
Selesai dari Alun-alun, mereka kembali ke rumah.
Berada diruang keluarga lalu Friska membuka obrolan, Bontot kamu dapat uang lagi ya, tanya Friska
Mendengar pertanyaan Friska menyangkut transferan Ranti waktu berada di Jogja, membuat yang lainnya terdiam, mereka mengingat omongan Ranti, kalau dia dapat uang besar pasti Dia akan membaginya.
Ranti melihat Friska dan balik nanya, kenapa kak apa ada masalah dengan uang yang Bontot kirim?
Tidak ada hanya saja, kami bingung kamu memberikan kami uang dengan jumlah yang sangat banyak, kakak jadi bingung uang segitu banyaknya.. jawab Friska
Kakak cantik nan rupawan, itu belum seberapa, simpan saja, suatu saat kakak pasti akan membutuhkannya. kalau bukan kalian yang Bontot kasih terus mau ngasih siapa, balas Ranti
kasih sayang kakak tak ternilai harganya, Bontot hanya ingin kakak-kakakku semua di kemudian hari bisa hidup nyaman, tidak seperti kita dulu. Kakak pahamkan maksud Bontot
Ia kakak sangat paham, kakak gak mau melihatmu hanya memikirkan kami, kamu juga harus memikirkan dirimu, balas Friska
Pasti aku akan pikirkan diriku sendiri, masih banyak yang belum Bontot buat untuk kalian, yaitu Bontot belum belikan kalian Rumah dan mobil yang seperti yang kalian kasih tau beberapa hari yang lalu. lanjut Ranti
Astaga Bontot, kamu mikir sejauh itu, kakak masih mau tinggal dengan kalian semua, lanjut Friska lagi
Ia kakak cantik, tapi ingat Bontot berniat belikan kalian rumah punya tujuan, ketika kak Friska dan ternyata suami kakak itu tidak menghormati dan menghargai kakak, terus kakak diusir, kakak mau kemana, terus jika uang kakak habis gara- gara suami kakak seperti itu dan membiarkan kakak, saat itulah rumah kakak akan menyelamatkan kakak.
Kakak bisa menjualnya dan kakak cari tempat yang lebih sederhana dan buka usaha, bereskan. Rumah adalah investasi jangka panjang. Ranti menjawab dan memotivasi Friska
Kalian juga seperti itu, kelak uang itu sudah tambah banyak, silahkan kalian cari usaha kalian sendiri. Asal kalian bisa hidup dengan bahagia aku sudah senang, itu berarti persaudaraan kita akan semakin kuat, keturunan kita dimasa depan tidak akan mengalami hal yang pernah kita alami. Ranti terus memberikan pencerahan kepada mereka.
Kami sudah paham dan ini yang mau kami bicarakan juga dek. kata Darel
Ada kafe yang mau di jual, karena pemiliknya bercerai dan itu bagian dari Gono gini, harganya 25 milyar sudah sama lahannya, bagaimana menurutmu, tanya Darel minta saran kepada Ranti
Kalau menurutku itu bagus, beli saja dan bila kalian belum bisa mengelolanya, gedung itu bisa disewakan. jawab Ranti
Juga kalau kalian lihat lahan kosong dan mau di jual, jika uang kalian cukup beli saja, karena harga tanah tiap saat naik, karena tidak ada sejarah di dunia ini harga naik turun, tanah akan selalu naik. kata Ranti
Benar itu dek dan lagi, waktu kita tak habis mengurus nya. Mercy menimpali.
oh ya dek diluar soal investasi, kakak mau tanya, bagaimana keadaan saudara sepupu mu, tanya Mercy
Mereka lebih parah dari kita dulu kak, sangat sedih aku melihat mereka, coba kakak bayangkan, untuk makan saja, mereka berdua harus kerja keras, apalagi kakakku Renita dia sakit ginjal, sedangkan kakak nya Renata, gejala radang paru-paru, apa gak sedih lihat mereka. mata Ranti langsung sendu
Jadi sekarang keadaan mereka bagaimana, apa sudah di bawa ke RS, tanya Rindu
Mereka sudah sangat sehat, besok Senin, mereka akan daftar sekolah, untuk melanjutkan kelas 12, karena mereka berhenti sudah kelas 12. jawab Ranti
Hehehehe, kenapa aku jadi pikun ya, kan Bontot punya obat ajaib, kaki patah saja bisa sembuh, ujar Rindu
Apa kak Rindu juga mau aku kasih obat ajaib biar gak pikun lagi hehehehe, canda Ranti
Emang obat itu bisa menyembuhkan segala penyakit ? penasaran Rindu
Ia untuk semua penyakit, tapi kalian jangan bilang-bilang ke siapapun, karena obat ini sudah tidak ada lagi di dunia selain yang ada padaku.
Aku kasih tau kalian, aku punya barang yang juga di dunia ini tak ada yang memiliki nya, ini barang zaman Kuno, namanya cincin Ruang penyimpanan. Kata Ranti
Coba kalian lihat Cincin yang aku pakai ini, disini bisa menyimpan apapun, mau baju 5 koper, beras 1 ton juga bisa di simpan disini.
Masa bisa begitu dek, kayak cerita komik silat saja. kata Rindu
Aku serius dan kalian juga sudah punya tapi masih aku simpan, nanti aku berikan saat kalian di luar kota, alasannya, agar kalau kalian mau pulang ke sini gak repot di bandara, stasiun kereta bahkan terminal bus. Ranti menjelaskan manfaat cincin Ruang.
Tapi ada syaratnya, sebelum kalian menggunakannya, maka disaat pertama kali cincin kalian pakai terlebih dahulu kalian meneteskan darah kalian. Dan hanya kalian dan keturunan kalian bisa menggunakan nya dengan cara meneteskan darah, jika cocok dengan darah kalian, maka keturunan kalian bisa menggunakan nya.
Keren juga ya, kakak mau dong, kata Friska
Belum waktunya, nanti saat kak Friska kuliah.
ya sudah kalau begitu, kata Friska memelas
Darel yang penasaran juga berkomentar, dek bisa kita lihat bagaimana kamu menyimpan barang di cincin itu ?
Ranti mengambil air yang penuh dengan air dan memasukkan ke dalam cincin, mereka melihatnya kaget gelas berisi air seolah-olah hilang, dan jari-jari Ranti di goyang-goyang, mereka makin penasaran, kemudian Ranti, mengambilnya kembali, airnya masih utuh, tambah kaget mereka, lebih kaget lagi Ranti mengambil Laptop nya dan memasukkan kembali.
Wah hebat, jadi kalau kita jalan-jalan bisa buat bawa makanan. kompak mereka menjawab
__ADS_1
tapi jangan sampai ada yang melihatnya, kalian mengerti, Ade kasih tau kalian karena Ade sangat percaya dengan kalian. tegas Ranti
Terimakasih dek sudah begitu sayang dan percaya pada kami. kata Rindu
Bontot, kalau kak Darel naik motor dan takut helmnya hilang di parkiran, bisa kak Darel masukin ke cincin helmnya ?
Apapun bisa kecuali benda hidup, oh ya untuk ukuran penyimpanan yang kalian punya luasnya 10 x lapangan sepak bola, jadi rumah ini pun bisa kalian masukin ke cincin kalian. kata Ranti
Nah ini punya kalian, tapi hari ini hanya lihat saja bentuk nya seperti cincin biasa saja. Tapi manfaatnya dan juga bahannya dari batu meteorit. Batu ini lebih mahal dari Emas.
Ranti mengambil kembali Cincin Ruang itu dan menyimpannya, mereka hanya bisa tersenyum kecut.
Ya sudah sekarang kita mau ngapain mumpung libur, Tanya Friska
Darel menjawab aku mau ke mall dengan Sonia, apa kalian mau ikut, Darel bertanya ke mereka
Ranti, aku nanti abis makan siang mau ketemu orang, kalau kalian mau pergi, minta pak Dul antar pakai Alphard, aku nanti pakai yang Innova.
Dek mending dirimu beli mobil sport, lebih simpel buat di bawa sendiri, usul Darel
kalau kakak bertiga gimana ? tanya Ranti
Beli saja, biar Bontot makin keren, tapi jangan bawa ke sekolah kita nanti heboh.
Ya sudah kalau kalian setuju, pokoknya kalau kalian sudah punya SIM aku janji akan belikan kalian mobil.
Ngomong--ngomong, kalian belajar setir mobil mulai besok ?
Ia, mulai besok, jawab mereka
Semangat, semangat, itulah jawaban Ranti
Setelah mereka berbincang beberapa hal, mereka pindah ke ruang tamu, dan memanggil Bu Likha
Tak butuh lama Bu Likha sampai di ruang tamu, " ada apa Non" tanya Bu Likha
Mulai besok segera cari orang 1 khusus untuk bagian dapur, tugasnya hanya hanya memasak saja, dan cari 1 orang untuk membantu pelayan yang sudah ada dan tukang kebun.
Mulai hari ini, dirumah ini akan ada penghuni baru, namanya Dewi dan anaknya, nanti saya akan menjemputnya di RS, harusnya dia datang 3 hari yang lalu tapi karena ada sesuatu jadi hari ini baru bisa dia kesini.
Ranti menelpon Dewi yang masih berada di RS, setelah tersambung..
Halo Mba Dewi bagaimana keadaan anakmu ?
Selamat pagi Nona, saya kira Nona sudah melupakan saya, balas Dewi
Ya nggaklah, apa kata dokter, apa memang sudah boleh pulang atau bagaimana
Maaf Nona, anak saya sudah diijinkan pulang dan kondisinya sekarang sudah sangat baik dan hanya kontrol 2 Minggu sekali selama 6 bulan. jawab Dewi
Oke, mba Dewi, bersiap-siaplah, sekarang kami akan menjemput mbak Dewi. kata Ranti
Baik Nona, saya kasih tau Dokter sekarang. jawab Dewi antusias
Sementara Dewi berkonsultasi dengan dokter, Ranti meminta keempat kakaknya untuk menemaninya ke RS.
Pak Dul sudah menunggu di teras rumah, setelah melihat para tuannya sudah datang dia memberikan kunci Alphard kepada Ranti, sedangkan pak Dul, membawa Innova bersama Bu Likha
Bontot, apa kamu akan pekerjakan mba Dewi di rumah, tanya Rindu
Ia dia bisa masak dan jika masakannya enak, maka rencana yang kita bicarakan soal kafe yang mau di jual bisa kalian kelola, dan Dewi bisa membantu kalian. jawab Ranti
Wah.. kebetulan itu Bontot, jawab mereka
Sekitar 30 menit di perjalanan akhirnya mereka tiba di RS, segera mereka ke ruangan tempat anak Dewi di rawat.
Sampai dalam ruangan, terlihat Dewi dan anaknya sudah selesai berkemas, tinggal menunggu Dokter Winny datang.
Bu Likha kenalkan ini Dewi dan anaknya, nanti mereka berdua untuk sementara akan tinggal dengan kita, ucap Ranti
Baik Non, semua sudah kami persiapkan, jawab Bu Likha
Terimakasih Bu Likha, jawab Ranti
__ADS_1
Sudah tugas kami Nona, balas Bu Likha sopan.
Akhirnya Dokter Winny tiba di ruangan, langsung berbicara
Halo Nona Ranti apa kabar, beberapa kenapa tidak kesini, tanya Dokter Winny basa-basi
Maaf Dokter, saya ada kesibukan. Apakah Ketty Angelina sudah benar-benar sembuh, Ranti bertanya
Sudah hanya perlu kontrol perkembangan 2 Minggu sekali selama 6 bulan, kata Dokter Winny.
" terimakasih dokter "
" sama-sama, Nona Ranti", sudah kewajiban kami sebagai dokter.
Mba Dewi, kalau administrasi bagaimana apa masih ada kekurangan, tanya Ranti ke Dewi
Tidak Nona, bahkan untuk kontrol selama 6 bulan ke depan semua sudah lunas, karena ada kelebihan di deposit pembayaran biaya RS selama ini.
Bagus kalau begitu, ya sudah ayo kita pulang, dan sini Ketty biar saya yang gendong, ucap Ranti
Dokter Winny terimakasih sudah merawat Ketty dengan sangat baik, dan kedepannya saya minta Dokter Winny yang mengurus Ketty jika datang kontrol. pinta Ranti
Baik Nona, saya senang dengan kesabaran Bu Dewi dan juga saya sangat bangga bisa berkenalan dengan orang baik seperti anda nona Ranti, balas Dokter Winny.
Semua sudah beres, akhirnya mereka meninggalkan RS dengan gembira, terlebih Dewi yang merasa sangat beruntung di tolong Ranti, dia berjanji akan setia kepada Ranti.
Pak Dul dan Bu Likha juga terlihat sangat bangga dengan majikannya, mereka berdua juga berjanji akan selalu setia dan menghabiskan sisa hidupnya melayani Ranti dan saudaranya.
Sampai di parkiran Dewi naik mobil bersama Bu Likha dan pak Dul, sedangkan kelima bersaudara itu naik mobil Alphard.
Tak berselang lama mereka tiba di rumah dan di sambut 2 orang pelayan.
Sekarang dirumah Ranti ada 2 orang yang namanya sama, "Dewi"
Mereka masuk dan duduk diruang tamu, Ranti berkata bahwa nanti Sore akan ke Mall.
Ranti ke kamarnya dan membersihkan dirinya dan berganti pakaian, dia melihat jam sudah waktunya makan siang.
Disaat dia turun ternyata keempat kakaknya dan Dewi sudah berada di Meja makan, Menu yang disiapkan agak berbeda hal ini karena mereka mau menyambut anggota baru dalam rumah itu.
Selesai makan siang mereka ngobrol sebentar, lalu Ranti pamit mau ketemu orang, Ranti berpesan bahwa dia nanti akan menyusul ke Mall.
Kali ini Ranti tidak membawa mobil melainkan dia meminjam motor Darel, mereka kaget dan melotot ke arah Ranti
Bontot, kamu jangan aneh-aneh, kenapa mau pake motor, kan mobil ada 2, Mercy memberi peringatan
Bontot tidak aneh-aneh kak, hanya memang ingin pakai motor saja, daripada motornya tidak pernah di pakai, mending aku saja dulu yang pakai, hehehehe
Tapi itu motor sport untuk laki-laki Bontot, Mercy sangat kuatir jika terjadi apa-apa.
Sekali ini saja ya kak, mohon Ranti
Sudah sana ambil dan bawa tapi jangan ngebut, balas Darel sambil mengingatkan
" Terimakasih Kakak ganteng "
Mercy yang tak ingin Ranti bawa motor, mengomel ke Darel, sementara Ranti hanya cuek sambil berlalu ke garasi, Ranti tau Mercy sangat mengkhawatirkannya, jadi dia tak tersinggung dengan sikap Mercy
Sedari kecil memang sifat Mercy yang terlalu protektif ke Ranti kadang membuat dia selalu emosi dengan mereka.
Sementara Darel kena semprot, si biang kerok malah, sudah tarik gas dan pergi.
Kak Mercy, Ranti sekarang sudah besar, biarkan dia bebas, kata Rindu
Mercy tambah sewot, oh jadi karena sekarang kalian sudah besar, hingga tak butuh kakak lagi begitu, emosi Mercy
Kak Mercy, mau badan kami sebesar apa dan umur kami se dewasa apa, bagi kami, kak Mercy tetap kakak yang selalu kami butuhkan dan kami sayang, kata Friska sambil memeluk Mercy.
Maafkan kami kak Mercy, ucap Rindu sambil menundukkan kepala.
Kalian tau sendiri bagaimana kakak menyayangi kalian, kakak tidak ingin terjadi apa-apa dengan kalian, kata Mercy melunak
Ia kak, kami sangat mengerti, jawab Rindu dan Friska.
__ADS_1