SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Airmata kebahagiaan Ranti


__ADS_3

Sejam kemudian, Mang Dul kembali ke rumah Nana, dia juga sudah membawa beberapa berkas pengajuan soal pembangunan di desanya, yang akan dia tunjukkan kepada Ranti.


" Nana, apa kamu sudah siap? tanya Mang Dul.


" Sudah Mang Dul ", jawab Nana yang menang sudah rapi dan terlihat 1 koper bajunya yang sudah dia siapkan.


" Bu, ini ada uang 15 juta, besok beli handphone dan buka rekening Bank, dan ini nomor telpon saya, jika sudah beli handphone dan buat rekening tolong hubungi saya", ucap mang Dul sambil memberikan uang kepada neneknya Nana.


" Dul, kamu sama persis dengan mendiang ibumu yang sangat baik, istrimu juga sangat baik, ibu berterimakasih dan mempercayakan cucuku Nana kepada kamu dan Likha", ucap neneknya Nana.


" Kami pasti menjaga Nana dengan baik, ya sudah hari sudah semakin siang, kami berangkat dulu ya Bu",ucap Mang Dul.


" Nana, bekerjalah dengan baik dan jujur, Adikmu Nandar biar nenek yang mengurusnya, apalagi dia anak yang penurut", ucap Neneknya Nana.


" Nandar, besok kamu sudah bisa sekolah lagi, nanti nenek yang bayar semua kebutuhan sekolahmu", ucap Nana kepada adiknya yang baru kelas 2 SMP.


" Ia kak, Nandar akan sekolah dan belajar baik-baik", jawab Nandar.


Selesai berpamitan, akhirnya mobil Toyota New C-HR Hybrid milik Salma dan Armando kembali membela jalanan.


Mang Dul sudah menghubungi Bu Likha bahwa dia sudah di perjalanan bersama Nana dan kemungkinan sore sebelum magrib sudah tiba di rumah.


" Terimakasih Mang Dul, Nana berjanji akan bekerja dengan baik dan tidak akan mengecewakan Mang Dul dan bibi Likha", ucap Nana membuka obrolan.


" Sama-sama, almarhum ibumu adalah teman baik istri Mang Dul, jadi kami pasti menolongmu, kalau ada yang tidak mengerti tanyakan Bibimu Likha, biar dia ajarin kamu.


Di rumah Ranti saat ini mereka sudah berkumpul semua, wajah cerah Ketty yang sudah memulai sekolah dan juga Salma dan Armando, mereka sengaja menunggu Mang Dul yang katanya 30 menit lagi akan tiba.


Dan benar saja, terlihat mobil yang di kendarai Mang Dul memasuki gerbang rumahnya Ranti.


" Selamat sore semuanya", sapa Mang Dul yang di sampingnya sudah berdiri Nana.


" Masuk dulu Mang Dul, kayak orang mau nagih hutang saja", ucap Mercy.


" Hahahaha, memangnya Mang Dul mirip debt kolektor ya", canda Mang Dul.


" Sangat mirip", singkat Mercy.


" Berarti wajah Mang Dul serem dong", lanjut Mang Dul.


" Hahahaha, biar serem tapi baik hati, buktinya sampai sekarang kami bahagia akan kehadiran Mang Dul bibi Likha", sambung Rindu.


" Terimakasih Nona Muda, oh ia ini namanya Nana, orang sekampung juga dengan kami", ucap Mang Dul.


" Nana kamu lulus SMA atau tidak ? tanya Ranti.


" Saya berhenti saat masuk kelas 12, karena kedua orangtua saya meninggal waktu kami di Jakarta", jawab Nana dengan jujur.


" Baiklah, jawab Ranti, kemudian memindai Nana, wajah Ranti tersenyum.


" Ketty apa kamu mau di temani Nana? tanya Ranti.


" Tidak apa-apa Aunty, bunda kan kerja, tapi pulang sekolah dan ganti pakaian, Ketty ke tempat bunda boleh gak? tanya Ketty.


" Boleh dong, nanti di temani Nana juga di kantor Bundamu", ucap Ranti.


" Bu Likha, tolong jelaskan aturan di rumah ini, dan berikan ini kepadanya, Bu Likha sudah tau cara menggunakannya", ucap Ranti.


" Sudah Nona Muda", jawab Bu Likha.


" Nana, gajimu disini 5 juta, kamu harus pastikan kebutuhan Ketty terselesaikan, apapun diinginkannya segera penuhi, tiap hari kamu tunggu di sekolah hingga dia pulang, nanti ada supir yang akan mengantar dan menjemput kalian, belajarlah dengan baik, tanya Yati jika kamu belum paham merawat anak kecil", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, saya akan bekerja dengan baik", ucap Nana.


" Saya percaya kamu bisa belajar dan bisa berkerja, ambil Handphone dan tablet, ini untukmu nomor kami semua sudah tersimpan di handphone itu",ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda", ucap Nana.


" Dan ini uang jajan kamu selama seminggu, tenang saja tidak akan kami potong dari gaji kamu, kami berharap Ketty bisa kamu rawat dengan baik, semakin kamu merawatnya dengan baik, maka kami juga tidak akan pelit kepadamu, anggaplah Ketty sebagai adikmu", ucap Vanya.


" Nona Muda, ATM ini untuk apa? tanya Nana.


" Itu untukmu, gunakan dengan baik, besok kamu ke bank untuk buat rekening bank sendiri, nanti Mang Dul dan Bu Likha yang akan mengantar kamu", ucap Ranti.


" Uang di ATM itu bernilai 15 milyar, itu uang keperluan Ketty, jadi jika Ketty ingin beli sesuatu, kamu bayar pakai ATM itu", apa kamu sudah paham menggunakannya", tanya Ranti.


" Sudah Nona Muda, dan kalau uang ini buat apa Nona Muda? tanya Nana.


" Itu buat kamu jajan selama menunggu Ketty belajar, tiap Minggu minta sama Bu Likha, terserah kamu mau habiskan atau tidak", ucap Ranti.


" Bu Likha, berikan Nana tiap Minggu 500 ribu, untuk jajan di sekolah, dan untuk gajinya 5 juta perbulannya", perintah Ranti.


" Baik Nona Muda", jawab Bu Likha.


" Mang Dul, apakah ada titipkan uang untuk neneknya Nana di kampung? tanya Ranti.


" Ada Nona Muda, saya titipkan uang 15 juta, untuk beli handphone dan buat rekening Bank", ucap Mang Dul.


" Baiklah, ini saya ganti uang Mang Dul, dan nanti Minggu depan bongkar rumah neneknya dan renovasi", ucap Ranti.


" baik Nona Muda, nanti neneknya Nana tinggal sementara di rumah kami, hingga selesai Renovasi", jawab Mang Dul.

__ADS_1


" Bagus itu", sekarang masalah sudah beres, silahkan Bu Likha selesaikan prosesnya dan pergilah belanja pakaian untuk Nana, bajunya yang dari kampung jangan lagi di pakai, belanjakan dia baju sebanyak mungkin dan juga sandal serta sepatu, agar tampak lebih bersih dan juga cantik", ucap Ranti.


" Baik Nona Muda", jawab Bu Likha.


Bu Likha segera membawa Nana ke kamar dan melakukan sesuai perintah Ranti, dan tak lama berselang, terdengar Teriakan dari kamar yang disediakan untuk Nana.


Dewi, Marni dan Yati juga ikut menemani Bu Likha, sementara di ruang keluarga, Ranti dan seluruh saudaranya asik dengan obrolan mereka, apalagi mendengar cerita Ketty, yang mengatakan Bu gurunya sangat baik, dan juga dia bahagia bisa bertemu dan berkenalan dengan anak-anak seusia dia.


Ranti sangat bahagia mendengar cerita Keponakannya, dia jadi teringat saat menolong Ketty yang saat itu diambang kematian, tapi kini, Ketty tumbuh dengan kasih sayang yang melimpah dan juga harta yang melimpah.


Tiba-tiba saja Ketty berdiri dan menatap Ranti, dengan tatapan sangat manis.


" Aunty Ranti, terimakasih banyak, karena Ketty ada hingga hari ini, berkat pertolongan Aunty, bunda sudah menceritakannya, Ketty berjanji akan belajar dengan rajin dan tidak akan menjadi orang Sombong seperti di film-film, Ketty ingin Aunty dan Uncle semuanya bangga dengan Ketty, apalagi saat ini Ketty sudah punya adik Rosemary, sekali lagi terimakasih atas kasih sayangnya", ucap Ketty, kemudian berlutut.


Sontak tindakan Ketty membuat Ranti dan seluruh saudaranya meneteskan air mata bahagia, melihat keponakan mereka berlutut berterimakasih.


" Sayang, tidak perlu berlutut seperti itu, Aunty dan Uncle sangat menyayangimu, sudah tanggung jawab kami untuk membantu bundamu merawatmu, Aunty akan lakukan apa saja demi keluarga kita, termasuk Ketty", ucap Ranti sambil memeluk Ketty.


" Ketty berlutut berterimakasih atas nama ayahku, semoga ayah melihat Ketty dan Bunda, hidup dalam keadaan yang baik dan berkecukupan bahkan lebih dari cukup", ucap Ketty.


" Baiklah kami terima penghormatan Ketty, sekarang bangunlah, aunty yakin, ayahnya Ketty bangga, karena hari ini Ketty sudah mulai sekolah", ucap Vanya.


" Sini sayang, uncle juga ingin memelukmu, lihat ini, Uncle memotret Ketty saat sedang berada kelas, dan juga sebelum masuk kelas, Ketty sangat cantik dengan baju seragam TK ", ucap Darel.


" Terimakasih Uncle Darel", balas Ketty.


" Aunty hadiahkan mobil untuk Ketty pakai ke sekolah dan pergi kemanapun Ketty mau, Ketty mau mobil seperti apa? tanya Ranti.


" Mobil seperti Uncle Armando dan aunty Salma", jawab Ketty.


" Baiklah, besok sore mobilnya datang, Toyota New C-HR Hybrid", ucap Ranti.


" Biar Nana nanti yang jadi supir sekalian untuk Ketty", ucap Ranti.


" Tapi seminggu ini, biar Ketty dan Nana ikut saya, nanti pak Jumono yang Jemput", ucap Dewi Listyo.


Lagi asyik mereka ngobrol, Bu Likha dan Nana datang menghampiri mereka.


" Nona Muda, Nana sudah selesai", lapor Bu Likha.


" Baguslah, Nana sekarang kamu telan Pill ini dan setelah itu teteskan darahmu disini", ucap Ranti dan memberikan Pill Penambah Kecerdasan dan Memperkuat Jaringan Otak, serta SIM ajaib.


Tanpa membantah, Nana segera menelan Pill itu, kemudian dia meneteskan darahnya ke atas SIM itu.


Nana merasakan sensasi berbeda, dia merasa lebih pintar dan juga merasakan bahwa dia sudah mahir mengemudi mobil dan motor.


" Nana, mulai Minggu depan kamu yang menyetir mobil mengantar Ketty, dan tahun ini kamu ambil kejar paket C, agar tahun depan kamu bisa kuliah lagi, semuanya nanti kami yang bayar", ucap Ranti.


" Bekerjalah dengan baik dan jujur, hanya itu permintaan kami kepadamu", ucap Ranti.


" Saya berjanji akan mengabdi kepada keluarga ini, hingga saya nanti sudah tidak mampu lagi", ucap Nana dan berlutut.


" Terimakasih, dan ingat baik-baik, apapun yang kamu lihat dan dengar dirumah ini, jangan pernah bercerita kepada siapapun termasuk adik dan nenekmu, saya harap Bu Likha sudah menjelaskannya kepadamu", tegas Ranti.


" Sudah Nona Muda", jawab Nana yang masih dalam keadaan berlutut.


" Bangunlah, dan jangan pikirkan keluarga almarhum Ayahmu, buktikan kalau kamu dan adikmu bisa hidup tanpa bantuan mereka", ucap Ranti memotivasi.


" Terimakasih Nona Muda", ucap Nana.


" Ya Sudah, dan ini juga kamu teteskan darah, nanti cincin ini akan melingkar di jarimu dengan sendirinya, nanti Bu Likha atau Dewi yang akan mengajarkan kamu menggunakannya", ucap Ranti sambil memberikan Cincin Ruang Penyimpanan tingkat Besi.


" Maaf Nona, kami berangkat sekarang, mumpung masih jam 19.30 WIB.


Setelah Bu Likha pergi bersama dengan Nana, Ranti dan seluruh saudaranya, lanjut bercengkrama.


Tiba-tiba Ranti teringat akan tugasnya membangun Panti Asuhan dan Sekolah di tiap Propinsi.


" Aplikasi Mata Dewa, tolong carikan lahan di setiap provinsi di Indonesia, minimal 5 hektar", perintah Ranti.


" Baik Tuan, kecuali di Jakarta yang memang lahannya sudah sempit", lapor Aplikasi Mata Dewa.


" Kalau di Jakarta aku mengerti, Carikan saja lahannya, tidak apa-apa jika Panti Asuhan dan sekolah terpisah, asal jangan terlalu jauh",perintah Ranti.


" Baik Tuan", balas Aplikasi Mata Dewa.


" Rose, nanti minta tolong Tim Rose untuk nanti mengeksekusi lahan yang di laporkan oleh aplikasi Mata Dewa", ucap Ranti.


* Baik Tuan, akan tetapi saat pembayaran Tanah, Tuan harus hadir, dan Tuan juga yang harus mencari dan memutuskan siapa yang harus bertanggung jawab di Panti asuhan tersebut', ucap Rose.


" Baik, kalau itu tidak masalah bagiku, aku mau dalam tempo 2 tahun semuanya sudah selesai, saya minta bantuan Rose untuk mengurus perijinannya, nanti buat saya yang datang langsung saat pengambilan surat ijin itu", lanjut Ranti.


" Tidak masalah, nanti akan ada Tim yang akan membantu Tuan, soal perizinan Panti Asuhan dan juga sekolah, juga ada Tim yang mengawas pembangunannya", jawab Rose.


" Terimakasih Rose", ucap Ranti.


Sementara di tempat lain, tepatnya di Mall Galaxy, Bu Likha sedang membantu Nana memilih pakaian.


" Bu apa tidak apa-apa saya belanja sebanyak ini? tanya Nana.


" Tidak apa-apa, pilihlah sesuai dengan yang kamu suka", jawab Bu Likha.

__ADS_1


" Hai Bu Likha, kok hanya berdua saja, para Nona Muda dan tuan Muda kemana? tanya seorang pelayan Toko itu.


" Mereka ada di rumah, saya hanya di perintah untuk menemani pengasuh Nona kecil kami Ketty untuk berbelanja pakaian", ucap Bu Likha sopan.


" Baiklah, apakah barangnya mau di antar atau mau bawa sendiri? tanya pelayan itu.


" Nanti sebagian kami bawa sendiri dan sisanya tolong antar kerumah, juga tolong tunjukkan sandal dan sepatu", ucap Bu Likha.


" Baik Bu, besok pagi kami antar kerumah, dan untuk sepatu dan sandal di sebelah sini", ucap pelayan toko itu dengan sangat sopan.


Toko yang di datangi Bu Likha dan Nana adalah toko pakaian yang menjual barang-barang produk Indonesia yang sudah terkenal, toko itu juga sangat lengkap, apalagi para pelayannya sangat sopan.


Setelah puas memilih dan membeli pakaian, sandal dan sepatu, akhirnya mereka berdua selesai.


Selesai membayar, Bu Likha dan Nana langsung pulang, Nana kagum dengan Bu Likha yang mahir dalam mengendarai mobil, apalagi mobil yang di kendarai Bu Likha adalah Mercedes Benz GLE Class.


" Bi, apa benar nanti gaji saya sebesar 5 juta? tanya Nana.


" Ia, pokoknya kamu bekerjalah dengan baik, jika ingin hidupmu dan adikmu berubah, dan nanti Nona Muda juga akan merenovasi rumah kamu, agar lebih bagus lagi", ucap Bu Likha.


" Nana, pasti akan bekerja dengan baik, agar tidak mengecewakan bibi dan Mang Dul", jawab Nana.


" Baguslah, buatlah ibumu di surga senang melihatnya, bibi tidak tega melihat kamu kesusahan, makanya bibi mengajak kamu, apalagi almarhum ibumu adalah teman dekat bibi", ucap Bu Likha.


" Terimakasih bibi", jawab Nana singkat.


Dirumah Ranti, mereka sudah masuk kamar masing-masing, untuk beristirahat.


Ranti sendiri sedang sibuk melihat laporan yang di berikan oleh aplikasi Mata Dewa, yang dengan cepat sudah menemukan lahan di seluruh Propinsi Indonesia.


" Rose, tolong segera eksekusi seluruh lahan yang telah di temukan oleh Aplikasi Mata Dewa", Perintah Ranti.


* Dengan senang hati Tuan, tapi carilah penanggung jawab di setiap propinsi itu dengan baik, kalau bisa harus dari kalangan yang terpinggirkan, atau orang-orang yang layak di naikkan derajatnya", ucap Rose.


" Baik Rose, tolong urus pembentukan Yayasannya, dan saya mau semuanya berada di bawa naungan Yayasan Bintang Timur, yang nantinya berpusat di Surabaya", ujar Ranti.


* Baik Tuan, Rose juga menginginkan seperti itu, Rose akan bantu mengirimkan Tim untuk mengawasi Proyek itu, Rose ingin nama Bintang Timur menjadi Yayasan terbesar di Indonesia, dan memiliki Dana Abadi untuk Operasional terbesar juga, agar para anak Yatim-piatu bisa menjadi orang yang sukses dan tentunya memiliki rasa untuk menolong orang lain juga", pungkas Rose.


" Terimakasih Rose", ucap Ranti.


* Sama-sama Tuan, sekarang juga Rose akan mengirim Timnya, dan ingat selesai negosiasi harga dan sepakat, Tuan harus datang membayarnya", ucap Rose.


" Baik, Saya akan lakukan dengan senang hati", jawab Ranti.


Selesai berdiskusi dengan Rose, Ranti memasuki Ruang Dimensi untuk menemui Putri angkatnya.


" Noey, mana Rosemary ", sapa Ranti menanyakan Putrinya.


" Nona Muda sedang tidur, hari ini Nona Muda terlihat sangat gembira, apa mungkin karena dia merasakan memiliki banyak keluarga", ucap Noey.


" Bisa jadi seperti itu", ucap Ranti sambil membelai kepala Putri angkatnya.


" Apakah tukang kebun disini sudah bertemu dengan kamu? tanya Ranti.


" Sudah Nona Muda, mereka juga sangat senang melihat Nona Muda Rosemary", jawab Noey.


" Syukurlah, kamu yang sabar ya, lepas setahun, kamu bisa tinggal di dunia luar, dan kamu adalah orang kepercayaan saya untuk mengasuh Rosemary hingga dewasa", ucap Ranti.


" Terimakasih Nona Muda, Noey berjanji akan tulus merawat Nona Muda Rosemary seperti Keponakanku sendiri, ijinkan saya menjadi bibinya", ucap Rosemary.


" Dari awal sudah saya ijinkan, tapi saya akan mendidik Putriku dengan ketat, agar dia bisa Mandiri, dan kamu harus membantu saya", perintah Ranti.


" Saya bersedia, demi kebaikan keponakan saya", ucap Noey.


" Terimakasih Noey", ucap Ranti.


Saat Ranti hendak keluar dari ruang dimensi, Rosemary tiba-tiba bangun dan langsung bergerak-gerak di kasurnya.


" Oh Putri kesayangan mommy sudah bangun, ucap Ranti sambil menggendong Rosemary.


" Rory bahagia mommy datang menjenguk", ucap Rory lewat pikiran.


Ranti terkejut bukan kepalang, mendengar suara lembut yang memanggilnya Mommy.


* Tuan jangan kaget, Nona Muda Rosemary sudah bisa bertelepati dengan Tuan, Absolute Supreme Divine yang memberikannya, agar Tuan bisa berkomunikasi dengan Nona Muda Rosemary ", ucap Rose menjawab keterkejutan Ranti.


" Terimakasih Rose, aku sangat bahagia, sudah bisa berbicara dengan Putriku", ucap Ranti sambil meneteskan air matanya.


" Sama-sama Tuan", jawab Rose.


" Sayang, nanti jangan nakal-nakal ya sama bibi Noey", ucap Ranti kepada Rosemary.


" Ia Mommy, Rory akan patuh sama bibi Noey yang baik hati, tapi Rory ingin juga berbicara dengan bibi Noey", ucap Rosemary.


" Rose, bisakah Rosemary bertelepati dengan Noey Pengasuhnya? tanya Ranti.


* Bisa Tuan, Noey cukup berjanji tidak akan pernah mengkhianati Nona Muda Rosemary dan pakaikan gelang yang ada di cincin semesta tuan serta teteskan darah Noey disitu", ucap Rose.


" Baik Rose". singkat Ranti.


" Noey, teteskan darahmu disini dan berjanjilah bahwa kamu akan setia seumur hidup tidak akan mengkhianati Putriku", ucap Ranti.

__ADS_1


" Baik Nona Muda, Saya berjanji dan bersumpah, akan selalu setia melayani Nona Muda Rosemary selamanya", ucap Noey.


__ADS_2