SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Menanti kehancuran Panji Nakula Sadewa Persada


__ADS_3

Selesai Makan malam Ranti mandi dan Kembali duduk ngobrol bersama dengan keluarganya, Ranti juga mendapat kabar bahwa ayah dan ibunya baru tiba di Inggris, mereka sedang melihat rumah rumah mereka yang sudah lama kosong, namun masih terurus, ada 1 keluarga Pelayan tingkat 3 yang masih di pekerjakan oleh Haris untuk mengurus rumah itu.


Rose Secara diam sudah mengikat keluarga itu dengan Serum Pengikat Jiwa, agar tidak berkhianat.


" Ranti, Jumat depan Pengumuman kelulusan, dan Wulandari sudah bersedia menemani kakak di Amerika Serikat, lalu bagaimana dengan paspornya? tanya Rindu.


" Minta saja, dokumennya kasih ke aku dan orangku yang mengurusnya, soal disana tinggal tergantung dokumen dari sini", Ucap Ranti.


" Apakah bontot boleh membantu kakak dalam menyiapkan dokumen-dokumennya? tanya Rindu.


" Gampang itu, tenang saja, setelah dapat dari sekolah, silahkan kakak berangkat ke Amerika, dan selesai itu balik ke sini dan nanti tunggu hingga Desember Minggu ke dua kakak berangkat lagi, kalian pergilah liburan ke Amerika, aku ada pekerjaan di China. Disana sudah ada rumah untuk kalian tinggal selama liburan 2 Minggu dan sudah ada orang yang akan menemani kalian", ucap Ranti.


" Apa Salma boleh ikut kak? tanya Salma.


" Boleh, kan libur, ajak Mora sekalian, pokoknya kalian harus menemani kak Rindu daftar di kampus itu.


" Dek, nanti perusahaannya bagaimana? tanya Dewi.


" Kan ada Pak Dharmadi, nanti jika darurat ada Rendi yang turun tangan, aku juga di China hany 4 hari, kalian berangkat setelah hari ulang ku, ujar Ranti.


" Baiklah kalau begitu, ucap Dewi.


" Rindu, nanti disana fokus belajar, Kakak sangat bangga, jika kamu lulus nanti dengan nilai bagus, ujar Mercy.


" Ia, Ade pasti belajar dengan baik, dan kakak juga, cepat lulus biar biar bisa temani Ade disana", ucap Rindu sambil bersandar ke Mercy.


" Aunty, kalau kesepian disana, bagaimana kalau Ketty temenin? celetuk Ketty.


"Terimakasih ponakan sayang, nanti kalau sudah besar, baru temenin aunty ya, sekarang Ketty temenin bunda dan aunty Salma",ucap Rindu.


" Ya sudah dech, makanya Ketty mau belajar baik-baik bareng aunty Salma dan uncle Armando,biar cepat pintar", ucap Ketty lagi.


" Nah gitu dong sayang, kalau kangen Ketty Telpon saja, sekarang Ketty kan sudah punya Handphone, sahut Rindu.


" Sudah, di belikan Aunty Ranti, juga ada yang besar buat nonton YouTube", Ucap Ketty.


" Terus handphone nya mana ? tanya Rindu.


" Disimpan di sini, ucap Ketty menunjukkan kalau handphone nya berada dalam cincinnya.


" Anak pintar, tapi jangan sampai orang tahu oke", ucap Rindu.


" Ia dong, ini kan rahasia keluarga kita, jadi tidak boleh di kasih tau orang lain", jawab Ketty.


" Hebat... hebat.. cup cup", ujar Rindu sambil mencium pipi Ketty.


" Bunda, paman dewa sudah mulai nakal, tadi nenek di buat Paman menangis", ucap Ketty.


" Paman Dewa pulang bertanding bawa hadiah, jadi nenek bahagia hingga keluar airmatanya, bukan Pamanmu menyakiti nenek", jawab Dewi Menjelaskannya.


" Oh gitu ya, pantas saja, selesai itu nenek peluk paman dan mencium Paman, berarti kalau Ketty bisa juara dan membanggakan bunda dan Aunty apakah kalian juga akan sebahagia itu", tanya Ketty.


" Namanya ekspresi, ada yang bisa seperti itu, ada juga terlihat biasa saja, ada yang berteriak bersyukur dan banyak lagi, Ketty pasti mengerti saat sudah besar", jawab Dewi.


" Baiklah, tapi Ketty sudah paham maksud bunda", balas Ketty.


Selesai ngobrol akhirnya memutuskan untuk masuk kamar, Ranti mempelajari kasus- kasus yang di lakukan oleh PT Panji Nakula Sadewa Persada, yang pemiliknya bernama Indrajati Patria.


* Tuan Anda melupakan pembangunan Pabrik pengolahan susu di Bandung, peternakan sudah sudah selesai, bulan depan 25 ribu ekor sapi akan Rose kirim, lahan di sana sudah Rose tambahkan Menjadi 300 hektar, Rose membelinya 240 hektar dari peternakan yang bangkrut, Tuan tenang saja, ini pemberian Rose untuk Tuan", ujar Rose.

__ADS_1


" Terimakasih, aku bukan melupakannya, tapi kan Rose yang mengurusnya karena akan menggunakan teknologi terbaik dari awal pembangunan", jawab Ranti.


* Rose pikir Tuan sudah lupa, dan satu lagi, Pabrik itu sendiri menggunakan lahan terpisah, sebesar 5 hektar, produksi susunya nanti akan masuk ke lini bisnis Food Excellent, dan akan memproduksi susu Formula terbaik untuk bayi dan ibu hamil, serta susu untuk anak-anak 5 hingga 12 tahun.


Awal Januari tahun depan Produksi pertama akan masuk pasaran, bersamaan dengan produk biskuit bayi dan ibu hamil yang akan di produksi di Surabaya", Ujar Rose.


" Baiklah, terimakasih atas bantuannya, dan bagaimana persiapan di Lampung apakah seluruh alat berat dan operator sudah siap semua?" tanya Ranti.


* Sama- sama tuan, persiapan sudah semuanya, pembangunan akan dilakukan secepat mungkin, terutama pelabuhan, Rose mengerahkan masing-masing divisi, 20 ekskavator, 5 buldozer, Rose sudah mendirikan membuat perusahaan bayangan untuk mengekspor barang keperluan peternakan, agar tidak timbul kecurigaan dari para Pekerja", Ujar Rose.


" Keren, terimakasih Rose, i love you". ucap Ranti dengan tulus.


" Terimakasih Tuan, Rose akan buat peternakan Tuan yang tercanggih di Dunia, 70 % robot dengan tingkat akurasi 99,9 %, hingga Tian akan mendapatkan sertifikasi tingkat dunia, di seluruh peternakan Tuan, seluruh ternak tuan akan terhindar dari segala macam penyakit dan bahkan racun atau sebagainya yang di sengaja oleh manusia, para karyawan akan Rose berikan skill beternak temporary, artinya mereka akan pintar merawat ternak selama berada di kawasan peternakan, perkebunan dan bahkan di , jika suatu saat mereka berhenti maka semuanya akan hilang", ucap Rose.


" Ini namanya keren, aku tak bisa komentar apapun", ujar Ranti.


* Semua demi terwujudnya kesejahteraan masyarakat yang mendapatkan produk berkualitas dengan harga terjangkau", sambung Rose.


" Terimakasih Rose, semoga sebelum krisis, seluruh Rencana produksi sudah siap", jawab Ranti.


" Benar Tuan, oleh karena itu seluruh produksi pakan ternak cukup untuk pemakaian internal, produksi jagung kedelai, hingga bungkil, Tuan harus siapkan, begitu juga bahan yang lain. Akan tetapi, ketika krisis melanda perusahaan keuangan Tuan bisa membantu para pengusaha agar tidak gulung tikar, dalam krisis ini Tuan berada pada posisi penentu bagi negara ini, gerakkan ekonomi UMKM dan UKM, akan sanggup menhan laju inflasi, dan pasti Bank Global Intercontinental akan turun tangan,", ujar Rose.


" Semoga kita lolos dari krisis ini, kalau memang tidak bisa, minimal seluruh karyawan ku tetap harus bisa hidup",sahut Ranti.


* Percayalah, negara akan lolos, Produksi minyak goreng, daging, telur, beras, akan tetap tersedia, Petani di daerah lain akan tetap berproduksi, Poros utama kejatuhan adalah BBM, batu Bara, elektronik, selama produksi primer terjaga dan distribusi lancar, Indonesia akan baik-baik saja. Para Petani akan menopang dengan perekonomian Indonesia dengan kuat, pengangguran pasti akan banyak, karena banyak pabrik akan tutup, ya mereka produksi mereka dengan tujuan ekspor.


* Tuan sendiri punya segalanya, tambang batu bara akan terus berproduksi, dengan kekuatan uang Tuan, maka produksinya bisa Tuan simpan, yang penting karyawan tetap di gaji, dan tetap akan terjual walau skala kecil, jadi subsidi tuan akan lebih sedikit.


" Baiklah Rose, semua perencanaan sudah tercatat rapi, pembangunan kita akan terus berjalan sesuai rencana", ujar Ranti.


* Semangat Tuan, bulan depan Tuan harus ke Sulawesi Utara dan Tengah, bangun Pabrik Minyak goreng khusus Kelapa, agar Petani Kopra makin sejahtera.


Tak terasa waktu sudah Pagi, Ranti ada janjian dengan ayahnya Mora dan temannya, selanjutnya akan mengurus mobil si kembar, jati Senin dia harus kembali ke Lampung karena ada acara pembukaan perdana Proyek Peternakan, dan peletakkan batu Pertama pembuatan Pelabuhan, dan pembangunan Mess karyawan.


Ranti bersyukur, lahan dia beli memiliki sumber air melimpah, di tambah lagi Ranti akan menggunakan elemen air dan tanah untuk menambah debit air, agar semua kebutuhan pasokan air terpenuhi.


Ranti juga sudah menambah pesanan kapal sebanyak 6 unit lagi, termasuk Kapal ternak dengan daya angkut maksimal 1000 ekor sapi, juga Kapal pengangkut untuk ayam dan telur.


" Tuan semua pengurasan sudah selesai, seluruh saham mereka sudah di atur dan akan mulai berdampak pada jadwal pembukaan perdagangan saham pada hari Senin besok, para pemegang saham sudah di kontrol agar segera menarik saham mereka, dalam 3 hari perusahaan Panji Nakula Sadewa Persada akan bangkrut, dan semua skandal mereka sudah di siapkan untuk di bagikan ke seluruh lembaga keuangan, mereka akan berakhir pada blacklist", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Bagus, terimakasih",


" Seluruh harta tersimpan di Bank Virtual, atas nama mereka sendiri dan sudah tidak bisa diakses oleh siapapun, biarkan saja para pemegang saham mereka beradu, karena pemegang saham disana bukan orang baik", lanjut laporan Aplikasi Mata Dewa.


" Ini berita yang baik, lalu bagaimanakah dengan kasus Fatimah Puspitasari, tanya Ranti.


" Seluruh dokumen, sudah disiapkan, tinggal Tuan mengirim pengacara untuk mengajukan untuk membuka kembali kasus tersebut, dengan menyertakan seluruh bukti yang ada", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Rose, tolong kirim pengacara agar dapat melakukan upaya pembebasan terhadap Fatimah Puspitasari, nanti seluruh bukti akan di sebar juga di media sosial dan siapa dalangnya, dan siapa saja yang terlibat", ucap Ranti.


" Baik Tuan besok pagi Tim Rose akan melaksanakannya, lalu apa tuntutannya? tanya Rose.


" Ganti rugi minimal 50 miliar dan menghukum semua yang terlibat dalam kasus ini, jika mereka tidak mau membayarnya, maka akan saya eksekusi ke penjara 4 musim, atau ku buat mereka cacat seumur hidup", tegas Ranti.


" Baik Tuan, Jawab Rose singkat".


Tak lama berselang, ayahnya Mora datang bersama Mora, serta orangtuanya Vikram.


" Maaf Nona Muda, di luar ada Ayahnya nona Mora dan Mora serta tetangganya, katanya sudah janjian dengan Nona Muda Ranti", ucap Bu Likha.

__ADS_1


" Suruh masuk dan tolong suruh Mora ke kamar Salma", perintah Ranti.


" Baik Nona Muda ", jawab Bu Likha, dan beranjak ke teras menyambut tamu.


" Silahkan masuk Pak dan silahkan duduk, untuk Nona Mora silahkan ke kamarnya Nona muda Salma, Ucap Bu Likha.


" Terimakasih Bi, tapi apakah si Nona manja itu sudah mandi atau belum ? tanya Mora.


" Sudah, tadi selesai minum susu dan makan roti, sekarang kita mau sarapan Pagi, jadi tolong sekalian di panggilkan", Ucap Bu Likha.


" Baiklah Bi, terimakasih ya", balas Mira dengan sopan, dan beranjak menuju kamar Salma.


Para pelayan menyapa Mora dengan sopan, apalagi jika ada Mora, mood Nona Muda kecil mereka pasti akan sangat baik.


Sementara suami istri yang datang bersama dengan ayahnya Mora, terlihat sangat kagum dengan rumah Ranti, ditambah lagi perabotan yang sangat mahal, serta terlihat para pelayan yang sedang bekerja dengan semangat.


" Rumah apa istana ini", batin mamanya Vikram.


" Selamat Pagi Nona Muda, maaf kami agak terlambat", ucap Ayahnya Mora.


" Ini belum jam 9, lagian ini hari libur jadi tidak apa-apa, tapi paman masi ngobrol sambil sarapan, saya sudah meminta koki agar masak yang banyak karena ada tamu", ajak Ranti.


" Halo Nona Muda Salma, apa kabarnya kamu pagi ini", ucap Mora mengejutkan Salma.


" Hei kenapa datang tidak ngomong - ngomong, dan pake acara ngagetin orang lagi", ucap Salma dengan raut kesal.


" Ya sudah aku pulang saja, kalau kedatangan ku mengganggu kamu", ucap Mora berpura-pura ngambek.


" Hahahaha, segitu aja ngambek, ayo turun sarapan, perutku sudah lapar ", ajak Salma sambil tersenyum.


Ibunya Vikram hanya tersenyum melihat keakraban Mora dan Salma, terlihat seperti adik dan kakak.


" Nona Muda, ini orangnya yang Paman maksud, namanya Pak Asrul Lubis dan ini istrinya Riris Siregar", ucap Ayahnya Mora.


Ranti memindai terlebih dahulu, dan statusnya baik dan memiliki karakter yang juga bagus.


" Kenalkan saya Asrul Lubis dan ini istri saya Riris Siregar serta putra kami Vikram Lubis", ucap Asrul Lubis.


" Saya Ranti Putri, dan mereka adalah Kakak-kakak saya dan adik- adik saya, tolong di ingat baik baik wajah mereka, mungkin kalau Salma dan Armando pak Asrul dan Bu Riris sudah familiar.


" Begini Pak Asrul, saya memang butuh orang yang akan menggantikan karyawan yang saya pecat kemarin pagi, dan saya harap paman sudah menjelaskan secara lisan aturan di perusahaan saya, selain pintar akhlak juga harus baik, saya tidak mau banyak omong, jika mau bekerja, saya harapkan pak Asrul segera masuk hari Senin depan paling lambat, dan itu pas awal bulan, tapi hari Jumat sebelum masuk kerja Pak Asrul sudah menyerahkan seluruh persyaratan administrasinya.


Saya percaya dengan Paman yang merekomendasikan Pak Asrul, jadi kedepannya, tolong jangan kecewakan Paman dan juga saya yang telah memberikan pak Asrul kesempatan, jujur saja kalau buka Paman, belum tentu posisi itu saya berikan ke Pak Asrul", tegas Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, saya berjanji tidak akan mengecewakan anda dan juga papanya Mora', jawab Asrul Lubis dengan sungguh-sungguh.


" Ya sudah sekarang kita lanjutkan makan, masalah sudah beres, Paman, liburan sekolah nanti kami akan membawa Mora liburan ke Amerika Serikat, sekalian mau antar kakak saya daftar sekolah disana, mungkin disana sekitar 2 Minggu, apa paman keberatan? tanya Ranti.


" Kalau Paman dan bibi tidak masalah, toh perginya dengan keluarga Nona Muda, jadi kami tidak keberatan, asal Mora tidak merepotkan saja", jawab ayahnya Mora.


" Tenang saja, kami senang jika dia ikut, biar Salma ada temannya, saya saya sendiri tidak ikut, karena ada pekerjaan di China, mungkin saya akan menyusul, jika pekerjaan saya sudah selesai", ucap Ranti.


" Tenang saja Paman, kami semua akan menjaganya", timpal Mercy.


" Terimakasih sudah mengajak anak saya melihat dunia lebih luas", Ucap ayahnya Mora.


" Suatu saat pasti paman dan bibi juga bisa keluar negeri, karena Salma dan Armando berencana akan kuliah di luar negeri, dan Mora wajib ikut", ucap Ranti.


" Paman hanya ikut saran Nona Muda saja, toh itu semua demi masa depan Mora juga", ucap ayahnya Mora.

__ADS_1


Mereka menikmati sarapannya dengan suasana tenang, hingga akhirnya handphone Ranti berdering ternyata dari Aluna, yang melaporkan bahwa 15 menit lagi akan berangkat ke rumah Amir dan Omar.


" Maafkan saya Paman, Pak Asrul dan Bu Riris, saya ada ketemuan lagi dengan orang, intinya Pak Asrul awal bulan sudah bisa mulai bekerja, dan di kantor ada mobil yang yang gunakan pejabat lama, silahkan di gunakan, jika sukses 6 bulan, mobilnya saya ganti dengan yang baru", ujar Ranti dan langsung beranjak setelah pamitan dengan Kakak-kakaknya.


__ADS_2