SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Friska dan Rindu


__ADS_3

Teman - teman Ranti dan Tiara sudah pada hadir, mereka terkejut melihat tingkah Ranti yang terlihat sangat manja dengan Robin, padahal mereka sudah tahu jika Robin pacarnya Tiara, namun mereka juga mengingat ucapan Tiara, beberapa waktu lalu.


" Dek, coba lihat tatapan teman-teman kalian, jangan sampai mereka berpikir kakakmu ini punya calon istri 2 orang lagi", ucap Robin.


" Halo teman-teman semuanya, ini adalah kakakku Robin, tunangan Tiara, jadi jangan berpikir aneh-aneh, aku memang begini jika bersama dengan kakakku, apalagi kami jarang ketemu, karena kakakku sekarang sudah ada Tiara yang mengurusnya", ujar Ranti.


Hahahaha hahahah


" Bisa aja kamu Ranti, ya jelaslah, kan gak mungkin kakakmu itu harus terus bersama kamu, nanti kasihan dong, ganteng-ganteng tapi jomblo", ujar Agatha.


Hahahaha hahahaha


" Ia kamu benar Agatha, kasihan juga kakakku yang ganteng tapi jomblo, tapi sekarang dan selamanya dia tidak lagi jomblo, soalnya sudah ada kakak iparku yang cantik, juga sangat menyayangi kakakku, jadi aku tenang dan bahagia melihat kakakku memiliki kakak iparku ini", ujar Ranti sambil mencubit Kecil pipi Tiara.


" Nasib, nasib punya adik ipar satu-satunya tapi usilnya gak ketulungan", ucap Tiara sambil tepok jidat.


hahahaha hahahaha


Teman-teman mereka hanya bisa ketawa ikut bahagia.


" Dek kalau begitu kalian lanjutkan rapatnya, kakak titip kakak ipar mu ya, nanti kalau sudah selesai tolong antarkan kerumahnya, kakak ada kuliah", ujar Robin.


" Ia kak, tapi peluk dulu sebelum pergi ", ucap Ranti dengan manja.


Robin memeluk Ranti dan mencium puncak kepala Ranti dengan penuh kasih sayang.


" Tolong jaga kakak iparmu untuk kakak ya", ujar Robin.


" ia tenang saja, sudah kakak berangkat kuliah sana, nanti mereka semua pada iri lihat keluarga harmonis kita, ujar Ranti.


Sepeninggal Robin, teman-teman Tiara dan Ranti langsung berkomentar.


" Tiara apa memang Ranti seperti ini", tanya Gilang.


" Ya begitulah, aku terbiasa dengan kelakuannya, tapi mau gimana lagi tunanganku tidak punya adik perempuan, bahkan kakak juga dia tidak punya, jadinya Ranti jadi adik kesayangannya, coba saja kalian ganggu Ranti dan dia sampai tahu, dikejar kalian hingga kalian tidak bisa lari", ujar Tiara.


" Astaga, kelihatan kalem tapi kalau di pancing emosinya bisa berubah galak juga ya", ujar Pretty.


" Hehehehe itulah Kakakku, makanya aku sangat bahagia memiliki kak Robin.


" Apa kamu tidak cemburu, saat dia pacaran dengan Tiara", tanya Geo.


" Tidak, buat apa harus cemburu, jika ingin memilikinya sebagai pacar untuk apa aku membantu mereka berdua biar jadian, ada hubungan yang pantas menjadi teman dan ada yang pantas jadi pasangan.


" Dari awal aku bertemu dengan kak Robin, kami berdua sama-sama tertarik menjadi saudara, kemudian kak Robin bilang dia menyukai seorang wanita tapi takut wanita itu menolaknya, Tiara juga berkata yang sama.


akhirnya aku tau bahwa kakakku ternyata mencintai sahabatku yang baik hati, hatiku sangat bahagia saat itu, artinya kakakku tidak akan pernah melupakan aku dan aku masih bisa mendapatkan perhatian seorang kakak, dan syukurlah hingga saat ini, kasih sayang dari kakakku tidak berkurang dan bahkan berlimpah, soalnya Tiara juga memperlakukan aku sudah seperti adik iparnya sendiri.


Nah sekarang jika aku cemburu, terhadap hubungan mereka, menurut kalian apa yang akan kudapatkan dengan sifat egois itu? tanya Ranti.


" Kekecewaan, karena pasti Tiara dan Robin tidak akan menyayangi kamu seperti hari ini, ucap Chelsea.


" 100% benar, lihatlah yang kudapat, berjuta kebahagiaan, berjuta perhatian dan kasih sayang yang aku terima, andai aku pacaran dengan kak Robin, apakah selamanya akan mulus, jawabnya belum tentu, disaat kita putus, dan bersama dengan orang lain, sedangkan kita masih mencintainya bagaimana perasaan kamu?" ujar Ranti.

__ADS_1


" Pasti kecewa dan hancur", ucap Gema.


" 100% benar, makanya kita harus bisa bedakan, mana cinta sebagai saudara dan mana cinta yang berharap menjadi pasangan, jika cinta sebagai saudara maka kita harus tulus dan membantu saudara kita menemukan pasangan yang terbaik dan mendoakannya agar saudara kita bisa bahagia, kalau cinta sebagai pasangan kita harus berusaha dan siap menanggung resiko apapun ", tegas Ranti.


" Keren kamu Ranti, pantas saja Tiara sangat menyayangi kamu, karena kamu sangat bahagia jika Robin bersamanya, sebagai sesama wanita pasti akan senang jika adik perempuan dari pacar kita senang dengan kehadiran kita di hidup kakaknya", ujar Agatha lagi.


" Makanya, aku bisa bermanja-manja dengan kak Robin, begitu juga aku bisa bermanja-manja dengan Tiara, jujur saja, Tiara sudah bukan lagi sahabat ku, tapi lebih dari itu, dia kakak iparku, makanya kalau emosiku lagi naik, selain keluargaku hanya dia yang mampu menenangkan aku kalau marah, karena dia juga kakakku yang harus aku hargai", ucap Ranti dengan jujur.


" Kamu sangat hebat, jujur saja, kami bangga bisa bersahabat dengan kamu, kami tidak menyangka awalnya kamu terlihat pendiam, tapi ternyata sangat enak mendengar cara bicaramu dan cara berpikir kamu, aku pasti akan mengenang kebersamaan kelas kita", Ujar Geo.


" Saya juga, kalian semua pasti akan ingat, jadi mohon kedepan jangan saling merasa lebih dari teman kita, kita harus saling menopang teman kita", ujar Gilang.


" Sebagai penutup, besok kita bertemu di bandara jam 2 Sore karena kita berangkat jam 4, agar jam 6 Sore kita sudah tiba di Singapore, soalnya Sabtu Pagi pesawatnya mau dipakai Ayahku ke Jogja", ujar Ranti.


" Maaf Ranti, soal uang saku bagaimana?" tanya Gilang.


" Tenang saja, sesuai janjiku, setiap orang dapat 20 ribu dollar Singapura, dan nantinya akan ku berikan saat di pesawat besok hari, tapi mohon maaf mungkin aku bisa jalan-jalan dengan kalian pada hari Minggu, soalnya hari Sabtu aku ada rapat dengan seluruh bawahanku se-Asia tenggara", ujar Ranti.


" Astaga Ranti, perusahaan apa lagi itu?" tanya mereka.


" Perbankan, saat ini menduduki Perusahaan Jasa keuangan ketiga terbesar di Singapura, di Indonesia juga ada cabangnya, namanya RPS Development Bank, awalnya miliknya Singapura, tapi tahun lalu sudah ku akuisisi 100% saham nya, jadi saat ini bank itu jadi milik saya pribadi", ujar Ranti.


" Ranti, kebetulan kakakku lulusan sarjana ekonomi dari Australia, dan saat ini lagi cari pekerjaan, bisa gak kakakku bekerja di perusahaan kamu?" tanya Abian.


" Maaf untuk masuk di kantor pusat harus sudah punya pengalaman, tapi jangan kuatir, bekerjalah di Indonesia minimal 1 tahun, baru bisa saya promosikan ke kantor Pusat, suruh dia melamar di Indonesian Development Bank atau IDB, Jakarta, itu juga milikku, ujar Ranti.


" Terimakasih Ranti, saya akan infokan ke kakak saya", ujar Abian.


" Abian, ini catatan dari saya, suruh dia bawah dan tunjukkan saja ke CEO namanya pak Jusuf Maulana, nanti kamu foto saja KTP dan ijazahnya kirim ke saya, dan suruh dia berangkat ke Jakarta, agar besok dia bisa wawancara dan Senin sudah bekerja, siapa tahu dia di tempat kan di Surabaya, yang bukan Agustus akan beroperasi cabang disini", ujar Ranti.


" Ranti, Keluargaku sedang merintis usaha baru di bidang distributor sparepart kendaraan", ucap Rafika.


" Buatlah proposal nya dan ajukan saja ke IDB, jika sudah selesai, kasih tau saya, tapi syaratnya kalian sudah punya tempat usaha dan sudah berjalan minimal 6 bulan, itu sudah menjadi aturannya, tapi jika belum memiliki semua itu, kalian bisa meminjam modal awal usaha, tapi nilainya tidak lebih dari 2 milyar, dan minimalnya 500 juta", ujar Ranti.


" Wow, kamu bisa hapal semua aturan di perusahaan kamu dengan baik", ujar Gilang.


" Kan aku bosnya", ujar Ranti.


" Rafika, kalau menurut saya katakan saja pada ayahmu, 3 bulan depan, jika dia mau, dan punya uang 5 milyar serta ada tempatnya, saya bisa bantu bantu memberikan rekomendasi ke PT Astra Otoparts, jujur saja saya hanya memiliki saham 70% saham di Astra Internasional, siapkan saja dulu itu, dan bangunlah tempat yang bagus, terdiri dari 3 bagian utama, bengkel, display dan Gudang", ujar Ranti.


" Kalau itu kami sudah punya gedungnya, Mungkin tinggal bengkel saja yang harus di bangun", ujar Rafika.


" Saya Tunggu jika sudah semuanya sudah siap", ujar Ranti.


" Ranti, kamu melakukannya tanpa ragu kepada kami, terimakasih banyak", Ucap Rafika dan Abian.


" Asalkan kalian tidak mengecewakan saya di kemudian hari, dan jangan setelah sukses kalian mengabaikan teman kita saat meminta pertolongan, itu saja harapanku pada kalian, impianku suatu saat kita berkumpul, kalian bisa menunjukkan kesuksesannya padaku, bersainglah dengan sehat, dengan kita bersatu saya yakin 10 tahun lagi, kelas kita ini akan sukses semuanya, ujar Ranti.


" Amin, jawab mereka serentak".


" Gilang, ingat baik-baik... sampai kapanpun, kamu adalah pemimpin kita di ruangan ini", bagaimana teman - teman?" tanya Geo.


" Setuju, kita tetap memanggilnya Ketua Kelas", jawab mereka sambil berdiri.

__ADS_1


" Terimakasih teman-teman semuanya, ini sebuah kebanggaan buat saya pribadi, dan saya berjanji akan terus mempersatukan kita semuanya, jadi tolong di manapun kalian berada harap jangan putuskan komunikasi, agar kita bisa tau kondisi sesama kita, jika dalam kesulitan tolong teriaklah kepada kita, saya yakin kita semua siap untuk membantu", ujar Gilang dengan penuh semangat.


" Siap Pak Ketua", jawab mereka.


Rapat mereka sudah selesai dan di akhiri dengan makan bersama di kantin, kali ini Gilang bermohon agar dia yang mentraktir, semuanya setuju karena Gilang memintanya dengan tulus.


Soal keberangkatan kelas Ranti ke Singapura, menjadi berita hangat di seluruh kelas 12, termasuk kelas Rindu, tapi bagaimana Rindu tertarik mengajak mereka, sedangkan kelas mereka tidak kompak.


" Rindu, adikmu mentraktir seluruh kelas ke Singapura, kok kamu gak traktir kami", ucap seorang siswi dengan tidak tahu malunya.


" Kamukan kakaknya, harusnya dia tak boleh bertingkah seperti sombong seperti itu", ujar siswi yang pernah bermasalah dengan Ranti.


" Kelas kita berbeda dengan kelas Ranti, kelas mereka kompak tidak ada yang saling merasa paling kaya, makanya kelas mereka bisa punya uang untuk jalan-jalan ke Singapura, nah kelas kita apa, teman yang sakit saja kalian pelit membantu", ujar Wulandari.


" Hei Wulandari, sudah berani kamu berkata seperti itu, ingat baik-baik, kamu bukan siapa-siapa disekolah ini, dasar siswa miskin saja belagu, ujar salah satu siswa kelasnya Rindu.


" Ya, kamu memang kaya, tapi bukan uang kamu, jangan sok kaya kalau belum bisa cari uang sendiri, saya memang miskin tapi sudah tidak menjadi beban keluarga, sedangkan kamu, jajan 100 ribu masih minta sama orangtua", ejek Wulandari.


" Wulandari, apa maksudmu menghina kami, memangnya kamu punya sendiri, hingga dengan sombong kamu bilang tidak menyusahkan orangtua kamu lagi", ujar yang lainnya.


" Punya dong, bahkan kalau aku mau hidup malas-malasan seperti kalian, uang tabunganku tidak akan habis seumur hidupku", balas Wulandari tak kalah sengit.


" Lanjutkan Wulandari, ujar Rindu.


" Hahahaha, datang juga tu majikannya", ucap siswi yang lain.


" Gak apa-apa kalian bilang aku pembantunya Rindu, tapi setidaknya Rindu tidak sombong seperti kalian, kasian banget, sudah syukur kalian Rindu tidak mempersoalkan kalian, bahkan ada yang berteriak-teriak disini mengatakan orang kaya, tak tahunya perusahaan orangtua nya berhutang ke keluarga Rindu, bahkan mengemis minta proyek ke keluarga Rindu, setelah di berikan proyek malah jadi kacang lupa kulitnya", ujar Wulandari lantang.


" Hei Wulandari jangan sok tau kamu, perusahaan ayahku tidak pernah meminta proyek ke keluarga Rindu apalagi berhutang kepada mereka, jujur saja aku bersyukur sudah selesai UN, jadi bebas aku bersuara", ujar siswi itu.


" Munafik, Rindu suruh saja Pak Rendi dan Kak Dewi tarik semua Bantuan Modal untuk perusahaan keluarga wanita munafik ini, kebaikan kamu dia tidak hargai", tegas Wulandari.


" Tenang saja, sebelumnya memang sudah kusuruh menghentikan semua proyek mereka dan menarik semua modal usaha dari ayahnya wanita tidak tahu diri ini, apalagi sekarang sudah selesai UN jadi aku bebas memutuskan kontaknya", balas Rindu meniru kata-kata siswi sombong itu


Seketika omongan di group langsung sepi.


" Masa pertemanan kita sudah selesai, semua yang berhutang kepada keluarga saya dan tidak menghargai bantuan saya, mohon maaf semuanya saya cabut, memang selama ini aku diam-diam membantu kalian, tapi maaf ternyata kalian memang tidak pantas untuk di bantu, benar kata adik saya, beberapa keluarga yang ku mintakan bantuan tidak mau di bantu, tapi karena ku anggap kalian teman jadi aku memutuskan tetap membantu kalian, jadi saat ini dengan tegas saya katakan, semuanya saya cabut dalam waktu 24 jam, dan saya keluar dari Group ini, kalian bukan teman saya", tegas Rindu dan langsung Keluar dari group diikuti Wulandari.


Sekeluarnya Rindu dan Wulandari, obrolan group WA berubah drastis, mereka membahas bagaimana jika orangtuanya tau masalah yang terjadi.


Rindu juga langsung menghubungi Rendi dan Dewi agar Segera bertindak tanpa ampun, sekalipun menangis darah, ini kali pertama Rindu menggunakan haknya menghancurkan orang.


Pak Pribadi yang mendapatkan perintah segera bertindak dan berpikir keras mencari kontraktor baru, atau memaksimalkan kontraktor yang sudah ada.


Belum selesai masalah keluarga Bert, kini bertambah banyak kontraktor yang di berhentikan, semuanya masalah kesombongan yang menjadi prinsip keluarga Ranti.


Semua petinggi perusahaan Ranti, jika Bertemu masalah ini, mereka sudah tidak bisa membantah, dan memang keluarga Ranti tidak pernah mencampuri urusan Proyek, bahkan para kontraktor yang di nilai sangat baik kinerjanya, pasti akan di bantu modal dengan bunga rendah dan cara pengembalian yang bisa di diskusikan, jadi kurang baik apa jika bekerja sama dengan keluarga Ranti, syaratnya juga gampang, jangan sombong dan serakah itu saja.


Di lain pihak, Keluarga Berth sudah kebingungan mendapatkan telpon dari Pak Pribadi agar segera membereskan sisa pekerjaan mereka dan mengangkut seluruh peralatan nya maksimal 48 jam, Dewi bahkan lebih tegas lagi karena dia menyaksikan sendiri Friska di hina.


Sedangkan kedua gadis sombong itu, sudah lesu mendengar kabar bahwa mereka Batal kuliah di Australia karena toko mereka yang paling laris terancam di black list dari Mall Galaxy dan Pakuwon, dan ternyata mereka juga menyewa 5 kios di mall Cempaka yang mereka jadikan toko grosir dari konveksi mereka.


Uang dan kekuasaan memang sanggup menghancurkan orang, jika kita tidak pandai mengolah bisnis maupun Akhlak.

__ADS_1


Jika mereka menjadi pesakitan, namun, berbeda dengan teman- teman Rindu yang sederhana walaupun tergolong dari keluarga kaya, mereka justru makin menikmati gaya hidup sederhana bahkan mereka jadi rajin berbagi, makanya Rindu tetap melindungi mereka, dan memang mereka pantas di bantu.


__ADS_2