SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
wanita sombong


__ADS_3

Saat berada di dalam rumah Mora, Ranti senang dibuatnya karena ruangannya sudah adem, karena seluruh AC di ruangan itu sudah dihidupkan.


" Bibi bagaimana dengan hidup kalian tanya Ranti?",


" Sudah sangat baik, juga sudah sangat tidak kekurangan dan sudah menerapkan makanan yang lebih berkualitas", ujar Ibunya Mora.


" Syukurlah, tapi Bibi nanti setelah Salma dan Mora masuk ke SMP, bibi berhenti saja bekerja, atau bagaimana ?" tanya Ranti


" Tidak apa-apa Nona Muda, toh kerjanya hanya pagi hingga siang, hanya dari jam 8 hingga jam 2 siang, jadi tidak masalah, bibi hanya hanya ingin berhenti saat adiknya Mora sudah SMP", ujar ibunya Mora.


" Baiklah, tapi jangan lupa rawat Mora baik-baik, mumpung dia tiap hari masih bersama bibi, karena jika Salma nanti kuliah di luar Surabaya atau bahkan luar negeri, Mora wajib ikut menemaninya, bibi tau sendiri 2 anak itu", ujar Ranti.


" Mora juga sudah sering ngomong, dia tidak mau membiarkan Salma sendirian, selama Salma membutuhkannya, Mora pasti akan menemaninya", ujar ibunya Mora.


" Syukurlah kalau begitu, apalagi Adikku terkadang masih ceroboh, jadi adanya Mora mampu membantu memperingatkan Salma dalam bertindak", ujar Ranti.


" Terimakasih Nona Muda atas kepercayaannya, kami tidak akan melarang kemana mereka berdua pergi, makanya Mora giat belajar apa saja, dia belajar masak walau masih kecil, cita - citanya, agar kedepan dia bisa masak makanan kesukaan Salma, dia takut suatu saat mereka akan jauh dari rumah", ujar ibunya Mora.


" Benar itu bi, Salma bercita-cita mau jadi ahli meracik obat dan ingin jadi dokter modern dan tradisional, serta ingin punya pabrik obat-obatan sendiri, makanya dia dirumah sering belajar tentang tumbuhan obat dan juga teori meracik obat ", ucap Ranti.


" Sangat baik cita-citanya Nona Salma", ujar ibunya Mora.


" Kak malam ini, Mora mau nginap di rumah, tapi kita mau ke Mall Galaxy, kata paman Ndut, pesanan Salma sudah datang, jadi Salma mau ambil sekarang apalagi istrinya Paman ada buatkan Salma cemilan, ujar Salma.


" Kamu itu, kasihan bibi kamu itu, selalu buatkan cemilan untukmu", Ujar Ranti.


" Bibi katanya tidak ngapa-ngapain dirumah, jadi dia buat cemilan untuk Salma dan anaknya", ujar Salma.


" Oh kirain kamu yang minta", ujar Ranti.


" Gak pernah Salma minta sesuatu sama Bibi itu", ujar Salma.


" Bagus, kakak kasih tau, jangan pernah memanfaatkan orang yang yang tulus menyayangi kita, kita harus membalas setiap ketulusan orang dengan hadir disaat mereka membutuhkan pertolongan, atau juga disaat mereka lagi bahagia", nasehat Ranti.


" Ia dong, kalau kita manfaatkan, itu namanya bukan teman atau saudara apalagi keluarga", jawab Salma.


" Ohh.. adikku sangat pintar, pantas saja banyak yang menyukaimu, ya sudah ayo kita ketempat paman Ndut mu, sudah lama juga kita tidak melihatnya", ujar Ranti.


" Bibi, untuk malam ini, Mora sudah aku kontrak tidur dirumahku, jadi bibi tidur sama paman saja ya", ujar Salma.


" Baiklah, bibi ngalah sama Nona Salma", ujar ibunya Mora.


" Terimakasih Bibi", ujar Salma sambil cium tangan dan pamitan.


Saat ini mereka sudah sudah sampai di parkiran Mall Galaxy, saat hendak memarkir mobil ditempat VIP, seorang wanita dengan stelan bermerek dan mobil Porsche, menghalangi Ranti agar jangan parkir di tempat itu, alasannya karena mobil Ranti tidak pantas parkir di tempat VIP, karena mobil Ranti hanya Toyota yang tidak mencapai 1 Milyar.


Ranti yang berurusan dengan orang sombong, akhirnya memilih parkir di tempat biasa dan masuk ke dalam Mall.


Mereka bertiga langsung menuju ke Toko Drajat untuk mengambil barang pesanan Salma yaitu Smartwatch terbaru keluaran Samsung dan headset bluetooth Samsung, Salma memesan masing-masing 2 buah, buat dia dan Mora.


" Selamat sore paman Ndut dan bibi cantik, apakah barangnya oke?", tanya Salma.


" Pasti oke, karena ini barang original atau asli", ucap Drajat yang selalu bahagia saat bicara dengan Salma.


" Terimakasih Paman, maaf ya Salma selalu merepotkan Paman", ujar Salma sambil mengambil barang pesanannya.


" Paman tidak repot, apalagi paman pedagang, jadi jika ada pesanan dan paman sanggup mencarinya, sudah pasti paman akan membantu, kan paman juga dapat untung", ujar Drajat Jujur.


" Baiklah kalau begitu, Salma langsung pakai saja", ujar Salma sambil memberikan uang satu lagi ke Mora.


" Ponakan tambah cantik, sini sayang makan dulu cemilannya dan ajak juga Mora dan Nona Muda Ranti untuk kedalam.


Istrinya Drajat sudah menyiapkan cemilan dan air mineral diatas meja, lalu mereka menikmatinya.


" Kak, ini buat kakak berdua, seorang sebotol, nanti campurkan ke air mineral segelas dan sebelum mandi, ujar Ranti sambil memberikan serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh.


" Ini pasti barang langka", ujar istrinya Drajat.


" Benar sekali, makanya jangan sampai orang lain tahu, ini bisa untuk menambah kecantikan dan membuang lemak-lemak jahat dalam tubuh, nanti pak Drajat akan berkurang berat badannya", ujar Ranti.


" Wah Terimakasih Nona Muda, pasti suamiku sangat bahagia", ujar istrinya Drajat.

__ADS_1


" Tenang saja, suatu saat pak Drajat akan memiliki badan yang Bagus, masih 1lagi barang yang akan saya berikan buat kalian tapi nanti bukan depan ", ujar Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, padahal saya tidak mempersoalkan dengan badannya suamiku, terserah orang mau katakan apapun, aku tetap mencintai Drajat", ujar istrinya Drajat.


" Ya sudah ini sudah mau malam, kami pulang dulu", ujar Ranti sambil beranjak berdiri dari kursinya dan berjalan menuju keluar dari ruangan itu.


Dari kejauhan nampak kerumunan orang dan juga terdengar suara orang yang memaki-maki orang lain.


Saat Ranti mendekat, ternyata wanita yang berebut parkiran dengan Ranti yang sedang memaki-maki seorang gadis yang memakai seragam salah satu gerai cepat saji.


" Ganti sekarang bajuku yang kamu tumpahkan saos", bentak wanita itu.


" Saya akan ganti tapi saya cicil, saya tidak punya uang sebanyak itu", ujar gadis itu.


" Mau kamu cicil berapa tahun hah... ! bentak gadis itu.


" Maaf Nona, berapa harga pakaian kamu ? tanya Ranti dengan tiba-tiba.


" Oh kamu mau jadi pahlawan disini, tapi baiklah aku kasih tahu kalau harga bajuku ini 45 juta", apakah kamu sanggup menggantinya, sombong gadis itu.


" Hanya 45 juta, sekarang sebutkan Rekening kamu", ujar Ranti.


Wanita itu langsung menyebutkan nomor rekeningnya, dan Ranti juga langsung mentransfer 45 juta, seketika wanita itu memandang Ranti dengan begitu intens.


" Ada apa melihatku seperti itu, sekarang bajumu sudah saya ganti, berarti baju kamu itu adalah milik saya, dan juga saya ingin kamu mengganti tamparan yang sudah kamu berikan kepada gadis itu sebanyak 3 kali", bagaimana Nona?" tanya Ranti.


" Dia yang mengotori baju saya, jadi wajar dia membayar kompensasinya, ujar wanita itu.


" Oke baiklah, tapi bagaimana dengan tamparan kamu, bagaimana kamu membayar kompensasinya?" tanya Ranti.


" itu wajar saja dia saya tampar karena sudah mengotori baju saya", ujar wanita tidak mau kalah.


" Kamu sudah memakinya, menamparnya dan masih minta ganti rugi bajumu, apa kamu tidak punya perasaan tanya Ranti.


" Mereka hanya orang rendahan, jadi tahu diri dengan orang-orang seperti kami", sombong gadis itu.


" Drone seperti biasa buat mobil gadis ini rusak berat mesinnya, perintah Ranti.


" Aplikasi mata dewa ambil semua tabungan gadis ini, sisakan 45 juta yang baru ku transfer", perintah Ranti.


" Rose akan ambil uang tuan, dsn sisahnya untuk gadis itu", ujar Rose.


" Kamu atur saja",ujar Ranti.


" Baiklah, semua sudah beres, bajumu sudah ku ganti, jadi silahkan anda beli baju baru", ujar Ranti.


" Dasar orang bodoh, hahahaha aku untung 40 juta", batin wanita itu.


" Sudah Tuan semuanya ada 15 milyar, dan sudah masuk ke rekening virtual Tuan", lapor aplikasi Mata Dewa.


" Baiklah terimakasih", ujar Ranti.


* Tuan, Rose ambil 1 miliyar dan sudah di transfer ke rekening harian Tuan, 14 milyar sudah di transfer ke gadis itu", ujar Rose.


" Baiklah, terimakasih ", ujar Rose.


" Nona, mari tolong antar saya ke restoran tempat kamu bekerja", ujar. Ranti.


" Saya sudah di pecat oleh Restoran itu, karena pemilik restoran itu adalah keluarga dari Nona itu, ujar gadis malang itu.


" Ya sudah mari ikut saya ke restoran lain saja, saya traktir kamu makan", ujar Ranti, dan mereka pun beranjak menuju restoran seafood.


Tiba di restoran seafood, Ranti di sambut oleh para pelayan yang sudah sangat mengenal Ranti dan juga Salma.


" Selamat datang Nona besar dan Nona kecil yang cantik, kasih tau kakak hari ini Nona kecil mau makan apa ? ujar pelayan itu.


" Kali ini aku mau Sop seafood dan iga tuna bakar, serta cap cai seafood", ujar Salma.


" Baiklah Nona kecil, kakak suruh koki agar segera memasaknya, tapi temannya mau pesan apa?" tanya pelayan itu.


" Samakan saja dengan pesanan Salma", ujar Mora.

__ADS_1


" Dan kalau Nona Besar, mau pesan menu favorit atau yang lain?" tanya pelayan itu.


" Aku buatkan kepiting asam manis dan kepiting bumbu Padang dan udang goreng biasa saja.


si gadis malang itu hanya memesan kepiting bumbu Padang dan cap cai.


" Nama kamu siapa ", tanya Ranti


" Eleanor, tapi biasa di panggil Lea", ujar gadis itu.


" Saya Ranti dan ini adik saya Salma dan yang itu teman sekelasnya Mora, kamu lulusan apa dan sudah berapa lama kerja di restoran itu", tanya Ranti.


" Saya baru lulus tahun ini, rencananya tahun depan baru kuliah, saya hanya punya ayah seorang kuli bangunan dan sekarang kerja di proyek besar di pulau, kata ayah mau buat kota di pulau itu, jadi ayahku hanya pulang seminggu sekali, atau 2 Minggu", Ujar Eleanor.


" Oh gitu, lalu ibumu, dan apa kamu punya saudara ?" tanya Ranti.


" Ibuku sudah tidak ada dari saya Kecil, ibu meninggal saat aku kelas 3 SD, kalau saudara aku tidak punya, jadi di kontrakan saya tinggal sendiri kalau ayah kerja jauh", ujar Eleanor.


" Kamu yang sabar, suatu saat kamu pasti jadi orang sukses, saya tanya kamu, jika kamu punya 1 milyar, hal apa yang ingin kamu lakukan dengan uang itu?" tanya Ranti.


" Saya ingin beli Rumah sederhana dan Motor untuk Ayahku, sisanya baru saya tabung untuk kuliah", jawab Gadis itu.


" Cita-cita yang Bagus", hajar Ranti.


Baru saja mau makan Ranti di kejutkan dengan suara Andini yang memanggilnya.


" Halo Nona Muda, apa kabarnya?" sapa Andini.


" Aku baik-baik saja, terus apa kamu kesini mau makan atau hanya jalan-jalan saja", ujar Ranti.


" Saya masih bekerja disini tapi bagian logistik, jadi tidak mengganggu waktu kuliahku", uajr Andini.


" Apa kamu sudah beli rumah dan mobil?" tanya Ranti.


" Sudah, Akai beli Toyota Raize, sisanya aku depositokan, biar setiap tahun aku ada pemasukkan tetap", ujar Andini.


" Bagus itu, aku senang mendengarnya, ujar Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, tapi mohon maaf saya tinggal ke belakang dulu mau Cek bahan-bahan untuk Minggu depan", uang Andini.


" Baiklah, sana kerja nanti bosmu marah samaku, yang selalu mengganggu kerjamu", ujar Ranti.


" Mana pernah bos marah kalau aku menemani nona Muda, hanya saja tidak enak sama yang lain, benar gak Nona Muda?" ujar Andini.


" Benar sekali, ya sudah bekerjalah dengan baik, sebentar lagi aku juga pulang", ujar Ranti.


" Oke terimakasih Nona Muda, nanti saya sampaikan kalau hari ini saya berkumpul dengan anda kepada Tania dan Bara, ujar Andini.


" Oke titip salam buat mereka", ujar Ranti.


Selesai menikmati makanannya, Ranti langsung beranjak pulang, begitu juga Eleanor, tapi sebelum pulang Ranti memberikan Eleanor Tambahan uang dengan menukar 100 Poin Pengabdian untuk kebaikan.


Eleanor yang tidak memiliki handphone android, teringat akan omongan ayahnya yang pesan makan sate kambing.


Karena tidak memegang uang, Eleanor ke ATM untuk menarik uang yang akan dia pakai membeli pesanan ayahnya.


Ketika dia selesai mengambil uang 200 ribu, dia melihat di layar bahwa sisa saldonya 24 milyar lebih, dia kebingungan dan membaca siapa pengirimnya dari laporan mutasi, tapi nama pengirim tidak ada, hanya kata-kata saja, " Pakai dengan bijak, dan belilah rumah dan tabung", itu saja pesannya.


Sementara si gadis jahat, baru saja keluar dari Mall, dia dengan anggunnya menaiki mobil Porsche miliknya, tapi sayang saat dia menyalakan mesinnya, mobil itu tidak mau hidup.


Saat dia membuka kap mesinnya, betapa terkejutnya dia, bahwa mesin mobilnya sudah hancur dan tidak bisa lagi di perbaiki.


Dia datang ke tempat security dan meminta rekaman CCTV, tapi lebih sejam dia melihat seluruh rekaman CCTV, dia para security tidak menemukan siapapun yang mendekati mobilnya, justru para security terkejut bahwa gadis jahat itu mengusir bos mereka.


" Nona, apa kamu tadi berselisih paham dengan sekarang gadis di parkiran, apakah wajahnya seperti ini, ujar seorang security sambil menunjukkan foto Ranti.


" Ya gadis yang sok kaya, bawa mobil murah saja mau parkir di tempat VIP", ujar gadis itu.


" Gadis sok kaya, saya kasih tau kamu ya Nona, dia itu pemilik 100 % saham seluruh Mall Galaxy, dan kalau kamu bilang bos kami sok kaya lantas kamu sok apa?" tanya Security dengan emosi.


Wanita jahat itu langsung ketakutan, dan tiba-tiba handphonenya berdering, dia menerima telepon dari keluarganya yang memiliki restoran di Mall Galaxy, tempat Eleanor bekerja.

__ADS_1


Wanita jahat tak mampu berkata-kata, mendengar keluarga nya mengatakan restoran mereka harus keluar dari Mall Galaxy sehari setelah jatuh tempo habis masa kontrak.


Ternyata Ranti sudah menghubungi Arshad agar jangan perpanjang kontrak sewa restoran itu, bahkan Ranti langsung meminta agar tempat itu jangan dulu di sewakan kepada siapapun.


__ADS_2