SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Nasib Security


__ADS_3

Ranti yang melihat secara langsung, bagaimana Aisyah memimpin Rapat di PT Super Speed Line, tersenyum bahagia, walau belum sempurna, tapi Aisyah sudah berani mengambil keputusan, dan terlihat tegas, tanpa menjatuhkan harga diri bawahannya.


" Adikku ternyata berbakat menjadi seorang pemimpin, semangat lah adikku, semoga kedepannya kamu tetap jadi Aisyah yang rendah hati", monolog Ranti.


Sementara di ruang rapat sendiri, Aisyah masih terlibat pembicaraan, namun dalam suasana santai.


" Maaf Nona Muda, kriteria untuk Security wanita itu sendiri, apakah ada syarat khusus yang harus kita terapkan", ucap manajer HRD.


" Selain aturan dari kakakku, tambahkan saja, bahwa dia harus memiliki dasar beladiri dan tentunya harus supel", ucap Aisyah.


" Terus gajinya, apakah mengikuti program pemerintah atau bagaimana? lanjut HRD.


" Samakan saja dengan aturan pemerintah, dan tambahkan insentif, karena membantu resepsionis, saat tidak berada di tempat.


" Untuk kakak Resepsionis tadi, silahkan tempatkan dimana saja, selama masih bagian dari operasional, dan tugas khusunya adalah merawat ruangan pribadi kami, dan mohon maaf ini permintaan saya, selebihnya perlakukan dia sama dengan karyawan lainnya", ucap Aisyah.


" Baik Nona Muda, kami mengerti maksud anda, lagian Nona Leni, sudah lama mengabdi di perusahaan ini, jadi sudah kayak dia naik posisi", ucap para Manajer.


" Terimakasih pengertiannya, mohon bapak-bapak mengajari nya, anggaplah ini permohonan saya, tapi dia nanti pindah setelah ada penggantinya dan juga Security wanita sudah datang, pokoknya Minggu ini semua sudah selesai, dan atur semua persiapan kedatangan kapal-kapal itu, dan yang terdekat adalah kedatangan mobil ekspedisi kita", ucap Aisyah.


" Nuril, tolong panggilkan kakak resepsionis yang tadi", perintah Aisyah.


" Baik Nona Muda", jawab Nuril dengan panggilan sopan.


" Bapak-bapak semuanya, perlu kalian ketahui, Nuril adalah Asisten Pribadi saya, jadi saat dia berkunjung ke sini, layani dan perlakukan dia sama seperti kalian memperlakukan saya", Perintah Aisyah.


" Baik Nona Muda, lalu bagaimana dengan Nona Regina dan Nona Sasha yang bergantian datang tiap Minggu mengambil laporan keuangan", tanya manajer Keuangan.


" Mereka lebih parah lagi jika kalian sampai tidak sopan kepada kak Sasha dan Kak Regina.


" Asal kalian tahu saja, Kak Regina pemegang sabuk Hitam taekwondo, sedangkan kak Sasha sangat cerdas dalam menyelediki sesuatu, dan paling penting, mereka berdua adalah orang yang paling di percaya oleh Kak Vanya, mereka berdua tidak ada istilah kompromi, sekali mereka rekomendasikan pemecatan pasti seluruh kami sudah menerima datanya, dan mereka paling benci penjilat, sudah banyak yang korban saat berusaha menjilat, mereka berdua", tegas Aisyah.


" Terimakasih Nona Muda atas informasinya, tapi apakah benar Nona Nuril Putri dari pak Direktur kita", tanya Manajer Marketing.


" Itu benar, tapi tetap semuanya harus profesional dalam bekerja, dan jangan kaku, santai saja, tapi tetap seluruh pekerjaan harus di selesaikan hingga tuntas", ucap Aisyah.


" Baik Nona Muda, kini kami sudah jelas, jujur kami sangat bahagia memiliki bos yang sangat memperhatikan kami, saya bersyukur bisa berada di posisi ini, dan saya akan pertahankan dengan kinerja saya", ucap Manajer Maintenance.


" Bagus itu, saya tidak akan memecat orang tanpa alasan yang jelas dan bukti yang akurat, seluruh kakakku bukan tipe orang yang hanya mau menerima berita dari satu pihak, kami berusaha adil kepada siapa saja", ucap Aisyah bijak.


" Maaf Nona Muda, ini sekedar guyon saja, bolehkah kami mengadakan semacam family gathering, agar silahturahmi antar karyawan dan juga kami sebagai atasan bisa lebih erat lagi", ucap Pak Fuadi.


" Buatlah, dan atur mekanismenya, siapa tahu kami semua juga bisa hadir", ucap Aisyah.


" Baik Nona, kami akan buat programnya dan akan kami berikan kepada anda", ucap Pak Fuadi.


" Baiklah, saya tunggu proposal programnya", ucap Ranti.


" Maafkan saya Nona Muda, Nama saya Leni Subarga", ucapnya.


" Saya sudah tahu, sekarang kak Leni bersiap-siap pindah posisi menjadi staff di bagian operasional, dan tugas khususnya adalah merawat ruangan pribadi kami, dan aksesnya hanya Pak Direktur dan kak Leni yang bisa masuk kesana, kecuali kami ada dan memanggil semua petinggi Perusahaan ini", ucap Aisyah menjelaskan, status Leni Subarga.


" Terimakasih Nona Muda", ucap Leni sambil membungkuk.


" Ya sudah mohon kak Leni tidak mengecewakan saya", ucap Aisyah.


" Saya berjanji akan bekerja dengan lebih rajin", ucap Leni Subarga dengan sangat bahagia.


" Hanya itu yang bisa ku bantu, jadi sangatlah, dan jangan besar kepala, taat apa kata Manajer", tegas Aisyah.


Sementara itu, di Pos Security, terlihat seorang Security sedang gelisah karena sudah berbicara tidak sopan, bahkan memerintah Aisyah untuk parkir di tempat karyawan.


" Pak Fuadi, tolong tutup rapat kita hari ini, dan saya ingin apapun yang kita bicarakan malam ini, agar segera di jalankan, dan tolong jangan ganggu saya saat jam sekolah", ucap Aisyah.


Asiyah dan Nuril segera turun ke lantai dasar.


" Kak Leni, semangat ya", ucap Aisyah sambil berjalan menuju ke halaman parkir.


" Sekali lagi terimakasih Nona Muda, tapi ijinkan saya membelikan Putra saya Ayam KFC dari uang pemberian Nona Muda tadi", ucap Leni.


" Tidak usah beli, kak Leni ikut kami saja, dan ada berapa orang dirumah kak Leni.


" Saya kontrak berdua saya dengan putra saya yang masih SD kelas 6", ucap Leni Subarga.


" Memangnya suami kak Leni kemana? tanya Aisyah.


" Dia sudah menikah lagi dengan bosnya yang punya toko Grosir, sejak 3 tahun lalu", ujar Leni.


" Yang sabar Saja dan bekerjalah baik-baik di perusahaan kami", ucap Aisyah, dan keluar dari kantor hendak menuju parkiran.


" Maafkan saya Nona Muda yang mengusir anda dari parkiran khusus", ucap Security itu.


" Berkemas dan pulanglah, besok kamu tidak usah lagi bekerja disini, tadi saya membaca dengan benar bahwa itu parkiran untuk kami, dan dengan sombongnya kamu mengatai saya dengan kasar tanpa bertanya siapa saya, dan karena sekarang kamu sudah tahu siapa saya, makanya kamu meminta maaf", jawab Aisyah.


" Nuril, telpon ayahmu sekarang, dan suruh dia katakan ke HRD agar segera mencari Security yang baru", perintah Ranti.


" Baik Nona Muda, ucap Nuril, dan langsung menghubungi ayahnya.


Security itu hanya tertunduk lesu, mendengar ucapan Aisyah, dia sadar telah salah bertindak.


" Nona Muda, berikan saya kesempatan untuk memperbaiki kesalahan saya, saya berjanji tidak akan bertindak sembarangan di kemudian hari", ucap Security itu sambil membungkuk.


" Tidak, kamu sudah banyak melakukan kesalahan, karena mengandalkan paman kamu yang Manajer Operasional, dan kamu jugalah yang membuat para karyawan perempuan tidak nyaman bekerja disini, dan kamu sering tidak masuk tanpa alasan", ucap Aisyah.


" Saya mengaku salah Nona Muda dan akan memperbaikinya", ucap Security itu.

__ADS_1


" Ayo Nuril, kak Leni kita pergi", ucap Ranti.


Security itu tidak terima dengan sikap Aisyah, kemudian dia menerjang dang ingin menghajar Aisyah.


Tapi sayang, Aisyah yang mengerti akan gerak - gerik Security itu, tiba-tiba balik badan dan menangkis terjangan Security itu.


" Nuril, kak Leni Minggir, biar saya kasih pelajaran ke orang yang tak tau diri ini.


Akhirnya pertarungan tak terhindarkan, Aisyah hanya bertahan, sambil melihat sampai sejauh mana keahlian dan kekuatan Security itu, sementara beberapa petinggi sudah berada di area parkiran.


" Apa hanya segini kekuatan kamu? ejek Aisyah.


" Begini caranya bertarung, ucap Aisyah dan kemudian mengeluarkan jurusnya dan menyerang.


Security itu mulai kewalahan dengan menghadapi serangan Aisyah.


Para petinggi perusahaan itu terkejut melihat apa yang terjadi, apalagi saat mereka melihat bagaimana Aisyah bertarung.


" Payah, baru segitu saja kamu sudah tidak mampu, dasar lemah", ejek Aisyah dan langsung memberikan pukulan pamungkasnya.


Security itu tergeletak di tanah dan meminta ampun.


" Pergilah, gaji terakhir kamu akan di transfer, dan ambil ini sebagai biaya kamu berobat", ucap Aisyah sambil memberikan uang 10 juta kepada Security itu.


" Pak Direktur, ternyata Nona Muda Aisyah sangat hebat dalam bertarung", ujar Manajer Maintenance.


" Karena kita sudah tahu kemampuan dan kekuatan Nona Muda kita, maka saya berharap kita semua bekerja dengan baik dan jangan berkhianat", tegas pak Fuadi.


" Pasti itu Pak, siapa yang mau meninggalkan pekerjaan dengan gaji yang bagus seperti ini", ucap mereka.


" Nona Muda, ternyata anda pintar bertarung", celetuk Manajer HRD.


" Kakak saya mengajarkan aku", jawab Aisyah.


" Baiklah kami pergi dulu, tolong beresin manusia, saya tidak mau melihatnya berada di perusahaan ini.


Aisyah berlalu bersama, Nuril dan Leni, meninggalkan Security yang sombong itu.


Setibanya di Gerai KFC Aisyah, mereka di sambut seperti biasa, Leni Subarga terkejut di perlakukan dengan begitu terhormat oleh para karyawan KFC Aisyah.


" Kak Leni pilih apa saja untuk anakmu dirumah", ucap Aisyah.


" Tapi Nona Muda, saya sudah di berikan uang untuk beli cemilan tadi, jadi biar saya bayar pakai uang itu saja", jawab Leni.


" Tidak usah, uangnya simpan saja, kali ini saya traktir", ucap Aisyah.


" Terimakasih Nona Muda", ucap Leni.


Aisyah juga mengambil beberapa potong kemudian mereka sangat bersama.


Aisyah terdiam melihat kondisi kontrakan Leni yang sangat kecil.


" Kak Leni kami pulang dulu, tapi apa kak Leni bisa bawa motor? tanya Aisyah.


" Bisa Nona Muda, saya juga punya SIM, hanya saja, 4 bulan lalu motor saya di tarik karena gak sanggup bayar cicilannya", jawab Leni.


" Baiklah, nanti saya belikan kak Leni motor, besok pulang kantor telpon saya", ucap Aisyah.


" Baik Nona Muda", ucap Leni.


Di Surabaya sendiri, Ranti masih setia memantau adiknya, dia bangga dengan tindakan yang di lakukan oleh Aisyah.


" Rose, siapkan Rumah dan lengkapi seluruh isinya, buatkan rekening atas nama karyawan itu, sebesar 15 milyar, nanti seluruh suratnya antar kesekolah adikku, biar dia yang memberikannya", perintah Ranti.


* Baik Tuan", jawab Rose.


" Dek, besok kami ada acara di kampus, kamu besok mau kemana? tanya Mercy.


" Besok aku mau ke Proyek di Treasure Island, selesai Antar Armando dan Salma aku mau langsung kesana, sudah lama aku tidak kesana", ucap Ranti berbohong.


Sejujurnya Ranti, akan berangkat ke Manado, karena sudah kabar dari Maura Adelaide, bahwa disana sudah ada tanah yang akan di jual, sekalian mau menjenguk Brenda dan Junior.


" Baiklah, kalau begitu istirahatlah, biar kamu segar bangun pagi", ucap Friska.


" Baik kak, tapi aku mau tidur dengan kak Mercy", ucap Ranti langsung beranjak berdiri.


" Ya sudah ayo, sudah lama juga kakak tidak keloni kamu", ucap Mercy sambil menggandeng dan menuju kamar Ranti.


" Kalau kamu kangen sama ayah dan bunda, pergilah ke Jakarta", ucap Mercy saat mereka baru berbaring di kasur.


" Bukan kangen, tapi aku memang lagi ingin kelonin kakak", ucap Ranti.


" Kamu kangen masa kecil ya", tebak Mercy.


" Ia kak, aku tidak ingin kakak semuanya meninggalkan aku sendiri", ucap Ranti dengan wajah sendu.


" Kami tidak akan pernah membiarkan kamu hidup sendiri, selamanya kami akan selalu ada di sampingmu", ucap Mercy sambil membelai rambut Ranti.


" Terimakasih kak", ucap Ranti dan mempererat pelukannya.


" Kami bahagia memiliki adik sepertimu, walaupun kita tetap hidup miskin, kami pasti selalu menyayangi kamu", ucap Mercy.


Tak terasa hari sudah berganti pagi, Ranti dan Mercy sedang berada di kamar mandi.


Mereka turun dan sarapan, kemudian Ranti mengantar Salma dan Armando ke sekolah.

__ADS_1


" Nanti kakak pulang agak malam", ucap Ranti pada Salma.


" Ia kak, tapi jangan lupa makan ya", ucap Salma.


" Ia sayang, kakak akan selalu ingat pesanmu", jawab Ranti sambil mencium jidat Salma.


" Kakak, nanti hari minggu, Salma mau ke kuburan ayah dan Bunda, apa kakak bisa antar Salma", tanyanya.


" Bisa sayang, kakak pasti akan luangkan waktu untuk mengantar Salma ke sana", jawab Ranti.


" Terimakasih kak, sekarang Salma masuk kelas dulu ya", jawab Salma bahagia.


Ranti kemudian mengantar Armando hingga kelasnya.


" Kak, jangan terlalu capek bekerja, Armando gak mau kakak sakit", ucap Armando.


" Terimakasih sayang, kakak pasti istirahat saat capek", jawab Ranti bahagia atas ucapan tulus kedua adiknya.


Ranti meninggalkan Sekolah Bintang Timur dan menuju ke rumah Belanda dan terbang menuju Minasa Utara.


Dan hanya dalam Waktu 30 menit, Ranti sudah tiba di Kota Manado, tepatnya di dekat Bandara Sam Ratulangi, yang kebetulan sedang sepi.


Ranti mengeluarkan mobilnya dan berangkat menuju kearah rumah Brenda.


" Halo Maura, katakan pada pemilik tanah, bahwa kita ketemu jam 12, dan kita bicara sambil makan siang", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda, kita ketemu dimana biar saya jemput Nona Muda", yang Maura.


" Sekarang kamu, kerumah Brenda, saat aku lagi di jalan menuju rumahnya, nanti kita makan siang di Mall Manado Town Square, di KFC ", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda, saya akan bicarakan dengan mereka", jawab Maura.


Ranti terus memacu kendaraannya, begitu juga Maura segera bergegas menuju rumah Brenda.


" Kakak, Nona Muda Ranti akan sarapan dengan kita, dan sekarang dia sudah di jalan", ucap Brenda ke pengasuh Junior Mateos yang sudah dianggap sebagai kakaknya.


" Tenang dek, kakak sudah membuatkan menu khas kita, dan Nona Muda sangat senang makan ikan tongkol goreng dan Ayam Rica-rica", jawab Inggrid.


" Kak, Maura juga sudah dalam perjalanan kesini, bersama si kembar, yang katanya mau titip disini, karena nanti mereka akan ketemu orang", ucap Brenda.


" Tidak apa-apa dek, nona Maura juga orang baik, jadi kakak ikhlas merawat kedua anaknya", jawab Inggrid.


Tak berselang lama, Ranti tiba di depan rumah Brenda.


" Selamat pagi Nona Muda", sapa Brenda dan Inggrid.


" Pagi juga dek, mana Keponakanku yang ganteng", ucap Ranti sambil melangkah masuk.


" Dia ada kamar, biasa jam segini selesai di susui, dia tidur", jawab Brenda.


" Ya sudah, tapi nanti siang, tolong Inggrid jaga dulu junior dan anaknya si Maura, kami akan ke Mantos", perintah Ranti.


" Baik Nona Muda, Junior tidak rewel kok, begitu juga si kembar sudah berapa kali di titipkan sama saya Nona Muda", jawab Inggrid dengan senang hati.


Inggrid sekarang hidupnya sudah mapan, bagaimana tidak sekarang di rekening Bank nya tersimpan uang milyaran pemberian Ranti.


Begitu juga dengan Brenda, yang saat ini memiliki uang 400 milyar.


Inggrid sendiri sudah memutuskan untuk mendampingi Brenda dan Junior, dia bersama Putrinya, kini sangat bahagia.


Ranti memang sudah mengatakan agar Inggrid tidak boleh meninggalkan Brenda.


" Nona Muda, ayo di makan, ini namanya bubur Manado atau Tinutuan", tawar Inggrid.


Kita tunggu Maura sebentar, dua sudah ada di gerbang komplek kita.


Setelah Maura sampai, mereka semua menikmati hidangan yang ada.


Setelah sarapan, Ranti dan Maura terlibat pembicaraan penting soal pembangunan Panti Asuhan Bintang Timur Charity, di Sulawesi Utara.


Dan tak terasa, waktu sudah menunjukkan jam 10.30 WITA, mereka bertiga bergegas menuju kota Manado.


Setelah 1 jam perjalanan, akhirnya mereka tiba di Mantos.


Walau Ranti hanya menggunakan Mercedes Benz GLE 53 S Class, banyak juga yang kagum dengan mobil Ranti.


Dari pihak KFC Manado, tidak tahu jika mereka telah kedatangan pemilik KFC Indonesia.


Tak lama menunggu, akhirnya datangan rombongan pemilik tanah, memang Ranti sudah memesan tempat terlebih dahulu, dengan menggunakan nama Zoey.


Ruangan di beri pembatas kaca tersebut memang di sebut ruang VIP, Brenda duduk dekat kaca, dia tidak mau mengganggu pembicaraan Ranti dan Maura bersama pemilik tanah.


Brenda terkejut saat melihat keluarganya memasuki gerai KFC itu.


* Tuan, keluarga dari Nona Brenda ada di gerai KFC ini", ucap Rose memberitahu.


" Baik Rose, nanti selesai ini, kita langsung pergi dari sini", Jawab Ranti.


Pembicaraan yang lumayan alot, akhirnya membuahkan hasil, Ranti setuju dengan harga yang di tawarkan dan tentunya sesudah pembicaraan yang alot.


Mereka sepakat harga tanah seluas 7 hektar dengan harga 15 milyar.


Brenda yang sudah gelisah karena di lihatin keluarganya, tidak bisa berbuat apa-apa.


Setelah beres, kemudian Ranti memerintahkan Maura agar mengurus perpindahan nama pemilik lahan.

__ADS_1


__ADS_2