SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Membantai di kantor Polisi


__ADS_3

Bunyi bell tanda jam pulang untuk SD, Ranti segera mengakhiri perbincangan dengan Bu Kepsek, dan segera mendatangi kelas Armando dan Salma.


" Kakak nunggu kami pulang ya ?" tanya Armando.


" Ia sayang, kebetulan kakak juga ada rapat dengan Bu Kepsek kalian", ujar Ranti dengan jujur


" Hehehehe terimakasih kak, Salma sangat bahagia hari ini kakak yang antar dan kakak juga yang bawa kami pulang", ujar Salma.


" Ya sudah ayo kita pulang", ujar Ranti.


" Kak, kita antar Mora pulang dulu ya, soalnya Paman dan bibi lagi tidak bisa jemput", ujar Salma.


" Gak apa-apa, ayo Mora kita pulang", ajak Ranti.


" Armando siapa itu, kenapa dia duduk di pos security ? tanya Ranti.


" Itu Sinyo namanya, teman sebangku aku, tiap hari dia seperti itu, dia harus tunggu orangtuanya datang menjemput, dan dilarang numpang mobil teman oleh orangtuanya", ujar Armando.


" Jadi dia biasanya di jemput jam berapa? tanya Ranti.


" Kadang jam 4, kadang jam 5 dia baru pulang, kedua orangtuanya terlalu sibuk dan mereka tidak punya sopir, kakaknya juga gak mau bantu menjemputnya", ujar Armando.


" Kasihan juga, apa dia omelin kalau kita antar dia pulang ? tanya Ranti.


" Ia, pernah sekali kita antar pulang, sampai di rumah abangnya langsung telepon Orangtuanya dan dia di omelin habis-habisan sama Ayahnya, katanya ayahnya sangat membencinya, dia dan ibunya hanya pasrah saja, kata sepupunya yang sekarang pindah ke Makassar", ujar Armando.


" Jadi walaupun ibunya ingin menjemputnya tapi ada saja perintah ayahnya agar ibunya terlambat datang menjemputnya", lanjut Armando.


" Kasihan juga ya, tapi daripada dia di omelin mendingan kita pulang saja, tapi apakah uang jajan dia cukup, tanya Ranti


" Nah itu masalahnya kak, dia setiap hari hanya di kasih 15 ribu, cukup untuk makan siang dan minum, jadi dia aku dan 3 orang kawan yang giliran jajanin dia biar nanti saat dia menunggu ibunya dia bisa jajan, Handphonenya saja, dia menggunakan bekas dari abangnya, begitu juga baju, tapi dia sering mengajak saya kerumahnya atau kadang dia ingin kerumah kita tapi di larang ayahnya", ujar Armando.


" Lebih sedih lagi, mereka liburan dia lebih banyak di tinggal di rumah dengan pengasuhnya", ujar Armando.


" Kamu tau ayahnya kerja apa? tanya Ranti.


" Menurut Sinyo, ayahnya punya pabrik Kaleng kemasan dan botol air minum yang sangat terkenal, mereka orang kaya juga, bahkan ayahnya Pemilik dari perusahaan sparepart kendaraan dan distributor oli yang juga merek terkenal", ujar Armando.


" Tapi kenapa bajunya terlihat sudah tua, walau masih terlihat bersih dan rapih", ujar Ranti.


" dia setahun hanya sekali beli seragam, itupun hanya sepasang, semua guru juga sudah tau dan prihatin sama dia, katanya beda dengan waktu kakaknya sekolah dulu disini, kakaknya seangkatan dengan kak Darel.


" Dia bercita-cita, setelah lulus SMA, dia akan kabur dari rumah dan tinggal bersama pengasuhnya yang kasihan melihat dia, bahkan dia nanti makan kalau abangnya sudah kenyang, tapi dia sangat di segani di kelas tidak ada yang berani mengganggunya, dia hanya kalah dengan aku pintarnya, makanya nanti saat lulus SMA, Armando ingin dia ikut Armando kuliah di tempat kak Darel di Jakarta, gak apa-apa pengasuhnya ikut", ujarnya.


" Suruh dia bersabar saja, anggaplah ujian mental, kakak pasti membantunya suatu saat, mulai hari ini, kamu kasih dia jajan 50 ribu, jelaskan ke dia baik-baik", ujar Ranti.


Akhirnya mereka tiba di rumah, dan langsung makan siang.


Sementara di lain tempat, pihak kepolisian sedang sibuk mencari menangani kasus kematian Restu, dan lebih parah lagi pihak keluarga menuduh Pak Pribadi di balik kasus kematian Restu.


Axel beralibi bahwa pak Pribadi sakit hati karena di keluarkan dari keluarga Jaya.


Pak Pribadi tidak mau kalah, dia justru meminta ke Polisi agar memeriksanya, handphonenya silahkan di peiksa.


" Ranti, ayahku dituduh oleh Axel bahwa ayah saya dalang dari kematian ayahnya", ujar Tiara.


" Dimana Om Pribadi sekarang", tanya Ranti.


" Di Polrestabes Surabaya, Ibuku masih dijalan, ayah bukannya di panggil baik-baik tapi para Polisi itu langsung menangkap ayah", tolong Ayahku, ujar Tiara sambil menangis.


" Ya sudah, tunggu dirumah aku kesana sekarang", ujar Ranti.


" Aplikasi Mata Dewa, keluarkan rekaman saat saya membunuh' Restu, atur sedemikian rupa, ujar Ranti.

__ADS_1


" Tenang saja Tuan, Video itu sudah di atur agar tidak ada siapapun di dunia ini yang tahu siapa tuan sebenarnya, apalagi tuan menggunakan Armor Ultimate", Balas Aplikasi Mata Dewa.


" Oke kalau begitu, jika sudah selesai silahkan kirim ke Pihak Kepolisan", Perintah Ranti.


" Jika begini, maka nanti malam Axel juga akan ku bunuh", batin Ranti.


* Cepat tuan ke kantor Polisi dan bunuh dia di hadapan para Polisi, gunakan Jarum Black Soul", ujar Rose.


" Apakah nanti pihak kepolisian tidak memburu saya", ujar Ranti.


* Tuan sampai di kantor Polisi, langsung ke Toilet, dan aktifkan Armor Transparan Mode Stealth dan keluar dengan Sarung Tangan Pemindah, selesai menembak Tuan kembali ke toilet, usahakan atur waktunya setelah tuan kembali dan menemani Tiara, baru jarumnya bereaksi, Ujar Rose.


" Oke terimakasih sarannya ".


Ranti bergegas turun dari mobil dan menemui Tiara mereka sedang menunggu Pak Pribadi yang sedang di interogasi.


" Aplikasi Mata Dewa retas CCTV yang ada di ruangan interogasi", Perintah Ranti.


Di Kantor Polisi, masih terdapat keluarga Restu, mereka mengatai Tiara sebagai anak pembunuh, Axel terlihat sangat senang, karena dengan Pribadi masuk Penjara, dia berpikir proyek tersebut akan hancur, dan pasti dia ada kesempatan untuk meneruskan pembangunan Mega Proyek Kota Terpadu dan Treasure Island.


Ranti pamit ke toilet yang rupanya tidak jauh dari ruangan mereka saat ini, saat dalam toilet, Ranti mengikuti saran Rose dan menembakkan Jarum Black Soul ke 3 titik badan Axel


" Aplikasi Mata Dewa, hancurkan CCTV di ruangan ini, perintah Ranti.


" Baik", balas Aplikasi Mata Dewa.


Ranti kuat dari toilet dan langsung mengajak Tiara duduk di luar, agar lebih tenang, sembari menunggu mamanya.


Ranti mengatur waktu reaksi Jarum Black Soul itu selama 10 Menit, Ranti memberikan minuman kepada Tiara agar dia bisa tenang.


Sementara di dalam ruangan, Axel yang sementara duduk sudah mulai terlihat sesak, dia sudah tidak bisa bersuara.


Beberapa detik kemudian Axel tumbang dari kursinya dan tewas, dan disaksikan banyak orang tubuhnya mulai hangus terbakar tapi api putih tidak bisa terlihat.


Ruangan tersebut menjadi berubah teriakan ketakutan, Ranti dan Tiara tidak perduli dengan teriakan yang mereka dengar, orang lain juga di tempat itu terlihat santai, hingga terlihat seluruh anggota kepolisian berjaga dengan ketat.


" Ada apa pak komandan?" pura-pura Ranti.


" akan ada pemeriksaan bagi seluruh tamu yang akan kembali kerumahnya, karena ada kejadian darurat yang barusan terjadi", ujar polisi itu.


" Ayo Tiara kita ke dalam, siapa tahu ayahmu sudah selesai di interogasi", ajak Ranti.


Saat mereka hendak masuk, tibalah ibunya Tiara yang di kawal ketat oleh beberapa polwan.


Tiara agak lebih tenang setelah melihat Ibunya, akhirnya mereka duduk, sambil tetap menunggu hasil interogasi Kepolisian terhadap Pak Pribadi.


Pantauan Aplikasi Mata Dewa, melaporkan bahwa terjadi pemaksaan dan ancaman kepada Pak Pribadi agar mau mengaku salah, tapi Pak Pribadi tidak mau mengakuinya.


Sementara kepala Axel sudah di tangani pihak kepolisian, juga abu dari jenasah Axel juga sudah angkat untuk di periksa.


Sejam kemudian, Pihak Kepolisian menetapkan Pak Pribadi sebagai sebagai tersangka.


Ranti begitu emosi, hingga dia mengaktifkan elemen tanah dan terjadilah getaran hebat di gedung kantor Polisi itu.


" Aplikasi mata dewa Sebarkan bukti Polisi - polisi itu menerima suap dari Dari Axel, dan rekaman pengancaman para penyidik yang menginterogasi Pak Pribadi.


" Baik Tuan", Balas Aplikasi Mata Dewa.


Aplikasi Mata Dewa Segera mengirim seluruh video terkait kasus Pak Pribadi ke Kapolri dan Kapolda serta Kapolres, juga keseluruh media sosial dan stasiun TV.


Hanya butuh waktu 30 menit Video - video dari 10 Polisi itu langsung Viral, Bahkan hasil Forensik juga di tampilkan.


Bahkan berita ini sampai ke istana, hingga Presiden memerintahkan kepada Kapolri agar segera mengurusnya.

__ADS_1


Ini di luar dugaan kesepuluh Perwira polisi yang menangani kasus ini, kembali lagi Kapolda wajib turun tangan, dan langsung meminta kepada Propam agar langsung menangkap kesepuluh polisi yang terlibat dalam bukti suap.


Ranti merasa tidak puas, dan memerintahkan Aplikasi Mata Dewa terus memantau pemeriksaan terhadap tersangka kasus suap, Ranti juga akan menghukum berat mereka.


* Tuan harap tenangkan diri anda, mereka tidak akan menahan Pak Pribadi dan juga kasus ini akan dilanjutkan dengan kasus suap para Polisi itu", ujar Rose menenangkan Ranti.


" Baik Rose", mereka harus merehabilitasi nama baik Pak Pribadi, kesepuluh polisi itu wajib membuat laporan terbuka di seluruh media", ujar Ranti.


* Itu wajib polisi lakukan, karena mereka yang mengatakan pak Pribadi sebagai tersangka", ujar Rose.


Seluruh keluarga besar Jaya, tetap mengklaim bahwa keluarga Pribadi adalah dalang dari kematian Restu, mereka datang berkonvoi ke kantor Polisi dan berteriak-teriak di halaman kantor Mapolres Surabaya.


" Drone hancurkan mobil mereka semuanya, bila perlu bakar saja", perintah Ranti.


Dengan cepat Drone - Drone itu merusak dan membakar mobil orang-orang dari keluarga Jaya.


Untuk ketiga kalinya Mapolres Surabaya mengalami kejadian aneh, pihak kepolisian sendiri sudah mulai merasa ada hal yang tidak beres, dan ini di luar jangkauan manusia.


Pihak Keluarga Jaya berbalik ketakutan melihat semua mobil mereka terbakar.


Pak Pribadi sendiri akhirnya membuka kasus lama dan beberapa bukti akurat bagaimana dia di racuni selama bertahun-tahun oleh Keluarga Jaya, hingga mereka mau membunuh Tiara, bahkan ada upaya perebutan paksa perusahaan milik Pak Pribadi dan terakhir, Restu datang kerumah Psk Pribadi dan memarahinya gegara proyek.


Didalam Video itu, Restu juga mengancam dan bahkan Restu juga sudah memutuskan hubungan keluarga dengan Pak Pribadi.


Jika dilihat sepintas, kasus ini ada unsur balas Dendam dari Pak Pribadi, tapi hasil dari Forensik tidak ada pembuktian alat yang gunakan untuk membunuh Restu, di perkuat dengan CCTV, ada 5 orang lain di TKP yang mati terlebih dahulu dan langsung menjadi abu, bahkan tangan Restu yang terpotong juga menjadi abu di atas meja.


Dalam rekaman suara via Telepon juga Restu memerintahkan untuk menghancurkan Proyek Kota Terpadu, dan perintah untuk menangkap pemilik Sah Proyek Kota Terpadu.


Dengan melihat bukti kongkrit, bahwa Pak Pribadi tidak bersalah, maka polisi mengadakan konferensi pers untuk menjelaskan kepada media yang telah terlanjur memberitakan, bahwa dalang dari pembunuhan Restu adalah Pak Pribadi.


Pak Pribadi bersuara bahwa dia akan menuntut kesepuluh polisi itu secara hukum.


Selesai konferensi pers, Pak Pribadi bersama keluarganya beserta Ranti keluar dari Kantor Polisi itu dengan tenang dan santai.


Sementara di luar pihak Keluarga Jaya masih berada disana menunggu istri Restu selesai di periksa.


Namun saat Pak Pribadi akan naik ke mobilnya, tiba-tiba dari arah belakang ada yang menikamnya, begitu juga Tiara di tikam di bagian perut, sedangkan Pak Pribadi ditikam di pinggangnya.


Polisi langsung menangkap 2 orang yang menikam Tiara dan Pak Pribadi.


Ranti sendiri memerintahkan Pak Hasan agar segera keluar dari Kantor Polisi dan menuju kerumah Sakit.


Dengan Mata Semesta Ranti mengecek, keadaan luka Pak Pribadi dan Tiara ternyata tidak akan mengakibatkan kematian, Ranti hanya memberikan mereka berdua juice buah abadi dan menotok peredaran darah agar darah tidak lagi Keluar.


Tiba dirumah sakit Ranti segera Kembali ke Mapolres untuk mengambil mobilnya, namun sebelum dia mengambil mobilnya dia langsung ke penjara dengan Armor Ultimate Mode Stealth, tiba di penjara dia langsung menembakkan jarum Black Soul.


Selesai menembak dia beranjak dari penjara dan terbang mencari lokasi untuk menonaktifkan Armor nya dan kembali lagi ke Mapolres untuk selanjutnya mengambil mobilnya dsn kembali ke rumah sakit.


Tiba disana terlihat Robin dan ibunya Tiara, duduk berdampingan dengan suasana sangat sedih.


" Dek, Tiara dan Om kok bisa ditikam?" tanya Robin.


" Maaf kak, adek tak mampu mencegahnya, kejadiannya sangat cepat", ujar Ranti.


Beberapa saat kemudian dokter keluar dari ruang operasi dan berkata, bahwa operasi berhasil, korban sebentar lagi akan di pindahkan ke ruang rawat.


Sementara di Penjara Mapolres kedua orang yang menikam Tiara dan Pak Pribadi sudah mulai gelisah, Polisi yang berjaga terlihat masih santai, namun tiba-tiba kedua orang itu berteriak, ketika polisi melihat mereka berdua, terlihatlah kedua orang itu sudah tak tak bernyawa dan mulai hangus dan mulai menjadi abu, kali ini Ranti tidak menyisakan apapun.


Polisi yang berjaga itu segera melaporkan ke atasan mereka, pihak kepolisian melihat sekumpulan abu dari dua orang itu.


" Apa yang terjadi hari ini 3 orang terbunuh di kantor Polisi ini dam semuanya menjadi abu, sedangkan kita tidak menemukan siapapun, bahkan yang di curigai juga tidak ada", ujar Kapolres.


" Ada indikasi bahwa keluarga Pribadi tidak bisa di sentuh, tapi kita tidak punya bukti untuk mengatakan bahwa keluarga Pribadi itulah pembunuhnya, Pak Pribadi tidak pernah bermasalah dengan siapapun selain kakaknya, cara hidupnya sangat sederhana bahkan banyak temannya yang sangat mengaguminya yang rendah hati.

__ADS_1


__ADS_2