SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Pertemuan yang tenang


__ADS_3

Malam semakin larut, namun perbincangan terus berlanjut, hingga akhirnya akhirnya Aisyah mengajak Ranti untuk istirahat.


" Kak, tadi kakak bilang ada acara di Palu, berarti kakak gak bisa hadir saat Aisyah ulang tahun hari Jumat", ucap Aisyah.


" Tenang saja kakak pasti datang, jam 3 sore pasti kakak sudah disini", Ucap Ranti.


" Terimakasih kak, ucap Aisyah.


Tepat jam 1 dini hari mereka tiba di rumah Aisyah.


" Istirahatlah, besok kita mau jalan ke Lampung", perintah Ranti.


Aisyah hanya bisa nurut saja dan masuk kamarnya, dia sangat bahagia karena Ranti mau tidur di rumahnya.


Ranti senang dengan penataan kamar untuknya, ya memang Aisyah menyediakan kamar itu khusus buat Ranti, bahkan sebelum ke kios tadi, Aisyah sudah menghidupkan AC, dikamar Ranti.


Tak terasa hari sudah Pagi, Aisyah juga sudah bangun dan seperti biasa dia minum air putih bercampur dengan air surgawi, hingga tubuhnya terasa segar.


" Kakak, ayo bangun, panggil Aisyah sambil mengetuk pintu.


" Ia, kakak sudah bangun dan sudah mandi, ayo kita sarapan di kios kamu", ajak Ranti.


20 menit kemudian mereka tiba di Kios Aisyah, waktu sudah jam 6 pagi.


Mereka berdua sarapan nasi goreng seafood buatan Bu Antara, dengan senyum bahagia Bu Antara melihat kebahagiaan putrinya yang sejak bertemu dengan Ranti terlihat lebih percaya diri dan tentunya sudah tidak miskin lagi.


Selesai sarapan, mereka tunggu sejenak lalu berangkat, mereka berpamitan dengan Bu Antara dan juga pak Antara.


Setelah kepergian Aisyah dsn Ranti, tetangga kios Aisyah datang dan menyapa.


" Bu Antara, nampaknya kakak angkat Aisyah sangat menyayangi Aisyah", ucap tetangga itu.


" Ia Bu, tapi kok warungnya belum buka? tanya Bu Antara.


" Sengaja gak buka hari ini Bu, kami disini tinggal seminggu lagi abis kontrak dan gak perpanjang lagi", jawab ibu itu.


" Kenapa tidak di perpanjang, sayang banget Bu, warung ibu sangat laris, apalagi sayur asem ibu itu sangat spesial rasnya", ucap Bu Antara.


" Kami kena tipu Bu, kami bulan kemarin beli tanah, tapi ternyata itu bukan milik si penjual, sertifikatnya ternyata Palsu, pemilik tanah datang saat kami hendak membangun rumah, ternyata si penjual tanah itu adalah sepupu pemilik tanah dan sudah di bawa ke kantor Polisi, tapi uang kami tidak kembali", ucap ibu itu.


" Modal untuk jualan masih ada gak? tanya Bu Antara.


" Kalau untuk jualan masih sangat cukup, hanya saja Suamiku sudah tak bergairah mau buka kios hari ini, jadi kami putuskan untuk mengangkat barang mulai besok, dan maaf apa boleh kami pinjam mobilnya? tanya ibu itu.


" Gak usah pinjam mobil, saya pinjamkan 100 juta, gak usah pakai bunga, sewa saja langsung 3 tahun, dan ibu cicil ke saya tiap bulan, 2,5 juta hingga selesai, nanti Putriku berkurang tempat mainnya, ibu tau sendiri Putriku, kalau gak ketempat ibu pasti kakaknya Delia", ucap Bu Antara.


" Maaf Bu saya tanya Suamiku dulu, apa dia mau kita berhutang sama ibu atau bagaimana? ucap ibu itu.


Beberapa menit Kemudian, sepasang suami istri itu datang ke Kios Aisyah.


" Bu, apa benar Bu Antara mau meminjamkan uang kepada kami? tanya suami ibu pemilik Kios itu.


" Ia kalau kalian mau, apalagi Aisyah sangat senang bertetangga dengan kalian berdua, jadi gak apa-apa kami membantu kalian, percayalah, pakailah gak usah ada bunganya, bayar saja sesuai yang kalian pinjam", ucap Bu Antara.


" Terimakasih Bu, kami juga agak berat pergi dari sini, kami janji akan mengembalikan uangnya? ucap suami tetangga kios itu.


" Mana nomor rekening kalian, dan ini kuitansinya tolong kalian berdua tanda tangan", ucap Bu Antara, kemudian mentransfer uang 100 juta.


" Terimakasih Bu Antara, Uangnya sudah masuk, saya kirim bukti transfer nya, ucap ibu sambil meneteskan air mata.


Dia tidak menyangka, walaupun keluarga Bu Antara sudah kaya, tapi tetap seperti dulu, selalu baik sama orang.


" Maaf Bu, kami mau langsung ke pemilik Kios, takutnya nanti dia sewakan ke orang lain", ucap ibu tetangga kios Aisyah.


" Sewa langsung 3 tahun, ucap Bu Antara.


" Ia Bu, terimakasih banyak, ucap ibu itu.


Tapi saat ke dua wanita itu sedang berbicara, datanglah pemilik kios itu.


" Selamat pagi, kok kiosnya gak buka, saya sengaja datang bersama istri mau sarapan disini", ucap pemilik kios itu.


" Maaf Pak, kami lagi bingung soal perpanjangan sewa, yang jatuh tempo Minggu depan", ucap tetangga kios Aisyah.


" Ibu sudah menyewa lebih dari 7 tahun, ibu terlambat sebulan juga itu bukan perkara besar buat saya, saya kasih kesempatan buat ibu hingga 3 bulan kedepan, siapa tahu ada jalan keluarnya", ucap pemilik kios dengan sangat ramah dan baik.

__ADS_1


" Terimakasih Pak, tapi saya sudah dapat bantuan dari Bu Antara, mereka meminjamkan uang tanpa bunga kepada kami untuk perpanjangan kontrak selama 3 langsung", ucap ibu itu dengan bahagia.


" Bagus itu, berarti kalian berdua bertetangga dengan sangat baik, tak menyesal saya kios saya di sewa kalian", ucap pemilik kios itu.


" Besok bapak kesini kami sudah buka kembali, sekarang sarapan dulu di kios Bu Antara, bagaimana? ucap ibu itu.


" Baiklah, sambil nunggu surat perjanjian sewa menyewa, diantar anak bungsu saya", ucap pemilik Kios itu.


Sementara di Kapal, Ranti dan Aisyah juga sedang menikmati kopi dan camilan yang di bawa dari Kios Aisyah, Aisyah mendapatkan pesan dari ibunya kalau tetangga kios, ibu kasih pinjam 100 juta, buat perpanjang kontrak sewa katanya.


" Ada apa Dek? tanya Ranti.


" Ini kak, ibu meminjamkan uang sama bibi tetangga kios kami untuk perpanjang kontrak sewanya, kasihan mereka kata anaknya orangtuanya di tipu, jadi uang nya gak kembali", ucap Aisyah.


" Kenapa ibu kasih dia pinjaman, nanti kalau dia gak bisa bayar bagaimana? tanya Ranti memancing.


" Orangnya sangat baik dari kecil Aisyah sudah main ke kios mereka, anaknya hanya 1, baru mau masuk SMA, tapi sekolahnya di kampung mereka", ucap Aisyah.


" Oh pantas saja dia selalu ngobrol sama ibumu", ucap Ranti.


" Ia, dia sama ibu memang berteman sejak kami jualan Disni dan ke tenda lalu sekarang balik lagi, waktu di tenda kalau aku capek, biasanya numpang tidur di lantai atas kios mereka", ucap Aisyah.


" Jadi mereka layak di bantu begitu maksudmu", ucap Ranti.


" Ia, dan selama ini, mereka sangat baik, paman sama ayah suka main catur bareng kalau senggang, anaknya juga sangat baik dan sopan sama Aisyah, jadi wajar jika ibuku mau membantu mereka", ucap Aisyah.


" apa kamu ingin kakak membantu mereka? tanya Ranti.


" Kan ibu sudah mereka, jadi kita lihat saja nanti apa mereka bisa bertanggung jawab dengan komitmen mereka", ucap Aisyah.


" Berikan saja mereka 1 milyar, agar mereka tenang dalam berusaha, nanti uang ibu, kakak ganti", ucap Ranti.


" Ia sudah, kasihan juga mereka, 1 milyar sudah cukup buat mereka, toh mereka orang baik, jadi Aisyah senang kalau kakak membantu mereka ", ucap Aisyah.


Tak berapa lama akhirnya mereka tiba di Bakauheni, dan langsung menuju ke kantor Bupati.


Hampir sejam mereka berdua di perjalanan akhirnya tiba, Ranti sudah di tunggu oleh Karyono juga Pak Budiono dan Anjas.


Tepat jam 10 pagi, acara pertemuan di mulai, tak banyak yang di bicarakan, pemerintah hanya memberikan surat ijin dan yang terpenting surat perjanjian sewa lahan, dan aturan-aturan yang di belaku.


Ranti juga meminta pihak pemerintah menyediakan lahan sekitar 5 hektar untuk di pergunakan mendirikan Panti Asuhan dan sekolah.


Sejam lebih mereka melakukan pertemuan, akhirnya beres, kini Ranti resmi memiliki hak guna lahan seluas 75 ribu hektare.


Dalam perjanjian tersebut Ranti di minta agar membuatkan jalan penghubung sepanjang 10 Km, dengan spesifikasi yang sudah ditetapkan dan Ranti setuju dengan itu, bahkan dia sangat senang, justru dengan adanya jalan itu akan mempersingkat pengiriman barang ke daerah lainnya yang saat ini harus memutar jauh lebih dari 40 km.


Waktu investasi 60 tahun bagi Ranti sudah cukup untuk balik modal dan juga mendapatkan keuntungan, apalagi Ranti di berikan tambahan perpanjangan 40 tahun di kemudian hari.


Ranti juga akan membuka pelabuhan pribadinya untuk mengurangi kepadatan di pelabuhan Bakauheni di saat tertentu.


Saat ini sudah berada di kantor Darurat miliknya di lokasi peternakan.


Perwakilan Ketiga perusahaan itu juga hadir, Ranti tinggal tanda tangan saja, karena seluruh proses sudah diurus oleh Tim Rose.


Ranti hari ini sangat bahagia karena tidak masalah selama proses berlangsung.


Setelah selesai dan para perwakilan itu kembali ke tempat mereka, Ranti mengajak Aisyah dan yang lain untuk makan siang walau sudah jam 2 siang.


Nayla dan Anjeli juga terlihat sangat bahagia, apalagi mereka saat ini bisa dikatakan sudah sangat kaya, proses pembangunan rumah mereka sementara berlangsung dan sesuai rencana akhir tahun sudah selesai.


Selesai makan siang, akhirnya Ranti dan Aisyah berpamitan untuk pulang, apalagi Ranti akan kembali ke Surabaya.


Singkat cerita, kini Ranti dan Aisyah sudah tiba di kios Aisyah tepat jam 6 Sore.


" Aisyah, tolong panggil ibu tetangga kios itu",ucap Ranti.


" Baik kak", jawab Aisyah dan langsung beranjak ke kios tetangga.


" Paman, Bibi, di panggil kakakku, katanya ada yang mau dibicarakan", ucap Aisyah kepada tetangga kiosnya.


Kedua orang suami istri kaget, ada apa hingga Ranti memanggil mereka, tapi mereka tidak berpikiran negatif, mereka berdua ikut saja dengan omongan Aisyah.


" Silahkan duduk, bapak dan ibu, kenalkan saya Ranti Putri, kakak angkat Aisyah dan mungkin kalian sudah tahu", Ucap Ranti.


" Kenalkan saya Sobari, dsn ini istri saya, kami sudah mengenal Nona Ranti, dan kami senang melihat Aisyah yang memiliki saudara angkat seperti anda Nona", ucap Pak Sobari.

__ADS_1


" Saya senang mendengar bapak berbicara demikian, karena terkadang ada tetangga yang tidak suka dengan kita, apalagi kita memiliki kelebihan yang melebihinya", ucap Ranti.


" Itu hanya orang yang berpikiran sempit dan pasti hatinya dengki, tapi kami sudah mengenal lama dengan keluarga pak Antara, apalagi Aisyah dari kecil dengan kami", sambung Bu Sobari.


" Terimakasih sudah memperhatikan adik saya, saya pantang, jika Keluarga saya diganggu, tapi saya juga akan berterimakasih bagi orang yang memperlakukan keluarga saya dengan baik dan tulus", ucap Ranti.


" Aisyah memang hanya adik angkat saya, tapi bukan berarti dia hanya sebagai pelengkap dalam hidup saya, Aisyah adalah bagian dari hidupku, apapun yang dia inginkan selagi aku mampu pasti akan kuberikan, begitu juga dengan seluruh saudaraku yang lain", ucap Ranti.


" Itu sangat baik Nona, kami bersyukur saat ini Aisyah sangat bahagia, kami sendiri hanya memiliki 1 Putra, dan anak kami sangat menyayangi Aisyah, makanya kami menganggap Aisyah adalah anak kami, dia selalu menghibur kami", ucap Pak Sobari.


" Sekali lagi terimakasih atas kasih sayang kalian buat adik saya, dan sebagai tanda terimakasih, saya berikan ini buat kalian, mohon jangan di tolak, bantu saya menjaganya, menyayanginya, dan bantu saya agar adikku bisa bahagia, saya tidak selalu berada di sisinya, jadi aku minta tolong", ucap Ranti, sambil memberikan cek Sebesar 5 Milyar kepada pak Sobari.


" Nona ini sangat banyak, kami memang barusan meminjam uang kepada Bu Antara, itu saja kami sudah bersyukur", ucap Pak Sobari.


" Terimalah, toh uang itu tidak gratis, dan ini juga buat kalian bertiga", ucap Ranti sambil memberikan Handphone 3 Unit.


" Pakailah dengan bijak, uang itu cukup untuk usaha dan putra kalian sekolah", lanjut Ranti.


" Terimakasih Nona Ranti, terimakasih tidak mengambil Aisyah dari kami juga, kami sangat ingin dia bersama kami hingga saatnya dia ikut dengan pasangannya", ucap Pak Sobari.


" Tenang saja, belum saatnya, dia masih harus jadi pengacara hebat dan pengusaha sukses, agar kalian juga bangga dengan dia", ucap Ranti.


" Itu memang cita-citanya, kami hanya bisa mendoakannya", ucap Bu Sobari.


" Ya sudah besok di Cairkan, dan belilah mobil seperti pak Antara, tapi kembalikan saja uang Bu Antara, dan hati-hat dengan modus penipuan, uang itu juga cukup buat beli rumah, apalagi di kampung halaman", ucap Ranti.


" Itu kebodohan kami, yang tak bisa berpikir jernih, karena sangat ingin punya tanah dan bangun Rumah, jadi ya di manfaatin penipu", ucap Bu Sobari.


" Sudahlah jangan di pikirkan lagi, sekarang belilah rumah yang bagus, suatu saat saya akan datang bertamu.


Lagi asik mereka ngobrol, tiba-tiba datang, Pak Zulkarnain sepupu Pak Antara, bersama keluarganya.


" Selamat malam, ucap Pak Zulkarnain.


" Mari masuk bang, kakak ipar dan keponakan", ucap pak Antara.


" Maaf mengganggu, kami mau mengantarkan Lyla dan suaminya berpamitan, karena malam ini mereka sudah mau pulang ke Jakarta, cuti mereka sudah selesai", ucap Pak Zulkarnain.


" Maaf bang, Kenalkan ini yang namanya Nona Ranti, kakak angkatnya Aisyah, dan kamu Zulfan segera berterimakasih kepada Nona Ranti, karena Nona Ranti yang memberikan kamu kesempatan untuk jadi manajer di KS", ucap Pak Antara.


Seketika Zulfan dan suaminya Lyla terkejut, tapi yang lebih terkejut Nasrudin suaminya Lyla.


" Saya Zulfan Zulkarnain, terimakasih Nona Muda, terimakasih sudah memberikan saya kesempatan untuk menjadi perwakilan perusahaan anda di KS", Zulfan sambil membungkuk.


" Saya Nasrudin, Supervisor IT di PT Coal Mining Power, bagian dari ARSA Group, suatu kehormatan bagi saya bisa bertemu langsung dengan Nona Muda, saya biasanya hanya mendengar dari CEO Pak Hino Nakata", Ucap. Nasrudin.


" Zulfan, tolong jangan kecewakan adik saya, jika saya mampu menjadikan kamu Manager, berarti saya juga mampu menghancurkan kamu, jadi ingat baik-baik, masih banyak yang lebih baik dari kamu di luar sana, tapi demi Aisyah saya memilih kamu, jadi tambah ilmu kamu dan bekerjalah dengan baik, buat Aisyah bangga dengan kamu",tegas Ranti.


" Terimakasih arahannya Nona Muda, Pak Dirut juga sudah memberi lampu hijau agar saya ambil S2, dan pasti akan saya lakukan, pak Dirut menyampaikan tahun depan ada jatah untuk saya, jadi saya akan ambil kesempatan itu", ucap Zulfan.


" Bagus, ini buat kamu, gunakan untuk biaya S2 kamu, selain itu tidak boleh", tegas Ranti memberikan cek 2 Milyar.


" Terimakasih Nona Muda, uang ini akan saya gunakan dengan hanya untuk biaya S2 saya", ucap Zulfan.


" Dan kamu Nasrudin, ini juga buat kamu, Aisyah sudah menjanjikan kepadamu, bahwa suatu saat kamu akan menjadi manajer di ARSA Group, jadi pakai uang ini dan ambil S2, dan wajib ambil Binus, uang itu cukup untuk Biaya S2, dan jangan di gunakan untuk hal yang lain.


" Terimakasih Nona Muda, sungguh omongan Pak CEO ARSA Group Company sudah terbukti, saya akan lebih giat bekerja dan juga belajar, Ucap Nasrudin.


" Aisyah tolong ambil tas kakak di mobil", perintah Ranti.


" Khusus untuk kamu Zulfan, Besok tunggu mobil Di kantor saat makan siang, masa manajer naik mobil butut, saya berikan kamu inventaris mobil BMW iX, rawat baik-baik", ucap Ranti.


" Kamu Nasrudin, buktikan dulu kinerjamu, tapi sebagai hadiah pernikahan kalian saya berikan Toyota Corolla Cross buat kamu", ucap Ranti.


" Dan untuk Lyla, karena kamu adalah kakaknya Aisyah, saya berikan kamu, Toyota Raize silahkan tunggu di Rumah kalian dan cek 2 Milyar untuk S2", ucap Ranti.


" Untuk pak Zulkarnain dan istri, karena sudah dapat mobil dari Aisyah, saya berikan uang saja, tolong ambil ini dan nikmatilah masa tua kalian dengan bahagia.


" Dan untuk kalian semua, tunggu paket spesial dari saya besok, dan baca baik-baik catatan yang ada, jika tidak mengerti tanya Aisyah.


" Hanya itu saja yang bisa saya berikan", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, kami menggunakan pemberian anda baik dan bijak", ucap mereka serentak.


" Kamu Nasrudin, jangan besar kepala di kantor, apalagi sampai kamu berlaku sombong, dan jika hal itu terjadi, saya pastikan karir kamu hancur, Saya sanggup membuat kamu seorang hebat, tapi saya juga sanggup membuat kamu hancur, jangan sekali-kali kamu langgar apa yang saya sampaikan, kalau kamu tidak percaya silahkan coba, atau tanya sama direktur kamu Rezita, atau CEO kamu Hino Nakata.

__ADS_1


" Terakhir, jangan membawa-bawa nama Aisyah dalam bekerja, bekerjalah dengan profesional, pasti saya akan mendukungmu hingga jabatan tertinggi, yang paling akhir dan paling penting, jangan bertindak kasar kepada Lyla, biar bagaimanapun Lyla adalah saudara Aisyah", Apa kamu mengerti, tekan Ranti.


" Saya mengerti, saya sudah mendengar tentang nona Muda dari Bu Rezita dan juga pak Hino Nakata", ucap Nasrudin.


__ADS_2