
Selesai berkunjung ke kompleks Perumahan pribadinya, Ranti beserta saudara-saudaranya, berkunjung ke perumahan untuk umum, kompleks ini terbagi 4 kelas, yang tentunya berbeda juga fasilitasnya.
Di area tahap I, saat ini terlihat 250 unit rumah mewah yang berdiri dengan begitu rapi dengan taman yang juga indah, harga rumah di Tahap I terbilang sangat mahal, minimal harga 5 milyar dan termahal 10 milyar, dan saat ini sudah terjual 160 unit.
Kompleks termahal di sebut Blue Diamond Residen, terdiri dari 50 unit rumah yang menghadap langsung ke laut, dengan harga minimal 15 milyar, dan semuanya sudah terjual, di perkirakan Desember Tahun ini sudah serah terima kunci.
Sedangkan untuk Cluster yang paling murah harga minimal 1 milyar dan jika di total semua nya saat selesai, maka jumlah unit yang akan dibangun berjumlah 1500 unit.
Ranti membiarkan 25 % lahan untuk penghijauan, 10 % lahan untuk fasilitas umum, dengan 1 kantor pengelola lingkungan, row jalan yang lebar menambah kenyamanan bagi penghuni, ditambah lagi terdapat Tembok setinggi 3 meter dan penjagaan 24 jam, di lengkapi dengan Automatis barier gate dengan kartu RFID.
Fasilitas yang disediakan bahkan sampai layanan Ambulance gratis, dan masih banyak lagi fasilitas yang lain.
" Tuan, proses pengurasan dana kantor Narendra Holding Company sudah selesai, tapi karena mengingat karyawan dan para supplier, maka Dana yang di kuras dari berbagai Rekening perusahaan Narendra pusar disisakan sebesar 20% , dan yang berhasil diambil sebesar 150 milyar Dollar Amerika.
Aset mereka tersebar di berbagai wilayah Malaysia, dan memiliki 1 kasino di Genting, serta hotel", lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Saya tak butuh semua aset mereka, saya incar 1 Gedung perkantoran di Kuala Lumpur, yang bisa ku jadikan markas RPS Development Bank", ujar Rose.
" Baik Tuan, proses penghancuran Saham bisa selesai besok pagi saat Pembukaan perdagangan saham di Bursa Malaysia.
" Terimakasih laporannya", lalu bagaimana dengan harta Pemilik Perusahaan yaitu Narendra?" tanya Ranti.
" Baru selesai Tuan, total yang diambil 5 miliar Ringgit, atau setara 1,055 milyar Dollar US, saat ini dalam rekening virtual Terdapat 152, 100 milyar Dollar US, total perampasan dari Narendra secara global", lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Terimakasih", singkat Ranti.
* Tuan harap anda membantu 5 pelayan rumah tangga asal Indonesia di keluarga Narendra, mereka sebentar lagi akan di pulangkan ke Indonesia, dampak dari kehancuran perusahaan mereka",ujar Rose.
" Baiklah, siapkan uang buat mereka masing-masing 5 Milyar rupiah, dsn Transfer saat mereka tiba dirumah mereka masing-masing", perintah Ranti.
* Mantab Tuan, mereka bisa berusaha di Indonesia tanpa harus keluar negeri lagi", ujar Rose.
Tepat Pukul 12 siang, Ranti kembali kerumahnya untuk makan makan Siang dan juga ada acara di kantor RPS Group Company.
Dan tepat Pukul 2 siang, Ranti sudah sampai di Kantor RPS Group Company, dan terlihat sudah banyak lansia yang menunggu kedatangan Ranti, rencananya para lansia hanya akan di berikan Pill Regenerasi Fisik dan Jaringan Sel, jadi tidak terlalu menyakitkan.
Saat Ranti turun dari mobilnya, dia dekati 5 orang ibu-ibu yang membawa proposal untuk meminta bantuan dana Panti Jompo, Ranti memindai mereka tapi sayang sekali, mereka bukan pengurus sah dari Panti Jompo yang tertulis dalam Proposal mereka, mereka bekas pengurus yang sudah tidak lagi di Panti Jompo itu.
" Saya akan memberikan bantuan tapi tidak disini, saya biasanya datang langsung ke Panti yang akan saya bantu, jadi ibu-ibu tunggu sebentar, selesai saya layani mereka semua, baru kita berangkat ke Panti Jompo yang ibu-ibu kelola", ujar Ranti.
" Baiklah kami akan menunggu disini, ujar salah satu ibu-ibu pembawa proposal.
Ranti masuk ke aula dan melihat sekeliling, dia memindai status dari para lansia itu. Tapi suatu sudut dia melihat seorang anak gadis remaja sedang duduk dengan wajah lesuh, dan juga terlihat sedang menahan kesedihan.
Ranti mendekatinya dan menyapanya.
" Hay, kamu kesini, apakah mengantarkan nenekmu", pura-pura Ranti.
" Tidak, saya hanya ingin melihat-lihat saja, saya sudah daftar untuk ibu tiri saya, tapi kata panitia penyelenggara, bahwa hanya khusus lansia, sedangkan ibu tiri saya baru berumur 44 Tahun, dia sakit kangker payudara, jadi saya berharap bisa bertemu dengan bos besar yang mengadakan acara ini untuk membantu biaya operasi ibu tiri saya", ucap gadis itu.
" Berapa biaya yang di butuhkan untuk operasi ibumu", tanya Ranti.
" Kata dokter di siapkan minimal 250 juta, saya tak berharap bisa dapat 250 juta, seberapa saja yang di berikan saya sudah bersyukur", ujar gadis itu.
" Kamu masih sekolah atau kuliah ?" tanya Ranti.
" Saya hanya sampai kelas 11, berhenti sekolah dsn bekerja di warung makan untuk nabung biaya operasi Ibuku, walau hanya ibu tiri tapi dia sudah merawat saya dari kecil, dengan penuh kasih sayang", ujar gadis itu.
" Kamu tunggu saja disini, dan ambillah makanan dan minuman, nanti saya akan bantu ibumu, dan kenalkan nama saya Ranti, saya yang melaksanakan acara ini", ujar Ranti.
" Oh maafkan saya Nona, saya lancang masuk ke ruangan ini", ucap gadis dan berdiri ketakutan.
__ADS_1
" Jangan takut, saya senang melihat kamu yang begitu berbakti pada ibumu, meskipun beliau hanya ibu tiri kamu, jadi duduklah dan tunggu saya selesaikan acara ini, baru kita rumah kamu", Ujar Ranti.
" Terimakasih Nona, saya akan menunggu ", ujar gadis itu
" Kayaknya kamu lapar, ambil ini dan pergilah cari makanan lalu kembali, soalnya Disni hanya ada kue dan roti saja, kamu pergi makan nasi dulu", ujar Ranti dan memberikan uang 100 ribu serta memanggil Security agar mengantar nya .
" Baik Nona, tapi saat saya keluar nanti saya tidak diijinkan masuk lagi", ujar gadis itu.
" Nanti kamu di temani pak Security, agar kamu bisa kembali kesini" Ujar Ranti.
" Pratikno, tolong antar gadis ini cari makanan dan antar kesini lagi, dia tamu saya, perintah Ranti.
" Baik Nona Muda, tapi apakah saya boleh berteman dengannya, ucap Pratikno.
' Kamu itu, antar saja dulu, dan awas kau kamu sampe buat dia menangis, ancam Ranti.
" Hehehehe baik Nona Muda, ucap Pratikno yang memang selalu becanda dengan Ranti.
Setelah gadis itu pergi, pintu aula di tutup, dan ke-lima puluh lansia itu disuruh berbaring, beberapa security wanita dan laki-laki membantu membagikan Pill kepada lansia- lansia itu.
" Untunglah tidak ada yang memiliki penyakit serius", batin Ranti.
Ranti memberikan aba-aba untuk menelan Pill itu.
Di are belakang sudah disiapkan bak besar untuk para lansia berendam.
Sepuluh menit lagi, ruangan itu jadi sangat berisik karena teriakan para lansia, yang bersahutan seperti kelompok paduan suara, tapi tidak harmoni nadanya.
Ranti mengedarkan Energi Positif kepada semua lansia agar mereka mampu bertahan.
Setelah 30 menit prosesnya selesai, dan Para lansia itu tertidur, Ranti segera ke bak-bak besar, Ranti mengambil elemen apinya, hingga air dalam bak - bak itu menjadi hangat.
Selesai mereka Berendam, Ranti memanggil seluruh yang mengantar para lansia itu, agar segera membantu mereka Mandi.
Ruang pertemuan di bersihkan kemudian setelah 20 menit menunggu, akhirnya para lansia itu selesai membersihkan diri dan sudah berganti Pakaian, terlihat para lansia itu sudah bisa berjalan dengan baik, mereka terlihat sangat sehat dan kuat.
Tak banyak yang di bicarakan, mereka hanya bisa berterimakasih,Ranti juga sangat bahagia melihat mereka para lansia bisa beraktifitas dengan baik.
Ranti membagikan uang dalam bentuk ATM kepada para lansia, masing-masing 5 milyar, diambil dari Penukaran Poin Pengabdian untuk kebaikan, dengan harapan agar para lansia itu bisa menikmati masa tuanya dengan baik, sedangkan untuk setiap keluarga mereka Ranti memberikan uang 5 milyar juga agar mereka juga bisa membeli rumah yang layak dan makanan yang sehat.
Setelah pembagian uang selesai, acara ditutup dan mereka pun membubarkan diri serta kembali kerumah mereka Masing-masing.
Ranti melihat Pratikno dan gadis muda itu juga sudah kembali dari warung makan, Ranti mendekati mereka dan menyapa mereka.
" Bagaimana apa sudah kenyang?' tanya Ranti
" Sudah Nona terimakasih", Ucap gadis.
" Tapi aku belum tau nama kamu?' tanya Ranti.
" maaf Nona, nama saya Husna, ujar gadis itu.
" Baiklah Husna, mari kita ke rumah kamu sekarang, ucap Ranti.
" Nona Muda, apa saya bisa ikut?" tanya Pratikno.
" Tidak boleh, nanti kamu macam-macam dengan Husna", tegas Ranti.
" Nona Muda tega ya sama aku yang jomblo sendirian dari kakak - Kakakku ", ujar Pratikno.
" Pratikno, kamu selalu bercanda dengan bercanda dengan Nona Muda ", ujar Pak Sumadi.
__ADS_1
" Hehehehe, Komandan Besar, saya lagi berjuang untuk bisa punya pacar, secara pacarku yang kemarin ternyata matrealiatis, masa baru jadi pacar sudah minta aku belikan rumah dan mobil, padahal baru saja aku belikan handphone terbaru", ujar Pratikno.
" Baiklah kamu boleh mendekati Husna, tapi ingat jangan buat Husna kecewa, dan kamu harus selesaikan kuliahmu dengan baik", ujar Ranti.
" Hehehehe terimakasih Nona Muda, kalau Nona Husna tak keberatan, mulai hari saya akan menjadi temannya dulu", ujar Pratikno.
" Husna, Pratikno memang modelnya seperti ini, aku saja bos nya di candain melulu sama dia, tapi kalau bekerja dia sangat ulet, dan juga hatinya baik, bertemanlah dulu, kalau kamu rasa nyaman dan cocok silahkan lanjutkan", ujar Ranti
" Nona Husna, Pratikno adalah anggota saya termuda usianya sekarang baru 20 tahun, tapi kalau kumat ya seperti ini, kadang Nona Muda saja di candain, dari kami 26 orang tinggal dia yang belum menikah ", ujar Pak Sumadi.
" Maafkan saya Nona dan Pak Komandan, saya belum memikirkan pasangan dulu, saya masih harus merawat Ibuku, kasihan nanti mas Tikno terbeban dengan masalah saya ", ujar Husna.
" Hahahaha, santai saja Husna, kalau Nona Muda kami sudah turun tangan dan membantu ibumu, percayalah ibumu akan sehat, dan walaupun ibumu sakit aku dengan ikhlas akan membantumu", ujar Pratikno.
" Ya sudah, Pratikno aku tugaskan kamu yang menjaga Husna, jangan sampai kamu kecewakan dia, ingat Husna sudah sangat menderita, saya akan membenci kamu seumur hidup kalau kamu menyakitinya, dan pasti seluruh kakak iparmu juga akan sangat membencimu", apa bisa kamu jaga Husna dengan baik?" tanya Ranti.
" Saya memang tukang bercanda, aku sendiri hanya punya ibu, makanya saya sangat takut jika punya pasangan yang tidak menyayangi Ibuku, tapi aku lihat Husna demi ibu tirinya dia rela tidak sekolah dan mengorbankan hidupnya untuk ibu tirinya, jadi saya sudah memutuskan, akan menjaga Husna dengan baik, tapi karena kita baru kenal, maka kita berteman saja dulu", ujar Pratikno.
" Ya sudah, asal kamu serius saya sangat senang, saya tidak ingin punya teman dan saudara yang suka mainin perasaan orang", ujar Ranti.
" Baik Nona Muda, saya tidak main-main", ucap Pratikno tegas.
" Dasar bocah, awas kamu, jika sampai Nona Husna sedih, aku hukum kamu", ujar Pak Sumadi.
" Terimakasih Komandan Besar, ujar Pratikno.
" Nona Muda, kayaknya kita harus siap - siap pesta buat si bungsu, biar dua lebih serius dan tidak bercandain Nona Muda terus", ujar Pak Sumadi.
" Hahahaha, pokoknya lihat saja kalau mereka sudah dekat, kita nikahkan saja mereka, biar dia ada yang urus", ujar Ranti senang.
" Terimakasih Nona Muda, Bos terhebat di seluruh Dunia, Pratikno tidak akan pernah mengkhianati Nona Muda seumur hidupku dan keturunanku", ujar Pratikno bahagia.
" Ya sudah aku jalan dulu dengan Husna, tolong panggilkan Cleaning Service untuk membersihkannya, dan ini bagikan untuk beli rokok ujar Ranti sambil memberikan uang 25 juta, untuk di bagikan bagi yang bekerja", ujar Ranti.
" Baik Nona Muda, hati-hati di jalan ", ujar Pak Sumadi.
" Pak Sumadi, Carikan 1 rumah di kompleks kalian, tapi jangan terlalu dekat dengan rumah Pratikno, nanti Husna disatroni tiap malam", ujar Ranti.
" Ada rumah kosong dekat rumahnya keluarganya Mora, mereka mau menjualnya 1,2 milyar baru di renovasi, mereka tawarkan ke saya tapi kalau Nona Muda berminat buat Nona Muda saja", ujar Pak Sumadi.
" Hari ini hubungi pemiliknya, katakan kepada mereka bahwa saya mau membelinya", Perintah Ranti.
" Baik Nona Muda ", jawab Pak Sumadi.
" Ayo Husna kita pergi dari sini, biarkan saja si Pratikno", ajak Ranti ke Husna.
Saat ini mereka berdua sudah di perjalanan ke rumah Husna, mereka banyak berbicara seputar Pratikno, Ranti juga ingin Pratikno dapat pasangan yang baik, beberapa kali Pratikno di bohongi perempuan.
" Maaf Nona Muda, apa tidak apa-apa saya dekat dengan mas Tikno?" ujar Husna.
" Tidak apa-apa, kalau kamu juga mau, silahkan. Tapi jangan kecewakan Pratikno, dia salah satu karyawan bagian keamanan kebanggaan saya, asal kamu tau dari 26 orang mereka, hanya dia bisa bercanda dengan saya, kakak - Kakaknya tidak ada yang berani", ujar Ranti.
" Apa Nona, tidak mempermasalahkan tingkah mas Tikno, takutnya malah dia besar kepala",ujar Husna.
" Pratikno, tidak pernah menggunakan nama saya dalam hal pekerjaan atau apapun, dia sangat taat sama Pak Sumadi dan juga sangat menghormati Kakak - Kakak nya, makanya mereka memanggilnya si bungsu, begitu para istri kakak-kakaknya juga sangat memperhatikan dia, makanya dia sangat menyayangi mereka semua dan tidak pernah abai dalam tugasnya ", ujar Ranti.
" Syukurlah kalau begitu ", ujar Husna.
" Jangan - jangan kamu juga tertarik dengannya", ujar Ranti.
" Sedikit Nona", balas Husna.
__ADS_1