
Ada masalah apa Gema, jangan malu-malu, ucap Ranti.
Di kelas ini, kami ada 3 orang, saya, Kiran dan Yudi, Panti Asuhan tempat kami, sudah tidak sanggup lagi merawat anak-anak yang lain, Apalagi panti kami terbilang Kecil dan hanya mengandalkan suami isteri yang menjadi ibu dan ayah angkat kami, untuk membiayai operasional Panti, ucap Gema.
" Ranti, kami minta tolong, carikan tempat untuk adek- adek kami, mereka masih kecil-kecil, kalau kami bertiga keluar dari Panti juga tidak apa-apa, tapi kasihan mereka, sementara ibu dan ayah angkat kami, saat sudah sakit-sakitan, Ucap Yudi.
" Gema, Kiran dan Yudi, aku pastikan Panti kalian akan terus berjalan, ucap Ranti.
" Untuk hari ini, hadiahnya tetap ada, dan tidak kurang satupun, ucap Ranti, kepada teman-temannya.
" Gema, Kiran dan Yudi, setelah hadiahnya datang, tolong antar saya ketemu dengan kepala Panti Asuhan kalian, dan kalian bertiga aku marah sama kalian, kali ini ucap Ranti.
" Kenapa tidak bilang kalau kalian lagi ada masalah, tanya Ranti
" Maaf Ranti, jangan marah ke mereka, sudah dari beberapa bulan yang lalu, mereka curhat sama kami, dan kami hanya bisa bantu seadanya, ucap ketua kelas, yang rumahnya dekat dengan Panti tempat Gema tinggal.
" lantas kenapa ketua kelas tidak bicarakan dengan kita, kita juga kan teman mereka, apa masalahnya hingga aku dan Tiara serta beberapa teman yang lain tidak tahu, tanya Ranti
" Mereka malu nanti ada yang berpikir kalau mereka mengemis, itu masalahnya, ucap ketua Kelas.
" Baiklah jika itu masalahnya, aku maafkan kali ini, dalam kamus berteman, saling memberi dan menerima atau bahkan minta tolong itu hal yang wajar, hanya manusia pelit yang menganggap teman minta tolong itu pengemis, dunia itu berputar, mungkin hari ini kita melihat Gema, Yudi dan Kiran, adalah miskin dan mengemis, tapi masa depan orang tidak di tentukan dengan keadaan hari ini, ucap Ranti.
" Nah sekarang apa tindakan kita, tanya yang lain
" Kita bantu mereka, semampu yang kalian bisa, ucap Tiara.
" Baiklah, setiap bulan kelas kita kita wajib memberikan 2 karung beras dan uang 2 juta, bagiamana, tanya ketua kelas.
" Aku Pretty dan Chelsea, setuju, teriaknya.
Akhirnya di sepakati dan semuanya terlihat bahagia,
Ranti menghubungi, Drajat dan meminta dikirim ke sekolah pesanannya, dari semua teman-temannya, Bahkan Ranti menyuruh Tiara juga ikut, biar kesannya sama.
Pas selesai waktu jam istirahat, Drajat dan anak buahnya datang mengantar barang-barang pesanan Ranti.
Dengan cekatan Ketua Kelas membagikan hadiah - hadiah tersebut.
Tak lama berselang,mang Dul menelpon bahwa dia sudah berada di parkiran.
Sementara di tempat terpisah, Mercy, Friska dan si kembar lagi marah-marah di ruang guru SD, mereka menuntut agar 4 guru yang berkomplot mengusir Armando di Pecat.
" Maaf kalian siapanya Armando, si murid nakal itu, ucap salah satu guru
" Tolong sebutkan kenakalan adik saya, ucap Renata
" Dia memukul siswa yang lain hingga bibirnya bengkak, ucap guru itu.
" Terus apalagi, sebutkan saja kenapa anda berhenti bicara, sambung Renita.
" Dengan itu saja sudah bisa membuktikan kenakalan Armando, dan biasanya anak-anak berperilaku seperti itu, karena faktor didikan orang tua yang tidak benar.
" Jadi anda berpikir, kami tidak mendidik adik kami dengan benar, lalu bagaimana tindakan anda melihat murid anda di tampar oleh orang dewasa, yang harusnya bisa mendidik, tanya Renata
" Kalian berempat, bersekongkol menyalahkan adik saya, dan dengan sangat menyesal, kalian berempat harus keluar dari sekolah ini, ucap Renata.
" Hey Nona, kamu bicara seolah-olah, ini sekolah milik keluarga kamu, jangan membela adikmu yang memang nakal, ucap guru itu,
" Baiklah, ibu sebagai Kepala Sekolah, bagiamana tanggapan ibu dengan Video ini, ucap Renata sambil memberikan handphone nya yang berisi Video rekaman CCTV.
Setelah 15 menit berselang, raut muka ibu Kepala Sekolah berubah.
__ADS_1
" Bagiamana ibu kepala sekolah, apa kamu bisa memberikan penjelasan, tentang Video ini, disaat adikku di tampar, tidak ada guru yang berani menolongnya, ucap Renata.
" Sekalipun adik saya salah, apakah pantas, kalian membiarkan orang tua murid lain menghajar adikku yang baru umur 10 tahun, hingga pipinya lebam, teriak Renata sambil menggebrak meja.
" Tolong jangan berlaku tidak sopan di sopan disini, ucap salah seorang guru yang hanya menonton waktu Armando di hajar.
" Baiklah, Kepala Sekolah saja mendukung perbuatan seperti itu, ucap Renata, dan langsung menelpon Rendi.
" Halo Rendi, ucap Renata.
" Selamat siang Nona Muda, ada yang bisa saya bantu, tanya Rendi.
" Saya tidak mau tau, kamu harus memecat Kepala sekolah di SD dan beberapa guru, laporkan mereka ke Dinas pendidikan dan juga laporkan kasus orang tua murid memukul siswa di sekolah, tolong kerjakan sekarang dan saya mau hari ini semua selesai, ucap Renata.
" Hahahaha, kamu pikir, siapa kamu, yang berkuasa disini adalah yayasan bukan orang suruhan kalian, ucap guru yang mengusir Armando setelah dipukuli.
" Hahahaha, apa kamu lupa kalau Yayasan Bintang Timur ini, telah berganti Pemilik, tanya Mercy
" Hey Mercy, kamu jangan ikut campur, apa kamu mau pihak Yayasan menahan ijazah mu dan adik-adik kamu dari Panti.
" Hahahaha, kamu sebagai guru dari saya SD tidak berubah bodohnya, apa kamu lupa, saya beasiswa prestasi dan itu juga Full, dan bukan dari Yayasan, paham kamu guru tapi goblok, apa kamu lupa dulu kamu juga memukul saya, karena malu pertanyaan saya kamu tidak bisa jawab, justru aku yang kamu salahkan, kamu tidak pantas menyandang guru yang begitu mulia, kamu perusak citra guru, ejek Mercy
" Kak Mercy, karena kebodohannya maka wajar dia tidak bisa menilai mana yang salah dan mana benar, di otaknya yang ada bukan pelajaran tapi uang, tapi mulai hari ini, dia tidak lagi menjadi bagian dari institusi guru yang memiliki tugas yang sangat mulia, ujar Friska.
" Bu kepsek, silahkan anda berkemas, saya muak di sekolah kami ada pemimpin yang tidak becus seperti kamu, ucap Renita,.
" Apa hubungan kalian dengan Pemilik Yayasan Bintang Timur yang baru tanya Kepala Sekolah itu.
" Anda tidak layak bertanya kepada saya, dan ingat baik-baik kamu menerapkan Level manusia disini, jadi kamu harus tahu batasan kamu dengan saya, ucap Renita.
Tak lama berselang, datang Ketua Yayasan dan langsung memecat kepala sekolah dan guru.
" Kemana hati nurani kalian, siswa kita di pukul dan kalian hanya diam saja, dan kamu Kepala Sekolah, kemarin ibu Dewi sudah datang dan kamu hanya mengatakan bahwa Armando memang nakal, saya sudah buka file murid yang didorong Armando, dia murid bermasalah, kalian ijinkan dia naik kelas dengan nilai yang entah kalian dapat dari mana, tanya kepala sekolah itu.
" Apa kamu tahu alasan dia mendorong anak itu, lalu apakah wajar orang tua murid itu memukul siswa kita di dalam sekolah dan tepat di berada di depan kalian ?
" Bahkan saksi melaporkan bahwa Armando melerai anak itu yang sedang menendang anak dari Panti Asuhan, kalian tidak menggubrisnya, ucap Ketua Yayasan.
" Pihak Panti Asuhan tidak berani melaporkan kejadian ini, karena mereka takut anak-anak mereka tidak lagi di terima di sekolah ini, jadi kalian memanfaatkannya dan mengkambinghitamkan Armando, semuanya karena kalian di berikan uang, dan asal kalian tahu, kasus ini sudah masuk ke Dinas Pendidikan Kota Surabaya, dan juga kepolisian, ucap Ketua Yayasan.
" Pak Ketua Yayasan, Manusia seperti mereka, tidak pantas anda berikan kata-kata yang berharga, jadi sekarang segera usir mereka dari sini, kalau tidak biar aku yang mengusirnya, ucap Renita.
" Selamat Siang, kami dari Polsekta Surabaya, datang membawa surat perintah Panggilan untuk hadir di kantor Polisi besok Pagi, untuk dimintai keterangan kasus pemukulan terhadap seorang siswa, ucap petugas itu.
" Terimakasih pak Petugas, saya sebagai ketua Yayasan Bintang Timur, akan mengurus masalah ini, ucap pak ketua yayasan.
" Terimakasih, harap yang di panggil dalam surat ini, besok jam 9 pagi menghadap ke Polsekta, selamat Siang.
Kak Renata dak Renita ayo kita pulang, mau muntah saya lihat manusia-manusia seperti itu.
" Mercy, jaga mulut kamu, ucap guru itu.
" Maaf ya, mulut ku hanya sopan pada orang yang bermoral dan beretika, bukan seperti kalian sudah bodoh sombong lagi, ejek Mercy.
" Dasar anak Panti miskin, umpat guru yang lain.
" Miskin katamu, maaf itu dulu, tapi sekarang, sorry bisa kamu lihat mobil yang di parkiran itu milik siapa, aku yang miskin saja bisa beli mobil seperti itu, terus kamu yang kaya apa sudah pindah dari mes sekolah ini, hahahaha.
" Pak Security, tolong usir mereka dari mes guru, jika bapak tidak punya tempat tinggal, bapak saja yang ganti tinggal di mes itu, ucap Friska
" Besok pagi kami datang dan mereka masih di mess, kamu juga pak Security keluar dari sini, perintah tegas Mercy dan mereka segera beranjak.
__ADS_1
Guru-guru yang melihat mereka berempat naik ke mobil masing-masing, di buat terkejut, melihat ke empat mobil mewah itu keluar melewati dan ruang guru, dan Mercy berteriak, " Ingat pak Security, besok lagi saya datang mereka sudah harus Keluar dari mess, tegas Mercy.
Security hanya bisa bingung, kemudian dia bertanya ke Ketua Yayasan.
" Pak ketua saya harus bagaimana dan siapa mereka sebenarnya, tanya Security" ?
" Maaf untuk kalian, tinggalkan ruangan ini Sekarang dan berkemaslah, kosongkan mess hari ini juga, ucap ketua yayasan.
" Maaf Pak, kami sudah meminta ijin kepada pemilik yayasan, jadi pak ketua tidak berhak mengusir kami, ujar Kepala Sekolah itu.
" Kalian tau sendiri, Yayasan ini sudah di jual, dan Keluarga kedua gadis kembar itu adalah Pemilik Baru dari Yayasan ini, kalian mau tau siapa mereka, Darel, Mercy, Friska Rindu dan Ranti, bahkan Armando dan Salma tercatat sebagai pemilik sah Yayasan Bintang Timur, mereka ada 11 orang bersaudara angkat.
" Kalian masih ingat Vanya dan Darel nah mereka juga Pemilik dari Yayasan ini, tapi di kelola oleh perusahaan mereka RPS Group Company, nah Bu kepsek anak tertua kamu kerja disana, begitu juga kamu Bu Mira, Suami kamu sopir di perusahaan itu, dan saya dengar Perusahaan itu mengedepankan akhlak, jadi jangan ngamuk jika suami kamu marah padamu, ucap Ketua Yayasan.
" Selamat siang Bu Mira dan Bu kepsek, apa kalian masih ingat saya dan adik saya ini, tanya Vanya.
" Kami masih ingat, kata Bu Kepsek"
" Apa adik-adik saya sudah memberitahukan agar kalian segera keluar dari sekolah kami, ujar Vanya.
" Sudah, jawab mereka
" Terus kenapa kalian masih disini, apakah masih mau numpang adem disini, ingat baik-baik dulu kalian pernah menghina adikku ini, tapi kami tidak pernah niat membalasnya, tapi ternyata kalian makin sewenang-wenang, dan membiarkan adikku masih 10 tahun dihajar orang dewasa di depan mata kalian dan kalian hanya diam, bahkan mengusir adik kami dari sekolah ini, apa kalian pantas di sebut guru.
" Pak Ketua Yayasan, bagaimana dengan Pihak dinas pendidikan, apa tanggapan mereka, tanya Vanya.
"' Semua di kembalikan ke kita, apa mau di berikan kesempatan atau tidak, ucap Ketua Yayasan.
" Yang 4 guru tidak ada toleransi, abu Kepsek, pindah ke Sidoarjo, kalo mau, jika tidak mau ya berhenti saja, ucap Vanya.
" Vanya, maafkan kami, kami tidak tahu kalau Armando saudara kalian, ucap Bu Mira
" Jadi kalau dia bukan saudaraku, kalian berhak mengusir nya dan kian membebaskan siapapun bertindak seperti itu, dasar munafik kalian, masih ingat saya kamu salahkan Mercy gara-gara kamu merasa malu dengan pertanyaan mercy yang tidak bisa kamu Jawab, Darel kamu hajar habis-habisan dan jemur di lapangan sampai pingsan bahkan kamu cuekin, sekarang kalian perbuat lagi ke adikku yang lain, apa karena menurut kalian Armando anak miskin, tanya Vanya
" Berikan kami kesempatan, memperbaiki diri, ucap mereka
" Silahkan, tapi tidak sekolah kami, ucap Vanya.
" Kami permisi Pak Ketua Yayasan, maaf merepotkan Anda Pak, ucap Vanya dan langsung bergegas pulang ke rumah Ranti.
"' Pak Ketua Yayasan, tolong kami, Ucap Bu Mira.
" Maaf ibu-ibu, Kesalahan kalian sudah sangat fatal, di tambah lagi, mereka masih mengingat perlakuan kalian di masa lalu, saya kasih tau, menurut suami Bu Michelle Kepala Sekolah SMU, masih beruntung jika kalian di datangi oleh yang lain, karena jika Ranti yang datang, lebih tidak ada ampun.
" Bicara uang, Armando dsn Salma sekecil itu, sudah di bebaskan pegang uang lebih dari 10 triliun perorang, dan apakah menurut kalian dia anak miskin, ucap ketua yayasan.
" Saya jujur sama kalian, bahwa saya tidak bisa membantu, Tuan Rendi sebagai orang kepercayaan keluarga Vanya, sudah memerintahkan agar kalian berempat di berhentikan dengan tidak hormat, mulai hari ini, dan untuk Bu kepsek, besok datang ke kantor saya untuk mengambil surat pengantar, ke sekolah kita di Sidoarjo, jabatan ibu tetap sama dan ada fasilitas mes, nanti kepsek Disana yang akan menggantikan ibu disini.
" Baik Pak Ketua Yayasan, terimakasih", ucap kepsek itu
" Berterima kasihlah ke Armando, karena dia masih mau memaafkan ibu, dan ingat baik-baik Bu, mereka tidak suka kita berlaku sombong dan memandang rendah orang lain, itu prinsip mereka, jadi berubahlah Disana, toh gaji juga tidak ada perubahan, bagaimana apa ibu bersedia pindah, tanya Ketua Yayasan.
" Baik Pak saya bersedia, tapi bagaimana dengan anak saya di perusahaan mereka, tanya Bu kepsek.
" Anak ibu tidak tahu kasus ini, dan kebetulan anak ibu di kantor sangat berprestasi, jadi mereka masih mentolerir nya, itulah dasar ibu hanya di pindahkan saja, gunakan kesempatan ini baik- baik., Ucap ketua yayasan.
" Baik Pak, terimakasih atas sarannya, ucap kepsek itu.
" Kalian berempat, besok ambil gaji kalian untuk bulan ini, dan masih Untung kalian masih di berikan pesangon 3x gaji dan gaji bulan ini dihitung full, silahkan berkemas, dan kosongkan mess hari ini juga, ucap ketua yayasan.
Sementara di tempat lain...
__ADS_1
"