SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Sebuah perenungan Ranti


__ADS_3

Selepas Sonia pulang yang diantar Darel, mereka berlima masih terus ngobrol, kemudian Ranti mengeluarkan kartu ATM buat mereka berlima.


" Ini hadiah Tahun Baru buat kalian, kata Ranti


" Bontot ini apalagi, kan sebelum kita ujian kamu sudah berikan hadiah yang banyak, kata Mercy


" Ini lebih banyak lagi, kata Ranti


" Apa ! lebih banyak lagi, kata Rindu menyela


" Ia kalian semua hingga Armando dan Salma, semuanya sama, isinya akan buat kalian pingsan, goda Ranti


" Berapa isinya, tanya Renita


" Hanya 10 Triliun per orang, kata Ranti dengan cepat


" Ranti jangan bercanda dengan kakak, kata Renita


" Sejak kapan aku memberikan sesuatu sambil bercanda, tanya Ranti


" Itu deposito berjangka, bunganya 3% pertahun, jadi hitung saja pendapatan kalian setiap tahun, jika ingin tau pendapatan perbulan, tinggal bagi saja 12 bulan, kata Ranti


" Astaga, direktur perusahaan saja bisa kalah dengan gaji kita pertahunnya, kata Friska


" Belum usaha kita yang sekarang, kata Renata


Mereka masih berkomentar tentang deposito yang di berikan Ranti kepada mereka, namun mereka belum sadar jika di dalam Cincin Ruang penyimpanan mereka sudah tersedia tersimpan mobil mewah Koenigsegg Regera, seharga 1,9 juta dolar kalau di rupiahkan hampir 28 milyar.


" Sekarang kalian lihat dalam cincin kalian isinya ada apa, kata Ranti


Mereka langsung membuka Cincin Ruang penyimpanan, seketika mata mereka langsung melotot, melihat Koenigsegg Regera terparkir cantik dalam Cincin Ruang penyimpanan mereka


" Bontot, ini mobil mahal sekali, kata Rindu


" Sesuai dengan harta kalian dong, kata Ranti


" Kalian bandingkan orang yang gaji suami istri saja sebanyak 50 juta, mau cicil mobil kijang Innova, dan itu sepadan dengan gaji mereka, kata Ranti


" Tapi kan, terlalu mencolok adikku sayang, kata Rindu gemes


" Hehehehe aku memang ingin kalian menikmati hidup dengan baik, kata Ranti santai


" Terimakasih Ranti, biar kita jadi perempuan yang tak gila uang laki-laki, kata Renata


" Betul sekali, rumah mewah sudah punya, mobil mewah sudah punya, deposito triliunan, terus mau apa lagi, kata mereka


" Tapi pendidikan tetap nomor satu, kata Renata.


" Itu sudah pasti, terus kak Darel kamu kasih mobil apa, tanya Mercy ke Ranti


" Dia ku belikan Bugatti Veyron, jangan iri ya, kata Ranti


" kami malah senang, kamu belikan kak Darel mobil semahal itu, apalagi dia seorang laki-laki, jadi penampilan dia harus keren, karena dia memiliki kita adik-adiknya, kata Rindu dan di anggukin mereka semua.


" Apa kak Renata mau pulang dengan mobil baru atau mau di parkir dulu, tanya Ranti


" Di parkir dulu dalam Cincin Ruang penyimpanan, justru aku mau beli mobil yang umum digunakan, aku tertarik dengan Toyota C-HR Hybrid milik 2 bocah itu, kata Renata


" Beli saja, biar nanti terbiasa ke sekolah sendiri, Alphard terlalu besar, kata Ranti ke Renata


" Ia juga, kan gak mungkin bawa mobil sport ke sekolah kami yang bukan sekolah elite, sambung Renita.


" Sampai Jogja kalian beli saja, apalagi sudah kelas 12, kasihan pak supir menunggu dan tiba-tiba harus pergi, kata Ranti.


" Bontot, besok boleh gak kita pakai mobil baru untuk pergi jalan-jalan, tanya Rindu


" Bukan gak boleh, tapi aspal ke arah pantai itu kurang bagus, kasihan mobilnya, jawab Ranti

__ADS_1


" Ia juga ya, kalo gitu aku bawa BMW SUV saja, kata Rindu


Mata mereka sudah mulai lelah, dan akhirnya Darel pun sudah kembali, dan akhirnya mereka masuk kamar dan tidur.


Semua warga di rumah Ranti, bangun telat semua, para pelayan bangun sudah 8 pagi, Ranti sendirian yang tetap bangun jam 6 pagi, secara dia tidur di Ruang Dimensi.


Armando dan Salma sudah jam 8 masih meringkuk di kasur, dan dibangun kan Yati pengasuh mereka.


Jam 9 sudah kembali rumah Ranti, para pelayan, fokus pada persiapan bekal, untuk di bawa ke Pantai.


Dikamar Ranti masih menerima telpon dari Tiara, yang saat ini sedang berlibur di Jakarta, bersama keluarga dan juga Robin.


Selesai makan mereka semua langsung bersiap untuk berangkat jalan-jalan.


" Suster Diana tidak bisa ikut karena ibadah Gereja, namun jika sempat, katanya akan menyusul, kata Suster Diana


Semua pintu rumah sudah di tutup, mereka sudah di dalam mobil dan bersiap berangkat, Ranti yang duluan karena dia masu mampir ke PKS satpam untuk menitipkan rumah.


Setelah Ranti menitipkan rumahnya, dia memberikan mereka uang rokok, dan bergerak keluar dari kompleks perumahan.


Perjalanan ke Pantai Ria Kenjeran Park tidak membutuhkan waktu yang lama, dengan kecepatan sedang mereka melajukan mobil mereka, Ranti yang mengendarai Toyota C-HR Hybrid, bersama dengan Armando dan Salma, sedangkan keempat kakaknya membawa mobil SUV mereka.


Dewi tidak membawa mobil nya jadi dia bersama dengan Mercy, sedangkan para pelayan semua berada di mobil Innova bersama Bu Likha dan Mang Dul.


Walaupun rumah sudah di titipkan ke pak satpam, namun Ranti tetap memantau lewat Aplikasi Mata Dewa, yang akan memberikan notifikasi jika ada masalah di rumah.


Hampir satu jam mereka berada dalam kendaraan, mini mereka sudah tiba, setelah memarkir kendaraan nya, mereka langsung mencari pondokan yang bisa mereka sewa.


Akhirnya mereka mendapatkan pondokan yang lumayan besar dan lengkap fasilitasnya, namun harganya 2,5 juta, termasuk listrik dan kamar mandi.


Tak lama keluarga tukang kebun datang, pak Jumono datang bersama istri dan kedua anaknya, Begitu juga Pak Rahmat membawa istri dan anak gadisnya.


Mereka bercengkrama dengan sangat bahagia, Ranti juga memberikan amplop buat anak-anak pak Jumono dan anaknya pak Rahmat.


Ranti memberikan ke dua tukang kebun nya itu rumah yang di sewakan Ranti, motor baru, dan setiap bulan anak-anak mereka mendapatkan uang jajan dari Ranti, dan juga modal usaha, belum lagi fasilitas rumah tangga, semuanya komplit, gaji 5 juta, apakah tidak cukup hidup mereka.


Prinsip Ranti, jika orang terdekatnya sudah mapan, baru dia bebas membantu orang lain.


Ranti juga sudah, memilih beberapa rumah di Griya Indah, untuk di berikan kepada para Pelayan dan tukang kebunnya, jika dia sudah berumur 18 tahun.


Dewi sendiri, sudah di belikan rumah se kompleks dengan rumah hadiah pernikahan dari Ranti, seharga 2 milyar, yang nanti di tempati orang tuanya dan adik-adiknya, Dewi sendiri dilarang Ranti untuk Pindah, apalagi status Ketty, yang diangkat Ranti sebagai keponakan mereka.


Rumah buat Dewi itu atas nama Ketty, begitu juga rekening biaya hidup Ketty, semua atas nama Ketty, Ranti kuatir, jika Dewi menikah dengan laki-laki yang hanya mau uangnya Dewi.


Tak tanggung-tanggung, Ketty sekarang memiliki harta deposito sudah mencapai 100 milyar, kelak Ketty akan menjadi gadis yang kaya raya.


Ranti merenungi semua yang dia lakukan untuk orang-orang terdekatnya, untuk semua kakaknya, sebelum mendapatkan 10 Triliun, mereka juga sudah memiliki saldo uang cash ratusan milyar, rumah mewah seorang 1 unit, mobil mewah, batu mulia dan emas batangan, bahkan hingga saat ini, untuk biaya hari-hari masih di tanggung Ranti.


Ranti tidak memperbolehkan keempat kakaknya untuk tinggal dirumah mereka sendiri, mereka hanya boleh tinggal sendiri jika kuliah di luar Surabaya atau nanti mereka menikah, soal pekerjaan, Ranti tak ingin mereka bekerja di perusahaan orang lain, mereka harus punya perusahaan sendiri atau Perusahaan bersama.


Apakah aku terlalu memanjakan mereka, atau mengekang mereka, kadang pikiran itu yang terlintas di benak Ranti.


Bahkan ketakutan Ranti adalah, apakah mereka akan pergi setelah mereka bertemu dengan keluarga mereka.


Konsep rumah di pinggir pantai akan mulai di bangun bulan awal Tahun depan, tahun ini lahan tersebut akan di ratakan dan membangun jalan serta pagar, sedangkan pembangunan kompleks perumahan mewah di tanah yang di tempati keluarga Suryani juga bulan ini sudah mulai sosialisasi untuk relokasi.


Deretan rencana untuk tahun ini sudah ada, belum lagi dengan Misi Khusus yang akan di berikan Sistem.


Semua pada bermain air, terlihat kedua bocah Armando dan Salma, begitu bahagia, " Aku harus segera menyelesaikan manusia laknat yang melecehkan Salma dan memukuli Armando dengan caraku sendiri.


Ranti menelpon Bu Farida dan mengatakan, bahwa dia akan menitipkan sekitar 30 anak di Panti Asuhan Charity, dan untuk biaya mereka, nanti Ranti yang akan menanggung nya.


" Ranti Atur saja, kebetulan jika renovasi sudah selesai, maka gedung yang berada di samping itu sudah bisa di gunakan, cukup untuk 50 anak, kata Bu Farida


" Terimakasih Bu Farida, kapan selesai renovasinya, tanya Ranti


" Untuk gedung itu tinggal pengecatan dan di bersihkan, besok para pekerja sudah bekerja lagi, nanti ibu suruh mereka untuk mendahulukan bangunan itu, agar waktu di tempati tidak berbau cat lagi, jadi maksimal 2 Minggu sudah bisa di gunakan, jawab Bu Likha.

__ADS_1


" Bagaimana dengan kamar-kamar yang di gunakan sekarang, apa Exchaust fan dan kipas angin sudah terpasang semua, tanya Ranti


" Sudah, banyak orang yang mengerjakan jadi cepat selesai, kata Bu Farida


" berarti anak-anak sudah tidak kepanasan lagi di kamar?


" Tidak terlalu panas lagi , kata Bu Farida


" Syukurlah Bu Farida, nanti kedepannya kalau ada yang kurang tolong segera telpon saya atau keempat kakakku, jika masalah keuangan, tapi jika masalah konsumsi, segera telpon Bu Likha saja, biar lebih cepat.


" Terimakasih Ranti, saldo Panti Asuhan kini sudah lumayan, Minggu depan dari pihak pemerintah akan menambahkan jumlah sumbangan 50 juta, berarti menjadi 250 juta per tahun dan akan mengirimkan sukarelawan untuk mengasuh anak-anak di bawah umur 8 Tahun.


" Amin, kita harus bersyukur ada bantuan dari pemerintah, kata Ranti


" Ia nak Ranti, ternyata semakin ibu tulus mengabdikan diri bagi Panti, semakin banyak bantuan yang datang buat panti ini, kata Bu Farida


" Memang sudah seperti itu Bu, jangan berpikir hal yang sudah lewat, sekarang sudah tahun Baru, saya dan kakak-kakakku sudah memaafkan ibu dan tidak lagi menyimpan dendam apapun, makanya sekuat tenaga kami akan membantu Panti dengan seluruh kemampuan kami, kata Ranti


" Terimakasih Nak Ranti, masih memperhatikan Panti walau dulu ibu telah salah melangkah, ibu akan membayar kesalahan ibu dengan mengabdi di panti ini hingga ajal ibu tiba, kata Bu Farida


" Amin, ya sudah Bu, besok suruh orang datang kerumah ku ambil pakaian yang sudah ku siapkan untuk Panti, bawa mobil yang Hiace.


" Baik Nak, ibu segera kasih tau ke urus mobil, kata Bu Farida


" Nanti ibu tanya, tanah kosong di samping Panti itu punya siapa, ucap Ranti


" Tanah itu milik Panti Asuhan Charity, dulu rencana mau di bangun sekolah tapi kendala biaya, lalu kemudian di pakai oleh keluarga Bu Yanti, tapi setelah dia tidak lagi disini, maka sudah kami tarik lahan itu, Lumayan luas ada sekitar hektar, ucap Bu Farida


" Kalau begitu besok Tulis di situ, agar yang tinggal di lahan itu segera pindah, ibu konsultasi ke dinas pendidikan syarat- syarat mendirikan sekolah, ucap Ranti.


" Baik Nak, Senin depan ibu dan pengurus yang lain akan mendatangi pihak Dinas Pendidikan kota Surabaya, Jawab Bu Farida semangat.


Setelah berbicara dengan Bu Farida, Ranti mendekati 2 bocah Armando dan Salma yang lagi asik bermain Air, terlihat kulit mereka sudah mulai memerah.


" Armando, Salma, istirahat dulu si pondok, dikit lagi kita mau makan Siang, kalian belum minum susu ultra nya, panggil Ranti


" Ayo Salma kita kep pondok dulu, ajak Armando


" Yati tolong bantu bilas mereka berdua dan suruh ganti baju, karena kita mau makan Siang, perintah Ranti


Armando sudah bisa mengurus dirinya, jadi dia belakangan membilas, Yati hanya fokus ke Salma.


Ranti memberikan mereka juice buah abadi dan susu ultra kesukaan mereka, bisa terlihat kulit kedua bocah itu kembali segar dan tidak nampak merah lagi, sejenak Yati kaget melihat, punggung Armando yang kembali putih bersih seakan tidak kena sinar matahari.


Sementara mereka makan siang, tiba-tiba hujan deras dan angin yang lumayan.


Ranti segera mengaktifkan elemen api agar pondok itu tidak terlalu dingin, para pelayan memasak air untuk membuat kan minuman hangat, Ranti mengeluarkan sebotol herbal dengan aroma teh untuk di campur dalam minuman yang di buat pelayan.


Hujan makin lama makin deras, tapi anginnya sudah tidak terlalu kencang, spot- spot foto sepi, semua pengunjung telah berteduh, di depan pondokan Ranti ada beberapa orang yang berteduh, ranti kasihan melihat mereka, apalagi ada sekeluarga dengan 2 anak yang masih seumuran Armando dan Salma, diajak masuk oleh Ranti dan di berikan makanan dan minuman hangat.


Karena baju ke dua anak itu telah basah akhirnya, Ranti meminta kaos ke Yati untuk di berikan ke orangtua 2 anak itu.


Sang ibu melihat merk Kaos yang di berikan cukup mahal menolaknya, dengan halus, namun Ranti memaksa agar si ibu itu mengambil nya.


" Maaf Nona, kaosnya mahal, kami tidak bisa menerima nya, kata ibu itu


" Tidak apa-apa, ambilah dan ganti baju mereka yang sudah basah.


Armando tak kehilangan akal lalu dia menarik ke sua anak itu dan langsung membuka pakaian mereka,


" Ini ambil dan pakai, nanti baju basah kalian di rapikan oleh kak Yati, kata Armando yang sukses dengan caranya


" Makasih ya Nak, siapa Namamu, tanya ibu itu


" Nama saya Armando dan Salma adikku, mereka semua adalah kakakku, jawab Armando


Hujan masih terus turun dengan lebatnya,

__ADS_1


__ADS_2