
Suasana berubah hening tidak ada yang berani bersuara, suami istri tersebut masih bersimpuh di lantai, kedatangan keluarga Sonia dan Tiara, merubah suasana tersebut.
Sebelum kedua keluar itu sampai ke UGD, mereka berdua terkejut karena sudah lama tidak bertemu.
Papa Sonia berteriak, hei bro apa kabar mu.. tanya Hardi Wijaya
Baik-baik saja hanya beberapa waktu lalu perusahaan ku ada sedikit masalah internal, kata Pribadi Agung
Oh biasa itu, tapi apa sudah beres masalahnya, dan aku dengar abang mu terlibat, kata Hardi Wijaya
Masalah sudah di tangani dan syukurlah ada investor baru yang membantu saya dan Perusahaan sudah mulai membaik walau naiknya sedikit. Balas Pribadi Agung
Bersabarlah bro, lain kali kalau ada masalah tolong kabari saya, kau anggap aku ini... kata Hardi Wijaya agak kecewa dengan sikap temannya itu.
Terimakasih bro, kau tau sendiri sifat ku dari seperti ini, tapi ngomong-ngomong ada apa kamu kesini.
Hardi menjawab, putriku Sonia menghubungiku, katanya calon mantuku di pukul orang di RS ini
Ohh.. putriku Tiara, juga menghubungi saya kalau temannya kesayangannya di tampar di RS ini, sekarang mereka masih di UGD kata putri saya, jawab Pribadi.
Sambil berbincang merekapun tiba di UGD, sejenak mereka melihat masih terdapat beberapa orang yang berkerumun melihat 2 orang suami istri yang bersimpuh di lantai.
Pak Hardi menyapa Sonia, Darel kenapa bisa di pukul orang
Sonia menjawab dan menceritakan kejadiannya sontak emosi Hardi naik..
Hei ibu apa begini kamu berterimakasih pada teman putri saya yang menolong anakmu dan suami kamu juga tanpa bertanya berani memukul calon menantu saya...
Saat si suami mengangkat kepalanya dia terkejut, dengan lirih dia bersuara, " Hardi ", tolong saya
Pak Hardi yang menatap si suami itu ikut terkejut, dan memanggil Pak Pribadi.
Badi begitu panggilan Hardi ke pak Pribadi. Badi coba kau lihat siapa ini
Astaga Tomo, sudah berdiri dulu baru bicara, pak Pribadi dan Hardi membantu pak Tomo berdiri, ternyata mereka berteman baik waktu di kampus dan Tomo memang terkenal temperamen.
Kamu kemana saja Tomo, sejak lulus kami hilang bak di telan bumi, ini istrimu ?
Tomo menjawab ia, Leona Anggara adik kelas kita di kampus.
baiklah dan ini anak saya, Sonia Wijaya, saat ini baru kelas 12 di Bintang Timur, kata Hardi
Tomo dan ini Putriku, Tiara Nirmala Agung, saat ini baru kelas 10 di Bintang Timur
Tomo, masalah ini agak sulit, karena yang kamu pukul itu adalah Calon menantu saya, Darel Kusuma namanya, dan yang istrimu Tampar adalah adik angkatnya, juga teman kesayangan Putrinya Pribadi, kata Hardi.
Sifatmu itu tolong di rubah lah... kita sudah berumur, kita sudah bukan mahasiswa dan bujangan kayak dulu, kata Pribadi
Maafkan aku Hardi, maafkan aku juga Pribadi, aku salah telah menyakiti mereka berdua karena sifat ku yang jelek, Tomo memelas
Minta maaflah ke mereka berdua, sementara mereka bertiga berbicara, pak polisi memotongnya, " mohon maaf saatnya pelaku akan kami bawa ke kantor Polisi
Tomo kaget dan meminta tolong kepada dua temannya, " Hardi dan Pribadi tolong saya.
Pak Polisi tunggu sebentar, kata Pribadi
Maaf kami sudah harus membawa mereka ke kantor Polisi untuk si proses sesuai laporan yang di ajukan oleh Nona Ranti.
Darel angkat bicara, dek ampunilah mereka, kasihan mereka, berikan mereka kesempatan untuk merubah sikapnya. Darel berusaha membujuk Ranti, walau dia sadar sulit Ranti mengampuni orang seperti mereka berdua.
Hardi dan Pribadi, juga bersuara, nak Ranti, pandanglah kami dan maafkanlah mereka.
Jawab Ranti, sekali tidak tetap tidak, apa semudah itu memaafkan orang yang sudah memukul saya dan kakakku. jika begitu tak perlu ada hukum di negara ini. kata Ranti
kalau cuma saya yang dipukul mungkin saya masih bisa menganggap ini salah paham, tapi kakakku di pukul hingga berdarah, apa aku tidak boleh meminta keadilan buat saya dan kakakku. emosi Ranti kembali meledak.
Hardi masih berusaha membujuk, om tau itu sangat menyakitkan, tapi coba Ranti pikirkan anak mereka yang saat ini masih belum sadarkan diri, sekali ini saja om minta tolong maafkanlah mereka. kata Hardi
__ADS_1
Ranti terdiam dan
DING... DING
* maaf Tuan, saran Rose maafkanlah mereka, karena setiap orangtua melihat kondisi anaknya seperti itu akan bertindak di luar nalar mereka *
Ranti yang masih terdiam, lalu dia menangis, kalian boleh menyakitiku tapi jangan menyakiti kakakku, demi kami, kak Darel menahan segala sakitnya dan sekarang seenaknya kamu bapak tua memukul kakakku.
Maafkan saya Nona, saya berjanji tidak akan berbuat seperti ini kepada siapapun dan kapanpun anda membutuhkan saya, saya siap membantu anda Nona
Dek sudahlah, ampuni mereka demi kakak, kata Darel
Tapi bibir kakak robek karena karena orangtua itu, kata Ranti masih belum ikhlas memaafkan kedua suami istri itu
Kamu bapak tua minta maaf ke kakak saya sekarang dan berjanji suatu saat kakakku butuh bantuan kamu wajib menolongnya
Baik Nona, jawab Tomo terbata-bata
Tuan muda, saya Tomo Adi Wardana, berjanji jika suatu saat, tuan muda membutuhkan bantuan maka saya siap lahir batin. Dan saya juga mewakili istri saya Ningsi Supandi untuk meminta maaf kepada anda Nona.
Baiklah, memandang kakakku dan om Hardi serta om Pribadi, kali ini saya maafkan kalian berdua dan ingat janji kalian, jika suatu saat kalian ingkar maka saya tidak akan memandang siapapun untuk menghukum kalian tanpa ampun. tegas Ranti.
Terimakasih pengampunan anda Nona.
Hardi dan Pribadi, akhirnya bisa lega dan mereka melihat putri temannya yang masih tidak sadarkan diri.
Ranti bertanya ke dokter, apa gadis itu akan baik- baik saja, dokter
Dia akan sembuh hanya saja ke dua kakinya patah dan 4 tulang rusuknya juga patah, mungkin dia akan berada di kursi roda dalam waktu yang lama, kata Dokter.
Apakah bisa saya melihat kondisi kakinya Dokter, kata Ranti
Silahkan tapi maaf kakinya sudah kami berikan gips untuk membantu penyembuhan nya. lanjut dokter
Awalnya Ranti tidak melihat kaki gadis itu patah, karena dia hanya berfokus pada kepala gadis itu yang banyak mengeluarkan darah, fan juga karena Ranti agak gugup jadi waktu di TKP dia tidak memaksimalkan penglihatan mata semesta nya.
maaf Nona, apakah anda seorang dokter ahli tulang, padahal kalau saya lihat anda bahkan masih sekolah, tanya dokter meragukan niat Ranti.
Dokter, nyawanya saya yang selamatkan, jika saya tidak mengerti pengobatan apakah pasien masih hidup, sampai saat ini ?
Dokter terdiam, dan berbicara kepada kedua orang tua gadis itu.
Bapak dan ibu kami dari pihak RS sudah melakukan sesuai kemampuan kami, tapi menurut hasil yang kami peroleh, bahwa pasien mengalami patah kaki dan butuh waktu lama untuk menyembuhkan nya dan itupun hasilnya tidak akan sama sebelum kakinya patah.
Tapi Nona ini, meminta ijin, kepada kita bahwa dia akan mencoba membantu menyembuhkan kaki anak bapak dan ibu. bagaimana menurut kalian, hanya kami pihak RS tidak bertanggungjawab jika terjadi hal-hal yang tidak di inginkan. jelas dokter itu
Kedua suami istri itu terdiam antara setuju atau tidak, jika tidak berarti anaknya cacat tapi kalau dia setuju dan makin parah pihak RS tidak bertanggungjawab. Itulah yang mereka berdua pikirkan.
Pribadi angkat bicara, Tomo saya pernah di tolong Ranti juga dan sekarang saya sudah sangat sehat, seminggu yang lewat saya keracunan dan di obati Ranti dan sekarang lihat hasilnya saya sehat dan lebih bertenaga, bahkan penyakit bawaan saya semuanya sembuh total.
Nona, kami ijinkan anda mengobati anak saya dan apapun hasilnya kami ikhlas jika terjadi sesuatu, pada anak kami. kata Tomo berusaha yakin.
Baiklah, Tapi proses nya sangat menyakitkan dan memakan waktu 45 hingga 60 menit, untuk sakitnya dia harus menahan selama 30 menit.
Langkah awal saya akan menetralkan dulu pengaruh obat penghilang rasa sakit. Dan tahap kedua baru saya memberikan obat penyembuh dan itulah yang akan membuatnya terasa lebih sakit. namun jangan kuatir nyawanya tidak akan hilang.
Baiklah lakukanlah, kata suami istri itu.
Dokter dan perawat segera membuka gipsnya dan mengganti pakaian Pasien, tentunya para laki-laki bergeser dan tirainya di tutup. hingga semua nya siap, barulah Ranti beraksi
Ranti mengambil jarum dan menusuk ke beberapa titik, dan akhirnya pasien sadar dan meringis kesakitan.
Ranti membiarkan suami istri itu berbicara dengan anaknya dan anaknya hanya menangis karena dia tau kondisi kakinya yang patah.
Nona mohon tolong saya, jika saya bisa berjalan normal maka saya melayani anda, kata gadis itu penuh permohonan.
Kakak tenang saja, semua akan baik-baik saja, namun kakak juga harus bisa menahan rasa sakitnya dan harus tetap sadar, apakah kakak mengerti dan sudah siap ? tanya Ranti
__ADS_1
Saya sudah siap dan ikhlas apapun hasilnya. kata gadis itu
Ibu tolong bantu angkat kepala anak ibu, kata Ranti ibu pasien.
setelah kepala pasien agak terangkat Ranti memasukkan pil surgawi ke mulut gadis itu
Sementara dokter dan dan lainnya melihat Ranti memberikan sebutir obat hanya diam dan menunggu
Setelah pil itu mencair, dan mulai masuk ke tubuh gadis itu, efeknya mulai terasa, badan gadis itu perlahan-lahan mulai bergetar tangan gadis itu mulai mencengkram bajunya dan makin lama getaran tubuhnya mulai bertambah kencang, sementara itu Ranti mengambil botol air minumnya dan menetes airnya ke air mineral yang ada di meja pasien.
Menit memasuki ke menit 15, terdengar bunyi tulang dan akhirnya terdengar suara gadis itu berteriak kesakitan, tulang rusuknya mulai bergerak dan kedua kakinya juga terlihat ada pergerakan sambil berbunyi...
Keringat gadis itu sudah sangat membasahi bajunya yang tipis, semua harap-harap cemas, apalagi teriakan demi demi teriakan gadis itu terus terdengar, sangat memilukan jika kita mendengar nya..
sudah 40 menit Proses itu berlangsung, dan perlahan-lahan, suara gadis itu sudah tak terdengar, segala cairan berbau keluar dari pori-pori kulit gadis itu...
Menit ke 50 proses selesai dan hadis itu pingsan...
kedua suami istri yang kuatir, tapi tidak berani bersuara, mereka hanya pasrah dan berdoa, dokter yang melihatnya juga gugup, jika terjadi sesuatu pasti pihak RS akan menyalahkannya, namun dokter itu memaksakan diri bertanya.
Nona bagaimana kondisi pasien ini... tanya dokter itu
Tenang saja dokter, kakak ini sudah sembuh, dia hanya pingsan sebentar untuk melepaskan sisa-sisa tenaganya, 5 menit lagi akan sadar
perawat tolong siapkan air hangat, nanti pasien sadar harus mandi air hangat.
Perawat itu segera kekamar mandi dan mengatur suhu air..
5 menit kemudian gadis itu sadar dan memanggil orang tuanya, bunda... ayah...
ia nak apa yang kamu rasakan sekarang apa masih sakit, tanya ibu itu
Tidak ada yang sakit, lihat ini, gadis itu merasa kakinya tidak sakit lagi dia mencoba untuk menggerakkan kedua kakinya.. bunda... ayah kakiku sudah sembuh tidak sakit lagi seperti tadi, dadaku juga tidak perih lagi seperti tadi. terlihat wajah senang dan bahagia ketiga orang itu.
Suami istri itu berlutut, nona terimakasih sudah menyembuhkan putri kami
Sudah berdirilah tidak perlu berlutut seperti itu. saya ikhlas membantu kakak ini, lain kali bertanya dulu baru bertindak.
terimakasih Nona, kami siap kapanpun anda membutuhkan kami, Kata Tomo
Baiklah, suatu saat saya akan menghubungi kalian jika saya butuh bantuan. jawab Ranti
Nona nama saya Anggun, saya melayani anda, ucapnya
Tidak perlu melayani saya, cukup kedepannya kita berteman itu sudah cukup, nama saya Ranti Putri Setiawan.
Sekarang kakak coba bangun dan berdirilah.. perintah Ranti
Anggun perlahan-lahan bangun dari tempat tidur dan berusaha berdiri namun karena ragu dia hanya berdiri sesaat dan duduk lagi.
Ya sudah mandilah, setelah kak anggun mandi kami mau pulang rumah dulu, dan ingat sebelum pulang dari RS, harap melakukan Rontgen, agar hasilnya bisa di lihat.
baik Nona.. jawab mereka bertiga kompak
Selesai menyembuhkan korban tabrak lari, Ranti terlihat kelelahan hingga dia di papah oleh Darel dan di bawah ke koridor untuk menghirup udara segar, setelah Ranti sudah pulih akhirnya mereka berpisah dengan Sonia dan Tiara.
Di perjalanan Ranti masih bertanya, apa bibir kak Darel masih sakit ?
Sudah enggak sakit, kakak hanya sudah gerah banget ingin mandi dan juga ingin makan.
Ya sudah bentar lagi sampai..
30 menit berselang mereka sampai juga dirumah, Bu Likha yang melihat ada mobil di depan rumah terlihat bingung, ketika pintu mobil terbuka dia langsung berkomentar..
Astaga, Nona-Nona muda dan tuan Muda, dan ya ampun Nona Ranti sudah bisa nyetir ya...
Biasa saja Bu Likha, tolong panggil Mang Dul kesini.
__ADS_1