SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN

SISTEM KEKAYAAN : PERJALANAN SI MISKIN
Kembali berkumpul


__ADS_3

" Mau naik kereta atau mau aku jemput dengan pesawat, tanya Ranti


" Kalau gak ngerepotin, Kaka mau belajar jadi Sultan hehehehe, ucap Vanya menggoda Ranti


Vanya membicarakan dengan suaminya, yang tentunya sang suami setuju, kapan lagi naik pesawat Jet Pribadi, mungkin itulah yang di pikirkan Tristan.


Ranti menghubungi pihak Bandara Juanda dan semuanya siap, jam 4 akan terbang.


Ranti juga memberitahukan kepada kakak-kakaknya bahwa dia mau menjemput teman dan pulang nanti malam.


Mereka hanya menjawab hati-hati


Ranti mengajak Salma dan Armando, untuk menemaninya, dengan menggunakan mobil Rolls-Royce Cullinan, Ranti membelah jalanan Surabaya menuju Bandara Juanda.


Ranti memasuki area penumpang VVIP dan memarkir mobilnya, karena masih ada waktu jadi dia mengajak kedua bocah Armando dan Salma, untuk mencari restoran biasa.


Dengan gaya dan stelan santai mereka bertiga berkeliling mencari restoran hanya untuk sekedar minum kopi dan ngemil, sambil menunggu waktu berangkat.


Salma memotret dirinya dan mengirim ke Mora dengan mengatakan bahwa akan ke Jakarta.


" Salma berarti besok kita gak jadi kerumah kamu dong, ucap Mora


" Jadi, aku hanya menemani kakakku menjemput kak Vanya di Jakarta dan langsung balik Surabaya malam ini juga, Jawab Salma


" Kok bisa, hanya jemput terus pulang lagi, ujar Mora


" Bisa lah, nanti kamu lihat aku nanti naik apa, pokoknya besok jam 9 pagi aku tunggu di rumah, naik taksi online saja nanti aku yang bayar di rumah, ujar Salma


" Aku di antar ayah pakai motor, apa bisa masuk ke kompleks rumah kamu, tanya Mora


" Kalau sudah di gerbang Kompleks Perumahan ku, kamu telpon aku, biar aku jemput, atau bilang saja kamu temanku pasti di antar, ujar Salma


Ranti dan kedua adiknya berjalan menuju ke ruang tunggu keberangkatan, terlihat si burung cantik sudah menunggu.


'Salma membuat video singkat dan mengirimkan ke Mora, walau belum terlalu mengerti, tapi Mora tau kalau Salma pergi dengan pesawat.


Dalam kabin pesawat, ketika sudah Posisi stabil, Salma duduk ke pangkuan Ranti, sambil bermain - main dengan Liontin Ranti, yang juga sama dengan milik mereka semua terbuat dari Giok Fulushou.


Ranti menelpon Vanya bahwa dia sudah terbang, Vanya menjawab bahwa dia akan segera berangkat.


Satu jam setengah tidak terasa, dengan cantik dan mulus Gulfstream G 700 mendarat di Bandara Soekarno Hatta.


Mereka bertiga turun dari pesawat dengan santai dan menurut petugas bandara, mereka dapat ijin terbang ke Surabaya Jam 7 malam, Ranti memang tidak membutuhkan waktu yang buru-buru, jadi dia tidak menolak yang disampaikan petugas.


Hampir satu jam Ranti menunggu, akhirnya Vanya dan suaminya tiba, mereka berdua berpelukan sambil Ranti menyapa Tristan.


Karena sifat Tristan, hingga membuat Ranti tidak mau akrab dengannya, apalagi melihat gaya Tristan, yang sudah kayak Sultan beneran.


Salma ternyata mengerti siapa Tristan, dia berbicara melalui telepati ke Ranti


" Kak sok banget tu suaminya kak Vanya, ucap Salma sambil menatap Ranti


" Biarkan saja, balas Ranti yang juga menatap Salma.


" Kak Vanya, ini Armando Putra, adik angkat ku, yang paling ganteng sedunia, ucap Ranti


" Halo Armando, nama kakak adalah Vanya, kamu boleh memanggil kak Anya saja, ucap Vanya


" Aku Armando Putra, senang bertemu dengan kakak.


Ranti sengaja belum mengajak Vanya dan suaminya ke ruang tunggu VVIP, tiba-tiba Tristan bersuara


" Dek, katanya kita mau naik pesawat pribadi, kok kita menunggu di restoran biasa, bukannya ada ruang khusus dan juga lounge yang bagus.


" Ais kakak tenang saja, adikku ini mana mau menunjukkan kekayaannya, nanti kita tunggu saja, awas kakak pingsan lihat pesawatnya, ujar Vanya.


" Kakak cuma bertanya saja, tapi bener kan, kalau penumpang VVIP memiliki ruangan khusus, tanya Tristan


" Benar, hanya saja aku malas duduk di ruang tunggu khusus, karena sepi, mendingan disini, ramai dan suasana lebih enak, ucap Ranti


" Ia juga, memang suasananya lebih enak, ucap Tristan, yang berpura-pura tenang, padahal dia sudah gak sabar ingin lihat pesawat Jet Pribadi milik Ranti.


" Ayo kita ke ruang tunggu keberangkatan, siapkan KTP kalian berdua.


" Selamat malam Pak, mereka adalah saudara ku, dan mereka naik pesawat bersama saya dengan Pesawat Gulfstream G 700, ucap Ranti


Segera petugas itu membuka komputer nya dan mengisi data Vanya dan suaminya.


Karena masih ada waktu 15 menit, akhirnya Ranti mengajak Vanya dan suaminya untuk masuk lounge.


Hasrat Tristan akhirnya terbayar, karena bisa menikmati tempat yang mewah, dia langsung berselfie bak ABG.


Salma dan Armando, hanya diam tak perduli dengan tingkah Tristan.


Petugas datang mendekat dan mengatakan agar segera menaiki pesawat.


Tristan terpana melihat Salma dan Armando sudah berada di dekat Pesawat Jet Gulfstream G 700, kedua bocah itu disambut bak pangeran oleh pramugari.

__ADS_1


" Silahkan masuk Tuan dan Nona Muda, ucap Pramugari itu ke Armando dan Salma, sambil membungkuk.


Tristan hanya geleng-geleng kepala melihatnya, " Memang hebat kalau jadi orang super kaya", batin Tristan.


Ketika Tristan hendak mengambil gambar Ranti, langsung di larang oleh Salma dan Armando


" Kakakku tidak suka ada orang lain mengambil gambarnya, ucap Salma


" Oh maaf, kakak belum tau, ucap Tristan.


Tristan melongo melihat semua interiornya,


Setelah pesawat sudah stabil, pramugari datang mendekat dan menawarkan minuman dan cemilan.


" Kakak pramugari cantik, Salma dan kak Armando ingin susu coklat panas, ucap Salma


" Baik Nona Muda Salma, terus mau cemilan yang biasa atau roti panggang, tanya pramugari itu


" Sama roti panggang 3, dan tolong kakak cantik temani Salma dan kak Armando disini, ucap Salma


" Maaf Nona Muda, nanti kakak kena sanksi, ucap Pramugari itu.


" Nona tolong temani kedua adik saya, tidak ada yang boleh menegur kamu, sekalipun itu bos di perusahaan kamu, ucap Ranti.


" Baik Nona Muda, ucap Pramugari itu pasrah.


" Ranti memangnya mereka bukan karyawan kamu, tanya Vanya


" Bukan, aku lagi ajukan membuat Bandara Pribadi, jika semua beres baru aku cari Pilot dan pramugari Pribadi, ucap Ranti


" Wow, bandara pribadi, keren banget kamu Dek, the real sultan, ucap Vanya.


" Salma itu sangat sulit berteman dan berbicara bebas, dia kamu ke orang yang tidak dekat dengan dia, tapi kalau di sudah dekat, kak Vanya lihat saja kelakuannya, kata kak Darel, sifat Vanya mirip dengan aku waktu kecil, ucap Ranti


" Dari dulu mana banyak teman kamu, lihat anak panti segitu banyak, kamu hanya mau bermain dengan kami, ucap Vanya mengenang masa lalu.


" hehehehe, kakak masih ingat saja.


Setelah terbang selama satu setengah Jam, akhirnya mereka mendarat di Bandara Juanda.


Sebelum turun pesawat, Salma mendekati pramugari itu dan memberikan segepok uang yang dia ambil dari tasnya.


" Ini buat kakak, maaf tidak banyak, ucap Salma, sambil memberikan tips ke pramugari itu.


" Tidak usah Nona Muda, ucap Pramugari itu menolak pemberian Salma.


" Jarang aku berikan sesuatu kepada orang lain, tapi karena kakak sangat baik padaku dan juga tulus menemaniku, jadi ini hadiahku buat kakak cantik, ucap Salma.


" Terimakasih Nona Muda, boleh maka berfoto denganmu dan kakak upload di Instagram kakak, tanya pramugari itu.


" Silahkan saja, ucap Salma


Dari pesawat, Ranti mengajak mereka berdua agar menginap di rumahnya.


Tiba di parkiran, Tristan kembali terkejut, Ranti membuka pintu mobil Rolls-Royce Cullinan miliknya.


" Ini baru orang super kaya", batin Tristan.


Armando tau Salma tidak nyaman dengan Tristan, akhirnya Salma yang duduk menemani Ranti yang menyetir.


" Kamu gak pake super dek, tanya Vanya


" Supir ada 2 orang, tapi tugas pokok mereka hanya mengantar kami ke sekolah, kecuali Salma dan Armando yang belum cukup umur.


" Enak banget mereka terima gaji tapi kerjanya sedikit, ucap Tristan


" Mereka orang yang tidak memilih - milih pekerjaan, kalau gak antar kami, mereka menjadi penjaga rumah dan ada yang bantu tukang taman, kata Ranti, yang mulai tidak nyaman.


" Kak lain kali, jangan suruh suaminya kak Vanya datang ke rumah, Salma tidak suka, ucap Salma melalui telepati.


" Ia sayang, sabar ya besok juga mereka pergi, balas Ranti


Hampir satu jam perjalanan, akhirnya mereka tiba di rumah, dan di sambut oleh Mercy, Friska dan Rindu serta Bu Likha juga Mang Dul.


Saat Mercy melihat siapa yang datang, dia langsung berlari dan berteriak, kakak kemana saja, kami selalu menunggu kakak pulang, ucap Mercy sambil memeluk Vanya.


" Friska, Rindu apa kalian tidak kangen dengan kak Vanya, ucap Mercy


" kami sangat kangen, tapi kami tau betapa kak Mercy juga sangat merindukan kak Vanya.


" Kakak minta maaf telah meninggalkan kalian, tapi sekarang kita sudah bertemu kembali, semuanya berkat si bontot yang Manja, ucap Vanya sambil memeluk Friska dan Rindu.


" Jangan minta maaf, kakak tidak salah, lagian sekarang kita sudah bertemu kembali, kapan-kapan kalau kami kangen kita pasti telepon atau kita bisa ketemu kalau lagi liburan.


" Ayo Kak masuk dulu, ajak Mercy yang menggandeng tangan Vanya


Ranti sudah lama tidak melihat senyum kebahagian dari Mercy, malam ini, kerinduan Mercy, Friska dan Rindu telah terbayar.

__ADS_1


" Apa kalian bahagia, ucap Ranti


" Sangat bahagia, tapi sayang kak Darel tidak ada, tapi tidak apa-apa, yang penting kita sudah lengkap, ucap Friska.


" Rindu apa kamu tidak bahagia kakak kembali, ucap Vanya


" Rindu kira, kakak sudah melupakan kami, sejak kakak pergi, kak Mercy selalu sedih, untung ada si bontot yang selalu menghibur kak Mercy, sekarang melihat kak Mercy bahagia, aku sangat senang, ucap Rindu.


" Mulai sekarang jangan bersedih lagi, seumur hidup kalianlah saudaraku, kakak bertahan hidup, hanya ingin kelak berkumpul dengan kalian, entah susah atau senang, ucap Vanya.


" Kakak memang tidak berubah, selalu mengajarkan nilai kekeluargaan, ajaran kakak hingga kini kami terapkan, jangan sombong, bersikaplah rendah hati, jujur dan setia, ucap Friska.


" Bontot bahkan menerapkan aturan ini kepada seluruh karyawannya, ucap Rindu.


" Kakak bangga dengan kalian, dan maaf ini kenalkan Mas Tristan suami kakak, Ucap Vanya


" Maafkan kami kakak ipar, saya Mercy, ini Friska dan Rindu, Ucap Mercy.


Salma hanya diam mendengarkan mereka bercerita, dia lagi asik di pangkuan Ranti, hingga dia tertidur


" Sangat mirip dengan kamu Bontot, ucap Vanya


" hahahaha, biarkan saja, aku yang membiasakan dia seperti ini, agar dia nyaman dan juga bahagia, ucap Ranti


" Hebat, tak sia-sia kami menyayangi mu dengan segenap hati, ucap Vanya.


" Itulah makanya sampe sekarang aku masih manja dengan kak Mercy, ucap Ranti


" Ampun kak Vanya, sejak kakak Pergi, bontot lah yang jadi penghibur kami semua, makanya lihat saja, sudah sebesar ini, tingkah nya ya, kakak tahu sendiri, manjanya bontot bersumber dari kak Vanya, ucap Mercy.


" Jadi kakak yang salah didik ya, ucap Vanya


" Bukan salah didik, justru karena dia manja, membuat kami semua terhibur dan makin kuat rasa sayang kami kepadanya, makanya kami enggan berpisah, kamu sudah kehilangan kakak, makanya kami sebisa mungkin tidak mau kehilangan adik, jawab Mercy.


" mari kita istirahat, besok kakak mau ke Malang, ada acara keluarga Ibuku disana, ucap Vanya.


" Bu Likha, kamar tamunya sudah siap belum, tanya Ranti


" Sudah Nona Muda, jawab Bu Likha


" Nanti kasih tau Mang Dul, agar besok antarkan kakakku ke Batu Malang.


" Baik Nona Muda, mau pakai mobil yang mana, Alphard atau Innova, tanya Bu Likha


" Bawa Alphard saja, biar lebih nyaman.


" baik Nona, jawab Bu Likha.


" Dek rumah adik kamu sangat besar, ucap Tristan


" Namanya dia banyak uang, kita bersyukur sudah belikan rumah di Jakarta, juga mobil, nanti juga dia akan membayar adek kuliah, jawab Vanya


" Maksud mas, bolehlah kamu minta buatkan rumah di kampung kita, ucap Tristan


" Jangan aneh-aneh mas, uang yang kemarin masih ada, cukup buat rumah kita di kampung, kesal Vanya


Tak terasa sudah pagi, hanya Dewi yang tidak terlihat, karena dia menginap di rumahnya yang di tempati ibu dan adiknya.


" Acaranya mulai jam berapa disana tanya Ranti


" Jam 3 sore, jawab Vanya


" Kalau begitu jam 11 berangkat dari sini, ucap Ranti


Selesai sarapan, Vanya berkeliling rumah, betapa bangganya dia melihat rumah Ranti Nyang begitu besar dan taman yang luas.


" Apa semua ini mobil Kalian, tanya Vanya


" mereka masing-masing punya 3 mobil yang sama, buka saja kalau mau lihat mobil mereka, kata Ranti


Mata Tristan melotot melihat Ferrari LaFerrari dan Koenigsegg Regera, juga ada BMW SUV seharga 2,6 milyar.


" yang berjejer 2 itu milik kak Darel, Lamborghini Aventador svj dan Bugatti Veyron, jawab Ranti


Semakin lebar mata Tristan melihat mobil-mobil yang terparkir.


" Nah yang ini milik saya, Ranti membuka penutup mobil dan menunjukkannya, ada Lamborghini SIAN Roadster dan Bugatti Chiron, kalau Rolls-Royce Cullinan sudah dilihat semalam.


" Yang berjejer 2 itu, milik kak Dewi ada Aston Martin Vanquish dan Rolls-Royce Phantom Extended.


Lanjut, Alphard dan Toyota New C-HR Hybrid, milik Armando dan Salma


Alphard yang itu buat kamu ke sekolah, terakhir yang Innova itu buat pelayan


Ranti sengaja menunjukkan semuanya, agar kelak Tristan tidak sembarangan memperlakukan Vanya.


Tristan tidak sadar kalau Ranti memamerkan mobil-mobil nya, sebagai ancaman, agar memperlakukan Vanya dengan baik.

__ADS_1


tiba-tiba saja Tristan berpikir untuk merayu Vanya agar mau meminta mobil mewah kepada Ranti.


__ADS_2