
* Segera Tuan bertindak, karena jika sudah berurusan dengan polisi, maka akan panjang, selamatkan seluruh anak-anak dan 4 gadis itu, maksimal malam ini", ucap Rose.
" Baiklah, siapkan Rumah untuk keempat gadis itu, dan buat seluruh dokumen kependudukan mereka, aku berpikir akan membuat mereka bawahanku, bagaimana menurutmu Rose? tanya Ranti.
* Boleh juga, tapi tuan harus merubah data diri mereka dan ikat mereka serum pengikat jiwa, serta bekali dengan kecerdasan dan skill, serta beberapa alat canggih, sebagai alat komunikasi khusus, kapan saja tuan membutuhkan, mereka wajib datang, tapi mereka akan menjadi seperti robot.
* Keempat orang gadis itu jadikan saja, sebagai bawahan biasa, namun memiliki kemampuan khusus dan tugas khusus, tempatkan mereka di Jakarta, sebagai pengganti Nona Vanya, dalam mengawasi seluruh perusahaan di Jakarta,
Usia dan tinggi badan mereka akan Rose sesuaikan, begitu juga dengan ijazah mereka semua bisa di atur.
Di penampungan itu juga masih ada beberapa gadis yang sudah sempat di ambil 1 ginjalnya, dan ada 1 orang gadis yang paling miris, dia berusia 18 tahun, keluarganya sudah di bunuh semuanya, dia sekarang buta dan dan ginjalnya tinggal 1, dalam toko sistem masih tersedia sepasang mata dari semesta lain, sebelum meninggal pemilik mata itu mendonorkan matanya, Rose lebih memilih gadis ini, bawaannya sudah pintar dan cerdas.
" Baiklah, untuk seluruh anak-anak, jika sudah tidak ada keluarganya, bawah ke panti asuhan Bintang Timur, biar nanti Naldi yang merawat mereka, tapi bagi umurnya masih 6 tahun kebawah saya ingin mereka di bawa ke Panti Asuhan Agape, Jam 8 Malam kita beraksi", putus Ranti.
* Baik Tuan, Tim yang sudah berangkat akan menunggu di sekitar lokasi", Ucap Rose.
" Aplikasi Mata Dewa, kelompokkan anak-anak itu berdasarkan umur", perintah Ranti.
" Baik Tuan", balas Aplikasi Mata Dewa.
" Kak Ranti nanti mau kuliah dimana? tanya Bertrand.
" Kampus di Jakarta tapi ambil jalur online, jadi hanya kirim tugas saja, jawab Ranti.
" Kakak terlalu sibuk, jika mesti tiap hari masuk kampus", lanjut Ranti menjelaskan alasannya kuliah Online.
Ranti sendiri di urus oleh Rose untuk kuliah online di Universitas Pennsylvania Amerika Serikat, jurusan Bisnis.
Sedangkan di Indonesia Ranti akan mendaftar di Universitas Binus Jakarta jurusan accounting.
Selesai makan Pizza Hut mereka kembali berkeliling, Ranti membayar belanjaan dengan jumlah yang lumayan banyak, ATM yang di pegang Mercy, cukup terkuras juga.
" Salma, kakak ada urusan Sebentar, nanti tidur di kamar kakak sama Armando", ucap Ranti.
" Ia Kak, besok sore katanya ayah dan bunda beserta mereka mau pulang ke Jakarta", ucap Salma.
" Ia kan banyak pekerjaan", ucap Ranti.
" Oke deh, Salma juga mau main ke rumah Mora, sudah lama tidak kerumahnya", ucap Salma.
" Ya sudah, kakak pergi dulu", ucap Ranti.
" Dek jangan pulang terlalu malam, dan jangan terlalu memaksakan tenaga untuk bekerja", ucap Mercy.
" Ia, terimakasih kak", ucap Ranti dan langsung bergegas ke parkiran.
* Tuan semua Tim sudah menunggu", ucap Rose.
" Tuan, jumlah total anak - anak disana lumayan banyak.
- Umur 2 hingga 6 tahun ada 15 orang
- Umur 7 hingga 12 tahun ada 10 orang
sisanya sudah beranjak remaja dan 10 orang, 6 dalam kondisi ginjal tinggal 1, bahkan tinggal menunggu eksekusi jika ada yang meminta organ yang lain, 1 Gadis umur 18 tahun kondisi buta, dan ginjal tinggal 1, 3 hari lagi dia akan di bunuh karena ada pesanan ginjal dan jantung.
Gadis itu juga, bekas di perkosa, hamil 2x dan digugurkan oleh mereka, Keluarga tinggal Paman sambung, yang pertama kali memperkosanya kemudian menjualnya kepada organisasi ini
" Kekayaan organisasi ini cukup banyak, dan mereka memiliki perusahaan distributor obat-obatan dan alat kesehatan, semuanya sudah di kuras dengan total, 350 milyar, sedangkan keluarga pemilik perusahaan itu memiliki kekayaan dalam bentuk cash 200 milyar dan sudah di ambil semuanya", lapor aplikasi Mata Dewa.
Hanya sekitar 10 Menit Ranti sudah berada di lokasi.
" Ryu dsn Ryi kalian berdua bawa anak yang di culik dari Mall Galaxy, dan 1 anak lagi, antar ke graha mas indah", perintah Ranti.
" Joey dan Zoey, kalian antar beberapa anak ke panti asuhan Agape, dan besok baru antarkan ke rumah orangtuanya, bagi yang masih punya keluarga, bagi yang Tidak, untuk anak umur 7 tahun ke atas Antarkan ke Panti Asuhan darurat milik saya, yang umur di bawah itu biarkan tetap di panti asuhan Agape.
Untuk yang remaja, biar saya yang urus, kalian tunggu saya buat pelindung dulu dan amankan situasi baru kalian masuk", Perintah Ranti.
Ranti masuk ke dalam bangunan yang di jadikan penampungan itu dengan santai, dia membuat pelindung Ilusi, mata Semestanya mulai memindai satu persatu ruangan yang ada.
Terlihat seluruh anak-anak sedang tertidur, Ranti melihat bayi perempuan berumur 2 bulan, dengan sarung tangan pemindah, Ranti masuk keruangan itu dan mengambil bayi tersebut kemudian memasukkannya ke Cincin Semesta, di ruangan itu juga terdapat beberapa balita, dan langsung di masukkan ke kantong Ruang, kini ruangan Tersebut tinggal 2 penjaga, Ranti menyuntikkan cairan penghancur tulang dan sudah di atur untuk 1 kaki dan 1 tangan, bereaksi setelah 2 hari.
Ranti menyusuri semua ruangan dan memasukkan semua anak ke dalam kantong Ruang, yang sudah bagi, setiap mereka yang nantinya di keluarkan dari kantong itu akan segera terhapus ingatan mereka soal kantong ruang itu
Ranti kemudian memasuki ruangan yang terdapat beberapa orang yang sudah di ambil ginjalnya, terlihat lemah.
" Rose apakah ginjal mereka bisa di tumbuhkan kembali", tanya Ranti.
" Bisa Tuan, kecuali yang harus di ganti dengan mata yang lain, tapi tenang Tuan, proses operasi pemasangan mata, akan dilakukan oleh Tim Rose yang akan di kerjakan di dalam cincin Semesta Tuan", ucap Rose.
__ADS_1
" Lalu bagiamana menumbuhkan ginjal baru untuk 5 orang itu? tanya Ranti.
" Bisa kita lakukan dengan Pill Rekonstruksi Fisika, Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel, 2 Pill itu ditambah campuran madu murni, Embun Pohon Kehidupan dan ginseng 5 ribu tahun, proses nya 3 bulan dunia ini, 3 hari didalam kantong Ruang dan biarkan mereka dalam keadaan tidak sadarkan diri.
* Rose sarankan biarkan para anak remaja itu didalam kantong Ruang untuk sementara waktu, setelah semuanya pulih, baru di keluarkan.
" Baiklah", jawab Ranti dan kemudian masuk ke ruangan tempat dimana 4 gadis itu berada, dan sementara di paksa melayani para laki-laki bejad.
Dengan Mind Ruler, Ranti mengontrol para laki-laki bejad itu agar berhenti dan keluar dari ruangan itu, setelah di suntik cairan penghancur tulang.
Setelah para laki-laki itu keluar semua, Ranti menidurkan ke 4 gadis itu dan memasukkannya ke kantong Ruang.
Setelah mengumpulkan semua targetnya, Ranti ke ruangan paling atas, disitu terdapat 2 dokter tukang operasi, tanpa ampun Ranti menyuntik dengan cairan penghancur tulang.
* Tuan, bagi Rose, tenggelamkan saja mereka hidup - hidup, percuma saja di buat cacat, hanya akan menyiksa keluarga mereka, kalau mereka sudah tidak ada, otomatis keluarga mereka juga tidak tersiksa", saran Rose.
" Baik kalau begitu", ucap Ranti dan langsung menuju brankas, dan mengambil berapapun uang yang ada.
Setelah berada di luar gedung, Ranti memberikan kantong yang berisi anak-anak yatim-piatu dan dan yang masih memiliki orang tua,dan langsung memerintahkan mereka untuk segera pergi.
Setelah tim Rose pergi, Ranti mengaktifkan elemen Tanah dan air guna mempercepat bangunan itu tenggelam.
Para anggota penculik yang tertidur, terkejut karena bangunan itu mulai bergerak, mereka berlarian untuk mencari pintu Keluar tapi sayang pintunya sudah di Blok Ranti.
Hanya dalam jangka 30 menit bangunan itu sudah hilang, kebetulan bangunan itu berdiri terpisah dari perkampungan warga dan juga lahannya cukup luas, maka dengan leluasa Ranti membuat taman yang asri dengan pepohonan yang rindang, pasti saat pagi hari akan ada kehebohan seantero Surabaya.
Setelah dari sana Ranti, bergegas ke rumah pemilik organisasi penculik anak itu.
Ranti berpikir keras hukuman apa yang pantas buat mereka, membuat mereka malu dan masuk penjara, hanya merugikan pemerintah kasih mereka makan gratis.
Ranti memasuki rumah itu, mengambil uang cash yang tersimpan di brangkas, dan barang- barang berharga lainnya.
Namun hal yang paling menjijikan dilihat oleh Ranti, bahkan dia hampir muntah.
Setelah barang-barang berharga habis dijarah, Ranti mengontrol pikiran para pelayan agar segera keluar dari rumah itu.
Ranti memberikan 4 orang pelayan itu uang masing-masing sebesar 100 juta dalam koper mereka.
Mereka pergi menggunakan Taksi online, setelah merek berjalan sekitar 100 meter, ingatan mereka terhapus tentang majikan mereka, begitu juga dengan sulit taksi itu.
Ranti memblokir semua pintu dan jendela, kemudian Ranti mulai membakar rumah itu, setelah api mulai besar, keluarga penghuni rumah itu berusaha keluar, namun tidak bisa.
" Kalian sudah banyak membunuh orang, sekarang terimalah kematian kalian", kata-kata Ranti bergema di kepala mereka.
Setelah keempat manusia laknat itu mati terbakar, Ranti menenggelamkan rumah itu, beserta mobil ataupun barang yang lain.
Dalam tempo 2 jam lahan itu sudah di tumbuhi berbagai jenis tanaman buah, yang anehnya tanamannya sudah berbuah lebat dan siap panen.
Selesai menghukum orang-orang itu, Ranti kembali ke rumahnya, dia hanya membawa 1 kantong berisi 5 orang remaja yang sedang proses penyembuhan ginjal, sedangkan 4 gadis itu masih tertidur, sedangkan 1 gadis buta berada dalam cincin semesta beserta bayi 2 bulan, dia yang paling prosesnya yaitu 1 Minggu, akhirnya Rose mengirimkan 1 orang untuk merawatnya dan juga bayi itu.
Tiba dirumah sudah jam 12 malam, semua orang sudah tidur.
Ranti memasuki kamarnya dan melihat kedua adiknya sudah tidur, Ranti masuk kamar mandi dan membersihkan diri, namun sebelum keluar dari kamar mandinya, Ranti melihat tim Rose sementara melakukan operasi mata, setelah operasi mata dan sembuh, baru pengobatan penumbuhan ginjal baru.
Ranti berbaring di kasurnya dan berisitirahat.
Sebelum Ranti tertidur, dia melihat tim Rose yang sudah mengerahkan anak yang di culik di Mall Galaxy dan juga Alicia Mikaila ke orangtuanya.
Di Panti asuhan juga tim Rose sudah menyerahkan ke Naldi dan juga Suter Diana, untuk anak-anak yang sudah mengerti, mereka tidak ingat lagi tempat penampungan yang selama ini mereka tinggal.
Baik Naldi maupun Suster Diana tidak bisa menolak kehadiran anak-anak itu.
Banyak yang dikerjakan Ranti hati ini, hingga dia sedikit lelah, dan tertidur.
Pagi hari, Ranti merasakan ada 2 orang yang memeluknya, dengan senyum dia menyapa kedua adiknya.
" Mau sampai kapan kalian memeluk kakak", ucap Ranti.
" Hehehehe, sampai kakak bosan kami peluk", jawab Salma.
" Kamu itu pintar sekali menjawab, mana bosan kakak di peluk kalian, Kakak juga tidak akan bosan memeluk kalian, apalagi semakin hari kalian semakin besar", ucap Ranti.
" Biarpun Salma sudah besar tetap akan memeluk kakak", ujarnya.
" Baiklah, sekarang sudah jam 7 ayo kita bangun dan sarapan Pagi, ajak Ranti.
" Salma mandi dengan kakak ya, ucap Salma.
" Ia, sini kalian berdua kakak mandikan, kamar kalian lagi di pakai mereka", ucap Ranti.
__ADS_1
Selesai Mandi mereka bertiga turun keruang makan dengan pakaian yang sudah rapi.
Keluarga besar menikmati sarapan pagi dengan suasana gembira.
" Cucuku, kakek siang ini mau kembali ke Jakarta, kakek lupa ada undangan pernikahan cucu teman kakek", ucap Radjiman.
" Oh baiklah, jawab Ranti.
" Princes Dady dan mommy juga mau tidak mau harus kembali", ucap Adriansyah.
" Bibi dan Rio juga, nanti ketemu lagi saat berangkat ke Amerika.
" Kak Rindu apa gak mau ikut ke Jakarta, tanya Ranti.
" Tidak, nantikan kamu mau ke Lampung dan Palu, nanti kedua adik kita ini kesepian, ucap Rindu.
" Tidak apa-apa, bibi juga di Jakarta banyak yang akan bibi urus, jadi tidak apa-apa Rindu disini, jangan kuatir, toh bibi sudah bertemu dan yang paling penting Putri bibi masih hidup dan sangat Cantik", ucap Monika Hadinata.
" Terimakasih Bibi, nanti bibi bisa temani kak Rindu di Amerika kalau bibi mau", ucap Ranti.
" Ia, tapi bibi mau selesai kan seluruh urusan Bibi terlebih dahulu, ucap Monika Hadinata.
Tepat jam 11 siang keluarga Ranti kembali ke Jakarta, termasuk Darel dan Vanya, mereka sedang ujian semester, yang tinggal beberapa hari lagi selesai.
Si kembar pulang ke Jogja, namun mereka lewat darat, mereka mau mencoba mobil Koenigsegg Jesko milik mereka, sedangkan Nindya ikut dengan mobil Alphard, bersama para pelayan.
Setelah dari Bandara, Ranti mengantarkan Salma ke rumah Mora, dan meninggalkan dia dan Armando disana, Ranti mau menyelesaikan urusan di Pakuwon City Mall.
Dengan santai dia memasuki mall, dia disambut oleh Pak Sumadi dan Wawan, untuk sementara waktu, Mall ini masih di pegang oleh Pak Dharmadi, sambil merekrut karyawan baru, selain cleaning Service dan Security.
Untuk Security sendiri akan di kelola Pak Sumadi dan akan menempatkan para anggota dari Tim 3, untuk Cleaning Service sendiri sudah di kirim 10 orang termasuk 1 supervisor dari Jakarta, oleh Atilla Antara.
Ranti bersama kakaknya sudah berdiskusi tentang niat Ranti yang hendak mengambil Lupita atau Novianti, jika belum mendapatkan orang yang tepat, tapi menurut Kakak-kakaknya lebih tepat jika Mall tersebut di pimpin oleh laki-laki, apalagi baru saja ada masalah, dan karyawan Semuanya baru.
Ranti berpikir benar juga, tapi siapa yang bisa dia percaya.
* Tuan, didalam Mall ini, ada seorang laki-laki, umur 40 tahun, dia hidup bersama dengan putrinya, dan baru pindah dari Cirebon setelah bercerai dengan Istrinya, dia pernah bekerja di Cirebon Super Blok, saat ini istrinya yang menjadi Manajer HRD, sedangkan suami keduanya adalah pemilik Restoran yang kini menyewa di sana.
Suami keduanya tidak mau menerima anaknya, dan akhirnya laki-laki ini pulang ke Surabaya bersama Putrinya yang berumur 12 tahun, berikan saja kesempatan padanya", saran Rose.
" Dia sekarang ada dimana? tanya Ranti.
* Sedang menemani Putrinya makan di salah restoran ayam Goreng Surabaya", ucap Rose.
" Baiklah, saya temui dia dulu, jawab Ranti.
Ranti bergegas ke restoran tersebut, dan benar saja di sudut ruangan restoran tersebut duduk pria dewasa bersama seorang anak perempuan.
Ranti duduk bersebelahan meja dengan pria itu dan memesan makanan ayam goreng, yang katanya enak.
Dengan seksama Ranti mendengar obrolan antara bapak dan anak seputar sekolah, dan juga Masalah cari pekerjaan.
" Halo, apa kalian batu sampai di Surabaya? ucap Ranti basa basi.
" Ia kami baru 3 hari tiba disini, saya asli Surabaya, hanya merantau ke Cirebon cukup lama, tapi sekarang kembali ke daerah asal", ucap Pria itu.
" Oh kenalkan nama saya Ranti Putri, kalau anda siapa namanya? tanya Ranti.
" Arif Rahman, tapi semua teman dan saudara memanggil saya Arif dan ini Putri saya Mayang Arimbi Rahmani.", ujarnya.
" Sekarang tinggal dimana dan sama siapa saja? tanya Ranti.
" Saya tinggal di rumah orang tua bersama ibu saya", Jawab Arif.
" Maaf tadi saya dengar, Pak Arif sedang mencari pekerjaan apa", kalau boleh saya tahu Pak Arif lulusan apa dan pernah kerja dimana saja? lanjut Ranti bertanya.
" Saya lulusan Manajemen dan Terakhir Supervisor pengelolaan Cirebon Super Blok, namun 2 bulan lalu saya di rumahkan oleh pihak manajemen", ucap Arif.
" Apa alasan mereka hingga Pak Arif di rumahkan? tanya Ranti.
" Saya juga tidak di berikan alasan yang pasti, hanya saja memang saya sudah tidak nyaman bekerja disana, karena mantan istri saya sekarang menjadi atasan, dan juga suami barunya adalah salah satu tenant disana, jadi saya tidak mempersoalkan ketika mereka merumahkan saya, Semua gak saya juga sudah di penuhi, setelah semuanya beres, baru saya Pulang kesini, Putri saya juga tinggal ambil ijazah SD nya", ucap Arif.
" Saya ada tawaran untuk Pak Arif, itupun kalau pak Arif bersedia, Saya butuh orang untuk mengelola Mall ini, yang kebetulan saya memecat seluruh karyawan disini, jadi yang terlihat sekarang adalah karyawan baru, jika pak Arif bersedia, besok datang ke alamat ini, disana kantor pusatnya, dan ini memo dari saya, datang dan temui Pak Dharmadi, saya menawarkan anda menjadi Direktur disini, bagaimana ? tanya Ranti.
" Apa Nona serius, lalu apa syaratnya? tanya Arif.
" Jujur, setia dan rendah hati, itu saja diluar aturan dan syarat umum yang berlaku, jika bersedia, hari Selasa sudah bisa mulai bekerja, untuk Fasilitas pendukung, ada mobil dinas dan juga rumah Dinas silahkan di gunakan, nanti orang saya merenovasi rumah itu dan mengisinya dengan perabotan yang baru, paling lama 2 Minggu sudah selesai", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona, saya bersedia, tapi apakah saya boleh membawa ibu saya di rumah itu? tanya Arif.
__ADS_1
" Silahkan, rumah itu ada 4 kamar, termasuk 1 kamar pelayan", ucap Ranti.
" Baik Nona, besok saya akan antar seluruh berkas saya ke kantor pusat, terimakasih, ucap Arif sambil berdiri dan menundukkan kepalanya.