
Di restoran, tak lama Ranti dan Aisyah serta Nuril pergi, maka Tim dari Rose segera menjemput Relin, dan membawanya ke rumah yang di beli Rose.
Dalam perjalanan Tim Rose menjelaskan semuanya, termasuk selesai melahirkan, Relin harus kuliah.
Di posisi Ranti saat ini, dia tengah mendengarkan cerita dari ibu yang putranya minta berfoto di mobil milik Ranti.
Suami wanita itu, sengaja di korbankan dalam kasus suap, terhadap salah seorang pejabat.
Dia di penjara selama 3 tahun, dan mirisnya istri dan anaknya di usir oleh mertuanya, karena dianggap pengangguran.
Wanita itu, untuk bertahan hidup, dia berjualan gado-gado di Bandar Lampung, dia sengaja memilih ke Lampung karena lebih dekat dengan penjara tempat Suaminya di tahan.
" Kamu sabar saja, lalu dimana orang tua kamu? tanya Ranti
" Mereka di kampung halaman saya di Medan, saya tidak berani meminta tolong kepada keluarga saya, karena pernikahan saya memang tidak direstui oleh kedua orang tua saya.
Hanya aku bersyukur, suami saya orang yang sangat baik, dia sengaja di korbankan, karena saya tidak sengaja mendengar omongan mertua saya, bahwa suami saya adalah anak pungut.
Dan suami saya sudah ku beritahukan, tapi dia bilang, tidak apa-apa dia di penjara, anggaplah dia membalas budi orangtua angkatnya', ucap Ibu itu.
" Baiklah, tapi sekarang apa rencana kamu dan suami kamu, setelah dia keluar dari penjara? tanya Ranti.
" Kami akan mencoba berdagang, dan kami sudah putuskan, untuk tinggal di Bandar Lampung saja, saya akan menjual seluruh perhiasan saya dan memulai usaha", jawab Ibu itu.
" Saya senang mendengar rencana kamu dan suami, kamu menginap saja dan besok baru kamu pergi menjemput suami kamu.
Ambilah ini, isinya cukup untuk kalian membuka usaha, besok kalian tinggal di rumah baru, dan saya berikan ruko, dan sejam dari sekarang, akan datang mobil untukmu, sedangkan suami kamu, nanti datang besok ke rumah baru kalian, juga saya berikan mobil pickup, agar bisa kalian pakai untuk untuk berusaha.
Sekarang tentukan, usaha apa yang ingin kalian lakukan? tanya Ranti.
Perusahaan mertua saya adalah importir daging dan buah, serta bahan pangan lainnya.
Okeh karena itu, suami saya ingin membuka toko grosir, nanti juga sudah maju, suami saya ingin membuka perusahaan yang sama seperti keluarga angkatnya', lanjut ibu itu menjelaskan.
" Rencana yang sangat baik, itu berarti saya berikan Ruko 3 unit gandeng di posisi hook, dan ini saya tambahkan 30 milyar untuk modal usaha, tapi ada baiknya buka grosir sembako", ucap Ranti.
" Ia Nona, suami saya berencana membuka grosir sembako", jawab ibu itu
Terakhir ambil ini, nanti adik saya yang akan membantu kamu", ucap Ranti sambil memberikan Pill Regenerasi Fisik dan Serum Pembersih dan Kekebalan Tubuh, serta Pill Penambah Kecerdasan, dan terakhir SIM buat kamu dan suami kamu, yang semuanya akan di ajarkan oleh adik saya.
Pesan saya, tolong kalian layani adik saya, jika dia datang ke Bandar Lampung, dan yang paling penting, tolong jangan kecewakan saya, saya memberikan kalian segalanya, karen saya kasihan dengan putra kalian, tolong didik dia baik-baik, karena suatu saat, saya butuh anak kamu untuk bekerja di perusahaan saya", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona, saya berjanji akan mendidiknya, seperti ayahnya yang rendah hati dan sabar juga bijaksana", ucap ibu itu
" Ya sudah, saya mau pamit pulang ke Surabaya, tolong kalau ada waktu kamu datanglah ke kios ini untuk menjenguk adik saya", ucap Ranti.
" Dek, kakak pamit ya, sampai ketemu di Bandara Soekarno Hatta, besok malam, dan jangan lupa ajak kedua kakak perempuan kamu, juga Delia", Ucap Ranti.
" Hehehehe asik, jadi rame dong kita ke Singapura, walau hanya, 2 hari", ucap Aisyah dengan gembira.
" Ia adikku sayang, kakak gak mau kamu bersedih lagi, uang yang kakak berikan untukmu, itu halal, dan pasti kakak akan menghukum mereka yang membuat adek bersedih", ucap Ranti
" Ia kak, Aisyah gak mau kakak menjadi jahat hanya karena kami adek-adek kakak", ucap Aisyah.
" Membunuh orangpun kakak bersedia, jika mereka membuat orang yang kakak sayang bersedih, sebaliknya, kakak akan membuat orang itu kaya raya, jika mereka tulus menyayangi semua orang yang kakak sayang", jawab tegas Ranti.
Permisi, saya mau masuk ke mobil saya, nanti lagi ya foto-fotonya", ucap Ranti sambil menekan remote control.
Mereka semua terkejut, saat bunyi mesin.
" Wow.. wow.. itu cewek tinggal dimana dia, kayaknya cocok jika aku bisa menjadi pacarnya.
" Laki-laki pemalas seperti kamu, mau menjadikan aku pacarmu !, batin Ranti yang mendengar ucapan laki - laki itu.
" Jangankan menjadi pacarmu, dekat dengan kamu saja saya ingin muntah", ucap Ranti lewat Mind Ruler.
Seketika laki-laki itu terdiam, dia bingung karena ada suara di kepalanya.
Ranti memberhentikan waktu sebentar, kemudian dia langsung terbang dengan kecepatan sedang.
" Tuan pengurasan kekayaan perusahaan yang mengganggu perusahaan anda sudah selesai", lapor Aplikasi Mata Dewa.
" Tolong masukkan ke kas perusahaan seluler saya, dan buy back saham-saham milik publik, dan segera keluar dari bursa efek", perintah Ranti.
" Baik Tuan", jawab Aplikasi Mata Dewa.
Tanpa menunggu lama, Tim Rose langsung mengeksekusi perintah Ranti lewat Aplikasi Mata Dewa.
Jika hal ini terjadi, maka Ranti menambah daftar panjang Perusahaan yang dia kuasai, keluar dari Bursa Efek, manapun di dunia ini.
" Jangan lupa, uang rampasan dari perusahaan seluler itu, masukkan sebagai pertambahan modal, dan umumkan ke publik, kalau Perusahaan kita akan membangun lebih banyak lagi BTS, dan prioritas utama kita adalah untuk wilayah-wilayah yang tertinggal.
Khusus untuk seluruh karyawan, agar semuanya menggunakan kartu telpon dari perusahaan seluler kita, dan ini adalah perintah", ucap Ranti.
Tim Rose segera menghubungi Rendi agar dalam waktu 1 bulan semua karyawan, mulai dari yang tertinggi hingga yang terendah di wajibkan menggunakan nomor telpon dari operator perusahaan milik RPS Group Company.
Dalam waktu 1 jam, Ranti sudah tiba di depan Supermarket DAMKAR, dan melanjutkan dengan mobil Mercedes Benz miliknya.
Tim Rose bekerja sangat cepat, besok pagi mereka harus bisa membeli saham publik sebesar 30%, dan dalam waktu seminggu mereka sudah harus menyelesaikan anggaran pembangunan BTS.
" Kakak sudah sampai, bagaimana kak Aisyah, apa sudah tidak murung lagi? tanya Salma, sambil membawa cemilan.
__ADS_1
" Dia sudah sudah tidak sedih lagi, dan dia titip ini buat Salma dan Armando", ucap Ranti, sambil memberikan cemilan buatan Bu Antara.
" Terimakasih kak, nanti Salma telpon kak Aisyah, dan bilang terimakasih", ucap Salma
" Tapi ada ongkos kirimnya, yaitu, tolong kasih tau bu Likha buatkan kopi untuk kakak, itu ongkirnya", ucap Ranti.
" Oke, dengan senang Salma akan melayani kakak", ucap Salma dan langsung beranjak ke dapur.
" Terus adik kakak yang ganteng ini, kenapa tidak ada suaranya? tanya Ranti.
" Armando lagi kangen sama kak Vanya dan kak Darel, kok gak ada kabar, Armando WA dari pagi tapi belum ada yang balas", ucap Armando.
" Lalu mana kakak yang lain, apa masih di supermarket atau di kafe? tanya Ranti.
" Kakak-kakak lagi di kafe", jawab Armando.
" Ya sudah, kan besok malam kita akan jumpa dengan mereka, jangan sedih dong, sini sama kakak", bujuk Ranti.
" Ia kak, ucap Armando dan langsung bergeser ke pangkuan Ranti.
" Manja betul adik ganteng kakak, asal kalian tahu, kakak-kakak semua sangat menyayangi kalian berdua", ucap Ranti.
" Kami tau, kakak semua sangat menyayangi kami, bahkan Ketty juga menyayangi kami, dan juga para bibi pelayan dan paman sopir, makanya Salma dan kak Armando, sangat bahagia, dan kami ingin membanggakan kalian semuanya", ucap Salma.
" Kami sangat menyayangi Nona Muda dan Tuan Muda, ucap Bu Likha.
" Tapi manjanya semakin tinggi tingkatannya", seloroh Ranti.
" Hehehehe, karena kakak sangat menyayangi kami, makanya kami sangat manja, tapi hanya dirumah saja, hehehehe jawab Salma.
" Ya sudah, sekarang mari temani kakak, kita susul kakak-kakak di supermarket mereka", ucap Ranti
" Ayo, jawab Salma dan menarik tangan Armando yang sudah keasyikan bersandar di bahu Ranti.
" Mau sampai kapan kamu seperti ini, apa nanti sampai kamu punya pacar", ucap Ranti ke Armando.
" Sampai kapanpun, Armando dan Salma akan selalu seperti ini sama kalian kakakku", ucap Armando.
" Kakak sangat bahagia melihat kalian seperti ini, selamanya Salma dan Armando adalah adiknya kakak, makanya nama belakang kalian berdua, kakak tambahkan dengan Nama Setiawan, sama seperti kakak", ucap Ranti.
" Kami bangga, dan akan membanggakan keluarga Setiawan, ucap Armando.
Tak lama berselang merekapun tiba di parkiran Supermarket DAMKAR.
" Hay kak Aldrin dan kak Livung, kenapa ? tak mau datang lagi main ke rumah kamu", ucap Salma.
" Kami lagi bantu ayah, renovasi rumah, walau hanya sekedar saja", jawab Aldrin.
" Ya sudah, kami ngaku salah, jadi Nona Muda jangan sedih yah, kalau rumah kami sudah selesai di renovasi, mohon kehadiran Nona Muda Salma dan Tuan Muda Armando datang main kerumah kami", ucap Aldrin.
" Baiklah, kami janji akan datang, sekarang ayo ikut kami berkeliling, kakakku mau ketemu dengan kakak kami yang lain", ucap Armando yang nyaman bermain dengan Aldrin dan Livung.
" Aldrin, Livung jangan sungkan main kerumah kakak ya", ucap Ranti.
" Terimakasih Nona Muda Ranti.
" Ya sudah kalian temani Salma dan Armando", perintah Ranti dan beranjak.
" Halo Nona Muda, maaf keterlambatan kami menelpon anda, dan mohon kehadirannya untuk ikut rapat di Eleven Seluler, ucap Direktur Utama Eleven Seluler.
" Kalian atur saja, nanti ada perwakilan saya, yang akan datang menghadiri rapat", ucap Ranti.
" Halo Nona Muda, untuk kasus Kebocoran data Nona Muda Aisyah, sudah kami proses, dan mohon maaf, bagaimana dengan status saham anda, juga dana anda di Bank milik kami? tanya seorang perwakilan dari istana.
" Baiklah, kali ini saya maafkan, dan tidak ada maaf untuk kedepannya", tegas Ranti.
' Terimakasih Nona Muda, kami akan lebih perketat lagi dan akan segera memperbaiki sistem keamanan kami, serta integritas dari seluruh karyawan", ucap perwakilan dari pemerintah.
Sejenak kita akan melihat bahwa Ranti sangat kejam, tapi kita harus melihat secara keseluruhan persoalannya dan perjanjian yang sudah dibuat.
Di posisi Salma dan Armando, mereka berdua sedang berkeliling supermarket, di temani Livung dan Aldrin, para pegawai sangat senang dengan kepribadian Salma dan Armando.
" Halo kakak cantik, tolong bungkuskan 1 kg buah kiwi dan anggur", ucap Salma.
" Baik Nona Muda, nanti kasirnya di sebelah sana", ucap pelayan di konter buah.
" Terimakasih ya kak, ini buat kakak, ingat baik-baik jangan beritahu yang lain", ucap Salma, sambil memberikan selembar cek yang berjumlah 250 juta.
" Terimakasih Nona Muda, saya akan gunakan untuk membeli motor, agar lebih cepat lagi saya tiba di supermarket", ucap gadis itu.
" Ya sudah saya pergi dulu, semangat ya, tolong ganti juga handphone kakak, dan jangan lupa follow Instagram aku ya", ucap Salma.
" Hehehehe, saya sudah follow, tapi Nona Muda belum follback" ujarnya.
" Baiklah, nanti saya follback", jawab Salma santai.
Aldrin dan Livung, semenjak dekat dengan Salma, kehidupan mereka juga sudah berubah, walau tidak sekaya Mora, tapi sudah termasuk hidup berkecukupan.
Atas seijin Ranti, Salma dan Armando, patungan memberikan Aldrin dan Livung deposito, masing-masing 25 milyar, serta biaya sehari-hari, sebesar 5 milyar per orang.
Berbeda jauh dengan Mora, yang di berikan Ranti yang sebesar 2 triliun, serta biaya sehari-hari 100 milyar dalam tabungan mandiri Privat dan Prioritas.
__ADS_1
Setelah puas berkeliling, Salma mendatangi kantor supermarket, dia melihat seluruh kakaknya sedang giat bekerja.
Seketika Salma merasa bersalah karena belum bisa membantu Kakak-kakaknya.
" Kenapa cantik dengan mukamu, kenapa murung begitu, apa ada yang mengganggumu ? tanya Friska.
" Kakak, maafkan adek yang belum bisa membantu kakak-kakak bekerja", ucap Salma.
" Sayang, suatu saat, kakak yakin, kalian berdua mampu membantu kakak semua dan membesarkan perusahaan kita", ucap Ranti dan langsung merangkul Salma.
Ranti sangat tahu, apa yang dirasakan Salma dan juga Armando.
" Kalian berdua, adalah tanggung jawab kakak semua, jadi jangan merasa bersalah, kalian memang saat ini adalah waktunya bermain, jalani masa anak-anak kalian dengan bahagia, kami hanya minta kalian berdua jangan jadi anak yang sombong dan selalu sopan kepada siapapun, kecuali orang itu yang duluan tidak sopan kepada kalian", ucap Ranti.
" Ia kak, Salma dan kak Armando tidak mau jadi orang sombong, apalagi pasti kakak semua akan sedih jika kamu berdua seperti itu, dan itu yang Salma dan kak Armando tidak mau", ucap Salma.
" Gitu dong sayang, kakak pasti akan sangat sedih, jika melihat kalian berdua seperti itu", ucap Rindu.
" Pasti keponakanku dan Rory, akan sangat kecewa", sambung Armando.
" Ya sudah, lain kali cukup buat kami bangga dengan kalian berdua, soal pekerjaan, kalian belum waktunya bekerja", ucap Mercy dengan bijak
" Terimakasih atas kasih sayang kakak-kakak semuanya", ucap Salma sambil memeluk Ranti dengan erat.
" Andai kakak tidak menemukan kami, entah hidup kami seperti apa saat ini", ujar Armando yang tiba-tiba mengingat masa lalu.
" Berulang kakak bila, itu namanya jodoh, dan lihatlah, betapa kami sangat bersyukur dengan kehadiran kalian berdua, apalagi kak Darel, akhirnya dia punya adik laki-laki", ucap Friska.
" Tapi sayang, makin besar, makin manja", ucap Ranti.
" Hehehehe, kakak - kakak juga begitu, asal kak Darel pulang, pasti rebutan minta di temani bobo", ucap Salma.
Hahahaha hahahaha
Pecah ketawa seluruh kakak beradik itu, hingga para karyawan, kaget mendengarnya.
" Memanglah, kalau Nona Muda Salma, sudah ngomong pasti akan membuat Kakak-kakaknya tertawa", ucap salah satu karyawan.
" Saya kagum dengan kekompakan mereka, walaupun orang kaya tapi mereka tetap bisa menerima siapapun yang ingin berteman dengan mereka", sambung seorang karyawan lainnya.
" Ya sudah ayo kita pulang, besok Salma dan Armando mau sekolah, apalagi besok malam kita mau ke Singapura", Perintah Mercy.
" Baiklah, ayo kita pulang", jawab Rindu.
Ranti sendiri sudah sangat tidak sabar ingin berbicara dengan Putri angkatnya.
Sementara di Merak, terjadi kekacauan di pelabuhan, ribuan preman saling bertarung untuk bisa menguasai pelabuhan, setelah informasi beredar bahwa sudah lama Masduki dan kawan-kawannya, sudah tidak lagi menguasai pelabuhan Merak.
* Tuan, jangan kuatir, Tim Rose sudah membuat perlindungan untuk kios Aisyah dan gerai KFC milik Nona Aisyah.
Tim Rose juga sudah berjaga tak jauh dari TKP, pengawal Nona Aisyah juga sudah siaga", ucap Rose.
" Saya harus kesana, aku tidak mau adikku dan keluarganya terjadi apa-apa, akan ku habisi semua preman itu", ucap Ranti.
" Kakak, Salma dan Armando kalian pulang duluan, kakak ada masalah sedikit yang harus di selesaikan", ucap Ranti.
" Tapi nanti kakak tidur di kamar Salma ya, jika pulang nanti", ucap Salma.
" ia sayang, dan akmu Armando temani adikmu tidur ya", ucap Ranti.
" Ia kak, jawab Armando dengan singkat.
" Terimakasih kakak ganteng ku, kakak selalu ada untuk Salma", ucap Salma bahagia.
" Aku kakakmu, jadi kakak harus bisa bertanggungjawab dengan kebahagiaan adiknya, kakak tidak pernah lelah dan bosan menemani adik", ucap Armando.
" Salma juga akan selalu ada untuk kakak", jawab Salma.
" Kakak sangat senang kalian berdua saling menyayangi", ucap Ranti dan merangkul kedua adik kebanggaannya.
" Ayo sini masuk mobil, tapi cium dulu kakakmu itu, biar kamu bisa Bobo", perintah Mercy ke Salma.
Setelah kepergian saudara - saudaranya, Ranti segera menghentikan waktu dan langsung melesat dengan kecepatan maksimal, 7000 km perjam.
Dengan tampang penuh kemarahan, dia memaksimalkan kekuatannya, hingga terjadi badai angin yang begitu kencang.
* Tuan kontrol elemen angin anda, karena secara otomatis, jika anda menggunakan full kekuatan, maka seluruh elemen Tuan akan bereaksi.
" Baiklah Rose, aku sedikit lagi tiba. ucap Ranti, yang kini sudah berada di langit-langit pelabuhan Merak.
Dengan mata semesta, dia memindai Kios Aisyah dan juga gerai KFC nya.
" Terimakasih Rose, atas perlindungan untuk adikku", ucap Ranti.
* Sama-sama Tuan, seluruh saudara Tuan sudah terikat dengan sistem, sejak Tuan memasuki tahap Berlian Puncak", jawab Rose.
* Silahkan Tuan hancurkan kedua kelompok itu, tapi jangan bunuh anggotanya, cukup ketua mereka saja", ucap Rose.
" Baiklah, tapi saya akan mempertunjukkan kekuatan ku, mereka sangat banyak, bagaimana Rose? tanya Ranti.
* Buatlah pelindung ilusi, agar pelabuhan ini tertutup sementara, waktu Tuan hanya 45 menit, tapi jangan menampakkan diri ke Nona Aisyah", ucap Rose.
__ADS_1