
Aisyah dari kejauhan melihat di depan Kiosnya berdiri banyak orang, Aisyah segera mencari parkiran lain, karena banyak kendaraan pelanggan kiosnya yang menggunakan lahan parkir mereka.
Saat di sampai di kiosnya, raut wajahnya langsung bahagia, melihat motor yang janjikan Ranti sudah datang sesuai omongan Ranti bahwa saat Aisyah pulang Sekolah kedua motor nya sudah ada, Aisyah segera menelpon Ranti yang masih berada di Kapal.
" Halo kak, terimakasih motornya sudah sudah datang, tapi kok Nmax nya ada,? tanya Aisyah.
" Yang satu buat ayahmu, terus emangnya buat siapa ayo, apa kakak kasih ke sepupu kamu gitu? ucap Ranti menggoda Aisyah.
" Hehehehe, jangan godain Aisyah dong kak, terus yang di dalam kota ini apa isinya, tanya Aisyah yang melihat kotak besar yang berada diatas salah satu meja.
" Buka saja Dek, lihatlah sendiri biar jelas, ya sudah kakak masih kerja, nanti sambung lagi", ucap Ranti mengerjai Aisyah.
Betapa bahagianya Aisyah, dari lari naik ke lantai 2 dan berganti baju, kemudian turun lagi dan kembali melihat kotak besar itu dan membukanya, isinya terdapat sebuah helm, ransel, beberapa pasang sarung tangan kulit dan 3 potong jaket kulit, Ranti memanjakan Aisyah hampir sama dengan perlakuan nya ke Tiara.
Selang setengah jam kemudian Ranti keluar dari kapal dan mencari parkiran, kebetulan disamping mobil Aisyah masih ada yang kosong, jadilah 2 mobil yang sama merek dan varian serta warna yang sama, hanya beda plat nomor saja.
Aisyah tak menyadari jika di belakangnya Ranti sudah duduk dengan manis sambil melihat Aisyah sedang mencoba jaket kulit yang ada, Ranti memberi tanda agar jangan kasih tau kalau dia sudah datang.
Ranti asyik minum Milo susu pakai Es, Aisyah sendiri masih belum menyadari, kalau Ranti sedang duduk asyik sambil melihat ke arahnya.
" Aisyah, motor besar ini buat siapa? tanya tetangga kiosnya.
" Buat aku pakai jalan-jalan sendiri, kalau yang Nmax buat aku pakai ke sekolah, sedangkan mobil buat pergi sama ibu dan ayah, atau pas hujan mau kesekolah", jawab Aisyah panjang lebar.
' Astaga, kamu kan cewek, ngapain pakai motor Segede itu", Ucap tetangga Kiosnya.
" Bibi lihat gak, 3 motor yang datang kemarin dari Lampung, 2 motornya milik kakak perempuan di Lampung yang datang dengan Abang Aryo, yang preman pensiun dini", ujar Aisyah.
" Bibi hanya kuatir kamu kenapa- napa", wanita tetangga kosnya Aisyah.
" tenang saja bibi, saya pasti berhati-hati, terimakasih perhatiannya", ucap Aisyah dan kembali sibuk membereskan barang-barang dari salam kotak, fan saat dia berbalik, dia melihat Ranti yang tengah asyik menyeruput Milo susu dingin.
" Ya ampun, kakak datang kayak pakai pintu ajaib Doraemon, tadi katanya mau kerja, tiba-tiba sudah disini", ucap Aisyah dan langsung duduk dekat Ranti sambil menggandeng tangan Ranti.
Kedua orangtuanya hanya bisa menggelengkan kepala mereka, melihat Putri satu-satunya mereka bersikaplah seperti itu.
" Aisyah, jangan kayak gitu, kasihan Nona Muda masih capek dari Lampung", ucap Ibunya Aisyah
" Hehehehe maaf kak, abis Aisyah kelewat bahagia, jadi lupa kalau kakak juga baru sampe", ujar Aisyah merasa bersalah.
" Gak apa-apa, bagiamana hadiah kakak untuk menggantikan motor beat kamu yang sudah jelek itu setengah hancur", ucap Ranti menaikan volume suaranya.
" Hehehehe sangat bagus dan Aisyah suka, terimakasih kak, Aisyah janji akan belajar lebih semangat, buat suatu saat bisa jadi ibu Direktur seperti kakak", ucap Aisyah.
" Amin, percayalah suatu saat kamu akan jadi Direktur Perusahaan", ucap Ranti.
" Aisyah, bagiamana dengan motor Beat kamu, tanya ibunya.
" Ibu lihat sendiri, kondisi motor itu, sudah setengah hancur, tanya saja sama kakak sepupu, karena sudah setengah hancur jadi kak Ranti belikan aku motor biar aku gak sedih", Ujar Aisyah.
Tapi kedua motor ini, jangan harap dia bisa pinjam, Beat sudah buat kayak gitu, bensin yang hari Sabtu aku isi penuh di habis kan, tadi pagi minta uang beli Bensin, selama ini aku sudah sangat baik dengannya, tapi dia tega merusak motorku tanpa ada rasa bersalah, lalu minta di belikan motor sama kak Ranti juga, kan gak sopan itu mamanya", ucap Aisyah meluapkan kekesalannya pagi tadi.
" Terus di mana motornya sekarang? tanya ibunya Aisyah.
" Ada sama dia, tapi biarkan saja, tadi pagi sudah ku berikan padanya, Aisyah gak mau pake lagi", ucap Aisyah.
__ADS_1
Tak lama berselang datanglah sepupu Aisyah, kondisi motor masih seperti Pagi tadi.
" Astaga Diman, kamu apakan motor Aisyah, motornya belum seminggu sudah kamu preteli", Ucap ibunya Aisyah.
" Yang seperti ini, motor zaman sekarang bi, teman-teman Diman di sekolah motornya seperti ini", jawab Diman dengan santai.
" Tapi itu kan motor adikmu, kalau punya kamu, bibi gak peduli", emosi Ibunya Aisyah.
" sudahlah Bu, Aisyah sudah berikan motor itu ke kak Diman, jadi terserah dia mau apain motor itu", ucap Aisyah.
" Diman, kamu itu benar-benar buat Bibi kecewa, bibi laporkan kamu ke ayah kamu", ucap ibunya Aisyah.
" Ya elahh bi, hanya masalah kecil saja pake acara lapor ke Bapak, tapi kalau bibi mau lapor juga gak apa-apa", ucap Diman santai, seolah tak bersalah, dan langsung berjalan kearah Dapur dan ambil nasi serta laik terus makan.
" Diman, Paman selama ini diam, karena menghargai Ayahmu dan ibumu, tapi perbuatan kamu sungguh keterlaluan, Paman dan Bibi tidak perhitungan dengan kamu, kami rawat kamu disini dengan baik, tapi kenapa kamu membuat adikmu bersedih, kamu tahu dia sudah lama ingin punya motor, tapi paman masih menabung, Nona Muda berbaik hati menolong Paman dan Bibi, akhirnya bisa beli motor itu, kok tega kamu berbuat seperti pada adikmu yang sayang sama kamu, kamu dianggap kakak seperti abang-abangnua, Maaf Diman, Paman kecewa sama kamu, selesai kamu SMA, lebih baik kamu pulang ke kampung", ucap Pak Antara.
" Ia nanti setelah lulus SMA aku pulang, masa hanya masalah segini saja paman dan Bibi mesti marahin Diman", ucap Diman.
" Sekarang motor itu milikmu ambilah tapi Bibi tak bisa memberikan uang lebih, cukuplah 20 sehari, seminggu bibi kasih kamu 50 ribu buat beli Bensin", ucap Ibunya Aisyah.
" Bi, 3 motor di depan itu milik siapa ? tanya Diman.
" Kenapa memangnya", Sahut Aisyah
" Motornya Bagus, harganya 100 jutaan, kalau itu milikmu, kapan-kapan kakak pinjam ya, kan kamu ada mobil, terus Nmax itu milik kamu juga? ujar Diman.
" Ya punya ayah dan punyaku, tapi jangan harap aku pinjamkan sama kamu", ketus Aisyah.
" Hahahaha, mana pantas kamu bawa motor Besar, kalau kak Diman atau mas Anjas, itu baru Oke, mana kuncinya, kakak mau coba keliling pelabuhan", ujar Diman sambil mengambil kunci motor itu.
Tapi sayang, kunci kontak tidak mau hidup, bahkan pakai yang manual saja tidak mau hidup, gas saja tak bisa ditarik.
" Kan punya adik sendiri, kenapa aku gak boleh pinjam, apa salah jika kakak pinjam motor adek nya? bantah Diman.
" Saya yang tidak mengijinkan kamu menyentuh motor Aisyah, karena itu saya yang beli, dan kamu bukan kakak kandung Aisyah, jadi tidak berhak kamu memaksa disini, sekali lagi kamu sentuh motor itu, ku tampar kamu", bentak Ranti.
Diman langsung tersentak ketakutan melihat tatapan tajam Ranti.
" Kamu itu sadar diri, sudah di sekolah kan, di kasih makan, tempat tinggal, uang jajan, dan lainnya, bukannya berterima kasih, malah kau anggap berhak disini, selama kamu disini apa pernah kamu bantu bibi kamu, Aisyah saja pulang sekolah bantu Ibunya, kamu sok jadi raja di sini", lanjut bentak Ranti.
" Kenapa kamu yang memarahi aku, memangnya kamu siapa disini, kamu pikir aku takut dengan kamu", sengit Diman.
" Aisyah, hidupkan motornya, kakak mau keliling pelabuhan, mau coba sebagus apa motor ini", ucap Diman makin menjadi-jadi.
" Diman, kamu anggap apa kami disini? tanya ayahnya Aisyah.
" Anggap Paman, terus mau dianggap apa, kalau kalian tidak ijinkan aku pakai motor Aisyah sudah, belikan aku motor seperti ini, dengan begitu aku gak akan pinjam motor Aisyah",ucap Diman.
" Kenapa kamu tidak minta ke orangtuamu, apa kamu tidak punya otak, minta sama Pamanmu, memangnya kamu pikir paman kamu sanggup beli motor 100 juta", ujar Ranti.
" Ya kalau gak sanggup, maka ini kan aku pakai motor kesekolah, dengan begitu masalah beres, hanya motor saja pelit", ujar Diman.
" Diman, ambil bajumu dan bawa motor itu terus kamu pulang, paman gak sanggup mengurus kamu, sudah cukup paman sekolahkan kamu dari SMP, sekarang kamu bilang kami pelit, kamu boleh tanya di pelabuhan ini betapa baiknya kami mengurus kamu dan kamu masih bicara begitu", ujar ayahnya Aisyah.
" Tahun Lalu kamu tabrakkan motor Anjas, 6 bulan lalu motor Paman juga kau rusak, kamu Pergi bawa motor 3 hari baru pulang, pulang-pulang motor Paman sudah rusak, 3 bulan kemarin motor tetangga kamu pinjam, 2 hari kamu baru pulang, hingga mereka minta Paman bayar ongkos sewa motor, Berapa kali kamu celaka, uang siapa yang bayar rumah sakit, kamu tinggal dengan kami apa pernah sekali kamu antar atau Jemput Bibimu disini, terus kamu bicara kami pelit, uang jajan kamu darimana, uang sekolah kamu di SMK siapa yang bayar, seragam kamu siapa yang bayar, apa kami pelit, apakah ke-tiga anak paman pernah di kasih segitu banyak oleh ayahmu, di baikin malah ngelunjak, seolah kami yang numpang dirumah kamu, kalian saja tinggal dirumah ku di kampung.
__ADS_1
Kalau Bibimu itu saudara ayahmu, tapi ingat saya bukan, saya hargai kamu karena keponakan istri saya, saya diam kamu berdebat dengan Bibi kamu karena kalian bersaudara, kalau kamu masih mau tinggal disini, rubah sikapmu, kamu boleh tanya seluruh pelabuhan, siapa Antara, kalau perlu kamu tanya ayahmu dan ibumu, kalau bukan paman dipandang disini, kamu pikir ayahmu masih bisa hidup", bentak ayahnya Aisyah.
Diman hanya bisa diam, tak bisa berkutik, kemudian meletakkan kunci motor Kawasaki milik Aisyah dan duduk diam- diam.
" Pak Antara, kenapa bukan Orangtuanya yang mengurus dia? tanya Ranti.
" Bapaknya terbiasa hidup santai, Padahal anaknya cuma 2, kakaknya Diman ini bekerja di pabrik, tapi kasihan, uangnya di minta terus sama bapaknya, ibunya Diman kerja diladang sendiri, bapaknya duduk manis dirumah, kerja sesuka hatinya, di keluarga Istri, hanya bapaknya yang pemalas dan pembuat onar, waktu saya masih kuat dan masih pegawai disini, saya bantu dia masuk kerja, tapi ya gitu,sejati masuk 2 hari gak, pas dipecat ngamuk pukul atasan, akhirnya di keroyok, untung saya datang tepat waktu, kalau gak pagi sudah mati di buang kelaut", ucap Pak Antara.
"Pantas saja anaknya jadi kayak gini, enak banget, Sekolah tinggal sekolah dapat uang jajan, makan tinggal makan, dan lihat saj piringnya saja dia gak urus" ucap Ranti..
" Terus terang, kalau bukan Aisyah memohon agar saya membelikan dia handphone kemarin, gak bakalan aku beli, dari awal saya lihat dia saat dia datang pagi-pagi minta jajan kesekolah, saya sudah gak suka, orang yang saya pandang baik dan tulus, pasti tanpa minta aku belikan, lihat saja kalian, siapa kalian hingga saya berikan kalian sebanyak ini sewa kios, belikan mobil,modalin kalian usaha, itu karena kalian orang baik.
" Berapa banyak yang di bagi oleh orang - orang yang suka pamer di TV dan YouTube, justru mereka berikan 1 milyar, maka mereka akan mendapatkan lebih dari itu, jadi secara tidak langsung, kita yang memberikan uang kepada mereka,
Itu baru kalian, sekarang kalian tanya Anjas dan istrinya, berapa banyak uang yang ku berikan, motor Mobil, apa karena dia saudaraku, temanku, kenal saja belum seminggu, sama seperti Aisyah, mobil itu 3 milyaran, belum yang lain, pertanyaan kenapa aku begitu mudah memberikan uang sebanyak itu kepada kalian, jawabannya hanya satu, kalian orang baik dan tulus serta tidak serakah", ujar Ranti.
Terimakasih kak, Aisyah lebih mengerti sekarang, tidak semua orang itu baik dan tulus, dan tidak semua ketulusan kita akan Kembali dengan tulus juga", ucap Aisyah.
" Itu jawaban pintar, kakak sangat senang mendengarnya, tapi ingat baik-baik, keserakahan hanya nikmat sesaat, tapi kerendahan hati, ketulusan dan kejujuran, akan abadi bersama kita fan pasti hasil dari semua pasti jauh lebih nikmat, kakak memberikan kamu banyak, bukan tanpa tujuan, kakak hanya ingin suatu saat Ketika Aisyah punya segalanya, jangan lupa berbagi, tapi juga harus hati-hati banyak orang yang memanfaatkan kebaikan kita.
Buktinya ibumu, sangking baiknya, sia merawat sepupumu, tapi apa yang dia berikan buat ibumu, kekecewaan.
Kakak juga tidak mau, kasih sayang kakak kamu salah gunakan, ingat baik-baik, jika kakak mampu memberikan sesuatu dalam sekejap, maka kakak juga sanggup mengambil kembali dalam sekejap', apa Aisyah sudah paham maksud kakak? tanya Ranti.
" Sudah kak, terimakasih bimbingannya, Aisyah bahagia bisa bertemu Kakak, Abang- Abang Aisyah juga sangat menyayangi Aisyah, tapi Aisyah sadar mereka sudah berkeluarga, jadi Aisyah lebih banyak diam di rumah, mending bantu ibu fan ayah walau hanya sebatas duduk menemani ibu berjualan dan bantu jika pelanggan lagi banyak, makanya dengan hidup seperti ini saja sudah buat Aisyah bahagia, punya ayah dan ibu yang tak pernah sekalipun membentak Aisyah, makanya Aisyah tidak mau hal itu terjadi, kasi mendingan dirumah belajar, dan nanti ibu semampuku', ucap Aisyah.
" Tidak salah kakak menganggap kami adik", ucap Ranti sambil merangkul Aisyah.
" Apa kakak akan terus menyayangi Aisyah? tanya nya.
" Selama kamu tidak membuat kakak kecewa, pasti kakak akan selalu menyayangi kamu.
" Pak Antara, anak kalian yang 1 lagi tinggal dimana dan bekerja apa? tanya Ranti.
" Dia bekerja jadi cleaning Service di Bank IDB, dia ikut yayasan jadi gajinya tidak full, istrinya juga cleaning Service disitu juga, tapi mereka belum punya anak, namanya Attila Antara, baru nikah 4 bulan kemarin, Istrinya Asli Malang Jawa Timur, namanya Ayunda", ucap Pak Antara.
" maaf Pak saya telpon orang dulu", Ucap Ranti sambil menekan Nomor Pak Jusuf dan loud speaker.
" Selamat sore Nona Muda, ada yang bisa saya bantu", jawab Pak Jusuf Maulana.
" Tolong tanyakan ke Manajer HRD, apa di kantor kita ada punya karyawan outsourcing cleaning Service bernama Attila Antara dan Ayunda? tanya Ranti.
" Sebentar Nona Muda, saya tanya ke ke HRD, apakah dalam daftar dari outsourcing ada kedua nama itu", Jawab Pak Jusuf.
" Apa mereka pernah mengeluh sesuatu sama bapak dan ibu ? tanya Ranti.
" Mereka mengeluhkan masalah gaji saja, setiap bulan dipotong pihak outsourcing 1 juta per bulan, makanya dia mencoba melamar di kantor itu katanya jika dia lulus tes, maka dia akan di terima sebagai karyawan tetap.
" Halo Nona Muda, kedua Nama itu ada dalam daftar, dan juga sudah melamar untuk jadi karyawan kita, jangan di tes lagi mereka berdua itu, Ayunda, khusus membersihkan ruangan pribadi dan kantor saya, dan dia yang melayani. saya saat datang kekantor. Attila jadikan supervisor cleaning Service, tolong ajarkan membuat laporan, dan daftar permintaan, dia wajib bertanggung jawab seluruh OB,OG dan Cleaning Service, berapa gaji supervisor yang lama, dan barusan naikkan pangkat menjadi staf keuangan', tanya Ranti.
" Seluruh jabatan Supervisor adalah 15 juta", jawab Pak Jusuf Kalla.
" Baiklah, besok berikan dia dan istrinya cuti spesial dari Dari saya, dan pertanggal 1 bukan depan Attila Antara sudah harus jadi supervisor", apa bisa di mengerti omongan saya", ucap Ranti.
" Mengerti Nona Muda, Laporan kinerja dia juga sangat Baik, dia memang sudah kami putuskan menjadi karyawan tetap kita, dan soal jabatan, berarti sudah terisi', ucap Pak Jusuf.
__ADS_1
" Beritahukan ke dia hari ini, Sekaligus berikan ijin mulai besok hingga Kamis, hari Jumat dia wajib masuk kantor dan serah terima jabatan", tegas Ranti.
' Baik Nona Muda', ucap pak Jusuf