalian tidak keberatan, pesawatnya di kirim ke Paris dan sewakan Pilot dan pramugari, sedangkan Helikopter tolong di kirim ke Indonesia, Juanda Surabaya, lalu apakah pesawat ini bisa terbang ke seluruh dunia?" tanya Ranti.
" Bisa Nona, pesawat ini sudah kami modifikasi interiornya, dan pasti anda akan menyukai pesawat Bombardir Global 7.500, ujar pihak Bank Global Intercontinental.
" Baiklah, silahkan kirim pesawatnya paling paling lambat tanggal 3 Januari Pagi waktu Paris Perancis", ujar Ranti.
" Baik Nona, kami akan menghubungi anda saat Pesawat akan berangkat menuju Paris", ujar petinggi itu.
" Baiklah, saya tunggu, terimakasih", ujar Ranti dan menutup telpon.
" Princess ada masalah apa?" tanya Monicha.
" Tidak ada, hanya pesawat kita akan bertambah 1 lagi, dan Princes meminta agar mereka mengirimnya ke Paris, itu hadiah dari Bank Global Intercontinental", ujar Ranti kepada orangtuanya.
" Astaga, kamu menambah Tabungan berapa banyak di bank itu?", tanya Adriansyah.
" Lumayan banyak, kalian tenang saja, ujar Ranti.
" Baiklah, kami yakin dengan kamu sayang", ujar Monicha.
" Nantinya, salah satu pesawat akan tinggal di Jakarta, Dady dan Mommy pilih saja yang mau kalian Pakai, dan juga saat kalian tidak menggunakannya, maka kak Darel dan kak Vanya bisa menggunakannya saat mereka pulang ke Surabaya.
" Silahkan saja, lagian kalau mereka mau ke Surabaya kami juga pasti datang", ujar Monicha.
" Baiklah terserah Dady dan Mommy saja, Bibi Ratmi juga kalau mau ke Jogja silahkan pakai, asalkan Dady dan mommy tidak menggunakannya, ujar Ranti.
" Baik, tenang saja, Ujar Monicha.
" Rose Tolong buatkan kartu sementara buat Seluruh saudaraku, kedua orang tua ku, bibi Nindya dengan saldo 1 juta euro, sedangkan keluarga Paman Lukman masing-masing 500 ribu euro, serta Yati dan Mora masing-masing, 200 ribu Euro dan apakah setelah liburan selesai Rose bisa mentransfer semua uang itu ke rekening pribadi mereka?" tanya Ranti.
* Bisa Tuan, sesaat kalian tiba di Indonesia, maka secara otomatis rekening mereka semua akan langsung di kosongkan dan pindahkan ke rekening mereka masing-masing", ujar Rose.
* Baik Tuan", semuanya akan selesai saat tiba di hotel, ujar Rose.
" Oke" singkat Ranti.
Saat Ranti sedang duduk sendiri, Velove dan Vexia datang menghampirinya.
" Kak Ranti, Terimakasih atas semuanya, kami sangat bahagia bisa memiliki ayah dan Bunda, dan keluarga besar ini, ujar Velove.
" Sama-sama dek, tolong jangan kecewakan kepercayaan kakak pada kalian, dan juga jangan membuat bunda kalian sedih, kalau ada masalah ceritakan sama bunda kalian, kakak percaya pasti bunda kalian akan membantu mencari jalan keluar untuk masalah kalian", ujar Ranti.
" Kami sudah berjanji, akan selalu terbuka dengan bunda dan ayah, apalagi mereka sangat memanjakan kami berdua dengan kasih sayang, apapun yang kami mau, bunda selalu memberikannya, walau dengan beberapa nasehat", ujar Velove.
" Sayangi bunda dan ayah kalian berdua, dan percayalah kalian akan mendapatkan lebih lagi kasih sayang, ujar Ranti.
" Bunda membelikan kami Banyak hadiah saat terima raport kemarin, kami berdua mendapatkan juara 1", ujar Velove.
" Kakak senang mendengarnya, pertahankan apa yang sudah kalian raih, dan kembangkan apa yang belum kalian kuasai", motivasi Ranti.
" Ia Kak, kalau bukan kakak yang menemukan kami, bisa jadi kami tidak bisa menikmati semua fasilitas mewah ini", ujar Velove.
" itu namanya jodoh, jadi kalian harus bersyukur dan jangan pernah menjadi orang yang sombong dan serakah, apalagi sampai membuat ayah dan bunda kalian bersedih", ujar Ranti.
" Kami tidak akan pernah membuat ayah dan bunda bersedih, kami janji akan selalu menghormati dan menghargai serta menyayangi ayah dan Bunda, ujar Velove.
" Baguslah, sekarang istirahatlah, perjalanan kita masih panjang", perintah Ranti.
" Bibi Ratmi, benar-benar memanjakan kedua anak angkatnya", batin Ranti.
Namun semua itu tak lepas dari Salma, kedua gadis itu, selalu bertanya kepada Salma, bahkan handphone saja, mereka memiliki iPhone 14 Promax dan Samsung Flip 4.
Tak terasa kini mereka sudah mendarat di Istambul, mereka akan beristirahat selama 3 jam untuk mengisi bahan bakar dan keperluan lainnya.
__ADS_1
Waktu tiga jam mereka isi dengan berjalan-jalan di area bandara, dan berfoto selfie, Vanya, Mercy dan Friska, mereka hanya duduk santai sambil menikmati makanan ringan dan ngobrol biasa saja.
Ranti sibuk mengurus Salma dan Armando serta Mora, yang berjalan kesana kemari, tak ketinggalan Velove dan Vexia juga mengekor mengikuti mereka dan beberapa kali mereka berlima berfoto bersama.
Ada momen bahagia saat mereka melakukan foto bersama.
Waktu 3 jam untuk transit, akhirnya berakhir dengan terdengarnya pengumuman petugas memanggil mereka.
Perjalanan di lanjutkan, Gulfstream G 700 kembali terbang, dengan tujuan Paris Perancis, tapi kali ini suasana dalam pesawat sungguh sepi, hanya Ranti yang masih bangun, dia hanya duduk sambil melihat-lihat laporan aplikasi mata dewa tentang perkembangan 2 Mega Proyek miliknya.
Proyek di pulau cukup cepat Pelabuhan sudah sekitar 50 % selesai, itu artinya berbagai pekerjaan yang super berat sudah selesai 85%, sedangkan fasilitas yang lain seperti gedung perkantoran pelabuhan juga sementara tahap pengerasan lahan.
Sedangkan untuk jalan Utama sudah 40 % yang di cor beton, jalan 2 lajur sisi kanan dan kiri, sungguh menambah sempurna sebuah perencanaan, bahkan lahan untuk pelebaran sudah siapkan masing 1 lajur yang siap di aspal.
Sedang di Mega Proyek Kota Terpadu, juga terlihat bagaimana rusun itu mulai bertambah, di setiap wilayah, setiap kompleks di bangun 4 tower dengan, dengan kualifikasi berdasarkan tipe.
Persiapan lahan untuk pembangunan rumah tapak juga sudah selesai, di beberapa titik lokasi, hingga saat ini sudah jelas terlihat perubahan, di perkirakan pertengahan tahun depan, sebagian warga sudah bisa pindah ke Rusunami maupun rusunawa.
Dengan didukung ribuan tenaga kerja dan ratusan alat berat dengan berbagai fungsi, pengerjaan proyek tanpa jeda waktu, sungguh sangat menjadi pusat perhatian media.
Awal pembangunan, banyak yang pesimis dengan proyek ambisius itu, akan berhenti karena masalah dana.
Hanya pemerintah pusat yang tahu detil ketersediaan dana yang dimiliki Ranti, fan juga pihak bank Mandiri sebagai yang bertanggung jawab atas arus pengeluaran uang.
Banyak yang tidak tahu, Ranti mempunyai dana cadangan yang lebih besar dari dana awal, Ranti sudah bersiap dengan dana rampasan, ataupun dana pribadi miliknya.
Itu artinya Mega Proyek Kota Terpadu tidak akan ada istilah mangkrak, Apalagi dengan sudah ada puluhan pengembang yang bekerjasama dalam hal kepemilikan lahan, dan yang paling prioritas adalah Orangtua dari teman-teman Ranti atau saudara-saudaranya.
Yang paling bahagia adalah Bara Sumitro dan Tania Hermawan, keluarga Kertajaya pemilik restoran seafood, Pretty dan Chelsea, Serta masih banyak lagi yang Ranti berikan keputusan untuk mendapatkan lahan di Mega Proyek miliknya.
Sedangkan pembangunan waduk sudah berada pada tahap konstruksi, mereka bekerja siang malam agar Proses pengerjaannya bisa sesuai target yang tinggal 1 tahun lagi untuk pengisian air. dan 6 bulan kemudian listrik sudah beroperasi, dan jaringan air bersih juga sudah beroperasi.
Setelah puas membaca laporan dari Aplikasi Mata Dewa, akhirnya Ranti memutuskan untuk istirahat sebentar, karena 3 jam lagi mereka akan tiba Paris.
Ranti terbangun setelah mendapat pelukan hangat dari Salma, dan juga bisikan Salma.
" Kakak cantik bangun, sejam lagi kita akan sampai", bisik Salma.
" Ia sayang, terimakasih sudah bangunin kakak", ujar Ranti.
" Kak, nanti disana Salma ingin ke menara Eiffel dan Salma sangat ingin pergi bersama kakak", ujar Salma
" Ia sayang, kita semua akan ke sana, ujar Ranti.
" Terimakasih kak, kakak memang yang terbaik", ujar Salma.
Di kursi lain terlihat Velove yang duduk di pangkuan Lukman, sambil bersandar di dada ayah angkatnya, sedangkan Vexia berada di pelukan Suratmi.
Kedua gadis kecil itu, memang telah menganggap Lukman dan Suratmi sebagai orangtuanya, jadi mereka ysk lagi sungkan.
Sementara Armando, dia asyik dalam pelukan Vanya.
" Kak Vanya terlalu sibuk sampai lupa dengan Armando", ujar Armando.
" Maafin kakak ya sayang, nanti kalau kamu sudah besar pasti mengerti alasan kenapa kami semua sibuk, dan Armando juga di kemudian hari pasti akan sangat sibuk, tapi kakak janji setiap ada waktu luang pasti kakak akan bersama kalian, kakak juga sangat merindukan kalian", ujar Vanya.
" baiklah kak, asalkan kakek tetap sayang sama kami, kami tidak tidak akan mengeluh", ujar Armando.
" Kalian semua adikku, kak Vanya dan kak Dewi ingin kalian menikmati masa kalian sekolah, dan yang paling penting adalah masa depan keluarga kita", ujar Vanya.
" Maafkan Armando kalau terlalu banyak menuntut", ujarnya.
" Oh sayang, itu hal biasa, jadi tidak apa-apa, itu berarti Armando sayang sama kakak", ujar Vanya.
" kami semua sangat sayang sama kak Vanya, tapi apa kakak akan selalu memeluk Armando ?" tanya Armando.
" Pasti, sampai kapanpun semua kalian adikku, akan selalu menjadi prioritas kakak, kalian harus bahagia dan hidup dengan nyaman, jadi kakak tidak pernah merasa lelah bekerja, memiliki kalian adalah kebahagiaan terbesar dalam hidup Kakak", ucap Vanya, sambil mengeratkan pelukannya.
Akhirnya, Pilot meminta agar semua penumpang duduk di tempat masing-masing, karena pesawat akan mendarat.
__ADS_1
Lima belas menit kemudian, Gulfstream G 700 mendarat di Bandara Charles De Gaulle, jam 11 siang waktu Paris Perancis.