
Di Pesawat mereka begitu menikmati perjalanannya, namun di Indonesia lebih di hebohkan saat foto Salma dan Armando berswafoto dengan latar belakang kedua Pesawat itu, dengan caption " Otw Indonesia with new ". Lebih dari 5 foto yang di upload Salma semuanya mendapatkan respon yang luar biasa.
Seketika wajah Salma dan Armando yang tertutup topi Gucci itu menjadi trending di media Indonesia.
" Siapa kedua anak yang beruntung itu, sebuah komentar disalah satu foto unggahan Salma yang sedang naik tangga pesawat Bombardir Global itu.
Dalam sekejap Instagram Salma menjadi ramai terlihat yang menyukai foto nya sebanyak 2 juta orang.
Salma yang melihat komentar yang begitu banyak, membuat dia hanya tersenyum sendiri.
" Dek, coba kamu lihat ini, unggahan kamu sudah membuat se-Indonesia geger", ujar Vanya
" Hehehehe, kan geger bukan karena Salma unggah foto yang tidak sopan atau melanggar hukum", ujar Salma.
" Ia sayang, untung saja wajahmu dan Armando tidak jelas karena topi, coba kalau jelas, pasti kamu akan kerepotan", ujar Vanya sambil memeluk Salma.
" hehehehe, lain kali Salma tidak akan seperti itu lagi", ujarnya
" Bukan tidak boleh, asal jangan terlalu menampakkan kekayaan kita saja", ujar Mercy menyambung obrolan Salma dan Vanya.
Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang, akhirnya mereka tiba di Bandara Internasional Dubai, kedua pesawat mewah itu hanya berselang 30 menit jeda kedua pesawat itu untuk mendarat.
Tiba di Dubai, mereka hanya bertujuan untuk ke Burj Khalifa, namun tidak semuanya ikut kesana, karena capek.
Alhasil hanya Ranti dan para bocah bersama Dewi dan Yati, yang berangkat kesana.
Betapa senangnya hati Velove dan Vexia, melihat gedung impiannya di depan mata, mimpi mereka menjadi kenyataan, apalagi saat ini mereka telah berada di kawasan Gedung tertinggi di dunia itu.
Saking semangatnya, entah berapa banyak memori handphone yang mereka gunakan untuk mengambil foto, Salma juga demikian, Salma mengunggah foto nya dengan caption " the second Time", Salma mengedit sebentar fotonya saat pertama datang, itu juga transit waktu dari Los Angeles USA.
Sejam mereka berkeliling Burj Khalifa, kemudian mereka kembali ke Bandara.
" Apa kalian berdua sudah senang?", tanya Ranti, ke Velove dan Vexia.
" Sangat senang, walau hanya sebentar tapi kami sudah cukup puas", Ucap Velove.
" Suatu saat kita akan liburan ke sini", ujar Ranti
" Terimakasih kak,sudah membawa kami kesini, ucap Vexia.
" Sama-sama, belajar yang Pintar agar Ayah dan Bunda kalian makin bangga dan sayang dengan kalian berdua", ujar Ranti.
" Pasti kak, jawab mereka kompak.
Mobil yang mereka tumpangi akhirnya tiba di bandara, mereka segera menuju ke ruangan VVIP, Velove dan Vexia disambut Suratmi dengan senyuman bahagia, saat melihat kedua putrinya juga tersenyum.
" Gimana jalan-jalan nya, apa sudah puas melihat gedung yang sering kalian impikan?" tanya Suratmi.
" Kalau puas belum, tapi saat ini sudah cukup puas, minimal sudah bisa melihat langsung", ujar Velove Jujur.
" Ya sudah, bunda janji liburan naik kelas tahun ini, jika kalian dapat ranking 1, bunda ajak kalian kesini", ujar Suratmi.
" Terimakasih Bunda, kami pasti bisa ranking 1, pegang janji bunda dan kami juga akan berusaha", ujar Vexia
Hahahaha hahahaha
" Paman akan kasih uang jajan jika kalian berhasil ranking 1", ujar Adriansyah, menyemangati kedua gadis itu.
Obrolan mereka terpotong saat petugas memanggil mereka untuk segera menaiki pesawat nya.
__ADS_1
Namun sekarang formasi manifes penumpang berubah, Bombardir Global akan mampir Jakarta saja, jadi Velove dan Vexia bertukar dengan Nindya, karena Nindya dsn di kembar akan ke Surabaya dulu.
Perjalanan kali ini, Ranti mendapatkan keuntungan yang lumayan besar, di Perancis dia berhasil menguras 285 milyar euro, setelah dibagi-bagi Ranti masih memiliki 250 miliar Euro.
" Hahahaha, cukup untuk membangun kedua Panti asuhan milikku dan menambah modal untuk 2 Mega Proyek milikku.
Kedua pesawat Mewah itu, kini kembali menjelajahi angkasa, tujuannya adalah, satu ke Jakarta dan satu lagi ke Juanda Surabaya.
Di Indonesia sendiri, seluruh sahabat Ranti tengah berbahagia karena mendapat hadiah uang dari Ranti.
Para Petinggi perusahaan miliknya juga mengalami hal yang sama, Tim Kerja di Cirebon apalagi.
Keluarga Pak Adam, Pak Haryo dan Juga Niko dan Seruni juga Bu Widya, menjadi orang terkaya se Cirebon yang tanpa memiliki usaha.
Mobil- mobil mereka adalah keluaran terbaru, mereka juga sudah membeli rumah di kawasan Wahidin, Namun mereka belum tahu jika Wahidin Superblok adalah milik Ranti seluruhnya.
Dulu tetangga pak Adam yang mencela kini justru minta tolong bekerja di peternakan, tapi Adam tidak menggubrisnya, bukan dendam tapi memang tidak bisa menampung orang yang tidak punya kemampuan.
Beberapa warga sempat ikut bekerja, tapi di pecat karena karakter yang buruk, dan juga suka hati datang bekerja, hingga saat ini hanya 2 keluarga yang bertahan, mereka bagian pemotong rumput segar dan perawatan rumput, gaji mereka saja 3,5 juta, belum bonus tahunan dan hari raya.
Tim Cirebon juga beternak beberapa ekor untuk mereka gunakan saat hari raya atau saat mereka ingin menikmati daging sapi atau kambing, mereka sudah ijin ke Ranti dan di persilahkan, selama tidak mengganggu, akhirnya mereka beternak dan setiap bulan mereka memotong sapi dan kambing untuk mereka bagi setiap karyawan.
Ranti tidak mempersoalkan hal Seperti itu, dan terbukti, semua karyawan tidak ada yang pemalas, atau absen kerja sesuka hati, mereka dengan rajin bekerja, gaji UMR Cirebon hanya 2,5 juta, tapi Ranti berani membayar mereka 3,5 juta dan setiap tanggal merah mereka akan di hitung lembur.
Siapa yang mau bermalas-malasan, jika gaji seperti ini, apalagi jika dapat bonus dadakan, seperti saat ini mereka tengah berbahagia mendapatkan bonus lumayan besar
Tahun ini seluruh karyawan di seluruh Perusahaannya di berikan bonus 5 ribu euro atau setara 75 juta lebih, otomatis setiap karyawan biasa Ranti akan membeli motor baru, atau bayar cicilan rumah untuk beberapa tahun kedepan.
Ranti juga sudah memerintahkan agar mendata seluruh siswa yang berasal dari panti lainnya, di seluruh cabang sekolah bintang timur, dan terdapat ada 5 panti Asuhan lagi yang setiap tahun mengirim anak-anak mereka bersekolah di Bintang Timur.
Program Ranti tahun ini adalah membersihkan anak kecil di jalanan, dia akan bekerjasama dengan pemerintah dan juga Panti Asuhan.
" Rose, apakah para lansia bisa menggunakan Pill Rekonstruksi Fisik dan Jaringan Sel buatanku?" tanya Ranti.
" Bisa Tuan, Rose sudah lama berharap agar Tuan melayani mereka, Rose berikan Tuan tantangan bantu 500 orang lansia serta bantu 5 Panti Jompo,
Hadiahnya
60 triliun PS
30 triliun PP
5 Milyar Poin Pengabdian.
Uang Tunai 100 triliun dan deposito.
" Ini namanya misi khusus Rose", ujar Ranti.
* Hahahaha, ia ini misi khusus pertama untuk tahun ini", ujar Rose.
" Baik Rose, dengan senang hati saya akan mengerjakannya, saya janji program ini juga akan membuat anak- anak yang memiliki orang tua yang sudah lanjut agar lebih peduli kepada orangtuanya.
* Benar sekali Tuan, ini tujuan utamanya, berikan para lansia, Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel, serta Pill Rekonstruksi Tulang, jika ada lansia yang memiliki masalah tulang yang parah, dan Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, terakhir air surgawi", ujar Rose.
" Baiklah Rose, tapi karena saya masih sekolah, apa bisa saya minta bantuan orang lain untuk mencarikan para lansia?", tanya Ranti.
" Bisa, tidak masalah dengan itu, tuan juga butuh partner, ujar Rose.
" Terimakasih Rose", ujar Ranti.
__ADS_1
Suasana di pesawat terlihat sepi, banyak dari mereka yang beristirahat, Salma, Armando dan Mora sudah tertidur di kamar, Dewi sibuk mengurus Ketty, dan saudara Ranti yang lain juga semuanya pada Istirahat.
" Nona Muda, apa anda mau di buatkan kopi dan Roti panggang", tanya seorang pramugari.
" Boleh tolong buatkan 2 Roti panggang dsn kopi latte", ujar Ranti.
" Baik Nona Muda, mohon tunggu sebentar", ujar pramugari itu dan beranjak ke bagian belakang pesawat.
Ranti membaca laporan perkembangan kasus keluarga jahat di Paris.
Ternyata Polisi setempat bekerja dengan cepat dan memanggil keluarga itu.
Setelah 2 jam berlalu Ranti juga ikut ketiduran di kursinya, beberapa saudara nya sudah bangun, namun tak berani berisik, penerbangan masih ada sekitar 5 jam lagi, mereka juga belum mau membangunkannya yang lain, apalagi saat ini sudah dinihari.
Mereka di rencanakan akan tiba jam 7 pagi, Suasana kembali ramai, setelah 2 jam Ranti istirahat, namun akhirnya terbangun gara-gara suasana kabin pesawat sudah mulai berisik.
Kedua oranagtua Ranti sudah mengirim pesan, bahwa mereka 2 jam lagi akan mendarat di Soekarno Hatta.
Ranti hanya membalas agar memberikan Tips kepada crew pesawat.
Setelah hampir 2 jam, pesawat Bombardir Global 7500, untuk pertama kali mendarat di Bandara Soekarno Hatta, terlihat para calon penumpang yang berada di ruang tunggu pesawat terkesima melihat Pesawat Jet Pribadi Bombardir Global itu mendarat dengan sempurna.
Pesawat itu sungguh menarik perhatian, hingga video detik-detik Pesawat Jet Pribadi Bombardir Global itu mendarat si upload ke akun media sosial.
" Ternyata benar, desas-desus norang Indonesia membeli Pesawat Jet Pribadi Bombardir Global 7500, tahun lalu kita di hebohkan dengan Gulfstream G 700", ujar Netizen.
" Siapakah taipan Indonesia yang sanggup membelinya, yang konon harganya minimal nya 75 juta dolar, itu yang standard saja.
Stasiun TV juga ikutan menyiarkan detik-detik pesawat itu mendarat, namun titik berita mereka adalah siapa kah orang besar yang memesan pesawat itu.
Kedua orangtua Ranti, Lukman, Suratmi beserta kedua anak mereka, kesulitan untuk keluar dari bandara, karena masih banyak wartawan, mereka akhirnya bisa keluar lewat pintu khusus, yang langsung terhubung dengan parkiran VVIP.
Dan 2 jam berselang, Ranti dan saudara-saudaranya kini yang mendarat di Bandara Juanda Surabaya.
Surabaya menjadi sorotan karena menurut laporan pemilik pesawat itu adalah warga Surabaya, dan Pemilik Perusahaan RPS Group Company, yaitu perusahaan dengan 2 Mega Proyek terbesar di Indonesia yang di bangun dengan dana Pribadi.
Menyambungkan berita soal pesawat baru, para komentator justru membahas progres pembangunan Mega Proyek Kota Terpadu dan Mega Proyek Pulau, ada yang masih Pesimis dengan 2 Mega Proyek itu .
" Mana mungkin sebuah perusahaan yang baru berdiri sanggup menanggung 2 Mega Proyek sendirian, setidaknya kedua Mega Proyek itu membutuhkan anggaran lebih dari 600 triliun, itu sudah hampir setengah dari APBN Indonesia", kata seorang komentator.
" Tapi apakah anda pernah membaca atau mendengar, bahwa Mega Proyek Kota Terpadu itu, sudah mengantongi anggaran 300 triliun sebelum dimulainya pembangunan, dan Bank IDB yang merupakan Bank yang baru berdiri, sudah menyimpan anggaran 300 triliun juga untuk pembangunan Mega Proyek di salah satu Pulau daerah Jawa Timur", ujar seorang komentator.
" Itu berarti pemilik proyek tersebut adalah pengusaha terkaya di Indonesia", sambung seorang komentator lainnya.
" Tidak juga demikian, barangkali pihak pengembang memang merahasiakan siapa penyandang dana di belakang mereka, hal ini yang patut kita ketahui", tutur seorang ahli investasi.
Karen pembicaraan mereka sudah membias kemana-mana, maka pembawa acara segera motong dengan layanan iklan.
Ranti yang melihat perbincangan itu hanya berkomentar, " Kepo dan NATO ".
Akhirnya, pilot mengumumkan bahwa pesawat akan segera mendarat di Bandara internasional Juanda Surabaya.
" Akhirnya kita tiba juga di Surabaya", ujar Mercy.
" Aku kangen kamarku", ujar Friska.
Mereka melihat Mang Dul dan pak Jumono Serta supirnya di kembar, total 3 Alphard yang datang menjemput.
Dirumah Ranti sendiri, pelayan sudah mempersiapkan berbagai menu, untuk menyambut majikan mereka,apalagi baru mendapatkan bonus.
__ADS_1
Ranti menghubungi Rendi agar datang kerumahnya sekarang, untuk membahas soal laporan keuangan dan progres pembangunan serta rencana tahun ini, dan terakhir adalah oleh-oleh dari Paris.