SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Mengantar Vanya


__ADS_3

Pagi hari sudah menyapa, semua penghuni rumah Ranti, terlihat sedang menikmati minuman panas dan cemilan.


Orang tua dan Pamannya Vanya terkagum melihat interior rumah Ranti, mereka dengan jelas melihat betapa mewah besar nya rumah Ranti.


Mereka di ajak berkeliling oleh Vanya, dia memperlihatkan seluruh koleksi mobil milik adik-adiknya.


Sementara mereka berkeliling, Dewi tiba memarkirkan mobil BMW nya di deretan Aston Martin Vanquish dan Rolls-Royce Phantom Extended miliknya.


" Selamat pagi Vanya, saya Dewi, senang berjumpa dengan mu, dan ini anak saya, Ketty Angelina, ucap Dewi.


" Selamat pagi juga buat Paman dan bibi semuanya, saya Dewi kakak angkat dari mereka semua, ucap Dewi.


" Selamat pagi juga kak Dewi, Vanya senang bertemu dengan Kak Dewi, terimakasih sudah menjaga adik-adik semuanya, ucap Vanya.


" Kita adalah keluarga, Asal mereka bahagia, aku sudah senang, maaf lanjutkan berkeliling, saya mau kasih sarapan buat Ketty, ucap Dewi.


Tristan yang melihat Dewi yang cantik, begitu terpesona, makanya Dewi bergegas pergi dari dari situ.


" Cantik sekali gadis itu", batin Tristan.


" Dasar laki-laki, mata mesum", batin Dewi.


Dewi sengaja di panggil pulang oleh Ranti agar bertemu dengan Vanya, juga Ranti tidak mau, Ketty lama-lama di rumah Ibunya, bukan tidak boleh, tapi memang Ranti ingin Ketty nyaman.


Prasetyo geleng-geleng kepala, seumur hidup dia hanya melihat mobil mewah dari jauh, sekarang dia bisa melihat dari dekat, dan seperti biasa, mereka mengambil beberapa foto.


" Mas, mobil yang itu di Jogja ada yang memilikinya, dan mereka adalah kembar, mantan murid ku, ucap Gayatri.


" Coba tanya ke Nona Ranti nanti, katanya dia memiliki saudara sepupu di Jogjakarta dan mereka kembar, ucap Prasetyo.


" Nanti adek tanya, ucap Gayatri.


Puas mereka berkeliling, mereka kembali ke kamar masing-masing dan membersihkan diri, kemudian sarapan.


" Nona Ranti, boleh saya menanyakan sesuatu, ucap Gayatri.


" Silahkan saja", ucap Ranti


" Tadi saya melihat mobil Ferrari LaFerrari dan Koenigsegg Regera, di Jogja saya pernah melihatnya, dan pemiliknya dua gadis kembar, mantan murid saya, ucap Gayatri


" Siapa nama mereka, tanya Ranti antusias


" Renata dan Renita, mereka sempat berhenti karena sakit, namun tiba-tiba Pak Mulyono mantan guru di sekolah kami datang mendaftar kan lagi, dan sekarang mereka sudah lulus, ucap Gayatri.


" Mereka kakakku, ini foto mereka waktu di New York, kata Ranti, dan segera menelpon si kembar.


" Halo Dek, ada apa pagi-pagi sudah membangunkan kakak, ucap Renita


" Di rumah ada mantan ibu guru kalian, yang katanya paling akrab dengan Kalian, ucap Ranti


" Dek, guru kami itu sangat sederhana, bukan tukang keluyuran, mana mungkin ibu Gayatri mau kemana-mana, jangan ngaco, nanti kakak gak enak sama Bu Gayatri yang sudah baik sama kakak berdua, ucap Renita


" Memang gak ada guru lain yang akrab dengan kalian, tanya Ranti


" Kalau saat kami banyak uang, banyak sok akrab, tapi Bu Gayatri dari kakak miskin jualan kacang, sangat baik dengan kami berdua, ucap Renita


" Oh gitu ya, dan waktu lulus kakak kasih apa buat guru yang baik itu, tanya Ranti


" Hanya kasih uang saja, terserah Bu Gayatri mau bikin apa, tapi dengar-dengar suami guru kami itu buka usaha kelontong, ucap Renita


" Benar gak ada lagi guru yang baik seperti guru yang kakak sebutkan, pancing Ranti.


" Semua terlihat baik, dan akan memperlakukan murid dengan baik, bedanya ketulusan, guru berperilaku baik karena itu tugas mereka, tapi apakah semuanya tulus, belum tentu, ucap Renita.


" Bu Gayatri, dari kami masuk tak pernah meremehkan kami, saat kami susah, Bu Gayatri yang menghibur, jadi bagi kami, di sekolah kami dulu, hanya ada 3 guru yang sangat baik dan tulus, Pak Mul, kepala sekolah yang sekarang dan Bu Gayatri guru matematika, fisika dan kimia, ucap Renita.


" Coba kakak lihat siapa aku maksud, ucap Ranti sambil mengarahkan kamera handphonenya ke Gayatri.

__ADS_1


" Selamat pagi Bu Gayatri yang cantik, kenapa bisa nyasar ke rumah kami di Surabaya, ucap Renita


" Pagi juga Renita, ceritanya panjang, nanti sore ibu dan suami sudah di Jogja, datanglah ke rumah ibu, walau rumah ibu kecil tapi tetap selalu terbuka buat kalian semua, ucap Gayatri.


" Pasti Bu, kami pasti berkunjung, soal waktu itu rahasia, pokoknya tiba-tiba kami sudah di depan pintu rumah ibu, hehehehe, ucap Renita


" Dek kamu ngobrol dengan siapa berisik banget, ucap Renata yang baru bangun


" Kak lihat, Ade lagi ngobrol dengan siapa, ucap Renita


" Oh Astaga Bu Gayatri, tapi kenapa ibu pakai nomor adikku, tanya Renata


" Halo kak, ucap Ranti nyeletuk


" Kok ibu bisa nyasar ke Surabaya, kalau tau ibu mau jalan-jalan ke Surabaya kami ikut Bu, ucap Renata


" Ibu tak sengaja berjumpa dengan keluarga kalian, nanti ibu cerita kalau sudah di Jogjakarta, ucap Gayatri.


" Baiklah Bu, awas Kami datang ke rumah ibu, dan ibu gak bukain Pintu, ucap Renata


" Memangnya rumah ibu mau kamu apakan, tanya Gayatri


" Mau aku gusur, hahahaha, becanda Bu, abis sudah lama gak ketemu ibu, maafkan Renata Bu


" Santai saja, ya sudah ibu mau siap- siap berangkat ke Jakarta dan sore hari pulang ke Jogja, nanti kalian datang ke bandara tolong jemput ibu, boleh gak tanya Gayatri


" Kebetulan besok kami tidak ada acara jadi tenang saja, cukup dengan 10 juta saja, hehehehe, ucap Renita


" Siapa takut, nanti ibu bayar 20 juta, asal jemputnya pakai Ferrari LaFerrari punya kalian, ucap Gayatri.


" Oke saya jemput ibu dengan Ferrari LaFerrari punyaku, sedangkan yang lain naik Alphard dan Toyota C-HR Hybrid saja, Ferrari LaFerrari khusus ibu guruku yang terbaik, ucap Renata


Mereka saat ini sudah tiba di Bandara Juanda, sambil menunggu kesiapan pesawat, mereka duduk di lounge yang mewah.


Ranti sudah menghubungi Darel, Rezita dan Regina agar membawa mobil untuk menjemput mereka.


" Terimakasih Nona Muda, sudah izinkan kami mengikuti perjalanan anda, ucap Bella.


" Sama-sama, nanti kalau tidak di izinkan suami kak Bella ngambek, hehehehe, ucap Ranti


" kasihan suamiku, dia sangat ingin naik pesawat ini, tapi sekarang coba Nona lihat, betapa bahagianya dia, ucap Bella


" Hahahaha, gimana apa dia sering mengeluh karena tugasnya makin berat, tanya Ranti


" Mengeluh tidak pernah, hanya kadang dia gelisah, takut tidak bisa menjalankan tugasnya dengan maksimal, ucap Bella


" Itulah suami kak Bella, aturannya dia hanya mengontrol karyawan saja, agar tidak terlalu capek, tapi dasarnya dia Rajin, ya mau gimana lagi, ucap Ranti bangga dengan Rendi.


" Dari awal pacaran dia memang begitu, makanya aku takut jika dia berjanji, sesulit apapun pasti akan dia wujudkan jika dia sudah berjanji, makanya 10 tahun pacaran aku tak pernah mau mengkhianatinya, ucap Bella.


" Laki-laki seperti Rendi sulit di cari, makanya kak Bella bersyukur, apalagi sekarang, Rendi masuk jajaran CEO terbaik dan terkaya di Surabaya, ucap Ranti.


" Semua berkat Nona Ranti, ucap Bella


" Tidak semua karena saya, kesempatan itu ada bagi siapa saja, dan kebetulan Rendi menemukan kesempatan itu dan memanfaatkan dengan baik, di tambah lagi sifatnya yang jujur dan setia, bos mana yang mau membiarkan bawahan seperti Rendi, hanya bos super bodoh yang melakukan itu, ujar Ranti.


" Beberapa kali temannya menggoda dia untuk keuntungan sesaat, dengan lantang suamiku berteriak, buat apa mencuri, jika aku masih bisa meminta kepada bosku, hasilnya akan halal dan berkah buat istri dan keturunan ku, ucap Bella.


" Teman-temannya memang benar pintar melihat posisi Rendi yang strategis, kak Bella sendiri tau, berapa triliun yang di kelola Rendi, ucap Ranti


" Tidak terhitung, kami sudah berjanji, putra kami yang ini, akan dididik untuk menggantikan Rendi di masa depan, jika Nona Ranti masih membutuhkan keluarga kami, ucap Bella.


" Kak Bella, saya tidak berjanji, tapi mana lebih baik, mempercayai orang lain atau keluarga sendiri, walau tidak semua saudara kita juga jujur, kelak Rendi pensiun dan anak kalian memiliki kemampuan dan akhlak yang seperti Rendi, terlalu bodoh saya mencari orang lain, ucap Ranti.


" Benar Nona, tapi memang mas Rendi sudah bersumpah, keturunan kami hanya akan mengabdi kepada Nona, dia bilang, tidak apa-apa aku capek hari ini membantu membesarkan perusahaan Nona, agar keturunan ku bangga punya ayah yang hebat secara ilmu dan kemampuan, tapi juga akhlak, itu janjinya


" Tanpa kak Bella sadari, kepribadian Rendi tetap kuat, karena kak Bella bukan tipe istri gila harta dan kemewahan, lihat saja dari dulu kak Bella berpakaian seperti ini, bukan aku meremehkan, justru bangga saya melihat gaya kak Bella, dengan pendapatan Rendi yang sekarang, kak Bella tetap nyaman dan hidup seperti biasa, ini yang membuat saya, bangga dengan keluarga kalian, teruslah seperti ini, ucap Ranti

__ADS_1


" Yang penting nyaman di pakai, dan kalau makanan yang Penting sehat dan bersih itu saja, ngapain ke restoran mewah hanya mau makan, bukan berarti saya tidak suka restoran, tapi lihat dulu waktunya dan tak perlu di umbar ke mana-mana, ucap Bella.


" Kalian berdua sangat serasi dalam segala hal, ucap Ranti.


Waktu perjalanan, tak terasa bagi mereka semua karena suasana yang begitu nyaman, Salma begitu nyaman dengan kakak pramugari cantik nya, Armando lagi asyik dengan anaknya Prasetyo.


Lalu Rendi dimana, dia asyik menggendong putranya dan sesekali berselfie, Prasetyo menemani istrinya ngobrol, Tristan saja yang diam termenung tak ada yang mengobrol dengan dia.


Semua saudara istrinya tak suka dengan cara dia memandang mereka, Dewi saja enggan.


" Kakak cantik, nanti kalau kakak menikah tolong kasih tau Salma, dan kalau pas libur, Salma usahakan datang, ucap Salma yang asik bercengkrama dengan pramugari itu.


" Tenang saja, pasti kakak undang, ucapnya.


Ranti membiarkan Salma dengan pramugari itu, karena Ranti sudah melihat status pramugari itu yang tulus melayani Salma.


Akhirnya Gulfstream G 700, mendarat di Bandara Soekarno Hatta, Darel, Sonia juga Rezita dan Regina, sudah menunggu, bersama sebuah minibus Hiace yang mereka sewa.


Perjalanan dari bandara Soekarno Hatta, sangat cepat, hanya 30 menit mereka sudah sampai di rumah baru milik Vanya.


Kedua orang tua Vanya dan pamannya sangat bersyukur, melihat rumah anak dan keponakan mereka, apalagi berada di lingkungan yang mewah.


Prasetyo saja, begitu kagum dengan model rumah Vanya, lebih kagum lagi, karena Vanya bisa beli rumah di Jakarta di kompleks yang Mewah.


Lagi asik mereka ngobrol, terdengar suara Maureen dan Yolanda beserta Lukas.


" Selamat siang Nona Muda, Maureen dan keluarga datang menghadap, ucap Maureen sambil memberi salam keluarga Setiawan.


" Bagaimana hasil tesnya, apa masih ada masalah, tanya Ranti


" Seratus persen, sehat dan tidak ada masalah lagi, pihak RS menyarankan agar selama 3 bulan saya rutin Cek up, kata Maureen.


" Ikuti saja, dan kami Lukas tolong antar Maureen untuk Cek, dan ibu tolong ingatkan Maureen jadwalnya dan juga pola makannya, apa kalian mengerti, tegas Ranti


" Kami mengerti, Nona Muda, makanan pesanan Nona sudah tersaji di rumah kami,ucap Yolanda.


" Ternyata Bu, tolong pimpin jalannya, ucap Ranti.


Karena rumah Vanya masih kosong, akhirnya mereka makan siang di rumah Maureen, yang berada di pojokan satu lagi, jadi mereka hanya jalan kaki.


" Bontot Siapa mereka tanya Vanya, ke Ranti


" Mereka adalah pelayan terhormat di keluarga saya, jadi sikap mereka seperti itu, jika kakak ada apa-apa segera minta tolong ke mereka, mereka akan melayani kakak, jika di perlukan, jangan kasih tau Tristan, ucap Ranti.


" Oh baiklah, apa mereka bisa di percaya, tanya Vanya


" Suami Bu Yolanda, meninggal demi menyelamatkan ibuku yang lari dari pembantaian, ibuku lari sementara menggendong saya, dan model salam mereka itu adalah ciri khas pelayan tertinggi di keluarga kami, mereka bukan orang sembarangan, siapapun yang melukai mereka aku pastikan orang itu tidak selamat, jawab Ranti.


" Kakak mengerti, ucap Vanya


" Nona Muda, maaf kami tidak bisa 100% menyajikan makanan sesuai aturan keluarga kita, ucap Yolanda.


" Tidak apa-apa, ini darurat, jangan menyalahkan diri, jika rumah saya di Pondok Indah sudah selesai, Bu Yolanda yang akan pimpin seluruh pelayan di sana, Dan kamu Lukas, bagaimana dengan renovasi rumah kalian, apa sudah ketemu kontraktor atau belum, tanya Ranti


" Belum Nona Muda, jawab Lukas


' Tristan, apa perusahaan Pamanmu mau mengambil proyek kecil ini, renovasi rumah mereka lahannya cukup luas, tanya Ranti


" Biar Tim kami datang untuk mengecek nya, ucap Tristan, yang kaget di tanyain Ranti


* Tuan, Tristan hanya berbasa-basi saja, ucap Rose


" Kita pancing saja dulu, kalau dia tidak ingin mengerjakan nya, tidak apa-apa, yang penting kita tahu siapa dia sebenarnya, ucap Ranti.


* Coba Tuan Cek nasi Nona Vanya, kayaknya sedang hamil sekitar 2 Minggu, jadi belum ketahuan, ucap Rose.


' baik setelah selesai makan siang aku akan mengeceknya, jawab Ranti.

__ADS_1


__ADS_2