SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Salma dihina


__ADS_3

Drama dengan Komandan Security Supermarket itu selesai, si pelanggan juga mendapatkan hadiah yang tak ternilai harganya.


" Paman, berapa umur kakak itu, tanya Salma.


" Mereka 14 tahun dan 12 tahun, ada apa Nona Salma, tanya Pak Security.


" Kenapa mereka tidak belikan di handphone, padahal kan bukan kemarin dapat bonus banyak dari Kakakku", ujar Salma


" Paman lagi banyak keperluan, sedangkan rumah kami juga sudah banyak atap yang bocor, jadi uang dari Nona Muda Ranti, Paman pakai untuk Renovasi atap dan bayar uang sekolah mereka, kalau sekarang Paman sudah bebas hutang dan sudah selesai renovasi, juga sudah beli motor buat mereka berdua kesekolah, rencananya bulan ini paman mau belikan mereka handphone", ujar pak Security jujur.


" Gaji Paman 6,5 juta, bibi 4,5 juta, harusnya itu cukup buat biaya hidup dan sekolah kakak- kakak itu, kenapa bisa berhutang ", tanya Salma.


" Itu hutang yang lama, waktu anak Paman yang gadis itu masuk rumah sakit, dan setiap bulan hingga hari ini juga anak paman yang gadis selalu ke Dokter, jadi banyak pengeluaran", ujar Pak Security.


" Baiklah, nanti aku minta tolong kakakku agar memberinya obat ajaib, agar kakak itu tidak sakit lagi, dan paman bisa menabung", ujar Salma.


" Apa Nona Muda Ranti bisa mengobati orang sakit juga?" tanya Pak Security itu.


" Salma juga bisa membantu mengecek penyakit anak Paman, tolong panggil mereka kesini, biar aku periksa dan kasih tau kakakku", ujar Salma.


Dengan segera Security itu berlari dan memanggil kedua anaknya, kedua anaknya mendengar suara ayahnya dan langsung bergegas menemui ayah mereka.


" Ada apa ayah, apa ayah ada masalah? tanya anak gadisnya dengan mata sendu.


" Ayah tidak ada masalah, ayah mau hanya ingin kenalkan kalian berdua, kepada Nona Muda Salma, Dia ada salah satu Pemilik dari Supermarket ini", ucap Pak Security itu.


" Maaf Nona Muda, nama saya Livung, sekarang kelas 6 SD, dan ini kakakku Faldy, sekarang kelas 8, maaf tadi saya pikir ayahku ada masalah", ujar Livung.


" Kenalkan saya Salma Putri, saya adalah adik dari pemilik Supermarket ini, tempat ayah dan ibu kakak Livung dan Aldrin bekerja, kata Paman Kakak sedang sakit", ujar Salma.


" Ia tiap bulan selalu kerumah sakit, makanya, aku takut jika ayah ada masalah, ujar Livung.


" Tenang saja, Paman bekerja sangat baik, memang aku sudah beberapa minggu tidak kesini, padahal rumah kami hanya di kompleks seberang itu, nanti kakak say telpon untuk temani saya bermain dengan temanku Mora dan kakakku Armando", ujar Salma dengan sopan.


" Nanti telpon ke ayah saja, aku tidak punya handphone, nanti gajian bukan ini baru mau beli kata ayah dan ibu, ujar Livung.


" Ya sudah ayo kita temui temanku yang sedang bekerja", ajak Salma sambil memegang tangan Livung.


" Eh.. Nona Muda, apa tidak tidak masalah pegang tanganku yang kotor", ujar Livung tidak enak.


" Tidak masalah, tangan kakak bersih kok, kalau begitu berikan tangan kanan kakak, ucap Salma.


Livung menyodorkan tangan kanannya, Salma memeriksa denyut nadi, kemudian meminta Livung menjulurkan lidahnya serta Salma membuka kelopak mata Livung.


" Kakak sakit ginjal stadium 3, makanya kakak terlihat pucat dan tidak bisa beraktifitas dengan baik dan juga terlalu lama, apa cita-cita kakak jika suatu hari kakak sembuh total", tanya Salma.


" Aku ingin jadi Dokter Ahli Dalam, sejak sakit, aku berkeinginan untuk jadi dokter", ujar Livung.


" Cita-cita kita sama, hanya saja aku ingin menjadi ahli dalam hal obat-obatan, baik obat modern maupun tradisional, tadi saya gunakan salah satu teknik pemeriksaan secara tradisional", ujar Salma.


" Nona Muda, anda sangat Pintar, pasti cita-citamu akan tercapai", ujar Livung.


" Kakak juga dapat mencapai cita-cita, untuk menjadi seorang Dokter, Yakinlah penyakit kakak akan sembuh total", ujar Salma.


" Amin", singkat Livung.


" Paman, silahkan kerja lagi, biar aku keliling dengan kak Livung dan Aldrin saja", ucap Salma.


" Baik Nona Muda, jawab pak Security.


Sepeninggal Pak Security, mereka bertiga berkeliling dan menuju ke Konter Handphone Galaxy Seluler Cabang DAMKAR Supermarket.


Setelah tiba diarea penjualan elektronik, Salma melihat Mia yang sedang duduk menunggu pembeli.


Tapi tiba-tiba, ada 4 anak laki-laki berpakaian rapi menyapa Aldrin.


" Hei Aldrin, kamu mau jadi Security juga seperti Ayahmu ?" tanya seorang dari mereka mengejek.


" Kalau ia kenapa, kan tidak ada masalah jika aku juga bekerja sebagai Security", ujar Aldrin dengan santai.


" Lihat dong orang tua kami, sekarang bekerja di perusahaan besar gaji ayahku lebih besar dari Ayahmu yang Security", ejek anak itu lagi.


" Apalagi adiknya sedang sakit - sakitan", habislah uang kalian untuk biaya Dokter", timpal seorang dari mereka lagi.


" Tapi sekarang mereka berdua kayaknya sudah punya teman, cantik juga, Lanjut mereka mengejek.


Aldrin, Livung dan Salma sudah tidak menanggapi omongan mereka.

__ADS_1


" Hei, nama kamu siapa ?" tanya salah satu dari mereka.


Salma tak menjawab, tapi matanya menatap mereka dengan dingin.


" Cantik, sih Cantik tapi pasti orangtuanya sama dengan orangtuanya Aldrin dan Livung, ejek mereka.


" Memangnya sehebat apa perusahaan tempat orang tua kalian bekerja?" tanya Salma.


" Maaf ya gadis cantik, asal kamu tahu Ayah saya Hasto dan ayah temanku yang ini, ayahnya bernama Tobias sama- sama Supervisor di Food Excellent, sedangkan yang mereka berdua ayahnya Adalah Pamanku Neil dan Sidik, adalah kepala Gudang dan wakil kepala Gudang di perusahaan itu", ujar anak yang sombong itu.


" Oh, orangtua kalian bekerja di perusahaan itu ternyata, Perusahaan yang hebat, gajinya saja seorang Supervisor bisa 20 juta dan kepala gudang bisa 17 juta, wakilnya 15 juta, karyawan biasa disana bergaji rata-rata 6 juta sebulan", pantas saja kalian sombong kepada Aldrin dan Livung", ujar Salma.


" Hahahaha, gimana pangkat ayah kami lebih tinggi dari ayah kalian, Kalau kamu gadis, apa pekerjaan orangtuamu?" tanya anak yang paling sombong itu.


" Aku hanya tinggal dengan kakakku saja, kedua orangtuaku sudah meninggal", jawab Salma.


" Yatim-piatu ternyata, tadinya mau ajak berkenalan tapi ternyata kamu yatim-piatu jadi gak selera Kami berteman dengan kamu, yang ada nantinya kamu minta kami jajanin kamu lagi", timpal anak kepala gudang.


" Oh baguslah, kalian pikir aku juga mau berteman dengan kalian", kasihan sekali kalian, orangtua baru gaji 20 jutaan saja sudah sombong, tapi sebentar lagi juga akan pecat Kecuali orangtuamu berlutut di kaki ayahnya kak Aldrin dan kak Livung, Ujar Salma yang sudah mode marah.


Salma mengambil Handphone Samsung Flip 4 dan menelpon Elisabeth.


" Halo kak Elisabeth, apa di perusahaan kita ada Nama Hasto, Tobias, Neil dan Sidik ?" tanya Salma


" Ada Nona, kedua orang Pertama adalah supervisor Logistik dan supervisor Produksi, kedua nama terakhir, kepala gudang dan wakil kepala Gudang", ada apa Nona, mereka saat ini sedang libur karena hari Minggu, ujar Elisabeth.


" Pecat keempat orang itu, Kecuali mereka mau berlutut di kaki Pamanku Komandan Security di supermarket Milik Kakakku, saya tunggu mereka berempat sekarang juga, jika aku sudah kembali kerumah, nanti ku kuhubungi kakak lagi, dan pecat mereka beserta istri mereka juga jika ada yang bekerja disana", Perintah Salma.


" Baik Nona Muda, kakak akan suruh mereka menemui Nona sekarang juga", ujar Elisabeth gugup.


" Hufth... bikin jantungku hampir copot saja, lebih baik berhadapan dengan semua kakaknya daripada berhadapan dengan si bungsu satu ini, dia lebih ngeri kalau sudah marah", Batin Elisabeth.


" Halo Pak Hasto, apa kamu tidak mengenal Nona Muda Salma ?" tanya Elisabeth.


" Saya mengenalnya Nona Elisabeth, Nona Muda Salma sangat baik kepada siapapun, saya sendiri beberapa kali bertemu dengannya, sangat sopan dan baik", ada apa Nona Elisabeth.


" Pak Hasto, terlebih dahulu saya mohon maaf, kamu, Tobias, Neil dan Sidik, mulai besok tidak bisa bergabung lagi di perusahaan kita, Barusan Nona Muda Salma, memerintahkan saya untuk memecat kalian berempat, kecuali kalian berlutut ke seorang Komandan Security di DAMKAR Supermarket, saat ini juga karena Nona Muda Salma ada Disana dsn menunggu kalian berempat", ujar Elisabeth.


" Sayang sekali, padahal pekerjaan mereka lumayan bagus dan loyal pada perusahaan", monolog Elisabeth.


" Berarti kamu juga tidak menyukai mereka, tanya Elisabeth


" Bukan tidak menyukai, tapi memang saya membatasi anak- anak saya bergaul dengan mereka", ucap Neill.


" Apa alasannya, kan Security itu Saudara sepupu kamu, kenapa kamu menjauhkan anak-anak kamu dari saudara kamu sendiri, apa kamu sudah lupa aturan wajib perusahaan, tidak boleh sombong dan meremehkan orang lain, teman kerja apalagi keluarga", ujar Elisabeth.


" Saya tau itu Nona, tapi kami seluruh keluarga besar memang tidak dekat dengan Sepupuku itu", ujar Neil.


" Baiklah, itu berarti saya punya alasan untuk memecat kamu dan ketiga orang lainnya", kecuali Nona Muda Salma mengampuni kalian.


" Baik Nona Elisabeth, ujar Hasto.


" Bisa gawat jika aku di Pecat, mana angsuran rumah belum lunas, tapi masa ia aku harus berlutut di kaki sepupu sialan itu, pasti dia mengadu ke Nona Muda Salma, dasar sepupu tak tahu diri", umpat Hasto.


Hasto menelpon 3 orang lagi yang disebutkan oleh Elisabeth, mereka hanya menanggapi dengan santai.


"'Tidak perlu di gubris dengan perintah anak kecil, Nona Elisabeth saja yang terlalu mengada-ada, ujar Neil, begitu juga Tobias dan Sidik" itulah balasan mereka saat di telpon Hasto.


" Ya sudah jadi kita tak perlu datang dan minta maaf ke sepupuku itu, tanya Hasto, kepada mereka di group obrolan.


" Ngapain datang, mending kamu kesini santai bareng kita, anak kecil kok di dengar, bodoh juga si direktur yang mendengar omongan anak kecil, kalau memang anak kita gak suka dengan anak Security itu, memangnya kenapa, ucap Neil yang sepupu dengan Security itu.


Di supermarket sendiri, Salma sambil menunggu keempat orangtua dari anak-anak sombong itu, dia bersama Aldrin dan Livung pergi meninggalkan keempat anak sombong itu.


" Hahahaha, Aldrin dan Livung pikir gadis itu hebat, ujar anaknya Neil.


" Kita ikuti saja mereka", ajak anaknya Hasto.


Salma mampir di Konter Handphone, Galaxy Seluler Cabang DAMKAR Supermarket, dan saat akan menyapa Mia, anaknya Hasto sudah bicara duluan.


" Hei gadis yatim-piatu, mau ngapain kamu lihat-lihat handphone, apa kamu bisa membelinya, sudah bagus kamu pakai handphone jadul, gak Level kamu pakai Android Apalagi iPhone", ujar anaknya Tobias.


" Terus apakah kalian punya handphone iPhone atau Samsung Flip yang lagi tenar, tanya Salma.


" Hahahaha, kami memang tidak punya iPhone, tapi kami punya Samsung, harganya 5 juta, terus apa kamu mampu beli seperti kami" teriak anaknya Sidik.


" Hahahaha, sungguh kalian orang bodoh dan mata buta, apa handphone saya ini kalian handphone jadul?" tanya Salma sambil menunjukkan Samsung Flip 4 seharga 16 juta.

__ADS_1


" Hahahaha paling juga kamu curi punya orang", ujar anaknya Hasto.


" Apa orangtua kalian punya handphone ini yang ini juga, ujar Salma mengambil iPhone 14 Promax varian tertinggi dan iPhone 13 Pro Max.


" Kecil-kecil sudah jadi maling, tuduh mereka, untung kita tak berteman dengan mereka, ujar anaknya Neil.


" Mbak pelayan, jangan terima kalau gadis itu menjual ketiga handphone itu, ujar anaknya Hasto ke Mia.


" Halo apa kabar Nona Muda Salma, apa yang bisa kakak bantu? tanya Mia.


" Siapkan 2 unit Reno 5G beserta kartu Internet dan aksesoris nya", ujar Salma.


" Masuk sini, duduk dekat kakak, tapi siapa mereka Nona Muda?" tanya Mia sambil mengatur 2 unit Reno 8 Pro 5G.


" Gak kenal, tapi mereka kenal dengan dua temanku dan menghina mereka, juga menghinaku, tapi sudah ku minta kak Elisabeth memecat keempat orangtuanya, apalagi sudah hampir 2 jam orangtua mereka tidak datang", ujar Salma.


" Oh begitu, baguslah biar mereka kapok", ujar Mia yang sudah paham aturan di perusahaan Ranti.


" Hei mba, apa kamu gak takut dia duduk disitu nanti barang kamu hilang", ujar anaknya Hasto.


" Hahahaha, kasihan kalian berempat, dapat di pastikan ayah kalian pasti di pecat, kalian salah menghina orang", ujar Mia.


" Salah apanya, dia itu anak Yatim Piatu, dapat duit darimana dia beli handphone kalau bukan dari mencuri", teriak anaknya Neil.


" Kalian masih kecil tapi sudah pandai menghina orang, tapi kali ini kalian salah sasaran, Nona Muda ini adalah pemilik dari Superman ini dan tempat orangtua kalian bekerja, Nona Elisabeth adalah direktur Disana", ujar Mia memberitahu mereka.


" Hahahaha, kalian itu sama saja, hanya pelayan saja dan anak yatim Piatu, jangan-jangan kalian kerja sama, kamu menadah handphone curian, ujar Anaknya Hasto.


" Pintar sekali mulutmu menuduh orang, barangkali kamu tidak dididik simpan santun, ujar Mia emosi.


" Kak Mia, jangan di ladeni, biarkan saja, nanti mereka rasakan akibatnya", ujar Salma.


" Saya sudah merekam penghinaan mereka kepadaku, dan akan ku kirim ke Elisabeth sekarang dan tidak ada ampun buat mereka", Ujar Salma, sambil menelpon Elisabet lagi.


' Halo kak Elisabeth, sudah 2,5 jam saya menunggu dan anak-anak mereka sudah sangat keterlaluan menghina dan menuduh saya sebagai pencuri, telpon keempat orang itu dan Pecat sekarang juga, uang gaji mereka hitung berapa hari kerja mereka bekerja, jangan di bulatkan sebulan, dan mobil Operasional Supervisor sekarang juga di ambil dari rumah mereka", Perintah Salma


" Baik Nona Muda Salma', ujar Elisabeth.


" Halo, Paman security, suruh semua anak buah kamu ke tempat elektronik, dan usir keempat anak nakal disini, mereka sudah kelewatan menghina kak Aldrin dan kak Livung, begitu juga saya mereka tuduh pencuri, datang sekarang saya tunggu 5 menit, panggil manajer operasional yang bertugas juga kesini, dan jangan kasih tau kakakku yang lagi sibuk di ruangannya", Perintah Salma.


Para pelayan Konter Handphone dan Toko elektronik lainnya, juga beberapa pengunjung yang mendengar perintah Salma terkejut, mereka tak menyangka Salma ternyata memiliki latar belakang yang sangat kuat.


" Kak . Mia ini kartu saya tolong gesek saja", ujar Salma.


" Kalau kartu keempat kartu ini, akan kalian bilang aku curi, sekarang baca nama di Kartu saya ini siapa, namaku Salma Putri, ini kartu pelajar saya, masih mau bilang saya pencuri, saya akan laporkan kalian ke Polisi atas dasar mempermalukan orang di tempat umum, dan keempat ayah kalian hari ini sudah di pecat", teriak Salma.


Tak jauh dari konter galaxy, terlihat sang Manajer Operasional dan 6 orang security berlarian menemui Salma.


" Maafkan kami Nona Muda, kami barusan dapat kabar dari Komandan Security", ujar Manajer operasional.


" Tidak apa-apa, maafkan saya mengganggu paman yang sedang sibuk, tolong kasih tahu ke mereka berempat siapa saya dan apa hubungan saya dengan supermarket ini", perintah Salma.


" Adik- adik, kalian harus belajar tata Krama dengan baik, jangan asal menghina orang, dan sekarang kalian kena batunya, perkenalkan ini salah satu Nona Muda kami, Keluarga Nona Muda Pemilik sah dari supermarket ini, juga Pemilik Pabrik Body Clean, Food Excellent dan RPS Group Company, yang gemar dengan pesawat Pesawat Jet Pribadi yang bulan lalu heboh di media sosial", ujar Manajer Operasional itu dengan gamblang.


Jadi jika kalian bilang Nona Muda kami miskin terus apa Keluarga kamu punya pesawat Jet Pribadi?" tanya Manajer Operasional itu.


" Tapi dia anak yatim-piatu, mana mungkin dia memiliki Supermarket dan Perusahaan-perusahaan itu, kalian di bayar berapa untuk berakting disini?' ujar anaknya Hasto keras kepala.


Tiba-tiba keempat ayah mereka datang, mereka sempat mendengar anak-anak mereka menghina Salma.


" Selamat sore Nona Muda, tolong ampuni anak- anak kami ujar mereka berempat sambil berlutut minta ampun.


' Ayah memangnya siapa anak yatim Piatu ini, kenapa ayah meminta maaf", ujar anaknya Hasto.


" Dasar anak bodoh, Nona Muda Salma adalah pemilik perusahaan tempat ayah dan Pamanmu bekerja", jawab Hasto.


Seketika keempat anak itu gemetar langsung, mendengar omongan ayah mereka.


" Saya bukan pembantu kalian yang menunggu kalian datang hingga 3 jam, padahal tempat tinggal hanya di perumahan seberang jalan itu, dan mulai malam ini kalian pindah dari Rumah Fasilitas Perusahaan, dan Kembali kerumah kalian, ingat aku bukan pencuri", ujar Salma sambil menelpon Elisabet lagi.


" Jam berapa security kantor datang mengambil mobil kantor dan mengusir keluarga jahat ini dari rumah Fasilitas Perusahaan, cepat bilang sama Paman Pujiono segera datang, jangan lewat 1 jam dari sekarang", perintah Salma.


" Mereka sudah di jalan, kebetulan mereka bersama dengan Pak Pujiono dan Pak Wawan" mereka barusan bicara 5 menit lagi sampai di DAMKAR Supermarket", jawab Elisabeth.


" Baiklah, terimakasih kak Elisabeth, saya sudah lihat mereka di parkiran, maaf ya Salma sudah merepotkan kakak yang lagi libur", ujar Salma dengan sopan.


" Tidak apa-apa, Nona Muda Salma.

__ADS_1


__ADS_2