
Mendengar ucapan Salma, Ranti segera memindai wanita itu, ternyata wanita itu anak yatim Piatu dan di perkosa oleh majikannya di restoran tempat dia bekerja, setelah hamil dia di usir.
" Rose buatkan ATM dan isikan saldo 2,5 milyar Yuan, Perintah Ranti.
* Baik Tuan, ATM bisa diambil di dompet anda 5 menit lagi.
" Terimakasih Rose ".
" Salma ajaklah wanita itu, dia masih sangat muda, perintah Ranti.
Salma segera beranjak dan bergegas kearah wanita muda itu dan mengajaknya masuk ke dalam kedai.
" Tante, mari masuk ke kedai itu, disana ada kakak saya, mari minum teh panas agar tubuhmu hangat, ajak Salma.
" Terimakasih Nona kecil, saya tidak ingin merepotkan kamu dan kakakmu, ucap wanita muda itu.
" Kakakku yang menyuruh saya untuk memanggil Tante, balas Salma.
" Baiklah, tapi maafkan saya jika merepotkan kalian berdua", ujar wanita muda itu.
" Tidak apa-apa, ayo masuk", ajak Salma.
Wanita muda dengan membawa bungkusan dan 1 koper berisi pakaian, masuk ke dalam kedai.
" Silahkan duduk Nona, ucap Ranti
" Maaf Nona nama saya, Tang Mei dan ini putra saya, Tang Shan, ucap Tang Mei memperkenalkan diri dan anaknya.
" Kenapa putra anda menggunakan marga kamu, pancing Ranti.
" Anak ini tidak di akui oleh ayahnya, jadi aku gunakan margaku saja, ujar Tang Mei.
" Maaf Nona, silahkan pesan makanan dulu, baru kita lanjut ngobrol, ucap Ranti.
Setelah memesan makanan dan minuman, mereka lanjut berbicara.
" Nona Tang Mei, anda membawa barang-barang seperti ini, apakah anda akan pulang kampung ?" pura-pura Ranti
" Tidak Nona Ranti, sejujurnya saya sudah seminggu tidak memiliki tempat tinggal, karena rumah sewa disini mahal, jadi saya hidup pindah - pindah, sambil bekerja kecil - kecil untuk makan saja, ucap Tang Mei.
" apa Nona Tang Mei tidak memiliki kampung halaman, tanya Ranti.
" Saya dari kecil sudah Yatim-piatu, dan diasuh seorang nenek, tapi sejak 4 tahun lalu, nenek saya meninggal dan Paman saya mengusirku, dan aku ikut kawan ke Beijing untuk bekerja, tapi justru aku di perkosa oleh majikan ku, hingga aku hamil dan lahirlah anak ini, ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
" Maafkan saya, telah membuat anda sedih, tapi percayalah Mulai hari ini, hidup Nona Tang Mei, tidak lagi akan susah, ucap Ranti.
" Maksud Nona Ranti bagiamana?" tanya Tang Mei penasaran.
" Makan saja dulu, biar nanti Nona Tang Mei memiliki tenaga untuk bekerja dan membesarkan anakmu, ucap Ranti.
Tang Mei hanya diam menikmati makanan pesanannya, Ranti dan Salma juga ikut menikmati kue dan minuman mereka, sambil melihat betapa lahapnya Tang Mei menikmati makanannya.
" Nona Tang Mei, malam ini kamu ikut kami menginap di hotel bersama seluruh keluargaku, dan juga seluruh sahabatku, saya akan membantu kamu agar bisa bekerja di tempat mereka, ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Ranti, tapi saya tidak memiliki ijazah, ijazah saya sudah di bakar oleh istri mantan majikan saya, ujar Tang Mei.
" Tidak apa-apa, kamu hanya perlu mengurus data baru, dan mereka akan membantumu, jangan kuatir, sahabat - sahabat ku semuanya orang baik hati", Ujar Ranti.
" Terimakasih Nona Ranti, ucap Tang Mei, sambil berdiri dan membungkuk.
" Sudah, makan saja dulu, sebentar lagi mereka akan tiba di sini, nanti setelah tiba di hotel, kamu bersihkan diri dan kita ke mall untuk beli baju buat kamu dan putramu, ucap Ranti.
" Saya ikut Nona Ranti saja, ucap Tang Mei, yang tidak mau membantah.
Sejam kemudian, seluruh keluarga Ranti tiba di kedai kopi itu, Ranti memperkenalkan Tang Mei dan putranya kepada seluruh keluarganya.
Tak lama berselang juga Yun Li dan 5 saudara laki-lakinya juga tiba, mereka datang untuk menjemput Ranti dan keluarganya.
Karena hari sudah mulai malam, akhirnya mereka kembali ke hotel, Tang Mei juga ikut dengan mereka.
Tidak ada yang bisa membantah Ranti membawa orang atau membantu orang lain.
Tiba di hotel, Ranti dan Salma mengantarkan Tang Mei ke kamarnya, kemudian menyuruhnya agar segera membersihkan dirinya dan putranya setelah itu mereka akan pergi ke Mall terdekat dengan hotel, yang kebetulan, bisa dengan berjalan kaki.
Baru saja mau mandi, Armando datang sambil membawa handuknya.
Ranti dan Salma yang hanya menggunakan handuk, membuka pintunya.
" Ada apa sayang, kenapa belum mandi, mana kak Rindu ?" tanya Ranti.
__ADS_1
" Kak Rindu sampe langsung tidur katanya kecapean, jadi Armando kesini", ujarnya
" Ya sudah sini mandi sama kakak dan Salma, ujar Ranti.
Armando masuk kamar Ranti dan membuka seluruh pakaiannya, kemudian mereka bertiga masuk kamar mandi, Ranti memandikan kedua adiknya, dengan sangat bahagia.
Rindu terbangun dari tidurnya dan mencari Armando, dia yakin pasti Armando berada di kamar Ranti.
Ketika Rindu masuk kamar Ranti, dia mendengar suara ramai di kamar mandi.
ketika dia melihat ke kamar mandi, benar saja Armando berada di dalam bersama Ranti dan Salma.
" Maafkan kakak ya sayang, tadi Kakak langsung ketiduran, hingga kakak lupa belum memandikan kamu, ucap Rindu.
" Tidak apa-apa, Armando tahu kakak pasti capek, ucap Armando.
Ranti tidak malu jika bertelanjang di depan Armando, karena sudah terbiasa, makanya Armando dan Salma sangat manja kepada Kakak-kakaknya, walau sudah besar mereka berdua masih di perlakukan seperti anak kecil yang bisa mandiri.
Apalagi jika Vanya dan Mercy, sudah pasti Armando dan Salma, lebih terurus, makan saja mereka suapin. kalau Rindu sudah jangan di tanya, dia paling sayang dengan Armando, makanya Armando sangat di manjakan oleh Rindu.
Selesai acara mandi, Rindu membawa Armando ke kamar mereka, Rindu menaburi bedak yang biasanya di pakai baby, dan memakaikan pakaian Armando.
" Adik kakak ini sangat manja, membuat kakak, makin sayang, ucap Rindu.
" Hehehehe, Armando juga sangat sayang sama kak Rindu dan yang lainnya, ujar Armando.
" Tapi sebentar lagi, kamu akan bertambah besar, jadi kakak tidak bisa lagi memandikan kamu, ujar Rindu.
" Ia kak, Armando mengerti, masa sampe besar, Armando merepotkan kakak terus, ucap Armando.
" Adik pintar, tak sia-sia kami menyayangi kalian berdua, kalian berdua membuat kakak dan yang lain makin bahagia, ucap Rindu.
" Kami juga sangat bahagia memiliki kalian yang menjadi kakak buat Armando dan Salma, ujarnya.
" Ya sudah ayo kita makan malam, nanti Salma mencarimu, ajak Rindu.
" Wah, adik-adik kecil kakak sudah makin ganteng dan cantik, puji Vanya
" Hehehehe, ia dong kan kami punya kakak-kakak yang cantik-cantik dan ganteng, benar gak kakak kembar, bangga Salma.
" Hahahaha, kalian ini, ayo sini sama kakak kembar, masa seharian kakak kembar tidak dapat pelukan dari adik ganteng dan cantik, ucap Renata dan Renita.
" Hehehehe, maaf ayah, bunda dan bibi, kalian masih ganteng dan cantik, tapi sayang sudah tua, ucap Salma sambil memeluk Monicha.
" Berarti bunda sudah jelek dong, ujar Monicha.
" Sudah tua, bukan berarti jelek, buktinya pipi bunda masih sangat kenceng, ucap Salma sambil memegang kedua pipi Monicha dan memujinya.
" Terimakasih sayang, bunda sangat sayang, kami little Princes bunda dan ayah.
Tang Mei, melihat kekompakan keluarga itu terlihat senyum, dia mengingat perhatian ayah dan ibunya sebelum mereka meninggal.
Selesai makan malam, Ranti pamit mau ke mall sebentar, bersama Tang Mei, Ranti meminta agar Monicha membantu menjaga Tang Shan.
Setelah pamit, Ranti, Salma dan Tang Mei, berjalan kaki ke Mall, hanya butuh 15 menit mereka tiba.
Di dalam Mall, Ranti mengajak Tang Mei ke galeri pakaian wanita, di toko itu tersedia berbagai ukuran dari segala umur.
" Tang Mei, kamu pilih saja sesuai selera, dan ambil sebanyak yang kamu mau, ucap Ranti
" Dua pasang saja sudah cukup, harga disini mahal-mahal, ujar Tang Mei.
" Nona pelayan tolong bantu saudara saya memilih pakaian, apa saja yang dia mau berikan, perintah Ranti.
" Baik Nona Muda". jawab pelayan toko itu.
" Jika kami beli banyak, bisakah kalian membantu mengantar ke hotel tempat saya menginap", ucap Ranti.
" Kalau kurang dari 10 kilometer, kami bisa mengantar nya, dan maaf di hotel mana anda menginap Nona.
" Di hotel Six Star, jawab Ranti.
" Oh hotel milik Kak Yun Li dan saudara-saudaranya, ujar Pelayan toko itu.
" Kamu kenal dengan mereka, tanya Ranti.
" Kebetulan saya mengenal mereka, toko ini langganan kak Yun Li dan juga kakak dan adik iparnya, apalagi mereka orang baik, kak Yun Li kalau butuh pakaian pasti menelpon saya, ujar pelayan Toko itu dengan sangat sopan.
" Yun Li dan saudara-saudaranya adalah sahabatku, kalau begitu carikan baju-baju terbaik untuk saudaraku yang ini, cari sebanyak mungkin dan nanti tolong antarkan ke hotel, ujar Ranti.
__ADS_1
Tang Mei hanya bisa diam dan mengikuti omongan Ranti.
Salma juga membeli 3 potong gaun, celana panjang dan juga celana pendek, Ranti hanya membeli 3 kaos oblong saja.
" Nona harap hati-hati, bukan sombong, di mall ini banyak sekali yang berjualan pakaian yang merk KW, kalau di Toko kami semuanya original, untuk merk ini, kami adalah distributor tunggal kota Beijing, ujar pelayan toko itu.
" Ya sudah berapa semuanya, tanya Ranti.
" Total semuanya, 15 juta Yuan, sudah termasuk tas dan dompet, serta sepatu, sandal dan aksesoris nya, ucap pelayan toko itu.
Baru saja hendak keluar dari toko itu, Tang Mei di teriaki oleh seorang wanita paruh bayah
" Hei Pelacur murahan, buat apa kamu ke Toko ini, apa kamu abis dapat pelanggan yang kaya, setelah menguras harta suamiku, teriak wanita itu, hingga membuat beberapa pengunjung melihat ke arah mereka.
" Maaf Nyonya, tolong anda jangan menuduh orang dengan sembarangan, ujar Ranti
" Apa kamu teman seprofesi dengan wanita penggoda ini, teriak wanita itu.
" Hei wanita tua sembarangan kamu menuduh kak Tang Mei dan kakakku seorang pelacur, bisa kamu buktikan dengan siapa kedua kakak saya menjual diri, teriak Salma.
" Kamu tidak sopan, anak kecil berteriak kepada saya yang lebih tua, emosi wanita itu.
" Kamu yang tidak sopan dan sudah menuduh orang, ucap Salma tak kalah Sengit.
" Baiklah nyonya, sungguh sangat sulit berbicara dengan kamu, jika kamu kurang puas datang ke hotel Six Star, tempat saya menginap, saya pikir kamu tau hotel itu bukan, kamu datang dan tanya ke saudara ku, Xiao Lang dan Yun Li, tanya saya siapa, sebutkan saja nama saya Ranti dari Indonesia.
Wanita itu terkejut mendengar nama Xiao Lang dan Yun Li, bagaimana tidak, banyak yang berusaha untuk bekerja sama dengan Xiao Lang bersaudara, karena 6 bersaudara itu memiliki prospek hebat di masa depan.
" Hahahaha, jangan mengatasnamakan Ketua Xiao Lang dan Direktur Yun Li, anda pendatang, sok mengatakan kenal dengan mereka, ucap wanita.
Pelayan Toko itu segera menghubungi Yun Li, dan kebetulan Yun Li langsung mengangkat nya.
" Ada apa adik Huang, apa ada masalah di Toko, tanya Yun Li.
" Kak Yun, disini sedang ribut, ada wanita muda mengatakan dia mengenal anda, namanya Ranti, dia bersama 1 gadis kecil dan satu lagi gadis Muda, dia di tuduh pelacur oleh istri pemilik restoran besar di distrik K, ucap pelayan toko bernama Huang.
" Baik kami akan kesana, terimakasih adik Huang.
Yun Li segera memanggil semua saudara- saudara nya, dan bergegas ke Mall, dimana toko milik mereka berada. ternyata toko tempat Ranti berbelanja adalah milik dari Yun Li bersaudara.
Keenam bersaudara itu berlari ke Mall dan langsung menuju ke toko.
Di Toko itu, wanita itu masih memaki-maki Tang Mei, dan tak lama berselang, Yun Li dan saudara-saudaranya tiba di toko milik mereka.
" Maaf Nona Muda, ada masalah apa Samapi wanita Tua ini berisik disini, ujar Yuan Zhao.
Xiao Lang langsung memegang Salma dan Tang Mei agar mundur.
" Maaf Tuan Xiao Lang dan Tuan Ding Fan, saya harap kalian bisa melihat wanita ini, dia dulu karyawan restoran kami, dia menggoda suami saya, dan memeras kami, ucap wanita itu.
" Terus, wanita itu adalah temannya mengaku-ngaku adalah sahabat kalian, itu namanya apa kalau bukan mereka mencari keuntungan atas nama baik kalian, lanjut wanita itu.
" Nyonya Ma, asal kamu tahu saja, kami diam bukan tidak tahu masalah suami kamu, hanya saja kami tidak tahu siapa wanita malang yang kalian usir dalam kondisi hamil, tapi sahabat kami dan orang yang paling kami hormati, sudah memberitahukan letak masalah yang terjadi, awalnya kami tidak akan mencampuri urusan kalian, tapi kamu sudah menuduh orang yang paling kami hormati dengan menyebutnya pelacur, bilang kepada suami kamu, besok pagi bayar hutangnya kepada adikku Yun Li, tidak perlu bayar bunga karena keluargaku bukan rentenir, tapi jika besok pagi kalian tidak membayar hutangnya, maka sesuai surat perjanjian, restoran kalian jadi milik adikku.
Apalagi waktu pembayaran sudah lewat 1 bulan, adikku berpikir kalian orang baik, maka dia meminjamkan uang tanpa bunga, tapi kalian tidak bayar tepat waktu, dan hari ini, kalian juga menuduh orang yang kami hormati, apalagi adikku sudah sangat menyayangi Nona Muda seperti adiknya sendiri, jadi kedua Maslah ini, saya hitung sekaligus, emosi Xiao Lang.
" Tuan mohon maaf jika saya salah, tapi Tang Mei memang yang menggoda suami saya, dan mengaku-ngaku hamil di hamili suami saya, ucap wanita itu.
" Yang jelas dia di perkosa suami kamu, tapi itu masalah kalian, Tang Mei sudah tidak mempersoalkannya, tapi ingat baik-baik, Tang Mei mulai hari ini hingga kapanpun adalah orang kami, jangan sekalipun kamu dan keluargamu mengganggunya, dan besok pagi suruh suami kamu datang ke hotel jam 8 pagi tidak boleh telat walau hanya 1 menit, ucap Xiao Lang.
" Nyonya Ma, saya kecewa dengan kalian, karena ingin membantu kalian saya sampai berdebat dengan Kakak dan adikku, tapi ternyata kalian mencoreng namaku di hadapan keluarga ku, apalagi dihadapan orang yang paling kami hormati dan cintai, ucap Yin Li,
" Maafkan saya Nona Direktur Yun Li, saya emosi, ucap Wanita itu.
" Pergilah dan pulanglah, besok pagi ajaklah suami kamu menghadap ke kakakku, maafkan saya tidak bisa membantu kalian kali ini, ucap Yun Li.
" Kak Xiao Lang, kak Ding Fan, maafkan adik Yun Li yang ceroboh, ternyata suami istri itu orang jahat, ucap Yin Li.
" Sudahlah adik, kamu hanya terlalu baik kepada orang yang salah, kedepannya harus berhati-hati, kebaikan hati kamu, terkadang jadi kelemahan kamu, lihatlah orang yang kamu bantu ternyata berhati iblis, ucap Xiao Lang, sambil memeluk Yun Li yang merasa bersalah.
" Kak Yun Li, bersyukurlah, sifat orang itu terlihat, jika tidak selamanya kakak akan di tipu mereka, ucap Yuan Zhao.
" Nyonya cepat kau pergi, apa kamu masih mau melihat kakak ku bersedih karena merasa bersalah membantu kalian, ucap Ding Tian dengan nada sangat tinggi.
Wanita sombong itu langsung buru-buru pergi setelah diusir Ding Tian.
" Kak Xiao Lang, maafkan tidak bisa membantu kedua Nona ini, ucap pelayan toko itu.
" Adik Huang, kamu sudah cukup membantu menelpon dan memberitahukan kepada kami, jadi tenang saja, saya mengucapkan terimakasih atas laporan kamu, dan ingat baik-baik, Nona Ranti adalah Penolong kami berenam, kami bisa memiliki harta semua itu pemberian Nona Muda Ranti, jika hari ini dia meminta harta kami, pasti kami akan mengembalikannya, tapi hati Nona Muda Ranti lebih luas dari samudera, dia orang sangat baik dan tulus, ucap Xiao Lang lembut kepada Huang orang kepercayaan mereka di toko.
__ADS_1