SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Meeting yang seru


__ADS_3

Waktu sudah menunjukkan jam sebelas malam, akhirnya mereka istirahat, Sasha dan Regina sudah kembali ke tempat masing-masing.


Pagi hari sekitar jam 8, Sasha dan Regina sudah berada di apartemen milik Ranti, mereka sudah berdandan seperti wanita profesional, namun saat ini mereka berdua sedang membantu membuatkan sarapan untuk majikannya.


Di apartemen itu memang tidak ada Pembantu, bersih - bersih biasanya menggunakan jasa kebersihan, itulah tugas Sasha selama ini, mengontrol tukang bersih-bersih, Vanya kalau makan biasanya masak sendiri atau beli diluar, kadang Sasha membawakannya sarapan dari warung ibunya.


Dengan harta melebihi 4 Triliun, tidak membuat Sasha jadi sombong, dia mengganti mobilnya dengan Mercedes GLE - Class, seharga 3 milyar, sedangkan mobil Toyota Raize dia berikan ke Abangnya, Sasha juga membeli mobil buat ayahnya, sedangkan adiknya dia belikan motor ninja ZX 25R.


Regina sendiri setiap dapat uang dari Ranti, dia selalu tabung, dia sendiri hanya memiliki motor Ninja juga, tapi kemarin setelah dapat uang 2 triliun lebih, akhirnya dia memutuskan membeli mobil yang sama dengan Sasha, dia juga berencana membelikan mobil yang sama buat ayah tirinya, kenapa Regina begitu sayang dengan ayah tirinya, karena ayah tirinya memang sangat baik merawatnya dari kecil, hingga ibunya meninggal ayah tirinya selalu memperlakukan Regina dengan penuh kasih sayang.


Sarapan pagi sederhana mereka nikmati bersama dengan penuh semangat.


Ranti memang tidak pernah memilih makanan, kecuali Pete dan Jengkol, selain itu semua di makannya, semua petinggi Perusahaannya sudah diinformasikan oleh Rendi agar jangan ada Pete dan Jengkol saat mereka ingin makan bersama dengan Ranti, bukan tidak suka, tapi Ranti alergi dengan dua makanan itu, Ranti sendiri mengakui Pete dan Jengkol sangat enak tapi karena alergi, hingga dia tidak lagi memakannya.


Waktu sudah menunjukkan jam 9 pagi, akhirnya membuat mereka berangkat menuju Mall Cempaka.


Sementara di Mall Cempaka sendiri para petinggi sudah bersiap, restoran yang biasa Ranti datangi juga sudah sibuk membuat masakan pesanan dari Bayu, bahkan Maryana sendiri yang mengawasinya, bukan karena curiga, tapi pemilik restoran meminta agar Maryana membantu mengawasi Pelayan restoran.


Yoga sendiri sudah di beritahukan akan perpindahan tugasnya ke Singapura, begitu juga Bayu yang sudah di beritahukan akan kenaikan pangkatnya menjadi Direktur Utama, kejujuran dan dedikasinya sudah sangat pantas di usianya yang ke 47 tahun mendapatkan pangkat yang tinggi, dialah pegawai pertama yang bisa menduduki posisi Direktur Utama, yang biasanya diisi oleh orang kiriman dari pemilik saham.


Ranti tiba pas Jam 10, semua Security sudah berjaga di pintu utama, setelah turun dari mobil milik Vanya, kini mereka berjalan menuju lift khusus para petinggi Mall dan menuju ke lantai atas.


Karena masih jam 10 jadi suasana Mall belum terlalu ramai dan cenderung sepi.


Para pelayan restoran sudah menata menu di ruang Rapat, walau nanti makan siang akan di adakan di restoran, menu makanan kecil itu di luar menu yang di jual oleh Restoran.


Salma dan Mora, masuk ke ruangan khusus, mereka disediakan cemilan dan minuman, mereka di jaga oleh Yati dan juga Security di depan pintu ruangan itu.


Diruang rapat, Ranti duduk berdampingan dengan Vanya, serta kiri kanannya, duduk Yoga dan Bayu Krisna.


Terlihat wajah-wajah gugup dari petinggi Mall Cempaka itu, jabatan paling rendah yang ikut rapat adalah supervisor masing-masing divisi.


" Selamat Pagi Rekan-rekan semuanya, kita di minta berkumpul oleh Pemilik tempat kita bekerja, untuk membicarakan beberapa hal penting, jadi tolong semuanya fokus, namun jangan tegang", ujar Yoga membuka pembicaraan.


" Maaf Nona Muda dan pak Direktur, jujur saya kaget, tapi jika dalam rapat kita kali ini demi kemajuan Mall kita maka kami sangat bahagia", ujar salah satu Manajer Mall.


" Selamat pagi Bapak - Bapak dan rekan-rekan semua, sebelum lanjut, saya minta silahkan makan dan minum yang ada di depan kita semua, kita bicara santai saja, ujar Ranti mencoba mencairkan suasana gugup para bawahannya.


" Maaf Nona Muda, kami segan makan dan minum saat rapat, ucap seorang manajer.


" Sudahlah, jangan terlalu kaku, jika kita terlalu kaku pasti kita tidak akan maju, kita tetap serius tapi santai", ujar Ranti.


" Baiklah Nona Muda, mohon maaf saya duluan minum kopinya", ucap Manajer HRD yang terkenal paling koplak namun tegas bagi yang kerjanya main-main.


" Hahahaha ternyata Manajer HRD kita belum sarapan dari rumah, ujar Ranti, sambil tertawa lepas, hingga membuat bawahannya semakin senang melihat bos mereka yang ternyata sangat ramah.


" Sekarang semua sudah nyaman, saatnya saya memberitahukan, bahwa mulai awal bulan depan, kita akan merotasi pemimpin di Mall kita ini, karena Pak Yoga Setiadi, akan saya tugaskan ke perusahaan saya di Singapura, jadi Pak Yoga Setiadi, akan tinggal disana selama bertugas, dan yang akan menggantikan posisi Pak Yoga adalah Pak Bayu Krisna, ujar Ranti.


" Selamat buat pak Direktur Yoga Setiadi, dan juga selamat buat Pak Bayu Krisna, maaf anda karyawan pertama yang mencapai Posisi Direktur, sudah sangat tepat Nona Muda menunjuk senior kami", ujar Manajer keuangan.


" Apakah ada yang ingin kalian sampaikan terkait dengan pengangkatan Pak Bayu Krisna sebagai Direktur Utama", tanya Ranti.


" Nona Muda, kalau mungkin orang dari luar, maka kami akan banyak bertanya, tapi karena Pak Bayu adalah senior kami, guru kami, dan juga teman kami, maka saya pribadi sangat bahagia, saya bekerja sudah 8 tahun di bawa kepemimpinan Pak Bayu, dan saya banyak belajar sarinya, hanya orang bodoh yang menolak Pak Bayu menjadi pemimpin kita, ujar Manajer HRD.


Antusias dari para Manajer dan direktur lainnya, membuat suasana rapat menjadikan nyaman, sambil menikmati hidangan mereka semua tertawa dengan senang.

__ADS_1


" Saat nya kalian memutuskan siapa yang menggantikan posisi pak Bayu, dan saya harap saat akhir bulan, kalian sudah mendapatkan orang yang pantas untuk mengisi posisi yang di tinggalkan Pak Bayu.


" Baik Nona Muda, kami akan memilih dari teman-teman yang ada disini, ujar mereka.


" Harus dari antara kalian, oleh karena itu saya minta, siapapun orang yang kalian pilih, kalian juga ikut bertanggungjawab dalam membantunya, kalian tahu sendiri Posisi yang selama ini dipegang oleh Pak Bayu adalah Posisi paling sulit, karena harus mengerti gedung dan juga menghadapi para tenant yang bebal", ujar Ranti


" Kami semua siap memilih dan siap dipilih, apapun tugasnya kami bersedia mengerjakan dengan penuh tanggung jawab, ujar seorang manajer logistik.


Setelah semua sepakat, akhirnya acara rapat di tutup dengan acara makan siang, pak Bayu mengirim pesan ke Istrinya agar segera mempersiapkan hidangannya karena 15 menit lagi acara rapat selesai.


" Bagaimana Pak Bayu Krisna, apakah anda siap dengan tugas besar ini, tanya Ranti.


" Dengan dukungan semua teman-teman, saya siap lahir batin Nona Muda, dan terimakasih sudah memberikan saya kesempatan yang besar ini, dan terimakasih Pak Direktur Utama dan selamat bertugas di tempat yang baru, juga buat rekan-rekan semua, mari kita bekerjasama demi ladang kita ini, jika ladang kita sukses, pasti kita juga yang akan menikmatinya, bukan orang lain", ujar Pak Bayu Krisna.


Tak berapa lama mereka sudah berada di restoran, Maryana menyambut kedatangan Ranti dan Vanya serta sudah tentu keponakan kecilnya.


"Bibi cantik, apa kabar ", tanya Salma


" Bibi sehat dan bahagia, apalagi hari ini melihat Nona Salma", ujar Maryana dengan tulus.


" Bibi sekarang jadi ibu Direktur Utama, Paman Bayu sudah diangkat Kakakku menggantikan Om Yoga yang akan ke Singapura ", bisik Salma ke Maryana.


Maryana terkejut mendengar bisikan Salma, tapi dia tidak mau terlihat kaget dan senang jadi dia hanya berpura-pura bingung saja.


" Oh memangnya sekarang Pamanmu sudah hebat ya", ucap santai Maryana.


" Hebatlah, sekarang Paman sudah jadi bos besar di Mall Cempaka dan seluruh kompleks ini, jadi bibi tambah kesepian dech", ucap Salma.


Hahahaha.... hahahaha


Omongan Salma yang lucu kepada Maryana di sambut gelak tawa dari seluruh petinggi Mall Cempaka, bahkan Ranti sendiri ikut tertawa.


" Maafkan Salma bibi cantik, tapi benar, Paman Bayu sekarang adalah Direktur Utama dari seluruh kompleks Mall Cempaka.


" Bu Maryana, jangan bingung, ucapan Salma adalah benar, mulai bulan depan, Pak Bayu resmi menggantikan Pak Yoga Setiadi, yang aku pindahkan ke perusahaan saya di Singapura, jadi mohon ibu membantu Pak Yoga di kemudian hari", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, saya pasti akan membantu suami saya, tapi apakah saya masih boleh bebas berkeliling di Mall Cempaka ini seperti biasa, tanya Maryana.


" Silahkan saja, justru laporan yang saya terima, banyak sekali tenant yang memuji kehadiran ibu, mereka bisa mengeluh dan ibu cepat meresponnya, saya sangat berterimakasih dengan niat baik ibu, jadi silahkan saja ibu lakukan seperti biasa, nanti saya suruh orang buatkan tempat khusus buat ibu, agar ibu bisa istirahat kalau capek berkeliling", ujar Ranti.


" Tidak usah Nona Muda, rumah kami dekat dari sini, jadi tenang saja, kalau saya capek berkeliling saya pasti Duduk di restoran ini, atau pulang sebentar, ucap Maryana.


" Sebagai ucapan terimakasih saya, maka saya hadiahkan 1 unit mobil Mercedes Benz GLE - Class buat ibu, ini surat-suratnya dan kunci mobil serta hadiah uang Tunai 10 milyar, kalau kemarin mereka semua sudah kebagian, jadi ibu jangan sungkan menerimanya atau Salma akan sedih", ujar Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, Nona Salma juga terimakasih, ucap Maryana.


" Sama-sama Bibi, kasih orang saja mobil bibi yang sudah tua itu, atau sumbangkan ke Panti Asuhan saja buat mobil operasional mereka, ucap Salma.


" Bibi akan berikan ke kepala Panti dekat rumah Bibi, kasihan juga mereka, bibi juga akan menyumbang buat mereka, ucap Maryana.


" Bu Maryana, berapa banyak anak Panti Asuhan di situ, tanya Ranti.


" Sekitar 100 orang, mereka jarang dapat bantuan, dan Mall kita ini selalu berdonasi kepada mereka, sejak Pak Yoga Setiadi yang jadi Direktur Utama, makanya mereka agak lebih baik, ucap Maryana.


" Hubungi pihak Panti Asuhan itu, setelah makan siang saya mau berkunjung kesana", ucap Ranti.

__ADS_1


" Baik Nona Muda, saya akan hubungi sekarang juga.


" Bapak-bapak dan ibu-ibu semuanya, karena saya masih sekolah, saat ini saya masih SMU kelas 3, jadi segala sesuatu akan di urus oleh kakak saya Vanya, dan mereka berdua Sasha dan Regina yang akan datang rutin mengambil hard copy dan kalian wajib menyerahkan laporan setiap pagi jam 10, maksimal sebelum makan Siang", perintah Ranti tegas.


" Baik Nona, saya dari bagian keuangan, sudah mentransfer pendapatan bulan ini ke rekening Nona Muda, dan laporannya sudah saya email ke alamat Nona Muda, ujar Direktur keuangan.


" Nanti saya cek, dan saya meminta bagi para istri atau suami dari Manajer yang tidak bekerja, silahkan membantu ibu Direktur Utama berkeliling di mall kita ini, tidak usah lama-lama cukup 2 jam saja, dan saya akan memberikan insentif yang cukup, daripada kita menggunakan orang lain, ucap Ranti.


" Kami setuju dengan permintaan Nona Muda, ucap mereka.


" Direktur keuangan, kedepannya sebelum mentransfer pendapatan kesaya, tolong bayarkan insentif buat mereka semua, ujar Ranti.


" Baik Nona Muda, tinggal nanti besarannya berapa, saya tunggu dari Nona Muda.


" hitung semua jumlah mereka yang bersedia meluangkan waktunya, setelah itu kamu email ke saya nama-nama mereka, kecuali Bu Maryana, yang tugas nya berbeda dari ibu-ibu yang lain, ucap Ranti.


Acara makan siang sudah selesai, para petinggi sudah kembali bekerja, termasuk Vanya beserta Sasha dan Regina, Ranti menunggu mereka di restoran bersama Salma, Armando, Mora dan Maryana juga Yati.


" Kak, aku, kak Armando dan Mora mau jalan-jalan dengan kak Yati, boleh gak?", tanya Salma.


" Boleh sayang, tapi jangan lari-lari, belikan pakaian untuk Mora dan adiknya, ucap Ranti.


" Terimakasih kak, ucap Salma.


" Armando jaga Salma baik-baik ya, ujar Ranti.


" Ia kak, tapi apa boleh aku beli kaset PS 5 dan jam tangan buat temanku? tanya Armando.


" Tumben kamu mau belikan barang buat temanmu itu, ujar Ranti.


" Jam tangan dia sudah rusak, makanya Armando kasihan melihatnya, jadi Armando mau belikan saja, apalagi ayahnya barusan di pecat dari tempatnya bekerja, ucap Armando.


" Bukannya ayahnya Manajer di Bank, kenapa katanya di Pecat", tanya Ranti.


" Ayahnya di tuduh korupsi, tapi sudah terbukti kalau ayah temanku tidak bersalah, tapi tetap saja kantor itu tidak mau ayah temanku kembali bekerja, ujar Armando.


" Ya sudah, kalian hati-hati, kalau ada apa-apa telpon kakak segera, ujar Ranti.


Setelah kepergian para Salma dan Armando, kini tinggal Ranti dan Maryana yang berada di restoran itu.


Ranti sudah mengatakan kepada pemilik restoran agar menerima pengunjung saja.


" Nona Muda, sekali lagi terimakasih atas kepercayaan anda kepada suami saya, jujur saja sebagai istri saya sangat senang dan bahagia, beruntung saya bertemu dengan Nona Salma, hingga saya bisa merubah perilaku saya, dan ternyata bertubi - tubi berkat buat saya dan keluarga, Ucap Maryana.


" Itu karena ibu sejatinya bukan orang Sombong atau orang jahat, jujur saja, sangat jarang melihat pekerja keras seperti Pak Bayu, jadi apa salahnya memberikan dia kesempatan, apalagi ibu juga sudah berubah, bahkan banyak sekali membantu perkembangan Mall Cempaka ini, ujar Ranti.


" Awalnya saya kasihan dengan suami saya, harus berkeliling Mall, membuat laporan, menanggapi komplain hingga hal-hal kecil di tanganinya, saya sebagai istri yang sangat menyayanginya, apa salahnya saya membantu suami saya, toh anak-anak kami semua sudah besar dan sudah Mandiri, mereka juga menyarankan agar saya kesini saja buat hiburan, ujar Maryana.


" Sudah saatnya ibu menjalankan tugas sebagai istri direktur utama, jadi saya hanya berharap ibu mau mendukung pak Bayu, dan tolong jangan kecewakan Salma yang sangat menyayangi ibu, dia yang meminta saya membelikan ibu mobil, alasannya mobil ibu sudah tua dan jelek", ujar Ranti.


" Namanya hanya mengandalkan gaji Suami, tapi saya bersyukur walaupun gaji suami saya hanya pas - Pasan tapi halal dan juga anak-anak kami bisa sekolah dan berkuliah di tempat yang terbaik", ujar Bu Maryana.


" Rawat baik-baik mobil itu, dan gunakan uang yang saya berikan dengan Bijak, anggaplah itu uang pensiun ibu, ujar Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, tapi barusan suami saya katakan dapat uang banyak dari Nona Muda, apakah itu benar Nona?" tanya Maryana.

__ADS_1


" Ia itu benar, apakah pak Bayu sudah membaginya buat ibu", tanya Ranti.


" Sudah dia meminta saya menyimpan 2 triliun untuk jaga-jaga di kemudian hari, kami juga sudah membeli 3 rumah untuk ketiga anak kami, dan Minggu depan mau direnovasi, nah rencananya saya mau beli mobil, ternyata malah saya di berikan mobil oleh Nona Muda", ucap Maryana.


__ADS_2