
Syarif merasa sangat kesal karena kali ini para ibu-ibu yang dia bayar untuk mencela Bu Marta tidak mempan.
Hari semakin siang, semua pesanan Ranti sudah datang, semua barang-barang yang sudah tidak layak pakai di buang semuanya, Ranti juga membeli kasur baru seprei baru, hingga memanggil tukang bersih-bersih online.
Ranti menata ulang tiap sudut ruangan hingga terlihat semakin rapi, di luar rumah juga di bersihkan, para ibu-ibu yang mencela Bu Marta hanya bisa tersenyum kecut, mereka melihat perubahan besar di panti telah terjadi.
Masih asik mereka melihat bangunan Panti, kini datang anggota dari kejaksaan dan Polisi untuk menyita seluruh rumah yang berada dalam sertifikat milik Bu Marta.
Terjadi keributan yang besar, tapi pihak kepolisan dan jaksa tidak bergeming, dengan semangat Ranti menyewa puluhan mobil untuk mengangkut barang-barang mereka.
" Tuan Syarif, ternyata anda hanya menumpang di tanah milik orang lain, dan anda bahkan sudah menjual beberapa bidang tanah kepada orang lain dengan sertifikat palsu", ujar Ranti.
" Dan kalian ibu-ibu yang tadi datang mencela Bu Marta, silahkan angkat kaki dari sini, hardik Ranti.
" Maafkan kami Nona, kami berjanji tidak akan mengulangi lagi, ujar mereka semua.
" Kalian sudah mencela Bu Marta bertahun-tahun, jadi tidak ada maaf buat kalian, silahkan Pergi, dan barang siapa yang datang mengganggu panti ini di kemudian hari, maka saya yang akan bertindak", tegas Ranti.
Syarif menelpon sua keluarganya agar segera pulang, dan benar saja 2 jam berselang seluruh keluarga besar Syarif datang, mereka mau pindah asal pihak panti mengganti rugi Bangunan mereka.
" Kalian minta ganti rugi, saya tanya kepada kalian, siapa yang menyuruh kalian bangun rumah di tanah bukan milik kalian, bahkan kalian ingin menguasainya ? tanya Ranti
" Tapi kami bangun rumah pakai uang kami, Teriak mereka
" Jawab dulu siapa yang menyuruh kalian membangun rumah di situ, dan beberapa bagian sudah kalian jual, dan semuanya akan kami ambil kembali", ujar Ranti dengan sengit
" Kami akan adukan masalah ini ke jalur yang lebih tinggi", ancam mereka
" Hahahaha, silahkan saja, mari kita lihat, siapa yang bakal menang, pompa bensin saja akan saya usir, dan itu urusan kalian yang menyewakan lahan itu kepada mereka.
Tak berselang lama, manajemen pompa bensin, Indomaret dan beberapa kios, datang meminta pertanggungjawaban dari Syarif, begitu juga orang yang yang membeli tanah.
" Nona saya dari manajemen pompa bensin, lepas dari masalah kalian, tapi kami sudah membayar sewa atas lahan itu, dsn secara hukum itu legal, ucap manajer pompa bensin.
" Legal darimana, apa kalian bertanya siapa pemilik sebenarnya tanah itu, jadi kami pemilik tanah harus merelakan kalian menggunakan tanah kami dengan gratis selama 30 tahun, enak di kalian saja, kalau kalian mau tuntut, silahkan tuntut ke Mr orang yang menyewakan lahan itu", tegas Ranti.
" Jadi anda tidak mau tunduk dengan surat perjanjian sewa-menyewa yang telah di buat sebelumnya, ancam Manajer itu .
" Apakah Bu Marta sebagai ahli waris tunggal menandatangani surat perjanjian sewa-menyewa dan apakah kalian memberikan dia uang, bahkan Bu Marta sudah peringatkan kepada kalian, tapi kalian mengusirnya, sekarang silahkan keluar dari lahan kami", bentak Ranti.
" kami akan melaporkan kasus ini ke Polisi, ancam manajer itu.
" Silahkan, disini kebetulan banyak petugas kepolisian, saya beri waktu kalian membongkar pompa bensin kalian 1 x 24 jam, terhitung hari ini, jika besok sore kalian belum membongkarnya maka saya yang akan membongkarnya, tegas Ranti.
" Jadi kamu tidak mengijinkan kami berusaha di lahan ini", tanya Manajer itu.
" silahkan berusaha, tapi harus membayar sesuai dengan harga pasar sewa menyewa lahan, itu kalau kamu setuju, atau silahkan jual pompa bensinnya beserta ijinnya, data bayar, bagaimana, itu syaratnya jika tidak mau, silahkan angkat kaki.
" Nona kami sudah membayar tanah itu dan sudah kami dirikan rumah, tolong berikan kami waktu 3 bulan untuk pindah, ujar ibu-ibu yang pagi datang mencela Bu Marta.
" Karena kamu tadi datang mencela Bu Marta, maka hari ini juga kamu dan keluarga kamu pindah, tuntut uang kalian ke Syarif bos kalian", ujar Ranti.
Lalu datang ibu-ibu lainnya, kelihatan dia dari tempatnya bekerja,
" Nona, saya tidak pernah mencela Bu Marta, saya baru pindah disini 3 bulan kemarin setelah membeli rumah petak itu dari pak syarif sebesar 20 juta, ijinkan saya anak saya untuk disini maksimal 3 bulan, terus terang saya belum gajian, ujar ibu sambil menangis.
" Baiklah, kamu boleh tinggal, nanti jika semua sudah beres, akan saya pikirkan lagi, tuntut uang kalian ke Syarif, dia yang menipu kalian dan memanfaatkan kalian agar mencela Bu Marta, ujar Ranti.
Ada sekitar 20 orang yang bisa menempati rumah mereka dengan catatan bayar sewa tanah, mereka itu yang tidak pernah mencela Bu Marta.
Sedangkan 40 orang yang mencela Bu Marta, hanya di berikan waktu hingga Magrib.
Sedangkan Syarif langsung di gelandang ke penjara, keluarga yang lain langsung mengangkat barangnya, memang tidak ada ampun buat orang jahat seperti mereka.
__ADS_1
Dari kejauhan nampak beberapa alat berat datang dengan mobil pengangkut.
Keributan kembali terjadi di belakang Panti, mereka tidak mau pindah karena merasa sudah membayar tanah itu ke Syarif, tapi pihak petugas tidak bergeming, apalagi bukti mereka mengancam Bu Marta juga ada, dari 10 rumah, hanya satu keluarga yang di biarkan tetap tinggal sementara dan di suruh pindah ke depan, karena keluarga itu memang meminta ijin pakai lahan ke Bu Marta.
Banyak yang mencela sikap Ranti yang tidak manusiawi, tapi Ranti tidak peduli, karena mereka tidak tahu persoalan yang ada.
Di depan telah hadir pihak dari Pompa bensin, yaitu Pemilik nya.
" Maaf Nona, kenapa anda begitu arogan mengusir kami yang jelas-jelas telah menyewa lahan itu, ujar pemilik Pompa bensin.
" Kalian menyewa kepada siapa ? silahkan tuntut orangnya, bukan kepada kami, dan saya pastikan, kalian silahkan keluar dari lahan kami, saya masih mampu membangun Pompa Bensin sendiri, ujar Ranti.
" Sombong sekali kamu Nona, kamu tidak kenal siapa saya, saya pemilik 20 SPBU di Jakarta, belum di daerah lainnya, ujar pemilik Pompa Bensin itu.
" Saya memang tidak kenal dengan anda, dan tidak ada untungnya saya mengenal anda, katakan apa yang bisa kamu berikan kepada saya jika aku mengenalmu, so orang penting saja kamu.
" Aplikasi Mata dewa cari sua lokasi pompa bensin orang ini yang berada di Jakarta, jika dia masih ngomong sembarangan, retas semua pompanya, tolong cari dan tunggu perintah dariku", ujar Ranti
" Baik Tuan", jawab aplikasi Mata Dewa.
" Minimal kamu bisa terkenal punya kenalan raja pompa bensin di Indonesia, ujarnya dengan sombong.
" Hahahaha, untuk apa terkenal, saya tanya apa untungnya, apa kamu akan membiayai hidup saya atau orang-orang yang kenal dengan kamu, hahahaha ngomong sembarangan", ujar Ranti.
" Kalau begitu, kami akan ajukan laporan ke pihak Polisi atas kasus penipuan dan mengganggu ketertiban orang, ancam pemilik Pompa bensin itu.
" Siapa menipu kamu, apa ada nama Bu Marta atau anaknya di dalam surat sewa-menyewa, Bu sudah memperingatkan kalian, tapi kamu sendiri yang mengusir Bu Marta 2 tahun lalu, awalnya saya masih mau toleransi dengan catatan kalian membayar kompensasi, atau saya akan membeli Pompa kalian, tapi melihat sikap kamu yang Sombong, jadi maaf, besok sebelum magrib pompa kalian sudah harus di bersihkan, jika saya yang akan merobohkannya", ujar Ranti.
" Coba saja jika kamu berani merobohkannya, tantang pemilik Pompa Bensin itu.
" Drone Stealth Mode, keluar dan hancurkan mesin pompa bensin itu, perintah Ranti.
" Karma itu pasti berjalan tuan orang kaya yang terhormat, saya tanya kamu berapa jumlah kamu menyewa lahan itu selama 30 tahun", tanya Ranti.
" siapa yang mau mengembalikan uang sewanya, kamu pergi dari lahan kami, tanpa kami mengganti rugi, kamu paham", Ujar Ranti
" Hahahaha, mari buktikan koneksi siapa yang lebih kuat, saya atau kamu, ujar pemilik Pompa itu.
" Untuk apa pakai koneksi, aku saja mampu melawan kamu, kami pemilik tanah yang sah, masa harus takut dengan kamu", ujar Ranti tak kalah sengit.
tak lama kemudian, pemilik Pompa bensin itu menerima telepon dari kantor pompa bensin, semua mesin error, hitungan liter bensin maupun solar jadi tak sesuai.
Dalam sekejap Drone sudah menghancurkan mesin Pompa Bensin itu.
Ranti yang sudah emosi, langsung mengaktifkan elemen tanahnya, dan dalam sekejap, tanah disekitar pompa bensin yang berjarak 100 meter dari Panti itu bergetar, para pengunjungnya yang hendak membeli bensin semua pada kabur dan melihat getaran tanah yang terjadi.
Pemilik Pompa bensin dan seluruh pekerja juga langsung Keluar dari bangunan yang di peruntukan untuk kantor yang sudah bergetar dengan kencang.
Ranti melihat dari kejauhan atap pompa bensin mulai bergerak dan hancur, bangunan perkantoran runtuh, pagar pembatas hancur, Ranti menahan agar tidak terjadi ledakan.
" Aplikasi Mata Dewa, retas semua mesin pompa bensin orang Sombong, dan lihat Rekening orang itu dan ambil setengah dari tabungannya sekarang", perintah Ranti.
" Baik Tuan", Tabungan orang ini berjumlah 300 Milyar, akan saya pindahkan 150 Milyar, ke rekening virtual.
" Rose cek rampasan dari aplikasi Mata Dewa, sebesar 150 milyar masukkan ke rekening BRI dan BNI, perintah Ranti.
* Baik Tuan", jawab Rose singkat
" Nanti buatkan ATM Masing-masing dengan 75 milyar", ujar Ranti
* Oke tunggu sebentar, aplikasi mata Dewa belum selesai menguras', jawab Rose.
" Kenalan bisa seperti ini, kenapa tiba bisa hancur Pompa Bensin ini", umpat pemilik Pompa Bensin.
__ADS_1
Belum tenang dengan kehancuran salah satu pompa bensin terbesar miliknya, Pemilik itu mendapat telpon dari sekretaris nya, yang melapor semua pompa bensin miliknya mengalaminya error, dan sementara di tangani oleh teknisi, ucap sekretaris itu.
" Astaga, bagaimana bisa terjadi secara bersamaan", ujar pemilik Pompa Bensin, bermonolog.
Ranti sendiri sudah menarik elemen tanahnya, tapi 19 unit SPBU milik dari orang sombong itu mengalami error,
" Aplikasi Mata Dewa, tetap pantau, jika mereka mampu menghidupkan lagi mesinnya, rusakkan lagi, minimal 1 bulan dia tidak menjual bensin, ujar Ranti.
Kini Ranti sedang bernegosiasi dengan pemilik Indomaret dan Alfamart, yang bersedia mengatur ulang sistem sewa, tapi Ranti juga tidak serakah, ongkos selama 10 tahun cukup bayar 5 tahun saja, dan bisa bayar pertahun.
" Terimakasih Nona dan juga Bu Marta atas kebaikannya, maafkan atas ketidaktahuan kami, dalam hal ini kita sama-sama di tipu dan sama-sama dirugikan, tapi saya masih bersyukur, masih di berikan kelonggaran", ujar pemilik Indomaret dan Alfamart.
" Sama-sama, silahkan berusaha dengan Baik, jika suatu saat usaha kalian mendapatkan banyak keuntungan, tolong bantu Panti Asuhan kami, itu jika memiliki Untung berlebih, jika tidak, jangan paksakan diri", ujar Ranti.
' Baiklah Nona dan Bu Marta, kami sudah lega, kami pamit dulu, jika ada apa-apa tolong hubungi kami secara langsung, kalau ke toko pasti mereka lupa menyampaikan kepada kami.
" Baiklah", ucap Bu Marta.
" Nona Muda, terimakasih bantuannya, sungguh ibu kehabisan kata-kata, tanah ibu kini sudah kembali, depan belakang semuanya sudah kembali", ujar Bu Marta.
" Bu Marta, lahan bekas Pompa Bensin itu, nantinya ibu bangun lagi pompa bensin, paling habis hanya 100 milyar, nanti saya bantu perijinannya dan serahkan pada Miranda dan Marinda yang mengelolanya, nanti saya bantu mereka dalam manajemen, ujar Ranti.
" Saya ikut saja rencana Nona Muda', ujar Bu Marta.
" Baiklah, jika ibu tidak mau repot-repot mengelola pompa bensin, ibu bisa menyewakan kepada orang lain, dengan durasi 20 tahun, tapi saya lebih suka jika kalian buka pompa bensin, saya pastikan, Panti Asuhan kalian akan hidup.
" Untuk lahan yang di tinggalkan oleh Syarif, kalau ibu ijinkan, saya bantu untuk membangun sekolah, lokasinya sangat Bagus, dan juga anak-anak Panti, tidak lagi mencari sekolah yang jauh ", lanjut ucap Ranti.
" Kalau bangun sekolah, saya sangat setuju, ibu juga sarjana Guru SD, bangunlah jika Nona ingin membantu kami sekali lagi, ucap Bu Marta dengan mata yang berkaca-kaca.
" Baiklah, mulai besok ibu, sudah harus mengurus ijin, nanti saya bantu", ujar Ranti.
Keluarga Syarif masih sibuk dengan mengangkat barang-barang, sudah bagus Ranti menyediakan mobil untuk mengangkut barang-barang mereka, Ranti juga memerintahkan mereka agar segera membongkar rumah mereka.
Tak lama kemudian, datang beberapa orang suruhan dari pemilik Pompa bensin, dan Berteriak- teriak.
Ranti yang sudah lama tidak bertarung, langsung keluar dari dalam rumah.
" Kalian pikir ini di hutan, berteriak-teriak sembarangan, Sengit Ranti.
" Hahahaha, kirain target kita orang hebat, ternyata hanya gadis ingusan, tapi enak juga jika dia melayani saya ', ujar salah satu orang suruhan Pemilik pompa bensin.
" Bilang sama bos kalian, tambah 200 orang lagi, saya tidak akan mundur, ujar Ranti, sambil mengaktifkan Armor Transparan.
Pertarungan tak terelakkan, Ranti dengan lincah mengahalau dan menghajar para Preman itu.
Ranti menuju ke preman yang ingin Ranti melayani nafsunya dan langsung menghajar tanpa ampun, ketika laki-laki itu terjatuh dan telentang, dengan tanpa bekas Kasihan, dia langsung menginjak junior preman itu hingga biji tomatnya pecah, hancur sudah masa depannya.
Preman itu langsung pingsan, Ranti menotoknya agar darah bisa berhenti, para preman yang lain hanya bisa menggertak giginya melihat teman mereka tumbang hingga pingsan.
Pertarungan makin sengit, Ranti tak mau buang banyak waktu dengan hanya meninju dan menendang, Ranti menangkap dan mematahkan tangan mereka, tangkap kaki, kaki yang dipatahkan.
Akhirnya para preman tumbang semua, Bu Marta dan Maryana hanya bisa melongo melihat Ranti menghajar para preman itu
Belum juga bernafas, terdapat lebih dari 50 orang datang mendekat, karena Ranti malas meladeni mereka, maka Ranti mengontrol pikiran mereka dan memerintahkan untuk mematahkan kaki dan tangan pemilik Pompa Bensin.
Dalam sekejap, mereka langsung berbalik arah dan menuju ke pompa bensin, saat mereka tiba pompa bensin, si pemilik menyambut mereka dengan tidak senang.
Seketika pemimpin preman itu langsung menampar pipi pemilik Pompa Bensin, dikuti oleh anak buahnya.
Warga sekitar tak satupun yang menolong, mereka ketakutan melihat keberingasan para preman itu.
Kini lengkap sudah penderitaan si pemilik SPBU, dia mengalami patah tulang kedua kaki dan tangannya, serta beberapa tukang rusuk patah, hingga membuatnya pingsan.
__ADS_1