SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Karyawan Rasa Bos


__ADS_3

Kebahagiaan tak terhingga Direktur Ane, begitu terlihat, dia langsung menelpon sekretarisnya dan memerintahkan agar, memberikan sumbangan kepada panti Asuhan 500 juta, sebagai nazarnya jika anaknya sembuh.


Ranti mendengarnya begitu kagum, padahal saat ini direktur Ane lagi dalam kondisi sulit.


" Anda sangat hebat Nona Ane, dalam kondisi sulit, tapi anda tanpa menunda langsung melaksanakan apa yang sudah anda janjikan, dan sebagai tanda perkenalan kita, saya hapuskan, sisa tunggakan 2 bulan anda di Tri Link Finance Indonesia dan 2 bulan tunggakan sewa di gedung saya ini, saya berikan discount khusus buat anda, sebesar 50 % untuk sewa masa setahun di gedung ini, dengan syarat setelah anda punya waktu dan bawalah Bimo ke tempatku di Surabaya, untuk liburan, kata Ranti


" Nona anda sungguh sangat menghargai saya, terimakasih banyak, kata Direktur Ane.


" Saya lihat proyek anda lebih banyak di bidang interior dan penataan taman, saya punya proyek di Surabaya, yang baru akan mulai awal Agustus, saya menawarkan peluang proyek interior untuk beberapa bangunan yang akan di bangun, proyek saya bernilai 300 triliun, di lahan 25 ribu hektare, tawar Ranti


" Nona memiliki lahan 25 ribu hektare, maaf Nona, apakah nona ingin membangun kota baru di sana, tanya Ane


" Benar sekali, mulai fasilitas, perumahan tapak, rusun, pendidikan, kesehatan, rumah ibadah, taman bermain, hotel, Apartemen, pusat perbelanjaan, perkantoran dan panti sosial lainnya, silahkan jika anda berminat datanglah ke Surabaya dan kita akan berbincang lebih lanjut, kata Ranti


" Baik Nona, setelah saya melakukan check up untuk Bimo dan mendaftarkan sekolah untuknya, maka saya akan berkunjung ke Surabaya, jawab Ane


" Aku akan menunggu Nona Ane, dan untuk Bimo, anda percaya sama saya, selama dia bisa menjaga tubuhnya dengan baik, maka dia tidak akan pernah sakit sekalipun itu hanya flu, ajarkan dia berolahraga, main musik dan yang paling penting adalah ajarkan kesederhanaan dan rendah hati, itu saja pesanku


" Baik Nona, aku akan mendidik Bimo dengan baik, kata Ane.


" Ade Bimo, tolong bantu bundamu, dengan jaga kesehatan dan jangan jadi orang tinggi hati atau sombongnya, apalagi merendahkan dan meremehkan orang, jika kamu mendengarkan omongan kakak dan berjanji menjadi anak baik, kelak Bimo dewasa pasti kakak akan membantu Bimo.


" Bimo berjanji kak, jawab Bimo


Ranti memberikan sebuah liontin dari batu akik pancawarna dengan kalung emas seberat 15 gram, dan langsung memakai kan ke Bimo.


" Ingat baik-baik, jaga hadiah dari kakak, kata Ranti.


" terimakasih Kak Ranti, Bimo akan menjaganya, jawab Bimo


" Oh ya Nona Ane, tolong awasi pergerakan Dody, karena saya yakin dalang dari semua kebocoran anggaran proyek anda adalah Dody, percayalah dia sengaja ingin menghancurkan Anda, dia saat ini sedang merintis usaha yang sama, coba lihat ini, kata Ranti sambil menunjukkan proposal permohonan pinjaman ke kantor pembiayaan saya di Semarang, kata Ranti sambil menunjukkan beberapa berkas.


" Terimakasih informasinya Nona, jawab Ane.


Setelah dari kantor Andalan Mas, Ranti kini berada di resepsionis, untuk bertemu dengan calon security perempuan.


" Rezita mana teman kamu, tanya Ranti


" Dia sudah datang tapi lagi ke toilet Nona, jawab Rezita


" Kelamaan nunggu saya barangkali, seloroh Ranti


" Tidak juga Nona, baru setengah jam saja, kata Rezita.


Tak berapa lama, teman Rezita datang dari toilet


" Nona Muda ini teman saya, namanya Regina, ucap Rezita


" Selamat siang Nona, saya Regina, temannya Rezita


" Saya Ranti, Pemilik Gedung Emerald ini, apa kamu sudah tahu, kenapa Rezita meminta kamu kesini, tanya Ranti basa-basi


" Sudah Nona, Rezita mengatakan bahwa di gedung ini mencari security perempuan, jawab Regina


" Berapa umurmu dan apa saja keahlian kamu, balas Ranti


" Umur saya 20 tahun, saya ban hitam Tae Kwon do dan juga Karate, Jawab Regina


" Bagus, kata Rezita kamu juga kuliah, dimana dan jurusan apa? tanya Ranti


" Saya Kuliah di Binus juga, bareng kak Rezita, mau masuk semester 7, Fakultas Sistem informasi, jurusan Komputerisasi Akuntansi, jawab Regina.


" Bagus, Kamu serahkan lamaran kamu ke Pak Nugroho, dan kalau Rezita tidak keberatan, kamu bisa tinggal sekamar dengan Rezita, kata Ranti.


" Maaf Nona, saya senang jika Regina bisa tinggal disini bareng saya, kata Rezita


" Kalau kamu bagaimana, apakah kamu mau tinggal disini bersama Rezita, tanya Ranti


" Saya bersedia, kak Rezita selama ini sudah ku anggap kakak, karena dia selalu membantuku dan juga sangat perhatian padaku, jawab Regina


" Baiklah, selesaikan berkas-berkas kamu dan bekerjalah dengan baik, jika kamu bisa lulus dengan nilai bagus, maka kamu bisa bekerja di Perusahaan saya, kamu boleh pilih di Perusahaan apa saja milikku, jawab Ranti.


" Terimakasih Nona, akhirnya aku tidak jadi pengangguran, kata Regina sambil menundukkan kepalanya


" Kamu kenapa, menundukkan kepala, apa ada masalah ? tanya Ranti

__ADS_1


Regina hanya diam tak bisa menjawab pertanyaan Ranti


" Nona Muda, Regina sama dengan saya, ayah kandungnya meninggal saat dia umur 5 Tahun, dan ibunya menikah lagi, setelah ibunya meninggal 2 tahun lalu, ayah Tirinya menikah lagi, dan Regina di usir oleh istri ayah tirinya, cerita Rezita.


" Regina, apa ayah tiri kamu memperlakukan kamu dengan baik, tanya Ranti


" Ayah tiri saya sangat menyayangi saya, bahkan saat kami tinggal hanya berdua di kontrakan yang hanya 1 ruangan, dia tidak tidak pernah berlaku tidak sopan kepada saya Nona, jawab Regina.


" Kenapa diam ketika kamu di usir dari tempat tinggal kalian? tanya Ranti


" Setelah ayah tiriku menikah dengan perempuan itu, kami pindah ikut istrinya ke rumahnya, gara-gara aku memukul anak dari istrinya, hingga saya di usir, Ayah tiriku, sebenarnya tidak tega melihat aku keluar dari rumah, tapi aku juga kasian, aku takut dia di pecat dari pekerjaannya, apalagi Toko tempat dia bekerja milik istrinya, jawab Regina.


" Apa dia masih suka menghubungi kamu, tanya Ranti


" Masih Nona, tapi aku tidak boleh menghubunginya, tapi setiap hari walau hanya pesan sederhana dia pasti menghubungi saya, terakhir dia sakit tidak ada yang peduli, dia bilang kalau aku sudah lulus kuliah, dia akan menceraikan istrinya, kata Regina


" Saya orangnya, paling tidak suka menindas orang lain, tanyakan baik-baik ke ayah tiri kamu, jika benar dia sudah tidak nyaman dengan istrinya yang terlalu mendominasi, ujar Ranti.


" Baik Nona, aku kasian ayah tiriku sudah umur 50, dia menikah dengan ibuku saat itu dia masih lajang, walau umurnya juga waktu itu sudah tua, tapi dari kecil dia sangat menyayangi ku, dia rela tidak mau punya anak dengan Ibuku, alasannya dia punya hanya 1 yaitu aku, hingga saat ini dia diam - diam datang ke kampus dan bayar uang semester ku, kata Regina sambil meneteskan air mata.


" Baiklah, setelah kamu bekerja disini, jika ayahmu ingin bekerja jadi supir kantor silahkan ke Perusahaan Tri Link Finance Indonesia, kebetulan di sana meminta Supir kantor, tapi saya belum ijinkan, dan kalau ayah kamu mau, silahkan melamar Disana, kata Ranti


" Terimakasih Nona Muda, Ayah saya memang hanya bisa kerja sebagai supir, mata Regina


" Makanya kamu bekerja dan kuliah dengan baik, selama kamu setia dan jujur, serta selalu rendah hati, kamu jangan kuatir soal Pekerjaan. Dan ingat baik-baik, karena Rezita yang membawa kamu kesini, kamu jangan membuat nya kecewa, sekali aku dengar kamu mengecewakan, apalagi mengkhianatinya nya, aku sendiri yang akan menghukum kamu, balas Ranti dengan Tegas.


" Jujur Nona, saya sangat bersyukur bisa berteman dengan Kak Rezita, bahkan aku sangat bahagia dia memperlakukan aku seperti adiknya, aku bersumpah tidak akan pernah seumur hidupku mengkhianati kebaikan kak Rezita, jawab Regina.


" Buktikan, selama kamu mampu membuktikannya, di masa depan kalian berdua bisa sukses bersama saya, kamu ingat itu dan tugasmu adalah melindungi Rezita, dan itu perintah pertama dari saya dan berlaku selamanya, kata Ranti tegas.


" Saya Regina Raintama, berjanji selamanya akan melindungi kakakku satu-satunya, janji Regina.


" Bagus, Gaji kamu dari kantor adalah UMR Jakarta dan sesuai dengan kebijakan kantor, Dan aku tugaskan kamu sebagai koordinator keamanan didalam gedung, kamu perlu berkoodinasi dengan Kepala Divisi Kemanan Yang ada di seluruh Area Gedung Emerald, kata Ranti


" Terimakasih Nona, ini suatu penghargaan yang tinggi bagi saya, jawab Regina.


" Rezita nanti kamu jelaskan ke Pak Nugroho, soal Regina, jika dia membantah kamu segera telpon saya.


" Baik Nona, Hal-hal penting yang nona bicarakan dengan Regina sudah saya catat, jawab Rezita sambil memperlihatkan catatan nya.


Ranti melihat dan membaca catatan Rezita, hanya tersenyum dan geleng-geleng kepala.


" Baik Nona, terimakasih sudah mau membantu Regina, saya sangat senang, kini aku sudah lega, karena Regina sudah bekerja lagi apalagi dia akan tinggal bersama dengan saya, sekali lagi terimakasih Nona, kata Rezita


" Gunakan kesempatan ini dengan baik, tidak semua orang memiliki kesempatan ini, kamu mengerti, tegas Ranti


" Kami mengerti Nona, jawab mereka berdua.


Kalau begitu saya pamit dulu, malam ini kalian berdua sudah harus tinggal disini, dan kamu Regina siang ini selesaikan semua dokumennya, agar besok kamu sudah bisa mulai bekerja, perintah Ranti.


" Baik Nona, jawab mereka berdua.


Ranti segera keluar dari lobby Gedung Emerald dan memanggil Taksi yang kebetulan menurunkan penumpang di depan lobi.


Kali ini Ranti akan datang ke Gedung Sapphire Tower, dia ingin lihat apakah ada perubahan atau tidak di gedung itu.


Hanya membutuhkan waktu 30 menit dia sudah tiba di gedung Sapphire Tower, tapi dia sangat kecewa dengan tampilan gedung yang ada, bahkan di lobby juga semuanya tampak tidak rapi, lalu dia mendekati resepsionis yang sedang menerima telepon di handphone nya.


" Selamat siang Nona, ucap Ranti


" Kamu duduk dulu sebentar, hanya itu yang di ucapkan resepsionis itu.


" Baiklah, kata Ranti dan langsung duduk saja


Sudah 15 menit menunggu, si resepsionis masih terlihat asik ngobrol di handphone nya, Ranti yang sudah bosan akhirnya menyapa lagi.


" Selamat siang Nona, ucap Ranti


" Kamu tunggu sebentar lagi, jawab resepsionis itu


Ranti yang sudah malas menunggu, langsung beranjak dan pergi ke arah lift, Namun dia mendengar suara yang berteriak memanggil nya, sambil mendekatinya.


" Lancang sekali kamu Nona, main masuk sembarangan, kamu pikir disini adalah rumah kamu, bentak resepsionis itu.


" Saya sudah menyapa kamu, tapi kamu tidak menggubris saya, makanya saya masuk saja, jawab Ranti enteng

__ADS_1


" Kalau saya bilang tunggu ya kamu harus tunggu, saya lagi berbicara dengan tunangan saya, kata gadis itu.


" Oh apa boleh berbicara berlama - lama di handphone, sewaktu jam kerja, tanya Ranti


" Memangnya kenapa !, bos saja tidak mempersoalkan, kenapa kamu yang sok mengatur disini, jawab resepsionis itu dan membentak Ranti.


" Saya ingin bertemu dengan Pak Thomas Kepala Pengelola Gedung ini, kata Ranti


" Ada keperluan apa kamu mencari Pak Thomas, tanya resepsionis itu ketus


" Saya ada urusan penting dengannya, apa sudah boleh saya naik ke ruangannya, tanya Ranti.


" Tidak bisa kalau belum ada janji ketemu, kata resepsionis itu


" Oh apakah saya harus membuat janji bertemu dengan dengannya, balas Ranti


" Kamu tidak tahu aturan kantor ya, semua orang yang ingin bertemu dengan beliau harus membuat janji terlebih dahulu, dasar kampungan, jawab resepsionis itu.


" Sekarang telpon Bos kamu, katakan padanya Ranti Putri, menunggunya di lobby


'' Kamu siapa seenaknya memerintah saya, jawab resepsionis itu emosi


" Kamu mau telpon atau tidak, kata Ranti yang sudah sangat marah


" Tidak, dan silahkan kamu keluar dari sini, kalau tidak saya panggil Security untuk melemparmu ke luar, jawab resepsionis itu


" Coba saja kalau kamu mampu, panggil Security sekarang.


Dengan cepat resepsionis itu memanggil security gedung, dan segera mereka meluncur ke tempat resepsionis.


" Ada apa Angela memanggil kami, tanya seorang security.


" Kalian berdua tolong usir perempuan ini, karena sudah tidak sopan di gedung ini, kata resepsionis


" Baik Nona Angela, jawab kedua orang security itu


" Maaf Nona, tolong tinggalkan tempat ini, atau kami akan memaksa Anda untuk Pergi, tegas security.


" Silahkan usir saya kalau kalian mampu, dan saya pastikan kalian bertiga akan di pecat saat ini juga, kata Ranti


" Sombong sekali kamu Nona, disini area kami, dan asal kamu tahu, Pemilik Gedung ini saja tidak berani macam-macam dengan kami, hahahaha, jawab security itu dengan sombongnya.


" Oh apakah kamu mengenal Pemilik Gedung ini, dan apakah tidak tahu kalau gedung sudah di jual dari tahun lalu ? tanya Ranti


" Hahahaha seandainya juga ada Pemilik baru, dia harus tunduk kepada kami, jika tidak kami akan hancurkan gedung ini, kata security itu.


" Baiklah kalau begitu, kamu tunggu sebentar, saya telpon pak Thomas dulu untuk membuat janji ketemu lain waktu.


" Halo Thomas, saya ada di lobby Gedung Sapphire, tapi saya tidak diijinkan masuk bahkan resepsionis dan 2 orang security sudah siap mau mengusir saya


" Maaf Nona, mohon anda tunggu sebentar saya akan turun, menemui Anda, jawab pak Thomas


" Tidak perlu, kamu telpon sekarang si resepsionis dan pecat dia dan juga Security 2 orang ini, namanya Udin dan Arif, sekarang!! bentak Ranti ke Thomas.


" Hahahaha beraninya telpon mengaku - ngaku bos, kata security itu


Tak lama kemudian, handphone Resepsionis berdering.


" Halo Tuan Thomas, Angela disini ada yang bisa di bantu


" Angela, mulai besok kamu tidak usah lagi datang bekerja, karena kamu sudah saya pecat mulai hari ini, kata Thomas.


" Apakah Tuan berani memecat saya, paman saya salah satu Kepala Divisi dan dan saudara- saudara ku juga bekerja disini, Pak Thomas tidak takut jika kami melakukan Demo di Gedung ini, jawab Angela


" Silahkan saja, bahkan paman kamu dan seluruh keluarga kamu yang bekerja disini akan saya pecat semuanya, kata pak Thomas.


" Baiklah, kata Angela dan langsung menutup telpon.


" Bagaimana Nona resepsionis yang terhormat, apakah paman kamu bisa melindungi kamu, tanya Ranti menyindir


" Kamu siapanya Pak Thomas, tanya Angela


" Saya Pemilik Gedung ini, dan kalian bertiga silahkan angkat kaki dari sini, perintah Ranti.


" Angela, kamu panggil semua keluarga kita yang bekerja disini, kita hajar saja wanita yang mengaku bos di sini.

__ADS_1


" Baik bang, jawab Angela dan langsung mengirim WA di group mereka


"


__ADS_2