
Pulas dengan tidurnya, membuat Ranti lupa bahwa pesawat sebentar lagi akan mendarat untuk transit, hingga pramugari membangunkannya.
Waktu transit yang cukup lama membuat Ranti bosan, dia berkeliling Bandara, makan minum, bahkan ia sempat mandi dan cari restoran untuk sekedar nongkrong dan minum kopi, serta online.
Dia mengirim pesan ke kakak-kakaknya bahwa dia sedang transit di Hongkong, dan nanti juga transit di Bangkok.
Di restoran dia bertemu dengan seorang wanita dewasa, yang sedang hamil, Namun dia kelihatan gelisah.
Ranti mendekat dan bertanya, " apakah kakak mau ke Indonesia, tanya Ranti
" Ia saya mau pulang, tapi bingung mau kemana, kata wanita itu
" Kenapa bingung, apa ada masalah, tanya Ranti pura-pura polos dan tidak masalah wanita itu.
" Saya hamil anak majikan saya, kini mereka sudah kembali ke negaranya dan saya di suruh pulang
" Kenapa bisa begitu Kak, tanya Ranti
" Lebih baik saya kembali ke Indonesia, walau entah mau kemana, daripada hidup dengan orang yang kasar, kata wanita itu
" Terus bagaimana biaya melahirkan dan membesarkan anak kakak? lanjut Ranti
" Mantan majikan saya memberikan uang lumayan banyak, mereka suami istri sangat baik, hanya anak mereka, ayah dari anak dalam kandungan ku ini, pemabuk dan sering memukul aku, mereka memberikan kompensasi 1 juta Euro untuk saya, kata wanita itu
Masih bersyukur kalau mereka masih memberikan kompensasi, terus yang buat kakak bingung mau kemana, karena apa ? tanya Ranti
" Namu saya pulang kampung, selesai kuliah, iseng-iseng saya melamar pekerjaan ke Hongkong dan di lolos, tapi karena laki-laki itu, aku jadi seperti ini, ucap wanita itu
" Asal punya uang, kalau buat saya, ya jangan kuatir, asalkan kita mau mengolah dengan baik. Begitu kakak, cari dulu tempat tinggal, baru ajak arang tua kakak dan jelaskan baik-baik, mereka mau terima atau tidak, itu urusan nanti, kata Ranti.
" Benar omongan kamu, tapi tetap saja aku takut, kata wanita itu
" Hadapi dengan ikhlas, mereka pasti marah, tapi apakah selamanya mereka akan membuang kita anaknya, kata Ranti menguatkan
" Terimakasih Nona, sudah menghibur saya, kenalkan namaku Irene, aku asli Malang, temanku menyarankan agar aku beli rumah di Surabaya saja, walau hanya rumah kecil, kata wanita itu
" Nama Saya Ranti, saya tinggal di Surabaya, kalau kakak mau nanti kita pulang ke Surabaya bareng saya saja, kakak boleh tinggal di rumah saya, sambil mencari rumah, tawar Ranti
" Terimakasih Nona Ranti, tapi temanku sudah di Bali mau menjemput ku, kata wanita itu
" Syukurlah kalo begitu, ini kartu nama teman saya, jika kakak berminat bisa menghubungi nya kalau butuh pekerjaan, tapi kak Irene kuliah jurusan apa, tanya Ranti
" Administrasi perkantoran dari Universitas Negeri Malang, jawab Irene
" Kalau begitu setelah anak kak Irene lahir, dan sudah bisa bekerja, datanglah dan temui orang yang di kartu nama ini, Dia tahu Kartu nama ini dari siapa, kata Ranti
" Tapi bagaimana dengan anak saya, jawab Irene
" Dengan gaji yang bagus, pasti cukup untuk bayar pengasuh, makanya uang yang dari keluarga anak kak Irene, beli rumah sederhana dan kendaraan, sisanya tabung, itu saran saya, kata Ranti
" Terimakasih, boleh aku minta nomor kontak Nona Ranti, tanya Irene
" Boleh, ini nomor WA saya, jika perlu sesuatu hubungi saya, jika saya bisa pasti saya bantu, jawab Ranti sambil memberikan nomornya.
" Terimakasih Ranti
Pesawat kini sudah mulai terbang lagi menuju transit Bangkok, Ranti dan Irene yang berbeda tempat itupun tak bisa ngobrol, akhirnya Ranti memutuskan nonton film.
Tak lama kemudian datang seorang pramugari dan berbicara kepada Ranti, tiba-tiba Ranti berdiri dan berjalan ke kelas bagian ekonomi, ternyata pramugari itu mendapat pesan dari Irene.
" Kak Irene kamu kenapa, tanya Ranti
__ADS_1
" Dari tadi gadis itu hanya diam saja, kata seorang penumpang lainnya
Ranti memeriksa nadi Irene dan kemudian Ranti membeli stetoskop dari toko sistem Daan memeriksa lagi, dengan mata semesta dia memindai seluruh tubuh Irene,
Ternyata Irene kelelahan karena hamil 6 bulan, juga stress berat, bagaimana tidak rencananya dia pulang dari Hongkong, akan langsung menikah, tapi keadaan Irene yang sudah hamil membuat nya jadi tertekan.
Ranti mengambil setetes air surgawi dan mencampurkannya dengan air mineral, kemudian meminumkan ke Irene.
Irene yang sudah nampak segar, hanya bisa berkata, " terimakasih"
" Kak Irene sabar dan jalani dengan ikhlas, kasihan Bayi dalam kandungan kakak, kata Ranti
" Kasihan aku sama tunangan ku, dia sudah banyak berkorban untukku, kata Irene.
" Semula sudah terjadi, yang ada di depan mata saat ini adalah, menjalaninya dengan sabar, Tuhan pasti akan tunjukkan jalan yang terbaik bagi siapapun yang berharap, ucap Ranti
" Terimakasih Ranti, saat aku sudah punya tempat tinggal dan sudah bisa untuk menjelaskan, maka akan menjelaskan kepadanya dan kedua orangtuaku, jawab Irene.
" Itu lebih baik, seperti yang sudah aku bilang, mereka mau menerima penjelasan kita atau tidak, itu terserah mereka, dengan begitu masalah kak Irene akan lebih ringan dan bangkitlah, kata Ranti menyemangati nya
" Ia aku harus bisa, anak ini tidak berdosa, walau apapun yang terjadi aku harus bisa membesarkan nya dengan baik, terimakasih Ranti, ucap Irene
" Kalau begitu aku kembali ke tempat duduk saya, kalau ada apa-apa, panggil saja, kata Ranti sambil berdiri dan kembali ke tempatnya.
Ranti kembali membuka laptopnya dan melihat perkembangan pekerjaan yang dia perintahkan ke Rendi, dan semuanya berjalan lancar sehingga lusa saya sudah bisa menyelesaikan misi khusus dari sistem.
" Rose, menurutmu apalagi yang harus aku lakukan ke depan, tanya Ranti
* Untuk sementara ini, belum banyak yang harus tuan kerjakan, karena tuan masih sekolah, jadi fokus saja memperkuat skill yang ada l, dan tetap berbuat baik sesuai waktu dan kemampuan Tuan.
" Baiklah kalau begitu, oh ya Rose bagaimana dengan uang saya di Bank of China
* Tuan tenang saja, uang itu akan aman saja, Rose sudah mengaturnya.
* Itu sangat mulia Tuan, di lahan 25nribu hektar itu tuan bisa menggunakan nya, membangun sebuah kota baru dengan konsep saling berdampingan, artinya kota itu nyaman bagi siapa saja, kata Rose
" Apakah lahan itu sebaiknya aku bangun dengan sistem sewa lahan, tanya Ranti
* Silahkan saja, hanya saja tuan harus membuat sistem khusus untuk melakukan itu, tapi bagi Rose, tuan hanya perlu mengambil lahan yang penting- penting saja, misalnya tuang bangun Pasar tradisional, biarlah mereka menyewa kepada Tuan, agar tidak di kuasai preman.
" Aku rencananya akan buat akan buat sistem tata kota terintegrasi, artinya semua saling berhubungan, aturan hukum yang jelas biar kota saya aman dan bersih dari para penyakit masyarakat itu, kata Ranti
* Bagaimana tuan akan membuatnya? tanya Rose
" Tidak ada tempat bagi para penjahat, aku akan berusaha agar penduduk di kota yang aku buat semuanya nyaman. Aku akan membuat kamera CCTV dengan sistem pengenal wajah, dan semua kendaraan wajib di data kepemilikan nya dan saya sudah merancang chip untuk setiap plat nomor dan kamera CCTV akan terhubung ruang kontrol secara real time.
* Sistem akan membantumu Tuan, saran sistem bangunlah data center untuk kota Tuan, dan kelompokkan mana penduduk dan mana pendatang, buatlah kartu khusus bagi pendatang, jika mereka ingin tinggal dan bekerja di kita Tuan.
" Boleh juga itu, sekaligus untuk memantau siapa saja yang masuk ke kota saya.
* Tuan harus bekerja sama dengan pengurus lingkungan yang ada, terutama tingkat RT, atau tuan coba ajukan untuk otonomi khusus kota tuan.
" Apakah bisa demikian, tanya Ranti
* Di coba saja, selama tuan tidak bertentangan dengan Undang-undang dan peraturan daerah dalam hal ini provinsi.
" Baik akan kucoba, kan tujuannya untuk menciptakan tatanan kehidupan yang nyaman dan aman, jawab Ranti
* Benar Tuan, apalagi lahan tersebut berada di tiga daerah, memang akan butuh waktu dan anggaran yang besar, tapi dengan keuangan dan kekuatan yang tuan miliki, negara ini pun bisa tuan atur, kata Rose
" Baiklah Rose, tapi kira-kira butuh berapa lama dan anggaran nya berapa Rose
__ADS_1
* Jika pembangunan yang akan tuan bangun selesai, maka Rida ekonomi di kota tuan akan menggeliat, konsep. rumah murah, Rusunawa, RS, sekolah, pasar dan universitas, pabrik dan sebagainya, itu semua bisa menghasilkan uang untuk pemeliharaan kota yang tuan bangun, jawab Rose
" Apakah dengan begitu kita saya bisa maju?
* Sangat bisa, apalagi tuan menerapkan kebijakan yang tepat dan bijaksana, maka semuanya akan lancar, semuanya harus lewat pendataan dan tata kelola, jawab Rose
" Kalau begitu saya akan buat RPS Finance menjadi sarana untuk pengembangan kota dalam segi kekuatan finansial, gumam Ranti
* Tuan bisa membangun perbankan sendiri dan membuat aplikasi yang terintegrasi, juga moda transportasi umum yang baik, jalan-jalan tuan harus bangun dengan lebar, dan terutama sistem drainasenya harus modern.
" Apakah dengan 300 triliun itu bisa cukup
* Untuk pembangunan awal dan kebutuhan dasar itu sudah lebih dari cukup, tapi seiring berjalannya waktu, maka perputaran uang di wilayah tuan akan mampu membuat semua rencana tuan berjalan.
" Baiklah Rose, jika semua berjalan lancar, semoga 10 tahun kedepan kotaku sudah sukses, ucap Ranti sambil mendesah.
* Percayalah, Tuan pasti bisa melaksanakannya dengan baik, ucap Rose menyemangati.
* Bangun bertahap saja, dan jangan terburu-buru, yang paling utama tuan harus bisa membagi wilayah dengan baik, wilayah industri harus tuan pisahkan agar tidak bercampur dengan pemukiman.
Tak terasa kini pesawat sudah akan mendarat di Bandara Bangkok, kebetulan Ranti ingin mencoba masakan Thailand.
Ranti menjemput Irene dan mereka berdua turun ke Bandara untuk cari tempat makan, transit di Bangkok hanya 4 jam dan akan tiba di Bali sekitar jam 9 pagi.
Obrolan demo obrolan mereka lakoni hingga waktunya mereka kembali naik pesawat dan melanjutkan perjalan Bangkok ke Denpasar.
Dalam perjalanan Bangkok Denpasar, Ranti menghabiskan waktu dengan tidur, dia ingin istirahat, karena akan melanjutkan perjalanan dari Denpasar ke Surabaya.
Hampir tiga jam Ranti tertidur, tenaganya kini pulih, dia ke toilet dan mengaktifkan elemen apinya agar semua jaringan tubuhnya dapat berjalan dengan lancar.
Ranti mengambil tabletnya dan memutar film sambil minum kopi dan makan roti yang dia beli di Bandara Bangkok.
" Penumpang yang terhormat, 15 belas menit lagi pesawat akan mendarat, mohon gunakan seat belt dan matikan semua gadget anda, terimakasih, begitulah kira-kira pengumuman di dalam pesawat.
Setelah beberapa saat akhirnya pesawat bisa mendarat dengan selamat dan tiba di Denpasar Bali.
Ranti menemani Irene mengambil kopernya dan membantu mendorong dan memang benar teman Irene sudah menjemputnya, setelah urusan imigrasi selesai, mereka berdua berjalan bersama keluar dari dalam ruangan bandara.
Ranti melihat di ruang kedatangan, ternyata keenam kakaknya dan 2 adiknya sudah berada di sana dan menunggunya.
" Halo semuanya, aku sudah pulang, apa kabarnya kalian semua, ucap Ranti, sambil memeluk Mercy
" Terimakasih Tuhan, adikku sudah pulang, Mercy membalas memeluk Ranti sambil bersyukur.
" Mereka semua berpelukan dan akhirnya, mereka langsung ke parkiran, untuk langsung kembali ke Surabaya.
" Bontot apa kamu tidak capek mau langsung kembali ke Surabaya, tanya Friska
" Capek pasti, tapi biar sekalian capek saja, dan sekalian istirahat di rumah, kata Ranti
" Okelah kalau begitu, jawab Friska
" Keluar dari Kompleks Bandara, terlebih dahulu mereka mampir ke restoran untuk makan dan ke supermarket untuk beli bekal di jalan.
Akhirnya, setelah menempuh perjalanan panjang, dari Denpasar ke Surabaya akhirnya mereka semuanya tiba dirumah menjelang jam 11 malam.
Tak banyak obrolan yang mereka lakukan, karena semua sudah capek, membuat mereka ingin cepat istirahat.
Ketika Ranti sampai di kamarnya, dia langsung ke kamar mandi, selesai dari kamar mandi, dia hanya minum air putih bercampur air surgawi dan berbaring di kasur.
* Tuan anda belum check in hari ini
__ADS_1
" Oke Rose CHECK IN "
* Selamat Tuan anda mendapatkan, 8 bibit rempah-rempah yang masuk dalam kategori mahal di dunia, setiap jenis tuan mendapatkan 1000 benih dan sudah sudah di tanam di zona 1, ruang dimensi.