SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Perhatian sesama saudara


__ADS_3

Perjalanan ke Jogjakarta sebetulnya bisa dikatakan mustahil bisa secepat itu bisa bertemu dengan saudaranya, tapi itulah takdir dan juga sistem yang membantu Ranti untuk bisa menemukan saudaranya.


Kebahagiaan mereka walau belum sempurna karena ketidak hadiran orang tua mereka tak membuat suasana hati mereka sedih.


Mereka bergembira dan membiarkan suasana keramaian tempat wisata untuk sejenak membuai mereka.


Berjalan, diam berdiri, duduk, dan sambil menikmati salah satu keajaiban dunia, yang walau dekat dengan mereka tapi baru saat ini si kembar dapat melihatnya langsung, bahkan bisa menyentuh keajaiban dunia ini.


Ranti mengabadikan momen-momen, saudaranya tertawa lepas, penyakit yang selama ini mereka alami, dan setelah pengobatan ajaib, secara langsung membebaskan si kembar dari suatu beban jutaan bahkan milyaran kilogram, senyum lepas dan tertawa bebas itulah yang Ranti lihat saat ini.


Waktu terus berjalan, dan syukurlah cuaca mendukung dan tidak ada masalah yang terjadi, Bebas itulah, kata yang pantas untuk hari ini.


sementara melihat si kembar Ranti mendapat Video call dari Rendi, Ranti melihat latar belakang tempat Rendi melakukan Video call, terlihat beberapa alat berat sudah berada di lokasi pembuatan kolam, dan Rendi malam ini akan pulang ke Surabaya.


Ketika Rendi mengatakan akan pulang ke Surabaya malam ini, Ranti mencegahnya dan menyuruh untuk mampir ke Jogjakarta nanti ke Surabaya bareng Ranti.


Rendi hanya patuh saja, untung saja hari pernikahannya masih ada 3 Minggu lagi jadi masih aman.


Hari menjelang sore, kelihatan si kembar sudah mulai kecapean, sehingga Ranti mengajak mereka untuk pulang.


Mereka menyusuri tangga dan akhirnya sampai di parkiran mobil, terlihat pak supir lagi bercengkrama dengan sesama supir, Ranti melihatnya dan berpikir,


mereka semua hanya berpendapatan kecil tapi hati mereka penuh semangat dan kebahagiaan.


Seolah mendapat inspirasi akhirnya Ranti memahami, sistem Pengabdian yang di maksud Rose adalah menjadikan dunia ini sebagai tempat paling berbahagia.


Ranti mengajak pak supir untuk kembali, karena niat Ranti adalah ingin secepatnya merencanakan pembongkaran rumah si kembar dan merenovasinya.


Mobil keluar dari kawasan wisata candi Borobudur dan kembali menuju ke Jogjakarta.


Sekitar hampir 2 jam mereka tiba dirumahnya si kembar dan Renata, langsung menemui pak Mulyono, uang kebetulan berada dirumahnya


" Selamat Sore Pak, apa pak Mul ada kesibukan sore ini ? tanya Renata


" Ada Nak Renata ? jawab pak Mulyono


Kalau tidak sibuk saudara saya dari Surabaya ingin berbincang dengan Bapak, dirumah saya


Oh boleh sebentar bapak ganti baju dulu, kata Pak Mul


Menunggu sekitar 10 menit, kini Pak Mul dan Renata berjalan kerumahnya.


Mari masuk Pak, ajak Renita menyambut mereka berdua.


Setelah pak Mul masuk dan duduk, Renata ke dapur dan membuat kan Minuman


Perkenalkan Nama saya Ranti Putri, saya sepupu dari Kak Renata dan Renita, saya tinggal di Surabaya dan niat saya kesini ingin mengajak kedua kakak saya ke Surabaya. Namun sebelum kami berangkat, ada hal yang ingin saya tanyakan kepada bapak.


Sebelum lanjut, perkenalkan juga Nama Bapak Mulyono, mantan guru mereka sekaligus tetangga. Hal apa yang ingin Nona Ranti bicarakan ?


Pertama saya ingin bertanya, apakah syarat-syarat untuk membangun Rumah disini, kedua apakah bapak punya kenalan kontraktor yang bisa mengerjakan pembangunan Rumah ini dan ketiga apakah bapak bersedia, mengawasi pekerjaan mereka dan melaporkan kepada saya progres pembangunannya tiap minggunya ?


Pak Mulyono kaget dengan omongan Ranti yang tertata dengan rapi, dan segera membalas omongan Ranti, pertama untuk persyaratan pasti IMB dan ijin tetangga, kedua untuk kontraktor saya punya teman semasa sekolah sekarang buka perusahaan kontraktor dan bisa saya hubungi sekarang, ketiga semua tergantung jika nona Ranti percaya dengan saya itu saja.


Tolong bapak hubungi teman bapak dan kita ketemu besok jam 10 di restoran hotel Jogja bagaimana?


Sebentar nona saya hubungi dia, setelah tersambung, Pak Mulyono mengatakan maksudnya dan perihal pertemuan besok, dan gayung bersambut teman pak Mulyono langsung setuju untuk pertemuannya.


Selesai ngobrol pak Mulyono Pelang kerumahnya, sedangkan Ranti dan si kembar berangkat ke hotel. Tiba di hotel sudah hampir jam 7 malam.


Mereka membersihkan diri dan keluar dari kamar, dan saat ini mereka bertujuan ke Mall untuk belanja dan makan malam.


Karena dekat dengan hotel jadi mereka hanya jalan kaki saja hingga sampai di Mall


Renata dan Renita, kembali tersenyum karena sudah lama mereka tidak masuk Mall, Ranti menyuruh mereka untuk berbelanja beberapa pakaian nanti sisahnya beli di Surabaya.

__ADS_1


Ranti tidak yakin mereka akan ikut dia ke Surabaya, walau hanya sementara, tapi dia akan berusaha, jika mereka ikut maunya Ranti mereka menyelesaikan sekolah SMA di Surabaya, nanti kuliah mereka baru kembali ke Jogjakarta.


Dengan langkah gembira si kembar masuk ke gerai matahari untuk beli baju, Ranti membiarkan mereka memilih pakaian sesuai selera hanya saja Ranti meminta mereka untuk cari pakaian yang berkualitas.


Beberapa stelan pakaian sudah mereka pilih dan juga sepatu dan biasa untuk cewek yaitu tas.


Selesai memilih akhirnya mereka mengatakan sudah cukup kepada Ranti, pertanda bahwa Ranti harus membayarnya. Setelah di hitung oleh kasir totalnya hampir 20 juta.


Capek berbelanja perut sudah berdemo, mereka mencari restoran dan akhirnya ketemu restoran Jepang, sangking senangnya si kembar memesan makanan lumayan banyak.


Sementara mereka menikmati makanannya, datang dua orang wanita yang mengenal si kembar, mereka dengan pakaian yang kelihatan mewah dengan merek mendunia, namun di mata Ranti itu adalah KW alias palsu.


Mereka menepuk bahu si kembar dan berkomentar, hahahaha sudah kaya kalian sekarang bisa maka di restoran ini, kalian tahu tidak sekali makan disini dengan menu standard saja bisa 200 hingga 300 ribu, apakah kacang rebus kalian laku satu kontainer, celoteh gadis itu


Mulut tajam Renita membalas, maaf ya, kacang rebus kami bukan hanya laku satu kontainer melainkan 10 kontainer, dan yang penting adalah halal.


wow hohoho, bagus itu, orang kaya mana yang memborong semua itu... !


Buat apa kami kasih tau kamu nanti kamu rayu dan minta jadi simpanan nya, seperti juragan tempat kami ambil kacang dulu, hahahaha


Emosi gadis itu naik, heh penyakitan jangan sok suci kamu ?


Emang saya masih suci dekat dengan laki-laki saja aku tidak pernah emang kamu hahahaahah, dasar mulut tajamnya Renita


Niat gadis itu mau menghina tapi malah dia yang terpojok.


Sekali lagi kamu bicara itu membuktikan kamu memang sudah terbiasa dengan laki-laki siapa saja, cerocos Renita.


Gadis itu makin terpojok akhirnya dia pergi dengan tampang kesal. kepergiannya membuat mereka bertiga tergelak hahahaha


Selesai makan malam mereka kembali ke hotel, namun dijalan mereka di cegat segerombolan preman, Ranti mendengus, tadi perempuan tak jelas sekarang, para laki-laki pemalas.


DING... DING


Misi Dadakan terkonfirmasi !


waktu 15 menit


Hadiah : skill Beladiri modern Tingkat Raja.


Kebetulan sekali aku ingin belajar karate, dapat misi dan hadiahnya sesuai harapanku


Pemimpin preman berujar, " hallo gadis-gadis cantik, mau gak temenin mas bersenang - senang, kalian tinggal pilih mau satu lawan satu atau 2 lawan satu.


Tak menunggu lama Ranti menimpali, ayolah mas, aku juga sudah lama tak bergoyang dengan liar, dan aku mau satu lawan 5, biar enak kita bergoyang, sini peganglah dulu tanganku, sambil Ranti menyodorkan tangannya.


Wah bos yang ini namanya baru enak tak perlu repot-repot ngancam, biar aku sentuh dulu tangan mulus itu bos...kata preman itu dengan seringai mesum


Ayolah mas cepat, Ranti maju selangkah mengokohkan kuda-kuda nya, ketika tangan preman itu hampir memegang pergelangan tangan Ranti, dengan cepat Ranti menangkap tangan preman tersebut dan langsung memelintir, krak...krak patah


Pemimpin preman itu berteriak dasar betina kuntilnak kau... ! hajar dan tangkap mereka, teriak pemimpin itu


empat orang datang langsung di tendang kearah perut buk... bruk... dua tumbang, satu lagi mencoba menendang Ranti, sialnya kakinya ditangkap dan langsung di pelintir, tumbang, pas tumbang Ranti melompat dan mendarat pas kena juniornya.. akhh... akhh kau...!


Pemimpin preman masih memerintah, anak buah bodoh kalian, langsung dia menerjemahkan Ranti, namun naas, tendangan Ranti seolah memiliki mata dan buk.. bruk... buah tomat juniornya hancur.. akh.. akhh


Kalian berdua serang wanita kuntilanak itu, jangan diam saja... akhh... akhh sambil memegang juniornya dia berteriak kesakitan...


Dua orang preman yang masih baik-baik saja langsung berlutut, ampuni kami Nona, tolong Nona ampuni sambil melihat bosnya yang sekarat..


Mengampuni kalian, apakah kalian pernah mengampuni korban kalian.. plak, plak... ampun nona teriak mereka sambil memegang pipi yang panas kena tamparan...


Ranti masih ingin menghajar preman-preman itu, terdengar sirine Polisi.


DING... DING

__ADS_1


* Selamat Tuan anda telah menyelesaikan misi dadakan dengan waktu yang sangat singkat.


Hadiah sudah di inventori.


Ranti tidak menghiraukan notifikasi sistem


Dia mengajak si kembar buru-buru pergi meninggalkan Preman -preman itu, hingga akhirnya mereka bertiga sampai di hotel dengan napas tersengal-sengal.


Ranti kamu hebat banget bisa menghajar 5 orang preman itu, Renata


Itu hanya spontan, kalau kita lengah maka kita yang hancur, jika kita berada di situasi seperti itu, jangan gugup, kita harus tenang dan berpikir jalan keluarnya, jawab Ranti


Ayo kita ke kamar dan mandi, baru kita ngobrol.


Si kembar duluan ke kamar dan melihat barang- barang belanjaannya, " kakak seumur hidup baru sekarang kita belanja se banyak ini, ujar Renita


Ia kita harus bersyukur bertemu dengan saudara yang baik, kata Renata.


Oh ya adik, menurutmu apa kita ikut Ranti ke Surabaya atau tetap disini, tanya Renata


Kakak, kita berdua sudah sehat, berarti jika kita berjualan, maka uangnya bisa kita simpan untuk lanjutin sekolah, kata pak Mul, kita bisa mengulang di kelas 12, sahut Renita


Tapi rumah kita nanti akan di bongkar, dan butuh waktu baru selesai di bangun, menunggu selama pembangunan rumah lantas kita mau tinggal dimana, uang kita hanya cukup buat modal, Renata mengajak adiknya berpikir lagi.


ia juga kak, jadi bagusnya gimana, Renita balik bertanya.


Kalau kita ke Surabaya nanti langganan kita kabur, ini yang buat kakak bingung dek.


Ya sudah kak, bagaimana kalau kita tanya Ranti bagaimana baiknya, kalau kakak memang mau ikut Ranti ke Surabaya, aku ikut saja, tapi nanti disana kita gak ada teman.


Ya sudah kita lihat gimana nanti saat ngobrol dengan Ranti, sudah kamu mandi duluan, perintah Renata


Di posisi Ranti saat ini sedang berbicara dengan Rendi, dan menurut Rendi keretanya nanti tiba sekita jam 01.00 wib dini hari, saat ini dia sudah di perjalanan.


Selesai berbicara dengan Rendi, Ranti kembali memikirkan kedua kakak kakak kembarnya, apa yang harus aku perbuat jika mereka tidak mau ikut ke Surabaya.


* Tuan, apakah Rose boleh memberikan anda saran*


" silahkan Rose"


* Menurut Rose, biarlah mereka tetap disini untuk sementara, dan belikan mereka rumah, karena sangat ingin melanjutkan sekolah mereka disini, Tuan hanya perlu meminta tolong kepada pak Mulyono untuk menjaga mereka*


" Tapi Rose aku takut mereka salah membawa diri"


* Tuan tenang saja, mereka berdua gadis yang tangguh dan prinsipnya mereka sudah sangat kuat. Tuan wajibkan mereka untuk ke Surabaya tiap liburan*


" oke Rose tolong siapkan mereka berdua Rumah dan mobil untuk mereka ke sekolah"


* Baik Tuan dan ijinkan Rose menggunakan uang Anda.


" Silahkan Rose"


" Oh ya Rose bagaimana dengan aplikasi M-banking mereka apa sudah selesai ?


* Sudah terinstall tapi belum Rose belum aktifkan, rencana Rose nanti jika tuan sudah di bandara, barulah Rose aktifkan, toh ATM mereka masih di tangan tuan.


" oh ya Rose tolong buatkan aku ATM satu lagi dengan bank lokal, sebagai biaya hidup mereka sehari- hari, baik untuk kebutuhan dapur, listrik, air, internet, gaji pelayan dan supir, bagaimana menurutmu Rose ?


* tidak masalah walau terkesan agak berlebihan, tapi Rose mengerti maksud Tuan melakukan ini buat mereka berdua.


" apakah Rumah buat mereka besok sudah bisa sudah bisa mereka tempati ?


* bisa Tuan, Rose sudah mendeteksi kompleks perumahan yang cukup mewah untuk ukuran Jogjakarta dan harganya 5 milyar, dan semua dokumen Rose menggunakan nama Tuan, Dan besok jam 11 siang segala surat-surat sudah beres dan tuan bisa datang melihatnya.


" terimakasih Rose "

__ADS_1


Sementara diskusi dengan Rose, terdengar suara pintu kamar Ranti di ketuk, dengan mata semesta dia bisa melihat siapa yang mengetuk pintunya, ternyata si kembar.


Ranti keluar kamar dan menuju restoran, sambil menikmati minuman hangat dan cemilan mereka bertiga ngobrol soal renovasi rumah, juga rencana melanjutkan sekolah.


__ADS_2