SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Mengisi waktu skorsing


__ADS_3

Ada apa ini, pagi - pagi kalian sudah berisik, dan kamu ! kenapa mengganggu orang yang sedang bekerja, apa semalam dia lupa bayar jasamu, tanya seorang karyawan yang ternyata staf gudang.


" Sekali lagi kamu bicara sembarangan Kurontokkan gigimu itu, bentak Ranti


" Bagaimana pak security, tanya Ranti


" Ada kelebihan berat yang melebih batas toleransi, ucap security itu.


" Bongkar muatannya sekarang, Perintah Ranti


Terlihat beberapa petinggi pabrik dengan tergesa-gesa mendatangi pos security.


" Ada apa ini Nona, kenapa anda membuat kekacauan di pabrik kami, tanya seorang supervisor operasional.


" Apa jabatan kamu disini, mana manajer kalian dan kepala gudang juga kepala ekspedisi, ujar Ranti.


" Mereka sedang rapat internal Nona, maaf apa alasan anda membuat keributan di sini, lagian kamu juga bukan bagian dari petinggi Perusahaan ini, atau apa anda berjasa pribadi dengan sopir kami, tanya supervisor itu


" Kamu mau tau siapa saya, telpon Elisabeth, Direktur kalian, bentaknya


" Wow, entah kamu manusia dari mana seenaknya menyebut nama direktur kami dengan tidak sopan.


" Security usir wanita ini dari sini, perintah supervisor itu


" Pak Supervisor, mendingan sekarang anda bersiap-siap kehilangan pekerjaan, asal kamu tau yang membuat keributan adalah Pemilik Tunggal Perusahaan ini, ucap security yang sempat ngobrol dengan Ranti


" Kamu belum sarapan ya, kamu bilang gadis kecil ini pemilik perusahaan ini, pak security, mending kamu periksa mata agar bisa melihat dengan jelas, ucap supervisor itu.


" Baiklah, yang penting sudah kuberitahukan tapi bapak tidak percaya, saya telpon Bu Elisabeth saja


" Apa kamu punya hak menelpon direktur, ucap supervisor itu menghina


" Lihat saja, balasnya


" Selamat Nona Elisabeth, maaf mengganggu, Nona muda lagi ngamuk di jalur keluar barang, ucap security itu dan mengarahkan kamera handphone nya


" Baik kamu jaga nona muda jangan sampai terluka, saya kesana sekarang.


" Bapak-bapak rapat kita tunda dulu, bos besar lagi ribut di pintu gerbang, ujar Elisabeth.


" Astaga Bu direktur, ayo segera kesana, ucap mereka semua


" Nona, kalau sopir kami belum bayar jasamu, silahkan kamu tagih di luar, jangan disini, ucap staf gudang mengulang omongannya


" Kamu pikir saya wanita murahan, plak... plak.. geram Ranti dan langsung menampar staf itu.


" Kurang ajar kamu, sengit staf itu sambil memegang pipinya.


" Nona, minggir dari sini jangan sampai kesabaran saya habis, ucap sopir itu, membentak Ranti


" Sudah cukup Nona, silahkan pergi dari sini, kami semua mau bekerja, ujar supervisor itu.


" Kalian bertiga, silahkan keluar dari perusahaan ini, sekarang juga, ujar Ranti


" Siapa kamu, mau mengusir kami, ucap supervisor itu.


" Maaf Nona, kami baru menerima laporan dari Security, ucap Elisabeth


" Kak Elisabeth, siapa Manager logistik, kepala gudang dan Kepala ekspedisi, suruh mereka menghadap saya sekarang juga dalam 10 menit mereka tidak ada, pecat saja mereka, perintah Ranti


" Dan kalian bertiga, sudah tahu sekarang saya siapa, tanya Ranti


" Ampuni kami Nona Muda, ucap mereka


" Kenapa muatan kamu lebih berat dari dari surat jalan, tanya Ranti


" Itu perintah dari Manajer logistik dan Kepala gudang, jawab sopir itu


" Sudah berapa lama kalian diperintahkan seperti ini, tanya Ranti


" Sudah 1 Minggu nona, jawabnya


" Mau kalian bawa kemana barang yang lebih itu, tanya Ranti


" Ke Purnama Multi Food, jawab sopir itu.


" Kenapa bisa lolos dari pemeriksaan security, tanya Ranti


"' Biasanya mereka meloloskan kami, tapi Security yang satu ini, tidak mau bekerjasama ucap sopir itu.


" Panggil komandan security dan cek jadwal siapa saja security yang berjaga di pintu keluar seminggu ini, Perintah Ranti.


Elisabeth dan para petinggi sudah ketakutan melihat tampang Ranti yang biasanya ramah kini berubah 180 derajat.


" Kak Elisabeth, tolong bersihkan sampah-sampah ini sekarang, kita kehilangan 1 ton barang dalam seminggu, bayangkan dalam sebulan berapa banyak lagi kita kehilangan barang, ujar Ranti


" Maafkan saya Nona Muda, kami kurang mengawasinya, ucap Elisabeth


" Aku mengerti, Manajer kak Elis yang serakah apalagi di bantu dengan security yang muda di bayar atau mentalnya kurang berani, berikan penghargaan kepada bapak security yang jaga di pintu keluar pagi ini, Perintah Ranti


" Baik Nona, jawab Elisabeth


" Nama bapak siapa dan sudah berapa lama bekerja disini, tanya Ranti ke security yang pemberani itu.


" Saya Murdjani, baru 3 hari saya di pindahkan Pak Komandan Besar Sumadi, saya baru bergabung 2 bulan di Tim Keamanan RPS. ucapnya


" Bagus, tetaplah tegas dalam bertugas, siapa komandan security disini.

__ADS_1


" Maaf Nona Muda, Komandan kami sedang mengikuti pelatihan wajib naik tingkat selama 12 hari, sejak itulah pintu Keluar dan jalur timbangan di abaikan, ucap security yang awal ketemu Ranti


" Kenapa kamu tidak melapor, saya juga baru di pindahkan kesini bersama dengan Murdjani, saya hanya baca catatan dari Widodo yang tiba-tiba minta pindah ke proyek di Sidoarjo, hari ini saya sudah merekamnya dan rencananya akan ku laporkan ke Nona Elisabeth setelah mereka selesai rapat, ucap security itu, yang bernama Pratikno


" Lain kali jangan menunda-nunda sesuatu yang Penting, jika kamu bukan Tim Awal, hari ini juga sudah ku pecat kamu, tegas Ranti


" Maafkan saya Nona Muda, ucap Pratikno


Akhirnya orang yang di tunggu-tunggu datang, Manajer Logistik dan kepala Gudang.


" Ada apa Bu direktur memanggil kami, ucap Manajer itu dengan santai


" Darimana kamu, hingga tidak ikut Rapat, tanya Elisabeth


" Maaf Bu Direktur, saya lagi memperbaiki sistem di komputer saya yang agak eror, jawabnya


" Jika eror itu bagian IT yang mengurus nya, ketus Elisabeth.


" Pak Manajer dan pak kepala Gudang yang terhormat, kenapa surat jalan ini, dan hasil timbangan berbeda, dan setelah di bongkar barangnya kelebihan 25 karton, tanya Ranti


" Maaf anda siapa, mencampuri urusan kami disini, tanya manajer itu


" Saya pemilik perusahaan ini, ujar Ranti.


" Bu Direktur, apa benar gadis ini pemilik perusahaan ini, tanya manajer itu


" Kalau bukan pemilik terus menurut kamu siapa, tanya Elisabeth.


" Maafkan Saya Nona Muda, ucap Manajer itu.


" Saya tidak perlu berbasa-basi, Kak Elisabeth, tolong usut kasus pelaku pencurian ini dan siapa penadahnya, Perintah Ranti


" Baik Nona Muda, sebenarnya rapat kami barusan menanggapi laporan dari marketing di lapangan, yang secara tidak sengaja melihat mobil kita berada di gudang Purnama Multi Food, kemarin sore, ucap Elisabeth


" Kami sedang membicarakan soal Audit gudang atau stock opname, lanjut Elisabeth


" Baiklah, selesaikan dalam waktu 3 hari, ucap Ranti


" Pratikno kamu telpon Sumadi agar merapat kesini, bilang dia belikan saya Kentang Goreng di tempat biasa, perintah Ranti


" Siap nona, saya titip pesan juga boleh gak Nona dan tolong nona yang bayar, hehehe, Ucap Pratikno


" Pratikno, kamu sama bos besar tidak sopan, ucap HRD


" Sudah Kamu pesan juga buat pak Murdjani, ucap Ranti


" Terimakasih Nona Muda, ucap Pratikno.


" Mereka bertiga sopir, supervisor dan staf gudang tahan di Posko, Perintah Elisabeth


" Pak Pratikno, kamu kenapa berani malak bos besar, tanya Murdjani


" Tapi itu tidak sopan Pak, ucap Murdjani


" Hahahaha, kamu belum tau sifat bos kita, asal kita jangan memanfaatkan kebaikan hati bos, pasti kita akan di perhatikan, bos tidak akan marah jika kita minta makanan kepadanya, asal jujur kamu ingin makan, bos paling tidak suka orang munafik apalagi tukang cari muka, jawab Pratikno


" Masih ada bos seperti ini rupanya, balas Murdjani


" Masih, ya bos kitalah, hanya dia yang menganggap karyawan sebagai keluarganya, tapi akan kejam ke orang-orang yang seperti tadi, percayalah, ucap Pratikno


" Aku percaya, apalagi melihat kamu, kesannya malak bos hahahaha


" Tapi jangan sering - sering, kamu tau sendiri orang baik, kalau terus-terusan kita seperti itu pasti akan marah juga, kata Pratikno.


" Benar itu Pak, memangnya sudah berapa lama pak Pratikno kenal dengan Bos, tanya Murdjani


" Lumayan, saya termuda dari awal Tim kita terbentuk, saya masih kuliah saat ini, dan semuanya di bayar oleh bos, makanya saya hanya kebagian shif pagi dan malam, dan dari awal bos sudah membuat aturan ini, tapi setelah pulang kuliah, saya pasti datang, walau hanya beberapa jam di shif Sore, itu inisiatif saya, tidak enak juga sama kawan yang lain, ujar Pratikno


" Kamu beruntung dapat kesempatan itu, jawab Murdjani


" Seperti saya bilang, bos kita paling benci, dengan kesombongan, serakah, pembohong dan orang munafik, kerendahan hati dan jujur serta setia itulah aturan bos, kamu tahu saya sudah merasakan tamparan dan tendangan bos, waktu awal bertemu, ucap Pratikno


" Kok bisa, memangnya bos besar pandai bertarung, tanya Murdjani penasaran.


" Kalo cuma 10 orang, bos kita tidak akan berkeringat melawan mereka, maaf kata, dulu saya anggota preman asuhan pak Sumadi, tapi kami di berikan pilihan, mau jadi preman seumur hidup di benci orang, atau jadi Security yang lebih bermartabat, kalau kamu pilih mana pak Murdjani, ? tanya Pratikno


" Jadi Security, hasilnya juga halal, apalagi umur saya sudah 40 tahun, sudah sulit mencari pekerjaan, makanya ketika pak Komandan Besar menerima saya, tak habis saya bersyukur hingga sekarang, gaji juga besar ucap Murdjani


" Baguslah, keberhasilan bapak hari ini pasti akan di perhitungkan oleh bos besar, ucap Pratikno


" Saya hanya menjalankan tugas saya Pak, ucap Murdjani


" Lihat saja rekan kita yang bekerja sama dengan Manajer logistik dan kepala gudang, pasti di pecat, ucap Pratikno


" Harus itu, tapi kamu punya juga nomor telepon direktur kita, tanya Murdjani


" Kami semua yang Tim Awal, memang di berikan nomor seluruh petinggi RPS GROUP COMPANY, sebagai telpon darurat, ucap Pratikno


" Kalian Tim Awal memang hebat, kekompakan dan dedikasi saya salut, ucap Murdjani.


" Terimakasih pujiannya, walaupun kami disebut Tim Elite, bukan berarti kami bebas menggunakan status kami, lihat saja kalo komandan Security kita pulang dari pelatihan, kamu tanya saja apa saja tugas kami selain menjaga aset Nona Muda, ucap Pratikno.


" Keamanan dan kenyamanan keluarga besar Nona Muda ada di puncak kami, tegas Pratikno.


" Berarti gaji kalian besar, tanya Murdjani


" Hahahaha, tidak juga, lebih besar sedikit dari kalian, tapi sebanding tugas dan tanggung jawab kami.

__ADS_1


Kembali ke Ranti


Saat ini Ranti berada di ruang Rapat, dia sedang menginterogasi Manajer Logistik dan Kepala Gudang, jawaban mereka berbelit-belit, hingga akhirnya Ranti emosi dan menunjukkan data-data yang diambil oleh aplikasi Mata Dewa.


" Ampuni kami Nona, tolong jangan laporkan ke polisi, ucap Manajer itu


" Sekarang kamu jujur bicara, kenapa kamu berbuat seperti ini, tanya Ranti


" Pak Franky Purnama, menawarkan bagi hasil dengan kami, jawabnya


" Apa gaji dari perusahaan tidak cukup buat kamu, bentak Ranti


" maafkan Saya Nona Muda, ucap manajer itu


" Bertobat lah di penjara, sudah jelas dalam kontrak bukan, jawab Ranti.


" Kak Elisabeth, buat laporan ke Kepolisian, dengan kasus pencurian dan penyalahgunaan wewenang, cari semua yang terlibat, Perintah Ranti


" Kamu bagian HRD, cari dari karyawan kita, yang punya kemampuan untuk menggantikan posisi 2 orang ini, Perintah Ranti


" Baik Nona muda, Posisi Manajer saya Punya calon, walau masih muda dan seorang wanita, tapi dia sangat Pintar, saat ini dia di posisi staf Admin Marketing, dan untuk kepala gudang bisa kita naikkan wakil kepala Gudang, untuk mengisi posisi kepala Gudang.


" Uji coba 1 bulan, jika mereka berdua bisa membuat gebrakan bagus, segera di angkat, Perintah Ranti


" Baik Nona, ucap HRD


" Maaf Nona, Komandan Besar Pak Sumadi sudah datang dan beliau sudah membawa Polisi, ucap seorang security perempuan.


" Suruh petugas polisi masuk dan pak Sumadi untuk segera masuk, perintah Ranti


" Siap Nona Muda, jawab security perempuan itu.


Akhirnya, Manajer dan kepala gudang, sudah di bawa pihak kepolisian, Elisabeth mengutus bagian Hukum yang mengawal kasus ini.


" Bapak-bapak, jadikan kasus ini pelajaran buat kita, coba kalian tanya berapa gaji Manajer di Surabaya dan bandingkan dengan gaji kalian disini, belum lagi tunjangan dan bonus, Ujar Ranti.


" Sangat jauh Nona Muda di bandingkan dengan perusahaan lain, mereka maksimal sudah dengan tunjangan bisa 35 juta, sedangkan kita di luar tunjangan sudah mencapai 45 juta, maaf Nona Muda, hanya orang serakah yang tidak menghargai gaji yang sudah di berikan perusahaan kita, ucap HRD.


" Makanya tolong jangan berbuat hal- hal yang merugikan diri sendiri, jujur saja, tunjangan kalian itu adalah uang pribadi saya sebagai pemilik perusahaan, saya rela berbagi keuntungan dengan kalian, agar kalian lebih sejahtera, kalau kalian tidak percaya silahkan tanya ke kak Elisabeth dan Manajer Keuangan, berapa besar keuntungan yang dibagikan buat kalian, ucap Ranti


Mereka semua tertunduk, mendengar omongan Ranti yang membagikan sebagian keuntungan buat para Manajer hingga karyawan biasa.


" Terimakasih Nona Muda, anda begitu murah hati, ucap mereka


" Saya sangat kecewa dengan kejadian hari ini, kalau karyawan biasa, saya masih ada toleransi, tapi ini kelas manajer dan kepala gudang, sungguh sedih saya, apalagi saya sendiri yang menangkapnya, apa saya tutup saja pabrik ini, ujar Ranti


" Tolong jangan Nona Muda, kami bersedia di hukum apapun, tapi tolong, jangan tutup pabrik ini, kasihan juga karyawan yang bekerja dengan jujur disini, ucap kepala produksi.


" Jangan buat saya kecewa lagi, ini pertama dan terakhir, apa kalian mengerti.


' Kami mengerti, Nona Muda, jawab mereka serentak


" Kembalilah bekerja, dan tolong lebih semangat lagi, dan lebih Tegas lagi, ucap Ranti tegas namun dengan bahasa dan nada bicara yang sopan.


Mereka langsung keluar dari ruangan rapat, menyusahkan Ranti, Sumadi dan Elisabeth


" Nona Muda, bagaimanapun dengan 2 orang itu, tanya Elisabeth


" Pecat saja, jawab Ranti singkat


" Ini Nona Muda pesanan Anda, ucap Sumadi


" Kami sudah berikan pesanan Pratikno dan Murdjani atau belum, tanya Ranti


" Belum Nona, tapi kok Pratikno minta ditraktir, jawab Sumadi


" Gak apa-apa, kamu tau sendiri dia itu paling muda di antara kalian, jadi wajar saja jika dia seperti itu, toh gak sering-sering, jawab Ranti


" Tapi itu gak sopan Nona Muda, dia selalu begitu tak bisa berubah, tiap nona pesan kentang goreng dan dia dengar pasti malak Nona Muda, ucap Sumadi kesal


" Kamu itu Pak, umurnya dia baru 19 Tahun, hanya beda 3 tahun dari saya, dan yang penting lebih baik dia minta ke saya daripada dia malak sesama anggota, ucap Ranti


" Jangan manjain dia Nona Muda, nanti dewasa anak itu, ucap Sumadi


" Santai saja, kak Elis sibuk gak hari ini, tanya Ranti


" Tidak juga, ada apa Nona, tanya Elis


" Temenin aku makan di Mall Pakuwon, ucap Ranti


' Ais Nona, kirain apa, dasar habis ngamuk kelaparan bos kita pak Sumadi


" Hahahaha, ya sudah Nona Elis silahkan temenin Nona Muda kita, nanti kumat lagi penyakitnya, hahahaha


' Pak Sumadi, sekali ngeledek saya, awas, tidak dapat bonus pribadi dari saya selama 1 tahun, ancam Ranti


" Hehehehe jangan dong Non, si Ismi lagi minta di belikan motor, ucap Sumadi.


" Makanya jangan ngeledek, bilang penyakit ku kumat, ancam Ranti


" Kan memang benar, kalau manjanya Nona kumat, kan saya repot harus ke sekolah manggil Nona Muda Mercy, nah kalau kumat dan maunya tuan muda Darel, bagiamana ceritanya Nona Muda, ucap Sumadi


" Ya sudah biarkan saja, memang saya seperti ini, mau gimana lagi, apa kalian malu punya bos seperti ku, tanya Ranti


" Buat apa malu, Manja itu, manusiawi, dan pertanda kalau Nona Muda, adalah manusia normal, daripada banyak anak orang kaya seumuran Nona Muda, tapi tingkahnya sampe setan pun malas melihatnya, jujur Sumadi.


" Sudah pintar sekarang Pak Sumadi bersilat lidah ya, tapi siapa memberikan pak Sumadi Komandan Besar, tanya Ranti

__ADS_1


" Nona Muda Salma dan Tuan Muda Armando, mereka yang memerintahkan Wawan agar semua anggota menyebut saya Komandan Besar, ucap Sumadi


" Oh begitu, jawab Ranti


__ADS_2