
Hari ini, Ranti sudah janji dengan Ketty, bahwa dia akan menemaninya ke acara sekolah.
Setelah mengantar kedua orangtuanya beserta Darel dan Vanya, Ranti segera kembali ke rumah.
" Wah, keponakan aunty sudah sangat cantik, lalu apakah bekalnya sudah Ketty di masukkan dalam tas? tanya Ranti.
" Sudah Aunty, jawab Ketty dengan riangnya.
" Dek, terimakasih ya, sudah mau luangkan waktu untuk Ketty, dia dari malam sangat bahagia, dia bilang Aunty Ranti tak akan pernah mengingkari janji, dan dia sangat percaya", ucap Dewi.
" Sama-sama kak, kakak tau sendiri bagaimana aku menyayangi Ketty, dia harus hidup bahagia, karena tugasnya di masa depan sangatlah berat, karena dia harus menjaga adik-adiknya, bahkan waktu buat dia sendiri saja sangatlah sulit, makanya kita harus memberikan kasih sayang yang besar untuknya, agar dia paham arti persaudaraan", ucap Ranti.
" Ia dek, kakak paham itu, kakak bahagia selama hidup bersama kalian, karena kalian juga adalah hidup kakak, kakak juga tidak pernah capek mengurus perusahaan, karena itu adalah harta Ade", ucap Dewi.
" Itu harga kita semua, dan keturunan kita, aku ingin sepanjang keturunan kita, kita hidup dalam kecukupan, aku tak mau apa yang pernah kita rasakan, nanti dirasakan keturunannya kita, aku gak mau mereka merasakan apa yang Ketty rasakan", ucap Ranti.
" Ia dek, entah apa jadinya, jika Ade tidak menemukan kami", ucap Dewi.
" Semua sudah jalannya, jadi saatnya kita membahagiakan Ketty", ucap Ranti.
" Ayo Aunty, kak Nana sudah di depan dengan mobil kesayanganku", ucap Ketty sambil menggenggam tangan Ranti dan juga Dewi.
Sejenak Dewi tersenyum, " Terimakasih Tuhan atas kasih sayangmu", batin Dewi.
" Aunty, Ketty juga bawa biola kesayangan didalam Cincin pemberian Aunty", ucap Ketty.
" Ya sudah, ayo kita berangkat, beri salam sama bibi-bibi pelayan dan bilang terimakasih karena sudah membantu menyiapkan bekalmu", perintah Ranti.
" Halo bibi semua, terimakasih ya, kalian tenang saja, semua bekalnya akan Ketty habiskan, agar para bibi tidak bekerja sia-sia", ucap Ketty.
" Sama-sama Nona Kecil, bibi semuanya sangat bahagia membuat bekal Nona Kecil, karena kami semua sangat menyayangi Nona Kecil", ucap Marni.
" Baiklah, sekarang Ketty berangkat ya, bibi semua ya jangan lupa makan", balas Ketty.
" Halo selamat cucu nenek yang cantik", ucap Mertua Dewi yang tiba-tiba datang.
" Pagi juga nenek Ketty yang juga cantik, mana bibiku, kenapa hanya nenek yang datang tanya Ketty.
" Bibi disini sayang, bibi tak akan lupa dengan janji bibi, Ucap Adik ipar Dewi.
Hubungan Dewi dan ibu mertuanya memang sudah membaik, Ranti juga mengijinkan kapan saja ibu mertua Dewi datang, Ranti juga sudah membantu mereka, dengan memberikan modal usaha dan fasilitas yang lain, dan tak ketinggalan, Ranti juga sudah memberikan mereka Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel, serta Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, juga Pill Penambah Kecerdasan.
Itu semua demi Ketty yang sangat sayang dengan neneknya.
" Maaf nak Ranti, kami Pagi-pagi sudah membuat keributan", ucap mertuanya Dewi.
" Tidak apa-apa Bu, asal keponakan kesayanganku, bahagia selama itu juga aku tidak keberatan, dan biar bagaimanapun, ibu adalah neneknya, jadi jangan sungkan, saya senang jika kalian meluangkan waktu datang kesini dan menemaninya ke acara sekolah.
Ketty butuh perhatian dari kita, saya juga meluangkan waktu demi kebahagiaan Ketty, ibu tau sendiri berapa banyak Perusahaan ku, tapi demi Ketty, saya luangkan waktu", ucap Ranti.
" Terimakasih nak sudah mengangkat cucuku menjadi bagian dari keluarga ini, apalagi menantuku saat ini sudah sangat cantik dan juga kaya, ibu bersyukur, bisa di berikan kesempatan untuk ikut membesarkan Ketty", ucap mertuanya Dewi.
" Yang lalu, jangan di ingat lagi, jika bukan dasarnya ibu orang baik, saya pasti tidak akan mengampuni ibu, tapi karena saya tahu ibu orang baik, maka kesempatan saya berikan", ucap Ranti dengan tegas.
Mertua Dewi, tak pernah lagi mengganggu Dewi dan Ketty, dia lebih memilih ikut serta membesarkan Ketty, adik ipar Dewi juga sudah berubah, dia kini hidup sederhana dan membantu ibunya di perusahaan.
" Aunty Mercy, Aunty Friska dan Rindu, Ketty berangkat ya", ucap Ketty.
" Hahahaha, kami juga ikut sayang, Aunty berdua sudah ijin tidak kuliah, Aunty Salma dan uncle Armando kamu juga ikut, lihat sana, mobil kesayangan mereka sudah terparkir cantik di teras rumah, dan itu mereka berdua", ucap Mercy.
" Wah, pantesan aunty Salma dan uncle Armando pura-pura cuek sama Ketty", ucap Ketty dengan polosnya.
" Aunty pasti akan menemani sayang, kemarin, Ketty sudah menemani aunty ikut lomba, jadi gantian.
Didepan rumah juga berbunyi klakson mobil, yang ternyata, Darel dan Vanya hanya berpura-pura kembali ke Jakarta, padahal dia hanya kerumah Sonia, begitu juga si kembar, mereka hanya parkir mobil di taman kompleks perumahan.
" Terimakasih Aunty dan uncle, Ketty sangat bahagia, terimakasih juga buat nenek dan bibi Bunga", ucap Ketty sambil membungkuk memberi hormat.
" Anak baik, tak sia-sia Aunty dan uncle menyayangi mu", ucap Vanya.
" Ya sudah ayo kita berangkat",.ucap Vanya lagi dan beranjak kembali ke mobil Darel.
" Aunty Salma, tega banget mendiamkan Ketty tadi saat sarapan", ucap Ketty
" Jangan ngambek ya, Aunty hanya mau berikan Ketty surprise, apa Ketty pikir Aunty tega mengabaikan kamu", tegas Salma.
" Hehehe, Aunty sudah kayak artis sinetron saja", balas Ketty.
Itulah kekuatan keluarga Ranti, saling mendukung dan berusaha hadir saat anggota keluarga ada acara.
Sejam kemudian mereka tiba di sekolah, 10 bus pariwisata sudah menunggu para siswa dan siswi TK Bintang Timur untuk berwisata ke Malang.
__ADS_1
Seketika lapangan parkir TK Bintang Timur, di datangi mobil Mercedes Benz GLE 53, dengan jumlah banyak, dan 1 unit Lamborghini Urus.
Lebih terkejut lagi, saat melihat Ketty turun dari mobil yang di gendong Dewi ibunya.
" Bunda, biar Ketty menyapa guru kesayangan Ketty", ucapnya dan turun dari gendongan Dewi.
" Selamat Bu guru, Ketty di temani seluruh Aunty dan Uncle serta nenek, dan Bunda", ucap Ketty ke guru yang sangat dia sayang.
" Astaga nak, kamu membawa semuanya", ucap guru itu.
" Ia Bu, kebiasaan keluarga kami seperti ini, lihat uncle ku yang itu, namanya Darel Kusuma, dia dan tunangannya kuliah di Jakarta, dan yang kembar itu, mereka kuliah Di Jogjakarta, serta aunty tertuaku, Namanya Vanya Gunadi, dia yang mengelola perusahaan kami di Jakarta, tapi karena kebiasaan kami, jadi mereka datang", ucap Ketty membanggakan keluarganya.
" Itu berarti Aunty dan pamanmu sangat menyayangimu nak, jangan pernah kecewakan mereka, jadi Ketty harus lebih giat belajar", ucap guru itu.
" Pasti Bu guru, dan ini kue buatan bibi pelayan kami", ucap Ketty sambil memberikan sekotak roti lapis daging.
" Selamat pagi dan selamat datang di TK Bintang Timur, Nona Muda", ucap gurunya Ketty.
" Sama-sama Bu, suruh bawa berkas suami ibu, dan bantu kontrol para petugas kebersihan di lingkungan TK Bintang Timur", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda", ucap guru itu bahagia.
" Ini cek Bu guru cairkan dan beli rumah, sisanya tabung untuk kelahiran anak ibu", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, suami saya sudah hampir putus asa mencari pekerjaan, tapi saya malu bertanya ke HRD kalau disini ada lowongan", ucap gurunya Ketty.
" Ya sudah, tolong jangan kecewakan keponakan kesayangan saya, tapi didiklah sesuai dengan prinsip-prinsip guru, jika Keponakan saya salah, mohon di arahkan, jikapun ada hukuman berikan saja hukuman, tapi harus yang mendidik, keponakan saya sama seperti kami, jarang dekat orang lain, tapi saat kami nyaman, kami tidak segan-segan membantu orang yang sudah kami anggap teman.
Terimakasih sudah membantu mendidik keponakan saya", ucap Ranti sambil menundukkan kepala.
" Itu sudah tugas saya, apalagi saya saat ini, sedang hamil muda, dan sangat ingin punya anak, setelah 9 tahun menikah, makanya suami saya ingin agar saya berhenti bekerja, saat dia mendapatkan pekerjaan", ucap gurunya Ketty.
" Itu berarti dia sangat menyayangi ibu, tolong ambil pil ini, dan nanti sore sebelum mandi ibu telan, khasiatnya akan memperkuat fisik ibu dan juga bayinya, dan jangan kuatir, ibu akan sehat hingga melahirkan nanti", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, Jawab guru itu dengan penuh kebahagiaan.
" Ya sudah, kami berangkat dulu", ucap Ranti.
" Aunty, memang baik hati, terimakasih sudah membantu guru Ketty", ujarnya.
" Selama dia tulus menyayangimu, aunty tidak akan pelit juga tidak akan galak Sama gurumu, tapi ingat, jika gurumu memarahi Ketty karena salah, aunty juga tidak akan membela Ketty, apa sudah paham sayang", tegas Ranti.
" Sudah Aunty, Ketty akan belajar dengan baik, dan tidak akan nakal di sekolah, apalagi menggunakan status Ketty", ucap Ketty.
Soal Ketty, dari awal Ranti membantunya, Ranti sudah sangat menyayanginya, bahkan Ranti hanya mengijinkan Dewi membawa Ketty kerumah neneknya seminggu sekali, atau ada acara penting.
*Tuan persiapan untuk memindahkan Ayahnya Nona Vanya sudah selesai, termasuk rumah untuk kakak kandungnya Nona Vanya.
Kakaknya Nona Vanya, membantu suaminya dengan berjualan bakso di rumah kontrakan mereka, sedangkan suaminya, pekerjaannya sama seperti ayahnya Nona Vanya, sebagai Security.
" Kakaknya mempunyai 2 orang anak, laki-laki dan perempuan, umur 9 dan 7 tahun.
Rose sudah belikan rumah di daerah itu, harga masing-masing rumah 8 milyar, serta perlengkapan rumah, mobil dan motor juga sudah di disiapkan.
* terimakasih Rose, tabungan mereka samakan dengan orangtua kakak dan adikku", perintah Ranti.
Obrolan Rose dan Ranti terhenti saat Nana mengatakan bahwa mereka sudah sampai.
Setelah turun dari mobil, Nana mengantarkan Ketty untuk berkumpul dengan teman-temannya.
" Nak Ranti, terimakasih sudah memberikan kehidupan yang layak untuk menantu dan cucu ibu, terimakasih juga sudah memberikan ibu kesempatan untuk melihat Ketty tumbuh besar", ucap mertua Dewi.
" Sama-sama Bu, jangan diingat lagi, saatnya kita semua memberikan kebahagiaan untuk Ketty, putri saya sangat menyayanginya, Ketty juga sangat menyayangi putri saya", jawab Ranti.
Keseruan anak-anak TK Bintang Timur, membuat para pengunjung yang lain ikut bahagia.
Tapi ada seorang wanita muda yang murung, dia adalah gadis yang di pecat karena ikut menolak Ketty saat mendaftar.
Ranti menghampiri gadis itu yang sedang berjualan aneka minuman.
" Halo, bagaimana kehidupan kamu sekarang", ucap Ranti to the point.
" Sangat sulit Nona Muda, tolong jangan hukum saya lagi, biarkan saya berjualan disini", ucap gadis itu.
" Saya tidak akan menghancurkan dagangan kamu, sekarang apa kamu sudah sadar bagaimana sulitnya mencari uang? tanya Ranti
" Maafkan saya, hanya ini yang bisa ku lakukan, agar adikku bisa sekolah", ucap gadis itu yang sudah gemetaran ketakutan, apalagi dia melihat seluruh kakaknya Ranti mendekati tempat gadis itu berjualan.
" Dek, biarkan saja dia, sekarang lihatlah dia sudah merasakan bagaimana susahnya mencari pekerjaan", ucap Dewi.
" Maafkan saya Bu", ucap gadis itu yang semakin ketakutan.
__ADS_1
" Kamu itu pintar, dan saya akui kamu sangat hebat mengatur administrasi, tapi saya kecewa dengan sikap kamu", ucap Ranti.
" Saya sudah menyadari kebodohan saya Nona Muda, mohon maaf yang sebesar-besarnya, dan biarkan saya berjualan, hanya itu permohonan saya", ucap gadis itu.
" Kamu lihat keponakan ku, dia sangat ceria, apa kamu tega melihat gadis kecil bersedih", tanya Vanya.
" Saya juga tidak tega, setelah berpikir lebih jernih, ternyata saya menjalani kehidupan yang salah, bahkan saya di tinggalkan oleh tunangan saya, karena nganggur setelah keluar dari sekolah Nona Muda", ucap gadis itu penuh penyesalan.
" Kebetulan, hingga saat ini, kepala administrasi tidak ada yang becus bekerja, selalu telat memberi laporan, bersiaplah dan hari Jumat sore kamu sudah harus ada di mess, itu mess kamu terdahulu, bawa adikmu dan daftarkan di sekolahku, semua biaya gratis.
Tapi ingat baik-baik, ini kesempatan terakhir buat kamu, itu juga karena kebaikan hati Kakak dan keponakan ku, apa kamu mengerti ! tegas Ranti.
" Saya mengerti Nona Muda", saya pantas menerima hukuman dari Nona Muda, tapi saya bersyukur karena saya bisa bertobat dari kesombongan saya", ucap gadis itu.
" Ya sudah, dengarkan saja apa kata adik saya, tolong bekerjalah dengan baik, dan sekalian kamu jaga Putriku, semua fasilitas kami kembalikan kepadamu", ucap Dewi berbesar hati.
" Terimakasih banyak Nona Muda, saya berjanji tidak akan mengecewakan Nona Muda, apalagi Nona Kecil", ucap Gadis itu.
" Baguslah, ambil ini dan berikan ke ibu dan ayahmu, saya tahu mereka lagi sakit, dan ini juga buat modal usaha kedua orangtuamu, sekarang pulanglah dan berkemas, terakhir ini cek senilai 100 milyar untukmu, gunakan dengan baik dan bijak.
Serta daftar kuliah, agar kelak kamu bisa jadi kepala administrasi di sekolah ku", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, terimakasih Tuan Muda", hanya itu yang bisa gadis itu ucapkan.
" Baiklah, sekali lagi jangan sia-siakan kesempatan yang di berikan kakakku dan keponakanku", ucap Darel.
" Akan saya ingat nasehat anda Tuan Muda.
Tak terasa hari sudah sore, kegiatan TK Bintang Timur juga sudah selesai, terlihat wajah bahagia Ketty.
" apa kamu bahagia sayang? tanya Ranti.
" Sangat bahagia, apalagi semua kesayangan Ketty datang menemaniku", ujarnya.
" Ia sayang, semua demi kebahagiaan Ketty, jadi jangan buat aunty dan uncle sedih", ucap Vanya.
" Terimakasih Aunty, Ketty pasti bisa menjadi kakak yang baik dan juga kakak yang bisa di banggakan oleh sepupu ku kelak", semangat Ketty.
" Nona Kecil, terimakasih sudah memaafkan saya", ucap Gadis itu.
" Ia, bekerjalah dengan baik, saya ikhlas memaafkan kakak, tapi jangan di ulang kepada yang lain di kemudian hari", ucap Ketty.
" Saya berjanji tidak akan seperti dulu lagi", jawab gadis itu.
" Itu namanya kak Nana, dia yang mengasuhku, jadi tolong jika kak Nana butuh bantuan mohon kakak membantunya", ucap Ketty.
" Baiklah Nona Kecil, ternyata anda memiliki hati yang lembut, kakak akan giat bekerja dan siap membantu pengasuh Nona Kecil", ucap gadis dan tiba - tiba dis berlutut.
" Silva, kamu kenapa, siapa mereka? ucap seorang laki-laki.
" Mas, jangan campuri urusanku, mereka orang baik, Silva dulu pernah menghina mereka, kini Silva di berikan kesempatan untuk bekerja lagi di tempat mereka", ucap gadis itu yang bernama Silva.
" Nona - Nona dan Tuan Muda, terimakasih sudah mengampuni calon istri saya", ucap laki-laki itu.
Pemuda itu sangat mencintai Silva, tapi Silva selalu menolak, karena pemuda itu anak orang kaya di tempat itu.
" Maaf mas, kita berbeda, kasihan mas nanti, pasti di usir orangtuamu, Silva juga mencintai mas, tapi Silva tidak mau mas di usir, gara-gara Silva hanya orang miskin", ucap Silva.
' Mas, Silva adalah orang saya, apa kamu serius dengan Silva atau tidak, apakah kamu rela di usir oleh keluarga kamu demi Silva? tanya Mercy.
" Saya siap, hari juga jika Silva mau, maka akan ku bawa dia ke tempat lain bersama keluarganya, aku sarjana, jadi bisa melamar pekerjaan di kota, lagian harta itu milik orangtuaku, dan aku tidak pernah berharap di berikan warisan, bagiku bersama orang yang kita cintai akan mampu membuatku rajin bekerja agar dia tidak menyesal menjadi pasanganku", ucap pemuda itu.
" Kalau kamu Silva, apa kamu juga sangat mencintai pemuda ini? giliran Friska yang bertanya.
" Saya sangat mencintainya, di saat saya di pecat dari pekerjaan saya, walau itu kesalahan saya, tapi Mas Dino selalu ada untukku, tapi Silva tak mau mas Dino di usir oleh kedua orangtuanya", ucap Silva yang masih berlutut.
" Dino, tolong jangan sia-siakan Silva, pulanglah, dan pikirkan baik-baik, jika sudah memutuskan, maka datanglah ke Surabaya bersama Silva, kamu laki-laki baik, dan benar omongan kamu, jangan berharap warisan dari orangtua," ucap Renata.
" Kamu tamatan apa? tanya Ranti
" Saya lulusan S1 teknologi pangan, tapi memang saya baru lulus 3 bulan kemarin, saya memang ingin melamar di perusahaan Food Excellent, karena saya pernah magang di sana, kata Bu direktur Elizabeth, jika saya sudah lulus kuliah, saya boleh mendaftar disana", ucap Dino.
" Halo, kak Elizabeth, apa kakak mengenal Dino Alfian yang pernah magang di Food Excellent ? tanya Ranti yang tiba-tiba saja menelpon Elizabet.
" Dia salah satu mahasiswa magang terbaik, saya pernah menjanjikannya pekerjaan jika suatu saat dia sudah lulus kuliah", jawab Elizabeth.
" Ini orangnya, dia sedang memperjuangkan cintanya kepada salah satu orang saya, tapi kendala status, namun Dino rela keluar dari rumahnya demi Silva orang saya, tolong Carikan tempat yang cocok untuknya belajar, nanti 6 bukan kedepannya angkat dia jadi karyawan", perintah Ranti.
" Baiklah dek, kakak akan mendidiknya agar kelak bisa kita andalkan", jawab Elizabeth.
" Maaf Nona, kalau boleh tau siapa nama anda dan apakah anda adik dari Direktur Elizabeth.
__ADS_1
" hahahaha, kak Elizabeth tidak ada hubungan apa-apa dengan saya, tapi dia sudah kuanggap saudaraku, karena dia orang baik, apalagi ibunya yang sangat rendah hati, tapi kenalkan, Nama Saya Ranti Putri Setiawan dan mereka itu adalah ayah dan bunda saya, kalau mereka ini, adalah kakak dan adik saya, serta yang paling kecil itu, dia adalah keponakan kebanggaan saya", ucap Ranti.
" Maafkan saya Nona Muda, saya hanya mendengar nama anda, dan kasus soal pak Hasto dan pak Neil, saya masih berada disana sebagai anak magang", ucap Dino.