SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Membantu Panti Asuhan Charity


__ADS_3

Ranti dan Salma mengantar Mora pulang kerumahnya, mereka disambut oleh orangtuanya Mora.


" Selamat Sore bibi, maaf pulangnya kesorean, ucap Salma


" Tidak apa-apa, mari masuk dulu, ajak ibunya Mora.


" lain kali Bu, ini sudah mau malam, ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Ranti, sudah mengizinkan Mora main dengan Salma, ucap ibunya Mora


" Tidak apa-apa, selama adik saya senang, saya tidak akan melarangnya, justru saya senang, Salma punya teman, ucap Ranti


" Baiklah, tapi kalau Mora tidak sopan tolong di tegur saja, ucap ibunya Mora


" Namanya masih kecil, selama ini Mora sangat sopan, pelayan dirumah kami juga senang dengan Mora, jadi jangan kuatir, saya harap kedepan, Mora mau menemani Salma kesekolah manapun dia inginkan, soal biaya, ibu dan bapak tidak usah kuatir, balas Ranti.


" Terimakasih Nona Ranti, ucap ibunya Mora.


" Bibi, Salma pulang dulu, Mora sampai besok di sekolah ya, ucap Salma.


" Terimakasih kak Ranti dan juga Terimakasih ya Salma, ucap Mora


" Oke, sampai ketemu besok daaa, ucap Salma dan langsung bergegas pergi.


" Mora, kamu ingat baik-baik, jangan pernah mengkhianati Nona Salma yang sudah sangat baik sama kamu, ucap ibunya.


" Pasti Bu, dia temanku, walau dia kaya tapi dia tidak malu jalan-jalan dengan aku, jadi aku sangat senang, ucap Mora.


" Sangat jarang orang kaya mau berteman dengan orang seperti kita nak, jadi jangan pernah kamu memanfaatkannya, jangan pernah meminta apapun darinya, Ucap ibunya Mora.


" Mora mengerti Bu, ayah juga selalu berpesan demikian, ucap Mora


" Kak, apa kakak mau biayai Mora jika Salma kuliah nanti, tanya Salma


" Kalau Salma masih berteman dengan nya, apa salahnya membiayai sekolah nya Mora, ucap Ranti


" Kalau Mora kuliahnya di luar negeri bagaimana? tanya Salma


" Tidak masalah, berapapun biayanya akan kakak bayar, selama dia baik dan setia sama kamu, ucap Ranti.


" Terimakasih Kak, Salma senang berteman dengan Mora, Pintar dan baik hati, semoga dia tidak berubah fi kemudian hari, ucap Salma.


" Makanya Salma harus memberikan contoh yang baik, agar dia selalu menjadi orang yang baik, ucap Ranti.


" Baik kak, ucap Salma.


Akhirnya mereka tiba di rumah dsn terlihat semua saudara-saudaranya sudah pada ngumpul di ruang tamu.


" Ada apa ini, kenapa wajah kakak semua pada murung ? tanya Ranti


" Dek, Panti asuhan Charity di gugat ke pengadilan soal lahan Mereka, tadi Bu Farida dan suster Diana datang ke restoran membicarakannya dengan kami, ucap Mercy.


" Memangnya ada apa dengan lahan itu, tanya Ranti


" Katanya lahan itu, bukan milik Panti Asuhan Charity, mereka menunjukkan bukti kepemilikan berupa sertifikat tanah, ucap Mercy.


" Lalu apa tanggapan Suster Diana, tanya Ranti


" Suster Diana bingung, secara lahan itu, pemberian seorang Pastor yang pertama kali mendirikan Panti Asuhan Charity, dan semua suratnya lengkap, tapi kenapa bisa ada sertifikat yang lain dan saat di konfirmasi ke BPN ternyata sertifikat orang itu asli dan tidak pernah ada jual beli, ucap Mercy.


" Ya sudah nanti aku minta orang-orang ku untuk mengurusnya, kalau memang asli, nanti aku tanya kalau dia mau menjualnya, ucap Ranti.


" Mereka memang mengatakan demikian, jika panti katanya punya uang, maka mereka akan menjualnya, tapi panti juga harus membeli lahan yang ada di samping kanan dan belakang Panti sekaligus, jika tidak maka mereka tidak akan menjualnya, ujar Mercy.


" Justru itu lebih gampang, tenang saja, panti kita tidak akan kemana-mana, tenang saja dan jangan sedih, ucap Ranti, sambil menelpon Bu Farida


" Halo Bu Farida, apa ibu punya nomor telpon orang yang mengakui pemilik lahan Panti Asuhan Charity,tanya Ranti.


" Ada Nak, mereka menuntut agar Panti juga membayar seluruh lahan mereka, harganya 80 Milyar semuanya, ucap Bu Farida.


" Tenang saja, besok pulang sekolah kami kesana, nanti ajak sekalian Suster Diana dan Pemilik lahan, ucap Ranti.


" Baik Nak, ibu minta maaf selalu merepotkan kamu, ucap Bu Farida


" Tidak apa-apa, Panti Asuhan Charity, adalah rumahku tidak akan pernah merepotkan soal urusan Panti Asuhan Charity, ibu tenang saja, ucap Ranti.


" Baiklah Nak, ibu akan tenang sekarang, ucap Bu Farida.


" Mereka minta 80 milyar rupiah untuk harga tanahnya, ucap Ranti

__ADS_1


" Bagaimana menurut kamu Dek, apa itu mahal atau murah, tanya Mercy.


" Sebenarnya sangat tinggi dari harga pasar, tapi kalau diingat panti kita sudah berdiri sangat lama, jadi hitung-hitung biaya sewa saja, dan masih bagus mereka mau jual, kalau tidak, pasti kita akan lebih repot, ucap Ranti.


" Ia benar juga, tapi kalian jangan sampai berita ini tembus ke kak Darel dan kak Vanya, ucap Mercy


" Pasti, tau sendiri sifat mereka berdua, nanti salah paham lagi, lagian hanya 80 Milyar, ucap Ranti.


" Kita patungan saja bagaimana, ucap Rindu


" Tidak usah, kalian simpan saja uang kalian, biar aku yang bayar, ucap Ranti.


" Tapi masa kamu sendirian menanggungnya, ucap Mercy.


" Tidak apa-apa tenang saja, 80 milyar tidak akan terasa buat ku, apa kalian pikir aku akan miskin, ucap Ranti


" Ya sudah kalau begitu, ucap mereka


" Salma, Armando, lihat tampang kakak kita itu, pada cemberut, ucap Ranti


" Hehehehe, biar lagi cemberut tapi kakak semuanya tetap cantik, ucap Salma mencairkan suasana.


" Salma kamu ngeledek kakak ya, ucap Rindu


" Memangnya kak tidak cantik ya, ucap Salma


" kamu itu, sini kamu ucap Rindu


" Ada apa kakakku yang cantik, ucap Salma dan langsung duduk di pangkuan Rindu.


" Kakak lagi marah, main duduk aja si pangkuan kakak, ucap Rindu


" Biarin aja, Salma kan bicaranya sesuai fakta, bahwa kak Rindu sangat cantik dan sangat baik hati, ucap Salma dengan wajah yang dibuat imut


Hahahaha hahahah


" Dasar pintar sekali merayu, ucap Rindu sambil mencubit pipi Salma.


" Hore akhir nya kak Rindu tersenyum, cup cup, teriak Salma sambil menciumi pipi Rindu.


Keesokan harinya, setelah pulang sekolah mereka semua sudah berada di Panti Asuhan Charity, dan sudah hadir juga Suster Diana dan para pengurus Panti Asuhan Charity, termasuk Bu Gendhis sebagai penasehat dan Bella sebagai pengawas.


Pemilik lahan tiba bersama pengacaranya dan juga hadir petugas kepolisian, serta orang dari BPN.


Kehadiran mereka, membuat suasana agak tegang, Bu Farida dan Suster Diana terlihat agak gelisah.


Dari pihak Pemilik lahan, juga kaget melihat ada 4 orang gadis berseragam SMA duduk diantara pertemuan itu.


" Mohon Maaf adik-adik, ini pertemuan orang dewasa, jadi harap adik- adik untuk tidak berada di sini, ucap petugas kepolisian.


" Maaf pak Petugas, mereka adalah mantan anak Panti Kami, dan sekaligus Donatur terbesar dari Panti Asuhan Charity, dan merekalah yang meminta pertemuan ini, ucap Suster Diana.


' Oh baiklah kalau begitu, ucap petugas Kepolisian itu.


Mereka berdiskusi panjang lebar soal lahan Panti, Suster Diana juga memang tidak memiliki dokumen yang kuat soal lahan itu,


Pihak pemilik juga, tidak arogan selama diskusi berjalan, jadi Ranti merasa nyaman, dan menganggap wajar, jika seseorang mempertanyakan haknya, apalagi bahasanya juga sangat sopan.


" Mohon maaf Suster Diana, kami mengakui, lahan ini memang di pinjamkan oleh kakek kami, karena dia berteman baik dengan Pastor yang mendirikan Panti Asuhan Charity ini, Pastor berjanji akan membayarnya jika panti sudah punya uang, dan kakek dan nenek saya setuju.


Kami tidak serta merta akan mengusir kalian dari sini, jika memang belum punya uang atau memang tidak sanggup membayar lahan ini, kami akan berikan waktu selama 3 tahun, panti asuhan ini di lahan kami, ucap pemilik itu dengan jujur.


Ranti yang mendengar omongan dari pemilik lahan itu, membuatnya tersenyum bahagia, " Orang yang rendah hati", padahal usahanya diambang ke bangkrutan, batin Ranti setelah memindai status pemilik lahan itu.


" Mohon maaf semuanya, dan mohon maaf jika saya lancang, ucap Ranti.


" Tidak apa-apa dek, silahkan jika ada yang ingin adek sampaikan, ucap pemilik lahan itu.


" Terimakasih Pak, apa benar anda pemilik Perusahaan Distribusi makanan Food Gemilang Persada? tanya Ranti.


" Benar sekali Dek, jujur saja perusahaan saya lagi bermasalah, dan sangat membutuhkan uang, sudah lama kami berkeinginan mengambil lahan ini, tapi aku dan istri tidak tega melihat anak-anak panti, jika kami mengambil lahan ini, ucap Pemilik lahan Panti.


" Saya berterima kasih atas kebaikan bapak dan ibu, jujur saja, panti asuhan ini, adalah tempat saya dan kakak-kakakku tumbuh besar, jadi kami berupaya untuk tetap berada di tanah ini, ucap Ranti


" Saya juga berharap demikian, makanya saya memberikan waktu 3 tahun untuk berasa disini, siapa tahu ada yang tergerak membantu panti asuhan ini. Saya sendiri sejujurnya tidak ingin menjual lahan ini selain ke pihak Panti Asuhan Charity, ucap pemilik lahan.


" Terimakasih Pak, hati anda sangat mulia, dan sebagai tanda terimakasih kami, ijinkan saya mewakili keluarga besar Panti Asuhan Charity, membayar seluruh Tanah Bapak dengan 100 milyar dan saya akan bayar Tunai hari ini, bagaimana Pak, apa harganya kurang atau bagiamana, tanya Ranti


" Maaf saya menawarkan harganya 80 Milyar, silahkan bayar dengan harga seperti itu, saya di ajarkan oleh ayah dan kakek agar jangan serakah, Apalagi ini adalah panti asuhan, ucap pemilik lahan itu, dengan tulus.

__ADS_1


" Mohon jangan menolak nya, kami berdiri disini sudah lebih 25 tahun, dan bapak beserta keluarga tidak pernah mengusir kami, kebaikan keluarga bapak dan ibu, tidak mampu kami membayarnya dengan apapun, ucap Ranti.


" Tapi dek 20 milyar itu sangat besar, ucap pemilik Lahan


" Kebaikan justru lebih besar dari 20 Milyar, balas Ranti dengan sangat elegan.


" Seumur hidup saya bertugas di kepolisian, baru sekarang saya melihat orang seperti kamu gadis muda, saya sangat senang melihat kamu berbakti kepada Panti Asuhan yang sudah membesarkan kamu dan


saudara-saudaramu, ucap petugas kepolisian itu.


" Terimakasih Pak Polisi, kami semua belajar nilai kebaikan dan bagaimana membalas kebaikan dari Panti Asuhan Charity ini, ujar Ranti.


" Hebat ! Sangat hebat, Masih muda tapi sangat dewasa dan berpikiran sangat luas, ucap Petugas Kepolisian itu, sambil mengayunkan jempol.


" Satu lagi pak Pemilik Lahan, saya rekomendasikan Perusahaan anda untuk menjadi distributor tunggal untuk wilayah Indonesia Timur dan Bali, untuk seluruh Produk Makanan dari RPS Food Excellent, ucap Ranti.


" Maaf Dek, baru seminggu yang lalu proposal Perusahaan Kami di tolak, pihak Manajemen Food Excellent, ucap Istri pemilik Lahan.


" Jelas di tolak, karena melihat situasi perusahaan bapak yang sudah di ujung tanduk, ucap Ranti.


" Kami paham itu, makanya kami tidak tersinggung, Nona Elisabeth memberi kami kesempatan untuk memperbaiki kinerja perusahaan dan modal, jika semua terpenuhi, baru mereka akan setuju, ucap istri pemilik lahan itu.


" Maka sekarang waktunya, saya bayar lahan ini,. maka modal perusahaan anda akan kita kembali, bagaimana, ucap Ranti.


" Jika benar demikian, baiklah kita urus saat ini juga, kata pemilik lahan itu.


" Ini 4 lembar cek masing-masing bernilai 25 milyar, silahkan diurus pengalihan hak milik lahan atas nama Panti Asuhan Charity.


Para Petugas yang hadir dan Pemilik lahan, di buat terkejut ketika Ranti dengan gampangnya menanda tangani 4 lembar Cek bernilai 100 milyar.


" Bagaimana pak, apakah bisa lanjutkan transaksi ini, tanya Ranti


" Tapi apa adek tidak rugi membayar 100 milyar untuk tanah ini, tanya pemilik lahan itu.


" Jujur jika kita orang yang tamak, pasti akan kutawar serendah mungkin dengan memanfaatkan perusahaan bapak, tapi untuk apa kita jadi orang yang tidak tahu membalas kebaikan orang pada kita, ucap Ranti yang sekali lagi membuat mereka kagum.


" Saya dan istri saya hanya sanggup mengucapkan terimakasih banyak.


Transaksi pun berlangsung, dan bahkan dari pihak BPN berjanji akan membantu mempercepat proses balik nama dan menerbitkan sertifikat setelah pergantian nama pemilik.


" Untuk bapak-bapak petugas sekalian, mohon terima hadiah kecil dari kami, percayalah kami ikhlas memberikan nya, dan jangan beranggapan kami menyogok bapak-bapak Petugas.


" Terimakasih Dek, tapi kami tidak bisa menerimanya, ucap para petugas itu dengan serentak.


" Kalau begitu saya ganti hadiahnya, ini perhiasan buat istri bapak-bapak sekalian, saya yang bertanggungjawab jika suatu saat ada yang protes.


Akhirnya mereka menerima nya, tapi mereka tidak tahu di dalam kotak perhiasan itu Ranti sudah menaruh ATM dengan saldo 2 masing-masing 2 milyar.


" Jangan lupa besok bawa proposal Permohonan Kerja Sama perusahaan anda, dan serahkan memo dari saya ini, ucap Ranti


" Terimakasih Nona, tapi apa hubungan anda dengan pemilik Food Excellent, tanya Pemilik lahan itu.


" Pak pemilik lahan, dari semua yang bekerja sama dengan Food Excellent, anda adalah satu-satunya mitra yang berhadapan langsung dengan Pemilik Tunggal PT RPS Food Excellent, ucap Bella.


" Oh ya ampun, maafkan saya Nona Muda, maaf jika saya lancang, ucap pemilik lahan itu.


" Santai saja, saya tau bapak orang baik, apalagi bapak memiliki istri yang sangat sabar dan setia, tolong jangan khianati kepercayaan saya, bulan depan pabrik sabun saya akan beroperasi, saya tantang anda untuk menjual produk saya, khusus Indonesia Timur dan Bali, NTT dan NTB, itu wilayah ekslusif perusahaan Bapak, bagaimana ?


" Tuhan itu adil, saya sanggup Nona Muda, selama ini perusahaan memang menggarap pasar di Indonesia bagian Timur, Bali, NTB dan NTT.


" Baiklah, semua sudah beres, terimakasih atas kehadirannya, untuk kelanjutan proses dari tanah ini, silahkan berhubung dengan pengurus Panti Asuhan Charity, ucap Ranti.


" Kami juga berterimakasih, hati ini, kami sangat bersyukur dan kami berjanji, kedepan kami juga akan berdonasi untuk panti asuhan ini, ucap pemilik Lahan.


" Sebagai penghormatan kami, kepada keluarga Bapak dan ibu serta leluhur Yang meminjamkan tanah ini, ijinkan kami mengangkat bapak sebagai penasehat di panti asuhan ini, ucap Bu Farida.


" Terimakasih Bu ketua Panti, saya bersedia, ini suatu kehormatan bagi keluarga kami, Semoga kakek ku bisa bangga melihat cucunya terlibat di Panti Asuhan ini, ucap pemilik lahan itu, dengan mata berkaca-kaca.


" Bapak-bapak petugas, terimakasih sudah menjadi saksi buat kesepakatan ini, ucap Suster Diana.


" Sama-sama suster Diana, kalian adalah pejuang Kemanusiaan, ucap Petugas badan Pertanahan Indonesia Surabaya.


Setelah para petugas dan pemilik lahan itu pergi, Ranti bersama saudara-saudaranya, berkumpul dengan semua pengurus Panti.


" Nak Ranti, terimakasih sudah membantu Panti Asuhan Charity, ucap Bu Farida.


" Jangan berterimakasih pada saya, jika bukan karena saya di besarkan disini, saya belum tentu membantu, tetapi karena Panti Asuhan Charity ini, adalah tempat saya dan kakak-kakakku di besarkan, dididik dan dirawat, lepas dari masalah yang telah lewat, semua ini adalah kewajiban kami untuk mempertahankan rumah kami, saudara kami dan orangtua asuh kami, ucap Ranti.


" Suster tidak salah menyayangi kamu Nak, dan kakak-kakakmu juga tidak salah memanjakan kamu dari kecil, kamulah penyelamat Panti Asuhan Charity ini, ucap Suster Diana.

__ADS_1


" Suster Diana dan Bu Farida lah, yang menjadi penyelamat kami di dunia ini, ucap Ranti.


__ADS_2