SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Merampok Toko Sembako


__ADS_3

" Kakak Kasir, tolong hitung berapa total makanan kami", ucap Salma.


" Total semuanya 2,5 juta, apa Nona Muda mau bayar pakai Kartu atau Tunai", jawab sang kasir.


" Aku bayar pakai Kartu saja, apa kartu ini berlaku disini", ucap Salma sambil mengeluarkan Kartu VVIP Mall Galaxy.


Keempat orang yang masih berdiri di depan kasir terkejut melihat dompet Hermes Salma yang berisi beragam Kartu.


" Tapi kalau itu tidak berlaku, kakak pilih saja kartu mana yang bisa dipakai untuk membayar makanan kami", ucap Salma yang juga mengeluarkan semua kartunya.


" Nona Muda Salma, semua kartu anda sangat ekslusif, mana mungkin tidak berlaku, sudah masukin Kartunya lagi, kakak pakai mandiri platinum ini saja", jawab kasir itu dengan sangat ramah dan akrab.


" Baik kakak kasir yang cantik", jawab Salma.


" Ia, Nona Muda ku yang juga cantik, oh ia kakak boleh gak minta tolong, siapa tahu Nona Muda Ranti masih butuh karyawan di perusahaannya", ucap Kasir itu.


" Pekerjaan buat siapa Kakak cantik", tanya Salma.


" Buat suami kakak", ucap kasir itu.


" Nanti Salma tanya sama kakakku, kayaknya kakakku masih butuh orang, tapi nanti Salma tanya lagi", ujar Salma.


" Terimakasih Nona Muda", jawab Kasir itu dan mengembalikan kartu Salma.


Setelah Salma berlalu, seseorang mantan teman sekelas Ranti bertanya ke kasir itu.


" Nona, apa kamu mengenal anak kecil itu, kakaknya Ranti adalah mantan sekelas dengan kami, memangnya kamu tidak tahu kalau Ranti itu hanya anak Panti Asuhan", ujar laki-laki itu.


" Kami semua pekerja disini sangat mengenal mereka, dan mereka langganan tetap kami, apalagi Nona Muda Salma, seminggu bisa 3 kali dia makan disini dan perlu kalian tahu, kalian salah menghina Nona Muda Ranti, dia pemilik Mall Galaxy ini", jawab Kasir itu.


Hahahaha hahahah


" Kamu bercanda atau memang kamu yang bodoh hingga bisa-bisa nya kamu di bodohi anak miskin yang tinggal di Panti Asuhan.


" Terserah kalian mau ngomong apa soal saya, tapi sekarang silahkan kalian bayar makanan yang sudah kalian makan", ucap Kasir itu.


" Ini KTP kami, kamu pegang dulu, nanti kami datang lagi mengambilnya dan sekalian membayar makanan kami", ucap Mereka.


" Hahahaha, katanya anak orang kaya, bayar makan saja pakai KTP, apa kalian pikir Restoran ini pegadaian", ejek Ranti.


" Diam kamu anak miskin", hardik seorang dari mantan sekelas Ranti.


" Kamu bilang saya miskin, tapi saya mampu membayar makanan kami, sementara kalian makan bayar pakai KTP, hahahaha hahahaha", balas ejek Ranti.


" Dasar anak miskin, baru pegang uang banyak saja sudah sombong", ujar mereka.


" Baiklah, memang hanya kalian yang pantas berbuat sombong, tapi kenapa makanannya tidak bisa kalian bayar, apa uang bulanannya belum di berikan, jika belum biar saya pinjamkan kepada kalian, dengan syarat kalian cuci piring dan pel lantai selama 1 jam", ucap Ranti.


" Kamu pikir, kamu itu siapa, siapa yang tak kenal dengan keluarga kami", ucap Mereka


" Hahahaha hahahaha, baiklah, bilang sama keluarga kalian, agar segera bayar utang perusahaan kalian di Bank IDB dan Tri Link Finance Indonesia, titip salam saja pada mereka, jika dalam 24 jam mereka tidak menghubungi saya dan menghukum kalian, maka jangan salahkan saya jika Perusahaan kalian jadi milik saya, katakan pada ayah kalian ada Pesan dari Pemilik ke-dua perusahaan itu", ucap Ranti.


" Nona kasir, suruh suami kamu ketemu dengan Leandra, Direktur Mall ini, saya butuh orang untuk mengawasi seluruh kios, agar dia bisa mengeceknya dan melaporkan ke bagian maintenance, suruh dia belajar baik-baik, siapa tahu dia bantu saya di manajemen", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, saya akan kasih tau suami saya", ucap kasir itu sambil meneteskan air mata bahagia.


" Kenapa kamu menangis? tanya Ranti.


" Tidak apa-apa Nona Muda, saya sangat bahagia, karena suami saya akhirnya bisa bekerja lagi, sudah 1 tahun dia menganggur, padahal suami saya seorang sarjana", ucap kasir itu.


" Oh begitu, ya sudah suruh dia bekerja seperti itu dulu, jika dia memang rajin, saya janjikan posisi bagus di Mall Tunjungan Plaza 6, biar dia gantikan posisi Manajer yang 3 bulan lagi akan cuti melahirkan", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, kebetulan suami saya, sarjana manajemen Gedung dan pernah bekerja di salah satu Mall di Jakarta", ucap Kasir itu.


" Baguslah, suruh dia datang besok", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda ", ucap kasir itu.


" Ingat baik-baik, ini karena permintaan adik kesayangan saya, yang katanya kamu sangat baik kepadanya, saat adikku datang makan disini", ucap Ranti.


" Nona Muda Salma dan Tuan Muda Armando juga sangat sopan dan sangat menghargai kami semua yang bekerja disini, apalagi sama Andini, atau sama bos kami sendiri", ucap Kasir itu.


" Terimakasih atas perhatian kalian pada kedua Adikku, percayalah adikku tidak sembarang orang bisa dekat dengan mereka berdua, bukan karena mereka Nona dan Tuan Muda, tapi mereka lebih suka yang tulus melayani mereka", ucap Ranti.


" Wah sangat beruntung restoran saya di kunjungi oleh seluruh kakak beradik pemilik Mall", ucap Nona Kertajaya basa-basi, yang menghampiri Ranti bersama dengan Andini.


" Hahahaha, biasa Nona Anna, kamu tau sendiri adik saya kalau ke Mall ini, pasti sebelum pulang dia akan mampir merepotkan seluruh karyawanmu, apalagi jika Andini masuk kerja", ucap Ranti.


" Hahahaha, tidak masalah Nona Muda, Tuan muda Armando dan Nona Muda Salma sudah kami anggap pelanggan VVIP + keponakan kami semuanya", ucap para karyawan yang serentak angkat bicara.

__ADS_1


" Terimakasih, sudah memberikan pelayanan terbaik buat kedua adikku, ucap Ranti sambil menundukkan kepala menghormati para pelayan, dan diikuti seluruh saudaranya.


Para pelanggan yang hadir merasa tersentuh dengan sikap Ranti dan seluruh saudaranya, yang dengan tulus menundukkan kepalanya untuk menghormati para pelayan.


" Astaga, dia adalah pemilik Mall ini dan Sekolah Bintang Timur", ucap Seorang pelanggan.


" Kamu tau darimana? tanya temannya.


" Anak Perempuan saya sekelas dengan anak laki-laki itu", ucap Wanita dewasa itu sambil menunjuk Armando.


" Halo bibi, apa Milkha baik-baik saja? tanya Armando tiba-tiba yang memang mengenal ibu dari teman sekelasnya.


" Milkha, baik-baik saja, dia hanya lagi ke toilet di antar sama pengasuhnya", ucap ibu itu.


" Semoga nanti bisa sekelas lagi dengan Milkha", ucap Armando.


" Semoga Nak Armando, ucap wanita dengan sopan.


" Siapa itu dek? tanya Rindu.


" Itu ibunya Milkha, teman sekelas Armando, kami berteman baik, juga sama Sinyo dan Anggi serta Ray", ucap Armando.


" Maaf Tante", Ucap Rindu.


" Tidak apa-apa dek, ibu hanya kenal nak Armando dan juga nak Salma serta pengasuh mereka mba Yati, kami berdua selalu ngobrol saat menunggu Putri saya pulang sekolah", ucap ibu itu sopan.


" Hei Arman, kamu kesini pasti temenin adik Salma ya", ucap Milkha.


" Nggak juga, aku datang sama seluruh kakakku, terus kamu sudah siap besok kita masuk sekolah lagi", ucap Armando.


" Sudah dong, 3 hari lalu aku jalan - jalan sama Sinyo, Anggi dan Ray, kan sudah kami kirim foto kami jalan-jalan", ucap Milkha akrab.


" Hehehehe aku lupa", ucap Armando dengan santai.


" Dasar kamu, terus kapan kita kita jalan-jalan lagi", tanya Milkha.


" Kita lihat saja nanti", ucap Armando.


" Halo adik Milkha, kok sudah gak kerumah kakak lagi", mana teman kalian yang lain", ucap Ranti.


" Kamu hari ini tidak janjian kak, Milkha jalan sama ibu, juga sama teman ibuku", jawab Milkha.


" Oh ya sudah, apa Milkha sudah makan atau belum? tanya Ranti.


" Halo Bu, Milkha beberapa kali main kerumah kami, jadi saya masih ingat", ucap Ranti.


" Ia Nona Muda, tapi dia diantar supir kantor kami", jawab ibunya Milkha.


" Ya sudah, kami permisi dulu ", ucap Ranti.


Selesai berbicara dengan ibunya Milkha, Ranti pamit untuk pulang.


" Nona kasir, berapa total pesanan meja ibu itu? tanya Ranti.


" 500 ribu Nona Muda", jawab kasir itu.


" Baiklah, ambil ini dan bayarkan pesanan mereka, sisanya buat kamu saja", ucap Ranti sambil memberi uang 5 juta.


Mantan sekelas dengan Ranti masih berdiam direstoran seafood milik Anna Kertajaya.


Ranti mengirim pesan kepada Anna, agar melepaskan keempat anak sombong itu, sambil mengirim uang untuk membayar tagihan keempat anak sombong itu.


" Milkha, kamu akrab dengan yang namanya Armando itu", tanya teman ibunya.


" Kami di kelas ada 5 yang berteman baik, termasuk Armando, walau dia salah satu pemilik sekolah Bintang Timur, tapi dia tidak semena-mena, hanya dia memang pendiam, kecuali sama kami", ucap Milkha menjawab pertanyaan teman ibunya.


" Bagus itu, Rieke, apa perusahaan kalian juga bekerjasama dengan perusahan gadis itu? lanjut temannya bertanya ke ibunya Milkha.


" Ia kami saat ini dapat proyek besar karena rekomendasi Nak Armando temannya Milkha.


" Proyek apa itu? tanya dia lagi.


" Mega Proyek Kota Terpadu dan Treasure Island, kami dapat bagian memasang seluruh kabel listrik dan pipa air bersih di kedua proyek itu", ucap ibunya Milkha.


" Apa hubungannya si Armando dengan Pribadi yang merupakan Pimpro disana


" Pribadi itu hanya Pimpro dan memang sangat di percaya oleh pemilik Proyek tersebut, dan pemilik Proyek itu, adalah Nona Muda Ranti, kakaknya Armando, yang tadi barusan ngobrol dengan Milkha", jawab ibunya Milkha.


" Astaga, dia masih sangat muda kelihatannya", ucap teman ibunya Milkha.

__ADS_1


" Tepatnya baru berumur 18 tahun", jawab ibunya Milkha.


" Apa ! 18 tahun ! jangan bercanda kamu, ucap Teman ibunya Milkha tidak percaya.


" Ya sudah kalau tidak percaya", pungkas ibunya Milkha dan beranjak dari tempatnya dan menuju ke kasir.


" Maaf nyonya, tadi Nona Muda Ranti sudah membayar semua pesanan anda", jawab kasir itu.


" Baiklah terimakasih ya", ucap Ibunya Milkha.


Sementara dirumah Ranti, mereka juga baru saja tiba, dan seperti biasa Bu Likha akan menyambut mereka dengan ucapan yang sama sejak 3 tahun lalu, " Selamat Datang Kembali Nona Muda Dan Tuan Muda.


Namun saat mereka hendak masuk ke dalam rumah, handphone Ranti berdering, dan ternyata dari Pak Ryan.


" Ada apa pak, kenapa suara anda tergesa-gesa", tanya Ranti.


" Maaf Nona Muda, untuk sementara saya belum bisa menyuplai makanan, toko saya di bakar orang, dan saat ini semuanya habis terbakar hingga mobil box semuanya, jadi mungkin saya tidak bisa menyuplai kebutuhan makanan Nona Muda dan Panti serta Panti Jompo, untuk 3 bulan kedepan", ucap Pak Ryan.


" Tidak masalah, tapi sudah seharusnya Pak Ryan cari tempat yang lebih besar lagi", ucap Ranti.


" Benar Nona Muda, tapi masalahnya, saya bingung, toko saya di bakar dengan sengaja, dari rekaman CCTV di sambungkan ke rumah saya menunjukkan adanya beberapa orang yang datang dan membakarnya", ucap Pak Ryan.


" Sudahlah jangan di pikirin, mungkin itu orang yang berbisnis sama dengan pak Ryan, jadi biarkan saja, nanti polisi saja yang mengurusnya, sedangkan pak Ryan fokus membangun toko lagi, nanti saya tanya orangku apa ada Ruko di sekitar situ", ucap Ranti.


" Kalau disini ada Nona Muda, memang saya berencana mau membelinya, apalagi dia mau jual semua Rukonya yang ada 4 unit gandeng", ucap Pak Ryan.


" Itu bagus, berapa harga yang dia minta? tanya Ranti.


" Pemilik itu minta 15 milyar", ucap Pak Ryan.


" Beli saja, murah itu, apalagi 4 ruko gandeng", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda, tapi maaf karena saya belum bisa menyuplai bahan makanannya", ucap Pak Ryan.


" Tidak apa-apa, tapi usahakan secepatnya, kasihan juga mereka di panti asuhan dan panti jompo", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda, saya akan berusaha untuk segera menyelesaikannya dan membuka kembali usaha saya", ucap pak Ryan.


" Semangat Pak, saya bantu bapak, sudah transfer 25 Milyar, segera bayar ruko itu dan segera renovasi", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda", ucap Pak Ryan dan langsung mengecek rekeningnya.


Selesai dengan pak Ryan, mereka kakak beradik masuk dalam rumah dan langsung ke kamar masing-masing untuk mandi, kecuali Salma dan Armando, yang sudah pasti merepotkan Ranti dan Rindu.


Namun ternyata bukan hanya Armando dan Salma yang merepotkan kedua kakaknya, Mercy dan Friska juga merepotkan Vanya dan minta di mandikan kayak anak kecil.


" Oh ya ampun kalian ini, sudah kuliah, masih saja minta kakak mandikan kalian, di saat yang sama Darel masuk kamar Vanya dan mendengar canda tawa di kamar mandi yang tidak terkunci, Darel hanya bisa menggelengkan kepalanya.


" Katanya Salma dan Armando manja, terus kalian berdua ini apa, sudah mau umur 20 tahun saja masih di mandikan kak Vanya", ucap Darel.


" Hahahaha, kalau pengen di mandikan juga bilang kak, mumpung kak Vanya ada dirumah jadi kami mau bermanja-manja dulu sebelum kalian kembali ke Jakarta", ucap Mercy yang tak malu lagi telanjang bulat.


" Ya sudah cepat mandinya, nanti makanan makan malam kita keburu dingin", ucap Darel sambil berlalu.


" Kalian ini, sama kakak kalian seperti itu, tidak berubah kalian dari dulu, untung kak Darel kalian sangat sabar dan menyayangi kalian semua", ucap Vanya.


" Kasihan juga dengan kakak laki-laki kita itu, dia terlalu banyak berkorban demi kita, untung saja dia dapat pasangan seperti kak Sonia yang sangat baik hati dan mengerti dengan sikap kita terhadap kak Darel.


Selesai mereka membersihkan diri, dan lanjut makan malam, Ranti juga memberitahukan kepada Bu Likha soal pak Ryan yang belum bisa mengirim stok bahan makanan.


Mereka semua masuk kamar dan istirahat, karena besok pagi, mereka akan mengantar Salma dan Armando masuk sekolah setelah liburan, mereka juga akan menunggu Ketty di sekolah, karena jam sekolah TK di mulai jam 8 pagi.


Di tempat berbeda terdapat 4 keluarga yang sejak anak-anak mereka memberitahukan peristiwa di mall Galaxy, keempat keluarga itu berkumpul untuk mencari solusinya, bagaimana tidak perusahaan gabungan mereka akan langsung bangkrut jika, mereka harus segera membayar tunggakan hutang mereka yang sudah beberapa kali di jadwal ulang, kepada pihak Bank IDB dan Tri Link Finance Indonesia.


Ke empat orang mantan teman sekelas SMP Ranti sudah sangat kebingungan, mereka tidak tahu harus berbuat apa, apalagi orangtua mereka sudah menghajar mereka habis-habisan, di tambah lagi mobil yang baru di beli sudah hancur.


" Tuan, yang membakar Toko Sembako Pak Ryan adalah perintah dari seseorang yang kalah bersaing dengan Tuan Ryan, lokasinya hanya berbeda beberapa blok dari lokasi kebakaran itu", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Baiklah, jawab Ranti.


Tanpa pikir panjang Ranti langsung melesat ke lokasi si dalang yang membakar Toko Sembako Pak Ryan.


Hanya butuh beberapa 3 menit dia sudah berada di dalam toko sembako itu, dan memblokir suara, agar tidak terdengar dari luar Toko.


Dengan lincah Ranti segera mengambil seluruh barang yang berada dari dalem toko itu, laci kasir juga di periksa dan mengambil berapapun yang ada.


Setelah isi Toko itu kosong, Ranti berpindah menuju ke gudang penyimpanan barang, yang lokasinya tak jauh dari Toko itu.


Dan tanpa rasa bersalah Ranti langsung mengambil semuanya tanpa di sisakan, kemudian Ranti keluar dan merusak ketiga mobil box.

__ADS_1


Puas dengan itu, Ranti menuju rumah dalang itu, dan langsung menuju ke brankas uang milik dalang dan langsung mengambil seluruh uang yang ada, hingga kosong.


Selesai beraksi, Ranti langsung pulang dan istirahat.


__ADS_2