
Ranti berdiri dari kursinya menuju ke ibu penjual, " tolong bungkus udang asam manis, udang sambal balado, ikan bawal goreng.
Ranti kembali ke tempatnya dengan membawa 2 botol air mineral, Ranti melihat Lupita makan namun wajahnya terlihat sedih.
Kamu kenapa Lupita, kalau makan itu harus dengan suasana senang !
Ia Non, hanya kuatir, takutnya ayah mencemaskan aku, biasanya jam segini aku sudah pulang.
Sebentar lagi, makanan kamu saja masih di leher. Sudah tenang saja nanti aku yang bicara dengan bapakmu.
Setelah melakukan pembayaran, 3 Bungkus makanan yang di pesan Ranti disuruh Lupita pegang, alasannya takut tumpah di mobil.
Mereka pergi dari situ dan menuju kontrakkan Lupita, Ranti turun dari mobil, begitu juga Lupita dan tak lupa Lupita meninggalkan bungkus makanan di kursi mobil.
Mari masuk, maaf tempatnya kecil, ajak Lupita dan datanglah pria paruh bayah menyambut Lupita,
Kok pulangnya telat nak, kata ayah Lupita
Maaf pak tadi Lupita saya ajak temani saya makan, oh ia kenalkan nama saya Ranti Putri. Adik dari pemilik kafe tempat Lupita bekerja.
" Saya Rustam Ghazali, ayah Lupita
Sesaat Ranti terdiam mendengar nama Ayahnya Lupita, " apakah dia ini cicit pemilik harta Karun itu.
Maaf, istri bapak kemana, tanya Ranti
Mama Lupita sudah tenang di surga, Kata ayah Lupita.
Oh maafkan saya, sudah mengingatkan bapak sama istri. jawab Ranti dengan rasa bersalah.
Saya pulang dulu sudah malam, " Lupita" , makanan yang tadi kamu taruh dimana ?
Di mobil Non, Jawab Lupita
Astaga... maaf Lupita, makanan itu buat bapak, hehehehe
Saya kira untuk orang dirumah Non, ucap Lupita.
Ya sudah antar saya kedepan dan makanannya
Setelah dari rumah Lupita, Ranti terbayang dengan nama ayah Lupita, namun bagaimana membuktikannya..
" Rose apakah kamu bisa membantuku mencari informasi soal ayahnya Lupita?
Mata Semesta ku hanya memberitahu nama dan istrinya serta Lupita, dan anehnya, jika mamanya Lupita sudah meninggal pasti mata semesta ku akan memberikan info.
Aneh.. apa Mata Semesta ku lagi error'..
Pletaakk... pletaakk..
Aduh Rose kenapa kau pukul kepalaku, Ranti meringis kesakitan
* Tuan, makanya jangan terlalu polos dan naif jadi orang. Ibunya Lupita, pergi meninggalkan ayahnya dan Lupita waktu itu Lupita masih berumur 2 tahun.
* Tuan jika bertemu Kembali dengan ayahnya Lupita, coba tanyakan asal kampung ayahnya Lupita.
" Maksudnya apa Rose?
* Jangan banyak tanya, tuan tanyakan saja dulu, atau tanya sama Lupita. nanti tuan akan tau maksudnya.
" Ya sudah, aku parkit mobil dan mau mandi.
* baik Tuan*
Karena suasana rumah sudah sepi, Ranti juga langsung kamar, Mang Dul dan Bu Likha juga langsung masuk kamar dan istirahat.
Ranti membuka seluruh pakaiannya dan membersihkan tubuhnya, setelah selesai berganti pakaian di masuk ke cincin semesta dan mengambil surat dan 3 barang yang ada di kotak kecil.
Barang-barang itu adalah Liontin dan Cincin dan ternyata itu adalah cincin tingkat Perunggu, luasnya hanya 1x lapangan bola, serta 1 tetes darah.
" Rose jika dia mantan pemilik sistem kenapa cincin nya hanya tingkat Perunggu
__ADS_1
* Saat itu untuk dunia ini, Cincin perunggu adalah yang Tertinggi. Setelah Sistem Mengupgrade menambah sistem pengabdian maka sistem membuat cincin tertinggi adalah Cincin tingkat semesta dan hanya Tuan yang memilikinya. Fan untuk cincin perunggu tuan bisa beli dengan harga 100 poin pengabdian.
* Jika tuan ingin membeli dan memberikan cincin perunggu itu kepada orang lain, hendaknya berikan dia pil atau cairan pengikat jiwa, agar jika orang tersebut berkhianat maka secara otomatis cincin tersebut akan kembali ke inventori Tuan. Dan batas pembelian hanya 25 cincin saja.
" Baik Rose, terimakasih
Ranti sudah selesai berbicara dan dia memilih untuk istirahat, esok jam 10 dia akan bertemu dengan Tania dan pak Ryan.
Baru saja mau berbaring, pintu kamarnya di ketuk, ternyata Mercy.
Ranti membuka pintu, " ada apa kak, kenapa belum tidur, tanya Ranti
Kakak kangen ingin tidur sambil memeluk mu. kata Mercy
Astaga, kakak bontot sudah besar dan tumben kak Mercy rindu ingin tidur dan memelukku. selidik Ranti
Ya sudah kalau gak boleh, kakak kembali saja, sambil menunjukkan sedih Mercy pura-pura akan kembali ke kamarnya.
Ya sudah ayo masuk, tapi jangan ngorok ya ... kata Ranti
hehehehe kalau itu kakak gak jamin... jawab Mercy sekenanya
Mereka berbaring dan Mercy langsung memeluk Ranti, dia mengingat saat malam pertama Ranti tidur sendiri dan menangis.
Kak Mercy ada apa, apa kakak rindu suasana Panti Asuhan
Ia, kakak rindu dan teringat bagaimana kita dulu, bagaimana kamu dan Rindu, menangis di pelukan kakak, kamu lebih sering dengan kakak, kalau Rindu dengan Kak Darel.
Kakak rindu saat- saat itu, tadi kakak sudah tidur, namun kakak terbangun karena kakak mimpikan kamu, yang berkeringat mengurus kami semua, maafkan kakak kalau selama ini kakak selalu cerewet sama kamu, itu karena kakak tidak mau kamu terlalu capek hingga nanti kamu sakit.
Apa kamu mau memaafkan kakak, tanya Mercy.
Ranti, bergerak dan ambil posisi bersandar, sudah tugas kakak menjaga kami, jadi tidak ada yang salah, kalau aku menganggap kakak salah apakah aku pantas memanggil kalian dengan kakak, apalagi kak Mercy yang dari aku kecil selalu berkorban untuk ku.
Bontot tidak pernah lupa semua kebaikan kakak, dan juga hingga saat ini kalian tidak pernah membuat aku susah atau juga menyakiti perasaan aku. Kalau bukan kalian yang memperingatkan aku, terus siapa lagi.. ? Suster Diana tidak bersama kita lagi..
Terimakasih pengertian kamu Bontot, kakak sangat menyayangi kamu, kata Mercy sambil membelai rambut hitam panjang Ranti, dan memang Ranti paling senang jika Mercy melakukan itu.
Ya sudah ayo kita tidur, besok aku ada pertemuan dengan orang jam 10, Doakan agar hasilnya besar
Pagi-pagi, seisi rumah di buat gempar oleh Rindu yang menginterogasi Darel, karena melihat wajah Darel yang lebam di tambah lagi beredar di video pertarungan Ranti di parkiran kafe mereka.
Kakak ada masalah apa di kafe hingga sampe bontot harus berkelahi, kalau dia kenapa - kenapa Rindu akan marah sama kakak, ia aku juga sambung Friska
Sudah gak usah ribut, Bontot baik" saja, semalam kakak ngobrol sama dia hingga jam 12 malam, dia tidur di pelukan kakak, jawab Mercy.
Namun mereka menyadari melihat Ranti bertarung, jurus-jurus yang di gunakan terlihat begitu hebat, bahkan ada yang komentar, mengatakan jurus Ranti itu tingkat Master.
Ia tapi tetap saja kakak juga kuatir kata Mercy, dia berbalik menatap Darel dan memegang kedua pipi Darel, apa masih sakit kak.
Sudah mendingan tadi malam Ranti sudah memberikan obat. dan tak lama berselang handphone Darel berbunyi
Halo sayang apa kamu baik-baik saja, aku lagi jalan kesana dari RS Puri Medika.
Sonia mending bantu Robin jaga Kakek mu nanti siang aku ke RS
Ini aku sudah di gerbang kompleks rumah kalian, kata Sonia
Astaga.. kakak ipar kita ini, kata Rindu
Terus kakakmu ini harus bagaimana, tingkahnya memang sudah begitu, persis kaya kalian sangat menyayangi kakak, kata Darel.
Maka kakak harus perlakukan kakak ipar dengan baik.
Ada apa ini pagi-pagi sudah berisik, dan kak Mercy juga curang, katanya mau keloni aku dan bangunin aku, ternyata subuh aku bangun kakak sudah gak ada, Ranti pura-pura merajuk agar gak di tanyain masalah di kafe.
ia maafin kakak ya uda sini kalau masih mau kakak peluk, ajak Mercy
Ranti mendekat dan bersandar di bahu Mercy dengan Manja, Ting tong.
Waduh siapa pagi- pagi begini sudah datang bertamu, Bu Likha yang buka pintu da. mengantar Sonia ke ruang keluarga.
__ADS_1
Sonia langsung memeriksa Darel, masih sakit gak, apa perlu kita cek ke RS, kata Sonia bertubi-tubi, badan Darel di putar sana dan putar sini, keempat adiknya hanya geleng-geleng Kepala..
Yang jomblo Ayo kita minggir, merekalah pemilik dunia ini, kita hanya ngontrak, teriak Rindu meledek Darel dan Sonia
Kakak ipar, janganlah bermesraan di depan kami, kakak tau sendiri kami ini hight quality jomblo, kelakar Friska
Hahahaha mereka menertawai Darel dan Sonia.
Kami bahagia punya kakak ipar yang bukan hanya cantik tapi hatinya juga baik dan terpenting sayang sama kak Darel dan kami berempat.
Sonia tersenyum bahagia, dia ingat sewaktu masih menunggu kepastian apakah Darel juga mencintai dia, dan juga Sonia takut kalau keempat adik-adik perempuan Darel mau menerimanya atau tidak. tetapi sekarang itu semua sudah terbayar.
Ayo kita sarapan, Sonia berdiri dan melayani Darel, dan bukan hanya Darel, keempat gadis itu di layani Sonia dengan tulus, Sonia sudah memposisikan diri sebagai seorang kakak bagi mereka.
Adik-adik nanti selesai sarapan, kak Darel dan Sonia mau ke RS jenguk kakek Sonia, so kalian mau ikut, tanya Darel
Kalau kami bertiga ikut, tapi boleh gak kami bawa mobil masing-masing, kata Rindu ke Darel
Namun yang membalasnya adalah Ranti, " Kakak mau pamer ya ' kata Ranti
Hehehehe kan uda kuda jingkrak ku gak diajak jalan Bontot
mereka semua ketawa dengar jawaban Rindu yang asal bunyi... hahahaha
Ya sudah asal jangan ngebut, kata Darel, dan kamu Bontot apa gak mau jenguk juga.
Aku semalam sudah dan harusnya malam tadi kakek pulang, hanya pagi ini mau di cek dulu, makanya kalau mau pergi ya buruan.
Setelah mereka pergi Ranti memanggil Bu Likha,
Bu Likha untuk bahan dapur nya nanti akan di kirim tiap Minggu oleh pak Ryan, jadi bu Likha hanya datang ke tokonya dan beli kebutuhan kita, nanti semua barang akan di kirim oleh pak Ryan.
Baik Nona, jawab Bu Likha
bagaimana rumah kalian di kampung, kapan selesai pembangunannya? tanya Ranti
Nanti akhir Januari, makanya rencana saya dan suami, mau ijin cuti seminggu, kalau nona ijinkan, kata Bu Likha
Gak apa-apa, asal Bu Likha sudah sudah mengatur semua stok kebutuhan selama Bu Likha cuti, kalau kami untuk kesekolah gampang kami bisa nyetir sendiri.
Oh ya mobil Innova kalau Bu Likha mau pakai silahkan dan 2 hari sebelum berangkat tolong ingatkan kami, kata Ranti.
Terimakasih Nona
Baru jam mau jam 8, mending ke pantai saja dulu liat Suryani.
Bu Likha tolong buatkan 5 potong roti pake selai strawberry, coklat, kacang, nanas dan 1 lagi rasa apa saja.
Dengan menenteng tempat makan dan botol air, Ranti ke garasi mengambil Rolls-Royce Cullinan yang
berwarna Biru.
Ranti membelah jalanan dengan penuh keceriaan, 40 menit berkendara akhirnya dia sampai di pantai, Warga setempat yang melihat mobil mewah parkir di lingkungan mereka sontak berkomentar, hari Minggu kemarin ada gadis cantik yang bawa mobil mahal, sekarang adalagi orang yang bawa mobil mahal lagi kesini..
Ketika Ranti turun, mereka berkomentar lagi, bukankah ini gadis yang kerumah Suryani, apakah gadis itu mau ke rumah Suryani.
Mendengar kalau Suryani didatangi tamu dengan mobil mewah, seorang ibu muda merespon, " Paling yang datang itu adalah orang yang mencari gadis muda untuk. di jual" kata wanita itu, yang sontak membuat warga disitu d
geger.
Ranti terus berjalan dan memasuki halaman rumah Suryani, dan menyapa adik Suryani yang lagi asik main Handphone. " wah yang lagi serius main, kakak datang di cuekin"... kata Ranti
Ehhh ... maaf kak.. ayah, bunda ... Kak Ranti datang, kak Yani, kak Ranti datang, remaja tanggung itu berteriak memanggil orangtuanya dan kakaknya, nah dia sendiri sudah tau harus ngapain, " Jaga Mobil '.
Suryani yang baru abis mandi dan masih pakai handuk lewat ke ruang tengah dan kaget, ya ampun Bu, nona Ranti datang di cuekin, Yani lagi mandi.
Orang tua Suryani yang baru sadar bahwa ada tamu langsung masuk ke ruang tamu, maaf kan kami Nona. Kata ayah Suryani
Gak apa-apa, aku hanya iseng-iseng, sambil jalan, ehh malah nyasar ke sini, oh ya pak bagaimana hadiah saya apa bapak suka ?
Terimakasih Nona, bapak sangat suka, bagus kalau begitu, oh ya tadi saya dengar ada seorang ibu menuduh saya akan menjual Suryani, apakah bapak percaya kalau saya seperti itu?
__ADS_1
hahahaha, biarkan saja Nona, dia iri hati karena bapak di kasih motor dan dan juga handphone 3 biji lagi. Saya percaya nona orang baik, jika nona mau jual Suryani kira-kira laku berapa dan bandingkan dengan kesembuhan yang nona berikan untuk Suryani.
Mana ada orang dagang mau rugi, dari Siti saja bapak bisa tau mana yang baik dan mana yang tidak. Jadi bapak dan ibu tak pernah peduli dengan orang itu. kata ayah Suryani.