SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Masih berbagi dan tantangan bertarung


__ADS_3

" Rose, maaf aku lupa, untuk Paman Nikson Pradipta dan istrinya, masing-masing 10 juta, sedangkan untuk Aubrey dan Paul, masing-masing 5 juta euro", ujar Ranti.


" Baik Nona, akan segera di transfer", Jawab Rose.


" Apakah seluruh karyawan Kafe seluruh kakakku juga sudah di berikan 5 ribu euro dan juga karyawan supermarket, serta seluruh penjaga kost-kostan dan rumah kontrakan?", tanya Ranti.


" Sudah Tuan semuanya 5 ribu euro, dan mereka sudah menerimanya.


" Yang belum, hanya Gema, Yudi dan Kiran, serta si Kembar Yulianto dan Yulianti, begitu juga Pretty dan Chelsea", ujar Rose.


" Baiklah, berikan mereka 250 ribu euro, termasuk mantan ketua kelasku di kelas 11", perintah Ranti.


" Baik Tuan ", ujar Rose.


Ranti keluar rumah dan berjalan menuju Pos Security , Ranti Bertemu dengan pak Beno sebagai komandan Security kompleks rumahnya.


" Pak Beno, ini ada rejeki dari saya, anggaplah hadiah Tahun Baru dari keluarga saya, mohon diterima", ujar Ranti.


" Terimakasih Nona Ranti, semoga sehat dan rejekinya lancar selalu ", ujar Pak Beno.


" Sama-sama Pak, amplop merah itu khusus bapak dan yang 6 amplop putih adalah untuk anggota Bapak", ujar Ranti mengingatkan.


" Terimakasih Nona ", ujar Pak Beno.


" Mohon maaf, saya tidak mau melihat motor itu berpatroli didalam kompleks, asapnya itu bikin aku sesak, jadi tolong jangan di pakai lagi.


Dan sebagai gantinya saya akan belikan motor seorang 1 buat kalian, dan tanah kosong itu nanti saya orang untuk membuat parkiran yang bagus, agar motor kalian juga bisa terawat ", ujar Ranti dan langsung menelpon Aluna agar menghubungi saudaranya di dealer motor Yamaha.


" Mumpung masih Pagi, suruh semua anggota bapak datang dan bawa KK serta KTP, isi semua dokumen, karena motor buat kalian datang hati ini juga", ujar Ranti.


" Baik Nona, terimakasih banyak, motor itu milik inventaris kantor kami", ujar Pak Beno.


" Suruh mereka datang ambil atau aku yang suruh orang untuk membuangnya, bukan saya Sombong Pak, tapi polusinya itu yang buat aku tidak suka, dan sebagai gantinya aku tambahkan 1 unit motor untuk inventaris, setiap bulan saya berikan uang bensin dan ganti oli, sebesar 1 juta, tolong bapak buat catatannya dan berikan ke Bu Likha atau mang Dul.", perintah Ranti.


" Baik Nona Ranti ", ujar Pak Beno.


" Satu lagi, bapak bantu saya mendata seluruh lansia yang berada di kompleks bapak, dan juga perintahkan untuk seluruh anggota bapak mendata semua lansia yang ada di kompleks mereka, saya akan memberikan mereka bantuan", ujar Ranti.


" Baik Nona, pulang kerja saya langsung mendatanya", ujar pak Beno.


" Baiklah, jika sudah ada tolong antar kerumah saya, ujar Ranti.


Masih berbicara dengan Pak Beno, handphone Ranti berdering.


" Halo ini dengan siapa? tanya Ranti.


" Maaf Nona Muda, saya Dilon, sepupu Aluna, Senior Marketing Dealer Grace Motor, ujar Dilon.


" Oh baguslah, tolong kamu antar sekarang 8 unit motor Nmax pilih warna biru, merah dan hitam, serta hitung sekarang, akan saya bayar lunas semuanya sekarang ", ujar Ranti.


" Baik Nona, untuk pembayaran cash ada diskon 5%, dan dapat helm dan jaket serta 5 kali gratis Service dan 2x gratis ganti oli", ujar Dilon


" Untuk diskon untuk kamu saja, selain itu berikan kepadaku, ujar Ranti.


" Apakah akan menggunakan nama Anda Nona Muda ? tanya Ranti.


" Tentu tidak, kamu datang ke kompleks perumahan saya dan berikan seluruh motor itu kepada Security bernama Pak Beno, nanti anggotanya datang mengisi seluruh Dokumennya", apa kamu mengerti? tanya Ranti.


" Oh oke Nona totalnya 261, 200 juta, saya kirim untuk nomor rekening kantor, ujar Dilon.


" Oke, saya transfer sekarang ", Ujar Ranti.


" Pak Beno, motor sudah saya bayar, tinggal tunggu diantar sekarang, telpon anggota yang lain agar segera datang sekarang, suruh mereka jangan bawa kendaraan", Perintah Ranti.


Dia melihat handphone pak Beno yang sudah jelek, akhirnya dia menelpon Drajat.


" Halo Nona Ranti, ada yang bisa saya bantu?" tanya Drajat.


" Tolong bawakan 7 Handphone Redminote 11 Pro 5 G, ke pos Security kompleks rumah saya, atas nama pak Beno, tolong sebelum toko kamu di buka, dan kirim jumlah tagihannya, Ujar Ranti.


" Baik Nona Muda, sekarang juga saya saya antar, kebetulan saya lewat kompleks Nona dan barangnya ada di mobil saya", ujar Drajat.


" Baguslah, kamu sekalian ke rumah, ponakan kamu juga katanya mau antar oleh-oleh ke toko nanti sore, tapi kamu ambil sendiri saja", ujar Ranti.


" Baik Nona Ranti", ujar Drajat dan langsung melaju menuju ke kompleks Perumahan Ranti tinggal.


Belum sempat Ranti beranjak, Drajat sudah tiba, akhirnya Ranti langsung mengajak kerumahnya dulu.


Sepeninggal Ranti dan Drajat, kedua anggota pak Beno baru berani bersuara.


" Komandan, apa boleh saya minta istri saya datang untuk mengambil motor saya", tanya Anggota itu.


" Ia suruh saja datang tapi agak siang lagi, dan nanti motor yang di berikan oleh Nona Ranti, wajib kalian pakai kerja, jika tidak saya suruh kalian pulang", apa kalian paham ujar Pak Beno.

__ADS_1


" Baik Komandan", ujar mereka berdua kompak.


" Ini amplopnya, ujar pak Beno sambil memberikan amplop kepada 2 anggotanya.


Setelah mereka membukanya ternyata isinya adalah cek senilai 25 juta.


" Komandan isinya cek senilai 25 juta, cukup buat lunasin motorku dan bayar cicilan rumah 12 bulan, Alhamdulillah, ujar anggota itu.


" Baguslah, makanya kerja harus lebih rajin dan disiplin, khusus untuk Nona Ranti, kita harus melayaninya dengan ekstra, hanya dialah yang paling memperhatikan kita, Bu Likha setiap bulan memberikan kita 1,5 juta, dan makanan tiap hari, kecuali malam", ujar psk Beno.


" Baik Komandan, apalagi setiap lebaran, pasti 10 juta tidak kemana buat kita, ujar yang satu lagi.


" Istri - istri kita juga semua bekerja di perusahaannya, katanya nyaman bekerja disana, ada karyawan sombong, pasti langsung di Pecat, sudah begitu, gaji lebih tinggi dari UMR, walau lebihnya hanya 300ribu, tapi itu lebih dari cukup", ujar anggota itu lagi.


" Bersyukurlah, masih ada yang memperhatikan kita, sejak Nona Ranti tinggal disini, kita tidak lagi repot-repot untuk makan siang, dan cemilan sore, serta kopi, padahal sangat jarang Nona Ranti merepotkan kita", ujar Pak Beno.


Tak berapa lama kemudian, seluruh anggota pak Beno tiba, begitu juga sebuah mobil truk berisi 8 unit motor Nmax, beserta sebuah mobil Toyota Avanza yang ternyata Dilon dan 2 orang temannya.


Sebelum Ranti meninggalkan Pos Security, dia sudah meninggalkan uang 15 juta buat buat Dilon dan teman-temannya.


Kembali ke Rumah Ranti.


Pak Drajat dan 1 orang asistennya, sedang sibuk menyeting handphone yang akan di berikan kepada Security kompleks.


" Nona total semuanya 29, 400 juta, ujar Drajat.


' Oke aku transfer sekarang, dan ini untuk asisten kamu, Ranti memberikan 2 juta sebagai tips.


" Paman Ndut, ini baju buat adik-adik dirumah dan juga buat Bibi, sedangkan yang ini 3 kaos dan 3 celana Pendek buat Paman Ndut, ini Gucci asli, serta topi Gucci juga, biar tambah keren lagi, ujar Salma.


" Salma, Pamanmu sekarang sudah langsing, jangan panggil lagi Paman Ndut", ujar Ranti


" Hahahaha, ia juga ya... tapi biar saja, itu panggilkan kesayanganku buat Paman yang ganteng se Mall Galaxy", ujar Salma.


hahahaha hahahaha


Pecah langsung ketawa semua penghuni rumah, gara-gara ucapan Salma.


" Ia sayang, pokoknya hanya kamu yang boleh panggil Paman Ndut, ujar Drajat.


" Hehehehe, terimakasih Paman Ndut yang ganteng", ujar Salma.


Sangat jarang Salma mau dekat dengan laki-laki dewasa, apalagi dia pernah di lecehkan, makanya Ranti dan seluruh kakaknya tidak mempersoalkan ketika Salma dekat dengan Drajat, yang juga sangat baik hati, apalagi dai tidak memiliki anak perempuan.


" Pak Drajat, apa di rumahmu ada lansia, tanya Ranti.


" Baguslah, besok pagi saya akan datang kerumah kamu, jangan bawa ke dokter dulu, jam 9 pagi aku disana", uang Ranti.


" Baiklah Nona, nanti saya info ke istri saya", ujar Drajat.


" Kak aku ikut ya, ucap Salma


" Ia nanti kita kesana bareng Armando, kakak juga butuh bantuan kalian berdua, ujar Ranti


Setelah semua beres, Drajat meninggalkan rumah Ranti dan membawa handphone pesanan Ranti ke pos Security.


Terlihat masih ramai, apalagi para anggota security yang lain sudah tiba.


Drajat memberikan seluruh handphone itu ke Pak Beno, lalu dia beranjak dari pos Security kompleks itu.


Tak lama berselang Ranti keluar bersama Salma dan Mora, ya hingga jam segini Mora belum pulang kerumahnya dan baru mau diantar.


" Pak Beno dan Bapak - Bapak semuanya, tolong rawat baik-baik apa yang sudah ku berikan dan ingat, datang kerja harus menggunakan motor yang saya berikan.


Tiba-tiba, datang seseorang berperawakan Security juga dan langsung membentak para anggota dan juga pak Beno.


" Begini cara kalian bekerja, dan apa maksud kalian meminta saya datang kesini dan mengambil motor patroli kalian", bentak pria itu yang ternyata koordinator lapangan.


" Begini Pak, warga komplain dengan motor patroli yang sudah berasap dan itu adalah polusi di kawasan ini", ujar Pak Beno sopan


" Ya sudah kalian patroli pakai motor sendiri saja, perusahaan tidak lagi memberikan kalian inventaris", ujar sang korlap.


" Tidak apa-apa Pak Korlap, kebetulan juga ada warga yang memberikan kami motor untuk patroli kompleks, Ujar Pak Beno.


" Kalau begitu besok motor itu antar ke kantor, karena motor tersebut di berikan untuk perusahaan, kalian nanti kami ganti dengan motor yang lain saja, terlalu bagus motor itu untuk patroli", ujar pria itu.


" Tidak bisa pak, warga memberikan bukan untuk perusahaan, tapi khusus untuk pos Security kompleks, jadi motor itu masih milik warga kompleks disini", ujar Pak Beno.


" Kamu menentang perintah atasan, kalau saya bilang motor itu jadi milik kantor, ya harus jadi milik kantor", bentak laki-laki itu.


" Coba saja anda bawa motor pemberian saya, ujar Ranti.


" Apa kamu yang memberikan yang memberikan motor itu!!, jangan asal bicara anak kecil, panggil orang tuamu kesini, ini urusan orang dewasa", ujar laki-laki tak tahu diri.

__ADS_1


" Kebetulan orangtuaku tidak tinggal disini, dan tanyakan ke orang dealer siapa yang bayar seluruh Motor baru ini, ujar Ranti.


" Maaf Pak, Nona Muda ini yang membeli motor-motor ini, termasuk untuk inventaris yang nanti akan menggunakan nama salah satu pembantunya, ujar Dilon.


" Tetap tidak bisa, namanya barang di pakai di sini, harus serahkan ke kantor pengelola, ujar laki-laki itu masih berkeras.


" Ya sudah kamu bawah saja kalau berani, dan semua motor yang baru saja saya beli untuk mereka kalau kamu mau silahkan kamu bawa, asal kamu berani", tantang Ranti yang sudah turun dari mobilnya.


" Bukan hanya itu ini seluruh handphone yang barusan juga saya beli, silahkan bawa kekantor, ujar Ranti sambil mendekati laki-laki itu.


" Kalau yang saya tidak mengambilnya, tapi hanya 1 unit saja yang harus saya bawa karena itu untuk inventaris, sebagai ganti motor yang berasap itu", ujar laki-laki itu.


" Apakah perusahaan kamu yang membelinya, hingga kamu merasa berhak, apa saya merusak motor perusahaan kalian itu, tanya Ranti.


" Harusnya anda memberikan barang seperti ini, melalui kantor", uang laki-laki itu.


' Barusan kamu katakan, motor itu bawa ke kantor dan nanti disini kalian akan berikan motor yang lain, apa maksud dengan omongan itu ? tanya Ranti.


" Ya kami akan menggantikan motor layak Pakai untuk disini, dan motor itu akan di gunakan orang kantor, memang harus seperti itu", ujar laki-laki itu.


" Kalau begitu saya tidak jadi berikan motor itu untuk di pos ini, ujar Ranti


" Pak Beno, jika kalian patroli, datang kerumah ambil motor saya ini, perintah Ranti.


" Kenapa anda menarik kembali motor yang sudah anda berikan, ujar laki-laki itu.


" Karena motor itu masih milik saya, dan tidak pernah saya bilang di berikan untuk kantor kalian, saya berikan untuk di pakai disini, kenapa ada masalah dengan itu ! tekan Ranti.


Kalian semua saya pecat, dan besok datang ke kantor ambil gaji kalian semua, ujar korlap itu.


" Jangan kuatir Pak Beno, kompleks ini mulai hari ini, kami warga percayakan kepada kalian, saya akan menghubungi seluruh penghuni disini, ujar Ranti.


" Dan kamu, saya pribadi yang memutuskan kontrak perusahaan kalian disini, bilang sama bosmu berapa yang harus saya bayar", ujar Ranti.


" Pak Beno Video laki-laki ini sudah saya kirim ke group warga, sebentar malam kalian semua hadir disini, kasih tau juga tukang taman badan tukang sapu, perintah Ranti.


" Halo pak Gilang, ujar Ranti


" Nona Muda, saya setuju, jika kita kelola sendiri keamanan dan kebersihan di kompleks kita, saya bersedia hadir untuk rapat", respon pak Gilang.


Ternyata postingan Ranti di respon baik dan positif oleh semua penghuni.


" Baiklah nanti malam kita rapat di Taman, sambil bakar- bakar dan saling silahturahmi, ujar warga yang lain.


" Kami sekeluarga juga pernah bermasalah dengan kantor pengelola Security, hingga Pak Beno dan kawan-kawan di Hukum potong haji, kasihan mereka, saya setuju untuk kelola sendiri", ujar warga lainnya.


" Psk Beno, karena kalian sudah di pecat oleh orang gila ini, jadi tolong usir dia dari sini sekarang juga", perintah Ranti.


" Baik Nona", ujar Pak Beno.


" Maaf Pak, silahkan anda pergi dari sini, dan kirim saja gaji kami lewat Transfer, ujar Pak Beno.


" Saya pastikan seluruh kompleks di kawasan ini tidak akan menggunakan perusahaan kalian", Ancam Ranti.


" Kalian lihat saja nanti, jika bukan karena bos saya orang terpandang dan dan ditakuti para penjahat, apa mungkin kompleks ini akan aman seperti ini, ancam laki-laki itu.


" Coba saja kamu ganggu kompleks ini, dan ingat apapun yang terjadi di kompleks ini, uang saya tahu kamulah penyebabnya ingat itu, suruh bos kamu berhadapan dengan saya, kebetulan saya Pemimpin Utama RPS Security Sistem, yang di kendalikan oleh psk Sumadi", ujar Ranti.


" Hahahaha, kamu Bos nya Komandan besar Sumadi, hei Nona jangan mengaku-ngaku, Pak Sumadi itu orang berpengaruh dalam hal Security, Asal kamu Tahu, bos saya Tilarso adalah teman dekat Pak Sumadi, ujar laki-laki itu sombong.


Sementara laki-laki itu berbicara, Ranti menghubungi Pak Sumadi, dan me loud speaker handphone nya.


" Halo Nona Muda, selamat Tahun Baru, kapan anda tiba dari Paris", ujar Pak Sumadi.


" terimakasih pak Sumadi, kami tiba jam 9 dirumah, dan saya mau tanya apa kamu mengenal Tilarso, salah satu anak buahnya ngomong Tilarso bosnya adalah kawanmu", tanya Ranti.


" Hahahaha, jangan percaya Nona Muda, saya memang kenal dengan Tilarso, tapi dia bukan sahabat saya, dulu kami pernah bekerja sama-sama, tapi hanya sebatas bekerja, karena beda jalur, dia itu anak buah Aldino Sumitro", ada apa Nona menanyakan itu, ujar Pak Sumadi


" Mulai Besok pagi, bantu Security kompleks rumah saya, mereka sudah di pecat orang kepercayaan Tilarso, komandan disini namanya Pak Beno, besok dan selama beberapa bulan kedepan utus satu orang lagi dan satu lagi sore dan malam", perintah Ranti.


" Baik Nona Muda, saya akan mengaturnya, dan besok pagi saya sendiri yang akan kesana", ujar Pak Sumadi.


" Oke, terimakasih", ujar Ranti dan menutup telpon.


" Hei kamu, bagaimana dengan Tilarso kamu?" ejek Ranti.


" Baiklah, kami tidak takut dengan RPS Security Sistem, ujar laki-laki itu.


" Hahahaha yang bilang kalian takut dengan kami siapa, dasar bodoh, katakan sama bos kalian d


saya tantang dia bertarung dengan saya, tentukan tempatnya dan kasih tau ke pak Sumadi, jika Bos kamu bersedia bertarung dengan saya", ujar Ranti.


" Hahahaha, jangankan bos yang turun tangan, kamu saja tidak akan menang dari saya", ujar laki-laki itu meremehkan.

__ADS_1


" Baguslah semoga sesuai dengan omongan kamu, silahkan tentukan tempatnya, bila Perlu aku datang ke markas kalian, ujar Ranti.


" Baiklah, kalau begitu saya akan sampaikan ke Bosku", ujar laki-laki itu.


__ADS_2