
Hanya butuh waktu 1 jam dan 30 menit berkendara, mereka tiba di kampung halaman ayahnya Mora.
Herannya seluruh keluarga besar ayahnya Mora tidak ada yang menyambut mereka, seluruh kakak ayahnya Mora hanya diam saja di dalam rumah, hanya 1orang sepupu ayahnya Mora yang menyambut ayah dan ibunya Mora.
Sepupu ayahnya Mora, dengan kaki pincangnya berjalan ke halaman rumah menyambut mereka.
" Selamat datang Kak, jangan menanggapi omongan mereka, sabar saja kak", ucap adik sepupu Ayahnya Mora.
" Ia dek tenang saja, bagaimana keadaan istri dan anak- anakmu? tanya Ayahnya Mora.
" Mereka baik-baik saja, anakku yang besar sudah naik kelas 4 SD, adiknya naiknya kelas 2 SD, terimakasih atas modal pemberian kakak, hingga kami bisa buka warung kelontong", ucap adik sepupu ayahnya Mora.
" Syukurlah kalau pemberianku bisa membantumu berusaha", ucap ayahnya Mora.
" Ya sudah Kak ayo masuk, tapi yang sabar ya, dan maaf adik tidak bisa apa-apa, karena lihatlah kondisi adik", ucap sepupu ayahnya Mora.
" Nanti kakak mau berkunjung ke rumahmu, disini kakak hanya sebentar", ucap ayahnya Mora.
" Ia kak, adik bahagia kakak masih menghargai adik yang cacat ini", ucap sepupu ayahnya Mora.
" Derry, kamu satu-satunya keluargaku, seandainya kakak perempuanmu masih hidup, hanya kalian berdua lah yang selalu menghargai ku, ucap Ayahnya Mora.
" Ia kak, anaknya kakakku sudah tamat SMA, tapi aku gak punya uang untuk menguliahkannya, dia lagi menunggu kakak, katanya ingin tinggal dirumah kakak jika diijinkan", ucap sepupu ayahnya Mora.
" Tentu belum dek, biar dia tinggal kami dan kuliah di Surabaya", sambung ibunya Mora.
" Maaf Nak Ranti, ini satu-satunya adik sepupu Paman yang dari kecil sangat menghormati Paman, dia dan almarhum kakak perempuannya sangat baik sama Paman dan bibi", ucap Murry ayahnya Mora.
" Kenalkan nama saya Ranti Putri, dan ini adalah adik-adik saya, salam kenal", ucap Ranti.
" Saya Ismet, dan ini istri saya, kami kesini hanya ingin bertemu Kakak sepupuku dan keluarganya, apalagi kakak iparku yang sangat baik terhadapku", ucap Ismet.
" Jarwo, cepat kamu masuk dan tanda tangani surat ini", panggil kakaknya Ayahnya Mora.
" Tanda tangan saja Mas, setelah itu kita nyekar ke makam ayah dan ibu, kita istirahat dirumah adik Derry saja, ucap Bu Jarwo ibunya Mora.
" Ia dek, mas sudah tidak peduli dengan harta warisan, benar kata Nak Ranti soal warisan", ucap Jarwo, sambil menarik napas panjang dan masuk kerumah peninggalan orangtuanya.
" Mana yang harus saya tanda tangani, ucap Jarwo dengan tenang.
" Ini adalah surat pernyataan bahwa kamu tidak akan menuntut apa-apa di kemudian hari", ucap Kakaknya.
" Tidak akan, saya di kemudian hari tidak akan menginjak rumah ini lagi, saya hanya datang saat mau nyekar ke makam ayah dan ibu", ucap Jarwo.
" Baguslah kalau kamu tau diri, ujar mereka.
Dengan tenang Jarwo membubuhkan tanda tangannya, lalu keluar dari rumah orangtuanya.
" Jarwo, ingat baik-baik, sejak hari ini, kami bukan lagi saudaramu, kami hanya mengijinkan kamu datang ke makam untuk ziarah itu saja", ucap mereka.
" Tidak apa-apa, saya juga berjanji, mulai hari ini tidak akan pernah datang kerumah ini dan juga rumah kalian, dan kalian semua bukan lagi kakak - kakak saya", ucap Jarwo, lalu melangkah dan keluar dari rumah itu.
" Dek temani kakak ke kuburan", ucap Jarwo.
" Ayo Kak, jangan di pikirkan lagi, keluarga saya tetap menganggap kakak sebagai keluarga, anak-anak saya sangat rindu dengan Kakak dan kakak ipar", ujar Derry.
Ranti hanya diam saja melihat kesombongan Kakak-kakaknya Jarwo, dia malas meladeni mereka, itu juga karena Jarwo yang meminta agar Ranti jangan menghukum mereka lagi.
" Pak Derry, apa kalian ada keinginan untuk pindah ke kota? tanya Ranti.
" Kami memang berkeinginan pindah dari sini, kami ingin ke kota Lamongan, tapi keadaan saya seperti ini, jadi saya urungkan niat untuk pindah", ucap Derry.
" Tenang saja, hari ini pak Derry akan bisa berjalan normal lagi, jadi sebelum ke kuburan, mending kerumah pak Derry saja dulu", ucap Ranti.
Mendengar omongan Ranti yang mengatakan akan membuat Derry berjalan normal, suasana hati Jarwo kembali bahagia.
" Nak, tolong sembuhkan adikku ini", ucap Jarwo.
" Tenang saja Paman, saya juga akan memindahkan mereka dari sini sesuai keinginan mereka yang ingin ke kota Lamongan.
" Rose tolong Carikan rumah, 4 kamar, dan 1 ruko, serta lengkapi Ruko itu dengan dagangan sembako, serta siapkan mobil 1 unit mobil pickup dan 1 unit Toyota Raize, juga 2 unit motor Nmax, juga rumah mereka sediakan seluruh perabotan, hingga TV dan jaringan Internet", perintah Ranti.
" Baik Tuan, ada sebuah rumah yang cukup besar dan memiliki 4 kamar, dan di depan kompleks tersebut ada Ruko Hook 2 unit gandeng", jawab Rose.
" Baik silahkan di beli, atur bagaimana caranya, hari ini semuanya sudah siap", ucap Ranti.
" Baik Tuan, Sore hari semuanya sudah beres, hingga mobil dan motor", ucap Rose.
" Terimakasih Rose ", jawab Ranti.
Kepergian Jarwo dan keluarganya dari rumah orangtuanya membuat seluruh kakaknya senang.
__ADS_1
" Sekarang Jarwo bukan lagi bagian dari kita, walau perusahaan saya tidak lagi bekerja sama dengan perusahaan majikannya bukan berarti keluarga kita akan hidup miskin", ucap Kakaknya Jarwo.
Mereka semua senang mendengar omongan kakak pertama mereka.
Sedangkan saat ini, Jarwo sudah berada di rumahnya Derry, mereka disambut Keponakan Derry dan 2 anaknya.
" Paman, bibi kok baru datang kerumah kami", ucap anaknya Dery yang besar, sambil mencium tangan kedua paman dan Bibinya.
" Ia sayang paman baru sampai dan maaf karena baru bisa datang, ini paman dan bibi bawakan oleh-oleh untuk kamu dan adikmu", ucap Jarwo.
" Terimakasih Paman, terimakasih Bibi", ucap mereka berdua.
" Adik, ini dari kakak, semoga adik suka", ucap Mora.
" Terimakasih kakakku yang cantik, Gina sangat menyukainya", ucapnya sambil memakai gelang pemberian Mora.
" Gelang itu pakai kalau ada acara penting saja, jangan di pakai kesekolah, Ucap Mora.
" Ia kak, terimakasih", ucap Gina.
" Ini kenalin teman kakak, namanya Salma dan ini kakaknya Armando serta yang itu juga namanya kak Ranti", ucap Mora.
" Halo salam kenal ya, ini hadiah buat kamu, semoga saja pas di jari kamu, Ucap Ranti sambil memberikan sebuah cincin dari emas seberat 15 gram.
" Pak Derry dan ibu saya tidak punya banyak waktu, sore ini kita semua sudah harus ke kota Lamongan, tinggalkan saja warung yang ada disini, besok bapak dan ibu, bisa kembali kesini dan bagikan saja kepada tetangga semua isi warung ibu, atau suruh saudara ibu yang tinggal disini, sambil mereka berusaha", ucap Ranti.
" Maaf Nona Muda, lalu kami mau kemana ? tanya istri pak Derry.
" Pindah ke kota Lamongan, orang saya sudah siapkan rumah dan Ruko, jadi nanti sore sudah bisa di tempati, sedangkan rukonya, besok pagi saja sudah bisa jualan", tegas Ranti.
" Terima saja Dek, nak Ranti ingin kalian mendapat hidup lebih baik, tapi jangan pikirkan lagi mereka semua, sekarang hanya kita berdua yang masih keluarga", ucap Jarwo.
" Sekarang, bapak dan ibu ayo ke kamar, juga dengan kedua anak kalian serta keponakan kalian, untuk pak Derry, setelah ini, anda akan bisa berjalan dengan normal, persis 3 tahun lalu sebelum anda jadi cacat", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda, apapun syaratnya kami akan turuti, asal kami sebuah mendapat perubahan, khususnya suami saya", ucap Bu Derry.
" Sekarang buka baju kalian, tinggalkan ****** ***** saja dan berbaring, serta telan Pill ini, Apapun yang terjadi, percayalah, hari ini terakhir kalian hidup menderita", ucap Ranti.
Tanpa membantah, mereka semua langsung melakukannya, Bu Derry Segera membantu suaminya, dan juga kedua anaknya, setelah semua sudah berbaring, Ranti memerintahkan agar menelan Pill yang dia berikan.
" Armando, Salma Bantu kakak, ucap Ranti.
Dengan sigap Armando dan Salma segera membantu Ranti.
Bagaimana tidak gempar, begitu banyak iring-iringan mobil yang membawa mobil, terlihat Aluna beserta Tim dari Dealernya Grace, yang mulai mendatangi rumah-rumah pelayannya Ranti.
Aluna mampir terlebih dahulu ke rumah Marni, dan Segera menyuruh orang untuk memanggil semua keluarga yang mendapatkan hadiah mobil dan motor agar sekalian ke rumah Marni.
Mobil dan motor segera di turunkan dan para penerima hadiahnya segera mengisi Dokumen yang di butuhkan.
Setelah Nimar selesai mengisi formulir dan menandatanganinya, dia segera mengajak kedua keponakannya untuk memasuki mobilnya.
Ketika dia memegang setir mobil, kembali terasa hangat di seluruh tubuhnya, dia berdiam sebentar, kemudian menyalakan mesin mobil Mercedes Benz B Class Progresive Line.
Setelah dirasa cukup, Nimar segera menjalankan mobilnya dan ajaibnya dia langsung seperti orang yang sudah lama bisa menyetir mobil.
Sontak beberapa pemuda di kampung itu terpesona melihat Nimar, dulu mereka sering menjauhi Nimar, dan kalau ada pun yang mendekatinya itu hanya karena uang, mereka tahu Nimar dapat uang dari Marni.
Apalagi saat ini Nimar sedang mengendarai mobil Mercedes Benz.
Setelah semuanya beres, Aluna dan Timnya kembali ke Surabaya, tapi sebelumnya dia memberi laporan kepada Ranti.
Sementara saat ini Ranti sedang berbicara dengan Jarwo dan Derry yang sudah selesai proses pengobatannya dan sudah bisa berjalan dengan normal.
Di desa itu juga gempar, setelah, Ranti dan Salma serta Armando, Jarwo dan istrinya juga Mora dan adiknya, Derry beserta istrinya serta kedua anaknya, juga keponakannya, sedang berjalan kaki menuju ke pemakaman.
Seluruh kakaknya Jarwo terkejut melihat Derry yang sudah bisa berjalan dengan normal dan juga penampilannya sudah sangat berbeda.
Begitu juga warga yang sangat terkejut melihat perubahan keluarga itu.
" Derry kamu sudah sembuh? tanya seorang laki-laki warga kampung yang suka menggoda istrinya Derry.
" Ya kamu bisa lihat sendiri, kenapa? apa kamu berharap agar saya tidak sembuh agar kamu bisa terus-terusan menggoda istri saya", tembak Derry.
" Hahahaha, tapi sayangnya istrimu terlalu setia, maafkan saya, saya janji tidak akan melakukannya lagi, walau sekarang istrimu sudah lebih cantik dari sebelumnya", ucap orang itu.
" Baiklah, karena hari ini, suasana hatiku lagi bahagia, jadi ku maafkan kamu.
Dari kejauhan nampak seorang sahabat Derry yang berlari mendekatinya.
" Derry, syukurlah kamu sudah sembuh, saya turut bahagia untukmu, jangan lupa mainlah ke kebun saya, karena saya sudah tinggal disana, jangan cari aku dan keluarga di rumah Ayahku, karena kamu tahu sendiri masalalu istri saya, jadi saya di usir kedua kakakku dan orangtuaku", ucap sahabatnya.
__ADS_1
" Sabarlah, tapi bagaimana kalau kamu tinggal saja di rumahku dan teruskan usaha saya, pulanglah dan ajak istri dan anakmu kerumahku, aku tunggu, saat ini aku mau antar abangku Jarwo dan keluarganya ke kuburan paman dan bibi ku ? ucap Derry.
" Terus kamu mau tinggal di mana? tanya temannya Derry.
" Aku hari ini pindah ke Lamongan, jadi kamu bisa pakai rumahku dan jika kamu sudah punya uang, kamu bisa beli tanah dan bangun rumah sendiri, ucap Derry.
" Baiklah saya balik ke kebun dulu dan ajak istri dan anakku kerumahmu, ucap temannya itu.
" Bawa dulu pakaian seadanya, nanti besok kalian baru ambil lagi yang lainnya.
Setelah berbicara demikian, mereka lanjutkan perjalanan ke pemakaman.
Sejam mereka berada di pemakaman, akhirnya mereka memutuskan kembali ke rumah Derry.
Saat tiba di rumahnya, Derry melihat begitu banyak warga yang datang ingin melihat kesembuhan Derry secara langsung.
Sejam kemudian, terlihat temannya Derry datang bersama dengan istri dan anak semata wayangnya yang berusia 13 tahun.
" Dahlan, kami tinggal disini saja daripada di kebun, kamu teruskan usaha saya ini, kamu tidak perlu membayar apapun soal dagangan yang ada, anggaplah sebagai balasan pertemanan kita, hanya kamu sahabatku yang setia datang berkunjung menjengukku", ucap Derry.
' Terimakasih Derry, saya akan merawat rumah kamu dengan baik', Ujarnya.
" Saya percaya, kamu gak mungkin membiarkan rumah ini hancur", ucap Derry.
" Maaf kalau saya memotong pembicaraan kalian, jujur saja saya tersentuh dengan persahabatan kalian.
" Pak Derry, pak Dahlan jangan tinggal disini, ikut kamu saja pindah ke kota Lamongan, agar kamu juga punya sahabat disana dan kalian bisa saling menjaga.
Biarkan saja barang kalian yang sudah tidak penting di gubuk kalian disana, sekarang kalian bertiga ikut saya, masuk kamar saya akan merubah kalian menjadi lebih baik.
Tak lama teriakan demi demi teriakan terjadi.
" Rose, carikan satu unit rumah lagi dan ruko", perintah Ranti.
* Untung saja tuan memerintahkan saya saat ini, kebetulan, rumah di samping pak Derry disini mau di jual juga dan orangnya kebetulan juga datang, ya sudah Rose segera membelinya dan mengisi semua perlengkapannya, juga mobil dan Motor buat temannya Tuan Derry, ucap Rose.
" Sekarang penuhi lemari pakaian kedua keluarga itu, juga kulkas mereka segera isi dengan bahan makanan, 3 jam lagi kami berangkat dari sini, dan semuanya harus sudah siap", ucap Ranti.
* Beres Tuan, tanyakan saja temannya Tuan Derry Mai usaha apa, biar Rose isi rukonya",ucap Rose.
" maaf sudah merepotkan kamu Rose", ucap Ranti.
* Asal demi kebaikan dan menolong orang, Rose justru sangat senang menolong Tuan, hati Tuan sungguh mulia", ucap Rose.
" Terimakasih Rose", balas Ranti.
Setelah setengah jam menunggu, akhirnya ketiga orang itu keluar dari kamar dengan penampilan yang sangat berbeda.
" Dahlan, saya bantu kamu karena kamu sahabatnya pak Derry, jadi jangan pernah kamu mengkhianatinya, jika saya mendengarnya, maka saya akan kembalikan kamu ke kehidupan yang sekarang", tegas Ranti.
" Saya bersumpah tidak akan pernah mengkhianati teman saya", ucap Dahlan.
" Baguslah, sekarang saya tanya, kamu dan istrimu ingin membuka usaha apa jika ada uang? tanya Ranti.
" Istri saya pintar masak, dia bercita-cita ingin punya warung makan dan juga toko kue, karena dia dulu sekolah tata boga", jawab Dahlan.
" Baiklah, mulai besok kalian di Lamongan buk usaha itu, semua sudah tersedia, jangan tanya bagiamana caranya, pokonya hari ini, adalah terakhir kalian hidup dalam hinaan, buktikan ke keluargamu bahwa setiap orang punya masalalu", ucap Ranti.
" Rose mereka mau buka warung makan dan Toko kue, segera selesaikan, dan juga tambahkan mobil pickup, serta tambahkan keahlian memasak dan kue kepada mereka, serta skill berbisnis pada SIM kendaraa mereka", ucap Ranti.
" Baik Tuan", serahkan saat tiba di Lamongan", jawab Rose.
Tepat Jam 6 malam mereka semua meninggalkan kampung itu, menuju ke Lamongan.
Rose sendiri sudah selesai mengurus seluruh perintah Ranti.
" Tuan silahkan ikuti GPS nya untuk tiba di lokasi, dan seluruh Dokumen rumah dan ruko itu akan di antar seminggu lagi agar terlihat normal dan alasannya adalah mengurus langsung balik Nama, kunci rumah dan kendaraan nanti orang saya yang akan memberikannya kepada Tuan, sedangkan dokumennya mereka urus besok, begitu juga SIM buat mereka", ucap Rose.
Sejam kemudian mereka tiba di lokasi yang dimaksud Rose, mereka melihat 2 rumah berdekatan dengan. warna dominan Krem, sudah terdapat mobil dan motor di kedua rumah itu.
" Ayo masuk, ini rumah Derry dan yang itu adalah milik Dahlan", ucap Ranti.
" Ya ampun Nona Muda, Rumah ini sangat besar buat kami", ucap Derry.
" Terimalah dan nikmatilah, ini alamat dan kunci Ruko kalian berdua yang berada satu kompleks, berusahalah dengan baik dan perbaikilah hidup kalian.
Mobil dan motor itu milik kalian, untuk Keponakan kalian jangan dipikirkan soal biaya kuliah, dan terserah dia mau kuliah dimana", ucap Ranti.
Setelah mereka puas berkeliling rumah, akhirnya mereka duduk di rumahnya Derry.
" Derry ini untuk mu, di ATM itu ada uang berjumlah 25 milyar Deposito, dan 2 ATM ini masing-masing 5 milyar untuk kalian berdua, gunakan sehari-hari, begitu juga kedua anak kalian telah kusiapkan deposito berjangka masing-masing berisi 15 milyar, dan masing-masing 2,5 milyar untuk biaya sekolah mereka. Dan ini untuk modal usaha sebesar 10 Milyar, tolong bijak dalam menggunakan uang ini", ucap Ranti.
__ADS_1
Untuk Keluarga Dahlan, kalian kuberikan 20 milyar dalam bentuk Deposito, dan masing-masing kalian 5 Milyar untuk di pakai sehari-hari, untuk anak kalian saya berikan 15 milyar dalam bentuk deposito dan 2,5 Milyar untuk biaya sekolah. Dan 10 Milyar untuk modal usaha.
Juga buat keponakan kalian, saya berikan uang 20 Milyar Deposito Berjangka dan 5 Milyar untuk biaya sehari-hari, serta uang untuk biaya kuliah sebesar 2,5 Milyar, juga saya berikan mobil Toyota Raize untuk kuliah dan motor Nmax", ucap Ranti.