SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Menolong korban kebakaran


__ADS_3

Gulfstream G 700, telah mendarat di Bandara Juanda Surabaya, tepat pukul 8 malam, Ranti segera turun dan menuju Dimana mobilnya di parkir.


Ranti melajukan mobilnya menuju rumah, misinya ke Singapura berhasil bahkan bisa menolong orang yang juga keponakannya.


Sebelum kerumah Ranti mampir ke warung makan pinggir jalan, dia memesan soto babat campur daging serta air mineral.


Selesai makan, dia melanjutkan perjalanan dengan tujuan pulang rumah. Ditengah perjalanannya dia melihat kobaran api yang mulai membakar rumah penduduk.


.


Dengan mata semesta dia memindai, apakah ada yang terjebak atau tidak, alangkah kagetnya dia melihat ada 2 orang Gadis remaja yang sudah pingsan.


Mobil Pemadam Kebakaran sudah berdatangan tapi api begitu besar. Ranti segera mengaktifkan Armor Transparan Mode Stealth dan melepaskannya ratusan jarum Es, Ranti juga mengaktifkan elemen Air, dalam sekejap tiba-tiba air semprotan dari Tim Pemadam Kebakaran berubah menjadi sangat dingin.


Ranti berlari ke arah kobaran api untuk menyelamatkan kedua anak gadis itu.


Ranti menempelkan telapak tangannya ke lantai dan secara perlahan api di sekitar rumah kamar gadis itu padam.


Di tengah kobaran api Ranti terus berjalan membawa ke dua gadis itu melalui belakang rumah, untung saja di belakangnya rumah yang terbakar memiliki tanah kosong, dia meletakkan kedua gadis itu, lalu kemudian memadamkan api di sekitar pemukiman padat itu.


Api sudah berangsur - angsur padam, terhitung sekitar 20 atau 30 rumah ludes terbakar, namun beruntung tidak korban jiwa, jika Ranti terlambat sedikit saja, bisa di pastikan, pemukim padat habis terbakar.


Ranti kembali ke mobilnya, dan sudah menon aktif kan Armor Transparan, dia mendatangi kerumunan warga yang rumahnya terbakar.


" Aplikasi Mata Dewa, coba selidiki lahan milik siapa dan apakah ada yang sengaja membakarnya atau bagaimana, Perintah Ranti.


" Ini murni karena ada gas 3 kg yang tiba-tiba meledak, balas aplikasi Mata Dewa.


" Terus lahannya punya siapa, tanya Ranti.


" Lahan ini milik Pemerintah, menurut rencana akan di bangun Rusunawa, secara bertahap, Balas aplikasi Mata Dewa.


Ranti segera keluar dari kerumah warga, setelah perwakilan dari pemerintah kota datang.


Waktu telah menunjukkan pukul 12 malam, akhirnya Ranti tiba di rumah, dan langsung masuk kekamarnya.


Dengan tenang dia memejamkan mata dan beristirahat, hingga tak terasa pagi sudah tiba.


Begitu turun dia melihat seluruh saudaranya sudah berada di meja makan, dan sedang menikmati sarapan.


" Jam berapa kamu sampai dek, tanya Mercy


" Jam 12 malam, tapi aku gak enak gangguin kalian istirahat, jawab Ranti


" Kak ada beli oleh-oleh apa dari Singapura, tanya Salma


" Kakak hanya bisa beli handphone buat kalian semuanya, sebentar kakak ambilkan, ucap Ranti


Sekitar 10 menit kemudian Ranti sudah kembali membawa 6 unit handphone dan aksesorisnya.


" Ini buat kalian, ujar Ranti sambil membagikan handphone iPhone 14 Promax RAM 12 GB, ROM 1 TB.


" Wow, iPhone 14 Promax, varian tertinggi lagi, ucap Mercy sambil membelai handphone yang di berikan Ranti.


" Kak nanti pulang sekolah, aku ke tempat paman Ndut biar nanti dia setel punya Salma.


" Pasti kamu mau pamer sama paman gendut kamu, tuduh Rindu


" Hahahaha, kakak tau aja, biar dia ngiler kak, hahaha, tawa Salma.


" Berarti yang 12 promax di Pensiun kan, sedangkan yang 13 promax jadi yang kedua, 14 promax jadi yang Utama, hahahaha ujar Friska.


" Terserah kalian saja, ujar Ranti


" Bagaimana apa kak Dewi suka, tanya Ranti


" Sangat suka, terimakasih oleh-oleh nya, ucap Dewi.


Ranti hari ini sengaja mengantar Salma dan Armando, dia sekalian mau ke rumah Tiara.


" Rose, kirimkan handphonenya ke kak Darel, Sonia dan kak kembar, serta kak Vanya, Perintah Ranti.


* Baik Tuan, jawab Rose.


Sampai di sekolah, Yati menuntun Salma dan Armando untuk memasuki kelas.


Ranti menuju taman dia ingin menikmati lontong, namun sayang sekali, bude penjualnya hari ini tidak berjualan, kata penjual yang lain bahwa semalam rumah Bude kebakaran.


Seketika Ranti menjadi lemas, bude yang sangat baik hati, ketimpa kemalangan.


Ranti bergegas menuju lokasi kebakaran, dengan Toyota C-HR Hybrid, dia melesat dengan kecepatan tinggi, dia kuatir mereka semua nantinya akan di manfaatkan orang lain.


Ketika tiba di lokasi, dia melihat para warga yang rumahnya hangus terbakar, sedang membereskan beberapa barang yang menurut mereka masih bisa di pergunakan.


Terdapat 4 tenda besar yang didirikan oleh pemerintah lewat dinas sosial, terlihat anak-anak tidak masuk sekolah, di pastikan seragam dan perlengkapan sekolah mereka hangus terbakar.


Akhirnya orang yang dicari-cari ketemu juga.


" Bude, sapa Ranti

__ADS_1


" Lah kok Non Cantik ada disini, tanya Bude


" Saya datang ke warung mau makan lontong tapi kata yang jualan, rumah bude kebakaran, ya uda aku langsung kesini, jawab Ranti


" Terimakasih Nona Cantik, tapi maaf ya bude barangkali masih lama untuk jualan, bude mau cari pinjaman modal dulu, juga buat bangun rumah lagi, jawab Bude


" Memangnya suami bude kemana, tanya Ranti.


" Suami bude sudah meninggal, jadi bude hanya tinggal bersama 2 anak Bude, mereka juga baru mulai bekerja, belum ada sebulanan, di Pabrik Pengolahan makanan PT RPS Food Excellent, bude bersyukur saja mereka di terima bekerja, di pabrik itu. ucap Bude


" Syukurlah kalau begitu, lalu untuk sementara bude dan anak-anak nanti tinggal dimana? tanya Ranti


" Nanti mereka pulang kerja mau cari kontrakan, kata bude.


" Ada berapa keluarga yang rumahnya hangus terbakar, tanya Ranti


" Sekitar 30 rumah, dan kami sekalian mau di pindahkan ke tempat lain, karena ini tanah pemerintah, jadi bude pasrah saja, toh memang bukan milik sendiri. ucap Bude


" Ia juga, nantinya juga di bongkar mereka, kan katanya disini mau di bangun Rusunawa, selidik Ranti


" Katanya mau mulai tahun depan, jadi kami sekalian di pindahkan, hanya saja tempatnya jauh, makanya anak-anak bude bilang cari kontrakan saja, mereka sudah bekerja jadi bisa bantu.


" Apa bude punya keluarga yang menjadi korban kebakaran disni, tanya Ranti


" Adik kandung bude dan kakak ipar, itu mereka sama suaminya lagi berbenah, mereka juga memilih ngontrak daripada pindah kejauhan dari tempat jualan mereka, ucap Bude.


" Panggil mereka berempat, dan kita ngobrol di warung yang itu, kata Ranti


Ketika mereka datang, Ranti kaget melihat sepasang suami istri paruh bayah.


" Nona Cantik kok disini, Nona kenal juga dengan adik ipar bapak, tanya bapak itu, yang aslinya tukang jualan bubur ayam, di lokasi berbeda.


" Kenal, aku kalau makan lontong pasti ke warung Bude, pas kesana tadi mereka bilang rumah bude kebakaran semalam, ya uda aku kesini.


" Nona, boleh minta keringanan waktu gak membayar cicilannya, ucap Pakde


" Bicarakan saja dengan Orang kantor, pasti mereka mengerti, tenang saja, mereka tau pade kenalan saya, apalagi pakde dan Bude tidak pernah telat membayarnya, ujar Ranti membesarkan hati mereka


" Alhamdulilah nona, utang tetap harus di bayar, apalagi bunganya sangat murah, mau cari dimana lagi coba, bodoh lah pakde dan Bude kalau buat kesalahan, ucap Pakde


" Nah itu baru benar, saya juga tidak malu sama orang kantor yang meminta agar permohonan pakde di setujui.


" Kita sarapan dulu, batu kita ngobrol, jangan di pikirkan lagi rumah yang sudah hangus, sekarang makan dulu, setelah ada tenaga baru kita bicarakan soal kedepan, ucap Ranti.


" Nona Cantik bisa aja menghibur kami, ucap bude"


" Gantian dong, biasanya juga bude suka buat saya ketawa, saat makan di warung Bude, ujar Ranti tidak mau kalah.


" Bude, Pakde, kalian sudah seperti saudara buat saya, dan juga saudara - saudara ku yang lain, mohon jangan tersinggung, saran saya daripada tinggal di pemukiman seperti ini, kenapa tidak ambil perumahan yang sederhana, itu lebih nyaman, ucap Ranti


" Nona Cantik, kami semua pada dasarnya mau untuk mencicil perumahan, tapi pihak bank selalu menolak dengan berbagai alasan, jadi ya kami hanya bisa seperti ini, kami juga sangat berharap, rusunawa disini cepat di bangun, agar kami bisa menyewa disni dan jika pemerintah mau jual, kami siap mencicilnya, ucap pakde.


" Pak De, Bude, kalau kalian ingin punya rumah tinggal, silahkan buat proposal nya dan ajukan kek kantor RPS Multidana Finance, saya akan bantu dengan bunga ringan dan jangka cicilan juga panjang, agar murah, dan ingat hanya kalian tiga keluarga, ucap Ranti


" Kami akan Pikirkan setelah kami sudah berjualan kembali, kata bude


" sudah jangan banyak pikir, sekarang saya tanya, berapa modal untuk jualan lagi, kasih tau saya dengan jujur ucap Ranti


" Bude butuh 10 juta, karena barang dapur rusak semua, jawab bude


" Pakde kurang lebih sama, jawab Pakde


" Kalau saya hanya 5 juta, karena saya dagangnya hanya gorengan saja, jawab adik kandung Bude, janda anak 1.


" Baiklah, soal modal sudah aman, sekarang kalian mau ngontrak dimana sementara ini, di depan sana ada Perumahan sederhana, biaya sewa disana hanya 600 ribu perbulan, jadi Pakde kesana, tadi sudah cari dan disana masih ada sekitar 6 unit .


" Ya sudah kita kesana sekarang, nanti di dahului orang lain.


" Rose tolong Cairkan 200 Poin Pengabdian untuk kebaikan, dan buatkan cek nominal 50 jutaan, 100 jutaan dan 200 jutaan, bagaimana apa bisa seperti itu, saya ingin bangun semua korban kebakaran, bagaimana Rose


* Bisa Tuan, itu langkah yang sangat Baik, jawab Rose.


Sesampainya mereka di kompleks itu, ternyata banyak rumah yang masih kosong, ada juga yang mau di jual.


" Sekarang pilih dan lihat, nanti saya telpon, ucap Ranti


" Nona, bagaimana kalau yang itu, nama pemiliknya sama pas ada 3 unit yang kosong.


Ranti segera menelpon, dan kebetulan langsung diangkat, Ranti mengutarakan maksudnya respon baik dari pemilik yang akan datang segera.


Setelah pemiliknya tiba, dia segera membuka semua unit rumah yang di sewakan.


" Berapa harga sewanya, tanya Ranti


" Saya menyewakannya pertahun 8 juta, kalau 2 tahun 15 juta, luas rumah 3 unit ini sama, dan semuanya sudah ada dapur yang komplikasi dengan kitchen set, walau hanya sederhana saja, ucap pemilik rumah.


" Silahkan pilih yang mana, ucap Ranti


Mereka semua terdiam, karena tidak memiliki banyak uang untuk sewa Pertahun.

__ADS_1


" Kenapa bude dan Pakde diam, pilih saja, soal uang gampang, ucap Ranti


Akhirnya mereka bertiga memilih rumah yang mereka inginkan.


" Maaf pak mereka yang akan menempati rumah bapak, jangan kuatir, jika kelak mereka mau pindah dari sini, akan saya bayar berapa biaya memperbaikinya, ucap Ranti setelah membaca perjanjian sewa.


" Apakah mau ambil setahun atau dua tahun, tanya pemilik rumah itu.


" 2 tahun, jawab Ranti


" Berarti 45 juta uang sewa 2 tahun dan 5 juta deposit, jadi totalnya 50 juta, ucap pemilik rumah itu.


" Kalau bayar pakai cek bisa gak Pak, tanya Ranti


" Bisa Nona, kebetulan istri saya kerja di Bank, ucap pemilik rumah itu.


" Beres sudah semuanya.


" Pakde, bude pegang tanda terima ini jangan sampai hilang, dan ini kunci rumah kalian masih, ucap Ranti sambil menyerahkan kunci dan kuitansi pembayaran serta surat Perjanjian Sewa.


Pemilik Rumah, pamit karena masih ada pemeriksaan di kantornya.


Ranti dan mereka bertiga sedang melaksanakan home tour, hingga akhirnya mereka semua kembali ke lokasi kebakaran.


Pakde tolong panggil pak RT dan pengurus lainnya, dan minta para korban suruh berkumpul, cukup 2 orang saja perkeluarga.


Setelah semua berkumpul, dan menang hanya 2 perkeluarga.


" Selamat pagi menjelang siang bapak-bapak dan ibu-ibu semuanya, saya yang meminta kalian untuk berkumpul, dengan maksud membantu meringankan beban bapak dan ibu sekalian, mohon jangan di lihat jumlahnya, saya ikhlas membantu tanpa ada ada tuntutan di masa depan.


Saya kesini, karena di karenakan saya adalah langganan lontong sayur bude, dan juga Bubur ayam Pakde, mohon keikhlasan untuk menerima pemberian saya, ucap Ranti.


" Pak RT, mohon dibantu agar tertib, Ucap Ranti


" Jumlahnya ada 35 KK, termasuk tukang lontong dan bubur ayam, dan tukang gorengan, ucap pak RT


" Baik, panggilan satu persatu, ucap Ranti.


Dengan segera pak RT memanggil satu persatu korban kebakaran, namu disaat sedang membagi-bagikan amplop, terdengar teriakan-teriakan dari para preman yang mengaku sebagai LSM, mereka menuding kalau Ranti mengusir warga secara halus.


" Silahkan anda buktikan, apakah anda mengenal saya, tanya Ranti


" Saya tidak mengenal anda, tapi kami menolak pindah dari sini, ucap kepala preman berlagak LSM.


" Apa tindakan kamu terhadap korban kebakaran, tunjukkan berapa banyak bantuan yang anda berikan kepada mereka, tanya Ranti.


Mereka terdiam, namun dengan berpura-pura ketua preman itu berkata, bantuan kami dalam perjalanan, bohongnya


" Baiklah saya tunggu disini Samapi bantuan kamu tiba.


" Aplikasi mata Dewa, laporkan ke Polisi, ada preman di lokasi kebakaran, perintah Ranti


" Kamu ! bentak preman itu.


" Kenapa, kamu takut terbongkar kebohongan Kalian, ejek Ranti


Ranti dan pak RT melanjutkan pembagian amplop berisi cek, pas selesai, Polisi tiba


Para preman langsung panik, dan ingin melarikan diri tapi sudah keburu ditangkap.


Setelah beres semuanya, Ranti memberikan sumbangan untuk mushalla, dan memberikan sekedar uang lelah kepada pak RT bersama dengan Linmas.


3 Orang yang belum kebagian yaitu pakde dan Bude serta penjual gorengan, itu naik ke mobil Ranti untuk cari tempat makan siang.


Selesai makan siang mereka kembali ke lokasi kebakaran, sebelum mereka turun, Ranti memberikan mereka Cek sebesar 200 juta per orang.


" Tolong gunakan dengan baik, aku pikir ini sudah lebih dari cukup buat modal kalian, sisanya tabung untuk uang DP rumah, Ini masih ada 15 juta buat kalian perorang ini, untuk beli pakaian baru, ucap Ranti


" Nona Cantik, terimakasih banyak bantuannya, kami hanya bisa mendoakan Nona cantik agar selalu sehat, ucap Bude lontong.


" sama-sama, gak usah lebay bude, nanti ku ambil lagi uangnya, canda Ranti


" Bude serius berterimakasih kepada Nona Cantik, bude lontong yang langsung menyimpan cek dan uang cash nya.


" Hahahaha, gitu dong Bude, aku senang lihat bude tersenyum, ucap Ranti.


" Kamu juga, selalu membuat bude senang, bahagia selalu ya Nona Cantik, ucap bude lontong.


Pakde, bude sekalian terakhir ini buat kalian bude lontong dapat 3 handphone, pakde dan Bude tukang bubur 5, dan tukang gorengan 2 unit handphone, tolong Pakde Titip 2 unit buat Pak RT, ucap Ranti ( HP sitaan dari White Tiger)


" Sekarang saya pamit dulu, sebentar lagi saudara-saudaraku pulang dari sekolah.


" Hati-hati Nona Cantik, lusa kami sudah jualan, ucap mereka serentak.


" baiklah, hari Sabtu saya makan lontong, Minggu saya datang makan bubur ayam, dan tentunya harus ada tahu goreng dan tempe, ucap Ranti, dan langsung beranjak pulang


" Astaga pak, Nona Cantik berikan kita sebanyak ini, ucap bude bubur ayam ke pakde.


" Nona Cantik, memang baik hati, ingat dulu dia sudah bantu kita dan juga rekomendasikan untuk pinjaman modal, semoga dia sehat selalu, doa Pakde tukang bubur.

__ADS_1


" Saya juga jadi kecipratan, ucap tukang gorengan


" Itu namanya rejeki, jangan beranggapan kamu dapat rejeki karena kami, itu semua sudah rejeki dari Tuhan, gunakan baik-baik, dan Jangan sampai mantan suami kamu tau, sekarang mari kita ke Bank, ucap Pakde tukang bubur.


__ADS_2