SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Kartu Sultan


__ADS_3

" Bagaimana saya mau membelinya, istrimu sudah merusak tasnya, untung ada 2 jadi aku beli yang tidak rusak saja, kata Ranti sambil memberikan tas yang utuh ke Sasha.


Betapa kesalnya si wanita muda itu, karena suaminya tidak membelanya, dan langsung meletakkan tas yang rusak itu ke atas meja dan ingin beranjak dari toko itu


" Mohon maaf Nona, bagaimana dengan tas ini, kata pelayan yang dari tadi melayani Wanita itu.


" Tasnya tidak jadi aku beli, saya tidak mau dengan barang yang rusak, kata wanita muda itu.


" Tapi anda yang mengambil dari tangan Nona Muda ini, kata pelayan itu


" Kamu suruh saja dia yang bayar, kan dia juga tertarik dengan tas itu, sengit wanita muda itu.


" Saya tertarik dengan tas itu, tapi kamu sudah merusaknya, kata Ranti


" Jangan asal ngomong kamu, mana buktinya saya merusak tas itu, kata wanita Muda itu.


" Lihat saja di CCTV, bagaimana kerasnya kamu menarik tas itu dari tangan saya, kata Ranti santai sambil memilih tas untuk Robin dan Yati.


" Nona tolong anda mengganti tas kami yang rusak, kata pelayan itu ke Ranti


" Siapa yang merusak barang kalian, apa kamu juga tidak melihat tas itu sudah ku periksa dan 100% baik, hingga aku mau membelinya, makanya buka CCTV kalian, kata Ranti kesal


Sasha tak peduli dengan perdebatan mereka, karena dia yakin semua barang yang sudah di bungkusnya pasti di bayar oleh Ranti, " Semoga hari ini ada rejeki buat saya" gumam Sasha,


Ranti mendengar Sasha bergumam, sejenak membuat dia teringat masa dimana dia tidak punya uang.


" Pokoknya saya tidak mau bayar, teriak wanita muda itu.


Di depan pintu Toko sudah sangat banyak pengunjungnya yang menonton keributan di toko itu, namun di tengah- tengah penonton datang seorang wanita paruh bayah


" Ada apa ini, Kenapa ada keributan di sini, kata wanita paruh bayah itu, ternyata dialah pemilik Toko nya.


Pelayan itu langsung menceritakan kronologis bagaimana tas itu bisa rusak, dan mereka akhirnya memutuskan untuk membuka CCTV.


Wanita muda itu sudah ketar-ketir, begitu juga para pelayan lain, karena jelas nampak awalnya Ranti datang tidak ada yang menyambutnya, terlihat jelas juga Sasha datang dan melayani Ranti dan mengambil banyak tas dan langsung membungkus nya, dan Momen bagaimana Ranti ingin menyerahkan 2 buah Tas ke Sasha dan tiba-tiba, direbut paksa oleh wanita muda itu.


Melihat tayangan itu, wanita muda itu langsung pucat, bagaimana tidak dia harus membayar mahal untuk sebuah tas yang di rusaknya sendiri.


" Maaf Nona di CCTV jelas terlihat anda yang merebut paksa hingga tas itu rusak, kata pemilik Toko.


" Tapi itu kan gara-gara gadis itu, kata wanita muda itu membela diri


" Jelas anda yang salah, kenapa menyalahkan orang lain, dan sekarang kamu harus mengganti nya seharga barang sebelum rusak 100 juta.tegas pemilik Toko.


" Maaf Nyonya, apakah anda ingin memeras istri saya, kata pria itu


" Maaf Tuan, jika saya memeras pasti akan saya naikkan harganya, tapi saya minta dengan harga sebelum rusak dan itu wajar bukan, kata wanita pemilik toko.


" Jangan-jangan uang nya tak cukup nyonya, ejek Ranti


" Kamu..!!!, teriak laki-laki itu


" Kenapa, kalau punya uang silahkan bayar, kalau tidak punya uang tinggalkan KTP dan surat perjanjian hutang, bereskan, ujar Ranti terus mengejek


" Jaga mulut kamu, bentak laki-laki itu


" Oops sorry, Nyonya tenang saja pasti mereka bayar, mereka itu pemilik perusahaan besar, hotel terbakar dan hancur saja mereka mampu bangun dalam sekejap, kata Ranti sarkas


" Silahkan kalian membayar tasnya baru bisa kalian keluar dari sini, kata pemilik Toko itu.


Sepasang suami istri hanya terdiam, ada rasa bingung dan lebih banyak rasa malu di tonton orang.


" Sasha tambah ke dua barang ini, jadi total berapa, ucap Ranti


" Untuk 10 item pertama 1,110 milyar dan discount 10%, jadi 999 juta, untuk 1 tas yang model ini 100 juta dan 1 model pria itu 85 juta dan terakhir tas Selempang model ini, 50 juta. Total semuanya, 1,234 milyar, jawab Sasha.


" Maaf Nyonya boleh saya bertanya, ucap Ranti


" Silahkan, kata pemilik toko


" Saya dapat discount 10%, tapi Discount nya saya berikan ke Sasha bisa gak, dan juga apakah komisi nya tetap berlaku jika discount untuk saya, menjadi miliknya, tanya Ranti


" Semua terserah anda Nona, discount adalah hak ada yang toko berikan, jadi terserah anda mau berikan ke siapapun, dan untuk masalah komisi Sasha pasti tidak berpengaruh, Nona tenang Saja.


" Satu lagi karena saya tidak membawa kendaraan bisa gak barang-barang ini di antarkan ke hotel tempat saya menginap, tidak apa-apa nanti setelah toko tutup, dan tolong Sasha yang mengirimkan barang saya, kata Ranti


" Baik Nona, tapi karena waktu sudah malam, jadi memohon untuk mengganti biaya kirim, kata pemilik Toko


" Tidak masalah, sambil Ranti menulis nama hotel dan nomor kamar, serta nomor handphone nya.


" Silahkan bayar di Kasir Nona, ucap Sasha yang kini raut mukanya mulai agak tenang.


Ranti segera ke kasir dan mengeluarkan Kartu Black Card Super Exclusive dari Bank Mandiri.

__ADS_1


Pemilik Toko terkejut melihat melihat kartu ATM Ranti, setahu dia, bank Mandiri hanya akan mengeluarkan Kartu ATM model seperti itu bagi nasabah khusus yang memiliki Saldo lebih dari 100 triliun.


Sepasang suami istri yang angkuh itu juga terkejut, Pria muda itu pernah mengajukan permohonan untuk mendapatkan kartu seperti itu, tapi dengan tegas pihak Bank Mandiri menolak nya.


" Biar saya yang menggeseknya, kata pemilik Toko itu, sambil mengambil kartu ATM Ranti.


Dengan sedikit gugup Nyonya Pemilik toko itu menggesek kartu ATM Ranti, si pemilik toko menekan angka - angkat sejumlah uang harus di bayar Ranti dan terdengar bunyi Ting.. pertanda pembayaran lunas.


" Sasha berikan nomor rekening mu, sekalian saya transfer jumlah discount 10% , berarti 111 juta, kata pemilik Toko itu.


Pemilik Toko menyerahkan kembali kartu ATM Ranti dan mengucapkan terimakasih sudah berbelanja.


Para pelayan hanya bisa melongo saja, melihat Sasha mendapatkan 111 juta, belum lagi komisi dari total penjualan sebesar 5 %.


" Terimakasih Nona, ucap Sasha yang tak mampu menahan airmatanya.


" Itu rejeki buat kamu, dan tolong nanti kamu antar semua belanjaan ini ke hotel kata Ranti, sembari memberikan uang 5 juta, sebagai ongkos Taksi.


Pemilik maupun pelayan Toko dan sepasang suami istri, sekali lagi di buat terkejut, bagiamana tidak ongkos Taksi online dari toko itu sampai ke hotel paling banyak 100 ribu.


" Terimakasih Nona, setelah tutup toko saya akan mengirimkan barang anda, ucap Sasha.


" Saya tunggu di hotel, ucap Ranti dan beranjak dari toko itu.


" Sasha kamu sangat hebat ini Pembelian terbesar selama toko ini di buka, mulai besok kamu tidak lagi sebagai Trainee, tapi sama dengan yang lainnya, setiap ada produk baru coba kamu tawarkan ke Nona yang barusan, kata pemilik Toko


" Terimakasih Nyonya, kata Sasha sopan.


Akhirnya sepasang suami istri itu harus membayar tas yang rusak dengan harga normal, mereka hanya bisa membatin


Waktu sudah menunjukkan pukul 6 Sore, Ranti melihat ada orang yang begitu di sebuah restoran seafood, mata Ranti langsung berbinar.


" Hmmm aku mau coba menu disini apakah lezat seperti yang di Mall Galaxy di Surabaya, batin Ranti, sambil melangkah ke arah restoran yang begitu luas dan ramai.


Begitu dapat tempat duduk, seorang pelayan datang memberikan daftar menunya, kembali mata Ranti berbinar, lidah dan perutnya seperti kompak menuntut agar Ranti memesan Lobster ukuran 600 gram,


Ranti segera memesannya,dan juga menambah udang goreng tepung 1 porsi dan cumi-cumi goreng tepung serta cap chai.


Pelayan yang melayani pemesanan Ranti sempat kaget, seorang gadis memesan makanan begitu banyak untuk dirinya sendiri.


Sambil menunggu pesanannya, Ranti di suguhkan juice, akhirnya setelah menunggu hampir 30 Menit pesanannya datang.


Ketika pesanannya di hidangkan, betapa kagetnya pelanggan yang melihat diatas meja Ranti terdapat seekor Lobster besar dan beberapa menu lainnya.


Tanpa menunggu lama Ranti mulai mencicipi menu pesanannya, dengan perlahan dia mulai menikmati makanannya, sementara menikmati makanannya, dia melihat seorang gadis kecil sedang melihatnya .


" Halo Ade cantik, sapa Ranti


Gadis kecil itu membalas dengan senyum, kedua orangtuanya kaget mendengar ada yang menyapa anaknya.


" Maaf Nona, apa kami mengenal anda, ibu gadis itu


" maaf Nyonya, saya sementara makan, dan aku melihat anak Nyonya melihat ku dengan tersenyum, jadi aku menyapanya.


" Oh begitu, ini Duma anak saya, usia 4 tahun, dia jarang tersenyum kepada orang lain.


" Hai Duma, nama kakak Ranti, apa kamu mau menemani kakak makan udang goreng, kata Ranti


Duma hanya senyum dan mengangguk, tanda kalau dia mau


Ranti kembali ke mejanya dan membawa piring yang masih banyak undangnya


" Nyonya apakah Duma tidak alergi seafood, tanya Ranti


" Tidak, ada apa Nona, tanya ibu dari Duma


" Saya ingin memberikan beberapa ekor udang goreng tepung milik saya, ucap Ranti


" Tidak usah Nona, maaf anak saya merepotkan Anda


" Tidak apa-apa, dia tidak memintanya, melainkan aku yang ingin memberikannya, jadi tidak masalahnya, kata Ranti


" Jadi gak enak Nona, kata ayah Duma


" Santai saja Tuan, saya punya adik perempuan tapi umurnya sudah 8 tahun, dia sangat hobi makan seafood apalagi udang, cumi-cumi dan kepiting.


Akhirnya Ranti berinisiatif menggabungkan meja mereka, orangtuanya kaget ketika Duma berpindah dan duduk di pangkuan Ranti, otomatis Ranti menyuapinya dengan senang hati.


terlihat Duma begitu senang, dan lahap mengunyah udang goreng, sekali- kali Ranti menyuapi cap cai.


" Maaf Nona kenalkan nama saya Hino Nakata dan ini istri saya Kamala Hartono, ucap ayah Duma


" Saya Ranti Putri, senang berkembang dengan kalian, balas Ranti.

__ADS_1


" Kelihatannya Nona Ranti baru di Jakarta, kata Kamala


" Benar Nyonya, kebetulan liburan sekolah, jadi saya datang ke Jakarta untuk liburan,.


" Oh asalnya darimana, tanya Kamala


" Saya dari Surabaya, jawab Ranti singkat, sambil tangannya menyuapi Duma.


" Orangtua Nona juga ikut kesini, tanya Kamala


" Tidak, saya sudah tidak punya orang tua dari seusia Duma, jawab Ranti


" Oh maafkan saya Nona, kata Kamala tak enak hati.


" Gak apa-apa, saya sudah terbiasa tanpa mereka, aku punya banyak kakak angkat dan 2 adik angkat, salah satunya yang paling kecil namanya Salma.


"' Jadi kamu tinggal dengan orang tua angkat si Surabaya, giliran Hino Nakata yang bertanya


" Tidak, saya tinggal bersama 5 kakak angkat dan 2 adik angkat, di Surabaya, jawab Ranti.


" Mandiri juga Kalian, puji Hino Nakata


" Tidak juga, di rumah banyak pelayan dan sopir, jawab Ranti


" Senang berbicara dengan anda Nona, balas Hino Nakata


" Sama-sama Tuan, saya juga senang ngobrol dengan kalian, apalagi bisa berkenalan dengan Duma.


" Bos saya pindahan dari Bank Mandiri cabang Surabaya, orangnya kalem dan baik, kata Hino Nakata


" Tuan bekerja dimana, tanya Ranti yang penasaran ucapan Hino Nakata


" Saya salah satu Direktur di perusahaan Pembiayaan keempat terbesar di Indonesia, tapi baru 3 bulan saya naik jabatan, menggantikan atasan saya yang mengundurkan diri, kata Hino Nakata


" Padahal sudah direktur sayang juga mengundurkan diri, kata Ranti


" Dia pindah ke perusahaan Pembiayaan juga dan paling besar di Indonesia, jabatan juga sama Direktur.


" Apa nama perusahaan Tuan, tanya Ranti


" Tri Link Finance Indonesia, CEO nya, Pak Jusuf Maulana, dia memberikan saya kesempatan untuk menjadi Direktur, padahal senior masih banyak, umur mereka juga jauh dia tas saya, yang masih 27 tahun, kata Hino Nakata


" Umur tidak menentukan kualitas dan kinerja Tuan, selama kita mampu, dan juga atitude kita baik kenapa tidak, kata Ranti.


" Itu yang di katakan Pak Jusuf Maulana, dia bilang pemilik perusahaan Tri Link Finance Indonesia, masih sangat muda bahkan masih sekolah, kata Hino Nakata


Ranti hanya diam mendengarkan cerita Hino Nakata yang terlihat begitu bangganya ke pak Jusuf, yang telah memberikan nya kesempatan.


" Pemilik perusahaan Tri Link Finance Indonesia juga Pemilik Mall Cempaka dan beberapa gedung berlogo RPS, lanjut Hino Nakata.


" Sudah berapa lama Tuan Hino bekerja di Tri Link Finance, tanya Ranti


" Dari saya lulus kuliah, dulu Magang waktu kuliah, setelah lulus kuliah dan melamar kerja, ternyata saya di terima, sekarang masuk tahun ke-lima saya di Tri Link Finance, jawab Hino


" Mantab karier Tian termasuk hebat, pasti banyak perusahaan besar mengincar Tuan, kata Ranti


" Kalau bekerja fokus cari uang, pasti orang akan cari gaji yang besar, tapi kalau saya berbeda Nona, gaji besar belum tentu membuat kita nyaman, dan bagi saya Tri Link Finance Indonesia juga bukan perusahaan sembarangan, saya bangga bisa di terima bekerja di Tri Link Finance yang waktu masih karyawan biasa, apalagi sekarang salah satu Direktur, bangga Hino Nakata.


" Bisa saya tiru prinsip Tuan, kata Ranti


" Tapi sebagai laki-laki terkadang semua tergantung dari pasangannya, saya sangat bersyukur, punya istri cantik yang menerima saya apa adanya, Kamala tak pernah menuntut barang mewah, bagi dia rumah yang penting, dan sekarang adalah Duma, lanjut Hino Dutro membanggakan istrinya


" Hehehehe benar juga Tuan, saya nonton di TV, suami korupsi demi tas mahal istri, ujar Ranti sok dewasa


" Nona, itulah alasan saya tidak mau mengikuti trend sosialita, kalau saya ingin pasti saya tunggu discount dan juga tunggu suami saya benar-benar punya uang lebih, kasihan suami saya pergi pagi, pulang malam, kita minta beli tas Hermes 200 juta, mendingan tabung beli rumah, setelah anak besar kita butuh uang bisa jual dengan harga yang pasti naik. kata Kamala.


" Keluarga hebat, saya pasti akan mengikuti cara pandang tuan dan nyonya kata Ranti.


" Nona juga terlihat hebat, walau hidup tanpa orang tua, kata Kamala.


" Ya karena keadaan yang memaksa saya untuk mandiri bersama saudara- saudara saya.


" Oh ya Tuan, Direktur bagian apa di perusahaan tempat tuan bekerja, tanya Ranti


" Saya Direktur keuangan, jawab Hino Nakata.


" Terimakasih waktunya Tuan, saya sangat bahagia bisa bertemu dan berkenalan dengan kalian, mungkin suatu saat saya akan melamar pekerjaan di perusahaan tempat tuan Hino Nakata bekerja, kata Ranti


" Silahkan datang bawa lamarannya, siap tahu rejeki, kata Hino Nakata.


" Boleh saya minta kontak Tuan dan Nyonya, tanya Ranti


" Boleh, ini kartu nama saya, kelak jika sudah lulus kuliah, silahkan datang ke kantor kami, kata Hino Nakata.

__ADS_1


" Maaf tuan saya juga usaha kecil-kecilan, ini kartu nama saya, ucap Ranti sambil memberikan kartu nama eksklusif milik nya.


" Baiklah Nona, dan ini handphone istri saya silahkan isi nomor kontak Anda nanti saya miscall, kata Hino Nakata.


__ADS_2