SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Usaha bertambah


__ADS_3

Setelah sampai di kantor Polisi, Petugas segera menghubunginya keluarga Dirga, namun keluarganya hanya mengatakan atur saja sesuai hukum yang berlaku.


Polisi bingung dengan tanggapan Orangtua Dirga, tapi karena Dirga juga sudah dewasa jadi Polisi tetap melanjutkan penyidikan dan membuat BAP.


Ranti yang baru saja mengantar Mora pulang, langsung masuk ke kamarnya, dia melihat laporan dari aplikasi Mata Dewa dan tersenyum, karena pihak kepolisian sudah melakukan tugas dengan baik.


Sekarang Ranti dan Rindu sedang menuju sekolah, dan hari ini adalah hari pertama sekolah setelah libur natal dan tahun baru.


" Halo Ranti, ujar Tiara


" Halo juga, gimana liburan dan Acara saudaramu", tanya Ranti.


" Baik-baik saja,hanya saja banyak yang tidak suka dengan ayahku, ucap Tiara.


" Apa alasannya mereka tidak suka dengan ayahmu?" tanya Ranti.


" Mereka bilang ayah egois, dan pengkhianat keluarga, kata mereka gara-gara ayah axel di penjara", ujar Tiara lagi dengan sendu.


" Biarkan saja mereka ngomong begitu, itu karena yang lain tidak tahu masalahnya", ujar Ranti.


Bell pelajaran pertama dimulai, semua siswa masuk ke kelasnya masing-masing, karena hari pertama masuk, jadi hari ini mereka hanya saling mengucapkan selamat dan mengobrol saja, guru-guru sedang rapat.


" Ranti, terimakasih ya hadiahnya, ujar Pretty dan Chelsea, di ikuti si kembar dan juga Gema, Yudi dan Kiran.


" Gunakan sebaik mungkin, hindari belanja yang tidak penting", ujar Ranti.


" Ia uangnya sudah kami tabung, bakal masa depan, ujar mereka kompak".


" Ayo kita ngobrol di Kantin", ajak Ranti '.


Di kantin mereka bertemu dengan murid yang lain, namun mata Ranti melihat seorang siswa sedang tertunduk sedih.


" Hei kenapa kamu bersedih", tanya Ranti.


" Handphoneku di rusak sama mereka, ujar siswa itu, yang ternyata anak kelas 10.


" Hei kalian, siapa yang merusak handphone adik kelas itu ?" tanya Ranti.


" Aku yang merusaknya, sakit mata saya melihat handphone murahan di sekitar saya, jadi bawaannya mau muntah, ujar seorang siswa yang sama-sama kelas 10.


" Oh begitu, memangnya handphone kamu merek apa ?" tanya Ranti.


" iPhone 14 dong", sombong siswa itu.


" Oh jadi kamu merasa anak Paling kaya disini?" ujar Ranti.


" Hahahaha paling kaya juga tidak, tapi minimal aku hanya bergaul dengan yang selevel, menyesal saya masuk di sekolah karena ternyata banyak banget orang miskinnya, termasuk kamu", ujar siswa itu dengan sombongnya.


" Apakah kamu sudah pernah melihat iPhone Varian tertinggi, tanya Ranti.


" Hahahaha, berjemur aku di lapangan jika ada yang menggunakan iPhone Varian tertinggi, secara di Indonesia barang itu tidak masuk, karena kemahalan, emangnya kamu bisa ke Singapura untuk menemuinya", hahahaha.


" Tiara tolong kamu tunjukkan iPhone kamu, saya mau lihat orang sombong ini apa masih bisa berkutik atau tidak", ujar Ranti, kemudian menelpon kakaknya Rindu dan menghubungi Yati agar membawa iPhone milik Salma dan Armando ke kantin SMA.


" Baik Nona Muda, saya segera kesana", ujar Yati.


Seluruh Security, sudah mengenal Yati, jadi saat dia masuk ke Area SMP, Security tak banyak nanya, begitu saat masuk ke area SMA, Yati hanya bang mau ketemu Nona Muda nya di kantin mau antar barang.


" Ada apa dek manggil kakak, apa kamu lupa bawa dompet?" tanya Rindu.


" tidak hanya ingin membuat orang sok kaya jera saja", ujar Ranti.


" Astaga ! kakak kirain ada masalah apa, terus apa hubungannya dengan kakak?", tanya Rindu


" Pinjam iPhone kakak, Tiara pinjam sebentar iPhone kamu juga, sekarang kita tunggu Yati", ujar Ranti.


Tak lama kemudian Yati datang dan memberi hormat.


" Ini Nona Muda, iPhone milik Tuan Muda Armando dan nona Muda Salma", ujar Yati sambil memberikan kedua iPhone 14 Pro Max varian tertinggi.


" Hei kamu, apa sudah siap kamu berjemur di lapangan", tanya Ranti.


" Hahahaha, coba saja buktikan kalau ada yang bisa menyaingi iPhone saya", ujar siswa sombong itu.

__ADS_1


" Jawab dulu jika kamu kalah taruhan, kamu akan berjemur?' tanya Ranti.


" Yakinlah, kenapa kamu berharap saya mencabut taruhannya dan mengganti handphone jelek itu", ujar siswa itu makin menjadi - jadi.


" Baiklah, letakkan iPhone kamu di meja", ujar Ranti.


" Baiklah, ini iPhone 14 Pro Varian 512 GB, harganya 21 juta", ujar siswa itu.


" Sekarang saya, karena kamu menantang, bahwa di sekolah ini tidak akan ada yang bisa menyaingi iPhone 14 Pro milik kamu, lalu bagaimana dengan ini, Ranti segera meminta Rindu dan Tiara mengeluarkan iPhone 14 Pro Max varian memori 1 TB, di tambah lagi iPhone milik Salma dan Armando dan terakhir Ranti mengambil iPhone Varian yang sama dengan Rindu dan meletakkan nya di meja", bagaimana? tanya Ranti.


" Ini pasti KW", ujar siswa itu tidak terima kekalahannya.


" Hahahaha, bahkan anak SD saja sudah memiliki iPhone 14 Promax Varian 1 TB", ejek Ranti.


Sementara siswa Sombong itu terdiam, Ranti mengambil iPhone 13 hasil rampasan petinggi White Tiger, dan memanggil anak kelas 10 itu.


" Hei kamu, kemarilah dan ambil ini sebagai ganti handphone kamu yang rusak", panggil Ranti.


Jelas semua siswa terdiam, bagaimana Ranti dengan enteng memberi iPhone 13 Promax tertinggi di berikan begitu saja kepada siswa itu.


" Kamu sudah kalah, silahkan ke lapangan dan berjemur, itu sesuai hukuman yang kamu sendiri yang mengucapkannya", ujar Ranti.


' Hahahaha itu hanya permainan jangan kamu anggap serius", ujar siswa sombong dan duduk seolah tidak perduli dengan Ranti.


" Bu Michelle, keluarkan siswa yang fotonya saya sudah saya kirim, dia terbukti membuly orang hingga handphone orang itu rusak, dan juga katanya, dia menyesal sekolah disini, karena banyak orang miskin, saya mau dia kuat sekarang dengan tidak hormat", perintah Ranti.


" Baik Nona Muda', balas Bu Michelle".


" Kamu telpon Bu kepsek, untuk mengeluarkan saya Disini, jangan mimpi", ujar siswa itu.


Tak sampai 1 jam Kepala sekolah Bu Michelle memanggil Siswa itu.


" ini surat untuk orangtuamu, surat pemberitahuan bahwa kamu di keluarkan dari sekolah mulai hari ini", ujar kepsek.


" Kalian tidak tahu siapa saya, sekali ayahku angkat telpon, sekolah ini langsung ditutup selamanya", ancam siswa itu


" Silahkan berikan surat itu agar ayahmu bisa membacanya", ujar Bu Kepsek.


Dengan kesal siswa itu keluar dari ruangan kepsek dan menuju ke mobilnya dan berangkat pulang kerumahnya.


Sedangkan keuangan mereka sudah Mulai menipis akibat kerusakan-kerusakan yang terjadi, sangking sibuknya Orangtua Dirga, hingga akhirnya mereka tidak lagi memperhatikan Dirga yang sedang berada di penjara.


Tak terasa sudah sebulan kasus Ranti dengan Dirga, SPBU milik orang tua Dirga setiap hari ada masalah, akhirnya mereka memutuskan mulai melepas satu persatu SPBU mereka, dan Rendi dengan kekuatan uang dari Ranti, langsung membelinya.


Total sudah ada 5 SPBU besar yang di beli oleh Rendi atas nama RPS Group Company, Rendi bergerak cepat melakukan perbaikan, dengan Dispenser dan nozle, hingga BBM bisa keluar dengan lancar, infrastruktur juga di perbaiki, hingga nantinya SPBU terlihat lebih baik.


Khusus untuk nelayan, Ranti memerintahkan agar Segera di bangun SPBU khusus nelayan, target ada 5 kampung nelayan yang akan di berikan fasilitas SPBU, dan bagi nasabah Bank Petani, perkebunan, peternakan dan nelayan, maka mereka bisa mengambil BBM dengan cara bayar tunda.


Dengan sistem seperti itu, nelayan tidak perlu berhutang ke tengkulak untuk modal BBM.


Saat ini Ranti sedang berada di lokasi pembangunan obat-obatan, dan hari ini adalah acara peletakan batu pertama, acara ini turut di hadiri utusan dari kementerian kesehatan dan beberapa Petinggi Pemerintah pusat dan Daerah, serta Pemkot Surabaya.


Pabrik ini akan menempati lahan seluas 5 hektar dsn rencana pembangunan akan selesai dalam 2 tahun.


Kalangan pengamat kembali di hebohkan dengan proyek prestisius yaitu pabrik Farmasi, yang Perlu kita ketahui mesin-mesin yang akan di gunakan merupakan mesin yang sangat berkualitas, tentu harganya pasti sangat mahal.


Dalam pidato Rendi, Ranti menitipkan pesan bahwa tujuan dari pembangunan pabrik farmasi ini adalah untuk membuat obat-obatan mudah di jangkau oleh siapa saja.


Para pengamat ekonomi dan pembangunan, lebih terfokus pada perusahaan milik Ranti, semua produk mereka tidak di promosikan lewat stasiun TV seperti kebanyakan produk yang lain.


Salah satu contoh produk makanan tambahan yang tidak pernah di promosikan, tapi saat ini sudah menguasai pasar Asean hingga Afrika.


Produk sabun, hampir seluruh rumah sakit dan klinik kesehatan di beberapa negara benua Afrika, menggunakan sabun milik Ranti.


Bahkan produk kecantikan milik Keluarga Sonia, terus membukukan keuntungan yang terus positif setiap bulan, otomatis pundi-pundi keuangan Ranti bertambah, Perusahaan logistik yang dimiliki oleh Jerry William, semakin besar jumlah pengirimannya, bahkan perusahaan - perusahaan Sumitra dan William juga ikut terdorong naik karena ada ikatan kerjasama dengan RPS Multidana Finance.


Bara Sumitro dan Jerry William, menjadi Tangan kanan Ranti untuk mengawal kedua perusahaan besar itu, itulah kenapa keluarga Sumitro dan William sudah menyerah dan tidak mau lagi mengganggu Ranti dan keluarganya, bahkan mereka akan menjauh jika melihat salah satu keluarga Ranti.


Perusahaan rintisan Bara Sumitro dan Tania juga ikut melambung, bagaimana tidak, untuk memasarkan Sabun, Ranti mempercayakan kepada perusahaan distribusi milik Tania dan Bara, sedangkan untuk makanan beku, Ranti menyuplai daging berkualitas dengan harga spesial, akhirnya perusahaan itu bisa maju bersama dengan Food Excellent, apalagi Ranti mengijinkan dalam kemasan produk Makanan beku milik Bara dan Tania, terdapat logo Food Excellent, otomatis para pelanggan yang setia dengan Food Excellent akan berpendapat soal kualitas.


Perusahaan milik orang tua Pretty dan orang tua Chelsea, menulis dalam Baliho mereka bahwa mereka adalah mitra Utama dari RPS Group Company, begitu juga teman-teman di sekolah Ranti, Ranti mengijinkan mereka menjadikan RPS Group Company sebagai alat promosi mereka.


Sudah setahun lebih pamor RPS Group Company menjadi perbincangan, sejak munculnya Pesawat Jet Gulfstream G 700, dan Tahun ini juga RPS Group Company, kedatangan Pesawat Jet Pribadi Bombardir Global 7500, inilah promosi terbesar Seluruh lini bisnis RPS Group Company.

__ADS_1


Kembali ke Ranti.


Selesai acara Peletakan Batu Pertama, Ranti langsung meninggalkan area Proyek itu, selain karyawan, tidak ada yang tahu, di balik seluruh Proyek Prestisius, adalah sosok Ranti kepalanya, seorang siswi Kelas 12 SMU Bintang Timur Surabaya.


Perkembangan Yayasan Bintang Timur selama setahun di pegang Ranti, menampakkan hasil yang luar biasa, bangunan terawat dengan baik, taman - taman, apalagi ruang kelasnya yang secara keseluruhan menggunakan AC, kantin yang sejuk, toilet yang ada petugas khusus yang membersihkannya.


Apalagi saat ini, di kompleks Sekolah Bintang Timur Surabaya, sedang ada 2 proyek yang di kerjakan, Universitas Bintang Timur dan Panti Asuhan Bintang Timur Charity.


Bisa dikatakan 5 tahun dari sekarang, seluruh pembangunan yang ada saat ini, sudah 100% beroperasi.


Hanya dalam Waktu sejam Ranti sudah tiba di Mall Galaxy, dia akan melakukan rapat dengan para tenant terkait harga sewa, tapi karena masih sejam lagi, maka Ranti memutuskan untuk mampir di restoran steik.


Pemilik dan karyawan sudah sangat mengenal Ranti, Ranti sendiri tidak membatasi diri dengan para pelayan di situ, karena sejak pertama kali Ranti datang dia disambut dengan sangat ramah.


Puas dengan makanannya, Ranti menuju ke ruang Rapat, tapi nampaknya masalah datang menghampiri Ranti, dia melihat seorang karyawan toko pakaian Dalam sedang di pukul seorang ibu-ibu.


" Ada masalah apa hingga ibu tega memukul gadis ini ?" tanya Ranti.


" Barang yang saya dengan harga mahal, tapi saat saya sampai dirumah dan mengecek barangnya, ternyata barangnya sudah di tukar, dan pasti dialah yang menukarnya", ujar wanita itu.


" Apa ibu ada bukti jika dia yang menukarnya, dan apakah dia yang menyerahkan barang ibu setelah dari Kasir?" tanya Ranti.


" Dia kan pelayan, pasti setelah saya saya berniat membayarnya, dia segera mengganti barang saya", ujar ibu itu.


" Kalau barang ibu di ganti oleh dia, Berarti harganyapun pasti berubah, karena ibu lihat ini, label harganya masih ada, coba ibu scan harganya, atau mari kita cek CCTV, karena setahu saya, pelayan hanya mengantarkan barang ke kasir dan ibu sendiri yang nanti mengambilnya setelah pembayaran", ujar Ranti.


" Kamu anak kecil tahu apa", Sengit ibu itu meremehkan Ranti.


" Baiklah, jika gadis ini tidak bersalah, maka saya akan mewakilinya melaporkan kamu ke Polisi", ujar Ranti.


" Laporkan saja, hanya menghadapi kalian orang-orang rendahan tidak akan mampu melawan kami, asal kamu tahu saya Pemilik 3 toko di mall ini dan 3 toko juga di Pakuwon, ujar ibu itu dengan sombongnya.


" Baru punya 6 toko saja sudah berlagak seperti orang yang super kaya", ujar Ranti.


" Hei kamu pelayan, kenapa kamu dan teman yang lainnya membiarkan teman kalian ini di pukuli wanita ini?" tanya Ranti.


" Wajarlah dia di pukul, karena memang dia yang salah, kerja juga tidak pernah benar", jawaban mengejek dari Pelayan toko itu.


" Siapa pemilik toko ini dan mana orangnya?" tanya Ranti.


" Saya pemilik Toko ini, ada masalah apa sampai kamu mencari saya, kalau kamu ada urusan silahkan ngomong cepat, karena saya ada rapat dengan pemilik Mall ini", ucap laki-laki dewasa pemilik toko itu.


" Apa kamu tidak tahu, kalau karyawan kamu di pukuli orang?" tanya Ranti.


" Kalau karyawan saya di pukul pelanggan karena mereka tidak becus bekerja, untuk apa saya membelanya, bahkan selesai ini saya akan memecatnya", ujar pemilik toko dengan entengnya.


" Aplikasi Mata Dewa ambil seluruh rekaman CCTV toko ini, selama 1 tahun", ujar Ranti.


" Baik Tuan", jawab Aplikasi Mata Dewa.


" Nona, siapa nama kamu, jangan menangis lagi, aku percaya dengan kamu, saya akan membantumu melaporkan kasus ini ke Polisi, sekarang ambil barang kamu dan ikut saya", ujar Ranti.


" Nama saya Leandra, baru 3 Minggu saya bekerja di toko ini, awalnya di rumah makan Ibuku, tapi warung Ibuku di tabrak tronton 2 bulan lalu, hingga membuat ibuku meninggal di tempat, kini saya hanya berdua dengan adikku yang masih SMP, ujar Leandra.


" Ya sudah, nanti kita berbincang lagi', ujar Ranti.


Sampai di lantai Atas yang merupakan ruangan meeting dan Ruang Direktur serta Manajer, Ranti di sambut oleh Security dan mengarahkan ke ruanganya.


" Pak Security saya minta tolong, belikan makanan kecil dan minuman segar lainnya, serta air mineral", ujar Ranti.


" Maaf Nona semua yang anda minta, sudah ada di dalam ruangan khusus anda, jika Nona Muda berkenan, saya bantu mengambilnya, ujar Security itu.


" Baiklah, tolong ambilkan dan taruh disini, nanti setelah itu panggilkan Pak Arshad, ujar Ranti.


Setelah mengantarkan cemilan dan minuman, Security itu memanggil Pak Arshad.


" Leandra kamu lulusan apa?' tanya Ranti.


" Saya lulus SMK jurusan Akutansi dan pernah kuliah ambil D3 akutansi, tapi berhenti sejak ibuku meninggal, jadi semester ini saya tidak lanjut, ujar Leandra.


" Kalau begitu semester depan kamu wajib kuliah ambil S1, nanti kamu bisa bekerja paruh waktu di sini", ujar Ranti.


" Aplikasi Mata Dewa, kuras uang ibu tadi yang memukul Leandra jangan sisakan apapun dan juga uang bosnya tinggalkan 50 %", perintah Ranti.

__ADS_1


" Baik Tuan", ujar Ujar aplikasi mata Dewa.


__ADS_2