SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Beli rumah untuk penampungan anak jalanan


__ADS_3

Dalam perjalanan ke Mall Pakuwon, Ranti mengirim pesan ke kakak-kakaknya bahwa dia baik-baik saja.


" Bontot kamu dimana sekarang, tanya Darel


" Aku mendadak mau ketemu orang sebentar, nanti aku nyusul kalian disana, dan bagaimana keadaan Salma, tanya Ranti


" Salma sudah baikan, sekarang kami ada di KFC, beri dia ayam goreng biar agak tenang, kata Darel


" Baiklah tunggu aku di sana, kata Ranti dan menutup telpon


" Darel bagaimana, tanya Mercy


" Ranti baik-baik saja dia mau ketemu orang dulu ntar kesini, kata Darel


" Syukurlah kalo begitu, kata mereka


Kembali ke Ranti...


" Maaf pak mau nanya, kata Ranti ke sopir Taksi


" Mau tanya apa Nona, balas pak sopir


" Apa bapak tahu di mana ada rumah yang agak besar dan mau di jual, tanya Ranti


" Mudah-mudahan belum terjual Nona, di belakang gedung yang sana ada sekolahan dan di dekat situ ada rumah bekas kost-kostan yang mau di jual, kata sopir itu.


" Bisa antar saya kesana, tanya Ranti


" Bisa Nona, tapi saya harus matikan aplikasi, jadi bagaimana Nona


" kamu buat saja sudah selesai, nanti aku berikan bintang 5 dan bayar sesuai aplikasi, bagaimana


" Baik Nona, kita berhenti dulu, kata sopir Taksi


Setelah beres, Ranti dan sopir Taksi menuju ke tempat yang di maksud.


Setelah tiba disana, ternyata bangunan itu cukup besar karena bekas tempat kost.


" Mohon maaf Bu, apakah pemilik bangunan itu tinggal di dekat sini, tanya Ranti kepada seorang ibu-ibu


" Pemilik nya pak haji Daud, dia tinggal di sini, hanya saja lagi masjid, kalau ada perlu tunggu saja pasti lewat sini, ibu itu


Ranti menunggu dan melihat- lihat dengan mata semesta, dia melihat benar ada sekolah swasta disini dari SD sampai SMA.


Hampir sejam menunggu, datanglah pak haji dengan motor matiknya


" Assalamualaikum Pak Haji, ini ada orang mencari pak Haji dan menanyakan soal rumah pak haji yang besar itu, kata ibu itu


" Wa'alaikumussalam Bu Fikri, terus mana orangnya, ucap pak Haji


" Itu orangnya, lagi lihat- lihat sekeliling sekolah itu juga, kata ibu itu


Ranti yang melihat ada seorang pria paruh bayah lagi ngobrol dengan ibu yang tadi, langsung mendekat kearah mereka.


" Selamat siang pak Haji, apakah saya berbicara dengan Pak Haji Daud, tanya Ranti


" Selamat siang juga, benar saya Pak haji Daud, ada yang bisa saya bantu, tanya pak Haji


" Saya ingin tau rumah itu katanya mau di jual, tanya Ranti


" Benar itu rumah saya, dan saya ingin menjualnya, dulu saya buat kost-kostan tapi warga disini terganggu karena ulah anak-anak kost, kata pak Haji


" Boleh saya melihatnya Pak Haji, kata Ranti


" Boleh, tapi sebentar saya ambil kunci sekalian ganti baju dulu, Nona duluan saja, pintu gerbangnya tidak di kunci, kata pak haji


" Baik Pak Haji, jawab Ranti singkat


Sekitar 20 menit kemudian Pak Haji Daud sudah berada di rumah yang mau di jual.


" Kita langsung saja Pak Haji, apakah semua Dokumen rumah ini lengkap dan berapa Harganya, tanya Ranti to the point


" Semua lengkap, rumah ini ada 2 lantai dan 12 kamar, di lantai atas ada 2 kamar mandi dan 2 toilet, di lantai bawah, ada 3 toilet dan 3 kamar mandi, juga dapur, semua kamar berukuran 3x3 meter dan sudah saya Renovasi, jadi tinggal masuk bawa barang, dan isi furniture, kata pak Haji

__ADS_1


Sambil melihat-lihat, Ranti tertarik, ruang tamu cukup luas dan dan ada ruang makan walau tidak terlalu besar, dapurnya juga lumayan besar.


" Berapa harganya Pak, tanya Ranti


" Kalau Nona mau saya lepas 10 milyar, kata pak Haji


" Apa tak bisa kurang Pak, tawar Ranti


" Luas tanah ada 1500 meter, di belakang masih ada tanah 6 meter ke belakang dan lihatlah samping kiri kanan juga masih ada tanah yang belum di bangun


" Begini Pak saya ingin membeli rumah ini, tapi saya tidak tinggal disini, nanti ada sekitar 3 anak jalanan yang tinggal disini, dan saya ingin mereka semua bersekolah dan ternyata bangunannya dekat sekolah juga masjid, bagaimana Pak


" Baiklah 9,5 milyar, kata Pak Haji.


" Baik Pak, nanti agak sore orang saya akan kesini, bisakah bapak buat kan kuitansi tanda jadi, dan nanti sore saya lunaskan, bagaimana, tanya Ranti


" Tidak masalah, kalau begitu mari kerumah saya, ajak Pak Haji


Sesampainya dirumah pak Haji, mereka di sambut istri pak Haji


" Mari masuk, Perkenalkan ini istri saya, Hajah Almira, kata Pak Haji


Selesai basa-basi, Ranti mentransfer 1 milyar sebagai tanda jadi, dan meminta kuitansi serta no telpon pak Haji. Dan langsung menelpon Rendi agar hari ini selesaikan pembelian rumah ini.


Setelah beres Ranti pamit dan meninggalkan kompleks itu bersama sopir taksi yang disuruh menunggu.


" Sekarang kita Mall Pakuwon, kata Ranti


" Baik Nona, kata sopir Taksi


" Pak tolong tulis Nomor telpon bapak agar kalau saya butuh bantuan saya akan menelpon bapak kata Ranti


" Baik Nona, sambil sopir menulis nomor handphone nya.


Rendi yang mendapat perintah langsung bergegas dan menghubungi pengacara, dan segera meluncur ke rumah pak Haji


Tak lama berselang kini Ranti sudah sampai di Mall Pakuwon, Ranti menyerahkan uang 1 juta kepada sopir taksi itu


" Anggaplah rejeki tahun baru, kata Ranti


" Terimakasih kalau begitu, nama saya Rushdie Nona, katanya


" Baik Pak Rusdie, pasti saya akan menghubungi anda kembali, jawab Ranti


Ranti segera masuk dan menghubungi Kakak-kakaknya Daan menanyakan lokasi mereka dimana


Mereka membalas kalau mereka lagi nonton bioskop, dan mau tidak mau Ranti menunggu mereka di restoran, dan menghubungi Bu Likha


" Bu Likha, Carikan 4 pelayan perempuan, dan dua orang laki-laki tukang kebun, paling lambat hari Selasa sudah ada, ucap Ranti


" Baik Nona, saya telpon orang di kampung saya dulu, kata Bu Likha


" Baik, tawarkan gaji ke mereka 4,5 juta dan ongkos ditanggung, kerjanya urus anak-anak, dan jika mereka punya keluarga suruh datang saja sekalian nanti kita atur lagi gaji buat suami istri, perintah Ranti.


" Baik Nona, jawab Bu Likha


" Oke, balas Ranti dan menutup telepon


sekarang dia beralih ke pak Ryan


" Halo, selamat siang pak Ryan, ucap Ranti.


" Halo, juga Nona Muda, ada yang bisa saya bantu, tanya pak Ryan


" Ada, saya baru beli Rumah, nanti ada sekitar 30 anak yang tinggal di sana, dan akan ada sekitar 6 yang bekerja disana, jadi saya ingin pak Ryan mengatur logistik, dan semua yang di perlukan mereka, kata Ranti


" Baik Nona, untuk bulan pertama saya belum membuat jadwal pengiriman tetap, artinya saya lihat dulu tingkat kebutuhan berapa dan baru saya stok bagaimana, kata pak Ryan


" Bagus itu, tolong buat datanya dan kirim ke saya, dan untuk tagihan nanti minta ke Bu Likha dan kedepan nanti Bu Likha juga yang mengatur semua yang disana melalui orang yang bekerja di rumah itu, kata Ranti


" Terimakasih Nona atas kepercayaan anda, kata pak Ryan


" Sama-sama, selama Pak Ryan memberikan barang yang bagus dan segar harga tidak masalah, bahkan kedepan jika beberapa panti asuhan dan panti jompo sudah terbangun, maka urusan logistik adalah urusan pak Ryan.

__ADS_1


" Saya sangat menunggu hal itu Nona Muda, kata pak Ryan dengan senang hati.


" 3 bulan lagi, Panti Asuhan Suster Diana selesai, Pasti butuh butuh logistik, nanti saya kasih tau Suster Diana agar berlangganan kepada Anda, dan juga setiap saya menyumbang sembako pasti saya ambil dari anda juga pak Ryan.


Terimakasih Nona Muda, kata pak Ryan


" Baiklah, saya tutup dulu nanti saya hubungi lagi, kata Ranti


Semua sudah di atur, tinggal urus Furniture saja, gumam Ranti


Sudah hampir satu jam menunggu saudara- saudaranya menonton bioskop, namun belum ada tanda-tanda akan selesai, akhirnya Ranti berkeliling Mall sambil melihat-lihat barang apa yang bisa dia beli untuk di rumah yang akan di tempati anak-anak jalanan itu.


Di tempat lain, tepatnya di penampungan anak-anak jalanan, mereka saat ini sedang menikmati makanan yang sangat enak menurut mereka, ada yang makan opor ayam,. ada juga yang makan ayam goreng tepung, pokoknya macam-macam yang mereka makan.


Mereka tidak curiga kalau yang menyiksa mereka semuanya sudah tewas, mereka hanya fokus dengan nasi bungkus yang mereka beli.


Lagi asik mereka menikmati makanannya, tiba-tiba datang seorang pria yang ternyata adalah masih komplotan dengan si botak.


" Hei kalian, kemana bang Soni, kata laki-laki itu


" Dari pagi mereka pergi dan belum kembali, kami hanya disuruh tunggu disini saja, belum boleh beraksi, kata seorang anak laki-laki


" Terus yang lainnya kemana, mungkin di belakang bang, kami mana boleh kesana, kata anak laki-laki yang tadi.


" Ya sudah, tapi tumben kalian makannya enak, kata laki-laki dewasa itu


" Tadi kami di berikan oleh orang di jalanan katanya Jumat berkah, kata anak laki-laki itu


" Nikmatilah kalau begitu, kata laki-laki dewasa itu


Dia berjalan ke belakang menuju ke markas utama mereka.


Laki-laki dewasa itu melihat semua tertata rapi, dan lantai masih basah seperti baru di pel, dia tidak menyadari kalau yang dia injak bukanlah basah karena bekas Pel tapi mayat teman-temannya.


Dia berteriak-teriak memanggil nama mereka tapi tak ada satupun yang menjawab


" Kemana mereka semua, kalau anak-anak di depan tau mereka tidak ada, bisa kabur anak-anak itu, gumam laki-laki dewasa itu.


Tak mau ambil laki-laki itu ke dapur dan membuat kopi, dan menunggu teman-temannya


Di lain pihak Ranti terkejut melihat notifikasi aplikasi Mata Dewa, menampilkan bahwa masih seorang lagi di sana dan baru datang.


" Mind Ruler", aktifkan dan buat laki-laki itu pergi dari sana dan hapus ingatannya, serta menjadi gila setelah dia pergi situ. Hapus juga ingatan anak-anak tentang kedatangan laki-laki itu, kata Ranti dalam pikirannya.


Dengan buru - buru laki-laki dewasa itu, meminum kopinya dan mencuci gelas, kemudian pergi dari markas utama, Aplikasi Mata Dewa masih memantaunya.


Ketika laki-laki itu sampai di pangkalan yang berada di pasar, Mind Ruler langsung bekerja dan dalam hitungan menit, laki-laki itu sudah mulai berbicara dan tertawa sendiri, itulah hukuman buat dia.


Mind Ruler menahan jaringan otaknya untuk tidak mencelakai orang lain.


Ranti melihatnya dengan senyum, Mind Ruler sembuhkan dia tahun depan, dan hapus semua memorinya tentang penampungan anak-anak dan jangan anda satu anak pun yang dia ingat.


Masalah Salma tidak akan ada lagi, hari ini aku membunuh banyak orang, gumam Ranti


* Tuan, mereka sudah pantas mendapatkan hukuman yang seperti itu, selama mereka menampung anak-anak jalanan, sudah sekitar 5 orang yang mati di tangan mereka dan banyak anak gadis yang di perkosa dan di jual mereka, kasus hilangnya para Preman tidak akan ada yang tahu, kata Rose


" Terimakasih Rose, saya sudah menghapus semua CCTV yang berada di parkiran Mall Pakuwon dan dan juga di beberapa simpang lampu merah, jawab Ranti


* Bagus tuan, perencanaan anda luar biasa, kata Rose


" Semua berkat kamu Rose, ucap Ranti.


Sementara berbincang dengan Rose, handphone Ranti berdering


" Halo Nona, semua dokumen sudah selesai, apakah bayar pakai uang kantor dulu atau bagaimana, tanya Rendi


" Saya transfer sekarang", dan lihat semuanya apa saja yang perlu kita beli buat menampung anak-anak itu, perintah Ranti


" Saya akan membuat daftarnya dan kirimkan ke Nona, Nona setuju maka saya beli di tempat biasa Nona, Jawab Rendi


" Baik, segera buat dan kirimkan ke saya, jawab Ranti


Setelah mentransfer uang pembelian rumah dan mengirim bukti transfer ke Rendi, rumah itu sah atas nama Ranti.

__ADS_1


__ADS_2