SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Membagikan hasil rampasan


__ADS_3

Kini Ranti sudah berada di Merak, dia melihat terdapat deretan Ruko 2 lantai, yang sedang sibuk merenovasi interiornya, dan tampilan depan, ternyata tidak hanya satu Ruko yang ambil, melainkan 2 dan sampingnya adalah Hook.


Ranti geleng - geleng kepala dan mendekati para pekerja yang sedang bekerja, Ranti menanyakan kemana Pemiliknya, ternyata si ibu tetap berjualan di tempat biasa sambil menunggu rukonya selesai di renovasi.


" Halo ibu, kenapa tidak istirahat sambil menunggu rukonya selesai renovasi", ucap Ranti sambil duduk


" Kan ada bapak, lagian sayang tempat ini masih ada 2 Minggu masa sewanya, jadi ibu jualan saja, lumayan buat nambah beli keperluan, dan juga hitung-hitung ongkos buat kopi orang kerja", ucap ibu itu.


" Lalu mana Putri ibu? tanya Ranti.


" Itu dia lagi cuci motornya, jadi pas ayahnya beli mobil dia merengek minta motor Beat, ya sudah bapaknya belikan, makin semangat dia kesekolah", ujar ibu itu.


Ranti senang melihat ibu itu tetap berjualan, meski sudah ada tempat impiannya.


" Nona, apakah ibu boleh di pinjamkan modal seperti ibu ini", ucap ibu yang berjualan disamping ibunya Anjas.


" Maafkan saya Bu, saya memberikan uang kepada ibu ini, karena anaknya bekerja di perusahaan saya, jadi anggaplah saya kasih bonus buat ibu ini yang telah memberikan saya karyawan yang rajin dan setia, tapi tenang saja, ibu orang kedua yang saya berikan, tapi ada syaratnya", ucap Ranti.


" Maaf Nona, apa syaratnya, kalau agunan rumah atau tanah say tidak punya", ujar ibu itu tertunduk lesu.


" ibu mau jualan apa? tanya Ranti.


" Saya hanya mau ambil tempat di kios seberang itu, ibu sudah terlalu capek bongkar pasang tenda, ibu akan berhenti jualan jika anak bungsu ibu sudah selesai kuliah", ujar ibu itu.


Ranti memindainya dengan seksama, laporan dari Aplikasi Mata Dewa juga mengatakan bahwa ibu ini ditelantarkan 3 anaknya, tinggal anak bungsu yang setia menemani ibunya, padahal ketiga itu sudah sukses di Jakarta dan bahkan ada yang jadi tentara.


" Syaratnya hanya 2 saja, jangan pernah membicarakan apa yang saya berikan kepada ibu berdua, jika saya datang lagi dan ada yang meminta uang kepada saya berarti ibu yang menceritakannya, dan hukumannya adalah ibu wajib mengembalikan uang yang saya berikan dengan bunganya, syarat kedua, tolong jangan sekali-kali ibu berselisih dengan ibu Antara, karena dia keluarga saya, anggaplah kalian bersaudara dan saling mendukung ", ujar Ranti.


" Justru saya berjualan disini karena bantuan ibu Antara dan suaminya, Bu antara awalnya yang membantu saya dengan meminjamkan uang 1 juta pada 4 tahun lalu, sewaktu mereka masih di ruko yang akhirnya sekarang mereka kembali, berselisih paham dengan ibu Antara hanya akan merugikan saya, sudah saya kehilangan tempat dan juga pasti kehilangan orang satu-satunya yang membantu saya ", ujar ibu itu.


" Gadis itu siapa Bu yang melayani orang belanja?" tanya Ranti.


" Dia anak bungsu saya, dia minta saya berhenti jualan jika dia sudah bekerja dengan Baik, makanya sekarang ibu berusaha memenuhi kebutuhannya", ucap ibu itu


" Anak ibu yang lain apa tidak membantu ibu", tanya Ranti pura-pura tidak tahu.


" Sudah hampir 5 tahun, mereka tidak menghubungi saya, sejak ibu minta tolong kirim uang buat si bungsu mau ikut UN, tapi mereka bertiga hanya bilang nanti, hingga sekarang tidak sampe uangnya, ibu telpon lagi, tapi mereka justru mengatai ibu dengan kasar, padahal mereka ibu sekolahkan,bahkan yang tertua ibu kuliahkan S1, yang kedua juga dan yang ketiga dia jadi Tentara, kalau dia masih beberapa kali kirim uang walau hanya 200ribu, tapi kedua kakaknya sejak lulus kuliah dan dapat kerja sama sekali tidak pernah kasih uang hingga mereka menikah ibu tidak tahu", ujar ibu itu.


" Bu sudahlah, jangan pikirkan mas dan mba lagi, biarkan saja melupakan kita, itu ada karmanya sendiri, dan jangan lagi meminta pada kakak pertama dan kedua, kalau kakak ketiga adek masih maklum dia tugas di perbatasan, gajinya juga kecil, tapi walau setahun hanya saat adek naik kelas dan lebaran kakak ketiga masih mengingat kita", ujar gadis itu menenangkan Ibunya.


" Maaf Nona Muda, kakak pertama dan kedua saya sangat membuat ibu sedih, saya bahagia bisa melihat Ibuku berjuang mati-matian untuk saya, untung ada bibi Antara yang suka membantu ibu, kalau gak mungkin lapak ini tidak bisa lagi kami pakai", ujar gadis itu.


" Kamu sekarang semester berapa jurusan apa dan di kampus mana ? berondongan pertanyaan Ranti.


" Saya mau masuk semester 5, sempat 2 x cuti semester karena ibu sakit, jurusan Akuntansi di UNTIRTA Serang", jawab Gadis itu.


" Yang semangat, tapi kamu kuliah pakai apa? tanya Ranti


" Naik angkot, lumayan jauh soalnya hari Jumat kuliah hanya sampe jam 11 jadi pulangnya cepat, kalau Senin sampai Kamis bisa jam 4 baru selesai, tapi hari ini karena ada keperluan jadi ijin kuliah', ujar gadis itu.


" Halo kak, nama saya Aisyah Antara, terimakasih handphonenya, teman-teman bilang ini handphone mahal", ucap Aisyah Antara.


" Pakai dengan benar dan jaga baik-baik nanti hilang, kakak gak akan kasih lagi", ujar Ranti.


" Tenang saja kak, tapi kak maaf jangan marah, kasian kak Delia, handphonenya sering eror, tapi bibi belum bisa beli, bisik Aisyah ke Ranti.


" Jadi kamu mau kakak belikan dia handphone begitu ? tanya Ranti.


" Hehehehe ia Kak, maaf jangan laporkan ke mas Anjas, kalau Aisyah malak Kakak", ujar Aisyah polos.


Ranti melihat masih jam 3 akhirnya dia memutuskan mengajak Aisyah dan Delia pergi ke toko Handphone.


" Bu, saya ajak Aisyah dan Delia keliling kota sebentar", ucap Ranti.


" Boleh Nona Muda, Silahkan lihat kota merak dan kota Serang dulu sebelum kembali ke Surabaya.


Ketiga gadis itu bergegas naik mobil dan berangkat, sepanjang jalan Delia tidak tahu tujuannya mau ngapain.

__ADS_1


Akhirnya setelah 30 Menit Ranti melihat ada toko handphone yang sangat besar, dia mempercepat mobilnya dan akhirnya mereka tiba, kebetulan samping toko handphone ada yang jualan martabak.


" Mba ada Samsung Galaxy S22 Ultra Varian RAM 12 GB Memory 512 GB 5G dan Galaxy Tab S8+ Ultra", tanya Ranti.


" Ada Nona, smartwatch dan earbut juga ada dan semuanya original dan garansi resmi, ada keyboard asli asli Samsung pas dengan tabletnya", ucap pelayan itu dengan sopan.


" Baiklah, tolong handphonenya 2 unit, tablet 2 unit, smartwatch 2, earbut 2 dan keyboard 2, tolong tabletnya sambil varian tertingginya", tegas Ranti.


" Baik Nona, apa mau setting sendiri atau kami yang setting, tanya pelayan itu.


" Tolong bantu, dan ini kartu saya ucap Ranti.


" Aisyah kamu mau gak Flip 4 5G ? tanya Ranti.


" Hehehehe kalau kakak masih ada uang Aisyah mau, itukan handphone yang lagi Viral", ujar Aisyah.


" Ya sudah kakak belikan, anggaplah pengganti handphone kamu yang bekas itu", ujar Ranti tidak enak hati Aisyah dapat bekas sedangkan Delia dapat yang baru.


" Gak apa-apa, biar bekas asal dari kakak, Aisyah sudah sangat bahagia, seumur hidup Aisyah tidak punya kakak perempuan, semuanya laki-laki, jadi handphone apapun tidak akan kalah dari handphone bekas kakak ini", ucap Aisyah bahagia.


" Baiklah, kamu pilih warnanya apa, biar mau di bayar sekaligus", ucap Ranti.


Setelah selesai membayar semua barangnya, Ranti memesan martabak manis dan mereka duduk menikmatinya sambil ngopi.


" Delia ini untukmu dan ibumu, tabletnya bisa kamu pakai kerjakan kuliah", ujar Ranti sambil memberikan handphone, tablet dan jam Serta Earbut dan keyboard.


" Aisyah, ini buat kamu, pakai baik-baik dan ingat jangan suka keluyuran gak jelas, kalau sampai Kakak dengar kakak hukum kamu", ujar Ranti tegas.


" Ia kak, oh ya ampun kak, Aisyah lupakan sepupuku, boleh gak kakak belikan 1 handphone 1 lagi buat Sepupuku yang sama sekali tidak punya handphone", Pinta Aisyah.


Sekilas Ranti melihat Aisyah mirip dengan Salma yang sangat peduli dengan orang yang dia sayang, mata semesta dalam statusnya mengatakan Aisyah anak yang baik, juga sangat menyayangi ibu dan ayahnya, dia tidak pernah malu dengan pekerjaan orangtuanya, dan juga tipikal anak yang malas keluyuran.


" Ya sudah coba kamu tanya kalau mereka jual Oppo Reno 8 Pro 5 G", Perintah Ranti.


Dengan semangat 45 Aisyah langsung kembali ke toko handphone.


" Delia, apa Aisyah memang seperti itu sifatnya? tanya Ranti.


" Malam tadi Aisyah marah besar ke pamannya yang bilang, ayahnya menjual Aisyah agar dapat uang sewa tempat dan beli mobil dan motor", ujar Delia.


" Dia persis adik bungsuku, gaya bicaranya sama persis", ucap Ranti yang seketika kangen dengan adiknya.


" Kak, kata mereka handphonenya ada ", ujar Aisyah.


" Sandrina ini kartuku tolong kamu temani Aisyah dan bayar handphone itu.


" Delia ini, ATM ini buat kamu dan ibumu, masing-masing 1, beli motor untuk kuliah, dan kalau kamu mau setelah lulus kamu bisa bekerja di perusahaan ku di Lampung, ajak ibumu tinggal bersama kamu jika dia mau, peternakan itu akan beroperasi saat kamu sudah lulus, jadi kamu tidak susah lagi cari pekerjaan", ujar Ranti.


" Saya bersedia Nona, apalagi makin hari makin susah cari kerja, sekarang sudah ada tawaran, apalagi dari orang yang sudah kita kenal, saya bersedia bekerja di Lampung, disana juga ada mas Anjas, jadi tenang saya", ujar Delia.


" Disana ada mantan preman disini namanya Karyono, apa kamu pernah mendengarnya? tanya Ranti.


" Pernah, dia preman tapi pendiam, bahkan terlihat lebih pintar dari teman-temannya disini, mereka hanya takut sama ayahnya Aisyah, katanya dulu Paman, mantan jawara Banten dan insaf, lihat saja Aisyah di pelabuhan tidak ada 1 preman pun yang berani mangganggunya", ujar Delia.


" Sudah kak, terimakasih ya, pasti sepupuku itu akan sangat gembira, juga nanti dia tambah ganteng jika sudah pegang handphone, hahahaha", bahagia Aisyah.


" Ya sudah kakak antar kalian pulang karena kakak juga harus segera kembali ke Surabaya', ujar Ranti.


Mereka meninggalkannya kompleks pertokoan itu dan jalan arah kembali ke pelabuhan Merak.


Setelah sampai, Aisyah dengan bangganya melaporkan ke ibu dan ayahnya, sembari memperlihatkan handphone batunya dan jam tangannya.


" Bu, Aisyah, di belikan handphonenya baru, jam tangan, serta Tablet, jadi kalau ada tugas tak perlu minta tolong dan ganggu kak Delia lagi, juga ada handphone buat Sepupuku", ujar Aisyah dan memanggil sepupunya yang lagi megang cat.


" Kak Diman, ini handphone buat kakak, tapi bukan Ade yang beli, itu dari kakak Ranti, sana ucapin terimakasih", perintah Aisyah.


Setelah Delia kembali ketempat Ibunya, Ranti memanggil bapak dan ibu Antara serta Aisyah.

__ADS_1


" Bapak, ibu didalam amplop ini ada Cek 3 lembar, buat rekening baru untuk Deposito Berjangka, dan yang 2 ini satu buat bapak dan satu buat ibu, buat rekening biasa untuk ibu dan yang satu lagi masukkan ke rekening yang kemarin", ucap Ranti sambil memberikan Cek.


" Aisyah, kakak ingin kamu hidup bahagia, dan sekolah yang Pintar, kakak berikan kamu 2 ATM Mandiri, yang 1 sudah kakak daftarkan untuk Deposito Berjangka atas Nama kamu, dan 1 ini ATM Platinum, sudah kakak isi saldo didalamnya, PIN nya sudah kakak kirim ke nomor kamu, gunakan baik- baik, dan jadilah Aisyah yang rendah hati dan tidak sombong, belajar menyetir mulai dari sekarang, kakak janji nanti setelah kamu lulus SMA, kakak akan belikan kamu mobil untuk kuliah", ujar Ranti.


" Terimakasih kak, Aisyah akan belajar dengan baik, agar nanti lulus dapat nilai Bagus, dan bisa kuliah hukum, Aisyah ingin jadi pengacara hebat", ujar Aisyah.


" Baguslah, kakak akan terus mendukungmu, percayalah hanya orang yang mau berusaha yang bisa mendapatkan apapun yang dia mau, tapi ingat, jujur dan rendah hati", ujar Ranti.


" Ini kalung buatmu, jangan sampai hilang, sekarang kakak pamit pulang dulu", ujar Ranti.


" Sekali terimakasih atas kebaikan kakak, jangan lupa kalau ke Lampung mampir disini, ucap Aisyah.


" Pasti kakak akan mampir menjengukmu, jaga baik-baik kalung itu, kalau kangen telpon kakak saja, terakhir besok ada paket dari kakak buat kalian semuanya", ujar Ranti dan langsung naik mobilnya.


" Sandrina bersiap-siap, ada yang mengawasi kita", perintah Ranti.


" Baik Nona Muda", jawab Sandrina.


Sepeninggal Ranti.


"Aisyah, kamu minta di belikan handphone lagi sama Nona Muda Ranti? tanya ayahnya.


" Kak Ranti yang tawarkan, katanya masa Delia di berikan baru, sedangkan aku hanya yang bekas, jadi Kak Ranti belikan yang ini, juga ini dan ini, jawab Aisyah menunjukkan barang-barang yang dibelikan Ranti untuknya.


" Nona Muda Ranti sudah menolong kita, lain kali jangan minta apa-apa lagi ya, kan kasihan nanti uangnya Nona Muda habis", ucap ibunya Aisyah.


" Ia Bu, tapi mana lihat cek yang di berikan Kak Ranti", tanya Aisyah.


Setelah mereka membuka amplop nya dan mengambil isinya, seketika mata mereka bertiga melotot melihat nominalnya, dan juga ada catatan nya.


" Pak ini uang sangat banyak, buat deposito 25 milyar, pakai sehari-hari perorang 5 milyar.


Tiba-tiba handphone Aisyah mendapatkan notifikasi WA dari Ranti.


" Aisyah ini nomor PIN kamu, ATM Deposito itu isinya 25 milyar untuk masa depanmu, dan ATM yang platinum ada 10 milyar, besok jika ada waktu kamu bagilah 10 milyar menjadi 2 ATM buat jaga-jaga, jangan beritahukan ke Sepupu kamu soal uang yang kamu miliki, kamu boleh memberikan nya jajan, tapi jangan berlebihan, berikan sesuai jajan anak sekolah saja.


" Besok ada paket, nanti selain obat, kakak juga sudah buatkan kamu SIM motor dan Mobil, nanti saat paket datang, ambil kedua SIM itu dan kamu teteskan darahmu di atasnya, setelah darahnya meresap, tunggu 5 sampai 10 menit maka kamu sudah bisa menyetir mobil. Besok juga kakak kirimkan kamu mobil buat kamu jalan-jalan.


SIM itu bukan sembarang SIM, kamu bisa ilmu beladiri, komputer dan bermain musik serta menyanyi.


Itu hadiah kakak buat kamu, kakak berharap kamu sukses dan menjadi pengacara hebat.


Terakhir, kalung liontin yang kamu Pakai, itu nilai milyaran walau terlihat sederhana, jaga baik-baik, suatu saat kakak akan beritahu sehebat apa kalung itu.


Noted. jangan di balas !.


Seperti itulah isi pesan Ranti.


" Ayah, ibu isi deposito ku 25 milyar, uang jajan ku 10 milyar, ujar Aisyah kepada orangtuanya.


" Bersyukurlah Nak, berarti Nona Muda Ranti, memiliki harapan besar kepadamu", ucap ayahnya Aisyah sambil merangkul putri satu-satunya itu.


Sementara, di kontrakan kecil, Delia dan ibunya yang barusan tiba juga, jantungnya masih masih berdebar, bagaimana tidak, setelah di cek di ATM ternyata saldonya masing-masing 10 milyar.


" Nak, besok kamu pulang kuliah langsung beli motor, ibu juga mau beli motor agar kita tidak capek jalan kaki, juga ibu mau beli rumah yang kompleks Bu Antara katanya ada yang 360 juta, dan ibu mau sewa kios incaran ibu langsung 2 tahun, dan belanja keperluan, agar nanti Nona Muda tidak kecewa dengan kita, ujar ibunya Delia.


" Ia Bu, kita punya uang sekarang, tapi ingat kata-kata Nona Muda, jangan sampai ibu melupakan pesannya", ujar Delia mengingatkan ibunya.


" Jelas tidak sayang, ini juga berkat Bu Antara, kita jangan kecewakan mereka apalagi Aisyah yang sangat baik dan sopan dengan ibu", ujar ibunya Delia.


" Aisyah,sudah Delia anggap adik, jadi tenanglah, sekarang kita harus bahagia, Delia sudah menghapus kakak pertama dan kakak kedua dari hidupku", tegas Delia.


" Jangan dipikirkan lagi, kuliah saja baik-baik dan bekerjalah dengan Nona Muda, itu sudah cukup buat ibu bangga sama kamu", ujar ibunya Delia.


Sementara di Lampung, Karyono, Anjeli dan Nayla, di buat terkejut, karena mereka mendapatkan Transfer uang dari Ranti lagi senilai masing-masing 15 milyar, begitu juga dengan Anjas Antara.


Sementara Pak Budiono dan Ardan mendapatkan tambahan masing-masing 5 milyar.

__ADS_1


Sandrina lebih banyak lagi, dia sendirian mendapatkan 100 Milyar, hingga dia sendiri kaget melihat Saldo miliknya menjadi 250 milyar.


Mereka tidak tahu semua uang itu adalah uang rampasan dari bandar Judi yang di kelola Totok dan kawan-kawannya.


__ADS_2