SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Nasehat untuk teman-teman sekelas


__ADS_3

Kasus penyerangan di sekolah Ranti, membuat publik tanah air berkomentar negatif, terkait kinerja dan integritasnya.


Berpindah ke posisi Karaoke.


Saat ini gedung karaoke itu sudah ludes di lahap api, namun tiba-tiba Pemilik Karaoke itu terbakar, saat dia keluar dari mobilnya.


Warga yang melihat kejadian itu, mengatakan bahwa kayak ada yang menyemprot api ke tubuh itu.


Pria itu berteriak minta tolong, tapi warga tidak bisa menolong, bahkan pemadam kebakaran yang mencoba memadamkan api di tubuh Pemilik karaoke itu heran karena apinya tidak bisa di padamkan.


" Tuan sudah beres, pemilik karaoke sekaligus pemimpin preman itu sudah hangus terbakar, motifnya hanya sekedar mengancam agar sekolah bintang timur mau memberikan mereka uang bulanan, seperti Budi Luhur, setiap bulan 15 juta, belum sekolah lainnya", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Berapa harta yang diambil", tanya Ranti.


"'Hanya 20 milyar", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Rose, tolong transfer uang ke seluruh Security sekolah yang berdinas pagi hingga siang, masing-masing 100 juta. Dan bagikan juga untuk para karyawan di Karaoke, khususnya bagi yang tidak terlibat sebagai preman pimpinan bos mereka, bagikan 50 juta per orang, sisanya untuk perbaikan kembali beberapa jendela yang rusak serta pintu gerbang, bagikan juga tukang kebersihan sekolah kita 20 juta perorang" perintah Ranti.


Dia juga memerintahkan seluruh guru-guru untuk mendaftarkan murid yang menjadi korban Rampasan harta benda, cek seluruh CCTV.


Sementara di posisi murid- murid dan guru, mereka sudah tidak berani lagi menggangu Ranti dan Rindu, sedangkan di SD juga sama, selain Armando dan Salma salah satu pemilik Sekolah, mereka juga pahlawan bagi SD mereka.


" Tiara, apa kamu pernah melihat Ranti bertarung, tanya Geo.


" Sudah beberapa kali, bahkan saat mereka semua latihan juga sudah pernah aku lihat", ujar Tiara.


" Apa Ranti pernah luka saat bertarung?" lanjut yang lain bertanya.


" Tidak pernah, aku dan pacarku Robin pernah mau di keroyok lebih dari 100 orang, dihajar Ranti hingga babak belur, Ranti sendiri tidak apa-apa, sedangkan yang mengeroyoknya semuanya patah Tulang", ujar Tiara.


" Pantas saja kamu sangat perhatian sama Ranti, dia begitu melindungi mu", ujar Yang lainnya.


' Kita berdua saling mengisi, dia aslinya manja kalau dirumah, bahkan pacarku saja tidak berkutik kalau dia lagi kumat, terpaksa biar hujan sederas apapun aku dan Pacarku pasti datang kerumahnya, tapi jujur jika aku dan pacarku di ganggu orang, minimalis patah tulang tangan atau kaki, makanya kalau masalah sepele saja kadang aku dan pacarku tidak mau cerita sama dia, karena bisa panjang urusannya", ujar Tiara.


" Kami bersyukur punya teman seperti kalian berdua, walau kalian orang yang sangat kaya tapi tetap cara bergaul kalian tidak terlihat seperti orang kaya, ujar seorang siswa penerima beasiswa.


" Kami memang seperti ini, tanya saja Si kembar, kami sama-sama dari kelas 10, lagian buat apa sih Sombong, apakah dengan kesombongan, kita bisa mendapatkan sahabat sejati atau bisa dapat keuntungan, yang ada justru para penjilat akan kenyang dari hasil kesombongan kita", Ujar Tiara.


" Benar sekali omongan mu, ujar Gilang


" Yang penting kita saling menghargai, itu saja prinsip saya dan Ranti, kamu baik kami pasti lebih baik, tapi kamu Sombong maka kami pasti lebih Sombong, kapan-kapan kita pinjam saja pesawat Jet Pribadi miliknya, dia punya 2 buah biji, dan lagi di pesan 1 unit lagi, dia juga helikopter, coba pas selesai UN kalian minta jalan-jalan pakai pesawatnya, pasti dia mau", ujar Tiara.


" Wow, punya pesawat Jet Pribadi 2 biji dan masih pesan 1 lagi, untuk apa lagi itu ", tanya mereka.


' Hahahaha, dia punya perusahaan Pembuat Pesawat Jet Pribadi di Amerika, nanti Rindu kakaknya selepas akan kuliah teknik desain pesawat di Amerika sekaligus praktek disana dan menjadi pengendali, makanya pesawat yang di pesan Ranti khusus untuk rindu gunakan saat dia pulang ke Indonesia atau kunjungan bisnisnya", uang Tiara.


" Oh Astaga, sudah sangat kaya tapi tiap hari bawa bontot", ujar mereka.


" Itulah dia, semua Saudara- saudaranya, pasti bawa bontot, apa kalian sering melihat Rindu ke kantin, itu sangat jarang, Ranti Saja kekantin karena menghargai kami dan kita semua, intinya dia juga bertahun-tahun hidup susah, tinggal di Panti Asuhan, 10 tahun dia hidup di Panti, makanya saat dia kaya, dia bangun Panti Asuhan Charity yang juga pernah mengusirnya", ujar Tiara.


" Kita berteman dengan dia itu yang wajar - wajar saja, ujar Yulianto


Tak lama Ranti kembali ke kelasnya, namun handphonenya berdering,


" Halo pak Drajat, sudah Dimana posisimu, tanya Ranti.


" Sudah di gerbang sekolah, tapi security bilang Nona lagi Rapat, jadi disuruh tunggu atau telpon nona langsung" Ujar Pak Drajat.


" Oh datang saja ke kelasku suruh Security mengantar pak Drajat ke kelas saya, ujar Ranti dan menutup telpon.


" Gilang tolong bilangin dong, suruh 10 anak panti datang ke kelas kita sekarang", mohon Ranti.


" Oke" singkat Gilang

__ADS_1


" Permisi Nona Muda, ini bapak- bapak yang mencari anda", lapor Security itu.


" Suruh masuk dan tolong bantu bawakan barangnya kesini", perintah Ranti.


" Maaf Nona saya terlambat, tadi Mia ada masalah sedikit, jadi saya ke supermarket DAMKAR dulu", ujar Pak Drajat.


" Tidak apa-apa, mana barangnya, dan apa sudah setting semuanya?" tanya Ranti.


" Sudah, kartu telpon dan Internet juga sudah saya masukkan, totalnya 51 juta dan ini Kuitansinya", ucap Pak Drajat, sambil menyodorkan Kuitansinya.


" Ya sudah, ini ceknya", ujar Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, saya pamit dulu, di mobil ada istriku", ujar Pak Drajat, dan langsung beranjak.


" Ranti, kamu kemanapun apa selalu bawa buku cek ?" tanya Pretty


" Ia, soalnya ada beberapa toko lebih suka terima Cek dari pada Transfer, jadi ya mau tidak mau harus bawa", Ujar Ranti.


" Ranti, kami boleh gak minta satu permohonan sama kamu, ujar Salah satu teman mereka.


" Apa itu, kalau aku bisa bantu pasti ku bantu', Ujar Ranti.


" Bagaimana setelah UN kita jalan-jalan ke Bali, atau kita ke Jakarta, soalnya banyak dari kita belum pernah lihat ibu kota, tapi kalau kamu sibuk ya gak apa-apa", ujar mereka.


" to the point saja, jangan pakai acara modus, ujar Ranti.


" Hehehehe ketahuan juga, jujur saja kita ingin pergi jalan-jalan, menggunakan pesawat Pribadi milik kamu, kalau boleh, kata mereka.


" Kelas kita ada 30 orang, ya sudah kita pakai 2 pesawat, soalnya maksimal 1 pesawat hanya 19 orang, tapi kita di Jakarta maksimal 3 hari, takutnya pesawat yang satu mau di pakai kak Darel saat pulang Surabaya", ujar Ranti.


" Darel Kusuma itu kakakmu, dia kan pacaran dengan Sonia Wijaya", ujar salah satu murid perempuan.


" Ia dia kakakku, juga mercy dan Friska, sedangkan Kak Sonia adalah Sepupu kandung Pacarnya Tiara, Kak Robin Junior Wijaya, kenapa apa ada masalah dengan kakakku, tanya Ranti


" Gak ada masalah, Darel seangkatan dengan kakak kandungku, mereka sekelas dari kelas 10, untung saja mereka sama-sama laki-laki kalau gak kata ibuku di jadikan menantu saja hahahaha, soalnya pintar banget dan juga ganteng", ujarnya malu-malu.


" Jujur saja dulu ia naksir, tapi saat melihat Sonia, jadi aku batalkan niatku, apalagi kakakku berkata Darel hanya suka dengan Sonia, selebihnya tidak untuk seluruh cewe di sekolah kita. Ujarnya


" Baguslah kalau sudah nggak, karena pasti kamu akan kecewa, kak Darel dan kak Sonia sudah memendam rasa dari mereka SMP baru resmi pacaran saat kelas 11", ujar Ranti.


Akhirnya Naldi dan kawan-kawan nya tiba di kelas Ranti.


" Naldi ini bagikan untuk kalian bersepuluh, merek dan Spesifikasi sama, dan semua sudah di aktifkan dan juga kartu sudah di masukkan dan juga internet nya sudah aktif", Ujar Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, saya akan membagikan ke mereka saat ini juga, ujar Naldi.


" Hey Naldi kamu masih kami tidak? tanya Yulianto.


" Pasti ku ingat, kita sekelas di kelas 10, yang lain juga disini ada yang sekelas dengan di kelas 11, ujar Naldi.


" Bro, Ranti sudah komando, saat tempat tinggal sementara kalian selesai, kalian berkemas saja, aku yang angkat barang kalian, nanti aku pinjam mobil pickup Pamanku, cukup kamu bayar air mineral 1 botol saja, kita ini kawan semua, jangan sungkan", ujar Yulianto.


" Terimakasih banyak, masih menerima saya sebagai teman kalian, ujar Naldi.


" Santai saja, kawan lebih penting daripada uang segunung, lihat kawan kita Ranti, dua saja yang kaya raya tulus berteman denganmu, apalagi aku yang hanya anak tukang bakso, hanya itu lebihnya aku denganmu, sisanya kita sama - sama orang susah, jadi tak perlulah sungkan - sungkan, seragam kita masih sama, putih abu-abu", ujar Yulianto.


" Tak berubah kamu kembar," ujar Naldi


" Hahahaha, ternyata kamu masih ingat panggilan Ranti padaku dan adikku, itu berarti kita masih berkawan", Ujar Yulianto.


" Maaf aku kembali ke kelasku dulu", ujar Naldi.


" Oke bro", ujar Yulianto.

__ADS_1


" Ranti, kenapa kawan kita itu jadi pemalu seperti itu?" tanya Yulianto.


" Bukan pemalu, dia lagi tertekan dengan masalah di Panti, adik-adik dia ingin ikut dengannya, karena gak kuat perlakuan Panti kepada mereka, gila saja anak kelas 1 SD di suruh cuci pakaian", ucap Ranti.


" Astaga, penyiksaan itu namanya, padahal Panti Asuhan dapat uang karena ada anak-anak Panti,


" Kenapa saya sangat menyayangi Kakak-kakakku, karena sewaktu aku Kecil mereka yang merawatku, ada namanya kak Vanya, dia hampir tidak pernah makan dagingnya, karena dia akan membagikannya kepada kami walaupun potongan kecil-kecil, selepas dia di adopsi, maka bergantian kak Darel, kak Mercu dan kak Rindu, pasti saat makan daging mereka hanya makan setengah, setengahnya buat saya", ujar Ranti.


" Kamu pernah menderita juga ", ujar mereka yang belum tahu.


" 10 tahun aku hidup di Panti Asuhan, jadi aku terbiasa hidup seperti ini, tiap hari bawa Bontot, kak Darel, Mercy dan Friska, mereka sudah kuliah tapi tetap bawa Bontot dari rumah, padahal kak Darel kuliah universitas Binus Jakarta, kak Mercy dan Friska di universitas Airlangga langga, jadi kami semua terbiasa dengan seperti ini', ujar Ranti.


" Salut kami sama kamu, padahal Pesawat Jet Pribadi kamu punya hingga 2 biji.


" Buat sombong, bagiku kesombongan hanya menjadi akan menjadi kuburan bagiku, coba kalian lihat orang - orang Sombong saat mereka di paksa jadi miskin, rata-rata jadi gila atau bunuh diri, tapi coba orang sederhana, mau kaya atau miskin dia akan tetap bahagia karena apa, ada banyak teman sejati di sekelilingnya yang siap menolong", ujar Ranti.


" Keren filosofi hidupmu, ujar Geo".


" Maaf bukan menyinggung, coba kalian tanya ke Pretty dan Chelsea, bahkan awal Gilang seperti apa, dan lihat mereka sekarang, kita tersenyum bahagia melihat mereka itu senyum tulus, tapi saat mereka dengan kehidupan dulu, kita senyum hanya karena malas berurusan dengan mereka, beda bukan, jujur saja, saya bangga lihat Pretty dan Chelsea serta Gilang yang mampu keluar dari hal itu, makanya saya akan tertawa dengan bangga saat mereka berbuat sesuatu yang lucu.


Saya juga akan memberikan pujian tulus saat mereka mengukir prestasi, ini yang saya sebut kesempatan kedua yang berhasil buat mereka, dan jika ada yang menyentuhnya saat ini pasti akan berurusan dengan saya, karena mereka sekarang dan nanti adalah sahabat saya", ujar Ranti.


" Baru kali ini kamu bersuara panjang lebar kepada kami", ujar Yudi tiba-tiba bersuara.


" Sudah saatnya kalian mengenalku lebih jauh, karena beberapa bulan lagi kita akan sangat jarang bertemu, aku ingin kita jangan saling melupakan dan jangan saling berkhianat, saya bisa membantu kalian membangun perusahaan dengan kebutuhan Modal berapapun jumlahnya, tapi saya juga mampu menghancurkan perusahaan kalian dalam Tempo 1 jam, itu hukum alam, kamu baik pasti akan di berikan kenaikan, kamu jahat maka jahatlah yang datang.


" Intinya saya hanya mau bilang, kita belajar sama-sama, saya janji suatu saat kalian butuh Modal usaha, jangan sungkan, pasti akan ku bantu, asalkan benar untuk modal usaha, aku Punya RPS Multidana Finance, di Jakarta aku Punya Indonesian Development Bank IDB dan Tri Link Finance, juga masih banyak lagi, jadi jangan kuatir soal modal usaha kalian di masa depan", ujar Ranti mulai membuka dirinya.


" Ranti, apakah kamu yang membantu perusahaan ayahku yang hampir Bangkrut ?" tanya Geo.


" Jujur saja ia, karena kamu temanku, apa salahnya aku membantu perusahaan ayahmu, aku tak tega kamu hidup susah, Apalagi saya tau kesulitan kamu, Sama dulu orsngtua si kembar, daripada nanti mereka keluar dari sekolah ini, mendingan aku bantu, akhirnya apa dia happy, saya juga happy, hampir semua kalian di kelas ini, atau teman waktu kelas 10 dan 11, semuanya yang baik kepada ku atau kepada siapapun, pasti aku bantu, bukan sombong, hari ini ki telpon orang tua kalian pasti datang.


Tapi saya bukan tipe orang yang memanfaatkan kesulitan orang, berdosa besar kita menekan orang yang lagi kesulitan, makanya semua perusahaan yang ku bantu, maju dengan bahagia, Geo kamu tanya ke ayahmu, apakah RPS Group Company pernah menekan perusahaan ayahmu", ujar Ranti.


Atau contoh paling gampang, boleh di bilang usaha orangtua si kembar sekarang adalah 100% modal dariku gratis, apa si kembar sekarang ku perlakukan sebagai budak, Gema, Yudi dan Kiran, Panti Asuhan mereka aku yang bangun dan masih membangun dengan uangku sendiri, lantas apakah mereka menjadi tukang bawa tas saya atau seenaknya saya perintah, kalian sahabatku, temanku dan otomatis SAUDARAKU, kalau mau bantu ya bantu kalau tidak bisa bantu ya jangan kalau ujungnya kita menyiksa orang apalagi sahabat sendiri', ujar Ranti panjang lebar.


" Kami akan ingat pelajaranmu hari ini, sungguh luar biasa, pantas saja Ayahku sangat menghormati kamu", ujar Gilang


" Hahahaha, tapi kalian belum lihat kalau Ranti bekerja di kantor, semua karyawan yang menghadap pasti pucat", ujar Tiara


" Yang bener saja kamu Tiara", ujar mereka.


" Hahahaha, tanya saja Pretty dan Chelsea, ayah mereka dan Ayahku pernah kena semprot gara-gara barang salah alamat, harusnya ke proyek di Surabaya tapi di bawa ke pulau, alhasil ada 10 orang direktur kena semprot, tapi lihatlah tidak ada yang di berhentikan kontraknya, ujar Tiara.


" Tapi kan saya tidak memaki atau menghina para direktur itu, bantah Ranti.


" Nah itu hebatnya dirimu adik ipar, aku paham pola marah nya kamu, kalau kamu sudah tidak memanggil orang itu dengan awalan Pak atau ibu, pasti orang itu akan selesai, begitu sebaliknya, begitu saat waktu kamu marah ke Gilang dan ayahnya, terbukti bukan, kamu memberi Gilang kesempatan berubah, padahal kamu sudah mengancam mengeluarkan Gilang", ujar Tiara.


" Hahahaha, memang kamu itu, apa kamu sudah terbiasa aku selalu ribut dengan ayahmu?" ujar Ranti.


" Ia, hampir tiap hari Sabtu kalian rapat koordinasi, hahahaha ujar Tiara.


" namanya kita dalam pekerjaan, sama saja saat kejadian orangtuanya Pretty dan Chelsea dan direktur lainnya, saat mereka baca surat dari saya yang di berikan sebelum kejadian, akhirnya mereka akui memang salah baca alamat, dan jujur salah satu Direkturnya adalah ayah teman kita, tapi bukan Geo, si kelas ini juga', ujar Ranti.


" Hehehehe ia itu ayahku baru ingat aku soal kasus salah kirim, Ujar Mesya, aki ingat Ayahku pulang sampai tidak bisa makan, apalagi semuanya diancam akan di putus kontrak, disitulah aku sadar betapa orangtuaku begitu susahnya cari uang", ujar Mesya.


" Itu maksud saya bercerita dengan kalian jati ini, buat apa kita Sombong, kita masih numpang sama orangtua, yang kaya mereka bukan kita', Ujar Ranti.


" Adik ipar, tapi kamu berbeda, kamu cari uang sendiri, memang modal warisan yang sedikit dan kamu kembangkan hingga jadi seperti ini, artinya kamu memang layak jika mau sombong karena uang kamu sendiri, nah saya, yang masih numpang dengan orangtua, apa yang mau kusombongkan, istilah saya beli BH saja masih minta uang", ujar Tiara.


" Benar Tiara, kita saja mau beli gorengan 5 ribu, pasti minta uang sama orangtua, buat apa sombong, ujar mereka.


" Hari ini kita dapat pelajaran dari ibu pemilik sekolah, ujar mereka sambil berdiri menggoda Ranti.

__ADS_1


" Hahahaha kalian ini", ujar Ranti.


" sekarang masalah jalan-jalan, silahkan di tentukan kapan, biar pesawatnya aku siapkan, tapi begini saja, kalian urus paspor saja, kita Singapura, kalian jalan-jalan aku mau kerja, sejak aku beli perusahaan itu, belum pernah aku kesana", Ujar Ranti


__ADS_2