SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Berkunjung ke IDB


__ADS_3

Pak RT hanya bisa terdiam mendengar pembicaraan Nirmala dan Ranti.


" Pak RT, tolong jaga kepercayaan saya, ambil dulu uang ini, bayar seluruh hutangmu, dan tunggu nanti sore akan datang orang menjemput bapak dan keluarga, sekarang pulanglah dan berkemas, hari ini bapak dan keluarga harus pindah dari sini, jabatan RT berikan saja ke orang lain, fokus saja mengurus perkebunan dan villa saya", ucap Nirmala.


" Baik Nak, bapak ikut omongan kamu saja, dan ambil ini, ini peninggalan bapak dan ibumu, katanya hanya kamu yang bisa membukanya, maaf saat kamu diusir, bapak lagi berada di Bandung, bapak baru sampai tadi pagi", ucap pak RT.


Dengan mata berkaca-kaca, Nirmala mengambil kotak pemberian pak RT, dan ketika Nirmala membukanya, dia melihat cincin, Liontin dan juga gelang yang semasa kecil dia gunakan.


Ketiga barang tersebut datang sesaat Nirmala bereinkarnasi ke tubuh nya yang sekarang.


Saat dia menggunakan ketiga benda itu, terasa badannya menjadi sangat kuat, seluruh ingatan di Semestanya dapat diingat dengan jelas, apalagi kenangan bersama Queency Ameera, seketika wajahnya berubah menjadi sangat dingin.


" Ayo kak kita pulang, Abah, Ambu mari pulang, desa ini sudah bukan tempat kita lagi", ajak Nirmala.


" Adik, kamu tidak apa-apa? tanya Listy.


" Tidak kak, aku baik-baik saja, hanya perutku terasa lapar", jawab Nirmala.


" Pak RT saya pulang dulu, nanti malam kita ketemu dirumah saya", ucap Nirmala.


" Hati-hati dijalan nak, bapak pasti akan datang", jawab Pak RT.


Sepeninggal Nirmala, warga langsung mencecar pak RT dengan berbagai pertanyaan.


Pak RT tau semua tentang Nirmala, karena, almarhum Istrinya yang menolong ibunya Nirmala melahirkan, sejatinya Nirmala sudah meninggal dari dalam kandungan, tapi beberapa saat setelah lahir, cahaya putih memasuki tubuh Nirmala dan dia hidup kembali.


Orangtua Nirmala juga di kagetkan dengan kehadiran kotak itu dengan tiba-tiba dan mereka memakaikan ke tubuh Nirmala.


Pak RT yang terdiam di berondong pertanyaan warga hanya mendengus kesal.


" Kenapa kalian jadi begitu cerewet mempertanyakan Nirmala, kalian sendiri yang menginginkan dia pergi, kalian juga paman dan bibinya, belum cukupkah kalian menyiksanya. Dan sekarang kalian ingin tahu darimana Nirmala bisa memiliki sahabat yang kaya", tegas pak RT.


Sementara di dalam mobil, Nirmala sibuk berbicara dengan Ranti, perihal perubahan dirinya.


" Akhirnya kamu menemukan jati dirimu sahabatku, mulai hari ini, aku tidak akan biarkan siapapun menyakitimu", tukas Ranti.


" Kekuatanku sudah pulih, jadi kamu santai saja, jika bukan karena di khianati, mustahil saya bisa tewas", ucap Nirmala.


" Ya sudah, nanti kita ketemu di Jakarta, sudah ku kirim uang lebih banyak lagi untukmu, helikopter juga sudah ku siapkan, 3 bulan lagi akan di kirim kepadamu, lisensi mengemudi kamu juga akan segera terbit, jadi kamu bisa bebas membawa pesawat maupun helikopter seperti dulu", ucap Ranti.


" Hahahaha kamu itu, tau saja hobiku, tolong kirimkan motor sport Kawasaki terbaru untuk ku", ucap Nirmala.


" Baiklah, tunggu saja, nanti sore Kawasaki H2 akan parkir di rumahmu", jawab Ranti.


" Astaga Ranti, kenapa kamu kirim uang 10 triliun kepadaku? tanya Nirmala heran.


" Aku tak mau punya sahabat miskin, ejek Ranti dengan santai.


" Hahaha, baiklah, kamu memang tidak pernah mengecewakan aku sahabatku, aku menyayangimu seperti adikku sendiri, kamu tau itu bukan", ucap Nirmala.


" Aku tahu, singkat Ranti.


Baiklah saya mau ketemu dengan para kontraktor yang akan membangun Rumah Sakit Besar untuk kedua kakak sepupu kembarku", ucap Ranti dan mematikan handphonenya.


" Sahabatku, tidak akan kubiarkan kamu menderita seperti dulu", monolog Nirmala.


" Kak, itu lihat sana ada bapak-bapak jualan tisue di pinggir jalan, kayaknya dia belum makan", ucap Salma.


" Ya sudah kamu dekati dan berikan dia makan, setelah itu ajak dia belanja dan tanya dimana rumahnya, Kakak parkir mobil dulu, dan kita tunggu kakak kembar disini ", ucap Ranti.


Dengan langkah gontai Salma mendekati seorang bapak-bapak, yang ternyata di sampingnya ada seorang gadis remaja yang terbaring lemah.


" Kakak tolong, anak bapak ini, sedang sakit keras", ucap Salma lewat telpon.


" Kamu tunggu disitu, kakak akan kesitu", jawab Ranti.


" Halo bapak, kenapa dengan kakak ini, kayaknya sedang sakit parah", ucap Salma.


" Kami sudah 3 hari tidak makan, uang penjualan tisue, diambil para preman disini, ditambah lagi putri bapak mengidap sakit lambung akut, sedangkan bapak tidak punya uang", jawab bapak itu.


"Tunggu sebentar pak, kakak saya pasti akan membantu anak bapak, dan apa kakak masih kuat jalan, jika masih ayo kita makan dulu" ucap Salma, sambil menunjuk ke arah restoran.


" Terimakasih nak, tapi bapak dan putri bapak tidak ingin merepotkan kamu nak", ucap bapak itu.


" Tidak apa-apa, tolong jangan di tolak, nanti selesai makan baru nanti kakak saya akan berikan kehidupan baru buat bapak dan Putri bapak", ucap Salma.


" Baiklah nak, terimakasih atas kebaikan kamu", ucap bapak itu dan mengikuti Salma bersama putrinya yang masih saja diam.


" Halo kakak, kenalkan namaku Salma Putri, kalau kakak namanya siapa? tanya Salma.


" Kakak namanya Jodie, umur kakak 16 tahun, ucapnya.


" Kak Jodie tenang saja, nanti kakak bisa sekolah lagi dan juga punya banyak teman, termasuk saya, walaupun saya tinggal di Surabaya", ucap Salma.


Setibanya mereka di restoran, Ranti juga sudah berad disana.


" Dek, bawa mereka masuk dan suruh makan dulu saja, kakak kembarmu katanya tidak bisa datang, karena tiba-tiba ada urusan dengan dosennya, jadi nanti ketemu dirumah saja", ucap Ranti.


" Baik kak, dan ayo pak dan kak Jodie, mari kita makan", ajak Salma.


Sejam mereka di restoran itu, dan bapak itu sudah menceritakan siapa dia sebenarnya, dan kenapa di dan putri nya sampai seperti itu.

__ADS_1


" Ya sudah, jangan dipikirkan lagi, bapak sungguh hebat, daripada anak kandung bapak di siksa ibu tirinya, bapak ambil keputusan meninggalkan kehidupan mewah dengan istri kedua bapak", ucap Ranti.


" Terimakasih nak Ranti sudah mendengar cerita bapak, bapak hanya ingin pulang ke kampung jika sudah punya ongkos, disana masih ada kebun bapak dan rumah bapak walau hanya kecil", ucap bapak itu.


" Besarkan lah putri bapak dengan baik, dan jangan pulang kampung dulu", ucap Ranti.


" Rose, tolong siapkan rumah, mobil 2 unit dan motor 2 unit, serta urus sekolah putri bapak itu dan masukkan ke sekolah Bintang Timur Jogjakarta.


Belikan ruko dan isi Peralatan untuk bengkel dan penjualan sparepart, tambahkan skill mesin motor dan mobil serta manajemen kepada bapak itu, agar dia mampu menjalankan usaha bengkelnya", perintah Ranti.


* Baik Tuan, besok pagi semuanya sudah beres", jawab Rose.


" Buatkan 2 ATM untuk bapak itu dan Jodie, untuk deposito berjangka berikan mereka masing-masing 30 milyar, untuk biaya hidup sehari-hari masing-masing 10 milyar, serta 25 milyar untuk modal usaha", lanjut perintah Ranti.


* Baik Tuan, segera di dilaksanankan", jawab Rose dengan singkat dan sangat bahagia.


Ranti mengajak bapak dan Jodie berbelanja, walau Ranti sudah memerintahkan agar rumah bapak itu di lengkapi dengan berbagai pakaian.


* Tuan, mobilnya sudah di pesan dan besok pagi sudah berada dirumah mereka yang Rose beli", lapor Rose


" Terimakasih Rose", singkat Ranti.


Selesai dari restoran, Ranti dan Salma membawa bapak dan anak itu ke hotel dan me make over mereka berdua, tapi sebelumnya Ranti mengobati Jodie.


Sejam kemudian bapak dan anak itu sudah terlihat sangat sehat dengan penampilan yang sudah sangat berbeda dari sebelumnya.


" Pak dan Jodie ambil ATM ini, juga kamu Jodie, baca semua rinciannya, dan gunakan sesuai yang tertulis disitu.


" Besok pagi kalian datang ke alamat ini, dan ini dokumennya serta kunci rumah itu, semua sudah tertulis atas nama Jodie", ucap Ranti.


Selesai mengurus bapak dan anak itu, Ranti dan Salma beranjak ke rumah kakak kembar mereka.


Tak lama berselang Renata dan Renita tiba di rumah mereka dan sambut oleh Salma dan Ranti.


Tepat jam 9 malam, mereka berempat tiba di Bandara untuk lanjut menuju Jakarta, karena besoknya, mereka akan bertemu dengan Nirmala dan Anya.


" Aisyah juga sudah hadir di rumah Ranti yang di pondok indah, dia datang bersama dengan Nuril, Anjeli dan Nayla, dan Delia yang tak mau ketinggalan.


Robin dan Tiara juga sudah hadir, dan langsung di serbu Ranti dan Aisyah.


Hahahaha... hahahaha


" calon suami Tiara di rebut 2 adik cantiknya", kelakar Vanya.


" Ia kak Vanya, kalau lagi ketemuan seperti ini, sudah pasti Robin di rebut mereka", Pasrah Tiara.


" Maaf ya kakak ipar, Aisyah sangat kangen dengan kakakku, jadi jangan ngambek ya", ucap Aisyah.


" Ya nggaklah sayang, kakak bahagia melihat kalian yang begitu saling menyayangi", ucap Tiara dengan gaya khasnya yang lembut.


Ranti sendiri tidak berkomentar, dia hanya asyik bersandar di dadanya Robin.


Adriansyah dan Monicha terbaru melihat Ranti yang sudah tertidur.


" Jangan berisik ya, kak Ranti lagi istirahat, ucap Salma.


Mereka melihat guratan kebahagiaan di wajah Ranti yang sedang tertidur sambil bersandar di dada Robin,.yang juga mengelus kepala Ranti.


" Adik kita ini memang sangat manja sama kita, padahal dia sendiri sudah memiliki anak angkat", ucap Mercy.


" Nak Robin, lihatlah putri bunda itu, dia hanya mau dekat dengan laki-laki yang seperti kalian Darel dan kamu juga adiknya Armando, terimakasih ya sudah menyayangi putri bunda yang sangat manja", ucap Monicha.


" Sama-sama bunda, Ranti sumber kebahagiaan saya dan Tiara, dari dia masih sangat miskin saya dan Tiara sudah sangat menyayanginya, sekarang saja dia sudah punya segalanya, tak pernah membantah jika saya suruh dia tidur atau makan", ucap Robin.


Robin membawa Ranti ke kamarnya, dan di temani Aisyah.


" Terimakasih kakak, Aisyah sangat bahagia menjadi bagian dari hidup kakak, cup cup", Aisyah mencium kakaknya dengan penuh kasih sayang.


Aisyah meninggalkan Ranti yang sudah terlelap di kamarnya dan dia keruang keluarga dimana semua Anggota keluarga sudah berkumpul.


Tak terasa waktu sudah pagi, mereka sua sudah berpakaian rapi, dengan merek yang sangat terkenal.


Layaknya seperti di komando, mereka mengeluarkan mobil Koenigseg, kecuali Salma dan Armando, Tiara juga Sonia.


Sekilas rumah Ranti di pondok indah, terlihat seperti showroom mobil.


Tepat jam 8 pagi, mereka semua berangkat menuju gedung IDB.


Pak Jusuf Maulana yang sudah di beritahu, turun langsung menangani persiapan penyambutan seluruh pemilik bank itu.


" Tolong jangan sampai ada yang membuat kesalahan, ini kali pertama kita menyambut keluarga pemilik dengan formasi lengkap", tegas pak Maulana.


Sejam perjalanan Ranti dan seluruh saudaranya tiba di pelataran gedung Bank IDB.


Di jalanan saja mobil-mobil mereka menjadi pusat perhatian, dan sekarang di pelataran IDB, sebelum seluruh mobil itu parkir di basemen yang sudah disiapkan.


Para petinggi Bank IDB terlihat sudah berdiri dengan rapi, dan tak ketinggalan para kepala cabang yang juga hadir.


Pak Lomban, tersenyum bangga melihat Aisyah berjalan beriringan di samping Ranti.


Ranti menggenggam tangan kedua adiknya itu, begitu juga Rindu yang menggenggam tangan Armando.

__ADS_1


" Selamat datang Nona Muda dan Tuan Muda, selamat datang di IDB kebanggaan kita semua", Ucap para karyawan.


" Terimakasih atas sambutan kalian semuanya, kami senang dan bahagia bertemu kalian semua, yang juga katanya sangat berjumpa dengan kami", ucap Ranti.


" Maaf Nona Muda dan Tuan Muda, bolehkah kami berfoto dengan kalian semua, ucap salah seorang karyawan dengan agak gugup.


" Boleh, asal jangan di publikasikan ke medsos, cukup untuk pribadi kalian", jawab Ranti.


Seketika para karyawan langsung berbaris dengan rapi dan akhirnya selesai mereka berfoto bersama dengan Ranti dan seluruh saudaranya.


" Halo, apa kamu Aisyah yang di Cilegon, tiba-tiba terdengar suara seorang laki-laki.


" Ya saya Aisyah, dan maaf apa kita pernah bertemu, karena saya tidak mengenal kamu", jawab Aisyah.


" Maaf saya hanya pelanggan warung makan ibu anda, dan melihat kamu di warung itu", ucap laki- laki itu.


"Oh terimakasih sudah menjadi pelanggan warung ibu saya", jawab Aisyah.


Ranti memindai laki-laki itu, tapi tidak menemukan hal-hal yang tidak baik, bahkan laki-laki itu sangatlah baik.


" Tapi maafkan saya yang sudah tidak sopan berbicara dengan anda, ucap laki-laki itu sambil menundukkan kepala.


" Tidak apa-apa, siapa nama kamu tanya Aisyah.


" Nama Sebastian, saya disini hanya sebagai staff keuangan urusan pajak", jawabnya.


" Ya sudah, kembalilah bekerja, senang bertemu dengan anda", ucap Aisyah.


" Sebastian, Aisyah adalah angkat saya, bertemanlah dengan baik, dan jangan ada unsur yang lain", tegas Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, maafkan saya jika sudah tidak sopan menyebut nama Nona Muda Aisyah dengan sembarangan", ucap Sebastian.


" Kalau di acara formal bersikaplah profesional tapi jika hanya kalian, tidak masalah, jadi harap kamu juga jangan tersinggung", ucap Ranti.


Selesai dengan Sebastian, mereka lanjut keruang pertemuan, dan Ranti langsung duduk di kursi yang dikhususkan untuknya, begitu juga para saudaranya.


" Aisyah begitu bangga melihat bagaimana Ranti memimpin rapat, dan saat itu juga Ranti sedang menegaskan agar segera mengakuisisi sebuah bank swasta yang hampir bangkrut.


" Saya ingin kalian semua segera menyusun rencana untuk mengakuisisi bank tersebut, dan segera lakukan pembenahan, saya tidak mau ada kegagalan", tegas Ranti.


" Maaf Nona muda, bank tersebut jual mahal saat kami menghubungi mereka, katanya jika IDB ingin mengakuisisinya, maka kita harus bayar 100 triliun dan menanggung semua hutang mereka ke pemerintah", ucap salah seorang direktur.


" Baiklah, kalau begitu, biarkan saja mereka bangkrut, dan kita tunggu untuk membeli aset gedung mereka itu, ucap Ranti.


" Kami setuju Nona Muda, bank tersebut sarangnya para koruptor, makanya saat para koruptor tertangkap maka, bank tersebut ikut terseret", ucap pak Jusuf Maulana.


" Ternyata karyawan saya sangat hebat", batin Ranti.


" Sekarang kita fokus ke pembukaan cabang di wilayah Sulawesi dan Papua, dan tahun ini semuanya sudah selesai.


Dan setelah selesai pertemuan itu, Ranti memanggil Atilla dan Ayunda serta Pak Lomban untuk ke ruangannya.


Para petinggi dan kepala cabang lainnya terkejut ketika Atilla dan Ayunda mendekati Ranti dsn Aisyah, apalagi saat Aisyah mencium tangan Atilla dan Ayunda, begitu juga dengan Pak Lomban.


Diruangan Ranti yang sangat luas, mereka bercengkrama sambil menikmati cemilan.


" Nak Aisyah, paman langsung pulang ya, apalagi tugas paman sebagai kepala cabang", ucap Pak Lomban.


" Ya sudah, paman hati-hati ya,.salam buat bibi", ucap Aisyah.


Sepeninggal Pak Lomban, Ranti berbicara dengan Atilla, mereka berbicara soal perkembangan OB,.OG dan cleaning service, serta tukang taman.


Selesai berbicara dengan Atilla akhirnya Ranti dan saudaranya beranjak untuk jalan-jalan.


Para Karyawan sangat kagum dengan Ranti dan saudara-saudaranya yang terlihat tetap segar.


Tiba di parkiran, Ranti melihat Security yang dia temui saat awal dia ke IDB.


" Selamat siang Nona Muda, terimakasih sudah memberikan bapak uang yang banyak, tapi mohon Ijinkan bapak terus bekerja disini", ucap Security itu.


" Ia silahkan saja, tapi ingat kalau sudah gak sanggup segera beritahu pak Jusuf Maulana, dan mulai hari ini, bapak khusus berjaga di parkiran kami ini, dan taruh saja motor bapak disitu saat bapak bertugas", ucap Ranti.


Asal diketahui saja, Security itu telah diberikan uang sebesar 150 milyar untuk istri dan ketiga anaknya.


Juga Ranti memberikan 4 unit mobil dan rumah yang cukup besar serta motor.


Kini Ranti telah berada di Restoran seafood grand Indonesia.


" Kakak, mallnya besar sekali, ucap Aisyah.


" Ia sayang, apa kamu ingin memiliki mall sendiri", tanya Ranti.


" Hehehehe, Aisyah tidak mau kak, lihat saja kakak-kakakku semuanya tidak ada yang punya mall", jawab Aisyah.


" Dek kalau kamu mau, kami kakak-kakakmu akan buatkan mall terbesar di Banten, Ucap Mercy.


" Terimakasih kak, jujur Aisyah memang tidak punya keinginan memiliki Mall", jawab Aisyah dengan jujur.


" Ya sudah kalau begitu", ucap Mercy.


Aisyah tidak tahu kalau Ranti sudah membicarakan soal mall untuk Aisyah dengan kakak-kakaknya, dan mereka setuju.

__ADS_1


Robin sendiri sudah memiliki mall di Bandung, tapi nanti diberikan saat dia menikah dengan Tiara.


Karena hari sudah malam Ranti dan saudara-saudaranya pulang ke Pondok Indah.


__ADS_2