
Marlon yang kesal karena tidak di tanggapi Ranti segera menyuruh orang untuk mencari informasi tentang Ranti.
Namun tujuan utama kedatangan Marlon di acara ini adalah, melihat Siapa di balik Pendirian Perusahaan Pembiayaan dengan modal awal 20 triliun ini, dan melihat visi dan misi dari Perusahaan Pembiayaan RPS Finance.
Selama ini khusus di Jawa Timur, Jawa Tengah, Bali, NTB dan NTT, Perusahaan Marlon termasuk Perusahaan dengan Aset dan debitur terbesar.
Saat ini dengan hadirnya RPS Finance, akan menjadi pesaing yang sangat berbahaya, apalagi modal awalnya saja 20 triliun.
Kembali ke Ranti
Saat ini Ranti tenga mengawasi semua tamu undangan, dan melihat semua status mereka, Para Pemilik perusahaan yang sama dengan Ranti banyak yang mulai was-was.
Aplikasi Mata Dewa pantau terus Seluruh perusahaan pembiayaan dari yang terbesar hingga yang terkecil di Jawa Timur dan Bali.
Kenapa tadi Ranti bersikap dingin kepada Marlon, karena sudah melihat status Marlon yang play boy dan arogan, juga dia dulu adalah sahabat Rendi dan Rendi termasuk orang yang membantu Marlon membangkitkan Perusahaan Megamas Multifinance, hingga akhirnya Rendi di tendang, setelah berjibaku selama 2 tahun setelah mereka lulus kuliah.
Kedua bocah Armando dan Salma tengah sibuk dengan Clara dan Yati, seolah-olah Clara adalah pengasuh mereka, tapi memang dasarnya Clara juga sangat senang dengan anak kecil jadi dia merasa nyaman dengan tingkah 2 bocah Armando dan Salma, namun Clara tidak menyadari bahwa Clara bisa di lirik Ranti karena ketulusannya melayani 2 bocah itu berbelanja sepatu di toko tempat Clara bekerja.
Lagi asik mengawasi semua tamu, Ranti di datangi Pak Jusuf dan istrinya.
Ranti sangat senang dengan pembawaan Pak Jusuf, begitu juga istrinya, walau istri pak Jusuf agak terlihat angkuh, tapi dia masih memiliki pemikiran terbuka dalam beberapa situasi, jadi Ranti menganggap itu sebagai orang yang tau membawa diri.
" Selamat tahun baru Nona Ranti, ucap pak Jusuf dan Istrinya sambil mereka bersalaman.
" Bagaimana, apakah tawaran saya sudah pak Jusuf putuskan, tanya Ranti
" Sudah Nona, dan maaf jika Nona berkenan menunggu, saya akan aktif di perusahaan Nona tgl 1 Februari, karena saya baru akhir Desember mengajukan surat permohonan Resign dan sudah di setujui tapi berlakunya akhir Januari, jadi saya selama sebulan masih berkewajiban menyelesaikan laporan pekerjaan saya selama menjabat, kata pak Jusuf
" Saya akan menunggu dan jangan ingkar janji tanggal 1 Februari Pak Jusuf sudah harus bertugas di Jakarta, kata Ranti dengan tegas namun santai
" Kami sekeluarga semuanya siap pindah dan terimakasih atas kepercayaan Nona Muda kepada saya dan keluarga, kata Pak Jusuf.
" Itu karena saya tau kinerja bapak, saya juga membantu pak Jusuf, agar saat Pensiun Pak Jusuf berada di puncak Karir sebagai CEO, bukan direktur, kata Ranti
" Terimakasih Nona Muda, jujur saja mimpi suami saya yang mustahil terwujud telah di wujudkan oleh Nona, saya sebagai istri dengan sepenuh hati akan membantu suami saya, kata istri pak Jusuf.
" Harus itu, kasihan nanti pak Jusuf bekerja keras tapi di abaikan ibu, kata Ranti menyindir tingkah istri pak Jusuf yang kadang cuek dengan suaminya
" Saya akan merubah sifat saya Nona, saya menggalakkan ibu-ibu dari seluruh karyawan untuk membentuk organisasi sosial atas nama Perusahaan, jika Nona setuju
" Kalau ibu mau membuatnya dan bisa berdampak positif buat perusahaan dan masyarakat Kenapa tidak, saya pasti mendukungnya, misalnya acara Bhakti sosial, posyandu gratis atau juga program bantuan kesehatan untuk ibu-ibu hamil, pasti saya mendukung, hanya harus dengan laporan yang jujur dan bersih, apa ibu paham maksud saya.
" Saya paham Nona, semoga dengan adanya program - program ini, perusahaan kita bisa lebih terkenal di seluruh kalangan masyarakat, kata istri pak Jusuf.
" Baik silahkan di atur nanti saya lihat proposalnya, jawab Ranti
" Terimakasih Nona Muda, jawab mereka.
* Tuan berikan kesempatan kepadanya untuk membangun program sosial, ini akan membantu Nama perusahaan anda yang bisa menyeimbangkan profit dan non profit.
" Apakah akan berhasil Rose, tanya Ranti
* Berhasil atau tidak tergantung dukungan dari anda, tapi menurut Rose, Program yang di tawarkan istri tuan Jusuf sangat baik dan akan menghasilkan efek positif perusahaan Anda.
" Baiklah saya akan coba pelajari proposalnya.
* Harus tuan pelajari dan berikan masukkan apa yang ingin tuan lakukan, kata Rose.
" Oke Rose, terimakasih"
Acara resmi sudah selesai, acara makan siangnya sudah mau selesai, Ranti memilih untuk berkeliling kantor, dia ingin melihat - lihat seberapa besar kantor ini, secara sejak beli dia hampir tak pernah berkeliling kantor.
Sampai di lantai tertinggi, dia masih naik lagi ke area rooftop, ternyata Rendi menata rooftop sesuai dengan keinginan Ranti.
Pintu masuk ke ruangan yang ada di rooftop hanya bisa di akses oleh Ranti, setelah masuk dia melihat perlengkapan yang di sediakan oleh Rendi tak ada yang mengecewakan, semua sudah sesuai dengan permintaan Ranti.
Walau cuacanya panas terik tapi, di rooftop tetap adem, Ranti berencana akan membuat pusat kendali untuk Surabaya di ruangan ini.
Terlihat, ada kamar tidur, dapur yang lengkap kamar mandi dan ruang tamu serta ruang keluarga, Rendi membuatnya seperti membuat ruangan apartemen kelas atas.
Puas dengan hasilnya Ranti turun menggunakan lift khusus yang langsung ke parkiran Pribadi, akses keluar masuk, di rancang tidak melalui gerbang depan melainkan tembok belakang yang di renovasi dengan membuat akses khusus dan di buka dengan sensor. Hal ini akan membuat seluruh karyawan tidak tahu jika Ranti berada di kantor atau tidak.
__ADS_1
Lift khusus hanya berhenti di tiga posisi, rooftop, ruang kerja Ranti dan parkiran.
Saat ini posisi Ranti yang berada di parkiran, dia melihat situasinya, ternyata CCTV perlu di tambah, kemudian dia berjalan menuju lantai satu dan hendak mampir ke toilet, bukan untuk melaksanakan panggilan alam, tapi dia hanya sekedar ingin memeriksa saja.
" Hai Nona Ranti, suara Marlon mengagetkan Ranti
" Oh Tuan Marlon yang terhormat, jawab Ranti
" Kebetulan kita bertemu disini, ngomong--ngomong kamu sekolah dimana dan kelas berapa
" Saya homeschooling, ada apa Tuan, apakah Tuan mau mengantar dan menjemput saya jika saya sekolah reguler, pancing Ranti
" Kalau Nona ijinkan, kursi Mobil Ferrari saya untuk Nona secantik Anda.
" Tuan sangat baik hati, sangat jarang orang kaya berhati baik, beruntung sekali saya mengenal anda, kata Ranti jijik.
" Tadi Nona kesini bawa kendaraan apa, tanya Marlon
" Saya pinjam mobil saudara saya, maklum masih sekolah jadi belum punya uang untuk beli mobil.
" Bagaimana nanti selesai dari sini, saya ajak Nona jalan-jalan, tawar Marlon
" Saya tidak enak sama kekasih anda Tuan, jawab Ranti
" Kebetulan saya belum punya kekasih, biasalah terlalu sibuk dengan pekerjaan, kata Marlon
" Nanti saja kapan-kapan, kamu tulis nomor kamu, nanti saya hubungi kata Ranti
" Baik, kata Marlon memencet nomor telponnya di Handphone Ranti
Marlon melihat handphone Ranti yang bukan iPhone atau Samsung, membuat Marlon merasa bahwa Ranti bisa dia rayu dengan belanja dan naik mobil Ferrarinya.
" Terimakasih Tuan, saya pasti menghubungi anda, secara anda juga ganteng, kata Ranti dengan menampilkan wajah memuja.
" Kamu juga sangat cantik, tapi apa hubungan anda dengan tuan Rendi
" Saudara saya sahabatnya, jadi saudara diundang terus aku di ajak daripada dirumah sendirian.
" Boleh aku tahu rumah saudara kamu, tanya Marlon
" Oh baiklah, saya tunggu telpon dari kamu, kata Marlon
" Oke, saya permisi dulu, takutnya aku dicari saudara ku, kata Ranti dan langsung beranjak.
Kelihatannya dia masih polos, biasanya orang polos pasti masih perawan, gumam Marlon
Setelah tiba di tempat acara, Ranti duduk sambil membuka Aplikasi Mata Dewa, dan meretas isi handphone Marlon.
Da wow, banyak sekali gadis-gadis dengan gambar- gambar yang menggiurkan mata lelaki mesum.
Ranti beralih ke layanan Pesan dan ada beberapa pesan Marlon yang mengancam beberapa gadis dengan menyebarkan foto-foto tak wajar gadis-gadis itu.
Ranti mengambil nomor telpon gadis-gadis itu, dan membiarkan aplikasi Mata Dewa melacak ponsel mereka.
Ranti masuk ke folder video dan ternyata banyak rekaman video tak senonoh Marlon dengan perempuan- perempuan malam, dan ada juga Gadis- gadis muda.
Semakin Ranti mengeksplor isi handphone Marlon, semakin ia menemui sisi jahat dari Marlon, dia pernah memperkosa seorang office girl hingga hamil dan melahirkan, namun dia tidak bertanggung jawab.
Kalau begitu mari kita bantu si wanita itu, aplikasi mata dewa retas akun bank dari Marlon Suryapati, dan masukkan ke rekening virtual, dan enter.
Ternyata isi rekening sang Playboy ada 30 milyar, cukup buat menghidupi anak hasil perkosaannya.
Aplikasi Mata Dewa menghubungi wanita itu
" Halo, mohon maaf ini dengan siapa, tanya gadis itu
" Nama saya tidak penting, tapi mulai hari ini silahkan anda tinggalkan Surabaya di rekening anda sudah saya masukkan uang sebesar 30 milyar.
" Tapi saya tidak mengenal anda Tuan, kata gadis itu.
" Saya tau apa yang terjadi dengan Anda, dan jangan berharap Marlon akan bertanggung jawab dengan perbuatannya terhadap kamu, uang itu aku ambil dari dia dan kuberikan ke kamu, gunakan dengan baik, dan besarkan anakmu di luar kota.
__ADS_1
" Baik, jika benar rekening saya ada 30 milyar saya akan kembali ke desa dan hidup sederhana Disana, kata Gadis itu.
" Kamu tunggu sesaat lagi uang kamu akan saya tambahkan dan dalam bentuk deposito berjangka dan semua atas nama kamu, kata Ranti melalui Aplikasi Mata Dewa.
Ranti lewat aplikasi Mata Dewa meretas rekening lain dari Marlon Suryapati dan ketemu, isinya lumayan besar 50 milyar, dan tidak menunggu lama, langsung di tarik uangnya dan dibuat rekening bank dengan bentuk deposito berjangka.
" Halo Nona, kata Ranti
" Ya Tuan, Hari Senin silahkan datang ke Bank BRI dan ambil buku tabungan dan ATM anda, disana sudah ada saldo Deposito berjangka sebesar 50 milyar. kata Ranti
" Baiklah tuan, barusan saya cek saldo saya di bank Mandiri dan benar saya punya saldo 30 milyar lebih, terimakasih tuan sudah membantu saya dan anak saya.
" Sama-sama, setelah selesai mengambil buku Bank silahkan silahkan Nona pindah dari Surabaya, beli rumah dan buka usaha kecil-kecilan. Yang itu cukup seumur hidup buat kalian berdua, kata Ranti,
" Baik Nona, saya akan ke Lumajang kampung Ibuku.
" Baguslah, selamat tinggal, kata Ranti
Raut wajah gadis itu kini bersinar, biasanya setiap hari dia harus menggendong anaknya berkeliling berjualan kue buatannya dengan motor matiknya, kini dia menjadi milyader.
Dia pergi ke ATM terdekat mencoba menarik uang 5 juta, untuk membayar kontrakan yang nunggak bulan kemarin dan untuk bulan ini, walau dia akan pindah kota.
Terbesit di pikirannya untuk beli ruko dikotanya Lumajang dan membuka warung makan, sambil membesarkan anaknya yang kini berusia 2 tahun.
Marlon yang masih belum menyadari bahwa dia sudah tidak memiliki uang, masih berada di area gedung RPS Finance.
Ranti yang duduk sendirian sambil membuka tablet, semua kakaknya tidak ada yang berani mengganggunya jika dia sedang duduk menyendiri dan membuka tabletnya.
Mereka hanya melihat dia sedang menonton atau membaca berita, padahal layar di kacamatanya menunjukkan informasi tentang tamu yang datang khususnya perusahaan- perusahaan besar, termasuk Perusahaan Marlon.
Ranti sudah mengkopi ke laptopnya dan menghapus semua foto-foto dan video tak senonoh, juga nomor telepon para gadis yang di ancam juga sudah di hapus.
Tahun Baru, bagi Ranti adalah, setiap orang yang pantas di hukum harus di hukum segera, entah di miskinkan, atau di hapus dari dunia ini, tergantung tingkat kesalahannya.
Bagi orang yang pantas di bantu, harus di bantu sampai tuntas, kecuali orang itu pemalas, dan bagi pemalas tidak akan ada bantuan walau sepeserpun.
Akhirnya Acara selesai dan mereka berpamitan kepada Rendi,
Marlon yang mencoba mendekati Ranti langsung di cegat oleh pak Sumadi.
Rendi juga yang melihat itu langsung memerintahkan pak Sumadi tolong jaga Nona Muda.
" Maaf tuan, Nona Muda kami sudah capek, dan mau kembali ke rumah, jika anda ada keperluan silahkan berhubungan dengan Tuan Rendi, kata pak Sumadi
" Maaf pak security, Ranti teman saya, kata Marlon
" Tolong jaga sikap anda, dan jangan sembarangan menyebut Nona kami dengan namanya langsung, kata Pak Sumadi dengan Tegas
" Memangnya Ranti itu siapa, gadis seperti itu kalian jaga seperti berlian saja, umpat Marlon.
" Wah ternyata kamu Rendi sudah menjadi bos, Direktur RPS Finance, keren juga perusahaan bosmu, dan kamu di jadikan Direktur, hahahaha
" Apa ada masalah buat kamu Tuan Marlon Suryapati, kata Rendi
" Tidak ada, hanya kasian saja, perusahaan ini hanya akan buang-buang uang saja, apa kamu sanggup berhadapan dengan Megamas Multifinance milik saya, kata Marlon dengan sombong.
" Hahahaha, semua tergantung modal, asal kamu tahu Perusahaan ini 100% modal adalah milik bosku, bukan hasil keroyokan atau istilahnya Saham, kata Rendi
" Itu namanya bisnis cerdas, dan kalau bangkrut uang kita tidak semuanya hilang bukan, kata Marlon
" Hahahaha, tapi bagaimana jika mereka menarik Sahamnya apakah kamu sanggup berjalan sendiri, saat ini juga aku bisa sekali enter perusahaan kamu bisa ku beli, kata Rendi
" Perusahaan baru mau mulai saja sudah berlagak membeli perusahaan ku yang nilainya mendekati 5 triliun hahahaha, sombong Marlon
" Silahkan buka Harga, tantang Rendi
" Kamu ! sudah berani kamu denganku
" Sejak kapan aku takut dengan kamu, aku bukan tipe orang berpikiran pendek, aku diam dengan kelakuan kamu buka aku takut, hanya aku malas meladeni kamu, kita dari SD berteman, jadi hal apa yang saya tidak dari kamu, dan coba kamu hitung berapa banyak kawanmu dari aku, hahahaha, aku kasihan lihat kamu sebenarnya, tapi kamu terlalu meremehkan saya, jadi ku putuskan menjauh dari kamu.
" Baguslah, aku jadi tidak kerepotan mengurus kamu yang miskin, bahkan keluarga kamu saja sudah membuangmu, kata Marlon
__ADS_1
" hahahaha, apa sekarang aku terlihat miskin, walau aku tidak punya perusahaan sebesar kamu, tapi aku bisa di percaya orang, usaha rental saya juga makin lancar dan satu lagi, aku tidak punya hutang di Bank sepeser pun, kata Rendi
" Orang seperti kamu mana bank percaya, kata Marlon