SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Harta Karun


__ADS_3

Setiap orang pasti menginginkan memiliki segalanya, persoalannya adalah apakah kita mau berusaha atau tidak.


Dalam posisi seperti, Ranti untuk saat ini hanya berpikir untuk memberikan kebahagiaan kepada orang terdekatnya terlebih dahulu, hal ini dia kerjakan agar kesepakatan ketika dia sudah terjun mengabdikan diri bagi orang lain, dia tidak lagi merasa membiarkan orang terdekatnya justru mengalami kesusahan.


Sistem yang dia miliki juga selalu mengingatkan agar berbagi dengan mereka saudaranya.


Ranti menyadari, ketika dia berusia 18 tahun pasti tugas dari sistem akan sangat banyak, belum lagi berbagai perusahaan yang sistem berikan, karena inilah Ranti berusaha agar saudara -saudaranya bisa hidup nyaman, walau dia jarang bersama mereka.


Setelah memikirkan itu semua, akhirnya Ranti terlelap dengan penuh kebahagiaan


Keesokan harinya mereka semu terbangun dan seperti biasa mereka mengadakan latihan yang saat ini sudah pada tahap 4, dan terlihat sangat jelas kekuatan dan kemampuan keempat kakaknya sudah sangat berkembang.


Selesai latihan seperti biasa mereka duduk santai dan karena libur jadi lebih lama mereka di Taman.


Hari ini rencananya mereka mau ke pantai, laut adalah tujuan wisata favorit mereka. Dan kali ini semua orang dirumah di ajak ke pantai semua, Darel membawa mobil SUV Rindu, Mang Dul, bawa Alphard dan semua pelayan, Ranti membawa SUV bersama Mercy, Friska dengan Dewi.


Hari ini mereka bersenang-senang di pantai, sebenarnya aktivitas ini sudah berjalan 3 bulan, bahwa setiap awal bulan mereka pasti berlibur semua walau termasuk pelayan.


Ranti jalan sendiri, karena memang dia mau sendiri, padahal ada sesuatu yang sangat penting yang akan di lakukan dia, hal pertama adalah mencari udang, kerang dan kepiting untuk di kolamnya, walau bukan udang jenis terbaik tapi dia senang, setelah di masukan kolam surgawi pasti enak, tiap hari dia bisa makan.


Sementara menyusuri bebatuan Ranti penasaran dengan sebongkah batu yang telah menyatu dengan karang, batu seukuran bola basket itu, sangat menarik, dan Ranti mengaktifkan mata semesta dan ternyata di dalam batu itu ada sebongkah Emas, dalam info mata semesta nya berat emas itu 2,5 kg. betapa kagetnya Ranti.


Ranti mendekat dan mencoba mengambil dia agak kesulitan, dan membuka toko sistem untuk melihat alat apa saja yang bisa di pakai untuk bisa mencongkel batu itu dan ternyata linggis bisa.


Setelah linggis dia beli dan dia mulai mencongkel batu itu, 15 menit berselang akhirnya batu itu bisa lepas, Ranti melirik ke kiri dan kanan, setelah di pastikan tidak ada orang, barulah dia memasukkan batu itu ke cincin semesta.


Karena masih penasaran dengan area sekitar situ, Ranti membuat Ranti jadi semangat memindai, Ranti melihat ada sebuah gua di dalam tebing yang diatasnya banyak orang yang suka berfoto Selfi, Ranti menyelam dan akhirnya dia bisa masuk ke goa itu walau tidak besar hanya sekitar 5x5 meter tapi isinya terdapat 20 kotak kayu ukuran sedang dan 5 kotak ukuran lebih besar dari 20 kotak pertama.


Ranti fokus memindai dan ternyata 20 kotak itu berisi Emas batangan 1 kotak isi 30 batang dengan berat 2 kg per batang, sedangkan 5 kotak berisi beragam berlian. Ranti memindahkan semuanya ke cincin semesta.


Ternyata isi gua itu tak hanya kotak-kotak itu saja, di samping dekat 5 kotak besar terdapat lobang sempit Ranti mencoba masuk, walau ukuranya pas-pasan, dan agak bersusah payah, akhirnya Ranti bisa masuk.


Setelah berada didalam, terdapat tangga turun, karena terlalu gelap dia kembali membuka toko sistem ternyata senter juga dijual, setelah dilihat-lihat Ternyata puluhan kotak kecil seperti yang pertama tertata rapih disana dan puluhan kotak besar juga.


Sementara Ranti masih didalam gua, keempat kakaknya sibuk mencarinya untuk makan siang, dan memang Ranti juga sudah lapar. terpaksa walau mahal dia membeli makanan dari toko sistem. Dalam kondisi seperti itu dia tetap makan dengan lahapnya.


setelah selesai dan istirahat sebentar, Ranti mulai memindahkan seluruh kota itu ke cincin semesta, setelah satu jam dia selesai memindahkan semua kota, jumlah kota kecil ada 100 dan kotak besar ada 60 kotak.


Dari semua kotak yang dia pindahkan terdapat 1 kotak terbuat dari emas asli ukuran 2m x 2m, dia mencongkel kuncinya dan terlihat 10 kotak terbuat dari emas juga dan isinya beragam berlian yang menurut mata semesta itu adalah berlian paling langka di dunia saat ini.


Ranti terkejut hingga hampir tak bernafas, sesuai informasi mata semesta semua harta ini telah berusia sekitar 1000 tahun, gua ini adalah tempat menyimpan harta sebuah kelompok perompak atau bajak laut di masa lalu.


Informasi harta Karun ini sudah pernah beredar tapi semuanya kehilangan karena untuk masuk ke gua pertama saja harus menyelam diantara karang-karang yang tajam dan sempit, diatas tebing, hamparan rumput ilalang dan dijadikan spot foto Selfi.


Hampir 3 jam Ranti di gua itu akhirnya dia keluar, dan berpura -pura berenang karena di daerah itu sudah mulai terlihat ada orang.


Ranti menjauh dan mencari keempat kakaknya, mereka yang melihat Ranti, langsung memberondong dengan banyak pertanyaan


Bontot kamu darimana saja, kami mondar mandir mencari kamu, tanya Mercy


Aku cari udang untuk di bakar di sebelah tebing itu, dengan berpura-pura menunjukkan beberapa udang yang ukurannya lumayan besar, padahal mereka tidak tau saja kalau udang-udang itu aku tangkap di dalam gua, udang lobster dia masukkan ke dalam cincin semesta, lumayan buat bakar di ruang dimensi, batin nya.


Handphone kamu tidak aktif, kata Mercy.

__ADS_1


Ranti berbisik, kalau HP dia simpan di dalam cincin penyimpanan jadi tidak aktif, bohong Ranti


Mercy yang mengerti hanya bisa bang lain kali jangan seperti itu lagi.


suasana sudah hangat kembali dan mereka bersiap-siap untuk pulang, tapi karena Rindu masih ingin berada di sana akhirnya, Ranti menyuruh para pelayan dan Dewi pulang duluan.


Darel bertanya ke Rindu, kenapa belum mau pulang.


Rindu hanya menjawab santai, aku ingin menikmati sore di pinggir laut saja, terasa nyaman dan tentram, merasakan angin sepoi-sepoi.


Ya sudah kakak pesanin jagung bakar mau gak, yang jawab malah Ranti dan Mercy


Ranti berkata, Kak Darel panggil saja yang jualan kesini, itu orangnya dia jualan bakso dan sosis bakar juga kayaknya.


Ya sudah sebentar kakak panggil dulu, Darel langsung lari menghampiri penjual itu dan mengajaknya ke tempat adik-adiknya nongkrong.


Mas jagung bakar berapa dan kalau sosis dan bakso berapa mas, tanya Rindu


Kalau jagung 7 ribu, kalau sosis yang kecil 2 ribu, yang besar 3 ribu, bakso 2 ribuan, kata si penjual.


kalau begitu kami pesan 10 jagung bakar rasa pedas, 10 sosi besar dan bakso 10, gimana bang bisa kan, kata Rindu


Bisa Non, dan jagungnya pas sisa 10 biji, kalo bakso dan sosis masih ada 20 an tusuk. kata Bapak penjual itu.


Setiap hari bapak bawa berapa dari Rumah dan kalau semuanya habis bapa dapat berapa? tanya Ranti


Kalau semuanya habis dapat untung 150 ribu, saya jualan sama istri hanya saja sudah seminggu istri saya tidak jualan, karena kecelakaan bareng anak saya, pas mau belanja di pasar, motor anak gadis saya di tabrak sama anak remaja juga.


Anak saya tulang kakinya retak jadi untuk sementara kalau berdiri kesakitan, jadi istriku yang juga luka-luka yang menjaganya. si bapak sambil kipas-kipas jagung sambil bercerita.


" Nggak Non, itu dekat mushalla sebelum masuk ke pantai, kalau pulang pasti lewat depan rumah saya, ada anak saya yang jualan juga didepan rumah.


Akhirnya jagungnya selesai di bakar untuk trip pertama, si bapak lanjut bakar sosis dan bakso


Waktu sudah hampir magrib akhirnya mereka selesai makan juga, selain mereka banyak juga yang membeli bakso dan sosis bakarnya, walau tidak habis, tapi terlihat tinggal beberapa tusuk


Ranti membayar semua yang mereka berlima makan dan dia menyuruh bapak itu menghitung sisa yang belum habis, Ranti memberikan uang sebesar 300 ribuan, namun si bapak menolak karena kebanyakan.


Terima saja pak, tidak baik menolak rezeki, kata Ranti


Setelah menerima uang dari Ranti, mereka bersama si bapak berjalan keluar lokasi pantai, sambil ngobrol


Bapak jualan dari jam berapa disini, tanya Ranti


Bapak jualan dari jam 10 pagi hingga jam segini, kecuali hari Senin jualannya hanya dirumah, karena Senin, sangatlah sepi disini. kata bapak itu


Yang warna hijau itu rumah bapak dan ada tempat Bakaran itu ya Pak ? Ranti memastikan


Ia itu rumah dan itu istri saya yang barusan keluar dari pintu, kata bapak itu.


Ya sudah pak, kami pulang dulu, kapan-kapan, kami main kesini lagi, ujar Ranti sambil berjalan kearah mobilnya.


Di parkiran mereka masuk mobil, si bapak masih dengan setia menunggu hingga Ranti dan keempat kakaknya pergi.

__ADS_1


Ranti berniat besok pagi dia akan datang sendirian kerumah bapak itu, untuk mengobati istri dan anak bapak itu.


Mobil mereka membelah jalan dan menuju ke rumah mereka, Mercy yang menyetir sedangkan Ranti asyik dengan handphone, mencari informasi tentang berlian yang menurut mata semesta nya paling langka di dunia.


Dan ketemu informasi nya, dia membandingkan ukuran yang terdapat dalam situs, ternyata punya Ranti lebih besar. Dengan ukuran segitu saja harganya di atas lima puluhan milyar, bagaimana dengan ukuran yang dia temukan.


Sejam berkendara akhirnya mereka tiba di rumah, disambut Bu Likha, Ranti menyerahkan kotak Styrofoam yang berisi udang, dan dia langsung ke kamar untuk mandi lagi dan berganti pakaian.


Waktu makan malam tiba mereka duduk di meja makan dan menyantap makanan yang disajikan dengan suasana yang nyaman.


Karena capek, jadi mereka langsung ke kamar untuk istirahat, kecuali Ranti, dia masuk ke ruang Dimensi dan mengambil udang, kepiting dan kerang untuk di lepaskan di kolam.


Kemudian Ranti membongkar semua kotak yang dia dia temukan dan menata kembali seluruh emas batangan yang berjumlah 300 batang dengan berat 2 kg / batang, berarti jumlah semuanya 600 kg.


Lanjut dia membuka kotak yang besar terdapat berbagai jenis berlian yang bercampur, Ranti membeli beberapa kotak sejenis Tupperware, dan mulai memisahkan berdasarkan jenis dan warna, terdapat 9 jenis, yaitu White Diamond, Yellow Diamond, orange Diamond, Purple Diamond, green Diamond, Champagne Diamond, Pink Champagne Diamond, Blue Diamond dan Black Diamond.


Selain berlian terdapat beberapa batu yang juga berharga lainnya, Zamrud (emerald), Safir (Sapphire), Ruby ( Batu merah delima)


Jumlahnya juga sangat banyak, belum yang sudah di pisahkan di kotak terbuat dari Emas dan berisi 9 kotak kecil dalam peti emas itu, 1 kotak kecil ada sekitar 100 biji seukuran kelereng. Sedangkan yang Ranti pisahkan kedalam kotak berbentuk Tupperware, juga ada 12 Kotak dan sudah di tuliskan berdasarkan jenis batu, ukuran sebesar pingpong berjumlah ratusan per jenis.


Ranti bingung mau di apakan batu - batu berharga ini akhirnya dia berencana akan membagi ke mereka per jenis 10 buah, emas batangan dia akan membaginya 10 kg per orang, jika keenam saudaranya mengetahui dia menemukan harta segitu banyak, pasti mereka muntah darah melihatnya.


Dan ke-enam kakaknya juga pasti auto kaya raya. Setelah memikirkan untuk berbagi dengan saudaranya, terasa ada kenyamanan dan ketenangan dalam batin Ranti.


Sebelum Keluar dari Ruang Dimensi Ranti mengambil Masing jenis batu sebanyak 7 buah untuk di buat perhiasan untuk mereka, cincin, kalung, anting dan gelang, 1 jenis 1 Set.


Tidak bisa di bayangkan, mereka akan memiliki 12 set perhiasan dengan 12 jenis batu berbeda, kecuali Darel yang perhiasannya nanti buat istrinya.


Darel rencananya akan di buatkan cincin dan kalung liontin.


Jika Ranti ingin membuat perusahaan dengan batu-batu itu, berarti dia harus mencari tukang berlian yang sangat mahir dan terpercaya. Ketika Ranti masih berpikir, terdengar suara sistem.


* Tuan apakah benar Tuan akan membuat perhiasan dengan menggunakan batu-batu itu 1 set 1 jenis batu ditambah 1 liontin dan cincin untuk Darel?


" Benar Rose, tapi aku bingung ahli pembuat perhiasan berlian di Surabaya apakah ada?


* Ada Tuan, dia termasuk tukang berlian legendaris di Indonesia dan bahkan di dunia, hanya saat ini umurnya sudah hampir 70 tahun dan sedang sakit*


" Jadi menurut mu aku harus memberikan pil Semesta kepadanya?


* Benar Tuan itu namanya saling membantu, tuan bantu dia sehat dan dia bantu tuan dengan membuatkan perhiasan. Dan untuk alat-alat pembuatan, tuan bisa beli di toko sistem*


* Saat ini orang tua itu terbaring di RS Pemkot Surabaya, Ruang VVIP no 03, Namanya Arthur Johansen, warga Indonesia keturunan Eropa*


" Terimakasih Rose informasi nya"


* Diharapkan tuan bisa mengobatinya paling lambat 4 hari dari sekarang*


" Rose ini seperti misi dadakan, tanya Ranti"


* Bukan tuan, Rose hanya membantu Tuan saja.*


" Sekali lagi terimakasih"

__ADS_1


Ranti sudah berada di kamar nya, dengan suasana hati yang damai Ranti pun terlelap


__ADS_2