SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Masih di Lampung


__ADS_3

" Saya tidak butuh ijazah untuk bekerja disini, syaratnya gampang namun sulit bagi orang yang berhati tidak baik, syaratnya adalah jujur, setia dan tidak sombong serta serakah, dan peraturan ini berlaku bagi istri dan anak kalian selama bekerja disini, jika anak atau istrimu melanggar aturan ini, maka kamu yang menerima hukumannya,


" Seluruh aturan akan tertulis dalam surat kontrak kerja, tolong kasih tau saya siapa mandor atau pengawas kalian disini", tanya Ranti.


" Mandornya belum datang, tapi disini ada mas Anjas, dia Pengawas produksi dan logistik, Dia sedang membuat laporan", ujar salah satu dari pekerja Tambak.


" Tolong panggilkan, saya ingin bicara dengannya", tegas Ranti.


Salah satu pekerja itu langsung menelpon Anjas Antara.


Ranti membuka mobilnya dan mengambil air mineral dan membagikan kepada mereka yang ada di situ.


Tak lama Anjas Antara tiba, dia datang bersama dengan Istrinya dan langsung menyapa mereka semua.


" Selamat siang semuanya, maaf, ada keperluan apa memanggil saya", tanya Anjas.


" Perkenalkan Saya Ranti Putri, Pemilik tambak yang baru dan seluruh lahan ini, dan ini namanya Sandrina asisten saya, yang ini namanya Karyono, dia nanti akan bekerja disini sebagai Kepala Keamanan, dan ini Anjeli adiknya masih sekolah", sapa Ranti memperkenalkan dirinya.


" Saya Anjas Antara dan ini Rubiyah istri saya, sampai panen berakhir saya masih tugaskan sebagai Pengawas Produksi dan Logistik, saya sangat senang berjumpa dengan anda Nona", ujar Anjas dengan sopan.


" Apa yang membuat kamu senang bertemu dengan saya ?" tanya Ranti.


" Jujur saja Nona, seluruh teman-teman termasuk saya, mengalami keresahan soal pekerjaan, Apalagi saat ini istri saya sedang hamil Muda, kami semua berharap kepada Pemilik baru agar tetap mempekerjakan kami, dan tentunya sesuai dengan syarat dan aturan yang akan diberikan kepada kami", ujar Anjas Antara penuh harap.


" Berapa total semua karyawan disini?' tanya Ranti.


" Sekarang kami tinggal 40 orang, yang lain sudah berhenti dan juga ada yang di berhentikan", jawab Anjas.


" Baiklah, katakan kepada seluruh teman-teman kalian agar kumpulkan foto kopi KTP, ijazah terakhir bagi yang memilikinya, Nomor telepon, dan alamat asal, nanti kumpulan ke Karyono, paling lambat hari Senin Sore", ujar Ranti.


" Baik Nona", ujar Anjas.


" Maaf kami mau bicara dengan Anjas, kalian silahkan kembali ke pekerjaan masing-masing, jangan lupa siapkan yang sudah saya katakan tadi", ujar Ranti.


" Terimakasih Nona", balas mereka dan langsung beranjak.


" Anjas, tadi pagi saya ketemu dengan ibumu di Merak, dia berjualan gorengan disana, ibumu orang baik dan saya harap kamu juga sama seperti ibumu, saya juga ada sedikit harapan kepada kamu dalam usaha saya ini, ibumu memohon kepada saya agar mempekerjakan kamu di perusahaan saya, jadi tolong jangan kecewakan ibumu dan saya, apalagi dengan istrimu yang sudah berkorban menemani kamu disini.


" Setelah panen, tambak ini akan saya rombak, jadi otomatis saya tutup sementara, namun seluruh teman-teman kamu tetap disini jika menurut kamu mereka layak di pertahankan, katakan saja siapa yang rajin dan bertanggungjawab dalam pekerjaan dan tidak", uang Ranti.


" Mereka tertinggal saat ini, adalah orang-orang yang bisa di percaya, kecuali mandor kami yang suka seenaknya, jadi maaf bicara, teman-teman jadi malas karena mandor keterlaluan, ada yang mengeluh demam tetap di paksa untuk cebur ke kolam saat panen, maksudnya kalau ada yang merasa kurang sehat tapi masih bisa bekerja, biarlah dia di tempat kering, jangan disuruh masuk ke kolam", ujar Anjas.


" Itu namanya penjajah, saya berikan kesempatan kepada seluruh teman-teman kamu yang ada disini untuk tetap bekerja, dan setelah panen terakhir selesai, mereka semua wajib membantu dalam memperbaiki kolam, jika tidak mau, maka mereka tidak bisa bekerja Disni saat tambak fi buka kembali, dan kalian tenang saja kalian semua tetap saya gaji, dan boleh tinggal disini.


Dan kamu sendiri, setelah nanti Tambak ini di buka kembali maka jabatanmu adalah Kepala Divisi Tambak, itu artinya segala urusan Tambak adalah wewenang kamu, karena disini akan ada peternakan sapi, kambing dan ayam petelur serta Daging, juga ada perkebunan jagung dan kedelai.


Bukan hanya itu saja, Saya akan membangun pabrik pakan ternak jika memang pabrik saya di Cirebon sudah tak sanggup memenuhinya", ujar Ranti menjelaskan.


" Terimakasih Nona Muda, saya berjanji akan bekerja dengan baik, apalagi saya mau jadi seorang ayah, dan tugas baru dari Nona Muda akan saya pertanggung jawabkan dengan baik", ujar Anjas dengan antusias.


" Baguslah, tolong kamu bantu Karyono, kalian berdua mulai hari ini adalah orang saya, jadi kalian berdua harus saling menopang, saling percaya dan bantu saya kembangkan usaha saya ini", ujar Ranti memotivasi Anjas dan Karyono.

__ADS_1


" Kami berjanji akan selalu setia dan tidak akan mengecewakan Nona Muda", Jawab mereka berdua dengan Penuh semangat.


" Dan Rubiyah, terus dampingi suami kamu, ibu mertuamu juga berkata kamu menantu yang sangat baik baginya, sabarlah dalam setahun kedepan suami kamu ini akan jadi pejabat, tetaplah rendah hati dalam mendampingi suamimu, saya juga butuh teman jika kesini", ujar Ranti kepada Rubiyah.


" Terimakasih Nona Muda, terimakasihnya sudah memberikan kepercayaan yang besar buat suami saya, saya beruntung memilik mas Anjas, walau tidak berharta, tapi saya sangat di cintai dan dihormati sebagai istri, makanya saya rela dan ikhlas mendampingi mas Anjas, hingga saya mau tinggal disini bersamanya", ujar Rubiyah.


" Anjas, Rubiyah ini ada 3 lembar cek, untuk kalian berdua, yang 1 lembar berisi 15 milyar, buatlah Rekening Deposito Berjangka, dan 2 dua lembar ini, berisi masing-masing 5 milyar, buat rekening biasa untuk kalian berdua, masing-masing pegang 5 milyar. tapi ingat namanya suami wajib menafkahi istrinya.


Datanglah ke Besok pagi sebelum jam 10 ke Bank Mandiri Kalianda, nanti saya telpon beliau, agar mau menemui kalian berdua, Ujar Ranti dan memberikan 3 kembar cek kepada Anjas dan Rubiyah,


" Ini banyak sekali Nona muda, mereka berdua.


" Santai saja, kalian adalah orang saya, jadi kalian harus bisa terlihat lebih keren, masa mau jadi Ketua Divisi Tambak 150 hektare memiliki tampang seperti ini, harus keren, biar orang tau itu pak Anjas, hehehehe, bercanda saja, terima saja dan gunakan dengan baik, saya janji saat anak Kalian lahir pasti saya akan berikan hadiah untuk kalian", ujar Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, diberikan pekerjaan saja kami sudah bersyukur, minimal anak kami lahir nanti, kami punya uang", ucap Anjas Antara.


" Saya hanya berpesan kepada Rubiyah, sekarang kamu sudah punya uang, pakailah dengan bijak, tetaplah menjadi Rubiyah yang sederhana dan rendah hati, dan rawatlah anakmu sedari kandungan bahasa yang sopan seperti saat ini", ujar Ranti.


" Saya mengerti maksud Nona Muda, saat miskin saja aku selalu mencintai mas Anjas, apalagi dia sekarang sudah kaya dan punya jabatan, saya sebagai istri sangat bangga melihat ketabahan suami saya, hanya wanita bodoh yang mengkhianati suami seperti Suamiku, dan juga berprilaku sombong dan tamak, tidak ada untungnya, buktinya banyak orang sombong saat mati, banyak orang yang tidak mau membantu menguburkan jenazahnya", ujar Rubiyah dengan tulus.


" Mantab, saya senang mendengarnya, teruslah seperti ini, saya yakin anak - anak kalian akan bangga punya orangtua seperti kalian", ujar Ranti.


" Itulah cita-cita kami, memberi kebanggaan buat anak - anak", sambung Rubiyah.


" Ya sudah, saya mohon pamit pulang dulu, saya masih mau ke desanya Karyono, soalnya Anjeli katanya lupa bawa pakaian", ujar Ranti dan langsung beranjak dan masuk ke mobilnya.


" Anjas, hari ini ayahmu katanya sudah beli Mobil, dan ibumu sudah sewa Kios, ditempat yang dulu, nanti nomor rekening kalian berdua kirim ke saya, besok Sore tunggu Karyono di sini saya akan titipkan handphone untuk kalian berdua", ujar Ranti sambil menyalakan mesin mobilnya.


Ranti segera keluar dari lokasi itu, dia mampir sebentar ke pos jaga, dan Bertemu 2 Petugas dari Kepolisian.


" Halo pak, saya pamit pulang, tolong amankan lokasi ini dengan baik, maaf ada berapa Anggota yang berjaga di lokasi saya ini?" tanya Ranti.


" Kami 3 shift, masing-masing 2 orang, dan ada 1 orang Komandan kami dari batalyon", jawab polisi itu.


" Selama jadi Polisi hal apa yang belum kalian miliki ?" tanya Ranti.


" Hahahaha, jadi malu kami Nona, tapi jujur saja, kami 2 tahun lagi pensiun, tapi rumah masih kredit, tinggal itu saja, dan maaf jika kami sudah pensiun apakah kami boleh bekerja disini, apapun pekerjaan nya", ujar mereka.


" Datang dan temui Karyono, dia mulai hari Senin akan duduk bersama dengan kalian disini, saya janjikan kepada kalian berdua, setelah pensiun, bekerjalah bersama dengan Karyono, dan tugas kalian adalah, ajarkan Karyono dasar Security, karena dia yang akan jadi Ketua Divisi Keamanan di lahan ini, dan berdua adalah Chief Security dan wakil, saya akan minta ke komandan kalian agar hingga pensiun kalian berada disini", ujar Ranti.


" Karyono, kamu harus belajar dengan kedua bapak polisi ini, saya mau kamu dalam 3 bulan ini latihan fisik disini saja dulu bersama kedua pak polisi ini", Perintah Ranti.


" Terimakasih Nona, saya sangat bahagia bisa dilatih oleh keduanya, dan saya pasti akan mengikuti semua arahan dari mereka", jawab Karyono dengan semangat.


" Bapak berdua, nanti kalian buat rekening baru tapi wajib bank Mandiri, dan berikan ke Karyono, agar tiap bulan saya bayar gaji selama melatih Karyono, ingat harus tegas, bila Perlu samakan dengan latihan kalian di Brimob", Perintah Ranti.


" Siap Nona Muda, tapi kami butuh peralatan walau sederhana, dan juga buat Karyono wajib makan makanan yang akan kami atur, agar badannya bisa lebih bagus dari saat ini", ujar Kedua polisi.


" Bagus itu, saya akan mendukung, nanti kalian bertiga yang akan merekrut Security, cari yang badannya bagus, juga Carikan juga yang perempuan untuk di office saat nanti kantor di buka", ujar Ranti.


" Siap Nona, saya setuju jika kita membentuk Tim Keamanan sendiri, agar mereka loyal terhadap tugas dan tanggung jawab nya", jawab Polisi itu.

__ADS_1


" Baiklah karena saya sudah lapar saya mau cari makan dulu, ini 2 lembar cek buat kalian berdua, pakailah dengan bijak, saya janji jika kantor sudah di buka dan berjalan baik, saya akan belikan kalian rumah, atau tanah di dekat sini, ujar Ranti.


" Terimakasih Nona Muda", jawab kedua polisi.


Ranti pergi meninggalkan pos jaga dan menuju desa Karyono dan Anjeli.


Begitu mobil baru mau belok ke pekarangan rumah Karyono, para tetangga langsung berkumpul, melihat mobil Ranti yang menurut mereka sangatlah mewah, siapa yang tak kenal dengan Mercedes Benz.


Warga yang penasaran, ingin melihat siapa saja yang akan turun dari mobil mewah itu, dan ketika saat Karyono dan Anjeli adiknya turun dari mobil itu, semua warga tercengang, Karyono dan adiknya yang hidup hanya berdua, dan dikenal sangat kekurangan bisa turun dari mobil mewah.


Belum hilang keterkejutan tetangga, dan ketika Ranti Turun dari sisi kemudi dan juga Sandrina dari sebelahnya, mereka terpana melihatnya ternyata seorang gadis cantik yang menyetir mobil mewah itu.


Baru saja mereka akan memasuki rumah, Karyono di teriaki oleh sepasang suami istri, mereka adalah paman dari Karyono, yang merawat Karyono dan Anjeli, sedari kecil.


" Nak, kamu dari mana saja, kenapa baru pulang, lihat halaman rumahmu yang sudah berumput", ucap Paman Karyono.


" Maaf Paman, Aryo cari kerja di Merak, tapi beberapa bulan tidak dapat pekerjaan yang bagus", ujar Karyono.


" Ya sudah tidak apa-apa, asal kamu sudah pulang dengan selamat saja Paman dan bibi sudah senang, Kakak sepupumu selalu tanya, kapan kamu pulang, Minggu depan dia mau menikah", Sahut Bibi nya Aryo yang dari kecil sangat memanjakannya.


Karyono hanya punya seorang paman, kakak dari ayahnya, sedangkan keluarga ibunya, mereka sama sekali tidak peduli dengan Karyono dan Anjeli, untung saja Paman dan bibinya Serta kakak sepupu Karyono laki-laki yang saat ini menjadi guru PNS, sangat menyayangi Karyono dan Anjeli, jadi mereka juga tidak perduli lagi dengan keluarga ibunya.


" Paman, Bibi, Aryo tidak akan pergi kemana- mana lagi, karena Aryo mulai hari Senin sudah bekerja di proyek pembangunan peternakan yang sedang merekrut karyawan, ujar Karyono yang di panggil Aryo.


" Syukurlah, Paman dan Bibi bahagia, tapi ingat kalau bekerja itu harus jujur dan tanggungjawab, ayahmu sampai meninggal tetap menjadi pegawai yang memegang prinsip kejujuran dan tanggungjawab, serta setia, Paman yakin bos kamu akan bangga punya karyawan seperti itu, tapi kalaupun kamu gagal disana jangan kecewa, terus belajar dan tetap semangat", ujar pamannya menyemangati Karyono.


" Terimakasih Paman dan Bibi yang sudah menjadi pengganti orangtua Aryo dan Anjeli, Aryo janji Bakan membahagiakan Paman, apalagi kakak sepupu jauh dari kita, adik sepupu yang satu lagi masih sakit, apalagi kakinya patah, padahal harusnya tahun lalu dia sudah di terima di kampus UBL", ujar Aryo.


" Itu namanya cobaan, semoga orang yang menabraknya di bukakan hatinya dan menyadari kesalahannya, mungkin itu sudah takdir adik sepupumu", ujar Paman Karyono.


" Maaf Nona Muda, sangking rindu dengan Paman dan bibi saya, hingga saya mengabaikan Nona Muda", ujar Karyono merasa bersalah.


" Angkat kepalamu, aku tidak mau punya karyawan yang lemah, kamu belajar menjadi orang yang tegas, ingat baik-baik, keluarga adalah yang utama, kamu harus buat Paman dan Bibimu bangga mempunyai keponakan yang tangguh", ucap Ranti tegas.


" Halo, bapak dan ibu, perkenalkan saya Ranti Putri, Pemilik Perusahaan yang akan membangun peternakan dan perkebunan, Karyono per hari ini, menjadi bagian dari perusahaan saya, tolong bantu, karena kedepannya dia memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar", ucap Ranti.


" Saya sebagai pengganti ayahnya,


selama masih bernafas pasti saya, akan membantu dan menasehati anak saya, dulu ayahnya karyawan terbaik di pabrik, jadi saya hanya berharap, Aryo bisa lebih baik dari ayahnya", Ucap Paman Aryo.


" Dimana rumah Bapak ? tanya Ranti.


" Itu di depan, istri buka usaha Warung kecil-kecilan, Namanya pegawai honorer gaji tidak seberapa, tapi tetap bersyukur, walau anak gadis saya sedang sakit tapi tetap harus bersyukur, dan selalu merawatnya dengan kasih sayang, untunglah Anjeli selalu menemani kakaknya, makanya biar kami juga susah, kami tetap menyekolahkan mereka walau hanya tamat SMA.


Karyono, juara umum di SMA saat lulus, tapi tidak ada biaya", jadi sudah 3 tahun dia lulus, masih tetap mencari pekerjaan", ujar Pamannya Karyono.


" Boleh saya bertamu dirumah bapak dan ibu, tanya Ranti.


" Oh silahkan, tapi maaf rumah kami sangat kecil", ujar Paman Karyono.


" Yakinlah Rumah ini akan jadi rumah besar", ujar Ranti.

__ADS_1


" Amin", sahut Paman dan bibi Karyono.


__ADS_2