SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Rencana pembangunan 3 gedung di Jakarta


__ADS_3

Selesai berbicara dengan Hamdani, akhirnya waktu makan siang tiba, Ranti mengajak semuanya mengambil kotak makanan dan mereka nikmati bersama - sama, suasana terlihat sangat tenang


Selesai makan siang, Ranti menghubungi direktur Ane, kalau dia sekarang sudah tidak ada pekerjaan.


Sambil menunggu direktur Ane, Ranti dan Pak Thomas, menuju ke belakang gedung, Ranti melihat para mantan karyawan sedang sibuk memindahkan barang-barang mereka ke mobil, bagi orang yang tidak tahu masalah ini, pasti mereka akan menghakimi Ranti.


Tak lama berselang Direktur Ane sudah tiba, dan terjadilah obrolan tentang pembangunan gedung.


" Direktur Ane, lahan saya 70m x 135 meter, saya ingin membuat apartemen, apakah lahannya cukup, tanya Ranti


" Cukup apalagi tembok belakang kita bongkar buat akses masuk atau keluar, untuk akses masuk juga keluar bisa lewat depan maupun belakang, jadi bisa dikatakan sangat baik. kata direktur Ane


" Saya hanya berharap ada Pemilik Perusahaan berniat ambil unit disini dan menyewa Gedung Sapphire, kata Ranti


" Itu pemikiran yang Bagus, kalau menurut saya, apartemennya, khusus di sewakan saja, bisa di buat ukuran studio, 1 BR juga 2 BR, dengan begitu anda tidak pusing dengan Pemilik yang terkadang banyak maunya, kata Ane


" Saya berniat memang ingin membuat ukuran seperti itu, biaya sewanya juga aku tidak mematok dengan harga yang mahal, kata Ranti


Sementara Ranti dan Ane berdiskusi, Thomas datang mendekati Ranti


" Maaf Nona, alat berat sudah siap, ujar Thomas


" Silahkan hancurkan, saya mau hati ini selesai, dan suruh mereka langsung ratakan, panggil mobil untuk mengangkut sisa bongkaran, kata Ranti


" Nona Muda, lahan ini sangat cocok buat apartemen, ujar Thomas


" Kenalkan ini direktur Ane, dari PT Andalan Mas, dia menyewa di gedung Emerald, ucap Ranti


" Saya Thomas, hingga saat ini di percayakan untuk menjadi kepala Pengelola di gedung ini, sapa Thomas ke direktur Ane.


Selesai berbasa-basi, mereka bertiga fokus melihat eksekusi pembongkaran bangunan mantan karyawan.


Tampak penyesalan di wajah mereka, tapi nasi sudah menjadi bubur, mereka juga melihat Hamdani membagikan uang kepada security dan tukang taman taman belakang, mereka mencoba meminta sedikit ke Hamdani, tapi dia menjawab bahwa ini dari Nona Muda.


Ranti masih berdiri di belakang gedung, direktur ane mendapat tugas menangani proyek bangunan baru dan merenovasi gedung perkantoran sapphire.


Waktu menunjukkan jam 3 sore terlihat seluruh bangunan sudah rata dengan tanah, seluruh mantan karyawan juga sudah pergi, Ranti meminta Thomas agar menambah security, dan mencetak seluruh foto mantan karyawan, agar security bisa mengenal mereka ketika mereka datang lagi.


Aplikasi Mata Dewa menginformasikan, seluruh Preman yang bertarung dengan Ranti, telah berada di Rumah Sakit, Laporan medis mereka menjelaskan bahwa mereka semua mengalaminya kerusakan beberapa urat syaraf.


Ranti berpamitan kepada Thomas, dan memberikan bonus 1 milyar, dan mobil Toyota New C-HR Hybrid, lebih sedikit dari Nugroho yang mendapatkan 1,5 milyar dan mobil Toyota New C-HR Hybrid.


Thomas biasanya menggunakan mobil Toyota Rush, kini dia mendapatkan mobil baru, Adiknya Hamdani bernama Gayatri di tarik menjadi resepsionis, dengan gaji 5,5 juta, lebih sejuta dari waktu menjadi office girl.


Gayatri dan suaminya yang kini menjadi komandan security itu artinya naik pangkat dari anggota biasa menjadi komandan, mereka suami istri, menempati ruangan di rooftop, bekas kamar pribadi dari pemilik lama, jadi fasilitasnya terbilang lumayan mewah.


Untuk Gayatri dan suaminya mendapatkan tugas khusus merapikan ruangan Ranti, dan di berikan upah sebesar 2,5 juta sebulan, hidup mereka sudah bisa di katakan berkecukupan.


Ranti mengijinkan orang tua Hamdani untuk membuka kantin dan hingga selesai renovasinya masih menggunakan tempat sementara, kedepannya akan di buatkan tempat.sendiri.


Kini Ranti sedang menuju ke gedung Rubby, gedung paling kecil dengan hanya 52 lantai saja, lantai 1 untuk kantor dan lobi lantai 2 hingga lantai 51 disewakan, lantai 52 adalah ruangan khusus Pemilik.


Gedung ini walau kecil tapi memiliki luas tanah paling besar, hampir 5 hektar, akses 2 jalan utama.


Karena macet ketika Ranti tiba, sudah hampir jam 5, Dan kepala Pengelola waktu Ranti membeli gedung ini, telah Resign mengikuti suaminya yang mendapat tugas di Jepang.


Saat ini yang menjadi Kepala pengelola tetap seorang perempuan berumur 28 tahun, dan namanya kebetulan sama dengan nama Gedung Rubby.


Di gedung ini, Ranti tidak menemukan masalah, baik security, resepsionis dan karyawan lain semuanya sangat sopan,


Penyewa disini termasuk perusahaan - perusahaan yang bonafid dan juga tidak ada lagi ruangan kosong.


Ranti, diantar oleh resepsionis ke ruang tunggu yang sangat rapi dan suguhkan air mineral, walaupun Ranti di suruh menunggu, tapi dia tidak tersinggung, melihat resepsionis yang begitu sopan, Tapi masih lebih baik Rezita yang luwes.


Tak lama berselang, Rubby datang ke ruang tunggu, ketika dia melihat Ranti, hampir rasanya dia mau pingsan.


" Selamat Sore Nona, maaf saya terlambat turun, saya kira teman saya datang, kata Rubby sedikit gugup.

__ADS_1


" Mentari tolong kamu kesini sebentar, Panggil Rubby


" Baik Nona, jawab mentari.


" Mentari, Nona Muda di samping saya adalah pemilik tunggal gedung tempat kita bekerja, namanya Nona Ranti, ucap Rubby


" Maafkan saya Nona Muda yang tidak mengenali Anda, ujar mentari dengan gugup.


" Tidak apa-apa, santai saja, jawab Ranti.


" Rubby bagaimana dengan para penyewa, apa saja komplain mereka, yang harus segera kita selesaikan, tanya Ranti


" Mereka hanya minta AC sentral kita di ganti yang baru, karena memang AC kita sudah berusia 5 tahun, jadi kualitas nya sudah menurun, kata Rubby.


" Silahkan buat anggaran nya, atau buat anggaran berbagai halo yang perlu kita perbaiki, kata Ranti


" Nona Muda, bagaimana dengan lahan kosong di samping gedung ini, lahan itu milik Kita, Banyak yang sudah bertanya apakah tanah kosong itu mau di jual, kata Rubby.


" Tidak, saya akan membangun Apartemen dan Hotel, tolong juga tanya gedung yang di samping itu kayaknya kosong coba kamu cari tau siapa pemiliknya dan kalau mau di jual saya akan membelinya, cocok untuk buat restoran dan kedai kopi, kata Ranti


" Gedung itu memang mau di jual, lahan Gedung itu sebagian berada di belakang gedung kita, sangat baik jika Nona membelinya, luasnya sekitar 2,5 hektar, dan yang besar di belakang gedung kita, kata Rubby


" berapa harganya, Tanya Ranti


" Sekitar 1 triliun sama gedungnya, jawab Rubby


" Bagaimana menurutmu soal Gedung itu, tanya Ranti


" Gedung lumayan, memang hanya 3 lantai dan itu bangunan Kuno, sangat cocok untuk buat restoran dan kedai kopi, kata Rubby


" Baiklah, segera hubungi pemiliknya, katak besok saya mau bertemu dengan mereka, dan untukmu tenang saja, jika aku dapat membeli lahan itu, kamu dapat bonus dari saya, dan pasti kamu juga dapat bonus dari pemilik lahan, kata Ranti


" Baik Nona, mereka berharap kita yang membelinya, jika kita bangun apartemen, mereka meminta 2 unit gratis, mungkin itu persyaratan mereka, kata Rubby


" Tidak masalah, asalkan aku bisa punya lahan pas di tengah kota, pasti akan menambah nilai dari seluruh perusahaan ku, jawab Ranti.


Ranti berjalan kaki saja mengitari pusat kota, dia melihat bekas hotel Queen Indonesia, kasus soalnya hancurnya hotel sudah di tutup oleh pemilik lama, apalagi tidak ada korban jiwa, Ranti terus berjalan dan akhirnya dia memutuskan mampir ke Mall Grand Indonesia.


Dengan Mata Semesta dan aplikasi Mata Dewa, Ranti merekam model interior Mall itu, dia melihat - lihat, begitu banyak toko dengan brand yang sangat terkenal baik brand lokal, maupun brand internasional, Hermes, Luis Vuitton, Gucci, Channel dan masih banyak lagi.


Banyak yang melihat Ranti dengan pandangan tidak bersahabat, karena pakaian yang di gunakannya, seperti biasa stelan Tomboy, apalagi dia menggendong ransel Quantum, tulisan merk yang tida ada yang tahu.


Ranti tertarik dengan sebuah model Tas Salempang, apalagi ada berbagai ukuran, dia berniat untuk membelikan saudara-saudara perempuannya dan dirinya, dia juga melihat model tas yang sangat diinginkan Tiara, karena di Surabaya tidak ada, jadi hingga hari ini Tiara belum bisa membelinya.


Ranti membuat keputusan untuk membelinya, bahkan Yati dan Sonia juga akan di belikan Ranti.


Ranti memasuki Toko tersebut, suasana toko yang sepi, tambah minat Ranti untuk memasukinya.


Tapi saat Ranti berada di dalam Toko itu, tidak ada seorang pelayanpun yang mau melayaninya, Ranti cuek saja, akhirnya datang seorang gadis yang masih memakai seragam Hitam putih dan tertulis di name tag nya " Trainee", artinya dia masih percobaan atau anak baru.


" Maaf Nona ada yang bisa saya bantu, jika anda ingin mengetahui lebih jauh tentang model yang anda sukai, silahkan tanyakan kepada saya, Sapa pelayan baru itu.


" Apakah Nona pelayan di toko ini, tanya Ranti berbasa-basi


" Benar nona, kenalkan nama Alisha, panggil saja Sasha, baru 2 bulan saya bekerja disini, kata Sasha dengan sopan.


" Baiklah, saya ingin tas selempang itu, 6 yang ukuran agak sedang itu, 1 yang agak besar dan 1 yang model anak-anak, jadi 8 buah, kata Ranti


" Kebetulan Nona, model itu baru saja di rilis, dan kami yang pertama dapat untuk Indonesia, untuk harga nya beda- beda sedikit sesuai ukurannya, kata Sasha


" Oh berapa harganya, tanya Ranti


" Untuk yang ukuran gadis Dewasa, 125 juta, ukuran gadis remaja, 110 juta, sedangkan untuk anak-anak, 100 juta, dan karena Nona Pembeli pertama sebelum launching di Indonesia, maka ada promo discount khusus pembeli pertama sebesar 10% dari jumlah pembelian, discount berlaku untuk pembelian minimal 5 item, jelas Sasha.


" Baiklah tolong siapkan, 1 untuk dewasa, 6 untuk remaja 1 untuk anak, jika ada untuk laki-laki juga saya mau, kata Ranti


" Untuk laki-laki, kami hanya memiliki 3 item dan stok nya hanya 1 per ukuran, harganya juga sama dengan yang wanita, lanjut Sasha

__ADS_1


" Kalau begitu tambahkan 1 Dewasa Pria dan 1 untuk anak-anak, kata Ranti.


" Baik Nona, berarti ada 10 item dengan model yang sama, kata Sasha


" Silahkan disiapkan, saya juga ingin melihat tas yang modelnya itu, kata Ranti menunjuk tas kesukaan Tiara.


Sasha melayani Ranti dengan baik dan sopan, baru kali ini dia melayani pelanggan tanpa di rebut oleh seniornya, karena berebut, Sasha sudah 2 bulan tak menjual 1 barangpun yang harganya di atas 50 juta.


Para senior Sasha melihat dia yang begitu telaten dan sopan kepada Ranti, mereka menegurnya dengan nada mengejek.


" Sasha, gadis itu setelah puas melihat-lihat, pasti tidak akan membelinya, jangan paksakan diri, dan belajarlah bagaimana melihat calon pembeli, karena banyak yang berpura-pura bertanya terus berfoto dan posting ke medsos, selesai itu pergi, kata senior Sasha panjang lebar.


" Tidak apa-apa, siapa tahu ketika di posting justru kita mendapatkan iklan gratis, kata Sasha sambil membuka ruang penyimpanan dan mengambil pesanan Ranti.


Di Pintu datang sepasang pria dan Wanita muda, para pelayan yang lain langsung bersemangat melayani kedua orang itu dengan sangat sopan yang di buat-buat.


" Dasar munafik", batin Ranti.


Ranti masih melihat- lihat tas yang akan di belikan untuk Tiara dan Sonia, karena tidak yang kurang, Ranti mengambilnya dan berniat memberikan ke Sasha agar di bungkus, namun tas yang di pegang Ranti direbut wanita muda yang baru datang.


" Hei sopan sedikit kalau jadi orang, kata Ranti kesal


" Tas itu milik saya, saya kesini mau membelinya, kata wanita muda itu.


" Tapi saya yang duluan, kenapa kamu mau merebutnya, kata Ranti


" Karena saya sudah duluan melihatnya, jadi tas itu milik saya, kata wanita muda itu


" Siapa suruh saat kamu lihat tidak langsung membelinya, kata Ranti


" Suka-suka saya mau beli kapan, apa urusannya dengan kamu, ucap wanita muda itu.


" Berarti sama dengan saya, suka-suka saya mau membeli nya, balas Ranti dengan sengit.


" Maaf Nona, tas ini harganya 150 juta, jadi lebih pantas untuk Nona muda ini, jawab seorang pelayan.


" Kenapa dia lebih pantas dari saya, tanya Ranti


" Maaf Nona, bukan saya menghina, tapi suami nona ini, Pemilik salah satu perusahaan terbesar di Indonesia, kata pelayan senior itu.


" Perusahaan yang menaungi hotel Queen Indonesia yang terbakar dan hancur itu, kata Ranti


" Benar Nona, pasti mereka akan membangun nya kembali, kata nya lagi


" Berarti mereka sangat kaya, itu maksud anda, balas Ranti to the point.


" Benar Nona, anda ternyata sangat cerdas, ucap pelayan itu.


" Tapi tas ini saya masih mampu membelinya, kata Ranti dengan geram.


Si Pria muda itu hanya diam saja sambil memainkan ponselnya, dia tidak memperhatikan istrinya yang berdebat, tapi pada saat dia fokus melihat perdebatan yang terjadi, dia melihat Ranti begitu familiar, dan mendekati mereka yang berdebat.


" Oh ini suaminya, Direktur hotel yang hancur itu, dan bahkan tak sanggup di bangun lagi, ucap Ranti


" Kamu...! ujar suami wanita muda itu


" Apa anda masih mengingat saya, apakah uang saya sudah bisa hotel anda kembalikan, ujar Ranti dengan tajam.


" Hotel kami dalam masalah, pasti akan kami kembalikan, jawab Pria itu


" Kembalikan, tanahnya saja sudah kalian jual, bagaimana kalian mengganti uang saya, hahahaha, saya bukan orang bodoh tuan direktur, kata Ranti.


" Pasti kami akan membangun kembali hotel itu dan akan segera mengembalikan uang Anda, kata Pria tak menghiraukan omongan Ranti soal tanah itu sebenarnya sudah di jual.


" Hahahaha, bagaimana kalian bisa membangun di tanah milik orang lain, jangan berpura-pura tak tau soal ini, Tuan Direktur, lanjut membahas soal tanah.


" Silahkan Nona mengambil Tas itu, nanti istri saya pilih model yang lain saja, kata pria itu mengalihkan pembicaraan.

__ADS_1


" Bagaimana saya mau membelinya, istrimu sudah merusak tasnya, untung ada 2 jadi aku beli yang tidak rusak saja, kata Ranti sambil memberikan tas yang utuh ke Sasha.


__ADS_2