SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Kebahagiaan keluarga besar Ranti 2


__ADS_3

" Kenapa sayang, apa Rory lebih suka dengan tempat yang sepi? Tanya Ranti.


" Ia, lebih tenang dan juga nyaman karena udaranya lebih sehat, sama seperti di dalam ruang Dimensi.


" Ya sudah, mommy akan buat kompleks rumah kita di pulau penuh dengan pepohonan dan juga hewan, lalu bagaimana kabarnya si gajah dan harimau, apa mereka masih suka berantem? Tanya Ranti.


" Tidak lagi mommy, karena, Rory bilang ke mereka, kalau mereka adalah saudara walau beda jenis", ucap Rosemary.


" Putri mommy hebat juga ya, makan buahmu sayang, biar Rory makin cepat besar, agar bisa jalan-jalan dengan mommy juga aunty Salma",.ucap Ranti


" Pak Adriansyah, maaf ya, kok kalian ijinkan nak Ranti mengadopsi seorang bayi", ucap Ayahnya Armando.


" Kami tidak pernah mencampuri apapun keputusannya, dia sudah tahu resikonya, dan menurutnya, suatu saat jika ada laki-laki yang menyukainya, maka laki-laki itu juga harus tulus menyayangi Rosemary putrinya", ucap Adriansyah.


" Saya paham maksudnya", singkat ayahnya Armando.


" Makanya saya dan istri mendukungnya, apalagi untuk biaya hidup putrinya, dia tidak kekurangan", balas Adriansyah.


" Sungguh hebat cara berpikir putrimu, disaat anak seusianya keluyuran entah kemana, tapi putrimu malah senang dan bahagia mengurus putrinya dan dua adiknya, belum lagi mengurus Perusahaan", sambung ayahnya Friska.


" Selama itu bisa membuat anak kita bahagia, sebaiknya kita orangtuanya, cukup mendukung saja, apalagi anak-anak kita ini, sudah terbiasa hidup dengan serba kekurangan, hanya kasih sayang antar merekalah yang membuat mereka kuat dan bisa seperti sekarang ini", ucap Monika Hadinata.


" Saya sangat bersyukur, mas Frederik ternyata memiliki seorang putra, bukan hanya pintar dan ganteng, tapi akhlaknya sangat bagus, saya bahagia menjadi ibu sambungnya", ucap istri pak Frederik.


" Coba lihat kesana, bagaimana Putriku merawat Armando dengan penuh kasih sayang, sudah sebesar itu tapi masih saja manja kepada Kakak-kakaknya", ucap Monika Hadinata sambil menunjuk ke arah Armando yang duduk bersandar ke Rindu.


Armando tidak mau mengganggu Salma yang sedang bermain dengan Melisa, juga Velove dan Vexia.


Armando juga mengerti kedua orangtuanya sedang berbincang dengan orang-orang dewasa lainnya.


Tak terasa hari sudah siang, keluarga besar itu kembali di perhadapkan dengan menu makanan yang sangat istimewa.


Kolaborasi Nindya dan para pelayan, apalagi Dewi juga ikut membantu, hingga makanan kelas hotel berbintang, mampu mereka sajikan.


Pak Ryan, sangat terkejut ketika Bu Likha memesan bahan makanan dalam jumlah besar, padahal belum waktunya.


" Tuan-tuan dan Nyonya serta Tuan Muda dan Nona Muda, silahkan menikmati menu yang ada di hadapan kalian semua", ucap Bu Likha dengan sopan.


" Terimakasih Bu Likha, pantas saja, putra dan putriku sangat menghormati anda, dedikasimu sangat tidak bisa di ragukan, terimakasih sudah merawat mereka seperti anak-anakmu, dan untuk para pelayan terimakasih atas kerja keras kalian mengurus dan merawat rumah ini", ucap Adriansyah sambil membungkuk tanda penghormatan.


Semua orang kaget, melihat Adriansyah melakukan itu kepada seorang pelayan.


" Tuan Besar, saya dulu hanya tukang sapu di kompleks rumah pertama Nona Muda Ranti, suami saya hanya sopir biasa, kami di angkat Nona Muda untuk senantiasa melayani mereka, tapi kami tidak di ijinkan untuk bertindak layaknya seorang pembantu, Nona Muda Ranti mengajarkan kami apa itu profesionalisme dalam pekerjaan, terimakasih banyak Tuan Besar yang sudah menghargai kami.


Percayalah, walaupun para Nona Muda dan Tuan Muda adalah majikan kami, tapi kami perlakukan seperti keluarga, saya dan suami sudah bersumpah akan melayani para Nona Muda dan Tuan Muda, hingga kami sudah benar-benar tidak memiliki tenaga lagi, bahkan Putri saya sudah bersiap untuk menggantikan posisi saya, alasannya, dia tidak mau, orang lain yang melanjutkan pekerjaan saya", ucap Bu Likha dengan penuh kebahagiaan dan juga ikut membungkuk.


" Sungguh hebat keluarga kalian, kalian sudah memikirkan tentang kebahagiaan anak cucu kami di masa depan", ucap Fridelis.


" Tuan Besar, para Nona Muda dan Tuan Muda kami, sangatlah sopan, jam kerja kami hanya sampai jam 8 malam, setelah itu, kami tidak di ganggu hanya sekedar mereka ingin makan sesuatu, berbeda dengan majikan yang lain.


Jujur saja, kami saat ini bekerja bukan bertujuan mendapatkan gaji, tapi lebih kepada merawat mereka dan rumah ini, seperti halnya kami melakukannya dalam keluarga kami.


Pemberian Nona muda dan Tuan Muda kepada kami, tidak akan habis hingga 7 keturunan, harta saya dan suami jika di gabungkan sudah mencapai 70 Triliun, ketiga anak kami saja, lebih dari 100 triliun, belum rumah, mobil dan perhiasan, apakah penting gaji 10 juta untuk kami berdua saat ini, jika kami ingin sombong.


Tapi itu semua adalah bonus dari pengabdian kami, Nona Ranti selalu berkata, boleh jadi orang kaya, tapi jangan gila dengan uang", ucap Bu Likha.


" Kami semua berterimakasih atas semua kerja keras Bu Likha dan para pelayan, ucap para orangtua itu ambil membungkuk menghormati Bu Likha dan para pelayan.


Seketika mereka meneteskan airmata, para pelayan tak pernah membayangkan majikan mereka membungkuk hanya untuk berterimakasih.


Selesai makan siang, di luar ruangan terlihat 26 orang yang sudah berdiri tegak dengan seragam khas mereka, di dampingi istri dan anak-anak mereka.


" Kami Tim Keamanan Awal, memberi hormat kepada seluruh Tuan dan Nyonya Besar.


" Kami bertugas menjaga seluruh kenyamanan aset milik para Nona Muda dan Tuan Muda, dulu kami adalah sampah masyarakat, kemudian di angkat Nona Muda Ranti, untuk menjadi manusia yang memiliki martabat dan kedudukan, juga harta melimpah.


Kami juga saat ini, bekerja bukan sekedar mencari uang, tapi lebih kepada, melindungi keponakan - keponakan kami.


Kami dulu preman yang sering di pakai orang untuk menindas orang lain, tapi Nona Ranti menawarkan jalan hidup yang lebih baik dan ternyata itu benar terjadi, kini kami sangat di segani oleh siapapun, begitu juga kami sangat segan dengan orang lain.

__ADS_1


Kami juga di perlakuan dengan baik, dan bukan hanya kami saja, seluruh karyawan di perusahaan juga di perlakukan demikian.


Putra pertama saya juga bercita-cita untuk menggantikan saya di masa depan", ucap pak Sumadi.


" terimakasih pak Sumadi, mohon anda selalu memperhatikan mereka", ucap Bu Vivi ibunya Mercy.


" Sudah tugas kami, dan maaf, siapapun tidak boleh membuat para Nona Muda dan Tuan Muda kami bersedih, biarpun saya masuk penjara, tetap saya akan hancurkan orang yang mengganggu kebahagiaan mereka", ucap Pak Sumadi dengan penuh semangat.


" Kami tenang sekarang, Putra dan Putri kami memiliki kalian yang begitu menyayangi mereka", ucap Nindya yang datang dari dapur.


" Sudah tugas dan komitmen kami", ucap Pak Sumadi.


Para orangtua kakaknya Ranti sangat bahagia dan mereka juga sudah berjanji tidak akan memaksa jika anak mereka tetap tinggal bersama dengan saudara mereka.


" Tuan, tolong jangan ambil Vanya dari kami, walaupun kami hanyalah orangtua angkat Vanya, tapi dia adalah permata di keluarga kami", ucap Elok ibu angkat Vanya sambil memohon.


" Nyonya Elok, saya sudah mendengar perlakuan anda terhadap Putri saya, jadi jangan lagi bicara demikian, kami sekeluarga berterimakasih, atas segala kasih sayang yang sudah nyonya berikan kepadanya.


Sungguh jahat saya, jika mengambil Vanya dari sisi kalian, kita sayangi Vanya secara bersama, dan selamanya Putri kalian juga", ucap Ayah kandung Vanya.


" Kenalkan saya Bram, kakak angkatnya Vanya, dari adikku datang kerumah kami, dia sudah membuat kami bahagia, dia adik kesayangan ku, saya rela pukul orang jika ada yang mengganggunya, keluargaku rela melepaskan seluruh warisan dan ibuku rela menjauh dari saudara-saudaranya demi mempertahankan adikku Vanya, terimakasih paman dan bibi yang tetap membiarkan adik Vanya bersama kami", ucap Bram bahagia.


Bram, begitu menyayangi Vanya, hingga dia beberapa kali berantem dengan orang yang selalu mengatakan Vanya anak pungut.


" Terimakasih ayah dan bunda serta Mas Bram, Vanya juga tidak mau kehilangan kalian, ayah Gunadi dan bunda Elok selamanya akan menjadi Orangtua Vanya, kasih sayang kalian tak sanggup Vanya balas dengan apapun, mas Bram juga, terimakasih sudah memanjakan aku, mas kakak laki-laki terbaik buat Vanya, ucap Vanya sambil memeluk Bram, juga pak Gunadi dan Elok.


" Memang Vanya tidak berikan harta, tapi kebutuhan pokok Vanya, semua terpenuhi, dan yang terpenting adalah Vanya mendapatkan kasih sayang, Vanya di perlakukan seperti tuan Putri dirumah, walau ayah dan bunda miskin, tapi kaya dengan cinta dan kasih sayang untuk Vanya", lanjut Vanya berbicara.


" Putriku jangan bersedih, ayah justru bahagia, melihatmu saat ini dalam keadaan baik-baik, dan lihat adik-adikmu, semua sangat sopan dan juga pintar, ayah hanya minta, jika ada waktu mohon juga datang berkunjung kerumah kita", ucap Ayah Kandung Vanya.


" Ia ayah, kan Vanya bekerja dan kuliah di Jakarta, jadi dekat kalau mau kerumah ayah', jawab Vanya.


Karena hari sudah sore, dan bus jemputan sudah datang, akhirnya mereka berangkat ke hotel tapi sebelum itu keluarga besar Ranti mampir di Mall Galaxy.


Keseruan dan kehangatan dalam keluarga besar mereka membuat seolah-olah mereka tidak terpisahkan.


*Maaf Tuan, menara kontrol mendeteksi adanya pergerakan beberapa negara yang bertujuan menggunakan pemerintah Indonesia, untuk menekan laju pembangunan yang sementara Tuan kerjakan, mereka takut di masa depan, berbagai produk mereka tidak lagi menjadi favorit di Indonesia.


" Biarkan saja, momen pergantian pemimpin masih ada 2 tahun lagi, dan Rose tolong Pulau yang penuh harta itu, ada berapa luasnya, dan jika pemerintah kita kalah, maka pulau itu akan saya ambil dan kuasai, secara pulau itu tidak tercatat di Peta Dunia manapun",.ucap Ranti.


* Luas pulau itu, sangatlah besar, setara dengan pulau Jawa, hanya saja bentuknya berbeda, dan perlu Tuan ketahui, Pulau tersebut tidak terdapat gunung berapi yang aktif, dari garis pantai ke lautan jaraknya masih jauh, dan terkandung cadangan minyak dan Bumi yang sangat berlimpah.


Diperkirakan jumlah cadangan minyaknya sebesar 500 milyar Barel, yang siap di produksi, semuanya berada di bagian Selatan pulau itu, belum lagi dengan minyak yang belum bisa di produksi.


Sedangkan di Utara terdapat 150 triliun metrik kubik gas alam, itulah kenapa selama jutaan tahun pulau itu di segel oleh sistem.


Tapi maafkan Sistem, yang sejujurnya, sudah tidak bisa lagi melindungi pulau itu terlalu lama", ucap Rose.


" Apa alasannya ? Singkat Ranti.


* Itu sudah hukum alam, apalagi sudah ribuan tahun pemilik sistem penakluk dan pembantai serta sistem kekuatan tidak lagi melindungi pulau itu, bahkan sistem penakluk dan pembantai sudah terang-terangan ingin menguasai pulau itu", jawab Rose.


" Rose, pulau itu akan saya ambil dan saya ingin jadikan wilayah saya, dan akan saya bangun menjadi sebuah pusat ekonomi baru.


Tolong Carikan penduduk dari berbagai semesta untuk mendiami wilayah itu, saya mau ada 10.000 kepala keluarga, bekali dengan berbagai ketrampilan dan secara khusus militer, agar kelak jika berhadapan dengan seluruh negara yang ingin menguasai wilayah itu, maka penduduknya sudah siap.


Saya akan merubah waktu di pulau itu 1 hari menjadi 1 tahun, dan beri waktu 3 bulan, baru kemudian segelnya di lepas, dan wilayah itu akan saya jadikan sebuah negara atau kerajaan yang baru", ucap Ranti.


* Baik Tuan, dan tuan akan menjadi penguasa Tunggal disana, hanya saja tuan harus memilih orang yang akan jadi pemimpin disana, dan sebelumnya Tuan memilih 12 keluarga yang


Bangun seluruh infrastruktur dengan baik, bangun kota berjumlah 12 kota besar dan 1 kita sebagai pusatnya.


* Baik Tuan, tapi itu rencana jangka panjang, intinya Pulau itu akan menjadi arena pertempuran, jika ada yang menguasainya, tapi Rose percaya Tuan mampu menaklukkan siapapun yang akan berusaha merebut pulau itu kelak", ucap Rose.


" Tolong bantu saya mendapatkan pulau itu, agar rencana ku berhasil", mohon Ranti.


* Baik Tuan, hanya saja sebelum itu, Tuan harus menguras semua harta yang ada pulau itu", ucap Rose.


" Baik Rose", singkat Ranti.

__ADS_1


Rory kini yang asyik dalam gendongan Salma, hingga membuatnya tertidur.


Tak terasa hari sudah malam, semua keluarga sudah beristirahat, karena besok mereka semua akan kembali ke tempatnya masing-masing.


* Tuan, untuk melengkapi kebahagiaan keluarga kakak adiknya Tuan, maka Rose memberikan mereka tambahan uang, masing-masing 50 Triliun, termasuk orangtuanya Nona Aisyah dan Tuan Robin, dan 25 triliun untuk orangtuanya Nona Tiara dan nona Sonia, tapi nanti saat mereka semua telah berada dirumahnya masing-masing", ucap Rose.


" Rose untuk Nayla, Anjeli dan Delia tambahkan uang mereka masing-masing 5 Triliun, dan Nuril 10 triliun.


Untuk Pamannya Aisyah Nino dan di Malaysia, berikan masing-masing 5 triliun juga, untuk Diman dan kakaknya 3 triliun.


Sedangkan Karyono, Anjas dan Atilah genapkan tabungan mereka menjadi 15 triliun dan keluarga Nayla juga, pakailah uang saya", ucap Ranti.


* Tidak perlu Tuan, semuanya menggunakan uang sistem", jawab Rose.


" Terimakasih Rose", balas Ranti.


* Terakhir, untuk Nona Husna, Rose berikan 5 Triliun, sebagai modal untuk pembangunan hotel dan restoran di Bali", lanjut Rose.


* Untuk orangtua Tuan sendiri, Rose akan berikan hadiah 75 % saham Indofood dan 75 % saham BCA, kedua perusahaan itu sejatinya dari dulu tidak pernah mau sahamnya di beli oleh ARM Investama, Rose yakin kedua orangtua Tuan akan sangat bahagia, silahkan Tuan perintahkan Pak Haris Setiadi, untuk mendatangi kedua perusahaan itu dan tanda tangan alih kepemilikan hari Senin dan Selasa besok", ucap Rose.


" Terimakasih Rose sudah membuat impian orangtuaku menjadi kenyataan", jawab Ranti.


" Dek, kakak nanti besok sore kakak mau ikut orangtuaku ke Manado, hari Senin malam kakak sudah dirumah", ucap Mercy.


" Baik kak, pokoknya disana jangan lama-lama ya", jawab Ranti.


" Ia sayang, ini saja Karena kakak ingin datang ke kuburan kakek dan nenek", balas Mercy.


" Ia gak apa-apa, tolong berikan cek ini kepada Dion, agar dia semangat bekerja dan membantu keluarga kakak, khususnya adik Marco", ucap Ranti.


Malam telah berganti dengan pagi yang indah, suasana hotel kembali hidup, dan saat ini Keluarga kakaknya dan adiknya Ranti sudah check out dari hotelnya Jasmine Husna, menuju ke rumah Ranti untuk makan siang dan pamitan.


Tak terasa waktu makan siang akhirnya tiba, di pendopo sendiri seluruh makanan telah tersaji dan segera mereka semua menikmatinya, termasuk juga para pelayan.


Sementara di Tomohon, keluarga dari ibunya Mercy dan para paman dari sebelah ayahnya, sudah heboh di depan rumah baru mereka, hingga para pelayan menghubungi Ayahnya Mercy.


" Biarkan saja mereka masuk ke halaman rumah kami, tapi jangan ke dalam rumah, kami malam ini baru bisa tiba di rumah", jawab Ayahnya Mercy.


Dion sendiri sudah kewalahan mendengar ocehan para saudara keluarga Mercy, apalagi mereka menghina Dion.


Aplikasi Mata Dewa sudah melaporkan ke Ranti, tapi Ranti belum mau bertindak, alasannya biarkan mereka tersiksa melihat kedua orangtua Mercy dan bibinya menjadi orang kaya.


Di Kalimantan Barat sendiri, para saudara Friska apalagi kakek dan neneknya sangat terkejut, saat mendapatkan informasi bahwa anak mereka sudah menjadi orang kaya, karena ternyata Friska masih hidup.


Mereka juga mendengar, kalau Fridelis sudah sangat kaya, walau detil jumlah uangnya tidak mereka ketahui.


Mereka sekeluarga menikmati hari dengan penuh keceriaan, Armando terlihat bahagia dan begitu perhatian kepada 2 adik perempuannya.


" Dek, ayo minum juice dulu baru lanjut main", ajak Armando.


Tepat jam 3 sore, keluarga kakak dan adiknya Ranti bersiap untuk kembali ke kotanya masing-masing.


Mereka juga telah bersepakat mengangkat saudara, dan ibunya Dewi di daulat menjadi kakak tertua.


Ranti membantu mereka mengangkat saudara.


" Mulai hari ini, saya Radjiman Pradipta dan Wiyoko Hadinata, mengangkat kalian semua menjadi bagian dari keluarga kami", ucap Radjiman Pradipta.


Seluruh isi ruangan itu berlutut dan berterima kasih sambil memanggil ayah kepada Radjiman dan Wiyoko.


Wiyoko tidak pernah menyangka dia akan memiliki keluarga yang sangat besar di masa tuanya.


" Bangunlah kalian semua anak-anak ku dan cucuku serta cicit, ingatlah mulai hari ini dan selamanya, kita adalah Keluarga", ucap Wiyoko.


" Terimakasih Ayah, terimakasih kakek", jawab mereka serempak.


" Terimakasih kakek buyut, jawab Ketty Angelina.


Tiba-tiba Rosemary turun dari pangkuan Noey dan berjalan, kemudian dia berbungkuk.

__ADS_1


" Terimakasih kakek dan nenek buyut dan juga kakek dan semua, juga uncle dan Aunty", ucap Rory.


Ruangan itu langsung senyap, mereka terkejut melihat aksi Rosemary yang sudah berbicara dengan baik, dan menunjukkan sikap sopan, padahal dia baru berumur 5 bulan.


__ADS_2