
Setelah makan siang yang penuh kebahagiaan, pak Herman, pamit undur diri karena ada keperluan, dan tinggallah pak Mul dengan mereka Ranti, Rendi dan si kembar.
Ranti membuka obrolan dengan Pak Mul soal kelanjutan sekolah di kembar.
Begini Nona Ranti, akhir bulan depan adalah penetapan siswa-siswi yang akan mengikuti Ujian Nasional tahun ajaran ini, oleh karena itu, Renata dan Renita sudah harus mendaftar paling lambat Jumat Minggu depan, kata pak Mulyono.
Dan untuk mereka berdua lebih gampang karena memang mereka tahun lalu berhenti pas sudah di kelas 12, jadi tinggal meneruskannya walau mengulang dari awal. lanjut pak Mul.
Justru itu pak, semalam saya sudah berbicara dengan mereka. Dan hari Senin lusa, saya mohon bantuan bapak untuk mendaftarkan si kembar, bagaimana, apa bapak bersedia membantu kami? tanya Ranti
Nona Ranti, pasti saya akan membantu Renata dan Renita, mereka berdua anak yang pintar, hanya saja keadaan yang memaksa mereka untuk berhenti. balas pak Mul.
Untuk semua biaya sudah saya atur dan titipkan ke Renata. Dan saya juga meminta bapak membantu saya untuk menjaga mereka, pinta Ranti ke pak Mul.
Bisa Nona, kebetulan kakeknya menitipkan mereka kepada saya, jadi tidak masalah dan ini amanah yang sangat mulia bagi saya. jawab pak Mul.
Terimakasih Pak Mul, dan nanti sore saya akan kembali ke Surabaya, tapi sebelum itu, mohon bapak ikut bersama kami ke rumah baru di kembar, ajak Ranti
Baik Nona, singkat pak Mul
Ranti memanggil supir yang disewanya sedari kemarin dan memintanya untuk mengantarkan mereka ke kompleks perumahan palm spring residen.
Pak Mul dan si kembar mendengar kompleks perumahan itu terkejut, walau bukan kompleks termahal tapi termasuk dalam 5 besar rumah elite di Jogja, Rumah yang Ranti beli juga bukan yang termahal, juga bukan yang paling murah.
Renita ingin berkomentar tapi di tahan oleh Renata dengan meremas telapak tangan Renita.
Renata bukan matre yang senang di belikan rumah yang bagus, tapi menurut Renata, takutnya Ranti malah tersinggung.
30 menit dari hotel akhirnya mereka tiba di depan gerbang kompleks perumahan itu, melihat gerbangnya yang nampak mewah, sudah membuat orang-orang takjub, si kembar hanya diam tak berminat berkomentar.
Pak supir melapor ke security dan security meminta bukti sebagai pemilik.
Setelah selesai pemeriksaan, mereka segera menuju rumah yang di maksud.
Ketika sampai, jangankan mereka bertiga si kembar dan pak Mul, Ranti sendiri takjub dan penasaran dengan rumah yang Rose beli.
Setelah mereka masuk kedalam rumah Ranti berkata, "Kak Renata, kak Renita", mulai sekarang kalian tinggal disini, bagaimana apa kalian suka? tanya Ranti kepada si kembar
" Kami sangat suka, terimakasih Ranti, jawab mereka berdua
Dan untuk menunjang aktivitas kalian, saya sudah membeli mobil untuk kalian, tapi hanya satu, jika kalian sudah bisa menyetir sendiri, nanti saya belikan mobil untuk kalian berdua seorang satu.
Mereka berdua sudah kehabisan kata-kata untuk bicara.
Mereka lanjut dengan berkeliling rumah, memasuki ruangan demi ruangan.
Pak Mul, tolong carikan pembantu 3 orang dan harus ada salah satu yang bisa masak, juga carikan sopir untuk si kembar, dan saya minta cari orang yang jujur.
Baik Nona, dan maaf Nona saya sendiri bagaimana, tanya pak Mul.
Bapak yang bertanggung jawab atas orang yang bekerja dirumah ini. Dan bapak juga yang bertanggung jawab soal renovasi rumah si kembar, yang tentu saja ada gaji buat bapak.
Baik Non, kalau begitu sudah jelas, terimakasih
Untuk perkembangan renovasi rumah pak Mul kedepannya berhubungan dengan Rendi dan juga gaji bapak. Terakhir segala urusan sekolah juga bapak yang bertanggung jawab. Apakah masih ada pertanyaan Pak Mul.
Untuk saat ini sudah jelas, terimakasih. jawab pak Mul
Rendi tolong catat nomor rekening pak Mul, setiap tanggal 1 langsung transfer dan semua kebutuhan di rumah tolong transfer ke nomor yang ini Ranti memberikan nomor rekening untuk rumah si kembar perintah Ranti
__ADS_1
Setelah semua urusan rumah beres, mereka ke RS untuk mengambil hasil check up kemarin.
Tiba di RS, mereka menuju ke tempat pengambilan hasil test dan keruangan untuk konsultasi hasil test.
Dokter yang biasa menangani Renita terdiam sejenak setelah melihat hasil dan di bandingkan dengan laporan rekam medis.
Ini luar biasa Nona Renita, anda sudah sembuh total dan ginjal anda sudah berfungsi dengan baik, dan untuk anda Nona Renata gejala radang paru-paru Anda sudah sembuh dan semuanya sudah normal. kata dokter itu.
Semangat si kembar makin bertambah, kini mereka tak perlu kuatir lagi.
Kakak berdua sekarang sudah sangat sehat jadi bisa fokus belajarnya, kata Ranti ke si kembar.
Keluar dari RS, mereka semua menuju ke hotel, setiba di hotel, Ranti mengajak si kembar masuk ke kamarnya.
Kak Renata dan kak Renita, mulai sekarang hiduplah dengan bahagia, ini minumlah, Ranti memberikan pil kecerdasan.
Setelah 5 menit, si kembar merasakan perubahan yang sangat besar, dan semua panca inderanya terasa berfungsi lebih baik dari sebelumnya.
Dan ATM ini juga untuk kalian, didalamnya sudah ada saldo yang aku isi, aku cuma ingatkan, harap gunakan dengan bijak.
Mereka menerima ATM tersebut dan menaruhnya di dompet tapi mereka belum tau jika isinya 125 milyar
Walau ada rasa sedih tapi mereka harus berpisah, Ranti menggandeng kedua tangan mereka dan menuju lobby.
Kami antar kamu sampai ke bandara, maafkan kami kalau sudah membuatmu repot, dan terimakasih sudah memberikan kami segalanya.
Jangan sungkan, kita bersaudara, jadi kita harus saling menyayangi. Malam ini kalian tidur di rumah baru, di lemari pakaian kalian sudah aku isi dengan beberapa pakaian semoga kalian suka. kata Ranti ( mereka gak tau kali yang isi itu Rose)
Rendi ayo kita berangkat, pak supir mampir sebentar ke toko oleh-oleh, saya mau beli bakpia untuk keempat kakak ku di Surabaya.
sesudah membeli oleh-oleh mereka langsung ke bandara, di dalam mobil mereka hanya diam, Renita memeluk Ranti seolah tidak mau berpisah.
Kalian berdua, kalau mau tiap bulan silahkan datang ke Surabaya, kan tinggal naik pesawat hari Jumat malam dan pulang Minggu Sore, kata Ranti
Baiklah, nanti kalau libur pasti kami pergi jalan-jalan ke Surabaya, kami janji. kata Renita yang masih memeluk lengan Ranti.
Ternyata ada kemiripan Renita dan Ranti, " Manja ". Sementara mereka ngobrol, terdengar pemberitahuan untuk segera melakukan check-in.
Ranti memeluk kedua saudara kembar dan masuk menuju ruang tunggu keberangkatan.
Sesuai omongan Rose, dia langsung mengaktifkan aplikasi M-banking si kembar, dan berbunyilah suara notifikasi aplikasi M-banking mereka berdua.
Si Kembar yang sudah berada di mobil sewaan Ranti, melotot melihat saldo masing-masing, tanpa bisa menahan air mata keduanya menetes.
mereka memutuskan untuk mencoba menelpon Ranti, ternyata Ranti mengangkat nya
Ranti apa tidak salah isi saldo kami segini banyak, ujar Renata
Tidak ! nanti jika aku dapat rejeki lagi pasti akan ku tambahkan buat kalian, tapi ingat jangan boros, kata Ranti
Kami janji akan menggunakan dengan bijak. kata Renata
Ya sudah ingat jangan berjualan kacang rebus, bukan aku melarang tapi kalian harus jaga kesehatan, aku berangkat dulu nanti sambung lagi, bye.
Setelah Ranti menutup telepon, di kembar hanya bisa diam, mereka tak menyangka akan memiliki uang sebanyak ini.
Pak sopir tolong antarkan kami kerumah yang tadi, tapi mampir dulu ke warung makan.
Setelah mereka membungkus makanan, mereka langsung ke rumah baru, hanya butuh 30 menit dari warung makan, mereka pun tiba di rumah.
__ADS_1
Mereka memberikan amplop titipan Ranti ke pak supir dan masuk rumah. mereka bahagia dengan rumah baru mereka.
Mereka memasuki kamar masing-masing sesuai tulisan yang ada dan memeriksa lemari pakaian, bagaimana tidak terkejut, lemari penuh dengan pakaian dengan merek berkelas, ada juga tas, dompet, jam tangan dan beberapa set perhiasan.
Di meja rias, terdapat berbagai macam make up, dan parfum dari merk terkenal. Lebih melotot lagi mereka melihat selembar cek senilai 1 milyar dan uang tunai 150 juta yang di bungkus dengan selembar kertas.
Cairkan cek itu dan buatlah rekening baru untuk pemakaian hari-hari, sedangkan uang tunai itu sengaja, aku berikan karena saat ini aku tahu kalian tidak memiliki uang cash.
Si kembar keluar dari kamar dan membawa ceknya masing-masing dan juga uang cash.
Kakak ini banyak sekali kalau Ranti bilang untuk pakai sehari-hari, dirumah ini nanti ada pembantu yang masak dan semua pengeluaran sudah ada di ATM, kalau kita hanya untuk jajan dan untuk make up, tapi kalau makeup berapa banyak yang kita pakai ke pesta saja belum pernah, mau perawatan emang tiap hari apa, celoteh Renita.
Dek kita syukuri saja apa yang di berikan Ranti dan pastinya kita harus menggunakan nya dengan baik. hari Senin pulang daftar sekolah kita ke bank untuk buat rekening baru dan cairkan cek ini. kata Renata
Jadi nanti ATM yang kita pakai adalah ATM yang isi 1milyar. dan uang cash ini kita taruh sebagian juga di Bank, kalau kakak hanya akan menyimpan uang cash 10 juta, kita nanti kesekolah cukup bawah uang sekedarnya, maksimal 1 juta, adek paham maksud kakak, tegas Renata.
1 juta kakak bilang, emang kita mau jajan sebanyak apa, kakak cantik, respon Renita yang gemes dengan kakaknya.
Kali aja ada kebutuhan mendadak itu saja pikiran kakak, balas Renata.
Mereka masuk kamar dan melihat kotak yang berada di meja belajar, pas di buka isinya laptop merk Apple dan juga lengkap dengan printer di meja belajar mereka, mereka geleng-geleng Kepala.
Karena lapar mereka ke meja makan, ternyata ada lagi kejutan yang mereka lihat saat di dapur mau ambil piring, nampaklah 2 kulkas yang 1 ukuran besar dan 1 lagi kulkas untuk minuman dingin, ketika kulkas besar di buka... Renita berteriak
Astaga kakak, ternyata semuanya sudah komplit, lihat kakak kulkasnya penuh, bahkan sampai beraspun sudah ada. teriak Renita
Ya sudah berarti kita besok tidak perlu beli makanan besok, kita masak saja dirumah, dan sore kita ke rumah lama untuk ambil sebagian baju yang masih layak, sedangkan peralatan dapur kita kasihkan ke tetangga kalau mereka mau. kata Renata.
Beralih ke Ranti yang masih berada di pesawat, dia dan Rendi membahas soal Tim yang berada di Cirebon, yang menurut Rendi, mereka disana sangat bersemangat.
Rendi, setelah kamu menikah, segeralah urus ijin usaha peternakan. dan juga soal gaji, berapa gaji yang kamu tawarkan ke mereka bertiga, pak Adam, Pak Haryo dan Niko. tanya Ranti
Untuk saat ini Pak Adam gaji paling besar dan dia saya tunjuk sebagai pemimpin proyek sementara, nanti jika ijin peternakan sudah selesai maka saya akan membagi jabatan mereka masing-masing, dan sekalian untuk mengatur format gaji mereka sesuai pangkat dan kedudukan di perusahaan.
Bagus Rendi, kamu sendiri jangan lupa membuat Tim khusus, agar kamu tidak keteteran menangani semuanya. saran Ranti
Kamu juga harus tau, bahwa nanti saat aku berusia 18 tahun, semua perusahaan milik ayahku akan jadi milikku. Dan juga hingga saat ini orang kepercayaan ayahku sudah membeli saham beberapa perusahaan, dan semua itu kamu yang urus, hingga kak Darel sudah bisa mandiri mengelola perusahaan.
Kalau Darel sudah bisa mandiri, maka kamu akan memiliki banyak waktu dengan keluarga.
Kembali ke si kembar, yang sudah selesai makan malam. Diruang keluarga mereka berbincang-bincang soal kedepan.
Kakak, bagaimana kalau kita cari lahan untuk bangun kontrakan atau rumah kos, sekarang tingkat kebutuhan tempat tinggal makin meningkat, belum lagi tiap tahun banyak yang belajar disini. saran Renita
Bagus juga itu Ade, pasti Ranti juga senang kalau kita menggunakan uang pemberiannya untuk usaha, minimal kita investasi jangka panjang, kakak setuju rencana kamu dek.
Oh ya kak, mulai Minggu depan kita kursus setir mobil bagaimana?
Oke gak masalah, jadi kalau kamu ada keperluan kamu bisa pergi sendiri. Apalagi saat kita kuliah nanti pasti sibuk masing-masing.
Benar kak, juga gak lucu nanti Ranti belikan mobil tapi kita sendiri belum Bisa nyetir kan sayang mobil hanya di parkiran saja hehehehe...
Malam ini kamu mau tidur sendiri atau sama kakak, tanya Renata ke Renita
Tidur sama kakak, biar di keloni dulu hehehehheh jawab Renita
Uda gadis masih saja manja, ejek Renata
hehehehe
__ADS_1