
Video Call Ranti langsung di angkat Clara, yang saat ini sedang di rumah Dewi
" Halo Nona Muda, ada hal yang bisa saya bantu, tanya Clara
" Nasabah atas nama Joko dan Ningrum apa kamu kamu mengenal mereka, tanya Ranti
" Baru 3 hari yang lalu mereka minta penangguhan pembayaran dan tetap membayar bunga saja, dan ini sudah kali kedua mereka seperti itu, karena memohon dan berjanji akan membayar 3 x panen jadi kami menyetujuinya, ucap Clara.
" Setelah mereka menyelesaikan pinjamannya segera black list mereka berdua, data dari BRI mencatat kedua orang ini telah lama di black list, lain kali hati-hati membantu orang, saya lagi berhadapan dengan mereka sekarang, sangat sombong mereka berdua, dan kamu siapa orang paling ku benci, ucap Ranti dengan tegas
" Orang sombong dan serakah, jawab Clara
" Mereka berdua sudah memenuhi 2 syarat itu, ucap Ranti
" Bagaimana Bu Ningrum dan pak Joko, asal kalian tahu, perusahaan saya, akan mengikuti apa pun yang di perintahkan semua saudaraku, termasuk kak Vanya, itu artinya dia adalah bagian dari seluruh perusahaan saya, tegas Ranti
" Hidup masih punya hutang saja sudah begitu sombong, sebutkan apa saja yang kakakku terima dari kalian berempat, ucap Ranti sambil menunjuk yang membenci Vanya.
" Kak Vanya siapa saudara ibumu yang pernah membantu kak Vanya selama ini, tanya Ranti
" Paman besar dan istrinya, bibi sampe menjual kalungnya demi Ayahku berobat, sedangkan paman menjual mobil Suzuki grand max, walau saya dan mas Bram sudah mencicilnya, tapi kasihan paman biasanya dua mobil yang di pakai untuk cari uang, dari 3 tahun lalu belum ke beli lagi mobil yang terjual dulu, ucap Vanya.
" Terimakasih Paman, sudah membantu keluarga kakak saya, saya sebagai adiknya dengan tulus, berterimakasih kepada Paman, ucap Ranti sambil membungkuk di ikut ketiga kakaknya.
Para tetangga yang menyaksikan cara Ranti berterimakasih, terkagum-kagum,
" Namanya keluarga, apalagi saya kakak tertua sudah pasti aku akan menjaga adikku, tapi hari ini, paman sungguh sedih, hanya tanah beberapa hektar saja, keluarga kami hancur, ucap Supomo
" Kami semua awalnya hanya berenam, tapi kini sudah sebelas dengan berkumpul nya kembali kak Vanya, yang sedarah dengan saya hanya si kembar, mereka tinggal di Jogjakarta, sisahnya kami tidak ada kaitan darah sama sekali, dari kak Vanya kami belajar bagaimana cara kami bisa bertahan hidup di Panti Asuhan Charity Surabaya, ketika dia pergi, kamu mengingat apa yang dia ajarkan, dan hingga hari ini kami tetap akur, ucap Ranti
" Saya beruntung, orangtua saya meninggalkan harta yang sangat banyak, perusahaan dimana-mana hingga luar negeri, tapi apakah saya membuang mereka yang sudah merawat ku hanya karena saya sudah kaya raya, jika hal itu saya lakukan, maka sayalah manusia paling durhaka di alam ini, ribuan triliun tidak akan sanggup membayar 1 Menit kasih sayang merawat saya, lalu bagaimana dengan kalian yang saudara sekandung
" Orangtua saya dan saya sendiri mengalami nya, bagaimana harta di perebutkan, hingga hati ini saya tidak tahu apakah orang tua saya dan bibi pengasuh saya masih hidup atau tidak, semua karena harta, kenapa bisa demikian, karena keserakahan itu saja, ucap Ranti
" Paman sangat kagum dengan kamu, umur masih muda tapi punya pemikiran yang hebat, kamu tau kenapa paman sangat suka dengan Vanya, karena dia cerdas dan berhati lembut dan juga tegas, sayang adikku tak punya biaya untuk dia lanjut kuliah, ucap Supomo
" Sekarang kakakku sudah kembali dan kami akan bertanggungjawab hidup kakak kami, tidak ada siapapun yang membuat Kakak ku sedih apalagi sampai meneteskan airmata, ke lubang semut pun akan kucari, ingat baik-baik siapapun, tapi siapapun yang menyayangi kakakku dengan tulus saya sebagai adiknya akan membalasnya, ucap Ranti
" Hari sudah Sore, kak Vanya, ajak ayah dan ibu, ke Surabaya bersama kami, ucap Ranti
" Paman ayo ikut Kami, besok Sore saya antar kalian pulang hingga Bandara jogjakarta dan lanjut antar kak Vanya ke Jakarta, dan ini untuk Paman, tolong di terima itu sebagai ganti mobil yang paman jual, bibi ini untukmu ini kalangan Emas dengan Liontin Batu Giok Zamrud, mudah-mudahan beratnya sama dengan yang bibi jual, perhiasan ini 1 Set, tolong di terima
" Paman dan bibi berkewajiban membantu adik kami, yang lagi kesusahan, jawab Supomo
" Dan saya berkewajiban membantu kakak saya, untuk membalas Budi baik paman, tolong di terima, kami semua adiknya tak tahan melihatnya bersedih, sudah lama kami terpisah, biarkan kami melihatnya bahagia, ucap Ranti memberikan cek senilai 25 milyar dan perhiasan 1 set.
" Baiklah kami akan menerimanya, dengan ikhlas, Ucap Supomo dan istrinya.
" Ayo ikut kami ke Surabaya, Ucap Ranti
" Baiklah kami ikut dengan kalian saja, ucap Supomo.
" Untuk kalian adik-adik saya, kedepannya kita hidup masing-masing, selama ini saya sudah menunaikan tugasku sebagai seorang kakak, tapi apa balasan kalian kepada saya, dulu kalau bukan adik ipar suami Elok yang bantu saya, mungkin saya lebih susah dari Elok, jadi hari ini terakhir kita berkumpul sebagai kakak beradik, ucap Supomo
Terimakasih selama ini sudah mau mendengarkan omongan saya, maafkan kakak, tapi ini yang terbaik, kalian bebas berbuat apapun dengan warisan orang tua kita, saya ikhlas memberikan bagian saya untuk kalian, anak- anak saya juga sudah berpesan bahwa mereka tidak berharap dengan warisan, Ucap Supomo dan segera berdiri diikuti istrinya.
" Saya mewakili Elok, kami sekeluarga ikhlas lahir batin, menyerahkan warisan ayah Elok, buat kalian, terimakasih saya ucapkan karena sudah menerima saya sebagai menantu di keluarga ini, Ucap Gunadi dan beranjak berdiri,
" Saya Prasetyo cucu tertua, sekaligus mewakili adik perempuan saya sebagai cucu ketiga, melepaskan hak warisan kami dari Mbah, maafkan adik saya yang tidak bisa hadir, karena sedang hamil anak kedua nya, terimakasih Paman dan bibi semuanya, semoga kedepannya hidup kalian bisa lebih maju dengan harta warisan yang banyak, ucap Prasetyo yang juga langsung beranjak.
Suasana menjadi senyap, keempat paman dan bibi Vanya, terdiam mencoba mencerna kejadian yang telah terjadi.
" Paman, bibi apa sudah siap, tanya Ranti.
" Sudah nak, ayo berangkat, ucap Supomo
" Mas, adik, maafkan kami, ucap Ningrum
__ADS_1
" Mas sudah tidak berhak mengatur kalian, tugas mas sudah selesai, ucap Supomo dan meminta Mang Dul menjalankan mobilnya.
Ketiga mobil itu langsung meluncur ke arah Surabaya.
Mang Dul bersama Vanya dan keluarganya, dengan mobil Alphard
Ranti bersama saudara-saudaranya, dengan mobil Toyota New C-HR Hybrid
Prasetyo, istri kedua anaknya dan kedua orang tuanya, dengan Suzuki Ertiga.
Keluarga Supomo tinggal di Magelang sedangkan Prasetyo dan istrinya tinggal di Jogjakarta.
Ranti menghubungi Lupita agar menyediakan tempat, sekitar 15 orang, kemudian Ranti mengarahkan mobilnya ke Kafe milik keempat kakaknya, diikuti Prasetio dan terakhir mang Dul.
Begitu Ranti memasuki area parkir Kafe, beberapa security dengan sikap hormat menyambut mobil Ranti. Begitu juga ketika Ranti saudara- saudaranya memasuki Kafe, para pelayan termasuk Lupita menyambut mereka dan langsung mengarahkan ke ruang VIP di lantai 3.
Keluarga Vanya dan Supomo hanya bisa diam- diam, mengagumi Kafe yang begitu besar dan sangat ramai pengunjungnya.
Mang Dul sendiri duduk di meja yang biasa di pakai Lupita.
" Maaf Nona Muda, apa makanan nya sudah bisa kita hidangkan, tanya Lupita.
" Silahkan, saya sudah lapar, ucap Mercy
Betapa kagetnya Supomo dan Gunadi, melihat menu yang sangat banyak.
" Mas Prasetyo, kerja apa di Jogjakarta, tanya Ranti
" Saya buka toko kelontong kecil-kecilan di kompleks kami tinggal sedangkan istri, guru SMA.
" Kakak saya tinggal di Jogjakarta, ayahnya orang Jogjakarta, tapi sudah meninggal, ibu mereka adalah adik Ayahku, hanya saja sampai hari ini kami tidak tahu apa masih hidup atau tidak.
" Jika kamu yakin orang tuamu masih hidup, suatu pasti akan bertemu, namun jika sudah tiada, maka ikhlaskan, ucap Prasetyo.
" Benar itu mas, jawab Ranti
" Sama sekali kamu tidak di repotkan, kalian keluarga kak Vanya, jadi sudah sewajarnya kita saling membantu, ucap Ranti
" Terimakasih atas perhatiannya, jujur saja Vanya anak baik, makanya ayah dan ibuku sangat menyayanginya, dialah yang menghibur ayah dan ibu sejak saya tinggal di Jogjakarta dan adik saya di solo, saya sendiri merasa jadi punya adik perempuan 2 orang hahahaha, jadi ingat waktu dia datang ke Magelang, ucap Prasetyo.
" Terimakasih Mas, sudah menerima kakak saya dengan baik, dan ini hadiah buat mas, tolong jangan di tolak, begitu juga dengan ini buat adik perempuan mas Prasetyo, semua perhiasan modelnya sama, dan cek ini, 1 buat mas Prasetyo dan satu lagi buat adiknya mas.
" Ya ampun ini banyak sekali, 10 milyar per orang, seumur hidup kami tak sanggup memilikinya, ucap Prasetyo
" Awalnya uang ini buat Paman dan Bibimu, tapi ternyata mereka tidak menerima kak Vanya bahkan memakinya, jadi buat apa saya memberikan uang, ucap Ranti
" Baiklah nona, uang ini saya akan tabung untuk biaya sekolah kedua anak saya, biar jangan seperti saya yang putus kuliah, Ucap Prasetyo.
" Pakailah dengan bijak, tapi alangkah lebih baik jika di buatkan usaha, seperti kost-kostan, ucap Ranti
" Sampe lupa, Jogja kota pelajar, ucap Prasetyo, terimakasih banyak Nona Ranti.
" Sama-sama, nanti kalau saya main ke Jogja, pasti saya berkunjung kerumah mas Prasetyo, ucap Ranti
" oh ia mas, mobilnya, besok tinggalkan saja, tulis saja alamatnya, nanti saya suruh orang saya untuk mengirimkan besok pagi, agar besok sore sudah tiba di Jogja, ucap Ranti
" waduh tambah merepotkan saja, ucap Prasetyo
" Tenang saja, ekspedisinya punya saya, jadi aman, ujar Ranti.
" Besok pagi kita ke Jakarta lihat rumah, kak Vanya, sorenya baru mas Prasetyo dan keluarga saya antar ke Jogjakarta, saya telpon orangku dulu.
" Halo Rendi, tolong besok jam 10 pagi siapkan pesawat saya mau ke Jakarta, Jogja dan kembali ke Surabaya lagi, tolong di atur, terimakasih
" Baik Nona, jawab Rendi
" Sudah beres, Ucap Ranti
__ADS_1
" Astaga secepat itu, balas Prasetyo.
" Santai saja, di bawa happy saja, ucap Ranti
" Mohon Maaf semuanya, besok pagi jam 10 kita semua berangkat ke Jakarta, untuk melihat rumah baru kak Vanya, selesai dari rumah kak Vanya, kita Jogja sekalian aku ingin ketemu dengan si kembar, bagaimana ? tanya Ranti
" Atur saja Dek, kami ikut keputusan mu, aku juga ingin tunjukkan rumahku kepada ayah dan ibuku, ucap Vanya.
" Ya sudah, berarti sekarang kita pulang, agar kita kuat untuk perjalanan besok pagi.
" Lupita, hitung semuanya, dan ini kartu saya, ucap Ranti
" Baik Nona Muda, ucap Lupita.
Jam menunjukkan pukul 10 malam, akhirnya mereka tiba di rumah Ranti.
Orangtua Vanya dan pamannya terkejut melihat besarnya rumah Ranti dan tamannya yang begitu luas.
" Selamat malam Nona Muda, mau disediakan teh, kopi atau makanan, tanya Bu Likha.
" Kalau saya teh Hijau, tolong tawarkan ke yang lain, Perintah Ranti
Saat mereka sedang ngobrol, Armando dan Salma mendekati mereka.
" Maaf Paman dan bibi semuanya, kenalkan saya Salma dan ini kakak saya namanya Armando, ucap Salma
" Anak baik dan sopan, kalau paman dan bibi adalah ayah dan ibunya Vanya, ucap Gunadi
" Paman dan bibi adalah Paman dan bibi Vanya
' kalau yang itu namanya Prasetyo sepupu Vanya.
" Terimakasih, selamat datang di rumah kami, ucap Salma dan Armando
" Salma bagaimana di mall tadi, tanya Ranti
" Aman, kami di temani 2 paman pengawal yang baik hati, Salma traktir mereka berdua makan udang, cumi-cumi goreng tepung dan Salma kasih mereka uang, ucap Salma
" Anak pintar, terus kamu beli apa saja , tanya Ranti
" Salma hanya beli boneka kepiting dan juga belikan teman-teman sepatu dan tas sekolah juga Handphone, kasihan mereka kadang pinjam handphone yang ku belikan untuk Mora, daripada dia minjam punya Mora, ya tadi Salma belikan saja mereka bertiga seorang satu, ucap Salma.
" Beli di konter siapa, tanya Ranti
" Beli tas dan sepatu di toko kak Ita, tapi kak Ita sudah di pindahin ke Mall Pakuwon, tapi kami di lahan dengan baik, kalau handphone di konter Paman Ndut, kalau makan di restoran kak Andini.
" Pintar tapi jangan sering-sering pergi ke Mall kalau tidak bersama kakak, perintah Ranti
' Ia kak, jawab Salma singkat
" Terus sudah habis uangmu, tanya Ranti
" Hehehehe, bayarnya pakai kartu yang biasa aku Pakai, bukan yang 2 itu, maaf kalau Salma tadi agak boros, ucap Salma
" Asal mereka tulus berteman dengan Salma, kakak tidak keberatan, Salma bantu mereka, tapi jangan di biasakan boros oke, ucap Ranti
" Baik kak, ucap Salma
" Besok kita antar paman dan bibi ke Jakarta, terus kita ke Jogja nanti kita ketemu dengan si kembar, gimana mau ikut gak, tanya Ranti
" Hehehehe mau kak, Salma kangen sama kakak kembar, ucap Salma
" Kalau begitu istirahatlah, biar Besok bisa bangun pagi, perintah Ranti
" Kak Vanya kasihan bapak dan ibu sudah lelah, antarkan ke kamar tamu biar bisa istirahat, dan nanti kak Vanya datang ke kamarku, ada yang ingin ku bicarakan, ucap Ranti.
" Baik dek, ucap Vanya
__ADS_1
Vanya mengantar keluarganya ke kamar tamu.