SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Pertemuan di Panti Asuhan Charity


__ADS_3

Viral Patung Es, menjadi trending di berbagai media sosial, hingga mengundang beberapa pakar, yang mencoba mengutarakan teori mereka bagaimana fenomena itu terjadi, tidak ada satupun yang mampu menebak atau mencoba menebak kalau ada manusia yang mampu menciptakan patung itu.


Kelima bersaudara itu datang ke Panti Asuhan Charity menggunakan mobil masing-masing, Darel menggunakan Lamborghini Aventador SVJ, sedangkan Mercy, Friska dan Rindu menggunakannya Ferrari LaFerrari terakhir Ranti menggunakan Rolls-Royce Cullinan.


Kelima mobil mewah itu kembali lagi membuat para pengguna jalan lain berhati - hati mengemudikan mobil atau motor mereka, dan ketika tiba di lampu merah, mereka terkejut bahwa 4 mobil mewah itu di miliki oleh wanita yang masih sangat muda sedangkan 1 lagi oleh laki-laki Muda.


Setelah berkendara lebih kurang 40 menit akhirnya mereka tiba di panti asuhan Charity, dan saat mobil mereka masuk gerbang Panti Asuhan Charity, warga yang berkumpul di buat takjub dengan kehadiran mobil mewah itu.


Saat Ranti dan kelat saudaranya turun dari mobil, warga sudah masih mengingat mereka berempat kecuali Darel.


Mereka berlima datang menghampiri dan mencium tangan Bu Farida dan para pengurus Panti, sontak membuat warga terharu.


" Sungguh anak-anak yang berbakti kepada Panti yang telah membesarkan mereka", ujar Pak RT.


" Ia Pak, kalau yang laki-laki muda itu saya kenal Pak, dia memang bekas anak Panti Asuhan ini", ujar Seorang ibu-ibu kepada Pak RT.


Ranti segera mendekat juga kepada Pak RT agar acaranya segera di mulai.


Pak RT Segera mengatur warganya, terlihat yang hadir adalah Pak Lurah dan wakilnya beserta sekretaris kelurahan bersama jajarannya, RW dan juga pengurus RT.


" Selamat Pagi Pak Lurah, Pak RW dan seluruh warga, serta semua yang hadir disini, terimakasih sudah datang pagi-pagi di tempat ini", ujar Pak RT.


" Kita semua di undang oleh para mantan Penghuni Panti untuk mendiskusikan pembuatan jalan gang dan juga Taman Bermain anak-anak, yang nantinya dananya dari pihak mereka dan kitalah yang membangunnya, dan juga sudah terjadi kesepakatan lisan bahwa tanah kosong Pak RW yang biasa di gunakan anak-anak bermain akan di beli oleh Oleh mereka juga dan akan di hibahkan kepada RT kita ini", ujar Pak RT.


" Untuk itu biar lebih lebih Jelas mari kita dengar secara langsung dari Nona Ranti salah satu mantan Penghuni Panti Asuhan Charity, kepada Nona Ranti di persilahkan", ujar Pak RT sambil memberikan mic kepada Ranti.


" Selamat pagi semuanya, khususnya Pak Lurah dan seluruh jajarannya dan juga Pak RW beserta pengurus, serta yang saya banggakan adalah warga sekitar Panti Asuhan Charity.


Perkenalan mereka berempat adalah kakak angkat saya selama saya Tinggal di Panti Asuhan ini selama 10 tahun, yang laki-laki sendirian itu mamanya Darel, sekarang kuliah di Jakarta, terus yang ini adalah Mercy, yang ini namanya Friska mereka berdua saat ini kuliah di universitas Airlangga, dan ini adalah Rindu serta saya sendiri adalah Ranti Putri, kalau kami berdua baru saja selesai UN di SMU Bintang Timur", ujar Ranti.


Acara ini adalah tindakan nyata kami kepada warga disini, atas bantuannya dalam menghalangi para Preman yang akan mengusir adik-adik kami dari Panti ini, oleh karena itu, kami memberikan hadiah berupa perbaikan jalan gang untuk Wilayah RT ini dan Taman Bermain anak-anak yang kebetulan berada di RT ini juga, lahan untuk Taman Bermain akan saya beli dan saya hibahkan kepada warga RT disini dan nanti saya yang akan membangunnya, harap warga membantu secara tenaga, tolong hitung biayanya dan nanti akan saya siapkan.


Begitu juga jalan gang, silahkan tentukan biayanya juga akan saya siapkan, untuk jalan terbagi beberapa gang, usul saya buatlah kelompok yang memang dekat dengan gang itu, saya berharap 7 hari dari sekarang semua sudah selesai dalam penyusunannya dan silahkan berikan kepada Pak RW dan Pak RT sebagai Pimpro dalam Proyek kita ini.


Dan terakhir, untuk seluruh RT disini, saya akan memberikan sumbangan Perkeluarga sebesar 50 juta, untuk biaya renovasi rumah, oleh karena itu harap mendaftarkan nama keluarga dan status rumah, jika rumah milik sendiri 50 juta,dan jika ngontrak maka saya hanya memberikan 15 juta saja",ujar Ranti.


Mendengar mere akan mendapatkan sumbangan besar, para warga langsung berteriak berterimakasih dan ada yang sujud syukur.


" Mohon maaf Nona, saya salah satu pengurus RW dan juga Pengurus Masjid, saat ini kami sedang menggalang dana untuk membangun Masjid, lahan sudah ada, dana walaupun baru 10 % dari total anggaran sudah ada, permohonan saya, kalau boleh bisakah anda membantu kami dalam pembangunan masjid", ujar pria paruh bayah itu.


" Tolong bapak hubungi Ketua Masjid dan pengurus lainnya serta panitia pembangunan masjid sekarang dan tolong bawa desainnya serta RAB nya", ujar Ranti.


" Baik Nona", jawab pria itu dan langsung mundur dan mengirim pesan lewat WA Group.


" Pak Lurah, mohon ijin, ini surat pernyataan saya bersama dengan saudara-saudara saya, dalam hal menghibahkan lahan Yang saya beli secara Pribadi dari pak RW, dan besok Kami akan melakukan proses jual belinya, kiranya apa tanggapan bapak ", ujar Ranti.


" Ini sebuah perbuatan yang sangat mulia, kami baru saja dapat pujian dari dinas sosial, karena kelurahan kita memiliki panti asuhan dengan tata kelola terbaik se Jawa Timur dan akan menjadi Panti Asuhan percontohan bagi seluruh Panti di Indonesia", ujar pak Lurah.


" Saya sedang membangun Panti sendiri di kompleks sekolah Bintang Timur, yang kebetulan adalah milik saya dan seluruh saudara-saudara saya, dan kami juga menjadi donatur tetap di Panti Asuhan Agape dan Al Azhar, sedangkan di Jogjakarta kami juga sedang membangun Panti yang mudah-mudahan tahun depan sudah selesai, untuk di Jakarta saya hanya donatur saja di Panti Asuhan Kasih Bunda, kami sadar dari mana kami berasal", ujar Ranti.


" Kalian sangat hebat, masih muda sudah sukses, dan juga sudah mau berbagi dengan orang lain, saya sebagai lurah sangat mendukung program ini, dan jujur saja saya sangat berterimakasih kepada kalian yang rela membantu warga saya", ujar Pak lurah


" Kami akan akan memberikan hibah berupa 1 unit mobil operasional untuk kelurahan, 8 motor operasional untuk para ketua RW, dan 1 unit Ambulance", ujar Ranti.


" Terimakasih Nona, ucap Pak Lurah.


" Baik saya hubungi orang dealer nya agar besok pagi mereka datang kekantor Pak Lurah", Ujar Ranti kemudian menelpon Aluna.


" Halo Aluna, saya pesan 1 unit mobil Mobil Toyota Raize dan 1 Unit Mobil Minibus Toyota Hiace, yang nanti tolong di buatkan menjadi Ambulance, besok ketemu dengan pak lurah, di kelurahan ini, dan juga ajak teman kamu yang di Dealer motor Yamaha, saya pesan 8 unit Yamaha Nmax", ujar Ranti.


" Baik Nona, besok jam 9 pagi kami langsung kesana", ujar Aluna.

__ADS_1


" Oke terimakasih", ujar Ranti dsn menutup telpon.


" Besok orang Dealer akan datang, namanya Aluna dan temannya", ujar Ranti.


" Terimakasih Nona Ranti, saya hanya minta surat pernyataan hibah dari Nona dan seluruh saudara nya dan tanda tangan di atas materai, dan nanti akan saya laporkan ke kecamatan dan walikota, ujar pak Lurah.


" Boleh, nanti besok siang orang saya akan mengantarkan nya ke kantor bapak", Ranti.


Karena makanan sudah tersedia, maka sebelum kita pulang mari kita makan bersama-sama", ujar Pak RT.


Saat mereka sedang menikmati makanannya, datang beberapa mobil dan langsung parkir di halaman Panti Asuhan Charity, namun ada 1 mobil yang yang Ranti kenal, Yaitu mobil salah satu Anggota Tim Keamanan Awal, namanya Widodo.


" Maaf Nona, mereka adalah Panitia inti pembangunan Masjid di kelurahan kami, Ujar Pak RT.


" Lalu yang ini adalah Para pengurus inti Masjid lama kami", ujar Pak RT.


" Pak Widodo, apa kabar, ujar Ranti"


Semua panitia pembangunan dan pengurus Masjid terkejut, mendengar Ranti menyapa Widodo.


" Saya baik- baik saja Nona Muda, saya nanti mulai bekerja normal besok Pagi, karena baru pulang Diklat", jawab Widodo berkeringat dingin.


" Pak Widodo, apa sudah lupa dengan kami", tanya Mercy.


" Masa ia saya lupa, Apa kabarnya Nona-nona Muda dan Tuan Muda, lama saya tidak berjumpa dengan Tuan Muda", ujar Widodo.


" Saya dan Sonia kuliah di Jakarta pak,. jadi tidak kekantor", ujar Darel sopan.


" Baiklah bapak- bapak semuanya, boleh saya lihat Desainnya dan jumlah anggotanya?" tanya Ranti.


Ketua Panitia langsung memberikan desain dan proposal Anggaran pembangunannya.


" Dia mantan kuliah di jurusan arsitektur, sekarang mengajar di sekolah yang kami dirikan, sebagai guru olahraga dan guru seni rupa", ujar ketua Masjid.


" Pak Widodo, apa kamu mengenal anak muda ini? tanya Ranti.


" Kenal, ayahnya Almarhum adalah pendiri awal masjid kami", ujar Widodo.


" Besok antar dia ke Rendi dan bantu urus kembali kuliahnya, dan kantor yang bayar, dan suruh dia magang di kantor, bantu Pak Pribadi, nanti suruh Rendi telpon saya", perintah Ranti.


" Baik Nona Muda, besok saya akan mengantarkannya", jawab Widodo


" Baiklah Bapak, segera kalian mulai membangun Masjidnya, biayanya 15 Milyar saya akan tanggung sendiri, dengan syarat setiap Minggu kirim laporan tertulis melalui Widodo, dan Widodo adalah perwakilan saya dalam pembangunan masjid sebagai penyandang dana, dan saya harapkan 2 tahun sudah harus selesai", ujar Ranti.


" Maaf Nona, kapan kalau boleh tahu kami menerima dana dari Nona", tanya ketua panitia.


" Saya berikan dalam 3 Tahap, hati ini saya berikan 5 milyar dalam bentuk cek, sedangkan dana ke 2 dan ke-tiga saya akan titipkan kepada Widodo, tapi harus selesaikan laporan penggunaan dana tahap Pertama", ujar Ranti.


" Lalu bagaimana jika anda tidak membatalkan dana tahap kedua dan ketiga",Jawab salah satu pengurus yang tidak senang atas penunjukkan Widodo.


" Saya jujur saja, awalnya saya hanya sekedar membantu mungkin paling banyak 2 milyar, tapi saya kagum melihat Anggota saya yang dulunya preman tapi sekarang sudah rajin beribadah, dan asal bapak tahu saja, Widodo beserta 25 orang lainnya adalah orang kepercayaan saya dan saudara saya, saya menanggung biaya pembangunan ini agar orang kepercayaan saya ini bahagia dan lebih rajin beribadah serta lebih bertanggungjawab atas tugasnya,


Jika anda tidak percaya dengan saya, maaf saya juga tidak percaya dengan anda, jadi saya batalkan saja menanggung semuanya, kita kembali ke rencana semula, saya tetap menyumbang untuk pembangunan masjid sebesar 5 milyar, mohon Pak ketua Panitia Masjid menerimanya", ujar Ranti dan memberikan cek senilai 5 milyar.


" Terimakasih Nona, maafkan atas kesalahpahaman salah satu panitia pembangunan masjid ini", ujar ketua Masjid.


" Tidak apa-apa, omongan orang itu sangat benar, jadi maaf hanya ini yang bisa saya berikan, siapa tahu bapak yang tidak percaya dengan saya mampu menemukan orang yang bersedia membantu kekurangan nya", ujar Ranti.


" Benar kan omongan saya, mana mungkin orang seperti mereka mampu menyumbang uang sebesar 15 milyar", lantang orang itu.


" Maaf boleh saya tanya, sudah berapa besar anda menyumbang bagi pembangunan Masjid ini, tanya Darel.

__ADS_1


" Anak muda, dengan tenaga saya saja sudah cukup membantu untuk membangun Masjid, nah kalian datang mengumpulkan warga bahkan Pak Lurah, hanya untuk pamer saja, dan setelah itu, kalian pergi bersama janji kalian", ujar orang itu.


" Oh begitu, Pak Widodo kamu besok kamu dan keluargamu pindah ke Kompleks bersama dengan pak Sumadi, jika kamu tidak pindah ke sana, maka saya akan jual kembali rumah itu", perintah Ranti.


" Baik Nona, tapi maaf ijinkan saya pindah saat anak - anak saya terima raport", ujar Widodo.


" Tidak bisa, Maksimal hari Selasa saya datang kesana kamu dan keluargamu sudah berada disana, panggil seluruh saudaramu agar bantu kamu pindah rumah mulai hati ini dan ini perintah", tegas Ranti.


" Baik Nona Muda", Ujar Widodo.


" Maaf Nona, apakah pak Widodo bekerja di perusahaan anda, tanya Pak Lurah.


" Ya, mereka adalah Tim Keamanan perusahaan saya, tidak ada yang boleh menyentuh mereka, mereka paling tau saya dan saudara- saudaraku saat memberi sesuatu kepada orang lain, atau lembaga apapun.


Asal Pak lurah tau seluruh dana Operasional Panti ini dan renovasi gedung ini adalah uang saya Pribadi, karena saya berasal dari sini, hanya saya tidak suka cara orang itu meremehkan orang lain, saya jadi kuatir dengan uang Masjid", ujar Ranti.


" Dia mantan anggota dewan di periode yang Lalu, dan dia sendiri yang menghasilkan pembangunan Masjid ini", bisik pak lurah.


" Paham saya pak Lurah", jawab Ranti.


" Saya kira sampai disini saja pertemuan kita, dan untuk warga RT saya silahkan berembuk dan bentuklah kelompok, serta daftar seluruh KK untuk menerima bantuan seperti yang Nona Ranti sampaikan tadi, paling lambat 7 hari dari sekarang", ujar Pak RT.


" Terimakasih Nona Ranti, apakah nanti kita akan berkumpul lagi disini Minggu depan atau bagaimana", tanya mereka.


" Tidak Perlu, nanti Pak RT yang akan membagikannya kepada Kalian semuanya, dan tolong tanda setelah menerima bantuannya serta foto bersama keluarga kalian di depan rumah, tolong nanti gunakan dengan benar, selesai renovasi nanti saya datang lagi", ujar Ranti.


" Silahkan ambil amplop ini masing-masing", ucap Ranti


Darel, Mercy, Friska dan Rindu segera memberikan amplop kepada seluruh warga RT setempat yang hadir, Amplop tersebut berisi uang tunai 1,5 juta per orang.


Untuk Pengurus Masjid, Ranti sendiri yang memberikan mereka uang 5 juta perorang, sedangkan panitia pembangunan masjid masing-masing 3 juta, tapi tidak dengan orang yang meremehkan Ranti.


Sedangkan untuk pak Lurah, Pak RW dan Pak RT, Ranti memberikan mereka masing- masing-masing 10 juta.


Orang yang meremehkan Ranti itu diam-diam kesal dengan tindakan Ranti yang mempermalukan dirinya.


Setelah membagi-bagikan uang Ranti langsung pamit dan pulang, tinggalah pak RT, pak lurah dan pak RW Serta pengurus masjid dan panitia pembangunan.


" Maaf Bu Farida, kami hanya ingin menanyakan soal Nona Ranti dan saudara- saudaranya, apa benar mereka semua mantan dari Panti Asuhan Charity", tanya Pak Lurah.


" Ya benar, mereka ada 6, tapi mungkin dia tidak ikut pulang dengan nak Darel, Mungkin sibuk mengurus Perusahaan Nak Ranti adik mereka yang banyak di Jakarta", ujar Bu Farida.


" Darimana dia mendapatkan modal membangun Perusahaannya tanya Pak lurah".


" Setahu saya, setelah Ranti keluar dari Panti Asuhan, dia bertemu dengan orang kepercayaan orangtuanya yang dulu dikira sudah meninggal, dan dari orang kepercayaan itulah, harta dari orangtuanya di berikan yang katanya bernilai ratusan Triliun", ujar Bu Farida.


" Dan kamu pak Widodo, maaf ya kenapa anda sangat ketakutan dengan perintah Nona Ranti?" tanya pak Lurah.


" Nona Muda kami, adalah Pemilik Tunggal RPS Group Company, Food Excellent dan Body Clean, Serta 2 Mega Proyek yaitu Proyek Kota Terpadu di lahan 25 ribu hektare dan Treasure Island, Anggarannya sebesar 600 Triliun di tanggung sendiri tanpa investor.


Di Jakarta, Nona Muda kami memiliki 3 gedung perkantoran, 1 Hotel yang akan beroperasi akhir tahun,1 Mall terbesar di Jakarta, 1 Bank Indonesian Development Bank dan PT Tri Link Finance Indonesia, perusahaan pembiayaan dengan modal terbesar di Indonesia.


Di Singapura dia membeli Perusahaan Pembankan Nomor 3 terbesar di Asean, dan baru-baru ini Nona Muda kami mengakuisisi perusahaan Narendra dari Malaysia. dan semuanya milik pribadi, tidak ada siapapun yang menanam saham di semua perusahaan nya, belum lagi dengan ARSA Group yang terdiri dari 100 perusahaan yang dia Merger menjadi beberapa bagian perusahaan Besar.


Sebagai tambahan, untuk Surabaya Nona Muda kami pemegang 45 % saham di Pakuwon Mall dan pemilik tunggal Mall Galaxy 1,2 dan 3 juga Pemilik jaringan sekolah Bintang Timur.


Jadi jika hanya menyumbang 15 Milyar itu tidak sebanding dengan apa yang dia berikan untuk Panti Asuhan Charity, Agape dan Al Azhar yang mencapai triliunan, boleh tanya ke Bu Farida berapa Dana abadi yang di berikan Ranti hingga saat ini", gugup cerita Widodo.


" Maaf Bu Farida bolehkah kami tahu berapa jumlah yang fu berikan Nona Ranti", tanya Pak Lurah.


" Saat ini, sumbangan dari Ranti sendiri sudah 15 triliun dan kami simpan sebagai Deposito Berjangka, untuk operasional secara keseluruhan masih di tanggung oleh kelima Saudaranya, setiap bulan 5 Milyar, sedangkan pengeluaran kami setiap bulan 3 milyar saja tidak habis.

__ADS_1


__ADS_2