
Heboh mobil mewah cukup membuat pihak sekolah resah, bagaimana tidak, anak 2 keluarga telah berbuat kesalahan, memang pihak Ranti bersaudara tidak melaporkan kejadian tersebut, tapi banyak orang tua murid yang menyaksikan bagaimana peristiwa itu terjadi, dan mereka mempertanyakan ke pihak sekolah.
Belum juga hilang pembicaraan tentang mobil mewah, kini sekolah di buat heboh, dengan datangnya Hilman dan Aldi, mereka berdua berjalan di koridor sekolah sambil bergandengan tangan, ciri khasnya pasangan kekasih.
Mereka berdua dengan tidak peduli lingkungan, memamerkan kemesraan mereka, namun ketika Aldi melihat Ranti, seolah - olah di melihat hantu.
Halo Aldi apa kabar, tanya Ranti membuyarkan Aldi
Ehhh ia.. kabarku baik-baik saja, jawab Aldi gugup
Aldi ternyata kalau dilihat-lihat kamu ternyata ganteng juga, pancing Ranti
Keempat kakaknya, Suster Diana dan Tiara, yang mendengar ucapan Ranti sontak terkejut, tapi mereka lebih terkejut dengan respon Hilman,
" hei Ranti, apa maksudmu bilang Aldi ganteng, dengar baik-baik Aldi milikku, cewek seperti mana pantas sama Aldi, ujar Hilman
" Sorry, Aldi ganteng dan kamu macho jadi kalian berdua sangat cocok, jangan ya Hilman, mohon Ranti berpura-pura menyesal
" kali ini ku maafkan, kata Hilman
" makanya peluk dong aldi nya, biar gak ada yang coba-coba menggodanya, kata Ranti
Dan benar saja, Hilman makin erat memeluk lengan Aldi, sambil tersenyum.
Keempat kakak Ranti dan Tiara hanya bisa geleng-geleng kepala, apalagi Suster Diana yang langsung menyebut, " oh Tuhan ".
Para siswa dan siswi lain yang melihat mereka langsung tertawa geli
Puas melihat adegan menjijikkan, mereka segera meninggalkan sekolah dan sebelum pulang ke rumah merekapun mengantar Suster Diana kembali ke rumahnya.
Ditengah perjalanan, Ranti merasakan pura-pura lapar, dan segera memasuki area restoran, mobil yang lain mau tidak mau ikutan.
Dan memang membawa mobil mewah sungguh nyaman tapi sekaligus membuat kita agak tidak nyaman, apalagi gadis muda, banyak yang berpandangan negatif.
Mereka parkir berjejer dan segera keluar dari mobil memasuki restoran yang tergolong sederhana.
Entah sial apa hari ini, Ranti harus ketemu dengan beberapa orang-orang sombong.
Hei kalian, bisa gak kalian pindah dari meja itu, kata seorang yang menggandeng seorang gadis.
Suster Diana yang duduk bersama Ranti, hanya diam tak menanggapi ocehan pria itu.
Laki-laki mencolek Ranti dan membentak ketika Ranti menatapnya, " apa kamu tuli sudah kubilang, kamu dan ibu tua ini pindah dari meja ini"!! hardiknya
Hey Tuan dengar ya, disini restoran, bukan di rumah kamu, jawab Ranti
Berani melawan saya kamu ! ancam laki-laki itu
Ranti ayo pindah saja, kata Suster Diana
Suster, duduk saja, teriak Darel
" hey bro, apa kamu sudah memesan meja ini hingga kamu membentak adik saya, tekan Darel
" Kamu juga berani dengan saya, ancam laki-laki itu
" Apa tampangku terlihat takut sama kamu, sengit Darel
" Dasar manusia rendahan, sudah di kasih tau malah mau melawan, ujar pria itu sambil bersiul memanggil teman-temannya.
Manajer yang baru keluar dari dapur dan melihat kejadian itu, datang mendekati meja yang di tempati Ranti dan Suster Diana.
Nona kami minta maaf, bolehkah anda berdua memberikan meja ini kepada Tuan Jack, kata manajer itu
Jadi anda membela orang ini, pak manajer
Tidak !, hanya mohon pengertian anda saja, kata sang manajer ketakutan
" Kalau saya tidak mau, apa yang kamu lakukan, apa kamu akan mengusir saya dan keempat kakakku dan Suster kami.
Bukan begitu maksud saya Nona, Nanti restoran ini bisa di tutup Nona, pinta sang manajer
Tidak saya tidak akan pindah, saya lebih dahulu tiba, dan kalau dia mau makan silahkan cari meja lain. kata Ranti
" Kamu di suruh pindah ngeyel kata laki-laki itu seraya ingin menampar Ranti.
Darel dengan sigap menangkap tangan laki-laki itu.
__ADS_1
Suster, duduklah ke tempat kak Mercy, kata Ranti.
Hey gadis kecil, di daerah ini adalah wilayah saya, apa kamu mengerti bentak laki-laki itu
" Aku tidak mengerti ada orang yang sok berkuasa, sengit Ranti
" Brengsek juga kamu gadis kecil, umpat Jack
Terakhir ku kasih tau, kamu mau pindah meja atau tidak, bentak Jack yang makin kesal.
" Tidak...! balas Ranti
' Kau..! bentaknya
" Kenapa dengan saya, apa aku berbuat salah disini, Ranti balas membentak
* Peringatan di pinggang laki-laki itu ada pisau, dan di luar sudah ada 10 orang anak buahnya, Rose menyarankan agar tuan bertarung di luar restoran. Kata Rose memperingati Ranti
Darel yang sudah tersulut emosi langsung menghajar si Jack.
Tapi ternyata si Jack jago juga, hingga ia bisa menangkis pukulan Darel
" Kamu..! makin di biarkan, semakin mau menindas kami, Plak.. plak... plak..
Tiga kali tamparan keras Ranti telak membuat Jack tersungkur.
Hey gadis, kenapa kamu menampar Pacarku, kamu tau sekali aku telpon bapaknya kamu pasti penjara, kata gadis itu
" Kalian pikir, aku takut dengan ancaman kalian , sengit Ranti
" Nona tolong jangan ribut disini, manajer itu
Yang bikin ribut, saya atau si berandalan ini, tanya Ranti
Manajer terdiam dan hanya menunduk kepala saja.
" Hey Jacky, ini tulang buat kamu, ejek Ranti
" Kamu pikir aku anjing ha..di Jack emosi lagi.
Jack berusaha berdiri dan di bantu salah seorang anak buahnya
Bos Anda duduk saja, gadis kecil ini serahkan saja padaku, ucap salah satu anak buah Jack
" Hajar dan tangkap mereka, termasuk wanita itu, Jack menunjuk Suster Diana.
" Mind Ruler ... Aktiv, kata Ranti
Ranti mengambil alih anak buah Jack
' Kalian dengarkan aku, hajar Jack sekarang, tarik dia keluar restoran, perintah Ranti
Dalam sekejap, anak buah Jack segera menarik Jack dan pacarnya
Sampai di pelataran parkir, para anak buahnya, langsung memukulnya dengan brutal
Pacar Jack mulai panik, dia melihat seluruh anak buah Jack, mulai memukul Jack tanpa ampun.
Karena sudah hilang nafsu makannya, Ranti mengajak mereka untuk pulang saja.
Manajer restoran hanya bisa diam, melihat Ranti pergi, dan beberapa pelanggan yang ingin makan juga beranjak pergi.
Ranti dan keempat kakaknya terus membelah jalanan dengan tujuan tempat tinggal Suster Diana, dan kali ini Ranti mengajak mereka untuk mampir ke Dealer Grace.
Keempat kakaknya melihat Ranti mampir ke Dealer Grace, hanya mengikutinya dan masuk ke dealer.
Para karyawan segera menyambut mereka dan langsung memanggil Aluna.
Tak menunggu lama, Aluna pun tiba dan langsung menyapa Ranti dan keempat kakaknya.
" Suster Diana, pilihlah mobil yang Suster Diana suka, ucap Ranti
" Ranti, ini terlalu berlebihan buat Suster, katanya
" Tidak..! ini untuk Suster gunakan kemanapun, tidak mungkin kami membiarkan Suster, kemana- mana naik taksi, kata Ranti dan anggukin keempat kakaknya.
Suster Diana akhirnya memilih mobil yang bisa di pakai di segala medan, pilihannya jatuh ke BMW SUV X7.
__ADS_1
" Aluna, tolong segera urus dokumen nya dan besok tolong di antar ke alamat ini, perintah Ranti
" Baik Nona, besok selesai makan siang, mobil akan kami antar, jawab Aluna.
Semua sudah beres, sekarang mereka benar-benar langsung ke kerumah Suster Diana.
Setelah 45 menit dari dealer, akhirnya mereka tiba di rumah Suster Diana.
Ranti melihat progres pembangunan panti asuhan, milik Suster Diana sudah tidak ada masalah.
Para preman yang dulu sempat menghancurkan bangunan panti, kini terlihat berjaga-jaga, mereka melihat Suster Diana telah kembali, mereka menyambut nya dengan sopan.
Sumadi si kepala Preman mendapat kabar bahwa Ranti datang berkunjung ke Panti, dengan segera dia langsung menaiki motor RX-KING nya.
Selamat sore Nona, apa boleh saya berbicara pribadi dengan Nona, kata Sumadi dengan sopan.
" Boleh, ada apa pak ? tanya Ranti
" Begini nona, umur saya sudah tak muda lagi, dan saya sudah berpikir matang-matang, kalau saya ingin bekerja dan mendapatkan upah yang halal, saya dan anak buah saya ada 25 orang ingin bekerja dengan Nona, ungkap Sumadi dengan penuh harap.
Pak Sumadi, sekarang panggil semua anak buah bapak, kalau yang lagi sibuk jangan di paksa kesini, kata Ranti
" Baik Nona, saya segera menghubungi mereka, jawab Sumadi
Sambil menunggu anak buah Sumadi datang, Ranti dan keempat kakaknya menikmati makanan yang di masak perawat yang setia menjaga Suster Diana.
Selesai mereka makan, Ranti keluar dari rumah dan berjalan ke tempat pak Sumadi dan beberapa anak buahnya yang sudah sampai.
Para anak buah Sumadi menyampaikan maksud yang sama, dengan apa yang di sampaikan oleh Sumadi, mereka ingin bekerja dengan Ranti.
" Bukankah jadi preman kalian lebih bebas dan uang yang kalian dapat juga lebih besar dari pada kalian ikut saya, pancing Ranti
" Kami ingin punya penghasilan yang halal, soal jumlah kami tak masalah, kata salah seorang anak buah Sumadi.
" Orang yang mau bekerja dengan saya, harus bisa setia, jujur, dan bertanggung jawab, itu saja syarat jika ingin bekerja dengan saya. kata Ranti tegas
" Saya paling tidak suka, pengkhianat, sombong dan menindas orang lain, apa kalian setuju dan berjanji akan mengikuti semua syarat dariku, tanya Ranti penuh ketegasan dan penekanan.
" Kami menerimanya dan akan berusaha memperbaiki diri kami, jujur Nona, saya ingin anak saya bangga kepada saya, kata seorang anak buah Sumadi
" Untuk sementara bagi kelompok kalian jadi 4, dan kalian untuk sementara bekerja menjaga proyek, kata Ranti
Saat ini ada 4 proyek yang harus kalian jaga, Ranti memberikan nama-nama proyek yang dimaksud.
" Kalian harus mentaati peraturan yang di buat oleh Pak Sumadi, dan saya janjikan kepada kalian, agar belajar di 4 proyek ini, karena pertengahan tahun depan, tugas kalian sangat besar dan penting, kata Ranti
Perlu kalian tahu, kedepannya formasi kalian adalah yang pertama, artinya aku akan menyerahkan seluruh keamanan Perusahaan- perusahaan saya di tangan kalian.
Kalian harus belajar bagaimana mengambil keputusan dan bagiamana mengoperasikan alat-alat yang akan kalian pegang.
Saya akan bangun sistem pengamanan yang akan mengendalikan seluruh keamanan di seluruh perusahaan saya, dan saya harap kalian mau belajar, kata Ranti memotivasi mereka.
" Kami siap belajar dan mengembangkan diri, kata mereka
" Mulai hari ini kalian harus berubah, baik penampilan maupun pembawaan diri. Dan Pak Sumadi adalah atasan kalian, kalian harus patuh dan bekerja dengan aturan yang ada, kata Ranti
Dan soal gaji kalian perorang 6 juta, jika dalam tempo 6 bulan kalian ada perkembangan maka saya akan menaikan gaji kalian, dan jika kalian bertahan hingga 3 tahun ke depan saya janjikan akan memberikan kalian rumah dengan cicilan murah dan jika prestasi kalian lebih dari yang saya harapkan, saya akan hadiahkan rumah secara gratis dan atas nama kalian masing-masing. kata Ranti
" Terimakasih Nona, kami akan memberikan yang terbaik untuk anda, kata mereka.
" Pak Sumadi, hari Senin, datang kantor ini dan bertemu dengan Pak Rendi, tolong berpakaian rapi, perintah Ranti
" Kalian juga wajib punya rekening tabungan dan tugas pak Sumadi untuk mengurusnya, maksimal hari Rabu sore semua sudah harus beres, apa kalian paham
" kami paham Nona, karena gaji kalian mulai bulan depan akan di transfer ke rekening kalian masing-masing.
Ranti segera menghuni Rendi agar membuat Tim Keamanan, dan bekerja sama dengan kepolisian. Begitu juga Ranti menelpon Pak Jusuf agar membantu pembuatan rekening bank untuk 25 orang kerjanya.
" Terakhir, kalian besok serahkan data diri kalian, KTP dan KK serta surat pernyataan bersedia mengikuti seluruh peraturan yang berlaku di perusahaan saya.
Mulai hari Senin, kalian akan mulai pendidikan teori pengembangan diri dan nanti kalian bertugas mulai tanggal 1 Januari.
Pak Sumadi pikirkan seragam buat mereka, saya mau kalian harus tampil rapi, bersih dan wangi, karena kedepannya kalian akan berhadapan dengan orang-orang penting, baik kalangan petinggi perusahaan maupun tamu penting dari luar.
" Baik Nona, saya kerjakan, jawab pak Sumadi.
" Pak Sumadi, silahkan ambil uang ini dan bagikan kepada mereka yang hadir disini, perintah Ranti, sambil memberikan uang kepada Sumadi.
__ADS_1