SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Ke kampung Pelayan


__ADS_3

" Bu Aluna... Bu Aluna, tolong sadar Bu, teriak para karyawan yang lain, karena tiba-tiba Aluna pingsan.


" Hei ada apa ini, suara Grace yang baru saja datang.


" Maaf Bu, Bu Aluna abis terima telepon dari Nona Muda Ranti, dan beberapa saat kemudian langsung pingsan", ucap seorang sales.


" Memangnya mereka bicara apa, hingga Aluna bisa pingsan, apa Nona Muda Ranti memarahi Aluna atau bagaimana? selidik Grace.


" Nona Muda memesan mobil Toyota Raize 1 unit, Bu Aluna minta bantu saya membereskan berkas agar besok pagi mobilnya bisa langsung di kirim, nah Nona Muda Ranti memuji Bu Aluna dan menyuruhnya agar menunggu 10 menit, setelah itu, Bu Aluna membuka handphonenya dan langsung tumbang", lapor karyawan itu.


" Ambil minyak kayu putih atau alkohol, biar dia segera sadar, saya tau penyebab kenapa Aluna bisa pingsan", ucap Grace.


" Kira-kira apa Bu", penasaran mereka.


" Pasti dia dapat hadiah istimewa dari Nona Muda Ranti, kalian tahu sendiri Nona Muda Ranti, sangat memperhatikan Aluna, dan sudah berapa banyak mobil yang di urus oleh Aluna.


Kalian harus belajar cara menangani klien dari Aluna, Nona Muda Ranti sangat percaya dengan Aluna, dan kejujuran Aluna yang membuatnya sangat senang membeli mobil di seluruh dealer kita", ucap Grace sambil mendekatkan Minyak Kayu Putih ke hidung Aluna.


" Kamu sudah sadar, apa kamu belum makan atau lagi datang bulan, hingga kamu bisa pingsan", ucap Grace.


" Maaf Nona Grace, bukan masalah itu, tapi karena ini, ucap Aluna sambil menunjukkan saldo rekening banknya yang bertambah 2,5 triliun.


" Hahahaha, pantasan kamu pingsan, saya saja terkejut dengan hadiah yang di berikan Nona Muda Ranti kepadamu.


Bersyukurlah dan gunakan baik-baik", ucap Grace.


Ternyata, Aluna pingsan setelah membaca notifikasi dari bank.


Untuk Grace sendiri, dia sedang berbahagia karena Perusahaannya menjadi perusahaan yang mengendalikan penjualan mobil Toyota di Indonesia bagian Timur, dan juga untuk seluruh penjualan sparepart dari Astra Otoparts.


" Aluna, kamu sekarang tidak bisa lagi menolak jabatan yang ku berikan padamu, apalagi Nona Muda Ranti sangat menginginkan kamu memiliki jabatan terhormat, mulai awal tahun depan kamu menjadi Direktur Marketing, dan berkantor tetap di Surabaya dan di Manado, serta Papua", ucap Grace.


" Tapi Nona saya belum selesai kuliah", ucap Aluna.


" Saya tahu, makanya kamu segera selesaikan kuliah kamu", ucap Grace.


" Baik Nona Grace", jawab Aluna.


Sementara itu, Ranti sedang dalam perjalanan pulang ke rumahnya, bersama dengan Salma dan Armando.


Setelah tiba di rumah, mereka di sambut oleh seluruh Kakak-kakaknya.


Merekapun langsung mandi dan berkumpul di meja makan, untuk makan malam.


" Mohon maaf Nona Muda, saya mohon ijin pulang kampung, ibu saya dirumah sakit mau di operasi", ucap Marni, salah seorang pelayan Ranti.


" Sakit apa ibumu ? tanya Ranti.


" Tumor hati stadium 3, ucap Marni.


" Kenapa kamu baru kasih tau sekarang, tanya Ranti.


" Adik saya juga baru tahu kemarin sore saat datang ke rumah sakit, selama ini kami tidak tahu, tidak terlihat gejala awal, hanya saja beberapa hari ibu saya lemas dan badannya kuning semua dan gatal-gatal, setelah dapat hasil laboratorium, dokter ibu saya kena tumor hati", ucap Marni.


" Bu Likha, panggil semua pelayan suruh kumpul.


" Kakak-kakak, bagaimana kalau malam ini kita ke kampung Marni? tanya Ranti.


" Boleh juga tu, ucap mereka.


" Yati, Dewi kalian bawa mobil Toyota New C- HR milik Salma dan Armando", perintah Ranti.


" Mang Dul, suruh datang sekarang Pak Jumono, kita berangkat nanti jam 12 malam agar tiba di kampung Marni pas Pagi hari", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda", ucap Mang Dul.


" Asik kita bisa berpetualang malam hari, ucap Vanya dengan penuh semangat.


" Kalau kakak kembar bagaimana? tanya Salma.


" Hahahaha ini menyenangkan sayang, ucap Renita.


Ketty juga antusias, dia juga ingin menikmati perjalanan malam.


" Bunda, Ketty juga mau ikut Aunty ke kampung bibi Marni", ucap Ketty.


" Ia sayang, kita ikut dong, bunda juga sudah lama tidak jalan-jalan malam hari", ucap Dewi.


Tak lama berselang pak Jumono datang, dia datang dengan mobilnya karena cuaca gerimis.


Mereka semua sudah bersiap-siap, seluruh pelayan juga ikut, mereka rencananya akan menginap 1 malam disana, hal itu membuat mereka bahagia, sekalian bisa pulang kampung, Yati, Dewi, Marni dan Bu Likha adalah sekampung, kecuali ibu Koki dan 2 pelayan lainnya, berasal dari kampung Pak Jumono di Lumajang.


Tepat jam 12 malam, mereka semua naik ke mobil, 2 mobil Alphard, 1 Toyota New C-HR, 3 Mercedes Benz GLE.

__ADS_1


Tujuan mereka adalah Kabupaten Situbondo, tepatnya di kecamatan Panarukan, dengan jarak sekitar 200 km dari Surabaya.


Mereka berkendara dengan santai, laju 80 km perjam adalah paling cepat.


" Kak ternyata enak juga kalau jalan malam, jalanan sepi", ucap Salma.


" Ia sayang, hari Senin depan kamu sudah sekolah, jadi kakak ingin kamu dan Armando puas merasakan liburan, tiap pagi pasti kakak antar kalian berdua kesekolah, kecuali kakak ada pekerjaan di luar kota, ucap Ranti.


" Tenang saja kak, sekarang Salma sudah lebih mengerti kesibukan kakak", ucap Salma.


" Syukurlah, kakak berusaha untuk selalu ada untuk kalian berdua, karena sangat menyayangi kalian berdua ", ucap Ranti.


" Kami tau itu, demi kami kakak bekerja keras, Salma hanya ingin disaat ada acara penting sekolah, kakak semuanya hadir, di dunia ini Salma dan kak Armando hanya punya kalian kakak - kakak dan ayah bunda serta Bibi, Ucap Salma.


" Makanya kami semua sangat menyayangi kamu dan Armando, sudah hampir 3 tahun kalian hidup bersama kakak, pasti kalian sudah mengerti bagaimana kami menyayangi kalian", ucap Rindu memotong pembicaraan.


" Ia kak, kami selalu bersyukur bisa memiliki kakak sebaik kalian semua, mungkin saat ini kami tetap akan jadi anak jalanan seandainya hari itu kak Ranti tidak menemukan kami", ucap Armando yang juga mengenang masa lalu.


" Itu namanya jodoh, makanya kami selalu mengingatkan agar jangan lupa darimana kita berasal, kami juga selalu mengingat suasana di Panti Asuhan Charity, hingga saat ini kakak tidak punya niat memamerkan kekayaan yang kakak miliki, tetap memandang orang itu sama dengan kita, ucap Ranti.


" Ia kak, pokoknya apa yang kita inginkan bisa kita beli, tapi bukan harus di pamerkan, benar gak kak? tanya Salma.


" Itu benar sekali, jangan kayak di YouTube, oh artis berbagi rejeki, padahal semakin banyak orang yang nonton maka uangnya semakin banyak", ucap Ranti.


" Berarti itu sama artinya mengeksploitasi orang miskin dong", ucap Salma.


" Ya bisa dikatakan demikian, itulah sebabnya kakak tidak mau memamerkan saat kakak memberi sesuatu kepada orang lain, bisa geger se-Indonesia jika lihat kakak memberi sesuatu", ucap Ranti.


" Hahahaha ia juga ya dek, bagiamana jika mereka lihat saat kamu merubah pak Sumadi dan kawan-kawannya, keluarga Aisyah dan juga keluarga Mora,belum yang tidak kamu ketahui", potong Rindu.


" Keluarga Suryani itu sekarang hartanya berlimpah dalam ukuran rata-rata, tapi lihat gaya hidup mereka, hanya pakaian saja yang terlihat agak lebih bagus, tapi keseharian mereka tidak tampak orang kaya", ucap Ranti.


" Kakak - kakak juga sama, mobil mewah, baju mahal, uang lebih 1000 triliun, tapi lihatlah kalian tetap masih seperti dulu, dan itu yang membuat aku sangat bangga memiliki kalian semua, aku berjanji akan mewujudkan impian semua mimpi kakak - kakakku", ujar Ranti.


" Terimakasih sayang, kakak juga bangga memiliki adik yang sangat menyayangi dan menghormati kami", ucap Rindu.


" Hartaku tidak akan mampu membayar kasih sayang kalian semuanya, aku membayangkan saat kalian tidak merawatku, mungkin aku tidak seperti ini", ucap Ranti.


" Kak Rindu, emangnya kak Ranti dulu waktu di panti manja ya sama Kakak-kakak semuanya? tanya Salma.


" Hahahaha, kakak kalian ini, sangat manja, tapi tidak pernah membantah atau melawan, misalnya saat hujan, kakak kalian Ranti main hujan, pas dimarahin sama kak Vanya, langsung diam, atau disuruh bantu angkat jemuran tak pernah menggerutu, makanya kami sangat memanjakannya, persis sama kayak kamu Salma", ucap Rindu.


" Pantas saja, kak Ranti tak mau jauh dari kakak-kakak semua", sahut Armando.


" Kakak sangat bahagia masa kecil di panti dalam artian saat bersama kak Vanya, kak Darel, Mercy, Friska dan kak Rindu, saat kak Vanya pergi hampir setahun kakak bersedih", ucap Ranti.


" Ia kak, Armando berjanji akan selalu ada buat kakak - kakak semua dan adik Salma, Rumah kita lebih nyaman dari pada di tempat lain", ucap Armando.


" Bagus itu, tapi ada saatnya kalian akan pergi, misalnya kak Darel ke Jakarta, kak Rindu Sebentar lagi akan ke Amerika, tapi rumah kita bukan disana, rumah kita di Surabaya", ucap Ranti.


" Kecuali kakak kembar, mereka besar di Jogjakarta, jadi rumah mereka disana, intinya keluarga kita harus saling menopang dan mendukung satu sama lainnya, ada masalah kita selesaikan bersama dengan penuh kehangatan, kamu Armando betapa kak Rindu menyayangi kamu, apa kamu tega membuat kak Rindu bersedih? tanya Ranti.


" Jelas tidak kak, Armando sudah sebesar ini saja, masih di manjakan sama kak Rindu", ucap Armando sambil memeluk Rindu.


" Katanya jagoan, tapi kalau sama kakak, jadi seperti ini", ucap Rindu sambil membelai kepala Armando yang bersandar di dadanya.


" Hehehehe, jagoan diluar tapi dirumah tetap adiknya kakak", jawab Armando.


" Tuan 15 km lagi ada tempat istirahat, juga ada pompa bensin", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Terimakasih", jawab Ranti.


" Kak Rindu, tolong kasih tau Mang Dul, kita berhenti sejenak di Restoran sekitar 15 km dari sini", ucap Ranti.


Mang Dul yang posisinya paling depan mengerti maksud Rindu, dia juga tahu kalau restoran itu memang buka 24 jam.


Tak lama kemudian Mang Dul membelokkan mobilnya ke Restoran yang dimaksud, namun dia mampir dulu ke pompa Bensin, dan semua mobil mengikutinya.


Setelah mengisi Bensin, mereka masuk ke area Restoran, jam sudah menunjukkan pukul 2 dini hari.


Ranti mengeluarkan air mineral yang sudah di campur dengan air surgawi, agar mereka tetap segar dan stamina kembali prima.


Mereka hanya memesan makanan ringan, dan juga sate pakai lontong, juga bubur kacang hijau.


" Tuan kondisi jalan di desa itu kurang bagus, pemerintah tidak terlalu memperhatikan infrastruktur desa itu, lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Baiklah, saya mengerti, terimakasih", balas Ranti.


Suasana di restoran itu terlihat lumayan ramai, banyak juga yang mampir, mereka di dominasi para supir Kontainer dan bisa antar kota, seperti saat ini baru masuk 3 mobil bus penumpang, seketika restoran itu penuh.


Disaat mereka sedang menikmati makanannya, seseorang menegur Marni dan Bu Likha.


" Marni, kamu juga pulang Nak", tanya wanita paruh baya itu.

__ADS_1


" Ia bude, kata Adikku ibu besok jam 10 akan di operasi, makanya Marni pulang, sekalian tengok anak-anak Marni Bude", ucap Marni.


" Bude juga langsung pulang cari tiket bus saat dengar adik bude mau di operasi, kamu tau sendiri ibumu adalah adik bude perempuan paling bude sayang", ucap Wanita paruh baya itu yang ternyata kakak ibu nya Marni.


" Marni Tau bude, oh ia ini kenalkan mereka semua Majikan Marni, Dewi, Yati dan bibi Likha, kalau yang lainnya adalah teman kerja Marni", ucap Marni memperkenalkan Ranti dan saudara -saudaranya.


" Maaf, saya Budenya Marni, Ibunya Marni adalah adik saya paling kecil", ucap Budenya Marni.


" Salam kenal juga bude, Marni memang bekerja ditempat kami, sudah 3 tahun", jawab Dewi.


" Terimakasih Nona Muda, Likha sudah menceritakan semuanya, saya sebagai Budenya hanya bisa bersyukur, keponakan saya mendapat majikan yang sangat baik, kalau saya jualan mie ayam di Semarang, dan suami saya orang asli Semarang, dan ini 2 anak saya, kebetulan yang besar baru selesai kuliah tinggal tunggu wisuda, dan adiknya baru mau masuk kuliah dan di terima di UGM Jogjakarta", ucap Budenya Marni.


" Wah adik sepupu ternyata sudah lulus kuliah", ucap Marni.


" Ia kak, terimakasih ya sudah bantu aku membelikan laptop dan handphone", ucap sepupu Marni.


" Kamu adalah Adikku, kamu sukses kakak juga senang, apalagi kakak ada rejeki, jadi kakak bagi buat kalian", ucap Marni.


" Kami bangga punya kakak sepertimu Mbak, biarpun kakak bekerja sebagai pelayan, tapi bagi kami kakak tetaplah yang terbaik buat kami", ucap adik sepupu Marni.


" kakakmu yang bodoh menikah muda, ternyata laki-laki itu tidak baik buat kakak, jadi kamu pilihlah baik-baik saat ingin menikah", ucap Marni.


" Ia kak, tapi kakak juga sudah harus cari pendamping hidup", jawab Gadis itu.


" Bude apa paman juga ikut pulang? tanya Marni.


" Jangan sebut paman kamu itu, potong suaminya budenya Marni.


" Ada masalah apa pakde? tanya Marni.


" Nanti di rumah pakde Ceritakan semua kejahatan paman kamu sama ibumu, apalagi istrinya, ibumu tak akan cerita sama kamu, karena dia tahu kamu sangat menghormati pamanmu itu, tapi semua itu hanya nampak luar saja", ucap Pakde Marni.


" Oh ya sudahlah kalau begitu", ucap Marni pasrah.


" Pamanmu itu mengusir Paklek kamu yang paling bungsu, dan ibumu protes, saat itulah Pakde kamu menampar ibumu, itu kejadian 2 bulan lalu, akhirnya ibumu meminta uang yang mereka pinjam, tapi malah istrinya memaki ibumu, waktu kejadian itu, Dul juga saat itu ada di kampung", ucap Budenya.


" Mang Dul, kenapa gak cerita sama Marni", ucap Marni yang sudah mulai menangis.


" Ibumu melarang memberitahukannya padamu, Pakde kamu itu jahat Marni, dia dulu sempat mau berantem dengan almarhum Ayahmu", jujur mang Dul.


" Kasihan Paklek kamu, untung kamu sering membantunya, tangannya patah gara-gara Pakde kamu", ucap Mang Dul.


" Kapan patahnya mang", ucap Marni.


" 2 Minggu kemarin, itulah alasan terbesar Nona Muda Ranti ingin kekampung kita, mang Dul sudah ngomong masalah ini sama Nona Muda, awalnya hanya mang Dul dan Bibimu Likha yang akan pulang nanti hari Jumat dan membawa obat untuk Paklek kamu, tapi karena ibumu juga sakit, maka nona memutuskan untuk sekalian saja kekampung kita", ucap Mang Dul.


" Benar itu Nona Muda", ucap Marni.


" Apa kamu pikir saya akan diam jika orang terdekatku ada masalah", Ranti balik bertanya.


" Terimakasih Nona Muda, apa ibuku akan sembuh? tanya Marni.


" Hahahaha, tenang saja, ibumu tidak akan di operasi, dan urus Pakde kamu itu, jika kamu tidak mampu maka saya yang akan bertindak, kamu orang saya, jangan sampai kamu dan yang lain di ganggu oleh siapapun", ucap Ranti.


" Pakde kamu ada dikampung, sudah 3 bulan dia disana, makanya dia mengusir Paklek kamu, tapi sembuhkan dulu ibumu, Biar Bude yang mengurus pakde mu itu", ucap Budenya Marni.


" Terimakasih bude", ucap Marni.


" Sudah jangan di pikirin lagi, tapi bus bude sudah mau berangkat, nanti ketemu di kampung", ucap Budenya Marni.


" Maaf ibu dan bapak, ambil saja barang kalian dan ikut mobil kami, banyak tempat kosong, ucap Ranti.


" Mang Dul, pak Jumono di mobil Alphard masih ada kosong berapa kursi.


" Masih cukup untuk 4 orang Nona Muda bahkan lebih", ucap mang Dul.


" Ia bude ikut kami saja ucap Marni.


" Terimakasih Nona Muda, sudah mengijinkan Pakde dan bude saya ikut mobil kita", ucap Marni.


" Ia sama-sama, sekarang senyumlah, masalah Pamanmu itu, hanya masalah sepele, yang penting besok ibumu dan Paklek kamu akan sembuh, kamu tenang saja, jelek sekali wajahmu kalau lagi nangis, lihat tu si Dewi, di omelin juga tetap saja cengengesan", ucap Ranti.


" Kok jadi Dewi yang kena tembak", ucap Dewi Pelayan.


" Lagian tumben kamu tidak ada suaranya", ucap Ranti.


" Saya lagi memikirkan rumah saya, yang sudah lama tidak saya lihat", ucap Dewi.


" Alasan saja, bilang saja kamu lagi mikirin Dosen duda itu", tembak Ranti.


" Hehehehe kok Nona Muda tahu, tapi kami hanya sebatas mahasiswa dan dosen, jujur saja Nona Muda, dia sudah menyatakan cintanya, tapi Dewi belum mau berumah tangga lagi, Dewi mau selesaikan kuliah dan bekerja di perusahaan Nona Muda", ucap Dewi.


" Ya sudah Terserah kamu saja, ingat baik-baik, tidak satupun dari kalian yang pindah dari rumah saya, kecuali memang sudah mendapatkan laki-laki yang bertanggung jawab, kamu juga Yati jangan senyum-senyum saja", ucap Ranti.

__ADS_1


" Ia Nona Muda, Yati masih ingin merawat Tuan Muda Armando dan Nona Muda Salma, walaupun nanti sudah bekerja di perusahaan Nona Muda, tapi Yati gak mau jauh-jauh dari Tuan dan Nona Muda", jawab Yati.


" Justru itu apa kamu tega melihat mereka bersedih di tinggalkan kamu", ucap Ranti.


__ADS_2